cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 1,903 Documents
PENGARUH Osmoconditioning DENGAN LARUTAN PEG (Polyethylene Glycol) 6000 TERHADAP VIABILITAS DAN VIGOR BENIH PADI YANG TELAH MENGALAMI KEMUNDURAN Rizqi Norma Sari; Tantri Palupi; Wasi'an Wasi'an
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 9, No 4 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v9i4.42125

Abstract

Benih yang telah mengalami penurunan viabilitas dan vigornya apabila digunakan dalam usaha budidaya tanaman akan memberikan pertumbuhan dan daya tumbuh (viabilitas) yang rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi dan lama perendaman PEG 6000 terhadap viabilitas dan vigor benih padi yang telah mengalami kemunduran. Jenis padi yang digunakan yaitu padi unggul varietas Mekongga. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap yang terdiri dari 9 perlakuan dengan 3 ulangan, setiap ulangan terdiri dari 2 sampel. Terdapat 9 perlakuan yang diberikan yaitu kontrol, 5% PEG 6000 selama 12 jam, 5% PEG 6000 selama 24 jam, 10% PEG 6000 selama 12 jam, 10% PEG 6000 selama 24 jam, 15% PEG 6000 selama 12 jam, 15% PEG 6000 selama 24 jam, 20% PEG 6000 selama 12 jam, 20% PEG 6000 selama 24 jam. Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi kadar air, indeks vigor, keserempakan tumbuh, daya berkecambah, kecepatan tumbuh, panjang akar, panjang plumula, dan berat kering kecambah normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian osmoconditioning PEG 6000 mampu meningkatkan viabilitas dan vigor benih padi yang telah mengalami kemunduran  dengan tolok ukur peningkatan daya berkecambah hingga 22,85% dan vigor 23,33%. Perlakuan Osmoconditioning PEG 6000 dengan konsentrasi 5 - 20% selama 12 - 24 jam efektif dalam meningkatkan viabilitas dan vigor benih padi yang telah mengalami kemunduran.Kata Kunci: padi, PEG 6000, osmoconditioning , viabilitas, vigor. 
UJI ISOLAT MIKORIZA DAN PUPUK SP-36 TERHADAP SERAPAN FOSFAT PADA TANAMAN JAGUNG (Zea mays) DI TANAH GAMBUT Jeri Alpianto Alpianto; Ismahan Umran; Rossie Wiedya Nusantara
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i2.45411

Abstract

ABSTRAKTanah Gambut merupakan tanah yang terbentuk dari akumulasi bahan organik seperti sisa – sisa jaringan tumbuhan dan hewan dan dijenuhi air yang berlangsung dalam kurun waktu yang cukup lama. Tanah gambut memiliki tingkat kesuburan rendah karena kandungan unsur haranya rendah. Jagung merupakan salah satu tanaman yang strategis dan bernilai ekonomi serta mempunyai peluang untuk dikembangkan. Kurang optimalnya pertumbuhan tanaman jagung juga diakibatkan unsur hara yang sulit tersedia seperti fosfor yang bergerak lambat di dalam tanah, sehingga kurangnya kemampuan tanaman menyerap nutrisi P dari dalam tanah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis interaksi antara isolat mikoriza dan pupuk SP-36 dalam penyerapan  P tanaman jagung  pada tanah gambut, menganalisis pengaruh pemberian isolat mikoriza dan pupuk SP-36 terhadap pertumbuhan serapan P tanaman jagung di tanah gambut, dan menentukan dosis kombinasi isolat mikoriza dan Pupuk Sp-36 untuk pertumbuhan serapan P tanaman jagung di tanah gambut. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial terdiri dari dua faktor perlakuan dan tiga ulangan. Faktor pertama, yaitu isolat Mikoriza yang terdiri dari 2 taraf. Faktor kedua, yaitu pupuk SP-36 yang terdiri dari 4 taraf sehingga semuanya terdapat 24 unit percobaan. Berdasarkan hasil penelitian Interaksi antara mikoriza dan pupuk SP-36 dapat meningkatkan kadar P tanaman jagung pada tanah gambut. Pemberian isolat mikoriza dapat meningkatkan tinggi tanaman pada umur 2, 3, 4, 5 minggu, berat kering tanaman, luas infeksi akar, jumlah populasi mikoriza, dan menurunkan pH tanah gambut. Pemberian pupuk SP-36 dapat meningkatkan tinggi tanaman pada umur 3, 4, 5, 6, 7, 8 minggu, diameter batang, P tersedia, P total, jumlah populasi, serapan P tanaman jagung dan menurunkan pH tanah gambut. Dosis kombinasi isolat mikoriza dan Pupuk SP-36 untuk pertumbuhan dan  serapan P tanaman jagung di tanah gambut yaitu 150g mikoriza dan 21g pupuk SP-36 (M1P3). Kata Kunci : Jagung Manis, Mikoriza, Pupuk SP-36,  Tanah Gambut.
PENINGKATAN VIABILITAS BENIH LENGKENG YANG TELAH DISIMPAN DENGAN MENGGUNAKAN MOISTURIZING KNO3 ANDRE WINASCO HALOMOAN NABABAN; DINI ANGGOROWATI; TANTRI PALUPI
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 3, No 3: Desember 2014
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v3i3.6966

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh moisturizing KNO3 dalam meningkatkan  viabilitas benih lengkeng yang sudah mengalami penyimpanan. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Agronomi dan Klimatologi Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Waktu penelitian selama 2 bulan. Penelitian ini menggunakan percobaan dengan pola  Rancangan Acak Lengkap (RAL) tunggal yang terdiri 7 perlakuan dengan 4 ulangan, setiap perlakuan terdiri dari 20 benih lengkeng. Perlakuan  A            ( Kontrol simpan tanpa moisturizing ), B ( Kontrol moisturizing aquades ), C ( Moisturizing KNO3 1 %), D  ( Moisturizing KNO3 2 %), E  ( Moisturizing KNO3 3 %), F ( Moisturizing KNO3 4 %),    T  ( Kontrol langsung tanam tanpa disimpan ) .Variabel yang diamati dalam penelitian ini, yaitu kadar air, daya berkecambah, keserempakan tumbuh, kecepatan tumbuh, indeks vigor. Perlakuan dengan cara moisturizing menggunakan KNO3 mulai dari konsentrasi 2%  sudah mampu untuk meningkatkan DB, KCT, KST terhadap benih lengkeng yang sudah disimpan selama dua hari . Moisturizing KNO3 dengan konsentrasi 2% efektif dalam meningkatkan KST benih, konsentrasi 3% efektif meningkatkan DB, KCT. Semua cara Moisturizing dapat meningkatkan KA benih lengkeng yang telah disimpan selama dua hari.   Kata kunci: Benih lengkeng, Kelembaban,Konsentrasi KNO3, Lama penyimpanan
Pengaruh Jenis Bioaktivator pada Pembuatan Pupuk Organik Cair Limbah Ikan terhadap Pertumbuhan dan Hasil Okra pada Tanah Aluvial Lusia Neni; Dini Anggorowati; Dwi Zulfita
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v9i2.38601

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan jenis bioaktivator pada pembuatan pupuk organik cair limbah ikan terbaik untuk pertumbuhan dan hasil okra (Abelmoschus esculentus L. Moench)  pada tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan dari tanggal 11 Mei 2019 - 25 Agustus 2019 di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu perlakuan jenis pupuk organik cair limbah ikan dengan berbagai bioaktivator yang terdiri dari 5 taraf perlakuan, 5 ulangan dan setiap perlakuan terdiri dari 4 sampel tanaman, sehingga terdapat 100 tanaman. Perlakuan yang dimaksud yaitu: A = Bioaktivator EM-4, B = Bioaktivator Trichoderma sp., C = Bioaktivator M-21, D = Bioaktivator Tangguh, E = Bioaktivator Super.  Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu volume akar (cm3), berat kering tanaman (g), tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), jumlah buah pertanaman (buah), berat buah pertanaman (g), dan panjang buah (cm). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian jenis pupuk organik cair limbah ikan  dengan bioaktivator EM-4, Trichoderma sp., M-21, dan Tangguh sama baiknya dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil okra pada tanah aluvial.   Kata Kunci: Limbah Ikan, Okra, Pupuk Organik Cair, Tanah Aluvial.
STUDI KUALITAS AIR BAGIAN HULU DAS SEBANGKAU AKIBAT PENAMBANGAN EMAS TANPA IZIN DI KECAMATAN TEBAS KABUPATEN SAMBAS feriyanto -; saifudin - rais; rita - hayati
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 5, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v5i1.14172

Abstract

Studi kualitas air merupakan suatu pendekatan atau cara menilai kualitas air suatu sungai.  Hasil studi akan memberikan informasi tentang apakah air sudah tercemar dan kualitasnya menurun sampai ke tingkat tertentu dan menyebabkan air tidak berfungsi sesuai dengan peruntukkan dan kegunaannya.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas fisika dan kimia air di Daerah Aliran Sungai Sebangkau serta mengkelaskan kualitas air sesuai dengan kriteria yang telah di tetapkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001.  Penelitian ini dilakukan pada DAS Hulu Sebangkau Kecamatan Tebas Kabupaten Sambas pada 3 titik pengamatan yaitu pada titik I daerah hulu, titik II daerah lokasi sekitar kegiatan PETI dan titik III daerah hilir, kemudian dilanjutkan dengan menganalisis sampel air di Laboratorium Kualitas Tanah dan Kesehatan Lahan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura dan Laboratorium Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat. Penelitian ini dimulai dari Oktober 2014 sampai dengan Agustus 2015.  Penelitian ini difokuskan pada 9 parameter antara lain : kecerahan, debit aliran, temperatur, total padatan tersuspensi (TSS), total padatan terlarut (TDS), oksigen terlarut (DO), derajat keasaman (pH), chemical oxygen demand (COD) dan merkuri (Hg).  Dari hasil pengamatan dan perhitungan yang telah dilakukan, diperoleh nilai rata-rata : kecerahan pada titik I sebesar 47,07 cm, titik II sebesar 32,33 cm dan titik III sebesar 38,67 cm, temperatur air sungai DAS Sebangkau pada titik I sebesar 25,60C, titik II sebesar 29,80C dan titik III sebesar 27,170C, debit aliran pada titik I sebesar 0,37 m3/detik, titik II sebesar 0,06 m3/detik dan titik III sebesar 4,58 m3/detik, padatan tersuspensi pada titik I sebesar 8,67 mg/liter, titik II sebesar 55 mg/liter dan titik III sebesar 26 mg/liter, padatan terlarut pada titik I sebesar 33,67 mg/liter, pada titik II sebesar 234,93 mg/liter dan titik III sebesar 10,93 mg/liter, oksigen terlarut pada titik I sebesar 4,63 mg/liter, pada titik II sebesar 4,91 mg/liter dan titik III sebesar 5,19 mg/liter, chemical oxygen demand pada ttik I sebesar 55,43 mg/liter, titik II sebesar 32,06 mg/liter dan titik III sebesar 56,95 mg/liter, derajat keasaman atau pH pada titik I sebesar 2,64, titik II sebesar 3,13 dan titik III sebesar 3,89, merkuri atau Hg pada titik I sebesar 0,000133 mg/liter, titik II sebesar 0,0015 mg/liter dan pada titik III sebesar 0,0004 mg/liter.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi DAS Sebangkau tidak masuk dalam mutu air kelas satu berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 untuk parameter seperti pH, TSS, COD, dan Hg sedangkan parameter seperti Temperatur, Kecerahan, Debit Aliran, TDS dan DO masih masuk kedalam batas toleransi mutu air kelas satu.   Kata Kunci : Studi Kualitas Air, DAS, PETI, kelas mutu air, dan parameter.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK NPK DAN PGPR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG PULUT PADA TANAH ALUVIAL Irma Sasmita Adi Putri; Darussalam Darussalam; Rini Susana
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 11, No 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i3.57921

Abstract

Budidaya tanaman jagung pulut di tanah aluvial memiliki beberapa kendala, salah satunya kurangnya unsur hara makro dan mikro, sehingga untuk mengatasi hal tersebut diperlukan pupuk NPK dan PGPR untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil jagung pulut pada tanah aluvial. Penelitian ini bertujuan mengetahui interaksi pemberian dosis pupuk NPK dan konsentrasi PGPR yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung pulut pada tanah aluvial. Penelitian ini berlangsung sejak 25 Februari sampai 28 Mei 2022, dilaksanakan di Jl. Raya Kalimas Hulu, Kec. Sungai Kakap, Kab. Kubu Raya, Kalimantan Barat. Penelitian ini menggunakan faktorial dengan pola Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah NPK (P) sebanyak 3 taraf perlakuan dan faktor kedua adalah PGPR (R) sebanyak 3 taraf perlakuan sehingga jumlah total kombinasi perlakuan sebanyak 9 dan diulang sebanyak 3 kali. Setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Jumlah tanaman setiap bedengan yang diamati 108 dan total tanaman sebanyak 432 tanaman. Faktor pertama yaitu NPK (P) yang meliputi, p1 : NPK 200 kg/ha ≈ dengan 3,6 g/tanaman; p2 : NPK 300 kg/ha ≈ dengan 5,4 g/tanaman; p3 : NPK 400 kg/ha ≈ dengan 7,2 g/tanaman. Faktor Kedua yaitu PGPR (R) yang meliputi, r1 : Konsentrasi PGPR 2% ≈ dengan 20 ml/l; r2 : Konsentrasi PGPR 3% ≈ dengan 30 ml/l; r3 : Konsentrasi PGPR 4% ≈ dengan 40 ml/l. Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah tinggi tanaman, umur berbunga jantan, umur berbunga betina, berat tongkol berkelobot, berat tongkol tanpa kelobot, panjang tongkol, diameter tongkol, jumlah tongkol per petak dan berat tongkol per petak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi pupuk NPK dengan dosis 1,2 g/tanaman ≈ 200 kg/ha dan konsentrasi PGPR 3% ≈ 30 ml/l dapat meningkatkan pertumbuhan tinggi tanaman 6 MST dan berat tongkol berkelobot. Dosis NPK 1,2 g/tanaman ≈ 200 kg/ha merupakan dosis yang efektif untuk pengukuran diameter tongkol, sedangkan konsentrasi PGPR 3% ≈ 30 ml/l merupakan konsentrasi yang efektif untuk tinggi tanaman 6 MST. Kata kunci: Jagung Pulut, PGPR, Pupuk NPK, Tanah Aluvial
Karakteristik Minyak Kasar Biji Kepayang (Pangium Edule) dengan Metode Ekstraksi Menggunakan Pelarut ERLINTRI SEPTI PRASTILI; SULVI PURWAYANTIE; SHOLAHUDDIN SHOLAHUDDIN
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i2.45610

Abstract

Buah kepayang merupakan salah satu bahan baku yang telah dimanfaatkan sebagai sumber minyak nabati edible. Penelitian pembuatan minyak biji kepayang telah banyak dilakukan, akan tetapi dalam pengambilan minyak hanya menggunakan cara fisik (pengempaan) dan pelarut petroleum eter (PE). Pelarut non polar lain yang dapat digunakan adalah heksan. Tujuan penelitian untuk mengetahui karakteristik minyak biji kepayang kasar terbaik dari ekstraksi menggunakan pelarut heksan dan PE. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 1 (satu) faktor perlakuan yaitu rasio kombinasi pelarut heksan dan pelarut PE (5 taraf perlakuan yaitu 100:0, 75:25, 50:50, 25:75, 0:100; 3 kali ulangan). Data yang diperoleh dianalisis dengan anova 5%. jika perlakuan berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji beda nyata jujur (BNJ), Penentuan perlakuan terbaik dilakukan dengan membandingkan nilai pada setiap perlakuan melalui uji Indeks Efektifitas yang memuat hasil analisis fisik kimia dari masing-masing perlakuan menggunakan metode De Garmo. Kombinasi heksan dan PE pada rasio 25:75 merupakan perlakuan terbaik. Kualitas minyak yang dihasilkan yaitu kadar rendemen sebesar 26,95%, angka asam 7,00 mgKOH/g, berat jenis 0,9682 g/ml, bilangan iodin 32,37 mg/g, dan aktivitas antioksidan 20,7917%.         Kata Kunci: ekstraksi, heksan, karakteristik, minyak biji pangi, PE
pengaruh media dan periode simpan terhadap viabilitas benih kedelai martina martina; Tantri palupi; Dini anggorowati
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 3, No 3: Desember 2014
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v3i3.7453

Abstract

ABSTRAK   Benih kedelai merupakan salah satu benih ortodok yang bisa dikeringkan sampai pada kadar air dibawah 10% dan bisa disimpan dalam waktu yang lama. Proses penurunan viabilitas benih akan berjalan dengan cepat jika benih tidak disimpan dengan baik. Usaha dalam mengurangi kemunduran benih tersebut dapat dilakukan dengan perlakuan penyimpanan. Penelitian ini disusun menggunakan rancangan petak terbagi dengan perlakuan petak utama adalah media simpan yang terdiri dari 4 perlakuan yaitu botol kaca, aluminium foil, polietilen, dan kain belacu dan anak petaknya adalah periode simpan yaitu minggu ke-1 sampai ke-11. Setiap perlakuan terdiri dari tiga ulangan dan setiap ulangan terdiri dari dua sampel.Variabel pengamatan terdiri dari kadar air, daya kecambah, indek vigor, kecepatan tumbuh, keserempakan tumbuh, berat kering kecambah normal dan laju perkecambahan. Hasil penelitian terjadi interaksi antara media dan periode simpan pada variabel indeks vigor, kadar air, berat kering kecambah normal dan laju pertumbuhan kecambah. Semua media simpan mampu mempertahankan daya kecambah diatas 80% selama periode simpan 11 minggu. Botol kaca adalah  media terbaik untuk penyimpanan benih kedelai selama 11 minggu.   Kata Kunci : Kedelai, Media, Periode simpan, Viabilitas
KAJIAN PEMBERIAN BIOCHAR DAN PUPUK KANDANG SAPI TERHADAP SERAPAN HARA DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea Mays L.) DI TANAH PASCA PETI Sulakhudin Urai Suci YVI Santi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i2.44892

Abstract

Permintaan jagung manis semakin meningkat setiap tahunnya, satu diantara upaya untuk meningkatkan produksi jagung manis adalah memanfaatkan lahan yang kurang optimal seperti tanah pasca PETI. Tujuan penelitian adalah mengkaji pemberian biochar dan pupuk kandang sapi terhadap serapan hara dan hasil tanaman jagung manis. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan  Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura. Penelitian ini merupakan percobaan faktorial yang disusun dalam rancangan acak lengkap (RAL) dengan perlakuan biochar dan pupuk kandang Sapi. Faktor pertama adalah biochar yang terdiri dari  empat taraf dosis yaitu  tanpa biochar, biochar 6 ton/ha, 12 ton/ha dan 18 ton/ha. Faktor kedua adalah pemberian pupuk kandang dengan empat taraf dosis yaitu tanpa pupuk kandang,  20 ton/ha , 40 ton/ha dan 60 ton/ha pupuk kandang masing-masing diulang sebanyak 3 kali, sehingga terdapat 48 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang sapi sebanyak 60 ton/hektar dan biochar sebanyak 18 ton/hektar dapat meningkatkan serapan N sebesar 16,7%. Pemberian pupuk kandang sapi sebanyak 40 ton/hektar dan biochar sebanyak 18 ton/hektar dapat meningkatkan serapan P dan K berturut-turut sebesar 32,57% dan 39,13%. Pemberian pupuk kandang sapi sebanyak 20 ton/hektar dan tanpa biochar dapat meningkatkan serapan Ca sebesar 3,74%. Hasil tanaman jagung manis berkisar antara 0,3 sampai 1,67 ton/ha akibat pemberian pupuk kandang dan biochar.Kata kunci :     Biochar, Jagung Manis, Pupuk Kandang Sapi, Serapan Hara, Tanah Pasca PETI
PENGARUH PEMBERIAN ABU KAYU DAN PUPUK KALIUM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL LOBAK PUTIH PADA MEDIA GAMBUT Cornelia Fitriani; Rahmidiyani Rahmidiyani; Iwan Sasli
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 11, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i4.58312

Abstract

Peluang pengembangan upaya untuk meningkatkan produktivitas tanaman lobak dapat dilakukan dengan memanfaatkan lahan sub optimal salah satunya adalah lahan gambut. Tanah gambut dihadapkan pada berbagai kendala diantaranya kemasaman tanah yang tinggi, ketersedian hara dan kejenuhan basa yang rendah. Salah satu upaya untuk mengatasi kendala tersebut adalah dengan penggunaan abu kayu. Pemberian abu kayu dapat memperbaiki sifat kimia yakni meningkatkan pH tanah gambut serta memperbaiki sifat biologi yang dapat merangsang aktivitas mikroorganisme guna mempercepat proses dekomposisi bahan organik pada tanah gambut. Perbaikan pH tanah akan meningkatkan ketersediaan hara bagi tanaman dan upaya peningkatan kualitas umbi lobak dapat dilakukan dengan pemberian pupuk kalium. Penelitian bertujuan untuk mencari pengaruh interaksi dan dosis terbaik dari pemberian abu kayu dan pupuk kalium untuk pertumbuhan dan hasil tanaman lobak putih pada media gambut. Penelitian dilaksanakan di Rumah Penelitian Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak di Jalan Prof. H. Hadari Nawawi. Penelitian berlangsung dari tanggal 11 Januari sampai dengan 12 Maret 2021. Penelitian menggunakan Faktorial Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor yaitu abu kayu (A) dan pupuk kalium (P). Setiap perlakuan terdiri dari 9 kombinasi perlakuan dan diulang sebanyak 3 kali dan setiap ulangan terdiri 4 tanaman sampel. Perlakuan terdiri dari a1 (408 g/polybag atau setara dengan 24,5 ton/ha), a2 (558 g/polybag atau setara dengan 33 ton/ha), a3 (705 g/polybag atau setara dengan 42,3 ton/ha), p1 (0,8 g/polybag atau setara dengan 50 kg/ha), p2 (1,6 g/polybag atau setara dengan 100 kg/ha) dan p3 (2,5 g/polybag atau setara dengan 150 kg/ha). Kombinasi perlakuan yang dimaksud yaitu, a1p1, a1p2, a1p3, a2p1, a2p2,a2p3, a3p1, a3p2,dan a3p3. Variabel yang diamati dalam penelitian adalah jumlah daun (helai), berat segar tanaman (g), panjang umbi (cm), diameter umbi (cm), berat segar umbi (g), dan berat kering tanaman (g). Berdasarkan hasil penelitian bahwa tidak terjadi interaksi antara pemberian abu kayu dan pupuk kalium terhadap pertumbuhan dan hasil lobak putih pada media gambut. Pemberian abu kayu dosis 558 g/polybag atau setara dengan 24,5 ton/ha sudah cukup efisien untuk pertumbuhan dan hasil lobak putih pada media gambut. Pemberian pupuk kalium pada berbagai dosis perlakuan memberikan pengaruh yang sama terhadap pertumbuhan dan hasil lobak putih pada media gambut. Kata Kunci : Abu Kayu, Lobak Putih, Media Gambut, Pupuk Kalium