cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 1,903 Documents
ANALISIS PERTUMBUHAN DAN KOMPONEN HASIL JAGUNG MANIS AKIBAT PEMBERIAN JENIS PUPUK HAYATI DAN NPK PADA LAHAN GAMBUT Ryan Mustakim; Dwi Zulfita; Agus Hariyanti
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 11, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i1.51337

Abstract

Produktivitas jagung manis di masyarakat masih rendah. Hal ini disebabkan di Kalimantan Barat pada umumnya dibudidayakan petani di lahan gambut. Penelitian dilaksanakan di lokasi yang terletak di Jl. Sepakat 2, Gang Racana Untan, Kecamatan Pontianak Tenggara. Penelitian ini dilaksanakan dari tanggal 22 Mei sampai dengan tanggal 22 Agustus 2021. Penelitian bertujuan mengetahui interaksi antara jenis pupuk hayati dan NPK terhadap pertumbuhan dan hasil jagung pada lahan gambut serta mendapatkan jenis pupuk hayati yang dapat mengefisienkan penggunaan NPK terhadap pertumbuhan dan hasil jagung manis pada lahan gambut. Penelitian ini menggunakan percobaan lapangan dengan pola Faktorial Rancangan Acak Kelompok (RAK), terdiri dari 2 faktor dengan 3 ulangan dimana tiap perlakuan terdiri dari 4 sampel. Perlakuan yang dimaksud adalah faktor pupuk hayati (H) terdiri dari h1= pupuk hayati Bio Ekstrim, h2= pupuk hayati Bio Nano, h3= pupuk hayati Bio Optifarm. Konsentrasi pupuk hayati mengikuti konsentrasi anjuran pada kemasan. Faktor pupuk NPK Mutiara 16:16:16 (P) terdiri dari p1 = sesuai dosisanjuran (400 kg/ha atau 7,50 g/tanaman), p2 = 75% dari dosis anjuran (300 kg/ha atau 5,62 g/tanaman) dan p3 = 50% dari dosis anjuran (200 kg/ha atau 3,76 g/tanaman). Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah luas daun, berat kering tanaman, indeks luas daun (ILD), laju asimilasi bersih (LAB), laju pertumbuhan tanaman (LPT), berat per tongkol tanpa kelobot, berat per tongkol berkelobot, berat tongkol per petak, panjang tongkol dan diameter tongkol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian semua jenis pupuk hayati dan pupuk NPK menghasilkan analisis pertumbuhan tanaman jagung manis yang sama baiknya, terjadi interaksi pemberian jenis pupuk hayati dan pupuk NPK terhadap hasil tanaman jagung manis pada lahan gambut serta interaksi antara pupuk hayati Bio Optifarm dan NPK dosis 200 kg/ha (50% dosis anjuran) memberikan pertumbuhan dan hasil jagung manis yang terbaik pada lahan gambut.
HUBUNGAN PREMI PANEN DENGAN KINERJA KARYAWAN PT.MITRA ANEKA REZEKI Hermadi Wibowo; Marisi Aritonang; Novira Kusrini
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 9, No 3 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v9i3.41007

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan premi panen dengan kinerja karyawan PT. Mitra Aneka Rezeki. Populasi yang ada dilokasi penelitian yakni di PT. Mitra Aneka Rezeki desa kampung baru adalah 294 karyawan yang terdiri dari karyawan tetap dan buruh. Pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling yaitu pekerja panen karyawan tetap yang berjumlah 75 orang. Menganalisis hubungan premi panen dengan kinerja karyawan digunakan uji Korelasi Rank Spearman dengan program SPSS 20 for windows.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa 1) premi panen yang berlaku di PT. Mitra Aneka Rezeki adalah premi sistem bobot dari TBS, dengan nilai premi terbentuk dalam 3 tingkatan. Tingkatan dari premi tersebut yakni premi progresif 1 dengan nilai premi Rp80/kg jika karyawan mendapatkan output lebih basis sebesar +50 kg/hari, sedangkan pada premi progresif 2 nilai premi yang diberikan Rp90/kg jika karyawan mendapatkan output lebih basis sebesar >50 100 Kg/hari, dan untuk tingkatan premi yang nilainya paling tinggi ada pada premi progresif 3 dengan nilai premi yaitu Rp100/kg, jika karyawan dapat menghasilkan output lebih basis hingga >100kg/hari. 2) Berdasarkan hasil analisis Korelasi Rank Spearman terdapat hubungan yang sangat kuat antara premi panen dengan kinerja karyawan yang ada di PT. Mitra Aneka Rezeki.Saran dari penelitian ini adalah karyawan harus mengoptimalkan keahlian dan kemampuan yang dimiliki dengan cara mengikuti pelatihan yang diberikan perusahaan serta mengoptimalkan waktu kerja dan sumber daya tenaga kerja dalam keluarga yang dapat membantu meningkatkan kuantitas dan kualitas kerja dan meminimalisasi nilai denda yang dilakukan saat bekerja.Kata Kunci : Premi Panen, Kinerja Karyawan
PENGARUH DOSIS PUPUK KANDANG KOTORAN AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TOMAT DI TANAH GAMBUT Titin Tiana; Patriani -; Rini Susana
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 3, No 2: Agustus 2014
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v3i2.5369

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk kandang kotoran ayam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat di tanah gambut. Penelitian ini menggunakan rancangan percobaan acak lengkap (RAL), dengan lima perlakuan dan lima ulangan dan terdiri dari 3 sampel tanaman sehingga jumlah tanaman 75 tanaman. Perlakuan yang dimaksud adalah a0 = Kontrol (Tanpa pemberian pupuk kandang kotoran ayam), a1 = 10 ton/ha (pupuk kandang kotoran ayam 245 gram/polybag), a2 = 20 ton/ha (pupuk kandang kotoran ayam 488 gram/polybag), a3 = 30 ton/ha (pupuk kandang kotoran ayam 733 gram/polybag), a4 = 40 ton/ha (pupuk kandang kotoran ayam sebanyak 977 gram/polybag). Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman, jumlah cabang produktif, jumlah buah per tanaman, berat buah per tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan pupuk kandang kotoran ayam berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman minggu ke-4, jumlah cabang produktif, jumlah buah per tanaman, dan berat buah per tanaman, tetapi pemberian pupuk kandang kotoran ayam berpengaruh tidak nyata terhadap variabel tinggi tanaman pada minggu ke-2, ke -6 dan ke-8. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang kotoran ayam pada media berpengaruh baik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat. Pemberian pupuk kandang kotoran ayam dengan dosis 40 ton/ha (977 gr/polybag) merupakan dosis terbaik untuk hasil tanaman tomat di tanah gambut. Kata kunci : Gambut, Tomat , Pupuk Kandang Kotoran Ayam
SINGKONG PATIENT OF FORMULATION (Manihot Utillisima) AND GELATIN ON PHYSICOCYMIC AND ORANOLEPTIC PROPERTIES OF MARSHMALLOW Weliana .; Dwi Raharjo; Lucky Hartanti
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v9i1.36352

Abstract

This study aims to determine the formulation of the use of cassava starch and gelatin on the physicochemical and organoleptic properties of marshmallows. This study used a Randomized Block Design (RBD) by 1 factor consisting of 7 levels formulation of cassava starch concentration. Each treatment was repeated 4 times to obtain 28 combination samples. Parameters of observation included water content, ash content, texture, total dissolved solids, and sensory. Effectiveness Index Test results showed that the best concentration was found in the best concentration was found in the  addition of 4.65g cassava, 19,85g gelatin starch concentration, by the physcochemical and scusory properties water content was 19,93%, ash content was 1,62%, texture was 0,025kg, total dissolved solids were 26,30°Brix. The best sensory test results were 4,72 (likes) sweetness, 4,72 (likes) texture, 4,72 (likes) color and 4,68 (likes) elasticity. Keywords: Cassava Starch, Formulations, Gelatin, Marshmallows
KOMPARASI SIFAT FISIKA TANAH ULTISOL PADA DUA KEMIRINGAN LAHAN DI DESA KEBADU KECAMATAN BALAI KABUPATEN SANGGAU Basilia Stainliss Jellis, Edi Suryadi, Abdul Mujib Alhaddad
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 11, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i2.53248

Abstract

ABSTRAK Sebaran tanah Ultisol di Indonesia terdapat pada kondisi topografi yang beragam mulai dari datar hingga bergunung yang berpengaruh terhadap sifat-sifat tanah termasuk pada variasi lereng. Lereng yang curam dan panjang akan meningkatkan kecepatan aliran permukaan serta volume air permukaan yang semakin besar, sehingga tanah yang bisa terangkut akan lebih banyak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan membandingkan sifat fisika tanah Ultisol pada kemiringan lahan 8-15% dan < 3% di Desa Kebadu, Kecamatan Balai, Kabupaten Sanggau. Penentuan titik sampel menggunakan sistem acak stratifikasi pada kedalaman 0-30 cm. Total sampel pada dua kemiringan lahan sebanyak 10 sampel tanah utuh, 2 sampel tanah terganggu dan 10 sampel tanah agregat utuh. Pengamatan profil tanah dilakukan pada penampang dengan kedalaman 1,5 m panjang 1,5 m dan lebar 1 m. Hasil penelitian menunjukkan warna tanah pada kemiringan lahan 8-15% horizon O 7,5 YR 4/1, horizon A 10 YR 6/6, horizon AB 7,5 YR 6/6, horizon Bt 10 YR 7/8 dan horizon Bc 10 YR 7/6, sedangkan kemiringan lahan < 3% horizon A 10 YR 6/8, horizon B 7,5 YR 6/8, horizon Bt 10 YR 7/8 dan horizon Bc 10 YR 7/6. Struktur tanah kemiringan lahan 8-15% gumpal bersudut, sedangkan kemiringan lahan < 3% gumpal membulat. Tekstur tanah kemiringan lahan 8-15% tergolong kriteria kelas tekstur lempung, sedangkan kemiringan lahan < 3% tergolong kriteria kelas tekstur lempung liat berdebu. Bobot isi kemiringan lahan 8-15% adalah 1,07 g/cm3, sedangkan kemiringan lahan < 3% adalah 1,10 g/cm3. Kadar air kapasitas lapangan kemiringan lahan 8-15% adalah 62,90% Vol, sedangkan kemiringan lahan < 3% adalah 54,71% Vol. Porositas total kemiringan lahan 8-15% adalah 68,60%, sedangkan kemiringan lahan < 3% adalah 63,38%. Kemantapan agregat kemiringan lahan 8-15% adalah 71,27%, sedangkan kemiringan lahan < 3% adalah 80%. Konduktivitas hidrolik kemiringan lahan 8-15% adalah 7,95 cm/jam, sedangkan kemiringan lahan < 3% adalah 7,00 cm/jam. Hasil uji t-berpasangan terhadap bobot isi, kadar air kapasitas lapangan, porositas total dan konduktivitas hidrolik pada kemiringan lahan 8-15% dan < 3% tidak berbeda nyata, sedangkan kemantapan agregat berbeda nyata.Kata Kunci: Kemiringan Lahan, Sifat Fisika, Tanah Ultisol
Bioekologi Ikan Baung (Hemibagrus nemurus, Val. 1840) di Hilir Sungai Kapuas Desa Radak Kecamatan Terentang Kabupaten Kubu Raya Manami Nimura; Widadi Padmarsari Soetignya; Inpurwanto Inpurwanto
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 9, No 4 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v9i4.44018

Abstract

This research focuses on the bioecology of Asian Redtail Catfish (Hemibagrus nemurus) in the downstream of the Kapuas River, Radak Village, Terentang Sub-district, Kubu Raya District. It was conducted from June to September 2020. It aims to identify the relationship between biological aspects including distribution and food habits with the habitats of catfish in the downstream of Kapuas River. It used a purposive random sampling method by selecting the research location based on differences in the environmental setting. The research area was divided into three stations consisting of Station I, which is far from residential areas and bordering secondary forest. Station II is the meeting point of Kapuas River and the Creek of Radak River. Then, station III is close to residential areas. The distribution of catfish could be found in all three stations at a certain time with the highest abundance at station II. The food habit of catfish was considered carnivorous with a length of RGL <1 with the main food of shrimps with an IP percentage of 41.55%, followed by fish and insects as complementary foods with an IP percentage of 27.45% and 19.6% respectively. The ISC value of catfish ranged from 0.8-1.9%. The water condition in the downstream of the Kapuas River is still balanced for the life of catfish.
Kajian Pemasaran Jagung serta Pola Kemitraan antara Petani dan Pedagang Pengumpul di Desa Sinar Tebudak Kecamatan Tujuh Belas Kabupaten Bengkayang Rasmi Jusahwalia; Jajat Sudrajat; Imelda Imelda
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 3, No 2: Agustus 2014
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v3i2.6399

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian yang dilakukan di Desa Sinar Tebudak Kecamatan Tujuh Belas Kabupaten Bengkayang adalah untuk mengetahui pola kemitraan antara petani jagung dengan pedagang pengumpul dan untuk mengetahui efisiensi pemasaran pada masing - masing lembaga pemasaran yang terlibat dalam proses pemasaran jagung. Penelitian ini akan dilakukan dengan menggunakan metode survey. Populasi dalam penelitian adalah 39 petani, 14 pedagang pengumpul dan 12 pedagang besar.Pengambilan jumlah sampel penelitian dilakukan dengan menggunakan Simple Random Sampling. Populasi dalam penelitian adalah 39 petani jagung, 4 pedagang pengumpul dan 4 pedagang besar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola kemitraan antara petani jagung dengan pedagang pengumpul yaitu pedagang pengumpul memberi pinjaman berupa modal untuk usahataninya dan petani menjual hasil panen jagung dalam bentuk tongkol ke pedagang pengumpul tersebut. Kemudian pedagang pengumpul menjual jagung dalam bentuk pipilan ke pedagang besar dan berakhir ke konsumen, dan efisiensi pemasaran pada masing - masing lembaga pemasaran yang terlibat dalam proses pemasaran jagung sudah efesien dimana nilai Farmer’s Share lebih besar dari nilai marjin pemasaran (66,66%>33,33%).         Kata Kunci ; Efisiensi Pemasaran Jagung, Marjin Pemasaran, Farmer’s Share.
SOME RESPONSE OF CORN VARIETY ON ALUMINUM POISONING IN ADDITIONAL PHASE Deo Palari; Tantri Palupi; Darussalam Darussalam
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v9i1.36743

Abstract

Natural factors that often become obstacles in corn production are aluminum (Al) poisoning. Al poisoning is a major limiting factor for plant growth and yield, especially corn plants on dry land that reacts sourly in wet tropical regions.  One other alternative that can be done is by using varieties that are well-adapted to the conditions of Al poisoning. Testing of varieties that are resistant to aluminum poisoning can be obtained by testing the germination phase. That’s phase is a fast alternative because it does not require a long time and environmental conditions can be compared to testing until the vegetative and generative phases.This study aims ware to determine the response of several maize varieties on the germination phase of aluminum poisoning. This research was conducted in June 2019 at the Laboratory of Agronomy and Climatology at the Faculty of Agriculture, Tanjungpura University, Pontianak. The experiment used in this study was a single randomized complete design of 5 maize varieties. The treatments used were A = Lamuru, B = Bay Bayur, C = Yellow Srikandi, D = Sukmaraga, E = Bhishma. Observation variables consisted of water content (%), germination (%), vigor index (%), growth rate (% / etmal), root length (cm), plumula length (cm) and normal seed dry weight (g).The results showed that the results of diversity analysis showed that several maize varieties in aluminum stress significantly affected the variable root length and normal seed dry weight, but it did not significantly affect the germination power, index vigor, growth speed, and length of the plumula. Keywords: aluminum, corn, germination
PENGARUH PACLOBUTRAZOL DAN PUPUK UREA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG PULUT HITAM PADA LAHAN SULFAT MASAM. Imam Permana; Basuni Basuni; Nurjani Nurjani
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 11, No 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i3.57852

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh paclobutrazol dan pupuk Urea terhadap pertumbuhan dan hasil jagung pulut hitam di lahan sulfat masam. Penelitian dilaksanakan di Desa Kalimas, Kecamatan  Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya. Penelitian berlangsung dari tanggal 12 Juni 2021 sampai 14 Agustus 2021. Penelitian menggunakan metode eksperimen lapangan Rancangan Blok Terpisah (Split Block) terdiri dari 2 faktor perlakuan. Faktor pertama adalah konsentrasi paclobutrazol dengan 2 taraf perlakuan yaitu : 0 dan 1500 ppm. Faktor kedua adalah dosis pupuk Urea dengan 3 taraf perlakuan yaitu 175, 350, dan 525 kg/ha. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali dan setiap petak terdiri dari 6 sampel tanaman. Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi tinggi tanaman, panjang daun, lebar daun, diameter batang, panjang ruas batang, berat tongkol berkelobot, berat tongkol tanpa kelobot, panjang tongkol tanpa kelobot, jumlah baris biji per tongkol tanpa kelobot, dan diameter tongkol tanpa kelobot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian konsentrasi 1500 ppm paclobutrazol berpengaruh nyata terhadap variabel pertumbuhan tanaman jagung pulut hitam di lahan sulfat masam. Konsentrasi 1500 ppm paclobutrazol secara nyata menurunkan tinggi tanaman, panjang daun, dan panjang ruas batang, serta meningkatkan lebar daun. Meskipun demikian, pemberian paclobutrazol berpengaruh tidak nyata terhadap variabel hasil tanaman jagung pulut hitam di lahan sulfat masam. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa pemberian berbagai dosis pupuk Urea berpengaruh tidak nyata terhadap pertumbuhan tanaman, namun berpengaruh pada hasil taman yaitu panjang tongkol. Dosis 350 kg/ha lebih efektif dalam meningkatkan panjang tongkol. Tidak ada pengaruh interaksi antara paclobutrazol dan pupuk Urea dalam mempengaruhi pertumbuhan dan hasil tanaman jagung pulut hitam.
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL USAHA JASA PENGANGKUTAN TANDAN BUAH SEGAR KELAPA SAWIT (E. guineensis Jacq) DI DESA AMBOYO INTI KECAMATAN NGABANG KABUPATEN LANDAK Devisius Arminus Nurliza Novira Kusrini
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 4, No 1: April 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i1.8700

Abstract

Usaha jasa pengangkutan tandan buah segar kelapa sawit berkembang seiring dengan pesatnya perkembangan perkebunan kelapa sawit. Pada kenyataannya usaha jasa pengangkutan tandan buah segar merupakan usaha yang tidak mudah untuk diusahakan, hal ini dikarenakan banyaknya faktor-faktor yang dapat menghambat kelancaran usaha serta menyebabkan kerugian secara finansial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan finansial usaha jasa pengangkutan tandan buah segar kelapa sawit di Desa Amboyo Inti. Penelitian ini menggunakan analisis finansial dengan 5 kriteria yaitu Net Present Value (NPV), Net Benefit Cost Ratio (Net B/C), Internal Rate of Return (IRR), Payback Period (PP) dan Analisis Sensitivitas. Hasil penelitian menunjukan bahwa usaha dengan menggunakan 1 dan 3 unit kendaraan layak untuk diusahakan, sedangkan usaha dengan 2 unit kendaraan tidak layak untuk diusahakan. Pada usaha dengan 1 unit kendaraan, NPV yang diperoleh sebesar Rp.307.943.970; Net B/C Ratio 1,86, IRR 23,51% dan Payback Period 4,11 tahun. Pada usaha dengan 2 unit kendaraan, NPV yang diperoleh sebesar Rp.-103.088.534; Net B/C Ratio 0,86, IRR 12,00, dan Payback Period 11,29 tahun. Pada usaha dengan 3 unit kendaraan, NPV yang diperoleh Rp.1.196.014.766; Net B/C Ratio 2,09, IRR 26,48, dan Payback Period 3,59 tahun. Analisis Sensitivitas menunjukan bahwa usaha dengan menggunakan 2 unit kendaraan tidak layak untuk diusahakan, sedangkan usaha dengan 1 dan 3 unit kendaraan masih layak untuk diusahakan meskipun terjadi kenaikan biaya operasional, penurunan benefit dan mengalami kenaikan biaya operasional dan penurunan benefit secara bersama-sama.