cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 50 Documents
Search results for , issue "Vol 13, No 2" : 50 Documents clear
ANALISIS KESESUAIAN DAN DAYA DUKUNG EKOWISATA KAWASAN AIR TERJUN RIAM MERASAP KABUPATEN BENGKAYANG Pa'o, Pak Homius; Padmarsari, Widadi; Hadinata, Fitra Wira
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i2.71077

Abstract

Kalimantan Barat merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki   banyak wilayah perairan dengan potensi alamnya yang masih terjaga. Salah satunya Air Terjun Riam Merasap. Air terjun Riam Merasap, berlokasi di Desa Pisak Kecamatan Tujuh Belas Kabupaten Bengkayang dengan ketinggian sekitar 20 meter dan lebar sekitar 8 meter. Air terjun tersebut sumber airnya yang berasal dari anak Gunung Niut. Dengan terdapatnya potensi yang menarik di Air Terjun Riam Merasap, maka dari itu perlu adanya penelitian untuk pengembangan wisata alam tersebut. Bagaimana tingkat kesesuaian dan tingkat daya dukung kawasan di air terjun riam merasap,kabupaten bengkayang. Tujuannya merupakan mengetahui tingkat kesesuaian dan daya dukung kawasan ekowisata air terjun riam merasap,kabupaten bengkayang.   Penelitian ini dilaksanakan selama ± 2 bulan dari bulan Maret "“ April yang berada di kawasan Air Tejun Riam Merasap yang terdapat di Dusun Segonde, Desa Pisak Kecamatan Tujuh Belas, Kabupaten Bengkayang. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah GPS, roll meter, klinometer, kamera, pelampung, alat tulis. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuisioner untuk dibagikan kepada pengunjung dan masyarakat sekitar di sekitar Riam Merasap. Tingkat pendidikan juga dapat menunjang kualitas sumberdaya manusia, sehingga kemampuannya dapat bermanfaat dalam pengembangan kawasan wisata Riam Merasap, dimana yang paling banyak untuk melakukan wawancara dengan pendidikan SLTA sebanyak 43% sehingga dengan adanya kawasan wisata Riam Merasap ini menjadi pencaharian sampingan bagi warga sekitar yang sangat berpengaruh terhadap pendapatan. Hal ini disebabkan karena umumnya pada usia ini kebanyakan belum menikah dan sering melakukan rekreasi wisata alam yang bersifat sedikit menantang.  
PENGARUH PERSENTASE NAUNGAN TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN PORANG DI FASE GENERATIF PADA TANAH GAMBUT Riten, Arif Rahman; Palupi, Tantri; Susana, Rini
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i2.77453

Abstract

Tanaman porang merupakan tanaman asli daerah tropis, penghasil umbi yang memiliki kandungan karbohidrat, lemak, protein, mineral, vitamin, dan serat pangan. Peningkatan produksi porang per satuan luas dapat dilakukan diantaranya dengan cara menyediakan ruang rumbuh yang mendukung pertumbuhan tanaman porang, satu diantaranya dengan memenuhi kebutuhan intensitas cahaya yang sesuai keperluan tanaman porang, yaitu sebesar 60% - 70%. Saat ini belum diketahui persentasi naungan terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman porang pada tanah gambut. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan persentase naungan terbaik terhadap hasil tanaman porang di fase generatif pada tanah gambut. Penelitian ini berlangsung selama 6 bulan yang dimulai pada Juni 2023 sampai November 2023 yang berlokasi di Kelurahan Banjar Serasan, Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 5 perlakuan, 5 ulangan dan masing-masing ulangan terdiri 4 sampel, sehingga diperoleh 100 tanaman. Perlakuan yang digunakan yaitu N0: tanpa naungan, N1: intensitas naungan 45%, N2: intensitas naungan 60%, N3: intensitas naungan 75%, N4: intensitas naungan 90%. Variabel pengamatan meliputi: jumlah bulbil, berat bulbil, hari panen, diameter umbi, dan bobot umbi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa naungan dengan intensitas 90% menghasilkan hasil generatif terbaik untuk tanaman porang yang berasal dari bulbil/katak pada tanah gambut.
STATUS KESUBURAN TANAH SAWAH PASANG SURUT DI DESA PODORUKUN KABUPATEN KAYONG UTARA Rahayu, Suryani Endah; Riduansyah, Riduansyah; Alhaddad, Abdul Mujib
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i2.75801

Abstract

 Lahan pasang surut merupakan lahan yang rezim airnya dipengaruhi oleh pasang surut air laut atau sungai. Pemanfaatan lahan pasang surut sebagai lahan sawah merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan produktifitas lahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status kesuburan tanah sawah pasang surut di Desa Podorukun Kabupaten Kayong Utara. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei dan pengambilan sampel tanah dilakukan pada empat lahan sawah dengan luas ± 1 ha. Setiap lokasi diambil 5 titik subsample tanah menggunakan metode diagonal dengan kedalaman 0-20 cm, dan dikompositkan per masing-masing lokasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai pH tanah pada lokasi penelitian berkisar antara 4,65-4,96 termasuk kriteria masam, Karbon organik tanah berkisar antara 4,37-8,40% termasuk kriteria tinggi dan sangat tinggi, Nitrogen total tanah berkisar antara 0,33-0,66% termasuk kriteria sedang sampai tinggi, Fosfor total tanah berkisar antara 7,76-14,47 mg/100gr termasuk kategori rendah, Fosfor tersedia tanah berkisar antara 2,99-21,19 ppm termasuk kategori sangat rendah sampai sedang,Kalium total tanah berkisar antara 9,18-12,41 mg/100gr termasuk kategori sangat rendah sampai rendah, Kalium tersedia tanah berkisar antara 0,10-0,24 cmol(+)kg-1 termasuk kategori sangat rendah, KTK tanah berkisar antara 104,07-173,64 cmol(+)kg-1 termasuk kategori sangat tinggi dan Kejenuhan basa berkisar antara 1,38-2,87 % termasuk kategori sangat rendah. Status kesuburan tanah pada empat lokasi penelitian berada para kriteria rendah.
PENGARUH PUPUK HAYATI DAN PUPUK KANDANG AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TOMAT DI LAHAN PASANG SURUT SISTEM BUDIDAYA JENUH AIR Sona, Liliana; Nurjani, Nurjani; Maulidi, Maulidi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i2.77599

Abstract

Tomat (Lycopersium esculentum Mill.) merupakan produk hortikultura yang banyak digemari oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis terbaik dari pupuk hayati dan pupuk kandang ayam terhadap pertumbuhan dan hasil tomat di lahan pasang surut sistem budidaya jenuh air. Penelitian ini dilaksanakan di lahan Golden River Camp, Desa Kalimas, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, berlangsung pada bulan Mei hingga Juli 2023. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang terdiri dari   2 faktor perlakuan. Faktor pertama yaitu pupuk hayati   terdiri dari 3 taraf perlakuan   5, 10 dan 15 ml/L air   dan   faktor kedua adalah pupuk kandang ayam dengan 3 taraf perlakuan 10, 20   dan 30 ton/ha dan setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Data hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk hayati berpengaruh nyata terhadap variabel berat kering tanaman dan berat buah per tanaman. Serta berpengaruh tidak nyata terhadap variabel tinggi tanaman, diameter batang, volume akar, luas daun, jumlah buah per tanaman dan berat per buah. Pemberian pupuk kandang ayam berpengaruh tidak nyata terhadap semua variabel penelitian dan interaksi antara pupuk hayati dan pupuk kandang ayam berpengaruh nyata terhadap berat kering tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk hayati konsentrasi 15 ml/L air dan pupuk kandang ayam dosis 10 ton/ha merupakan dosis interaksi terbaik terhadap pertumbuhan tanaman tomat di lahan pasang surut sistem budidaya jenuh air sedangkan pemberian pupuk hayati konsentrasi 5 ml/L air merupakan dosis terbaik terhadap hasil tanaman tomat di lahan pasang surut sistem budidaya jenuh air.
PENGARUH PEMBERIAN NPK DAN PGPR AKAR PUTRI MALU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG HIJAU PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Ismail, Aji Sarif; Maulidi, Maulidi; Warganda, Warganda
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i2.77910

Abstract

Tanaman kacang hijau (Vigna radiata L.) merupakan salah satu jenis tanaman Leguminosae yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Kendala pemanfaatan tanah PMK sebagai media tanam kacang hijau dihadapkan pada masalah sifat kimia yang kurang baik. Sifat kimia yang kurang baik adalah rendahnya kandungan unsur hara. Upaya untuk meningkatkan kesuburan tanah PMK dapat yaitu pemberian pupuk NPK, karena mengandung lebih dari 1 unsur hara makro primer yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah besar sehingga pemupukan menjadi efisien. Namun, penggunaan pupuk kimia harus diimbangi dengan penggunaan pupuk ramah lingkungan yaitu pupuk hayati PGPR akar putri malu. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pengaruh dari NPK terhadap beberapa konsentrasi PGPR dan mendapatkan interaksi NPK dan PGPR akar putri malu pertumbuhan dan hasil tanaman kacang hijau pada tanah podsolik merah kuning. Penelitian dilaksanakan di lahan yang berlokasi di Jl. Sepakat 2, Gg. Racana Untan. Penelitian ini berlangsung mulai dari tanggal 20 Juli hingga 13   Oktober 2023. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Petak Terpisah (Split Plot Design) RAL dengan 2 (dua) faktor. Faktor pertama konsentrasi PGPR akar putri malu (a) sebagai main plot yang terdiri 3 perlakuan, sedangkan faktor kedua yaitu dosis NPK (b) sebagai sub plot dengan 3 perlakuan. Setiap unit percobaan diulang sebanyak 3 kali dan tanaman perpetak sebanyak 4 tanaman sehingga jumlah tanaman berjumlah 108 tanaman.   Faktor yang pertama yaitu konsentrasi PGPR sebagai main plot yang terdiri a1 = 15 ml/â„“ air, a2 = 20 ml/â„“ air, a3 = 25 ml/â„“ air. Faktor kedua yaitu dosis NPK sebagai sub plot yang terdiri b1 = 250 kg/ha, b2 = 375 kg/ha, b3 = 500 kg/ha. Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu tinggi tanaman, volume akar, berat kering tanaman, jumlah seluruh polong (polong hampa dan bernas), jumlah polong bernas, berat kering biji, berat 100 biji. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa dosis NPK 500 kg/ha memberikan pertumbuhan da hasil tanaman kacang hijau terhadap Tinggi Tanaman 2 MST, Berat Kering Tanaman, Volume akar, Berat Kering Biji dan Berat 100 Biji kacang hijau pada tanah PMK. Konsentrasi PGPRakar putri malu 25 ml/l dan dosis NPK 375 kg/ha merupakan interaksi yang terbaik terhadap Tinggi Tanaman kacang hijau umur 4 MST pada tanah PMK dengan peningkatan 29,8%.
PENGARUH RED MUD DAN BOKASHI LIMBAH SAYURAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL LOBAK PUTIH PADA TANAH GAMBUT Lestari, Lisa Listri; Susana, Rini; Rahmidiyani, Rahmidiyani
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i2.73195

Abstract

Pemanfaatan tanah gambut sebagai media tanam memiliki kendala yaitu kesuburan tanah rendah, kapasitas tukar kation yang tinggi, kejenuhan basa rendah, pH tanah rendah, serta ketersediaan unsur hara yang rendah. Upaya yang dapat dilakukan adalah dengan pemberian red mud sebagai amelioran yang dapat memperbaiki kemasaman tanah serta bokashi limbah sayuran untuk meningkatkan ketersedian unsur hara pada tanah gambut. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mendapatkan dosis terbaik dari interaksi red mud dan bokashi limbah sayuran terhadap pertumbuhan dan hasil lobak putih pada tanah gambut. Penelitian ini dilaksanakan di Pontianak, Kalimantan Barat dimulai pada Juni sampai Juli 2023. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan pola Rancangan Acak Lengkap Faktorial terdiri dari dua faktor yang masing-masing terdiri dari 3 taraf perlakuan dengan 3 kali ulangan dan terdiri dari 4 tanaman sempel sehingga diperoleh jumlah keseluruhan tanaman sebanyak 108 tanaman. Faktor pertama yaitu red mud (r) terdiri dari r1 = 18 ton/ha setara dengan 220 g/tanaman, r2 = 20 ton/ha setara dengan 240 g/tanaman dan r3 = 22 ton/ha setara dengan 260 g/tanaman dan faktor kedua yaitu bokashi limbah sayuran terdiri dari s1 = 15 ton/ha setara dengan 180 g/tanaman, s2 = 20 ton/ha setara dengan 240 g/tanaman dan s3 = 25 ton/ha setara dengan 300 g/tanaman. Variabel pengamatan meliputi jumlah daun, berat kering tanaman, panjang umbi, diameter umbi, dan berat segar umbi. Hasil penelitian menunjukkan tidak terjadi interaksi antara pemberian red mud dan bokashi limbah sayuran terhadap pertumbuhan dan hasil lobak putih pada tanah gambut. Dosis efektif untuk pertumbuhan dan hasil lobak putih adalah red mud 18 ton/ha dan bokasi limbah sayuran dosis 15 ton/ha.
PENGARUH PUPUK KANDANG AYAM DAN NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TOMAT DI LAHAN SULFAT MASAM DENGAN SISTEM BUDIDAYA JENUH AIR Sendy, Trie; Hadijah, Siti; Nurjani, Nurjani
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i2.77601

Abstract

Tomat (Lycopersium esculentum Mill.) merupakan tanaman sayuran yang termasuk dalam familia Solanaceae. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dosis interaksi terbaik antara pupuk kandang ayam dan pupuk NPK serta dosis tunggal masing-masing perlakuan terhadap pertumbuhan dan hasil tomat di lahan sulfat masam dengan sistem budidaya jenuh air (BJA). Penelitian ini dilaksanakan di lahan pasang surut sulfat masam tipe C yang berlokasi di Golden River Camp, Desa Kalimas, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, dari bulan Mei "“ Juli 2023. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 faktor, yaitu pupuk kandang ayam (K) dan pupuk NPK (N), masing-masing dengan 3 taraf perlakuan. Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Faktor pertama pupuk kandang ayam yang terdiri dari 3 taraf dosis 10 ton/ha, 20 ton/ha dan 30 ton/ha. Faktor kedua pemberian pupuk NPK dengan 3 taraf dosis 300 kg/ha, 450 kg/ha dan 600 kg/ha. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman (cm), diameter batang (mm), volume akar (cm3), luas daun (cm2), berat kering (g), jumlah buah per tanaman (buah), berat buah per tanaman (g) dan berat per buah (g). Data hasil pengamatan dianalisis secara statistik dengan menggunakan analisis varians (uji F taraf 5%). Apabila uji F menunjukkan adanya pengaruh nyata, maka dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi antara pemberian pupuk kandang ayam dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tomat di lahan sulfat masam dengan sistem budidaya jenuh air. Pupuk kandang ayam 30 ton/ha merupakan dosis terbaik bagi pertumbuhan tanaman tomat dan pupuk NPK 450 kg/ha merupakan dosis terbaik untuk hasil tomat yang ditanam di lahan sulfat masam dengan sistem budidaya jenuh air.  
POPULASI DAN KEANEKARAGAMAN BAKTERI PELARUT FOSFAT PADA BEBERAPA PENGGUNAAN LAHAN DI KECAMATAN SEBAWI KABUPATEN SAMBAS Cahyadi, Redi; Nusantara, Rossie Wiedya; Nuriman, Muhammad
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i2.75185

Abstract

Identifikasi bakteri pelarut fosfat (BPF) diperlukan untuk mengetahui jumlah, keanekaragaman dan kemampuannya melarutkan fosfat pada suatu lahan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan populasi dan keanekaragaman bakteri pelarut fosfat pada tiga tipe penggunaan lahan yang berbeda dan mengkaji kemampuan bakteri dalam melarutkan fosfat menggunakan media pikovskaya. Penelitian dilakukan di Desa Rantau Panjang Kecamatan Sebawi Kabupaten Sambas. Lokasi penelitian merupakan lahan jeruk siam, lahan padi dan lahan jeruk siam tumpangsari padi.Jumlah titik sampel sebanyak 5 titik dari hasil komposit sub-titik untuk setiap lokasi penelitian dengan pengambilan sampel dilakukan dengan sistem diagonal, sehingga dari 3 lokasi penelitian terdapat 15 sampel tanah. Hasil hasil penelitian parameter kimia yaitu nilai pH tanah diketiga lahan tidak jauh berbeda nilainya dengan berkriteria masam ketiganya, untuk P-tersedia tertinggi berada pada lahan jeruk siam dan terendah berada pada lahan jeruk siam tumpangsari padi, sedangan hasil P-total tertinggi berada pada lahan padi dan terendah berada pada lahan jeruk siam tumpangsari padi. Hasil penelitian untuk parameter populasi bakteri pelarut fosfat tertinggi berada pada lahan jeruk siam dan populasi terendah berada pada lahan jeruk siam tumpangsari padi dengan jenis bakteri yang didapatkan yakni Spl, Sp2, Sp3, Sp4, Sp5, Sp6, Sp8, pada lahan padi, Spl, Sp2, Sp3, Sp4, Sp7, Sp8 pada lahan jeruk siam dan Spl, Sp2, Sp3, Sp4, Sp7, Sp8 pada lahan jeruk siam tumpangsari padi. Kemampuan bakteri dalam melarutkan fosfat pada ketiga lahan semua isolat memiliki nilai yang berbeda-beda yang berdasarkan nilai kriteria IKF ( Indeks Kelarutan Fosfat) tergolong dalam kriteria sedang dan tinggi. Jenis BPF yang memiliki kemampuan membentuk zona bening paling tinggi yaitu Sp8 yang dijumpai pada lahan jeruk siam tumpangsari padi.  
PENGARUH ABU SEKAM PADI DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BUNCIS PADA TANAH ALUVIAL Haithami, Ibnu; Anggorowati, Dini; Surachman, surachman
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i2.77452

Abstract

Tanaman buncis (Phaseolus vulgris L.) merupakan tanaman sayuran polong, masuk dalam kelompok kacang-kacangan yang hasilnya dapat dipanen dalam bentuk polong muda dan polong tua. Peningkatan produksi tanaman buncis dapat dilakukan dengan cara ekstensifikasi pertanian melalui pemanfaatan tanah aluvial. salah satu upaya memperbaiki kondisi tanah pada aluvial adalah dengan pemberian bahan organik seperti abu sekam padi dan pupuk NPK yang diberikan diharapkan dapat memperbaiki sifat kimia tanah aluvial serta dapat meningkatkan ketersedian nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan melihat interaksi dosis abu sekam padi dan pupuk NPK yang memberikan pertumbuhan dan hasil buncis yang terbaik pada tanah aluvial. Penelitian ini berlangsung selama 2 bulan yang dimulai pada 10 september 2023 "“ 11 November 2023 yang berlokasi di Gg. Matematika, Jl. Reformasi, Kec. Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap Faktorial terdiri dari 3 taraf penggunaan abu sekam padi dan 3 taraf penggunaan pupuk NPK dengan masing-masing 3 ulangan setiap unit percobaan diambil 4 sampel tanaman sehingga jumlah keseluruhan 108 tanaman. Perlakuan yang digunakan   yaitu Faktor pertama abu sekam padi (A) : a1 = 14,88 ton/ha setara dengan 93 g/polybag, a2 = 28,48 ton/ha setara dengan 178 g/polybag, a3 = 42,08 ton/ha setara dengan 263 g/polybag. Faktor kedua yaitu pupuk NPK (N) : n1 = 150 kg/ha setara dengan 1 g/polybag n2 = 250 kg/ha setara dengan 1,5 g/polybag n3 = 350 kg/ha setara dengan 2 g/polybag. variabel pengamatan meliputi umur bunga, volume akar, berat kering tanaman, jumlah polong per tanaman, berat polong segar per tanaman, berat polong per buah, panjang polong per tanaman. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa bahwa pemberian dosis perlakuan terendah yaitu abu sekam padi 14,88 ton/ha dan pupuk NPK 150 kg/ha sudah dapat memberikan pertumbuhan dan hasil tanaman yang sama dengan dosis perlakuan lain.Kata Kunci: Abu Sekam Padi, Buncis, NPK, Tanah aluvial.
PENGARUH PEMBERIAN PUKAN AYAM DAN PUPUK NPK TERHADAP KETERSEDIAAN NPK DAN HASIL TANAMAN JAGUNG DI TANAH ULTISOL Ernawati, Ernawati; Sulakhudin, Sulakhudin; Widiarso, Bambang
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i2.75396

Abstract

Tanah berperan terhadap perkembangan dan pertumbuhan tanaman, sifat tanah yang berkaitan dengan tanaman yaitu sifat fisik dan sifat kimia tanah. Kesuburan tanah ultisol sangat rendah, kemasaman tanah tinggi, kejuhan Al tinggi, bahan organik rendah dan kandungan hara makro dalam tanah sangat miskin terutama unsur hara makro. Cara mengatasi permasalahan ini perlu pemberian ameliorant yaitu pukan ayam dan NPK. Tujuan dilakukan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pukan ayam dan NPK terhadap ketersediaan NPK dan hasil tanaman jagung manis dan mengetahui dosis terbaiknya. Penelitian ini dilaksanakan di Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura Pontianak. Rancangan Penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor, faktor pertama dosis pukan ayam terdiri dari 4 taraf dan faktor kedua dosis NPK yang terdiri dari 4 taraf diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa interaksi pukan ayam dan NPK berpengaruh nyata terhadap N-total, Fosfor-tersedia dan diameter batang. Nilai N-total tertinggi (0,25 %) pada kombinasi perlakuan pukan ayam 30 ton/ha dan NPK 400 kg/ha, nilai Fosfor-tersedia tertinggi (416,02 ppm) pada kombinasi perlakuan pukan ayam 20 ton/ha dan NPK 400 kg/ha, serta diameter batang tertinggi (31,07 g)pada kombinasi perlakuan pukan ayam 10 ton/ha dan NPK 400 kg/ha.Kata Kunci: Ultisol, Pukan Ayam, Pupuk NPK, Ketersediaan NPK, Hasil Tanaman Jagung