cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 1,903 Documents
Pengaruh POC Limbah Sayuran Hijau terhadap Pertumbuhan dan Hasil Sawi Hijau pada Tanah Gambut Masmanira nira; Dwi Zulfita; Maulidi lidi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v9i1.36859

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menemukan konsentrasi POC limbah sayuran hijau yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil sawi hijau pada tanah gambut. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Penelitian dilaksanakan dari tanggal 3 April sampai dengan 3 Mei 2019. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 5 perlakuan dengan 5 ulangan dan tiap ulangan terdiri dari 4 tanaman sampel. Perlakuan yang dimaksud adalah p1= POC limbah sayuran hijau dengan konsentrasi 5 ml/liter air, p2= POC limbah sayuran hijau dengan konsentrasi 10 ml/liter air, p3= POC limbah sayuran hijau dengan konsentrasi 15 ml/liter air, p4= POC limbah sayuran hijau dengan konsentrasi 20 ml/liter air, p5= POC limbah sayuran hijau dengan konsentrasi 25 ml/liter air. Variabel yang diamati pada penelitian ini yaitu volume akar (cm3), jumlah klorofil daun (spad unit), luas daun (cm2), berat kering tanaman (g), jumlah daun (helai) dan berat segar tanaman (g). Berdasarkan hasil penelitian ini tidak ditemukan konsentrasi POC limbah sayuran hijau yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil sawi hijau pada tanah gambut tetapi konsentrasi POC yang efektif untuk pertumbuhan dan hasil sawi hijau pada tanah gambut ditunjukkan dengan pemberian limbah sayuran hijau konsentrasi 10 ml/liter air.Kata kunci: gambut, limbah sayuran hijau, poc, sawi hijau
PENGARUH KONSENTRASI ZAT PENGATUR TUMBUH TERHADAP KEBERHASILAN SAMBUNG PUCUK LENGKENG Meli Oktavia Rulinda; Patriani Patriani; Dini Anggorowati
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 4, No 3: DESEMBER 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i3.12237

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi zat pengatur tumbuh terhadap keberhasilan sambung pucuk tanaman lengkeng. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari enam perlakuan dengan menggunakan beberapa konsentrasi ZPT Atonik diulang sebanyak empat kali, setiap ulangan terdiri dari lima sampel tanaman. Perlakuan yang dimaksud yaitu k0 = kontrol, k1 = 0,05%, k2 = 0,10%, k3 = 0,15%, k4 = 0,20% dan               k5 = 0,25%. Variabel pengamatan dalam penelitian ini adalah persentase tumbuh (%), jumlah daun (helai) dan pertambahan panjang tunas (cm). Hasil penelitian menunjukkan perendaman entris pada beberapa konsentrasi ZPT memberikan pengaruh yang nyata terhadap persentase tumbuh (%), jumlah daun (helai) dan pertambahan panjang tunas (cm). Konsentrasi zat pengatur tumbuh Atonik yang diberikan sebanyak 0,05%, memberikan pengaruh terbaik atau hasil yang optimal terhadap keberhasilan sambung pucuk lengkeng.
PENGARUH BIOCHAR TEMPURUNG KELAPA DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TERUNG GELATIK PADA TANAH ALUVIAL Anik Dwi Aryanti; Surachman Surachman; Agustina Listiawati
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 12, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.67541

Abstract

Produktivitas terung gelatik di masyarakat Kalimantan Barat masih rendah. Dengan hal ini perlu ditingkatkan yaitu dengan cara memperluas areal tanam dengan memanfaatkan lahan-lahan marginal seperti tanah aluvial. Penambahan biochar tempurung kelapa dan pupuk NPK perlu ditambahan guna untuk mmperbaiki sifat kimia tanah. Agar mengefisiensi penyerapan unsur NPK maka perlu di berikan biochar tempurung kelapa. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui interaksi dan dosis interaksi terbaik biochar tempurung kelapa dan pupuk NPK pada tanaman terung gelatik pada tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan di lokasi yang terletak Gang Struktur, Reformasi Pontianak. Pelaksanaan penelitian dilaksanakan dari tanggal 15 Maret – 4 Mei 2023. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pola Faktorial Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama dosis biochar tempurung kelapa yang dilambangkan dengan huruf (B) terdiri dari 3 taraf. faktor kedua adalah dosis pupuk NPK Mutiara 16:16:16 yang dilambangkan dengan huruf (N) terdiri dari 3 taraf, sehingga terdapat 9 kombinasi perlakuan dan seluruhnya dilakukan 3 kali pengulangan. Setiap perlakuan terdiri dari 4 sampel tanaman.  Sehingga total sampel adalah sebanyak 108 tanaman. Perlkauan b1 = 4 ton/ha biochar tempurung kelapa  setara dengan 120 g/polybag, Perlakuan b2 = 6 ton/ha biochar tempurung kelapa  setara dengan 180 g/polybag perlakuan b38 ton/ha biochar tempurung kelapa   setara dengan 240 g/polybag Faktor kedua yaitu : n1 = 400 kg NPK setara dengan 12 g/tanaman , n2 = 500 kg NPK setara dengan 15 g/tanaman  dan n3 = 600 kg NPK setara dengan 18 g/tanaman. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah volume akar (cm3), tinggi tanaman (cm), luas daun (cm), berat kering tanaman (g), jumlah buah pertanaman (buah), berat buah pertanaman (g), berat buah per buah (g), diameter buah (cm). Berdasarkan hasil penelitian tidak ditemukan dosis terbaik pada pemberian biochar tempurung kelapa dan pupuk NPK namun pada dosis biochar tempurung kelapa  8 ton/ha dan pupuk NPK 400 kg/ha merupakan dosis yang efektif pada pertumbuhan dan hasil tanaman terung gelatik pada tanah aluvial.
pengaruh pupuk kandang sapi dan kapur terhadap pertumbuhan dan hasil kubis bunga pada tanah gambut Darmono Lbn Gaol
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 3, No 1: April 2014
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v3i1.4447

Abstract

PENGARUH PUPUK KANDANG SAPI DAN KAPUR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KUBIS BUNGA PADA TANAH GAMBUT Darmono Lbn Gaol (1), Eddy Santoso (2), Nurjani (2) (1) Mahasiswa Fakultas Pertanian dan (2) Staf Pengajar Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk kandang sapi dan kapur yang tepat untuk pertumbuhan dan hasil kubis bunga pada tanah gambut. Dilaksanakan di rumah plastik dan dimulai pada tanggal 23 Mei sampai 16 Agustus 2013. Metode yang digunakan adalah eksperimen lapangan dalam bentuk faktorial dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari dua faktor yaitu pupuk kandang sapi (P) yang terdiri dari 3 taraf yaitu p1 (250 g/polybag), p2 (500 g/polybag), dan p3 (750 g/polybag). Faktor kedua yaitu dosis kapur (K) yang terdiri dari 3 taraf yaitu k1 (80,25 g/polybag), k2 (110 g/polybag), k3 (140 g/polybag). Setiap perlakuan terdiri dari 3 ulangan. Setiap ulangan terdiri dari 4 sampel, sehingga terdapat 27 satuan perlakuan dan 108 tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang sapi dan kapur pada penelitian ini berpengaruh tidak nyata terhadap volume akar (cm3), luas daun (cm2), berat kering tanaman (g), berat krop (g), dan diameter krop (cm), tetapi pada variabel diameter krop hanya interaksi antara pupuk kandang sapi dosis 500 g dan kapur dosis 80,25 g yang berbeda nyata. Kata kunci : Kapur, Kubis Bunga, Pupuk Kandang Sapi, Tanah Gambut
Analisis Keuntungan Usaha Pembuatan Terasi Skala Rumah Tangga Di Dusun Sebangkau Desa Pemangkat Kota Kecamatan Pemangkat Eka Ayu Septiyani; ani muani; eva dolorosa
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 4, No 1: April 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i1.9160

Abstract

ABSTRAK   Terasi ialah bumbu masak yang terbuat dari olahan udang rebon melalui proses fermentasi. Usaha ini dilakukan ibu rumah tangga dalam mengatasi hasil panen udang rebon yang meningkat dan kurangnya permintaaan pasar akan udang rebon segar. Pengolahan udang rebon ini menjadi peluang usaha yang dilakukan dalam skala rumah tangga dengan teknologi dan sarana sederhana. Penelitian ini bertujuan menganalisis Pendapatan, Keuntungan, Volume Produksi, dan Efisiensi Usaha pembuatan terasi skala rumah tangga. Metode yang digunakan adalah metode survey dengan lokasi penelitian ditentukan sengaja (pruporsive), yaitu di Dusun Sebangkau Desa Pemangkat Kota dengan pertimbangan daerah tersebut adalah daerah pesisir dan sentra pembuatan terasi di Kabupaten Sambas. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu rumah tangga yang melakukan usaha pembuatan terasi yaitu 29 orang responden. Menggunakan analisis Penerimaan, Keuntungan, Break Even Point dan R/C Ratio. Hasil penelitian menunjukkan usaha pembuatan terasi skala rumah tangga denganrata–rata penerimaan Rp. 5.917.241 dan keuntungan sebesar Rp 3.846.197,- perbulan, Usaha Pembuatan Terasi di Desa Pemangkat mencapai titik impas (BEP) atas volume produksi (unit) sebesar 3.2 Kilogram, dengan penjulan sebesar      Rp 177.679,- Selanjutnya dengan menggunakan R/C Ratio untuk mengukur biaya dari suatu produksi dengan kriteria R/C Ratio > 1, R/C Ratio < 1 dan R/C Ratio = 1. Hasilnya ialah R/C Ratio memperoleh nilai 2.9 yang berarti usaha tersebut efisien dan dapat dikembangkan. Kata Kunci : Usaha Pengolahan  Udang Rebon, Keuntungan, BEP, R/C Ratio
PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SAWI PAKCOY AKIBAT PEMBERIAN ABU JANJANG SAWIT DAN PUPUK NPK PADA TANAH ALUVIAL Bobi Hermawan; Tatang Abdurrahman; Eddy Santoso
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 11, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i1.50144

Abstract

Peningkatan produksi sawi pakcoy pada tanah aluvial dihadapkan pada sifat fisik dan kimia yang kurang baik bagi tanaman sehingga perlu upaya perbaikan lahan dengan pemberian abu janjang sawit dan pupuk NPK. Tujuan penelitian untuk mendapatkan dosis terbaik dari abu janjang sawit dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi pakcoy pada tanah aluvial. Penelitian dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak mulai dari 25 Agustus sampai 7 Oktober 2020. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu rancangan acak lengkap dengan pola faktorial. Faktor pertama yaitu dosis abu janjang sawit dengan 3 taraf a1 (3,6 g/polybag); a2 (7,2 g/polyba); a3 (10,7 g/polybag). Faktor kedua yaitu dosis pupuk NPK dengan 3 taraf p1 (1,2 g/polybag); p2 (1,6 g/polybag); p3 (2 g/polybag) sehingga diperoleh 9 kombinasi perlakuan, dan diulang sebanyak 3 kali, setiap ulangan terdiri dari 4 sampel tanaman. Variabel yang diamati yaitu jumlah daun, jumlah klorofil daun, luas daun, volume akar, berat kering tanaman, dan berat segar tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi abu janjang kelapa sawit dan pupuk NPK mampu meningkatkan luas daun, volume akar, berat kering tanaman, dan berat segar tanaman. Pemberian abu janjang sawit dengan dosis 3,6 g/polybag dan pupuk NPK dengan dosis 2 g/polybag merupakan interaksi terbaik dalam mempengaruhi berat segar tanaman sawi pakcoy. Kata Kunci : abu janjang sawit, pupuk NPK, sawi pakcoy, tanah aluvial.
PENGARUH PEMBERIAN LUMPUR PADAT KELAPA SAWIT DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI EDAMAME PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Nevi Saetri; Warganda Warganda; Maulidi Maulidi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 12, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.64813

Abstract

Pengembangan budidaya tanaman kedelai edamame di tanah podsolik merah kuning sering dihadapkan pada kendala sifat fisik dan kimia tanah yang kurang baik. Upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan penambahan bahan organik berupa lumpur padat kelapa sawit dan pupuk NPK yang dapat meningkatkan produktivitas tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi pemberian lumpur padat kelapa sawit dan pupuk NPK serta mengetahui dosis lumpur padat kelapa sawit dan pupuk NPK yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai edamame pada tanah podsolik merah kuning. Penelitian ini dilaksanakan di Jl. Manggis, Kelurahan Roban, Kota Singkawang Tengah, Kalimantan Barat. Penelitian berlangsung selama 3 bulan mulai dari tanggal 01 Agustus sampai 05 November 2022. Penelitian ini menggunakan pola Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial sebagai rancangan dasar yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama yaitu lumpur padat kelapa sawit (S) yang tediri dari 3 taraf perlakuan: s1=15 ton/ha, s2=30 ton/ha, s3= 45 ton/ha dan faktor kedua yaitu pupuk NPK (N) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan: n1= 150 kg/ha, n2= 300 kg/ha, n3= 450 kg/ha. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga didapat 9 kombinasi. Variabel yang diamati dalam penelitian ini berupa: tinggi tanaman, jumlah polong per tanaman, berat polong per tanaman, berat polong per petak, umur berbunga, dan umur panen. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh interaksi lumpur padat kelapa sawit dan pupuk NPK berpengaruh tidak nyata terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai edamame di tanah podsolik merah kuning. Pengaruh lumpur padat kelapa sawit berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 5 MST, jumlah polong pertanaman, berat polong pertanaman dan berat polong per petak. Pengaruh pupuk NPK 16:16:16 berpengaruh tidak nyata terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai edamame di tanah podsolik merah kuning. Pemberian lumpur padat kelapa sawit dengan dosis 30 ton/ha dan pupuk NPK 16:16:16 dengan dosis 150 kg/ha merupakan dosis yang efisien untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil kedelai edamame pada tanah podsolik merah kuning.
Pengaruh Kompos Bungkil Kopra Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Tomat Pada Tanah Podsolik Merah Kuning mirnawati yulia
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 3, No 1: April 2014
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v3i1.4880

Abstract

THE INFLUENCE OF COPRA MEAL COMPOST TO GROWTH AND YIELD OF TOMATO PLANTS ON RED-YELLOW PODZOLIC SOILS Mirnawati Yulia (1), Dini Anggorowati (2), Asnawati (2) (1)Student of Agriculture Faculty (2) Lecturers of Agriculture Faculty Tanjungpura University Pontianak ABSTRACT The purpose of conducting this research was to know the influence of copra meal compost to the growth and yield of tomato plants on red-yellow podzolic soils. The research was done at the Experimental Garden of Agriculture Faculty of Tanjungpura University, Pontianak. It was held from July 10th, 2013 and ended on October 12th, 2013. The research was Completely Randomized Design which consists of 5 treatment and 5 replications, each replication consisted of 4 samples of plants. The treatment given is k1 (690 g/polybag which equivalent to 5% of organic material), k2 (1.433 g/polybag which equivalent to 10% of organic material), k3 (2.177g/polybag which equivalent to 15% of organic material), k4 (2.920 g/polybag which equivalent to 20% of organic material), and k5 (3.664 g/polybag which equivalent to 25% of organic material). The variables that were observed in this research were plant height (cm), chlorophyll leaves (SPAD units), leaf area (cm2), root volume (cm3), top dry weight of plant (g), root dry plant (g), days to flowering (DAP), harvesting (DAP), number of fruits for each plant (fruit), fruit weight for each unit (g), weight for each fruit (g), fruit diameter (cm), and the environment observation. The research finding indicated that copra meal compost could improved the growth and yield of tomato plants on red-yellow podzolic soils. Meanwhile, the efficient dose of copra meal compost to be given to tomato plants was 1.433 g/polybag which equivalent to 10% of organic material. Keywords : red-yellow podzolic soils, tomato, copra meal compost
PENGARUH KOMPOS LIMBAH SAGU DAN FUNGI Mikoriza Arbuskula TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TOMAT PADA TANAH ULTISOL DIANTI WIDIANINGSIH; Dr. drh. Zakiatulyaqin M.Si; Dra. Sri Rahayu M.Si
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 4, No 1: April 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i1.9673

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompos limbah sagu dan FMA terhadap pertumbuhan dan hasil tomat pada tanah ultisol. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial yang terdiri dari dua faktor dengan faktor pertama adalah dosis kompos limbah sagu (K) terdiri dari empat level dan faktor kedua adalah FMA (M) yang terdiri dari dua level sehingga terdapat 8 kombinasi perlakuan. Kombinasi perlakuan yang dimaksud adalah k0m0 (tanpa kompos limbah sagu + tanpa FMA), k0m1 (tanpa kompos limbah sagu + FMA), k1m0 ( 556 gram kompos limbah sagu + tanpa FMA), k1m1 (556 gram kompos limbah sagu + FMA), k2m0 (1214 gram kompos limbah sagu + tanpa FMA), k2m1 (1214 gram kompos limbah sagu + FMA), k3m0 (1872 gram kompos limbah sagu + tanpa FMA), k3m1 (1872 gram kompos limbah sagu + FMA) Variabel yang diamati adalah volume akar (cm3), berat kering tanaman (g), jumlah buah, berat buah (g), persentase akar terinfeksi (%). Penelitian dilaksanakan mulai Juni hingga September 2014 di lapangan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kompos limbah sagu dan FMA memberikan pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan tanaman tomat yaitu pada volume akar dan berat kering tanaman.  Pemberian kompos limbah sagu dengan dosis 556 g/10 kg media setara dengan 5 % bahan organik memberikan pengaruh yang efektif terhadap jumlah buah dan dosis 1214 g/10 kg media memberikan pengaruh yang efektif terhadap berat buah tanaman tomat.  Kompos limbah sagu 1872 g/10 kg media setara dengan 15% bahan organik dan FMA memberikan hasil persentase infektifitas akar tertinggi yaitu 87,33%.   Kata kunci : Kompos limbah sagu, FMA, Ultisol, Tomat  
EFFECT OF DOSAGE AND LENGTH OF INCUBATION DUCK MANURE ON GROWTH AND YIELD OF PURPLE EGGPLANT ON ALLUVIAL SOIL Korintus Putra; Basuni Basuni; Darussalam Darussalam
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 11, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i1.51158

Abstract

ABSTRACKEggplant is a vegetable plant that has prospects for cultivation and can alsogrow on various types of soil, one of which is alluvial soil. Utilization of alluvial soilfor purple eggplant cultivation is faced with various obstacles. Efforts can be made toimprove the level of soil acidity by liming, while to improve the physical andchemical properties of the soil was to apply duck manure. This study aims were todetermine the dose and length of incubation of duck manure that provides the bestgrowth and yield of purple eggplant grown in alluvial soil. This research wasconducted at Jl. Purnama 2 Pontianak City from March 18th to June 4th 2021. Thisstudy used a Complete Randomized Design (CRD) with two factors threerepications. The first factor was the dose of duck manure fertilizer (B), consisting of4 levels, namely 300, 450, 600, and 750 g / polybag equivalent to 10, 15, 20, and 25tons / ha. The second factor was the length of incubation (I), consisting of 3 levels, 1,2, and 3 weeks of incubation. Variables observed were plant height, root volume,plant dry weight, number of fruits per plant, weight of fruit, weight of fruit per plant,and diameter of fruit. The results of the study showed that there was no interactioneffect between the dose of duck manure and the length of incubation on allobservation variables. The best dose of duck manure was 750 g / polybag equivalentto gave 25 tons / ha on variable plant dry weight and fruit diameter. Incubationlength of 1 week of duck manure provide the best dry weight of the plant.Keywords: : Alluvial, duck manure, length of incubation, purple eggplant.