cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 1,903 Documents
The Response to Growth and Yield of Sweet Corn due to the use of Azospirillum sp and N fertilizer on Peat Soil Ikhsan Wahyu Pratama
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 3 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i3.46590

Abstract

Azospirillum sp are non-symbiotic bacteria that can fix N from the air. Urea is a fertilizer that contains macro nutrients, namely nitrogen. This study aims to determine the interaction between Azospirillum sp and the best dose of urea for the growth and yield of sweet corn on peat soil. This research was conducted in Rasau Jaya 2, Patok 34, Wonosari Village from 7 October - 16 December 2020. This study used a factorial randomized block design (RBD) with 2 factors. The first factor is Azospirillum sp with 2 levels, without the application and the application of Azospirillum sp. The second factor is the dose of urea fertilizer with 4 levels, namely 75 kg / ha, 150 kg / ha, 225 kg / ha and 300 kg / ha. The variables observed in this study were plant height, plant dry weight, total leaf area, root volume, diameter of corn cobs, length of corn cobs, weight of corn with husks, weight of corn without husks and weight of corns per plot. There is an interaction between Azospirillum sp and urea fertilizer on the variable weight of corn with husks and the best treatment combination is found in the application of Azospirillum sp and urea fertilizer at a dose of 75 kg / ha. The application of Azospirillum sp gave a significant effect on the variables of total leaf area, weight of corn without husks, diameter of corn cobs and weight per plot. The urea fertilizer treatment had a significant effect on the weight of corn with husks and the diameter of corn cobs, the best dose was found in the urea fertilizer treatment is 75 kg / ha.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG HIJAU TERHADAP PEMBERIAN ABU JANJANG KELAPA SAWIT DAN FOSFOR PADA TANAH ALUVIAL FRANSISKUS JEPRI; Warganda Warganda; Eddy Santoso
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i1.43895

Abstract

       Kacang hijau merupakan salah satu tanaman leguminosae yang cukup penting di Indonesia. Salah satu kendala yang membatasi produktivitas maksimal tanaman kacang hijau adalah derajat keasaman tanah aluvial yang rendah dan kekurangan akan unsur hara. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui interaksi antara abu janjang sawit  dan fosfor terhadap pertumbuhan dan hasil kacang hijau pada tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan di Lahan Praktek Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat pada bulan November 2019 sampai dengan Februari 2020. Penelitian ini menggunakan percobaan faktorial pola rancangan petak terbagi (Splitplot), dimana faktor pertama abu janjang sawit yang terdiri dari 3 taraf yaitu  256 g/petak, 384 g/petak, 512 g/petak. Faktor kedua  yaitu fosfor yang terdiri dari 3 taraf yaitu 8,5 g/petak, 15 g/petak, 21 g/petak. Parameter yang diamati yaitu tinggi tanaman, volume akar, berat kering tanaman, jumlah polong pertanaman, berat kering biji pertanaman, berat kering biji perpetak dan berat kering 100 biji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi antara abu janjang sawit dan fosfor terhadap pertumbuhan dan hasil kacang hijau pada tanah aluvial. Pemberian abu janjang sawit dengan dosis 256 g/petak dan pemberian fosfor 8,5g/petak menunjukan rerata tertinggi jumlah polong pertanaman, berat kering biji pertanaman dan berat kering biji perpetak.
PENGUJIAN PAKET PEMUPUKAN MENTIMUN SISTEM BUDIDAYA JENUH AIR PADA LAHAN SULFAT MASAM Simius Virgiri; Basuni Basuni; Nurjani Nurjani
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 12, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.63719

Abstract

Mentimun salah satu tanaman yang termasuk dalam family Cucurbitaceae (tanaman labu-labuan). Pemupukan mentimun oleh petani pada praktiknya di lapangan masih banyak menggunakan jenis pupuk, pemberian atau cara dan dosis yang berbeda-beda yang diberikan ke tanaman. Upaya peningkatan produktivitas mentimun dapat dilakukan dengan pemupukan menggunakan organik dan anorganik diharapkan dapat memperbaiki kesuburan tanah, mengganti hara yang hilang karena terikat dan tercuci, meningkatkan kualitas dan produksi mentimun. Pengunaan pupuk kandang ayam, Urea, KCl, Phonska, SP-36 dan NPK mutiara dapat meningkatkan ketersedian unsur hara nitrogen, fospat, dan kalium yang dapat meningkatkan produksi dan hasil mentimun. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan paket pemupukan yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil mentimun sistem budidaya jenuh air pada lahan sulfat masam. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kalimas, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya (25 September-05 Desember 2022). Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 5 paket pemupukan dengan 5 ulangan sehingga terdapat 25 unit perlakuan. Setiap unit perlakuan terdiri dari 8 tanaman sampel. Paket pemupukan yang dimaksud yaitu Paket A(Pukan Ayam 10ton/ha, NPK Mutiara 16:16:16 200 kg/ha, Urea 200 kg/ha), Paket B(Pukan Ayam 20 ton/ha, NPK Mutiara 16:16:16 300kg/ha), Paket C(Pukan Ayam 10 ton/ha, Phonska 100 kg/ha, Mutiara 16:16:16 300 kg/ha, Urea 300 kg/ha dan KCl 300 kg/ha), Paket D (Pukan Ayam 4 ton/ha, dolomit 500 kg/ha, SP-36 200 kg/ha, Mutiara 16:16:16 500 kg/ha, Urea 250 kg/ha, KCl 100 kg/ha dan pukan ayam 1,8 ton/ha, Paket E (Dolomit 2.000 kg/ha, Pukan Ayam 20 ton/ha, Urea 950 kg/ha, SP-36 500 kg/ha dan KCl 700 kg/ha). Variabel yang diamati meliputi volume akar, berat kering tanaman, berat buah pertanaman, jumlah buah pertanaman, panjang buah dan diameter buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian paket pemupukan A B C dan E sama baiknya dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil mentimun sistem budidaya jenuh air pada lahan sulfat masam.
Eksplorasi Nematoda Patogen Serangga (NPS) di Areal Tanaman Kelapa Sawit pada Tipe Tanah Berbeda elok trisnawati trisnawati
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 4, No 1: April 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i1.9320

Abstract

ABSTRAKNematoda Patogen Serangga  (NPS) sebagai agens hayati, terdiri atas dua genus yaitu Steinernema dan Heterorhabditis. Nematoda famili Steinernematidae dan Heterorhabditidae bersimbiosis dengan bakteri genus Xenorhabdus dan Photorhabdus. Kemampuan NPS untuk menyebar, mempertahankan diri, menemukan inang dan reproduksi di dalam tanah dipengaruhi oleh tipe tanah, tekstur tanah, pH tanah,  dan bahan organik,  untuk mendapatkan NPS diperlukan kegiatan eksplorasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan jumlah NPS, serta bakteri simbion NPS pada areal tanaman kelapa sawit. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Utama Pengendalian Hayati Balai Proteksi Tanaman Perkebunan Pontianak yang berlangsung dari bulan Agustus sampai November 2014. Isolasi NPS dilakukan dari lahan gambut, berpasir dan PMK. NPS diperoleh melalui dua tahap yaitu “baiting” dan “white trap” dan selanjutnya NPS yang diperoleh dihitung populasinya, diidentifikasi secara morfologi dan uji gram bakteri. Hasil dari isolasi metode “baiting”didapatkan persentase kematian larva T. molitor paling tinggi terdapat pada lahan berpasir. NPS pada lahan gambut didapatkan spesies Steinernema carpocapsae, sedangkan pada lahan PMK dan berpasir merupakan spesies S. siamkayai . Jumlah rata-rata NPS tertinggi terdapat pada lahan gambut. Ukuran NPS yang terpanjang dan terlebar terdapat pada lahan gambut. Bakteri simbion yang terdapat pada NPS dari ketiga isolat lahan merupakan bakteri Xenorhabdus sp. Kata kunci : Eksplorasi, Kelapa sawit, Nematoda patogen serangga.
PENGARUH KONSENTRASI HERBISIDA 2,4 D TERHADAP PERTUMBUHAN CENDAWAN Metarhizium anisopliae (Metsch.) SECARA In Vitro Maya Perwitasari; Indri Hendarti; Sarbino Sarbino
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 3, No 2: Agustus 2014
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v3i2.5355

Abstract

Metarhizium anisopliae (Metsch.) merupakan salah satu cendawan entomopatogen. Cendawan ini banyak ditemukan didalam tanah. Salah satu faktor penghambat pertumbuhan M. anisopliae (Metsch.) adalah adanya senyawa kimia. Herbisida 2,4 D merupakan herbisida sintetik untuk mengendalikan gulma. Herbisida 2,4 D selain beracun terhadap gulma, herbisida ini diduga juga dapat bersifat racun terhadap M. anisopliae (Metsch.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi herbisida 2,4 D terhadap pertumbuhan M. anisopliae (Metsch.) secara in vitro. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Penyakit Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura dengan metode peracunan media. Konsentrasi herbisida 2,4 D yang digunakan adalah 0,02%, 0,15%, 0,20%, 0,40%, 0,50% tiap-tiap perlakuan diulang lima kali. Pengamatan dilakukan mulai dari hari ke 4 setelah isolasi, dengan selang waktu dua hari selama 14 hari. Variabel pengamatan meliputi rata-rata diameter pertumbuhan, hari terbentuknya spora, jumlah spora dan morfologi cendawan secara makro dan mikro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi maka pertumbuhan diameter cendawan semakin terhambat, pembentukan spora menjadi terhambat dan jumlah spora menjadi berkurang, namun konsentrasi herbisida tidak berpengaruh terhadap bentuk spora. Kata Kunci :Daya hambat cendawan, Herbisida 2,4 D, Metarhizium anisopliae
STUDI SIFAT FISIKA TANAH GAMBUT PADA TIGA PENGGUNAAN LAHAN DI DESA RASAU JAYA I KECAMATAN RASAU JAYA KABUPATEN KUBU RAYA Asep Feryansyah, Junaidi, Ismahan Umran
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 11, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i2.52904

Abstract

ABSTRAK Tipe penggunaan lahan gambut yang berbeda mengakibatkan perubahan sifat fisika tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perbedaan beberapa sifat fisika tanah gambut pada tiga penggunaan lahan di Desa Rasau Jaya I Kecamatan Rasau Jaya Kabupaten Kubu Raya. Penelitian dilakukan di 3 lahan yang berbeda yaitu kelapa sawit (S), jagung (J), dan semak belukar (B). Setiap penggunaan lahan ada 5 titik pengamatan, jadi total jumlah sampel yang diambil ada 15 sampel. Analisis data menggunakan Uji-t tidak berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan sifat fisika tanah gambut pada semua parameter pada tiga penggunaan lahan. Hasil Uji-t menunjukkan bahwa pada penggunaan lahan sawit memiliki kadar serat gambut terendah yaitu 16,34 %, dan permeabilitas tanah yang terendah yaitu 1,13 cm/jam. Pada penggunaan lahan jagung memiliki bobot isi tanah yang tertinggi sebesar 0,34 g/cm3, kadar air kapasitas lapang yang terendah yaitu 61,22 %Volumetrik, dan porositas total tanah yang terendah yaitu 72,17 %. Pada penggunaan lahan semak belukar memiliki kadar serat gambut yang tertinggi sebesar 32,88 %, bobot isi tanah gambut yang terendah yaitu 0,14 g/cm3, kadar air kapasitas lapang yang tertinggi sebesar 79,87 %Volumetrik, porositas total tanah yang tertinggi sebesar 88,51 %, dan permeabilitas tanah yang tertinggi sebesar 2,99 cm/jam.Kata kunci: Tanah gambut, sifat fisika tanah, penggunaan lahan.
PENGARUH PUPUK HAYATI PGPR DAN PUPUK KANDANG AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI PADA TANAH PMK Zulfika Apriaji Anugrah Pratama; Surachman Surachman; Iwan Sasli
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 12, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.69458

Abstract

Peningkatan produksi kedelai di Kalimantan Barat dapat dilakukan melalui penggunaan tanah marjinal Podsolik Merah Kuning (PMK). Kendala sifat fisik tanah dapat diperbaiki dengan pemberian pupuk hayati PGPR dan pupuk kandang ayam sebagai amelioran dan pengikat hara yang akan digunakan tanaman ketika membutuhkan unsur hara, kemudian hara dilepas perlahan sesuai kebutuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis interaksi PGPR dan Pupuk Kandang Ayam terbaik bagi pertumbuhan dan hasil kedelai pada tanah PMK. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial yang terdiri dari 8 taraf perlakuan dan 3 ulangan, masing-masing ulangan terdiri dari 4 sampel sehingga terdapat 96 tanaman. Perlakuan terdiri dari p0k1 = Tanpa PGPR dan 200 g pupuk kandang ayam, p0k2 = Tanpa PGPR dan 150 g pupuk kandang ayam, p0k3 = Tanpa PGPR dan 100 g pupuk kandang ayam, p0k4 = Tanpa PGPR dan 50 g pupuk kandang ayam, p1k1 = dengan PGPR dan 200 g pupuk kandang ayam, p1k2 = dengan PGPR dan 150 g pupuk kandang ayam, p1k3 = dengan PGPR dan 100 g pupuk kandang ayam, dan p1k4 = dengan PGPR dan 50 g pupuk kandang ayam. Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, umur berbunga, berat kering tanaman, presentase jumlah bintil akar efektif, berat 100 biji kering tanaman, jumlah polong isi pertanaman, berat biji kering pertanaman, volume akar, dan eksplorasi dan karakterisasi PGPR. Hasil penelitian menunjukkan pemberian PGPR dan pupuk kandang ayam dengan dosis 150 g/polybag memberikan pertumbuhan hasil kedelai yang terbaik pada tanah Podsolik Merah Kuning.
PENGARUH KONSENTRASI AB MIX TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KUBIS BUNGA DENGAN SISTEM HIDROPONIK SUBSTRAT Blasius Tresko Frasetiawan; Setia Budi; Agus Hariyanti
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 12, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i2.62288

Abstract

Faktor yang mempengaruhi sistem produksi tanaman adalah larutan nutrisi yang menjadi penentu penting dalam menentukan hasil dan kualitas tanaman. Pemberian nutrisi dalam budidaya hidroponik harus memperhatikan konsentrasi yang diaplikasikan terhadap tanaman. Pemilihan konsentrasi perlu dilakukan untuk mendapatkan konsentasi yang tepat yang dapat dilakukan melalui pengujian di lapangan menggunakan sistem hidroponik substrat agar mengetahui konsentrasi terbaik untuk pertumbuhan dan hasil kubis bunga.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi AB Mix terhadap pertumbuhan dan hasil kubis bunga dengan sistem hidroponik substrat. Untuk mendapatkan konsentrasi AB Mix yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil kubis bunga dengan sistem hidroponik substrat. Untuk mengetahui hubungan korelasi antara variabel pengamatan terhadap pertumbuhan dan hasil kubis bunga dengan sistem hidroponik substrat.Penelitian ini dilaksanakan di Green House Aloe Vera Center, Jl. Budi Utomo No. 29, Siantan Hulu, Pontianak, Kalimantan Barat. Waktu penelitian ini berlangsung pada tanggal 04 April – 29 Juni 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan pemberian nutrisi AB Mix yang terdiri dari 5 perlakuan, masing-masing perlakuan dilakukan ulangan sebanyak 4 kali dan setiap perlakuan terdapat 5 sampel tanaman sehingga terdapat 100 satuan percobaan. Perlakuan konsentrasi yang dimaksud adalah sebagai berikut: a0 = AB Mix Good Plant = 1000 ppm (kontrol), a1 = AB Mix BL = 800 ppm, a2 = AB Mix BL = 1000 ppm, a3 = AB Mix BL = 1200 ppm, a4 = AB Mix BL = 1400 ppm. Variabel yang diamati sebagai berikut: tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), volume akar (cm3), luas daun (cm2), berat kering tanaman (g), berat segar bunga/krop (g), dan diameter krop (cm).Hasil penelitian menunjukan bahwa konsentrasi AB Mix dapat meningkatkan pertumbuhan kubis bunga pada variabel tinggi tanaman dan jumlah daun pada umur 2, 3, dan 4 MST, serta berat kering tanaman. Konsentrasi nutrisi AB Mix Good Plant 1000 ppm (kontrol) dan AB Mix BL 1000 ppm memberikan hasil terbaik pada berat segar bunga/krop tanaman kubis bunga. Hasil korelasi pengaruh AB Mix antara variabel diameter krop dan berat segar bunga/krop menunjukan hubungan korelasi yang tinggi dengan nilai analisis pearson sebesar 0,684. Hubungan kedua variabel juga signifikan dilihat dari angka signifikasi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,001.
ANALISIS PERSEPSI ANGGOTA TERHADAP KUALITAS PELAYANAN PADA KOPERASI KREDIT (CREDIT UNION) TRI TAPANG KASIH DI KANTOR TEMPAT PELAYANAN PUSAT SEJIRAM KABUPATEN KAPUAS HULU flaviana arke; novira kusrini; imelda imelda
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 3, No 2: Agustus 2014
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v3i2.6320

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui persepsi petani terhadap kualitas pelayanan Koperasi Kredit (Credit Union) Tri Tapang Kasih di Kantor Tempat Pelayanan Pusat Sejiram Kabupaten Kapuas Hulu, dan (2) mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan persepsi petani terhadap kualitas pelayanan pada Koperasi Kredit (Credit Union) Tri Tapang Kasih di Kantor Tempat Pelayanan Pusat Sejiram Kabupaten Kapuas Hulu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan lokasi penelitian di Kantor Tempat Pelayanan Pusat Koperasi Kredit (Credit Union) Tri Tapang Kasih Sejiram Kabupaten Kapuas Hulu. Pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling dari jumlah anggota yang masih aktif yaitu 100 orang petani responden. Untuk menganalisis hubungan antara faktor pembentuk persepsi dengan persepsi petani terhadap kualitas pelayanan Koperasi Kredit (Credit Union) Tri Tapang Kasih digunakan uji Chi Square dengan program SPSS 18,00 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi petani terhadap kualitas pelayanan Koperasi Kredit (Credit Union) Tri Tapang Kasih berada dalam kategori baik. Hasil analisis mengenai hubungan antara faktor karakteristik dengan persepsi petani terhadap kualitas pelayanan Koperasi Kredit (Credit Union) Tri Tapang Kasih menunjukkan bahwa usia berhubungan dengan persepsi petani terhadap kualitas pelayanan pada Koperasi Kredit (Credit Union) Tri Tapang Kasih Sejiram pada taraf signifikan 95% dan nilai ρvalue lebih kecil dari 0,05. Kata Kunci : Koperasi Kredit (Credit Union) Tri Tapang Kasih, Kualitas Pelayanan, Konsep Persepsi  
PENINGKATAN VIABILITAS DAN VIGOR BENIH PORANG MELALUI BERBAGAI MEDIA MATRICONDITIONING Helda Esteria Octaviani Hosiana Siregar; Tantri Palupi; Agus Ruliyansyah
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 11, No 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i3.57623

Abstract

Porang (Amorphophallus onchophyllus) adalah komoditi tanaman yang termasuk ke dalam famili Araceae dan merupakan tumbuhan semak (herba) dengan umbi tunggal di dalam tanah. Tanaman porang saat ini sedang eksis karena khasiatnya sehingga banyak dicari, banyak orang berlomba-lomba menanamnya karena memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Secara generatif perkembangbiakan porang dapat menggunakkan biji atau buah. Benih tanaman porang mengalami masa istirahat/dormansi selama 1-2 bulan sejak mulai memasuki musim tanam, selain itu pertumbuhannya tidak seragam, untuk mengatasi hal tersebut tanaman porang diperlukan perlakuan khusus untuk meningkatkan viabilitas dan vigor benih porang. Meningkatkan viabilitas dan vigor benih dapat diusahakan dengan memaksimalkan perlakuan matriconditioning, adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui media matriconditioning yang terbaik dalam meningkatkan viabilitas dan vigor benih porang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor yang diteliti adalah Media Matriconditioning, terdiri dari 4 perlakuan diulang sebanyak 6 kali. Perlakuan dimaksud adalah: A= Kontrol (tanpa perlakuan), B= 10 biji porang + 1,7 gr abu kayu + 0,6 ml air, C= 10 biji porang + 1 gr abu sekam padi  + 0,6 ml air, D= 10 biji porang + 1 gr abu tempurung kelapa + 0,5 ml air. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perlakuan berbagai media matriconditioning terhadap perkecambahan benih porang tidak memberikan pengaruh nyata pada variabel indeks vigor, keserempakan tumbuh, daya berkecambah, kecepatan tumbuh, dan panjang radikula, tetapi hanya berpengaruh nyata terhadap variabel panjang plumula yaitu pada perlakuan kontrol, abu kayu halus + air, abu sekam padi halus + air berbeda nyata dengan perlakuan abu tempurung kelapa + air. Sehingga hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa belum ditemukan media matriconditioning terbaik untuk meningkatkan viabilitas dan vigor benih porang. Hal ini disebabkan karena perlakuan yang diberikan pada benih porang kurang tepat, benih yang digunakan sudah memasuki waktu untuk berkecambah, sehingga memberikan respon yang sama bagi semua perlakuan.Kata kunci: Abu kayu, Abu sekam padi, Abu tempurung kelapa, Matriconditioning, Porang