cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 51 Documents
Search results for , issue "Vol 15, No 2: In Press" : 51 Documents clear
PENGARUH LAMA PENGUKUSAN TERHADAP KUALITAS FISIK, KIMIA, DAN SENSORI KERUPUK SAGU (Metroxylon sp.) Kapita, Puja; Maherawati, Maherawati; Hartanti, Lucky
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 2: In Press
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i2.100638

Abstract

Sagu merupakan salah satu pangan lokal yang berpotensi untuk diolah menjadi berbagai produk pangan, salah satunya adalah kerupuk yang sebagai cemilan atau makanan pelengkap menu utama sehari-hari dengan citarasa yang gurih dan renyah. Proses pengukusan dalam pembuatan kerupuk merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas kerupuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama pengukusan terhadap kualitas fisik, kimia, dan sensori kerupuk sagu dan untuk mengetahui lama pengukusan yang menghasilkan kerupuk sagu terbaik. Penelitian ini telah dilaksanakan selama 6 bulan di Kecamatan Pontianak Tenggara, Kota Pontianak. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor (p) yaitu lama pengukusan yang terdiri dari 4 taraf perlakuan dan 6 kali ulangan. Karakteristik kerupuk sagu terbaik diperoleh dengan lama pengukusan 85 menit dengan daya kembang 11,64%, kadar air sebesar 1,85%, kadar abu 1,30%, kadar lemak 5,82%, kadar protein 0,59% dan karbohidrat 90,44%. Karakteristik sensori terbaik meliputi warna yaitu sebesar 3,43 (cerah-lebih cerah), aroma 3,47 (khas sagu-lebih khas sagu), rasa 4,20 (lebih gurih-sangat gurih) dan kerenyahan 4,17 (lebih renyah-sangat renyah). Penelitian lama pengukusan kerupuk sagu dilaksanakan mengingat potensi pangan lokal sagu yang besar di Kalimantan Barat sehingga akan dihasilkan kerupuk sagu dengan kualitas terbaik.
ANALISIS SIFAT KIMIA TANAH ULTISOL PADA LAHAN KARET DENGAN TANAMAN PENUTUP DAN TANPA TANAMAN PENUTUP DI KECAMATAN BENGKAYANG Firadila, Rulia Alda; Yulies Vitri Indrawati, Urai Suci; Hazriani, Rini
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 2: In Press
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i2.103690

Abstract

Tanah Ultisol menunjukkan potensi yang cukup besar bagi bidang pertanian di Indonesia khususnya di Kalimantan Barat, namun jika tidak dikelola dengan efektif penggunaan tanah ini dihadapkan pada hambatan yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman khususnya tanaman perkebunan. Masalah umum tanah Ultisol mencakup tingkat kemasaman yang tinggi, kejenuhan Al yang tinggi, kekurangan unsur hara makro terutama P, K, Ca, dan Mg, serta kandungan bahan organik yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat kimia tanah Ultisol pada beberapa lahan karet dengan tanaman penutup dan tanpa tanaman penutup tanah serta memberikan saran pemupukan N, P, K yang sesuai pada lahan karet di Kecamatan Bengkayang. Penelitian ini menggunakan metode deskripstif dengan melakukan survei pada jenis tanah Ultisol di beberapa lahan karet di Kelurahan Sabalo, Kecamatan Bengkayang. Berdasarkan hasil analisis tanah di laboratorium dan pengamatan lapangan diketahui bahwa lahan karet dengan tanaman penutup rumput gajah mini memiliki nilai C-organik dan N-total yang lebih baik, lahan karet dengan tanaman penutup paku harupat menunjukkan sifat kimia yang buruk dibandingkan dengan lahan karet tanpa tanaman penutup, dan lahan karet tanpa tanaman penutup memiliki nilai P-tersedia lebih baik dibandingkan lahan lainnya.
EVALUASI SENSORI GULA KELAPA SERBUK DENGAN PENAMBAHAN LARUTAN TEMPURUNG KELAPA PADA SAAT PENYADAPAN NIRA Azhari, Adinda Salwa; Raharjo, Dwi; Hartanti, Lucky
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 2: In Press
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i2.102394

Abstract

Powdered coconut sugar is a processed product derived from the coconut plant, namely sap through a tapping process that contains various nutrients, making it a good place for microbial growth and must be overcome by using natural ingredients with antimicrobial properties, namely coconut shells. The use of natural ingredients can affect the panelists' assessment. The purpose of this study was to obtain the concentration of coconut shell solution that produces the best sensory characteristics of powdered coconut sugar. The sensory characteristics of powdered coconut sugar observed were color, aroma, sweetness level, and overall preference. The results of the sensory test were analyzed using the Kruskal-Wallis test. The test results showed that the coconut shell solution had a significant effect on color, sweetness level, and overall preference (KW>11.07), but had no significant effect on aroma. The 0 mL/L treatment gave the highest value for color (4.73), while the 15 mL/L coconut shell solution gave the highest value for aroma (3.27), sweetness level (3.83), and overall preference (3.77). Based on these results, a coconut shell solution of 15 mL/L provided the best sensory characteristics and was most preferred by panelists in powdered coconut sugar products.
EVALUASI PARTISIPASI PETANI DALAM PELAKSANAAN PROGRAM REVITALISASI SUMBER MATA PENCAHARIAN PETANI DI DESA MEKAR SARI KECAMATAN SUNGAI RAYA KABUPATEN KUBU RAYA Ima, Monika; Yurisinthae, Erlinda; Imelda, Imelda
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 2: In Press
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i2.102742

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi tingkat keberhasilan pelaksanaan Program Revitalisasi Sumber Mata Pencaharian Petani di Desa Mekar Sari Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yang dianalisis dengan model evaluasi CIPP. Penelitian ini berlokasi di Desa Mekar Sari, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan dengan metode secara sengaja (purposive), yaitu metode penentuan tempat dengan pertimbangan bahwa Desa ini termasuk kedalam lingkup kerja BRG yang tergabung pada Program Revitalisasi Sumber Mata Pencaharian Petani. Penelitian ini dilakukan kurang lebih selama 1 bulan yaitu pada bulan Desember 2024 sampai dengan Januari 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat keberhasilan pelaksanaan Program Revitalisasi Sumber Mata Pencaharian Petani di Desa Mekar Sari Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya berdasarkan konteks, input, proses dan produk dalam kategori sedang.
EFEKTIVITAS BIOENKAPSULAN Metarhizium anisopliae SEBAGAI UMPAN PAKAN UNTUK PENGENDALIAN HAMA Oryctes rhinoceros PADA MEDIA SERBUK GERGAJI DAN PUPUK KANDANG Aziz, Miftah Lutfi Abdul; Hendarti, Indri; Apindiati, Rita Kurnia
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 2: In Press
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i2.104468

Abstract

One of the problems in oil palm cultivation is the attack of rhinoceros beetles (Oryctes rhinoceros) which can cause a decrease in oil palm production and productivity. Control of rhinoceros beetles can be done in various ways, one of which is biologically with the fungus Metarhizium anisopliae.This study aims to determine the effectiveness of the bioencapsulation (coating) of the fungus M. anisopliae in sawdust and manure compost media as feed bait in controlling O. rhinoceros pests. This study was conducted from February 27, 2024 to October 25, 2024 at the Plant Pest Laboratory, Faculty of Agriculture, Tanjungpura University using the Completely Randomized Design method with 6 levels, the treatment was repeated 5 times that the total units observed in this study were 30 units, 1 research unit contained 10 O. rhinoceros larvae, with the number of larvae tested being 300. The results showed that administering M. anisopliae bioencapsulant to second and third instar O. rhinoceros larvae was effective at a concentration of 108 conidia/ml. This bioencapsulant was able to control the population up to 82% in sawdust compost media (A4) and 76% in cow manure compost media (A5) within 12 days at a dose of 17 g per 10 larvae.
PENGARUH PEMBERIAN TRICHOKOMPOS DAN BIOCHAR SEKAM PADI TERHADAP SERAPAN HARA N, P, K SERTA HASIL TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) PADA TANAH ULTISOL Nurfadillah, Jelita Amalia; Hayati, Rita; Romiyanto, Romiyanto
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 2: In Press
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i2.99147

Abstract

Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh trichokompos dan biochar sekam padi terhadap serapan hara N, P, K dan hasil tanaman jagung (Zea mays L.) pada tanah ultisol. Penelitian menggunakan metode eksperimen lapangan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial terdiri dari 2 faktor, yaitu faktor Trichokompos dengan kode (C) yang terdiri dari dosis: C0 tanpa perlakuan trichokompos, C1 20 ton/ha atau 400 gram/polybag, dan C2 30 ton/ha atau 600 gram/polybag, sedangkan faktor Biochar dengan kode (B) terdiri dari dosis B0 tanpa perlakuan, B1 10 ton/ha atau 200 gram/polybag, B2 20 ton/ha atau 400 gram/polybag dan B3 30 ton/ha atau 600 gram/polybag. Perlakuan diulang 3 kali, sehingga terdapat 36 polybag, setiap perlakuan tanaman diulang sebanyak 2 set perlakuan, sehingga total 72 polybag. Variabel pengamatan adalah serapan nitrogen tanaman, serapan fosfor tanaman, serapan kalium tanaman, berat kering bagian atas tanaman, dan berat pipilan per tanaman. Perlakuan trichokompos dosis 30 ton/ha meningkatkan serapan P, serapan K, berat kering bagian atas tanaman, dan berat pipilan per tanaman.
KESIAPAN PETANI PLASMA MENGHADAPI REPLANTING KELAPA SAWIT DI KECAMATAN BELITANG KABUPATEN SEKADAU Prasetyo, Hanang; Maswadi, Maswadi; Fitrianti, Wanti
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 2: In Press
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i2.103539

Abstract

Replanting adalah upaya penanaman ulang pada tanaman perkebunan yang telah melewati masa produktifnya. Replanting menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan produksi dan produktivitas kelapa sawit. Kesiapan petani didefinisikan sebagai kondisi menyeluruh yang memungkinkan individu untuk mengaplikasikan beragam situasi dan metode usahatani secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti faktor apa saja yang paling signifikan mempengaruhi kesiapan petani dalam melakukan replanting kelapa sawit di Kecamatan Belitang Kabupaten Sekadau. Penelitian ini menggunakan analisis regresi logistik yang digunakan untuk mencari hubungan variabel yang bersifat dikotomus (berskala nominal atau ordinal dengan dua kategori) atau polikotomus (mempunyai skala nominal atau ordinal). Data dikumpulkan dari petani melalui wawancara dan observasi lapangan langsung. Hasil menunjukkan kesiapan petani untuk melaksanakan program replanting didorong oleh faktor-faktor internal yang krusial, utamanya adalah penurunan drastis hasil produksi dan umur tanaman yang telah memasuki fase tidak produktif. Melalui analisis regresi logistik, ditemukan bahwa variabel seperti umur petani, tingkat pendidikan, dan jumlah tanggungan tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kesiapan petani. Sebaliknya, pendapatan tambahan terbukti menjadi variabel yang berpengaruh nyata dan positif, memberikan landasan finansial yang kuat bagi petani untuk memulai program replanting. Variabel tabungan juga turut memengaruhi kesiapan petani secara parsial, berperan sebagai dana mitigasi risiko.
KOMPOSISI DAN KELIMPAHAN PERIFITON EPIFITIK DI SUNGAI DESA SENGAWANG KABUPATEN SAMBAS Selviyani, Selviyani; Munir, Achmad Mulyadi Sirojul; Anzani, Yunita Magrima
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 2: In Press
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i2.102308

Abstract

Perifiton merupakan organisme yang hidup menempel pada substrat seperti tumbuhan, kayu, hewan, dan batu. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui komposisi dan kelimpahan perifiton di Sungai Desa Sengawang Kabupaten Sambas. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari - April 2025 di Sungai Desa Sengawang, Kabupaten Sambas, dan mengunakan metode purpossive sampling. Pengambilan sampel perifiton dilakukan dengan mengerik seluruh permukaan substart tumbuhan. Komposisi perifiton epifitik yang ditemukan di Sungai Desa Sengawang 21 genera yang berasal dari 3 kelas yaitu Bacillariophyta 80,42%, Chlorophyta 12,26%, dan Cyanophyta 7,33%. Kelimpahan perifiton distasiun 1 sejumlah 6416 sel/cm², stasiun ke 2 dengan kelimpahan terendah sejumlah 2168 sel/cm², dan kelimpahan tertinggi pada stasiun 3 sejumlah 14,202 sel/cm².
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL DUA VARIETAS TERUNG GELATIK TERHADAP TEPUNG CANGKANG TELUR BEBEK PADA TANAH GAMBUT Rahmawati, Aulia Yumnaa; Surachman, Surachman; Ruliyansyah, Agus
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 2: In Press
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i2.104735

Abstract

Terung gelatik merupakan salah satu jenis sayuran yang berpotensi dikembangkan di tanah gambut, namun produktivitasnya terkendala oleh tingkat kemasaman tanah yang tinggi. Upaya perbaikan kondisi media tumbuh dapat dilakukan melalui penggunaan varietas unggul dan pemberian amelioran tepung cangkang telur bebek yang kaya CaCO3. Penelitian ini bertujuan mendapatkan interaksi terbaik antara varietas terung gelatik dan dosis tepung cangkang telur bebek terhadap pertumbuhan dan hasil pada tanah gambut. Metode penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split Plot) dengan dua faktor: varietas (Luna Hijau dan Mungil Ungu) dan dosis tepung cangkang telur bebek (6, 8, dan 10 ton/ha). Data dianalisis menggunakan ANOVA dan uji DMRT taraf 5%. Hasil menunjukkan varietas Mungil Ungu dengan dosis 6 ton/ha memberikan pertumbuhan terbaik pada volume akar dan tinggi tanaman. Variabel hasil menunjukkan terjadi interaksi nyata antara varietas Luna Hijau dengan dosis 6 ton/ha (45,71 g/polybag) yang menghasilkan berat buah tertinggi sebesar 33,54 g. Secara keseluruhan, interaksi Luna Hijau pada dosis 6 ton/ha memberikan pertumbuhan dan hasil terbaik. Hal ini dikarenakan aplikasi tepung cangkang telur bebek memperbaiki sifat kimia tanah melalui peningkatan pH sekaligus menyediakan kalsium (Ca) yang mengoptimalkan pembentukan dinding sel dan pembesaran buah pada Luna Hijau. Dengan demikian, kombinasi tersebut direkomendasikan untuk budidaya optimal di lahan gambut.
PENGARUH PUPUK HIJAU KIRINYU DAN NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL SEMANGKA PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Arigunawan, Arja; Warganda, Warganda; Asnawati, Asnawati
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 2: In Press
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i2.101812

Abstract

Tanaman semangka termasuk salah satu jenis tanaman buah-buahan semusim yang mempunyai nilai ekonomi penting bagi masyarakat petani. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan dosis interaksi pupuk hijau kirinyu dan pupuk NPK terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman semangka pada tanah PMK. Penelitian ini terlaksana di Jl. Reformasi, Gg Matematika, Blok F, sejak tanggal 1 September sampai 10 November 2023 yang berlangsung selama 71 hari. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yaitu faktor pertama pupuk hijau kirinyu (H) yang terdiri dari 3 taraf dan faktor kedua pupuk NPK (K) terdiri dari 3 taraf. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali dan setiap perlakuan terdiri dari 4 sampel tanaman sehingga terdapat 108 sampel unit pengamatan dalam penelitian. Faktor pertama adalah dosis pupuk hijau kirinyu (H) yakni h1 = 10 ton/ha setara dengan 1,785 g/tanaman, h2 = 20 ton/ha setara dengan 3,571 g/tanaman dan h3 = 30 ton/ha setara dengan 5,378 g/tanaman. Faktor kedua adalah dosis pupuk NPK (K) yakni k1 = 250 kg/ha setara dengan 44,64 g/tanaman, k2 = 350 kg/ha setara dengan 52,5 g/tanaman dan k3 = 450 kg/ha setara dengan 80,35 g/tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk hijau kirinyu dosis 10 ton/ha dan 350 kg/ha NPK merupakan dosis efektif dalam meningkatkan pertumbuhan panjang batang utama pada Minggu ke 2 pada tanaman semangka pada tanah PMK dan kombinasi pemberian dosis 30 ton/ha pupuk hijau kirinyu dan 350 kg/ha NPK merupakan dosis efektif dalam meningkatkan pertumbuhan panjang batang utama pada Minggu ke 3 pada tanaman semangka pada tanah PMK.