cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 1,903 Documents
PERTUMBUHAN DAN HASIL BEBERAPA AKSESI UBI JALAR DI TANAH ALUVIAL Ananda, Augia Rahma; Sulistyowati, Henny; Arifin, Nur
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i1.80671

Abstract

Ubi jalar memiliki jenis yang beragam, masing-masing dengan ciri tersendiri baik dari segi morfologi maupun potensi hasil. Morfologi tanaman ubi jalar yang beragam di antaranya adalah bentuk daun, ukuran dan warna ubinya. Tanaman ubi jalar juga memiliki potensi hasil yang beragam. Potensi hasil ubi jalar di Kalimantan Barat yang cukup tinggi yaitu ubi jalar ungu dan oranye karena kedua jenis ubi ini banyak diminati konsumen dan tumbuh dengan baik di lingkungan wilayah Kalimantan Barat. Tanah aluvial dapat dijadikan media tanam untuk budidaya ubi jalar asalkan faktor pembatasnya diatasi. Pemberian kompos untuk memperbaiki struktur tanah, dolomit untuk memperbaiki pH tanah, dan pupuk untuk menambah unsur hara dalam tanah merupakan upaya yang dapat dilakukan untuk menciptakan media tanam yang baik bagi ubi jalar. Penanaman berbagai aksesi ubi jalar pada tanah aluvial mungkin saja memberikan produksi dan hasil yang berbeda-beda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya keragaman pertumbuhan dan hasil produksi dari delapan aksesi ubi jalar pada tanah aluvial dan mengetahui aksesi ubi jalar yang memiliki pertumbuhan dan hasil terbaik pada tanah aluvial. Penelitian telah dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura Pontianak yang berlangsung selama 3 bulan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 8 perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali. Perlakuan yang dimaksud adalah delapan aksesi ubi jalar, yaitu ARF 01, ARF 02, ARF 03, ARF 05, ARF 06, ARF 08, ARF 09, dan ARF 10. Hasil penelitian menunjukkan terdapat keragaman pertumbuhan pada variabel   panjang sulur dan jumlah cabang, sementara terhadap variabel hasil tidak terdapat keragaman. Secara statistik, jumlah umbi paling banyak pada aksesi ARF-02, ARF-09 dengan panjang umbi terpanjang, ARF-08 dengan diameter umbi terbesar, dan ARF-10 dengan bobobt umbi per tanaman terberat.
PENGARUH PUPUK KANDANG AYAM DAN NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG DAUN PADA LAHAN SULFAT MASAM DENGAN SISTEM BUDIDAYA JENUH AIR Pratama, Rio Febry; Nurjani, Nurjani; Basuni, Basuni
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i1.85169

Abstract

Permasalahan utama tanah sulfat masam untuk budidaya tanaman adalah kandungan pirit yang terdapat pada tanah tinggi sehingga dapat menyebabkan keracunan bagi tanaman jika mengalami oksidasi, selain itu tanah sulfat masam juga memiliki pH yang rendah, miskin hara, dan kandungan Al dan Fe yang tinggi serta memiliki sifat fisik yang kurang baik. Pemberian bahan organik dan anorganik seperti pemberian pupuk kandang ayam dan pupuk NPK diharapkan mampu memperbaiki struktur tanah dan menyediakan ketersediaan unsur hara untuk tanaman. Penelitian ini dilakukan untuk menemukan dosis kombinasi pupuk kandang ayam dan NPK yang memberikan pertumbuhan dan hasil yang terbaik pada bawang daun dengan sistem budidaya jenuh air. Penelitian dilaksanakan di Golden River Camp yang berlokasi di Desa Kalimas, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, penelitian ini berlagsung sejak Maret "“ Juni 2024. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial, terdiri 2 Faktor yaitu dosis pupuk kandang ayam (K) dengan 2 taraf dan dosis pupuk NPK (N) dengan 3 taraf sehingga diperoleh 6 kombinasi perlakukan dan masing-masing perlakukan diulang sebanyak 4 kali, terdiri dari 4 sampel tanaman, sehingga total tanaman yang diperoleh sebanyak 96 tanaman. Faktor pertama pemberian pupuk kandang ayam (K) terdiri dari (k1)= 5 ton/ha setara dengan 0,9 kg/petak (k2) = 10 ton/ha setara dengan 1,8 kg/petak, Faktor kedua   pemberian pupuk NPK (N) terdiri dari :   (n1) = 200 kg/ha setara dengan 3,5 g/tanaman, (n2) = 400 kg/ha setara dengan 7 g/tanaman, (n3 600 kg/ha setara dengan 10,5 g/tanaman. Variabel yang diamati dalam penelitian ini terdiri atas tinggi tanaman(cm), jumlah daun(helai), volume akar(ml), jumlah anakan, berat segar(gr), berat kering tanaman(gr). Hasil penelitian menunjukan pemberian pupuk kandang ayam dan pupuk NPK tidak memberikan pengaruh nyata terhadap variabel pertumbuhan dan hasil tanaman Bawang Daun  kecuali pada variabel volume akar dengan dosis pupuk kandang ayam 5 ton/ha pada lahan sulfat masam dengan sistem budidaya jenuh air
PENGARUH BOKASHI DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN KELAPA SAWIT DI PRE NURSERY PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Wahyudi, Erwin; Warganda, Warganda; Asnawati, Asnawati
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i1.88011

Abstract

Pembibitan adalah salah satu kegiatan agronomis penting pada proses budidaya kelapa sawit, kualitas bibit yang dihasilkan di pembibitan akan menentukan keberhasilan pada saat bibit dipindahkan ke lapangan. Pembibitan kelapa sawit dikenal dengan istilah double stage atau sistem pembibitan dua tahap. Tahap pembibitan awal (Pre nursery) berlangsung pada umur 1-3 bulan. Media tanah berperan penting sebagai tempat media tumbuhnya bibit kelapa sawit. Upaya untuk meningkatkan kesuburan tanah dapat dilakukan dengan pemberian pupuk NPK guna memperkaya unsur hara yang di perlukan untuk pertumbuhan tanaman serta perbaikan struktur tanah dengan pemberian bokashi Mucuna breacteata. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan dosis interaksi yang terbaik antara bokashi Mucuna bracteata dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit di pre nursery pada tanah PMK. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Garu, Kecamatan Mempawah Hulu, Kabupaten Landak pada tanggal 13 Juni "“ 30 September 2023. Penelitian ini menggunakan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 Faktor.  Faktor pertama bokashi Mucuna breacteata dan Faktor kedua yaitu pupuk NPK dengan masing-masing sebanyak 3 taraf perlakuan sehingga total kombinasi perlakuan sebanyak 9 dan diulang 3 kali dengan setiap kombinasi perlakuan menggunakan 4 tanaman sampel. Faktor pertama yaitu bokashi Mucuna breacteata: m1 = 10 g/polybag setara dengan 10 ton/ha,  m2 = 20 g/polybag setara dengan 20 ton/ha  dan m3 = 30 g/polybag setara dengan 30 ton/ha. Faktor kedua yaitu pupuk NPK: n1 = 5 g/polybag, n2 = 10 g/polybag  dan  n3 = 15 g/polybag. Pelaksanaan penelitian meliputi persiapan lokasi penelitian dan pembuatan naungan, pembuatan bokashi Mucuna bracteata, persiapan media tanam, pemberian kapur dan bokashi, pemberian pupuk NPK, penanaman, dan pemeliharaan. Variabel penelitian meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, volume akar, diameter batang, berat basah dan berat kering tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis bokashi Mucuna 30 ton/ha dan pupuk NPK 15 g/polybag merupakan dosis yang baik untuk pertumbuhan kelapa sawit di pre nursery pada tanah PMK.
PREDIKSI TINGKAT BAHAYA EROSI DAN TINDAKAN KONSERVASI TANAH PADA PERKEBUNAN KARET RAKYAT DI KELURAHAN NYARUNGKOP KECAMATAN SINGKAWANG TIMUR Sakti, Ingdwi Lara; Riduansyah, Riduansyah; Chandra, Tino O
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i4.82717

Abstract

Penggunaan lahan berpengaruh terhadap tingkat bahaya erosi dalam suatu wilayah. Tujuan penelitian ini menganalisis tingkat bahaya erosi pada perkebunan karet rakyat di Kelurahan Nyarungkop Kecamatan Singkawang Timur untuk mengupayakan kelestarian pertanian berkelanjutan. Pengambilan sampel tanah menggunakan teknik purposive sampling. Titik pengamatan diambil sebanyak 6 sampel berdasarkan vegetasi, jenis tanah, dan kelas lereng yang didapat dari overlay satuan lahan. Setiap satuan lahan diambil 2 ring sampel tanah untuk diuji di laboratorium. Kemudian, data dianalisis menggunakan persamaan Universal Soil Loss Equation (USLE) dan Analisis Bahaya Erosi (TBE). Hasil yang didapat pada lokasi penelitian memiliki tingkat erosi yang sangat rendah, sehingga tindakan konservasi yang diberikan pada lahan tersebut cukup menggunakan teras tradisional.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN GAMBAS TERHADAP PEMBERIAN PUPUK KANDANG KAMBING DAN TRICHODERMA SP. PADA TANAH GAMBUT Apriani, Salbina; Surachman, Surachman; Darussalam, Darussalam
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i1.88277

Abstract

Permasalahan budidaya gambas pada tanah gambut diantaranya pH masam dan ketersediaan unsur hara yang rendah. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu dengan menggunakan pupuk kandang kambing sebagai penyedia unsur hara sekaligus untuk memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah, serta penambahan Trichoderma sp. sebagai pengurai pupuk kandang kambing. Penelitian ini dilaksanakan di lahan Asrama Bengkayang, Jl. Sepakat II, Pontianak yang berlangsung pada tanggal 1 Agustus 2024 sampai dengan 30 September 2024. Penelitian ini menggunakan rancangan petak terbagi (split plot design) RAL yang terdiri dari petak utama (main plot) perlakuan Trichoderma sp. (T) terdiri dari 2 taraf yaitu t0 = tanpa pemberian Trichoderma sp. dan t1 = dengan pemberian Trichoderma sp. Anak petak (sub plot) pemberian Pupuk Kandang Kambing (K) terdiri dari 3 taraf yaitu k1 = 700g/polybag, k2 = 800g/polybag dan k3 = 900g/polybag. Faktor perlakuan diulang sebanyak 4 kali, dengan masing-masing ulangan terdiri dari 4 sampel sehingga terdapat 96 sampel tanaman. Variabel pengamatan yang diamati dalam penelitian ini yaitu volume akar, berat kering tanaman, jumlah buah/tanaman, berat buah/buah, berat buah/tanaman, panjang buah/tanaman, dan diameter buah/tanaman.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan dengan pemberian pupuk kandang kambing 800g/polybag setara 40 ton/ha merupakan perlakuan terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil gambas pada tanah gambut. Memberikan peningkatan hasil panen sebesar 8% dari perlakuan pemberian pupuk kandang kambing dosis 700g/polybag setara 35 ton/ha. Tidak terdapat interaksi antara pupuk kandang kambing dan Trichoderma sp. dalam membengaruhi semua variabel penelitian.
IDENTIFIKASI SIFAT KIMIA TANAH PADA AREAL PENAMBANGAN KAOLIN DI DESA PAWANGI KECAMATAN CAPKALA KABUPATEN BENGKAYANG Mahendra, Dimas; Sulakhudin, Sulakhudin; Chandra, Tino Orciny
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i4.69959

Abstract

Kaolin merupakan bahan tambang alam yang termasuk dalam jenis tanah lempung (clay) dimana mineral penyusun utamanya adalah kaolinit. Tanah lempung jenis kaolin berwarna putih atau putih keabu-abuan. Di alam kaolin berasal dari dekomposisi feldspar, sebagai bahan tambang, kaolin bercampur   dengan oksida lainnya seperti magnesium oksida, kalsium oksida, kalium oksida dan lain-lain. Kegiatan penambangan tersebut dilakukan oleh perusahaan bersama dengan masyarakat dan menggunakan cara-cara penambangan mekanisasi yaitu eksavator. Penambangan yang dilakukan juga mengakibatkan lingkungan menjadi rusak apabila aktivitas penambangan telah berakhir. Akibatnya lahan-lahan bekas tambang seringkali menjadi kawasan yang gersang lahan menjadi lahan yang tidak produktif lagi dan menjadi miskin vegetasi, sehingga tumbuhan tidak dapat berkembang dengan baik karena rendah nya unsur hara, maka perlu di analisis lebih lanjut untuk mengetahui status kesuburan dan sifat kimia pada lahan pasca tambang kaolin. Penelitian akan dilakukan di Desa Pawangi Kecamatan Capkala Kabupaten Bengkayang Kalimantan Barat, di lokasi tersebut terdapat beberapa lahan bekas pertambangan kaolin yang di biarkan secara terlantar. Setelah penambangan kaolin berakhir, lahan tersebut tidak lagi diperdulikan dan dibiarkan begitu saja, sehingga tanah tersebut menjadi rusak.
KETERSEDIAAN HARA, SERAPAN HARA N, P, K DAN KARAKTER PERTUMBUHAN JAGUNG PADA TANAH SULFAT MASAM AKIBAT PEMBERIAN KOMPOS BERBAHAN DASAR TKKS Ghazali, Fardhoni; Zulfita, Dwi; Surachman, Surachman
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i1.87618

Abstract

Tanaman jagung (Zea mays L.) merupakan sumber bahan pangan pokok utama setelah beras. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan komposisi kompos berbahan dasar tandan kosong kelapa sawit yang terbaik terhadap ketersediaan hara, serapan Hara N, P, K dan karakter pertumbuhan jagung pada tanah Sulfat Masam. Tanah yang digunakan adalah tanah sulfat masam. Penelitian dilaksanakan di Jl. Racana UNTAN, Kecamatan Pontianak Tenggara, Kota Pontianak. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai Juni 2024. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan komposisi kompos Tandan Kosong Kelapa sawit (TKKS)   dan 7 ulangan. Masing-masing perlakuan terdapat 4 tanaman sampel. A = 100% TKKS + dekomposer jamur Penicilium dan jamur-jamur dari class Basidiomycetes + dedak 10%, B = 70 % TKKS + 30% Hijauan Daun Gamal + dekomposer jamur Penicilium dan jamur-jamur dari class Basidiomycetes + dedak 10% C = 70 % TKKS + 30 % Hijauan Daun dan batang Mimosa air + dekomposer jamur Penicilium dan jamur-jamur dari class Basidiomycetes + dedak 10%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ketersediaan hara setelah inkubasi pada lahan penelitian termasuk kriteria sangat rendah sampai tinggi, serta Pemberian perlakuan kompos TKKS + dedak + daun gamal dapat meningkatkan serapan hara N, P, K dan pertumbuhan jagung pada tanah Sulfat Masam.
PENGARUH BOKASI KULIT RAMBUTAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TERUNG UNGU (Solanum melongena L.) PADA TANAH ALLUVIAL Ayu, Yulia Sri; Radian, Radian; Sasli, Iwan
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i1.88665

Abstract

Budidaya tanaman terung ungu (solanum melongena L.) pada tanah alluvial dihadapkan pada masalah sifat fisik, kimia dan biologi tanah yang kurang baik, dan kandungan bahan organik rendah dengan tingkat keasaman tanah (pH) yang rendah, sehingga perlu dilakukan upaya peningkatan produktivitas tanah alluvial yaitu dengan penambahan bahan organik seperti bokasi kulit rambutan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis bokasi kulit rambutan yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terung ungu pada tanah alluvial. Penelitian dilaksanakan di lokasi yang terletak di Jalan Budi Utomo, Komplek Taman Anggrek, Siantan Hilir, Pontianak Utara, Kota Pontianak yang berlangsung pada tanggal 19 Maret 2020 "“ 20 Juli 2020. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dengan 4 ulangan dan tiap ulangan terdiri dari 4 sampel tanaman, sehingga dihasilkan 80 tanaman yang disusun dengan jarak 50 cm × 60 cm antar polybag.. Perlakuan penelitian ini adalah 600 g/polybag pupuk kandang sapi setara dengan 20 ton/ha (kontrol), 300 g/polybag bokasi kulit rambutan setara dengan 10 ton/ha, 600 g/polybag bokasi kulit rambutan setara dengan 20 ton/ha, 900 g/polybag bokasi kulit rambutan setara dengan 30 ton/ha dan 1200 g/polybag bokasi kulit rambutan setara dengan 40 ton/ha. Variabel penelitian yang diamati meliput tinggi tanaman (cm), waktu berbunga (HST), volume akar (cm3), berat kering tanaman (g), jumlah buah per tanaman (buah), berat buah per buah (g), berat buah per tanaman (g), panjang buah (cm) dan diameter buah (cm). Pemberian bokasi kulit rambutan dengan dosis 900 g/polybag memberikan hasil yang baik yaitu mampu memberikan waktu berbunga tercepat, berat kering tanaman dan diameter buah tertinggi sedangkan berat buah per buah dan berat buah per tanaman tertinggi pada pemberian bokasi kulit rambutan dengan dosis 300 g/polybag.
PENGARUH KOMBINASI ASAM HUMAT DAN NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH PADA TANAH ALUVIAL Kurniawan, Yohanes Jordy; Surachman, Surachman; Palupi, Tantri
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i4.86527

Abstract

Prospek budidaya bawang merah cukup baik karena memiliki nilai ekonomis yang baik dan mengingat fungsinya sebagai bumbu penyedap masakan yang digunakan sehari-hari membuat bawang merah menjadi salah satu komoditas pokok pertanian yang perlu diperhatikan agar kebutuhan konsumsi bawang merah nasional dapat tercukupi. Tanah Aluvial yang digunakan sebagai media tanam dihadapkan pada berbagai kendala yaitu berupa sifat fisik dan kimia tanah yang kurang baik. Peningkatan produksi tanaman bawang merah di tanah aluvial dapat ditingkatkan melalui kegiatan intensifikasi. Upaya intensifikasi yang dapat dilakukan yaitu dengan cara pemberian pupuk yang dikombinasikan yaitu pupuk organik asam humat dan pupuk anorganik NPK. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan dosis terbaik dari kombinasi asam humat dan NPK terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah pada tanah aluvial. Penelitian dilaksanakan di Jl. Sungai Raya Dalam, dimulai dari bulan November 2023 sampai Januari 2024. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 7 perlakuan dengan 4 ulangan. Perlakuan pertama yaitu, AH 6 kg/ha + NPK 125 kg/ha, AH 5 kg/ha + NPK 150 kg/ha, AH 4 kg/ha + NPK 175 kg/ha, AH 3 kg/ha + NPK 200 kg/ha, AH 2 kg /ha + NPK 225 kg/ha, AH 1 kg/ha + NPK 250 kg/ha, dan Tanpa AH + NPK 275 kg/ha. Variabel yang diamati dalam penelitian, yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah umbi per rumpun, berat segar umbi per rumpun, dan berat kering angin umbi per rumpun. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian kombinasi asam humat dan NPK mempunyai pengaruh yang sama terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah pada tanah aluvial. Dosis asam humat sebanyak 6 kg/ha dan NPK 125 kg/ha merupakan dosis efektif yang dapat digunakan dalam budidaya bawang merah pada tanah aluvial.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL SAWI PAKCOY TERHADAP KOMBINASI NUTRISI AB MIX DAN POC AIR KELAPA Klin, Sebastianus Arnaldi Jimes; Budi, Setia; Sasli, Iwan
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i4.80121

Abstract

Sawi pakcoy (Brassica rapa L) merupakan salah satu sayuran daun yang memiliki nilai ekonomis tinggi, untuk itu perlu adanya peningkatan produksi pakcoy.Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui dosis kombinasi nutrisi AB mix dan POC air kelapa yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil pakcoy secara hidroponik. Penelitian ini berlokasi di Jl. Perdamaian, Komplek Residence Borneo Khatulistiwa 3 No. A45 Kota Baru, Pontianak. Penelitian ini dilakukan dari 17 September 2022 sampai 28 Oktober 2022. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor yaitu kombinasi larutan AB mix dan POC air kelapa (L). Perlakuan kombinasi AB mix dan POC air kelapa terdiri dari 6 perlakuan, 4 ulangan, 4 sampel tanaman sehingga jumlah seluruh tanaman ialah 96 tanaman. Perlakuan yang diberikan sebagai berikut : l0 = 5 ml AB mix, l1 = 2,5 ml AB mix + 200 ml POC air kelapa / Liter, l2 = 2,5 ml AB mix + 300 ml POC air kelapa / Liter, l3 = 2,5 ml AB mix + 400 ml POC air kelapa / Liter, l4 = 2,5 ml AB mix + 500 ml POC air kelapa / Liter dan l5 = 2,5 ml AB mix + 600 ml POC air kelapa / Liter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian konsentrasi AB-mix 5 ml memberikan rerata tertinggi pada pertumbuhan dan hasil pakcoy secara hidroponik. Pemberian  kombinasi AB-mix 2,5 ml + POC air kelapa 200 ml/l sudah mampu menggantikan pemberian AB-mix 5 ml/l