cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 1,863 Documents
PRODUKTIVITAS DAN LAJU DEKOMPOSISI SERASAH MANGROVE DI DESA BAKAU BESAR LAUT KABUPATEN MEMPAWAH Laia, Lili Karlina; Soetignya, Widadi Padmarsari; Hadinata, Fitra Wira
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i1.98343

Abstract

Ekosistem mangrove memiliki produktivitas yang tinggi, yakni sumbangan serasah yang berperan penting bagi keseimbangan ekosistem melalui proses dekomposisi. Mangrove di Desa Bakau Besar Laut telah mengalami penurunan luasan dan peralihan fungsi sebagai tambak udang, ekowisata dan hilangnya tegakan pohon mangrove akibat abrasi. Penelitian dilakukan untuk menentukan produktivitas dan laju dekomposisi serasah mangrove, di Desa Bakau Besar Laut Kabupaten Mempawah yang di laksanakan pada bulan Januari sampai Februari 2025. Produktivitas mangrove di peroleh dengan menggunakan metode jaring penangkap serasah, dan pengukuran laju dekomposisi serasah daun mangrove menggunakan kantong serasah, yang dilakukan bersamaan pada saat pengambilan produktivitas mangrove. Produktivitas mangrove yang diperoleh sebesar 3,1 - 4,1 g/m2/hari, terdiri dari komponen daun mencapai 85 - 89%, kemudian ranting 10 - 13% dan buah 1 - 2%. Daun menjadi komponen tertinggi dalam produktivitas mangrove dikarenakan, bentuk daun lebih tipis dan lebar sehingga mudah digugurkan oleh angin ataupun terpaan air hujan, dari pada komponen ranting dan buah mangrove. Laju dekomposisi serasah daun mangrove sebesar 0,36-0,77 g/hari dengan nilai persentase 44,2 - 62,8%, tidak terdekomposisi secara sempurna.
PENGARUH PUPUK NPK TERHADAP HASIL UBI JALAR AKSESI ARF-14 PADA BEBERAPA UMUR PANEN DI TANAH PMK Maulana, Shiva; Hernowo, Kukuh; Arifin, Nur
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i1.95369

Abstract

Ubi jalar (Ipomoea batatas L.) merupakan jenis umbi-umbian yang memiliki banyak keunggulan dibandingkan dengan jenis umbi lainnya, yaitu kandungan karbohidrat dan energi yang tinggi. Ubi jalar dapat tumbuh pada beberapa jenis tanah satu diantaranya tanah PMK. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemberian pupuk NPK dan umur panen terhadap kualitas hasil ubi jalar Aksesi ARF-14 pada tanah PMK. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang disusun dengan Rancangan Petak Terbagi (RPT). Masing-masing perlakuan terdiri dari 3 ulangan, sehingga terdapat 27 unit percobaan. Petak utama adalah umur panen tanaman ubi jalar Aksesi ARF-14 (b), yaitu: b1 = 90 HST, b2 = 105 HST, b3 = 120 HST. Anak petak dalam penelitian ini adalah dosis pupuk NPK (p), yaitu: p1 = tanpa pupuk NPK, p2 = 150 kg/ha, p3 = 300 kg/ha. Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu jumlah umbi per tanaman, berat umbi per tanaman, ukuran umbi, indikator serangan hama penggerek, kadar gula brix, dan kadar serat. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa hasil ubi jalar Aksesi ARF-14 yang terbaik yaitu kombinasi perlakuan umur panen 120 HST dan dosis pupuk NPK 300 kg/ha.
KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN SENSORI SELAI LEMBARAN NANAS DENGAN FORMULASI PEMANIS SUKROSA, MADU KELULUT DAN STEVIA Aurelia, Michelle Putri; Lestari, Oke Anandika; Hartanti, Lucky
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i1.96136

Abstract

Selai lembaran menjadi salah satu inovasi selai oles yang memenuhi permintaan masyarakat dalam penyajian yang praktis karena memiliki tekstur kompak dan plastis, rasa enak dan aroma netral. Penggunaan sukrosa secara berlebihan membuat selai lembaran mengalami kristalisasi saat penyimpanan sehingga perlu ditambahkan bahan pemanis lain seperti stevia dan madu kelulut. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formulasi sukrosa, madu kelulut, dan stevia yang menghasilkan karakteristik fisikokimia dan sensori selai lembaran nanas terbaik. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas 1 faktor dengan 6 variasi perlakuan. Formulasi terbaik di dapatkan pada perlakuan Sukrosa 50%: Madu Kelulut 37,5%: Stevia 12,5%. Karakteristik kimia dan sensori selai lembaran nanas dengan penambahan sukrosa, madu kelulut dan stevia pada pelakuan terbaik memiliki rata-rata yang menghasilkan kadar air 9,02%, gula reduksi 31,56%, total padatan terlarut 32,4 ºBrix, warna L* 16,21, warna a* 0,3, warna b* 3,15. Kenampakan selai lembaran nanas mengkilap, berwarna kuning/gold, memiliki rasa manis, ada aroma buah, dan bertekstur kenyal.
SIKLUS HIDUP SITOPHILUS ZEAMAIS PADA TIGA TINGKAT KEKERINGAN JAGUNG Dewi, Gabrilliani Puspita; Ramadhan, Tris Haris; Hendarti, Indri
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i1.97241

Abstract

Kumbang jagung (Sitophilus zeamais) merupakan salah satu hama utama pada jagung selama penyimpanan, yang menyebabkan kerugian signifikan pada kualitas dan kuantitas hasil panen. Penelitian ini bertujuan untuk memahami siklus hidup S. zeamais pada beberapa tingkat kekeringan jagung. Penelitian dilakukan di Laboratorium Hama Tanaman Universitas Tanjungpura selama empat bulan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan yaitu, jagung kering panen (0 jam), jagung yang dioven selama 24 jam, dan jagung yang dioven selama 48 jam dengan suhu 70 °C. Setiap perlakuan diinfestasikan hama sebanyak satu pasang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan tanpa oven sangat rentan terhadap serangan hama, dengan perkembangan populasi hama paling cepat dan berat imago tertinggi terjadi pada perlakuan tersebut. Sedangkan, perlakuan pengeringan dengan oven selama 24 jam dan 48 jam tergolong rentan terhadap serangan hama. Perlakuan 48 jam menunjukkan perkembangan hama paling lambat dan berat imago terendah.
PEMANFAATAN AREA GAWANGAN KELAPA SAWIT TBM 2 TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BEBERAPA VARIETAS JAGUNG MANIS DENGAN BERBAGAI JARAK TANAM Layo, Aldi Pernando; Zulfita, Dwi; Maulidi, Maulidi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i1.85130

Abstract

Tanaman jagung manis merupakan salah satu tanaman pangan yang telah banyak dibudidayakan dikarenakan jagung memiliki rasa lebih manis dan umur panen yang cepat dibandingkan jagung biasa. Tujuan dilakukan penelitian adalah mendapatkan varietas dan jarak tanam yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil jagung manis pada penanaman di gawangan kelapa sawit belum menghasilkanl. Penelitian dilaksanakan di lokasi yang terletak pada perkebunan kelapa sawit di Desa Gombang, Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak. Rancangan penelitian menggunakan metode Split Plot yang terdiri dari 2 faktor yaitu faktor Varietas jagung manis (V) sebagai petak utama terdiri dari 3 taraf yakni v1 : Bonanza F1, v2 : Secada F1, v3 : Parogon F1. Faktor jarak tanam (J)  sebagai anak petak terdiri dari 3 taraf yakni j1 : 65 x 25 cm, j2 : 75 x 25 cm, j3 : 85 x 25 cm. Pelaksanaan penelitian meliputi pembersihan lahan, pembuatan bedengan, pengapuran, penanaman benih, pemberian pupuk dasar, pemeliharaan dan panen. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, volume akar, berat kering tanaman, panjang tongkol, berat/tongkol berkelobot, berat/tongkol tanpa kelobot dan diameter tongkol. Hasil penelitian didapat bahwa tidak terjadi interaksi antara varietas dan jarak tanam pada semua variabel pengamatan. Faktor tunggal varietas berpengaruh nyata pada panjang tongkol, berat/tongkol berkelobot, berat/tongkol tanpa kelobot dan diameter tongkol tetapi berpengaruh tidak nyata pada tinggi tanaman dan jumlah daun 2, 4, 6 dan 8 MST, volume akar dan berat kering tanaman. Faktor tunggal jarak tanam berpengaruh nyata pada tinggi tanaman dan jumlah daun 2, 4 dan 6 MST, volume akar, berat kering tanaman,  panjang tongkol, berat/tongkol berkelobot, berat/tongkol tanpa kelobot dan diameter tongkol tetapi berpengaruh tidak nyata pada tinggi tanaman dan jumlah daun 8 MST. Varietas Secada F1 dengan jarak tanam 75 x 25 cm merupakan perlakuan terbaik untuk pertumbuhan dan hasil jagung manis yang ditanam dengan memanfaatkan area gawangan kelapa sawit TBM 2.
ANALISIS PERBEDAAN STATUS HARA MAKRO TANAH ULTISOL BERDASARKAN KELAS LERENG DI KEBUN SAWIT RAKYAT DESA SIMPANG KASTURI KECAMATAN MANDOR KABUPATEN LANDAK Linus, Linus; Sulakhudin, Sulakhudin; Romiyanto, Romiyanto
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i1.98898

Abstract

Kelapa sawit merupakan satu di antara komoditas perkebunan unggulan di Indonesia yang memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional. Kalimantan Barat, khususnya Kabupaten Landak, telah mengalami perkembangan pesat dalam sektor perkebunan kelapa sawit, termasuk perkebunan rakyat. Pengembangan perkebunan kelapa sawit di wilayah ini menghadapi tantangan, terutama terkait dengan kondisi tanah yang didominasi oleh jenis Ultisol. Kelerengan sangat mempengaruhi perubahan sifat fisik tanah, semakin besar kelas lereng semakin besar pengaruhnya terhadap tanah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan status unsur hara makro N, P, K berdasarkan kelas lereng dan memberikan saran kebutuhan unsur hara untuk tanaman kelapa sawit di Desa Simpang Kasturi, Kecamatan Mandor, Kabupaten Landak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan pengambilan sampel tanah pada lahan kelapa sawit dengan dua kelas lereng yang berbeda yaitu landai dan agak miring. Status hara makro tanah (N, P, dan K) berdasarkan kelas lereng agak miring (8-15%) dan kelas lereng landai (3-8%) berbeda. Perhitungan pupuk pada kelas lereng agak miring (8-15%) yaitu 208,77 kg/ha pupuk urea, 235,5 kg/ha pupuk Sp-36, 321,3 kg/ha pupuk KCl, dan pada kelas lereng landai (3-8%) yaitu 199,83 kg/ha pupuk urea, 444,83 kg/ha pupuk Sp- 36, 691,9 kg/ha pupuk KCl.
PENGARUH KOMBINASI BIOCHAR SEKAM PADI DAN KOMPOS PUKAN SAPI TERHADAP KETERSEDIAAN NPK DAN PERTUMBUHAN TANAMAN TOMAT (Lycopersicum esculentum L.) DI TANAH ULTISOL Mariska, Ruby; Indrawati, Urai Suci; Riduansyah, Riduansyah
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i1.93277

Abstract

Tanah Ultisol memiliki sifat masam, bahan organik rendah, miskin unsur hara, kejenuhan basa rendah, kejenuhan Al tinggi, serta nilai KTK yang rendah, sehingga menyebabkan rendahnya ketersediaan hara N, P, dan K. Penambahan biochar dapat meningkatkan ketersediaan dan retensi hara, retensi air, serta KTK tanah, sehingga mengurangi pencucian unsur hara seperti kalium dan NH₄⁺ (Lehmann, 2002). Pupuk kandang sapi juga berperan penting dalam meningkatkan kesuburan kimia, fisik, dan biologis tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian biochar sekam padi dan kompos pukan sapi terhadap ketersediaan hara N, P, dan K serta pertumbuhan tanaman tomat di tanah Ultisol. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor perlakuan yaitu biochar sekam padi dan kompos pukan sapi yang terdiri dari sembilan kombinasi perlakuan, masing-masing diulang tiga kali sehingga terdapat 27 unit percobaan. Data dianalisis dengan ANOVA, dan dilanjutkan uji DMRT pada taraf 5% jika terdapat pengaruh nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi biochar dan kompos meningkatkan N-total sebesar 2,88%. Biochar meningkatkan bahan organik (3,21%), fosfor tersedia (9,92%), dan kalium dapat ditukar (9%), sedangkan kompos meningkatkan pH H₂O (4,56%) dan kalium dapat ditukar (9%).
EVALUASI KESESUAIAN LAHAN TANAMAN KELAPA SAWIT (Elaeis Guineensis Jacq) DI DESA LUMUT KECAMATAN TOBA KABUPATEN SANGGAU Raditya, Dimas; Riduansyah, Riduansyah; Manurung, Rinto
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i1.93084

Abstract

Kurangnya informasi mengenai data-data karakteristik dan potensi lahan untuk tanaman kelapa sawit di Desa Lumut berdampak pada pertumbuhan dan penurunan produktivitas tanaman sehingga perlu dilakukan evaluasi lahan untuk mendapatkan data yang diperlukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik lahan di Desa Lumut, menentukan sub-kelas kesesuaian aktual dan potensial lahan tanaman kelapa sawit serta memberikan rekomendasi perbaikan lahan sesuai dengan kelas kesesuaian lahan. Peneltian ini dilaksanakan di Desa Lumut, Kecamatan Toba Kabupaten Sanggau dan Laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Berdasarkan hasil overlay peta pada lokasi penelitian memiliki dua satuan lahan dengan dua sub group yaitu Acrudoxic Kandiudults dan Typic Kandiudults. Pengambilan sampel komposit dan sampel tanah utuh untuk analisis di laboratorium dengan kedalaman 0-30 cm dan 30-60 cm pada setiap satuan lahan. Dari hasil pencocokan kriteria kesesuaian lahan untuk tanaman kelapa sawit menunjukkan bahwa kelas kesesuaian lahan aktual untuk SL 1 dan SL 2 adalah S3-f,n,e atau sesuai marginal dengan faktor pembatas terberat yaitu KTK tanah, kejenuhan basa dan C-organik (f), hara tersedia (n) yaitu Total N , P2O5 dan K2O, serta ringkat bahaya erosi (e). Sedangkan kelas kesesuaian lahan potensial tanaman kelapa sawit pada SL 1 dan SL 2 adalah S2-w atau cukup sesuai dengan faktor pembatas yaitu curah hujan tahunan (w).
STRUKTUR KOMUNITAS IKAN DI SUNGAI SAMBAS BESAR KECAMATAN TELUK KERAMAT KABUPATEN SAMBAS Hidayat, Restu; Padmarsari, FX Widadi; Rahayu, Sri
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i1.74273

Abstract

Sungai Sambas Besar seringkali digunakan warga sebagai tempat untuk menangkap ikan karena memiliki potensi perikanan yang cukup tinggi, namun belum terdapat informasi terhadap struktur komunitas ikan di sungai tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas ikan yang tertangkap. Metode yang digunakan adalah survey. Teknik pengumpulan data menggunakan metode "purposive sampling" yang terbagi atas 3 stasiun selama 3 bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur komunitas ikan terdiri 13 spesies yang tergolong dalam 11 famili. Nilai indeks keanekaragaman tergolong sedang dengan nilai 2.63, indeks keseragaman tergolong tinggi dengan nilai 0,85 dan indeks dominansi tergolong rendah dengan nilai 0,12.
PENGARUH BOKASHI AMPAS TEBU DAN KALIUM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL LOBAK PUTIH PADA TANAH ALUVIAL Dewi, Jeananda Kusuma; Palupi, Tantri; Hernowo, Kukuh
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i1.99185

Abstract

Lobak (Raphanus sativus L.)merupakan jenis tanaman sayuran semusim yang berbentuk umbi dan dapat tumbuh di berbagai dataran yang beriklim tropis. Lobak memiliki banyak kandungan vitamin, mineral dan kandungan gizi lainnya seperti fosfor, kalsium, vitamin A, B1 dan C, sehingga lobak dibudidayakan sebagai tanaman sayur dan obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bokashi ampas tebu dan kalium terhadap pertumbuhan dan hasil lobak putih pada tanah aluvial serta mendapatkan dosis bokashi ampas tebu dan kalium yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil lobak putih pada tanah aluvial. Penelitian dilaksanakan di halaman Asrama Bengkayang, Jalan Sepakat 2, Kecamatan Pontianak Tenggara, Kalimantan Barat. Penelitian berlangsung selama 3 bulan. Penelitian ini menggunakan polybag dengan metode Rancangan Acak Lengkap Faktorial yang terdiri dari 2 faktor perlakuan. Faktor pertama yaitu bokashi ampas tebu (B) yang terdiri dari 3 taraf yaitu 10 ton/ha, 20 ton/ha, 30 ton/ha. Faktor kedua yaitu pupuk Kalium (K) yang terdiri dari 3 taraf yaitu 150 kg/ha, 300 kg/ha, 450 kg/ha, sehingga didapat 9 kombinasi perlakuan dan setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Masing-masing kombinasi perlakuan terdapat 3 tanaman sampel, sehingga terdapat 81 sampel tanaman. Variabel yang diamati meliputi: jumlah daun, berat kering tanaman, berat segar umbi, panjang umbi dan diameter umbi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa dosis bokashi ampas tebu dan kalium yang diuji pada penelitian ini belum memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan dan hasil lobak putih pada tanah aluvial, serta berat segar yang dihasilkan pada penelitian ini masih terbilang rendah jika dibandingkan dengan deskripsi tanaman lobak, sehingga perlu dilakukan peningkatan hasil melalui perbaikan faktor-faktor penting.