cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 19 Documents
Search results for , issue "vol. 15 no. 4: in press" : 19 Documents clear
EVALUASI SENSORI GULA KELAPA SERBUK DENGAN PENAMBAHAN SERBUK KULIT BUAH MANGGIS PADA SAAT PENYADAPAN NIRA KELAPA Syahrani, Andini Trianti; Raharjo, Dwi; Priyono, Suko
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 15 No. 4: In Press
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspp.v15i4.104126

Abstract

Gula kelapa serbuk diproduksi melalui pemanasan lanjutan nira kelapa hingga kadar airnya menurun dan terbentuk kristal. Kualitas nira kelapa sangat menentukan mutu akhir produk, nira kelapa mudah mengalami fermentasi akibat mikroba alami yang menurunkan pH dan meningkatkan gula reduksi, sehingga tidak dapat diolah menjadi gula kelapa serbuk. Pencegahan kerusakan nira selama proses penyadapan petani kelapa biasanya menambahkan pengawet alami seperti batang resak yang kini populasinya menurun dan sulit diperoleh. Keterbatasan bahan pengawet alami yang digunakan, ada alternatif lain yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pengawet alami pada saat penyadapan nira seperti limbah kulit buah manggis karena memiliki aktivitas antimikroba. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendapatkan jumlah pengawet serbuk kulit buah manggis pada saat penyadapan nira kelapa terhadap karakteristik sensoris gula kelapa serbuk yang terbaik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari satu faktor yaitu konsentrasi kulit buah manggis (P) yang terdiri dari 6 taraf perlakuan dengan 4 kali ulangan, sehingga diperoleh 24 unit percobaan. Hasil uji sensoris dianalisis dengan menggunakan uji Kruskal-Wallis. Karakteristik sensoris gula kelapa serbuk yang diamati ialah aroma, warna, rasa manis, rasa kelat dan kesukaan keseluruhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 3 g kulit buah manggis merupakan perlakuan yang menghasilkan karakteristik sensoris terbaik dengan nilai Aroma khas gula kelapa (3,37), warna kuning kecokletan (2,67), rasa lebih manis (3,60), rasa tidak kelat (1,87), kesukaan keseluruhan lebih suka (3,63).
KAJIAN SIFAT FISIKA TANAH INCEPTISOL PADA BEBERAPA UMUR TANAMAN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq) DI DESA SUNGAI AMBANGAH KABUPATEN KUBU RAYA Saputri, Rini Alpiani; Junaidi, Junaidi; Agustine, Leony
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 15 No. 4: In Press
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspp.v15i4.104646

Abstract

Desa Sungai Ambangah terletak di Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat dengan luas wilayah sekitar 3.439,84 hektar. Jenis tanah yang dominan di wilayah ini adalah Entisol dan Histosol, dengan tanah Entisol seluas 2.857,15 hektar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perbedaan sifat fisika tanah Inceptisol pada tiga umur tanaman kelapa sawit, yaitu 4, 9, dan 15 tahun. Penelitian dilaksanakan pada lahan seluas 2,8 hektar dengan metode pengambilan sampel secara diagonal pada lima titik pengamatan di setiap umur tanaman, sehingga diperoleh 15 titik pengamatan. Parameter sifat fisika meliputi tekstur tanah, bobot isi tanah, kadar air kapasitas lapang, porositas tanah, permeabilitas tanah dan kemantapan agregat tanah. Parameter sifat kimia tanah meliputi C-Organik. Analisis sifat fisika tanah dilakukan di Laboratorium Fisika dan Konservasi Tanah, sedangkan analisis C-Organik dan tekstur tanah dilakukan di Laboratorium Kimia dan Kesuburan Tanah. Analisis data menggunakan uji Anova dan uji BNJ, serta uji Kruskal–Wallis dan Mann–Whitney apabila data tidak memenuhi asumsi parametrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur tanaman kelapa sawit berpengaruh nyata terhadap beberapa sifat fisika tanah, seperti bobot isi, kadar air kapasitas lapang, porositas, dan permeabilitas. Tekstur tanah dan kemantapan agregat tidak berbeda nyata, serta kandungan C-Organik tergolong sangat tinggi pada seluruh umur tanaman.
HUBUNGAN SOSIODEMOGRAFI PETANI DALAM PENGELOLAAN KELAPA SAWIT DI LAHAN GAMBUT Egi, Julianus; Yurisinthae, Erlinda; Suharyani, Anita
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 15 No. 4: In Press
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspp.v15i4.105646

Abstract

Pengelolaan kelapa sawit pada lahan gambut memerlukan perhatian khusus karena karakteristik biofisik tanah yang memiliki kadar air tinggi, tingkat keasaman relatif tinggi, serta ketersediaan unsur hara yang terbatas. Kondisi tersebut menuntut praktik budidaya yang tepat dan kemampuan pengelolaan yang baik dari petani. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran umur dan tingkat pendidikan petani dalam pengelolaan usahatani kelapa sawit pada lahan gambut di Desa Entabuk, Kecamatan Belitang Hilir, Kabupaten Sekadau. Pendekatan kuantitatif deskriptif digunakan melalui metode sensus terhadap 72 petani swadaya. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur, wawancara langsung, dan data sekunder, kemudian dianalisis dalam bentuk tabel, persentase, dan nilai rata-rata untuk menggambarkan kondisi penelitian secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani didominasi kelompok umur produktif (31–40 tahun) dengan tingkat pendidikan SMA. Kelompok ini menerapkan pengelolaan drainase dan penggunaan input yang lebih intensif serta mencapai produktivitas lebih tinggi dibandingkan petani usia lanjut dan berpendidikan rendah. Namun, penggunaan input masih berada di bawah rekomendasi teknis akibat keterbatasan modal. Temuan ini menunjukkan perlunya peningkatan kapasitas petani melalui pelatihan teknis pengelolaan lahan gambut dan dukungan akses permodalan agar penggunaan input dapat optimal dan produktivitas meningkat.
KARAKTERISTIK SENSORI MARMALADE JERUK NIPIS-WORTEL Peruwany, Gabriela; Lestari, Oke Anandika; Priyono, Suko
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 15 No. 4: In Press
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspp.v15i4.102778

Abstract

Marmalade merupakan produk pangan semi basah berbasis buah jeruk yang memiliki cita rasa khas asam-manis dan potensi pengembangan melalui kombinasi bahan baku lain. Jeruk nipis kaya akan vitamin C dan berperan dalam pembentukan gel, namun memiliki warna yang kurang menarik, sehingga diperlukan bahan pendamping seperti wortel yang mengandung β-karoten dan memberikan warna oranye alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rasio sari jeruk nipis dan sari wortel terhadap karakteristik fisikokimia dan sensori marmalade serta menentukan formulasi terbaik. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor dengan empat perlakuan rasio sari jeruk nipis dan wortel, yaitu 10%:90%, 30%:70%, 50%:50%, dan 70%:30%. Uji sensori yang diamati meliputi warna, aroma, rasa, tekstur, daya oles dan kesukaan keseluruhan. Data dianalisis menggunakan ANOVA, uji BNJ 5%, uji Kruskal–Wallis, serta Indeks Efektivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio sari jeruk nipis dan wortel berpengaruh nyata terhadap warna, rasa, tekstur namun berpengaruh tidak nyata terhadap aroma, daya oles dan kesukaan keseluruhan. Formulasi 50% sari jeruk nipis dan 50% sari wortel merupakan perlakuan terbaik berdasarkan kesukaan panelis dan nilai Indeks Efektivitas. Penelitian ini berkontribusi dalam pengembangan diversifikasi produk marmalade berbasis kombinasi buah dan sayuran dengan karakteristik mutu fisikokimia dan sensori yang optimal.
KARAKTERISTIK SENSORI STIK KERUPUK BASAH PADA BERBAGAI JENIS IKAN Aktavia, Risti; Oke Anandika Lestari; Suko Priyono
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 15 No. 4: In Press
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspp.v15i4.102783

Abstract

Kerupuk basah merupakan pangan tradisional Kapuas Hulu yang memiliki masa simpan pendek. Untuk meningkatkan daya simpan dan nilai jualnya, produk ini dikembangkan menjadi stik kerupuk basah menggunakan empat jenis ikan, yaitu ikan toman, patin, nila, dan lele. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh jenis ikan terhadap sifat fisikokimia dan organoleptik stik kerupuk basah dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (24 unit percobaan). Parameter yang dianalisis meliputi kadar air, abu, lemak, protein, serta uji sensori. Data dianalisis menggunakan ANOVA, Kruskal–Wallis, dan indeks efektivitas. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan nyata antarperlakuan. Stik kerupuk basah berbahan ikan toman memberikan hasil terbaik dengan kadar air rendah (2,81%), kadar abu 3,24%, lemak 15,68%, serta protein tertinggi (16,29%). Penilaian organoleptik juga menunjukkan bahwa stik berbahan ikan toman paling disukai. Berdasarkan indeks efektivitas, ikan toman menjadi jenis ikan terbaik untuk pembuatan stik kerupuk basah. ini membuktikan bahwa perbedaan karakteristik komposisi kimia tiap jenis ikan berpengaruh signifikan terhadap mutu akhir produk. Ikan toman memiliki tekstur daging yang lebih padat dan kandungan protein yang tinggi sehingga mampu membentuk struktur adonan lebih baik, menghasilkan kerenyahan dan cita rasa yang lebih kuat dibandingkan jenis ikan lainnya.
ANALISIS KEPUTUSAN KONSUMEN BERDASARKAN FAKTOR BUDAYA, SOSIAL, PRIBADI, DAN PSIKOLOGIS TERHADAP PEMBELIAN SAYUR KANGKUNG PADA PASAR TRADISIONAL DAN PASAR MODERN Dayanti, Mery; Yurisinthae, Erlinda; Kusrini, Novira
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 15 No. 4: In Press
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspp.v15i4.103730

Abstract

Perbedaan karakteristik pasar tradisional dan pasar modern menyebabkan perbedaan perilaku konsumen dalam keputusan pembelian sayuran, khususnya sayur kangkung yang memiliki tingkat konsumsi tinggi di Kota Pontianak. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh faktor budaya, sosial, pribadi, dan psikologis terhadap keputusan pembelian sayur kangkung serta membandingkannya pada pasar tradisional dan pasar modern. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS). Data dikumpulkan melalui kuesioner terhadap 100 responden, masing-masing 50 responden di Pasar Dahlia dan Supermarket Mitra Anda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor budaya, pribadi, dan psikologis berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian di kedua jenis pasar, sedangkan faktor sosial hanya berpengaruh signifikan pada pasar modern. Temuan ini mengindikasikan adanya perbedaan pola pengambilan keputusan konsumen berdasarkan karakteristik pasar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi pemasaran sayur kangkung perlu disesuaikan dengan faktor dominan pada masing-masing pasar. Kontribusi penelitian ini terletak pada penguatan kajian perilaku konsumen agribisnis, khususnya pada komoditas sayuran di pasar tradisional dan modern.
PERANAN KELOMPOK TANI TERHADAP PRODUKSI PADI SAWAH DI KECAMATAN ANJONGAN KABUPATEN MEMPAWAH Septian, Astri Nur; Yurisinthae, Erlinda; Komariyati, Komariyati
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 15 No. 4: In Press
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspp.v15i4.103769

Abstract

Penurunan dan fluktuasi produksi padi sawah di Kabupaten Mempawah menunjukkan pentingnya penguatan kelembagaan petani, khususnya kelompok tani, dalam mendukung kegiatan usahatani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peranan kelompok tani terhadap produksi usahatani padi sawah di Kecamatan Anjongan, Kabupaten Mempawah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei. Sampel penelitian berjumlah 75 petani padi sawah yang tergabung dalam 13 kelompok tani di Desa Kepayang, ditentukan menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 10%. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dengan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peranan kelompok tani sebagai kelas belajar dan unit produksi berada pada kategori tinggi, masing-masing dengan persentase 69,04% dan 74,81%, sedangkan peranan sebagai wahana kerjasama berada pada kategori sedang dengan persentase 67,78%. Temuan ini menunjukkan bahwa kelompok tani berperan penting dalam meningkatkan pengetahuan petani dan mendukung kegiatan produksi usahatani padi sawah, meskipun aspek kerjasama antaranggota belum berjalan secara optimal. Kesimpulan utama penelitian ini menegaskan bahwa penguatan fungsi wahana kerjasama diperlukan agar peranan kelompok tani terhadap produksi usahatani padi sawah dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan ilmu agribisnis, khususnya kajian kelembagaan pertanian dalam peningkatan produksi padi sawah.
Pengaruh Konsentrasi Kapur Sirih Terhadap Kualitas Keripik Batang Pisang Sebagai Inovasi Produk Pangan Febriyanti, Ine; Maherawati; Sholahuddin
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 15 No. 4: In Press
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspp.v15i4.104663

Abstract

Batang pisang merupakan salah satu bagian tanaman pisang yang masih jarang dimanfaatkan dan umumnya dianggap sebagai limbah, padahal memiliki kandungan nutrisi dan serat yang cukup tinggi sehingga berpotensi dijadikan bahan pangan alternatif. Salah satu upaya pemanfaatan batang pisang adalah dengan mengolahnya menjadi keripik. Dalam proses pengolahan keripik batang pisang, diperlukan perlakuan perendaman menggunakan bahan tambahan untuk memperbaiki mutu produk, khususnya tekstur dan warna. Salah satu bahan tambahan yang umum digunakan adalah larutan kapur sirih (Ca(OH)₂) yang berfungsi meningkatkan kerenyahan serta menghambat pencoklatan akibat proses oksidasi. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor, yaitu konsentrasi kapur sirih (0%,4%,8%,12%,16%) dengan 5 kali ulangan. Parameter yang diamati meliputi kadar air, kadar abu, kadar lemak, serta uji organoleptik (warna, aroma, rasa, tekstur, dan kesukaan keseluruhan). untuk uji organoleptik dianalisa dengan metode indeks efektifitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa larutan kapur sirih 8% merupakan perlakuan terbaik menghasilkan karakteristik kimia dan sensori dengan kadar air 3.96%, kadar abu 1.55%, kadar lemak 28,36%, rasa 2,90 ( suka), warna 3.03 (suka), aroma 3,10 (suka), tekstur 3.17 (suka), dan kesukaan keseluruhan 2.97 (suka).
STRATEGI PENGEMBANGAN BISNIS UMKM KEDAI KOPI PELAWE Olga, Kezia Gloria; Maswadi, Maswadi; Nugraha, Aditya
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 15 No. 4: In Press
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspp.v15i4.105414

Abstract

Penelitian ini dilakukan di UMKM Kedai Kopi Pelawe. Kedai Kopi Pelawe merupakan UMKM yang bergerak dalam bidang industri minuman dan makanan yang produk utamanya adalah kopi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi internal serta eksternal yang terjadi didalam UMKM Kedai Kopi Pelawe. Penelitian ini juga menganalisis kekuatan (Strengths), kelemahan (Weakness), peluang (Opportunities), dan ancaman (Threats) dengan mempertimbangkan price, product, place, promotion pada produk yang dijual Kedai Kopi Pelawe. Penerapan analisis SWOT diharapkan sebagai strategi yang dapat mengembangkan usaha Kedai Kopi Pelawe. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, teknik pengumpulan data menggunakan metode non probality sampling karena jumlah populasi tidak dapat ditentukan kepastiannya dan menggunakan jenis sampling dengan teknik purposive sampling. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa posisi produk pada UMKM Kedai Kopi Pelawe berapa pada kuadran I dimana kondisi ini merupakan situasi yang sangat menguntungkan karena memiliki kekuatan dan dapat memanfaatkan peluang yang ada. Strategi yang harus diterapkan dalam kondisi ini adalah mendukung kebijakan pertumbuhkan yang agresif (growth oriented strategy).
KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN SENSORI PERMEN JELLY PADA BERBAGAI RASIO SARI KOPI LIBERIKA (Coffea liberica) DAN SARI KASKARA Hasbullah, Hasbullah; Lestari, Oke Anandika; Dewi, Yohana Sutiknyawati Kusuma
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 15 No. 4: In Press
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspp.v15i4.105700

Abstract

Permen jelly merupakan permen lunak yang dibuat dengan menambahkan hidrokoloid dengan tujuan mengubah tekstur yang lebih kenyal agar disukai anak-anak. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan rasio sari kopi dan sari kaskara yang menghasilkan karakteritik fisikokimia dan sensori permen jelly. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 1 faktor dan 5 perlakuan. Penelitian ini terdiri dari formulasi yang dibagi menjadi 5 perlakua berupa rasio sari kopi liberika dan sari kaskara dengan konsentrasi 100%:0%, 75%:25%, 50%:50%, 25%:75%, 0%:100%. Analisis data digunakan yaitu Analisis of Varian (ANOVA) pada taraf signifikansi 5%. Kadar air, Gula Reduksi, Aktivitas Antioksidan, Warna dan Karakteristik sensori dengan kombinasi sari kopi dan sari kaskara pada penelitian ini memperoleh perlakuan terbaik pada kombinasi 50% sari kopi dan 50% sari kaskara dengan nilai kadar air 19,08%, gula reduksi 19,08%, antioksidan 59,40%, warna L* 36,88%, a*1,08%, b*1,28, dan nilai sensori warna hitam kecokelatan atau orange (3,80), memiliki aroma kopi (3,00), rasa manis (3,00), tekstur kenyal (3,20), penampakan mengkilat (3,13), dan kesukaan secara keseluruhan suka (3,43).

Page 1 of 2 | Total Record : 19