cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 1,903 Documents
PENGARUH KOMPOS SOLID PLUS (KOSPLUS) TERHADAP KETERSEDIAAN HARA N, P, K DAN PERTUMBUHAN TANAMAN JAGUNG MANIS DI TANAH GAMBUT Tiya Masita, Urai Suci Yulies V, Rossie Widiya Nusantara,
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 11, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i1.51081

Abstract

ABSTRAK Kebutuhan ekspor jagung di Indonesia mengalami penurunan sebesar 17,25% sehingga perlu adanya usaha untuk meningkatkan ketersediaan jagung di Indonesia. Tanah gambut mempunyai potesi untuk di jadikan lahan pertanian sehingga dapat meningkatkan ketersediaan jagung di Indonesia, namun kendala utama dalam budidaya tanaman jagung pada tanah gambut memiliki reaksi tanah masam dan ketersediaan unsur hara yang rendah. Hal tersebut perlu adanya usaha pemupukan satu diantaranya pemberian KOSPLUS menjadi alternatif pemupukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk KOSPLUS terhadap ketersediaan unsur hara N, P, K dan tinggi tanaman jagung manis di tanah gambut. Hipotesis penelitian ini KOSPLUS berpengaruh terhadap unsur hara N, P, K tanah gambut dan pertumbuhan vegetatif maksimum tanaman jagung manis. Penelitian ini dilaksanakan di lahan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura sebagai tempat penyimpanan polybag dan analisis unsur hara di Laboratorium Kimia Tanah Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura sejak 12 Maret sampai 26 Juni 2021. Rancangan yang digunakan dalam penelitian adalah Metode Eksperimen Lapangan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), perlakuan yang diuji meliputi, P0 (Tanpa Perlakuan), P1 (280 g/polybag), P2 (560 g/polybag), P3 (830 g/polybag), P4 (1.100 g/polybag), P5 (1.390 g/polybag). Terdiri dari 6 perlakuan dengan 4 kali ulangan Jadi jumlah keseluruhan terdapat 24 polybag. Hasil analisis menunjukkan bahwa pemberian KOSPLUS dengan dosis 830 g/polybag pada perlakuan P3 mampu meningkatkan pH tanah, C-Organik tanah, N-total tanah, P-tersedia tanah, K- tersedia tanah, Tinggi tanaman sebesar 22% - 49%. Kata kunci: Kompos Solid Plus (KOSPLUS), Ketersediaan hara NPK, Tanah gambut.
PENGARUH PEMBERIAN BIOCHAR TANKOS DAN BIOCHAR KOTORAN AYAM TERHADAP KETERSEDIAAN UNSUR HARA NPK DAN PERTUMBUHAN TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays L. Saccharata Sturt) DI TANAH ALUVIAL Pramesti, Febi Regita Ardia; Yulies Vitri Indrawati, Urai Suci; Sulakhudin, Sulakhudin
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i1.70234

Abstract

Pemanfatan tanah Aluvial yang digunakan sebagai lahan pertanian memerlukan sejumlah perbaikan yang dapat meningkatkan kesuburan tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kombinasi biochar tankos dan biochar kotoran ayam terhadap ketersedian unsur hara N, P, K dan pertumbuhan tinggi tanaman jagung manis di tanah Aluvial. Penelitian ini di lakukan dari bulan Desember hingga Maret, dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak, Kalimantan Barat. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari dosis biochar tankos 25% dan biochar kotoran ayam 75% : B0 0 ton/ha, B1 20 ton/ha, B2 40 ton/ha, B3 60 ton/ha, B4 80 ton/ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian biochar tankos dan biochar kotoran ayam pada perlakuan B4 (80 ton/ha) berpengaruh nyata terhadap parameter pH, C-organik, N-total, P-tersedia, K-tersedia, tinggi tanaman dan diameter batang. Perlakuan biochar tankos dan biochar kotoran ayam pada dosis 628,8 g/polybag dapat meningkatkan pH, C-organik, N-total, dan P-tersedia, K-tersedia, Tinggi tanaman dan diameter batang dibandingkan dengan kontrol (tanpa biochar tankos dan biochar kotoran ayam).Kata Kunci : Tanah Aluvial, Jagung Manis, Biochar Tankos, Biochar Kotoran Ayam
RESPON TOMAT TERHADAP PEMBERIAN ABU KAYU DAN PUPUK KANDANG AYAM PADA TANAH GAMBUT Wahyu Din; Rini Susana; Setia Budi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 3, No 2: Agustus 2014
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v3i2.5197

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis terbaik pemberian abu kayu dan pupuk kandang ayam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat di tanah gambut. Penelitian dilaksanakan di Kota Pontianak, mulai bulan Juli sampai Oktober 2013. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial yang terdiri dari 2 faktor perlakuan. Perlakuan pertama adalah abu kayu yang terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu 10,44 ton/ha, 16,60 ton/ha, dan 22,70 ton/ha. Perlakuan kedua, pupuk kandang ayam juga terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu 10 ton/ha, 15 ton/ha, dan 20 ton/ha. Ada 9 kombinasi perlakuan, masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman, volume akar, bobot kering tanaman, jumlah tandan bunga per tanaman, jumlah buah per tandan, jumlah buah per tanaman, bobot buah per tanaman, dan bobot per buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian abu kayu dengan dosis 16,60 ton/ha memberikan hasil terbaik terhadap volume akar, jumlah buah per tandan, jumlah buah per tanaman, dan bobot buah per tanaman. Pemberian pupuk kandang ayam dengan dosis 10 ton/ha, 15 ton/ha, dan 20 ton/ha pada media tanah gambut menghasilkan pertumbuhan dan hasil tomat yang relatif sama terhadap semua variabel pengamatan. Kata kunci : Tomat, abu kayu, pupuk kandang ayam, tanah gambut.
PENGARUH PUPUK KANDANG BEBEK DAN KNO3 TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KUBIS BUNGA PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Muhammad Ridwan Priyanto; Rini Susana; Agus Hariyanti
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 12, No 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i3.62286

Abstract

Kubis bunga (Brassica oleracea var. Botrytis L.) merupakan tanaman sayuran jenis kol dengan bunga bewarna putih. Pupuk kandang bebek memiliki potensi dalam perbaikan sifat fisik tanah diantaranya memperbaiki struktur tanah, tanah menjadi ringan untuk diolah dan meningkatkan ketersediaan tahan air. Pupuk Kalium Nitrat (KNO3) merupakan jenis pupuk kimia dengan kandungan kalium dan nitrogen didalamnya. Pupuk KNO3 mengandung unsur nitrogen sebesar (1-14) % dan K2O sebesar (44-46) % yang dapat langsung terserap oleh tanaman dalam bentuk ion K+ dan segera tersedia bagi tanaman, sedangkan nitrat (NO3-) dapat langsung diserap oleh akar tanaman. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan dosis interaksi antara pupuk kandang bebek dan KNO3 yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil kubis bunga pada tanah PMK. Penelitian ini dilaksanakan di green house Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura dilaksanakan dari tanggal 25 Januari – 29 Maret 2022 dengan ketinggian tempat ± 2 mdpl. Penelitian ini menggunakan faktorial dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Faktor pupuk kandang bebek terdiri dari 3 taraf dan pupuk KNO3 3 taraf dengan 3 ulangan, setiap ulangan ada 4 sampel tanaman sehingga ada 108 tanaman. Faktor pertama adalah pupuk kandang bebek (B) yang terdiri dari 3 taraf yaitu b1 = 10 ton/ha ≈ 250 g/tanaman, b2 = 15 ton/ha ≈ 375 g/tanaman dan b3 = 20 ton/ha ≈ 500 g/tanaman. Faktor kedua adalah pupuk KNO3 (K) yang terdiri dari 3 taraf yaitu : k1 = 150 kg/ha ≈ 3,75g/tanaman, k2 = 250 kg/ha ≈ 6, 25 g/tanaman dan k3 = 350 kg/ha ≈ 8,75 g/tanaman. Variabel yang diamati adalah volume akar (cm3), klorofil daun (spaad unit), berat kering tanaman (g), jumlah daun (helai), umur berbunga (hari), diameter krop (cm) dan berat krop/tanaman (g). Hasil penelitian menunjukkan tidak terjadi interaksi antara pupuk kandang bebek dan pupuk KNO3 pada semua variabel pengamatan, namun perlakuan pupuk kandang bebek sebesar 20 ton/ha ≈ 500 g/polybag dan  pupuk KNO3 350 kg/ha ≈ 8, 75 g/tanaman merupakan dosis yang lebih baik terhadap pertumbuhan dan hasil kubis bunga pada tanah PMK.
PERBEDAAN SIFAT FISIKA TANAH GAMBUT BERDASARKAN BEBERAPA PENGGUNAAN LAHAN DI DESA KUALA DUA KABUPATEN KUBU RAYA Eka Marchelyna, Tino Orciny Chandra, Bambang Widiarso
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 11, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i2.52900

Abstract

ABSTRAK Penelitian dilakukan di Desa Kuala Dua Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya, tepatnya di areal lahan karet, lahan budidaya tanaman semusim, perkebunan kelapa sawit. Lahan gambut di Desa Kuala Dua Kabupaten Kubu Raya telah mengalami alih fungsi menjadi sejumlah penggunaan lahan. Alih fungsi ini menyebabkan perubahan sejumlah sifat fisika tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari perbedaan sifat fisika tanah gambut pada tiga penggunaan lahan. Metode penelitian dilakukan dengan metode transek dimana 3 penggunaan lahan dinyatakan sebagai perlakuan dengan 5 titik pengamatan. Setiap perlakuan ada 3 ulangan pengambilan sampel tanah setiap titik pengamatan. Sampel tanah diambil pada kedalaman 0- 30 cm. Uji analisis statistik pada penelitian ini menggunakan metode ANOVA. Parameter yang dianalisis pada penelitian ini meliputi kedalaman gambut, kadar serat dan kematangan gambut, kedalaman muka air tanah, C-organik dan bahan organik tanah, N-total, Rasio C/N, bobot isi, porositas total, kadar air kapasitas lapang, permeabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sifat fisika tanah gambut di lokasi penelitian tidak berpengaruh nyata pada tipe penggunaan lahan tetapi berpengaruh nyata pada kadar serat dan kadar air kapasitas lapang.Kata kunci: Penggunaan Lahan, Gambut, Sifat Fisika Tanah
PENGARUH ABU CANGKANG KERANG LAUT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL LOBAK PADA TANAH GAMBUT Janu Kuswandi; Eddy Santoso; Dini Anggorowati
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 11, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i1.50503

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian Abu Cangkang Kerang Laut dan mencari dosis terbaik untuk pertumbuhan dan hasil lobak pada tanah gambut. Penelitian ini berlangsung dari tanggal 26 Maret 2020 – 25 Mei 2020. Penelitian dilaksanakan di Jalan Reformasi Gang Struktur Untan Pontianak. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari empat perlakuan dan lima ulangan, setiap ulangan terdiri dari empat sampel tanaman. Perlakuan yang dimaksud yaitu Abu Cangkang Kerang Laut 9 ton/ha (b1), 12 ton/ha (b2), 15 ton/ha (b3) dan 18 ton/ha (b4). Variabel pengamatan meliputi : jumlah daun, diameter umbi, berat segar tanaman, berat segar umbi, panjang umbi, dan berat kering tanaman. Hasil analisis keragaman pemberian berbagai dosis abu cangkang kerang laut memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap komponen pertumbuhan tanaman lobak pada tanah gambut yaitu variabel jumlah daun, berat segar tanaman, panjang umbi dan berat kering tanaman. Pada penelitian ini ditemukan dosis abu cangkang kerang laut yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil lobak pada tanah gambut yaitu 15 ton/ha. Kata Kunci : abu cangkang kerang laut, gambut, lobak
PENGARUH PUPUK NPK DAN PUPUK HAYATI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KEDELAI EDAMAME DI LAHAN PASANG SURUT DENGAN SISTEM BUDIDAYA JENUH AIR Sulistiorini Sulistiorini; Nurjani Nurjani; Surachman Surachman
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 12, No 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i3.63353

Abstract

Kedelai edamame merupakan jenis tanaman dalam sayuran (vegetable soybean), perbedaan dengan kedelai biasa yaitu ukuran yang lebih besar dan rasanya lebih manis. Guna pengembangan budidaya kedelai edamame maka perlu terobosan teknologi budidaya tanaman yaitu dengan memanfaatkan lahan pasang surut. Lahan pasang surut untuk budidaya tanaman kedelai edemame menghadapi beberapa hambatan dan masalah, di antaranya pada sifat fisika, kimia, dan biologi tanah diatasi dengan melakukan sistem budidaya jenuh air. Pupuk anorganik berbahaya bagi lingkungan apabila diberikan secara terus menerus maka pupuk hayati dapat menjadi solusi untuk mengurangi penggunaan pupuk anorganik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antara pupuk NPK dan pupuk Hayati serta mengetahui dosis pupuk NPK dan pupuk hayati terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai edamame pada lahan pasang surut dengan sistem budidaya jenuh air. Penelitian dilaksanakan di lahan pasang surut tipe C dengan jenis tanah aluvial yang berada di Jl. Kalimas Tengah, Desa Kalimas, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kuburaya, Provinsi Kalimantan Barat. Peneltian berlangsung selama 3 bulan mulai dari tanggal 15 Juni tahun 2022 sampai 26 September tahun 2022. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapang dalam bentuk pola Rancangan Petak Terbagi (Split Plot) sebagai rancangan dasar yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama sebagai petak utama (main plot) yaitu pupuk hayati (h) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan dan faktor kedua adalah pupuk NPK (n) dengan 3 taraf perlakuan. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga didapat 9 kombinasi. Perlakuan yang dimaksud yaitu: Pupuk hayati (h) dari 3 taraf: h1= 5 ml/L air, h2= 10 ml/L air, h3= 15 ml/L air dan Pupuk NPK (n) dari 3 taraf: n1= 150kg/ha, n2= 225kg/ha, n3= 300kg/ha. Variabel yang diamati dalam penelitian meliputi: tinggi tanaman (cm), Volume Akar (cm3), berat kering tanaman (g), jumlah polong per tanaman (buah), jumlah polong isi per tanaman (buah) dan berat polong isi per tanaman (g). Hasil penelitian menunjukkan pengaruh interaksi pupuk hayati dan pupuk NPK berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 3 MST, jumlah polong per tanaman dan jumlah polong isi per tanaman. Pupuk hayati berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 3 dan 4 MST, berat kering tanaman, jumlah polong per tanaman, jumlah polong isi per tanaman dan berat polong isi per tanaman. Pupuk NPK berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 3 dan 4, jumlah polong per tanaman, jumlah polong isi per tanaman dan berat polong isi per tanaman. Pemberian pupuk NPK 150 kg/ha dan pupuk hayati konsentrasi 15 ml/L air memberikan pertumbuhan dan hasil kedelai edamame terbaik di lahan pasang surut dengan sistem budidaya jenuh air.
PENGARUH KOMBINASI DOSIS PUPUK KANDANG AYAM, KAPUR DAN NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KUBIS BUNGA DENGAN SISTEM BUDIDAYA JENUH AIR DI LAHAN PASANG SURUT Hidayat, Muhammad Taufik; Nurjani, Nurjani; Maulidi, Maulidi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i2.77692

Abstract

Kubis bunga merupakan tanaman pertanian yang tergolong familia Cruciferae, berasal dari daerah sub tropis, memproduksi bunga serta merupakan sayuran yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat termasuk di Kalimantan Barat. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan kombinasi dosis pupuk kandang ayam, kapur dan NPK yang terbaik untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil kubis bunga dengan sistem budidaya jenuh air di lahan pasang surut. Penelitian dilaksanakan di lahan pasang surut yang berada di Golden River Camp, Desa Kalimas, Kec. Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya. Penelitian berlangsung selama 6 bulan mulai dari Maret "“ Agustus 2023. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan faktor tunggal yaitu kombinasi pupuk kandang ayam, kapur dolomit dan NPK dengan 6 kombinasi dan 4 ulangan. Jumlah tanaman terdapat 15 tanaman perbedengan terdiri dari 4 sampel pengamatan. Perlakuan yang dimaksud yaitu: A = pupuk kandang ayam 20 ton/ha + kapur dolomit 1 ton/ha + NPK 450 kg/ha, B = pupuk kandang ayam 20 ton/ha + kapur dolomit 1 ton/ha +   NPK 300 kg/ha, C = pupuk kandang ayam 10 ton/ha + kapur dolomit 2 ton/ha + NPK 300 kg/ha, D = pupuk kandang ayam 10 ton/ha + kapur dolomit 2 ton/ha + NPK 450 kg/ha, E = pupuk kandang ayam 10 ton/ha + kapur dolomit 1 ton/ha + NPK 450 kg/ha, F = pupuk kandang ayam 10 ton/ha + kapur dolomit 1 ton/ha + NPK 600 kg/ha. Variabel yang diamati dalam penelitian meliputi: jumlah daun (helai), luas daun (cm2), berat segar tanaman (g), berat kering tanaman (g), berat segar krop (g) dan diameter krop (cm). Hasil pengamatan penelitian didapatkan hasil bahwa kombinasi pupuk kandang ayam, kapur dan NPK terhadap pertumbuhan dan hasil kubis bunga dengan sistem budidaya jenuh air di lahan pasang surut berpengaruh nyata terhadap jumlah daun 6 MST, berat segar tanaman dan berat kering tanaman, namun berpengaruh tidak nyata terhadap jumlah daun 2 MST, 4 MST, luas daun, berat segar krop dan diameter krop. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kombinasi pupuk kandang ayam 20 ton/ha + kapur dolomit 1 ton/ha + NPK 300 kg/ha merupakan dosis terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan kubis bunga dengan sistem budidaya jenuh air di lahan pasang surut, sedangkan untuk meningkatkan hasil tanaman menunjukkan berpengaruh tidak nyata tetapi hasilnya cenderung tinggi.
EVALUASI KETAHANAN MUTAN PADI BERAS HITAM TABAH HASIL IRADIASI SINAR GAMMA Co-60 TERHADAP PENYAKIT Siti Raihany Luthfiyyah
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v9i1.36418

Abstract

The production of black rice has decreased due to disease attacks. One way to improve rice resistance to disease is through the induction of mutations with gamma ray radiation. The purpose of this study is to evaluate the resistance of black rice induced by Co-60 by 0 Gy, 200 Gy and 300 Gy against disease. The research was conducted on BBI's land in Sungai Kakap Village, Kubu Raya Regency during one planting season, from October 2017 to April 2018. This research used a descriptive research method. Each treatment was observed as many as 50 rice plants, so that the total sample of observation is 150 plants. Observations were made 3 times, during vegetative, maximum vegetative, and generative periods. Disease identification is done in two ways which are macroscopic and microscopic. Assessment of the severity of the disease is guided by the guidebook. The results of the study found 4 diseases that attack black rice mutant plants, namely narrow brown spots, leaf and collar blast disease, fusarium disease, and midrib blight. Narrow brown spot disease, rice irradiated by 200 Gy is the most resistant with medium - rather resistant category. Leaf blast disease, rice that is not irradiated is most resistant with medium - rather resistant category. Panicle blast disease, rice irradiated by 200 Gy is most resistant with medium - resistant category. Keywords: Black rice, Cobalt-60 induction, disease scoring
Keragaman Parasitoid Ulat Penggulung Daun Pisang (Erionota thrax L) di Desa Sungai Kupah Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya ridho fatra wijaya
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 3, No 1: April 2014
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v3i1.5218

Abstract

BIODIVERSITY OF BANANA LEAF ROLLERS CATERPILLARS (Erionota thrax) IN SUNGAI KUPAH VILLAGE SUB DISTRIC SUNGAI KAKAP OF KUBU RAYA DISTRICT RidhoFatraWijaya(1), Indri Hendarti dan TrisHarisRamadhan(2), (1)Student and (2)Lectures Agronomic Study of Agriculture Faculty Tanjungpura University ABSTRAC Parasitoids as the natural enemies of banana leaf rollers caterpillars (E. thrax) are important for biological control. Banana leaf rollers, caused crop damage which affect to production. This research aims to determine parasitoids of E. thrax in Sui.Kupah Kubu Raya District. The research was conducted in the Pest Laboratory Agriculture Faculty Tanjungpura University. The study was conducted by survey method with purposive sampling approach. E. thrax larvae and pupae were collected from Banana Leaf and the Larvae kept in a plastic jar. Feed until the parasitoid came out. The results obtained 3 types of parasitoids that attack E. thrax, called parasitoid larvae: Charops sp. and parasitoid pupae: Brachemyria sp. and Xhantopimpla sp. Parasitism percentage of E. thrax based on location are the first location in larvae 5.12% and pupa 6.45%, the second location ??in larvae 11.32% and pupa 6.89%, and the third location in larvae 5.26% and pupa 24%. Diversity index of Parasitoid species in Banana Leaf Rollers Pest is low in this garden. Dominance from three garden area is parasitoid of Brachemyria sp. is the dominant spesies on three type of plantations. Keywords: Diversity, Erionota thrax, Parasitoids.