cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 31 Documents
Search results for , issue "Vol 14, No 2" : 31 Documents clear
IDENTIFIKASI FAKTOR PENENTU PETANI BERTAHAN DALAM USAHATANI PADI SAWAH DI DESA PARIT KELADI KECAMATAN SUNGAI KAKAP KABUPATEN KUBU RAYA KALIMANTAN BARAT Rahman, Taufiq; Aritonang, Marisi; Fitrianti, Wanti
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i2.89171

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik petani muda di Desa Parit Keladi serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberlanjutan usahatani padi sawah di wilayah tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sebanyak 40 responden yang merupakan petani padi sawah dijadikan sampel penelitian. Data yang digunakan berasal dari sumber primer dan sekunder, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan petani untuk mempertahankan usaha padi sawah dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal.. Faktor internal terdiri dari pendidikan petani, pengalaman petani, pendapatan petani, konsumsi sendiri dan luas kepemilikan lahan. Faktor eksternal terdiri dari lingkungan sosial, kebijakan pemerintah dan pendapatan non pertanian.
FORMULASI PERMEN JELLY DARI BAYAM MERAH (Amaranthus tricolor L.) DAN NANAS (Ananas comosus L.) Aprillia, Nelvy Regina Dwi; Dewi, Yohana Sutiknyawati Kusuma; Lestari, Oke Anandika
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i2.91428

Abstract

Permen merupakan makanan ringan berkalori tinggi dengan bahan dasar gula, air, dan sirup glukosa yang sangat disukai anak-anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi bayam merah dan nanas yang menghasilkan sifat fisikokimia dan sensori dari permen jelly. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 1 faktor dan 5 perlakuan. Penelitian ini terdiri dari formulasi yang dibagi menjadi 5 perlakuan berupa rasio bayam merah dan nanas dengan konsentrasi 100%:0%, 75%:25%, 50:50%, 25%:75%%, 0%:100%%. Analisis data yang digunakan yaitu Analysis of Variance (ANOVA) pada taraf signifikansi 5%. Perbedaan formulasi sari bayam merah dan nanas mempengaruhi kadar air, kadar abu, kandungan vitamin C, kadar gula pereduksi, dan atribut sensorik. Formulasi terbaik diperoleh dengan perbandingan sari bayam merah 50% dan nanas 50%, dengan kadar air 7,11%, kadar abu 0,21%, gula pereduksi 31,13%, vitamin C 47,52 mg/100g, dan nilai sensori permen jelly bayam merah dan nanas menunjukkan penampilan yang mengkilap, warna merah muda, aroma sayur dan buah, tekstur kenyal, rasa manis, dan tingkat kesukaan "lebih suka".
PEMETAAN PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN TAHUN 2011 "“ 2020 UNTUK ZONASI KAWASAN PERTANIAN MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DESA TANJUNG BUNUT KECAMATAN TAYAN HILIR Purba, Andryan; Krisnohadi, Ari; Hazriani, Rini
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i2.67210

Abstract

Desa Tanjung bunut, terletak di Kabupaten Sanggau, yang merupakan salah desa didalam kecamatan tayan hilir. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi perubahan penggunaan lahan dari tahun 2011 "“ 2020, mengidentifikasi karakteristik fisik dan kimia tanah di Desa Tanjung Bunut, menentukan luasan kawasan pertanian pada tahun 2020, memberikan saran arahan untuk perkembangan zonazi kawasan pertanian Desa Tanjung Bunut. Hasil penelitian terdapat perubahan penggunaan lahan yang ada di wilayah Desa Tanjung Bunut dalam kurun waktu 10 tahun menggunakan pendekatan verifikasi kondisi lahan eksisting. Titik berjumlah 18 yang merupakan sasaran verifikasi perubahan penggunaan lahan, dari hasil verifikasi lapangan terdapat pemekaran dan perubahan lahan yang didapati dalam kurun waktu 10 tahun  meliputi titik V5, V6, V7, V8, V9, V10, V11, V12, V13, V14, V15, V16, V17, V18, sedangkan titik yang tidak berubah adalah V1, V2, V3, V4. Pada karakteristik kimia dan fisika tanah merujuk pada data pH tanah berkisar antara 3,34 sampai 5,17, C-organik berkisar antara 1,10 sampai 57,06, Kapasitas tukar kation dengan kisaran rentang antara 6,05 sampai dengan 118,44, Kejenuhan basa dengan kisaran rentang antara 3,45 sampai 44,70 dan tekstur hasil analisis tekstur tanah terdiri dari lempung liat berdebu, lempung, lempung berdebu, serta debu. Pada klasifikasi arahan kawasan pertanian didapat pada Satuan lahan (SL) I II VII masuk pada klasifikasi kriteria pertanian lahan kering, pada SL III IV V VI masuk pada klasifikasi kriteria pertanian lahan basah dan SL VIII masuk pada klasifikasi kriteria pertanian tanaman tahunan. Hasil zonasi kawasan pertanian didapat SL 1 zona kawasan pertanian lahan kering, SL 2 zona kawasan pertanian lahan kering, SL 3 zona kawasan pertanian lahan basah, SL 4 zona kawasan pertania   lahan basah, SL 5 zona kawasan pertanian lahan basah, SL 6 zona kawasan pertanian lahan basah, SL 7 zona kawasan pertanian lahan kering, SL 8 zona kawasan pertanian tanaman tahunan.
PENGARUH PEMBERIAN BIOCHAR TANKOS DAN PUPUK KANDANG AYAM TERHADAP KETERSEDIAAN HARA N, P, K DAN PERTUMBUHAN TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) DI TANAH ULTISOL Yuniasih, Indah Maulida; Yulies Vitri Indrawati, Urai Suci; Nuriman, Muhammad
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i2.90569

Abstract

Tanah Ultisol memiliki potensi besar untuk pertanian, namun karakteristiknya yang kurang subur membatasi produktivitas tanpa pengelolaan yang tepat. Biochar mampu meningkatkan kandungan karbon tanah, retensi air, dan efisiensi hara, sementara pupuk kandang ayam memperbaiki kesuburan tanah dengan menyediakan hara makro dan mikro, meningkatkan KTK, serta mengurangi toksisitas logam berat seperti aluminium, besi, dan mangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antara biochar tankos dan pupuk kandang ayam terhadap ketersediaan hara N, P, K dan pertumbuhan tanaman jagung di tanah Ultisol. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 9 perlakuan dan 3 ulangan, sehingga terdapat 27 polybag. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biochar tankos meningkatkan diameter batang jagung sebesar 14,53%. Pupuk kandang ayam meningkatkan pH tanah (6,12%), K-dd (7,87%), dan P-tersedia (119,45%). Kombinasi 900 g biochar tankos dan 900 g pupuk kandang ayam (B3C3) secara signifikan meningkatkan N-total, tinggi tanaman (119,45%), dan diameter batang (23,53%). C-organik tidak menunjukkan pengaruh nyata. Hasil ini menunjukkan bahwa interaksi biochar tankos dan pupuk kandang ayam efektif meningkatkan kesuburan Ultisol dan pertumbuhan jagung.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK KOTORAN SAPI TERHADAP HASIL DAN PERTUMBUHAN TANAMAN UBI JALAR KLON ARF-05 PADA TANAH ALUVIAL Dwiantoro, Rio; Maulidi, Maulidi; Abdurrahman, Tatang
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i2.91360

Abstract

Ubi jalar (Ipomae batatas L.) atau sweet potato merupakan salah satu tanaman sumber karbohidrat yang dijadikan sebagai bahan makanan pokok, bahan baku industri pangan maupun sebagai makanan tambahan dalam rangka diversifikasi pangan di Indonesia.  Peningkatan produksi ubi jalar dapat dilakukan pada lahan dengan jenis tanah aluvial. Namun tanah aluvial memiliki beberapa masalah seperti struktur tanah yang padat sehingga perlu pemberian pupuk kotoran sapi untuk memperbaiki struktur tanah. Pemberian pupuk kotoran sapi juga merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan pada tanah alluvial yang memiliki kandungan unsur hara yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis terbaik pupuk kotoran sapi terhadap pertumbuhan dan hasil ubi jalar klon ARF-05 pada tanah aluvial. Penelitian dimulai pada bulan November 2023 sampai Februari 2024 di Lahan Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok dengan perlakuan pupuk kotoran sapi yang terdiri dari 6 taraf perlakuan yaitu, P1= 5 ton/ha, P2: 10 ton/ha, P3: 15 ton/ha, P4: 20 ton/ha, P5: 35 ton/ha dan P6= 30 ton/ha. Penelitian diulang sebanyak 4 kali dengan 5 sampel tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kotoran sapi dengan dosis 30 ton/ha memberikan hasil terbaik terhadap jumlah cabang (6,08 cabang), berat segar bagian atas tanaman (741, 67 g), panjang umbi (17,75 cm), diameter umbi (5,87 cm), jumlah umbi (5,25 umbi) dan berat umbi (933,33 g).
FORMULASI PEMANIS (SUKROSA, MADU KELULUT, STEVIA) PADA PERMEN JELLY BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizus L.) Lestari, Yessi; Lestari, Oke Anandika; Hartanti, Lucky
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buah naga (Hylocereus polyrhizus L.) merupakan buah yang memiliki warna yang menarik dan umumnya dikonsumsi segar. Kulit buah naga memiliki bobot 30% - 35% dari keseluruhan total buah. Salah satu penganekaragaman olahan pangan yaitu dengan mengombinasikan kulit dan daging buah pada pembuatan permen jelly. Permen jelly dibuat dari sari buah, bahan pembentuk gel, pemanis berupa sukrosa, madu kelulut, dan stevia. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formulasi pemanis (sukrosa, madu kelulut, stevia) yang menghasilkan karakteristik fisikokimia dan sensori terbaik pada permen jelly buah naga merah (Hylocereus polyrhizus L.). Rancangan penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor, yaitu perbedaan formulasi pemanis sukrosa, madu kelulut dan stevia, menggunakan 6 perlakuan, dengan 4 kali ulangan dan 24 unit perçobaan. Formulasi pemanis (sukrosa : madu kelulut : stevia) yang digunakan sebagai perlakuan pada penelitian ini dalam persen (%) yaitu (100%: 0% : 0%); (50%: 50% : 0%); (50%: 37,5% : 12,5%); (50%: 25% : 25%); (50%: 12,5% : 37,5%); (50%: 0% : 50%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi pemanis permen jelly buah naga merah terbaik yaitu sukrosa   50%: madu kelulut 37,5%: stevia 12,5% yang memiliki karakteristik fisikokimia kadar air 7,54%, gula reduksi 35,47%, Vitamin C 3,74 mg/100g, warna L* 19, warna a* 1,33, dan warna b* 0,23 dan karakteristik sensori secara deskriptif ketampakan permen jelly mengkilap (3,73), berwarna merah (3,73), beraroma buah (3,57), memiliki tekstur yang kenyal (3,73), rasa agak manis (2,47), dan keseluruhan suka (3,70).
TINGKAT KINERJA KELOMPOK TANI DI KECAMATAN SUNGAI KAKAP Melisarah, Endah; Kurniati, Dewi; Sawerah, Siti
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i2.91442

Abstract

Kelompok tani merupakan organisasi penting dalam meningkatkan hasil pertanian dan kesejahteraan petani. Namun, di Kecamatan Sungai Kakap, meskipun jumlah kelompok tani meningkat, kualitas kelembagaan masih menjadi kendala utama, yang tercermin dari penurunan produksi padi. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat kinerja kelompok tani di salah satu Desa yang berada di Kecamatan Sungai Kakap yaitu Desa Parit Keladi. Pengumpulan data terdiri dari data primer yang diperoleh melalui wawancara kuesioner dan data sekunder diperoleh dari instansi terkait. Kemudian data tersebut diolah menggunakan kelas interval untuk mengukur tingkat kinerja berada pada kategori tinggi, sedang, atau rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kinerja kelompok tani di Kecamatan Sungai Kakap berada pada kategori tinggi. Fungsi kelas belajar dan wahana kerjasama menunjukkan kinerja yang baik, sementara unit produksi masih perlu dioptimalkan. Diharapkan penelitian ini dapat berkontribusivmemberikan model analisis kinerja kelompok tani yang komprehensif dan rekomendasi praktis untuk penguatan kelembagaan sehingga dapat diterapkan di wilayah lain dengan kondisi serupa.
PENGARUH KOMPOSISI PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASlL JAGUNG MANIS PADA KEDALAMAN MUKA AIR TANAH BERBEDA DENGAN SISTEM BUDIDAYA JENUH AIR PADA MEDIA TANAH ALUVIAL Prayuda, Alessandro Rasma; Nurjani, Nurjani; Syafiuddin, Wasi'an
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i2.90388

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mendapatkan komposisi pupuk NPK dan ketinggian muka air tanah yang tepat untuk mendapatkan pertumbuhan dan hasil terbaik jagung manis pada sistem budidaya jenuh air di media tanah alluvial. Penelitian dilaksanakan di Golden River Camp yang berlokasi di Desa Kalimas, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, penelitian ini berlagsung sejak April "“ Juli 2024. Penelitian ini disusun dengan menggunakan Rancangan Split block RAK dengan kedalaman muka air tanah sebagai main plot (D) dengan 2 taraf dan komposisi NPK sebagai sub plot (P) dengan 4 taraf, sehingga didapatkan 8 kombinasi perlakuan, setiap perlakuan terdapat 3 ulangan dan masing-masing unit perlakuan terdiri 4 sampel tanaman, sehingga terdapat 24 unit percobaan dengan demikian terdapat 96 tanaman. Faktor pertama kedalaman muka air tanah (D) terdiri dari d1= 20 cm dan d2= 30 cm. Faktor kedua komposisi NPK terdiri dari n1=NPK 16-16-16+NPK 16-16-16+NPK 16-16-16, n2 =NPK 16-16-16+NPK 20-10-10+ NPK 20-10-10, n3 =NPK 16-16-16+NPK 9-25-25 NPK 9-25-25, n4 =NPK 16-16-16+NPK 20-10-10+NPK 9-25-25. Variabel yang diamati dalam penelitian ini terdiri dari Tinggi Tanaman, Panjang Daun, Lebar Daun, Diameter Batang, Panjang Ruas Batang, Volume Akar, Berat Kering Tanaman, Umur Berbunga Jantan, Umur Berbunga Betina, Umur Panen, Berat Tongkol Berkelobot, Berat Tongkol Tanpa Kelobot, Diameter Tongkol Tanpa Kelobot, Panjang Tongkol, dan Jumlah Baris Biji per Tongkol. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan komposisi pupuk NPK berpengaruh tidak nyata terhadap seluruh variabel penelitian. Sementara perlakuan kedalaman muka air tanah berpengaruh nyata terhadap variabel variabel tinggi tanaman umur 6 MST, panjang daun, panjang ruas batang, panjang tongkol tanpa kelobot dan jumlah baris biji per-tongkol. Kedalaman muka air tanah 30 cm dapat memberikan pertumbuhan jagung manis yang lebih baik dibandingkan dengan kedalaman muka air tanah 20 cm pada tanah aluvial dengan sistem budidaya jenuh air.
PENGARUH PEMBERIAN KOMPOS PAITAN DAN NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL LOBAK PADA MEDIA TANAH ALUVIAL Hendri, Hendri; Darussalam, Darussalam; Aprizkyandari, Siti
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i2.85730

Abstract

Lobak (Raphanus sativus L.) merupakan tanaman yang berasal dari China yang memiliki bentuk umbi seperti wortel, tetapi isi dan kulitnya berwarna putih. Tanah aluvial merupakan salah satu jenis tanah yang dapat digunakan dalam pengembangan budidaya tanaman lobak, namun jenis tanah ini memiliki permasalahan yaitu kekurangan unsur hara. Salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan pemberian kompos paitan dan NPK. Pemberian kompos bertujuan untuk memperbaiki sifat fisik tanah, pemberian NPK bertujuan untuk menyediakan hara dengan cepat. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pengaruh terhadap pemberian kompos paitan dan NPK dan mendapatkan interaksi dosis kompos paitan dan NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman lobak.Penelitian ini dilaksanakan di lahan pekarangan asrama Putra Bengkayang, Jln sepakat 2 ujung. Penelitian ini dimulai dari 8 Februari hingga 25 April 2024. Penelitian mengunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RAL), terdiri dari dua faktor perlakuan, faktor pertama yaitu kompos paitan (P) yang terdiri dari 3 taraf dan faktor kedua pupuk NPK (N) yang terdiri dari 3 taraf. Perlakuan seluruhnya 9 kombinasi terdiri dari 3 ulangan dan setiap kombinasi perlakuan terdapat 3 tanaman sampel, dengan demikian terdapat 81 tanaman. Variabel yang diamati dalam penelitian yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, panjang umbi, diameter umbi, berat segar umbi dan berat kering bagian atas tanaman. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian kompos paitan dan NPK terjadi interaksi terhadap variabel diameter umbi pemberian kompos paitan 40 ton/ha + 350 kg/ha memberikan hasil terbesar 45,66 cm, dan variabel berat umbi dengan dosis kompos paitan 40 ton/ha + 350 kg/ha hasil terbesar 259,76 g.
PENGARUH PUPUK HIJAU GULMA PAITAN DAN NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG HIJAU PADA TANAH ALUVIAL Rikol, Romandrik; Wasi'an, Wasi'an; Ashari, Asri Mulya
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kacang hijau (Vigna radiata L.) merupakan salah satu jenis tanaman pangan yang mempunyai peranan penting sebagai sumber nutrisi. Tanah aluvial sebagai media tumbuh tanaman kacang hijau dihadapkan pada beberapa kendala salah satu kendala yang membatasi produktivitas maksimal tanaman kacang hijau adalah keasaman tanah aluvial yang rendah dan kekurangan akan unsur hara. Upaya peningkatan produktivitas tanaman dapat melalui perbaikan budidaya, salah satunya adalah dengan pemberian pupuk hijau gulma paitan dan pupuk NPK. Penelitian ini bertujuan untuk menetahui pengaruh dan dosis terbaik pemberian pupuk hijau gulma paitan dan pupuk NPK, terhadap pertumbuhan dan hasil kacang hijau pada tanah aluvial. Penelitian dilaksanakan di Kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak dengan media dalam polybag yang berlangsung dari 4 Maret sampai 4 Mei 2024. Penelitian ini menggunakan faktorial Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama adalah pupuk hijau gulma paitan (p) dan faktor kedua adalah pupuk NPK (n) yang masing-masing terdiri dari 3 taraf. Perlakuan pupuk hijau gulma paitan p1= 50 g/polybag, p2= 75 g/polybag, p3= 100 g/polybag. Perlakuan pupuk NPK n1= 5 g/polybag, n2= 7,5 g/polybag, n3= 10 g/polybag. Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, volume akar, berat kering tanaman, umur berbunga, jumlah polong per tanaman, berat polong, dan berat 100 biji. Pemberian pupuk gulma paitan berpengaruh nyata terhadap jumlah polong per tanaman dan berat polong, pemberian pupuk NPK berpengaruh nyata terhadap berat kering tanaman, umur berbunga, jumlah polong per tanaman dan berat polong, interaksi antara kedua faktor berpengaruh nyata terhadap jumlah polong pertanaman dan berat polong. Kombinasi dosis pupuk hijau gulma paitan dosis 100 g/polybag dan pupuk NPK dosis 5 g/polybag merupakan dosis yang efektif untuk pertumbuhan dan hasil kacang hijau pada tanah aluvial.

Page 3 of 4 | Total Record : 31