cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 1,863 Documents
EVALUASI KEMAMPUAN LAHAN PADA BEBERAPA ZONA KEBUN RAYA SAMBAS DI KABUPATEN SAMBAS Ananta, Ferdy; Suryadi, Urai Edi; Krisnohadi, Ari
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i4.67021

Abstract

Kebun Raya Sambas memiliki variabilitas lereng yang cukup beragam. Untuk mengetahui potensi dan mengetahui penghambat dalam pemanfaatan lahannya diperlukan klasifikasi kemampuan lahan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan karakteristik lahan sesuai parameter kemampuan lahan dan sub kelas kemampuan lahan serta memberikan saran penggunaan lahan berdasarkan sub kelas kemampuan lahan beberapa zona Kebun Raya Sambas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey lahan dan matching. Penelitian ini dilaksanakan dengan survey tanah, analisis sampel tanah di laboratorium, dan pencocokan kelas kemampuan lahan. Berdasarkan hasil survey lapangan dan overlay peta terbagi atas delapan satuan lahan yang dibatasi pada lima zona pengelolaan (zona vegetasi eksisting (insitu), tumbuhan liar, camping ground, zona koleksi tumbuhan riparian, dan zona tanaman domestikasi), dari hasil klasifikasi terdapat empat sub kelas kemampuan lahan yaitu sub kelas kemampuan lahan IVes seluas 17,03 Ha (10,18 %) yang terdapat pada satuan lahan 2 (meliputi zona vegetasi eksisting (insitu), tumbuhan liar, camping ground, zona koleksi tumbuhan riparian, dan zona tanaman domestikasi), Vs seluas 61,73 Ha (36,91) yang terdapat pada satuan lahan 1, 4, dan 6 (zona vegetasi eksisting (insitu), tumbuhan liar, camping ground, zona koleksi tumbuhan riparian, dan zona tanaman domestikasi), Vsw seluas 15,64 Ha (9,35 %) yang terdapat pada satuan lahan 5 dan 7 (Zona Riparian), VIIes seluas 72,82 Ha (43,55 %) yang terdapat pada satuan lahan 4 dan 8 (meliputi zona vegetasi eksisting (insitu), tumbuhan liar, camping ground, zona koleksi tumbuhan riparian, dan zona tanaman domestikasi). Hasil klasifikasi dari sub kelas kemampuan lahan tersebut diberikan tindakan pengelolaan lahan untuk meningkatkan fungsi konservasi lahan di Kebun Raya Sambas, pada sub kelas IVes dapat dilakukan pembuatan teras, saluran bervegetasi dan strip penyangga riparian, sub kelas Vs dapat menggunakan mulsa organik, sub kelas Vsw dapat melakukan pembuatan strip penyangga riparian, sub kelas VIIes dapat dilakukan pembuatan rorak, pembuatan strip cropping, saluran bervegetasi, dan strip penyangga riparian.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG MANIS DENGAN PEMBERIAN BOKASHI KOTORAN SAPI DAN KAPUR PADA TANAH ALUVIAL Kalvin, Hero; Abdurrahman, Tatang; Wasi'an, Wasi'an
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i4.61498

Abstract

Jagung manis merupakan tanaman pangan yang banyak diminati di Indonesia. Permintaan konsumen terhadap jagung manis terus meningkat, hingga perlu dilakukan upaya peningkatan produksi jagung manis salah satunya melalui   pemupukan. Tujuan penelitian untuk mengetahui interaksi antara bokashi kotoran sapi dan kapur serta mendapatkan dosis bokashi kotoran sapi dan kapur terbaik dalam menghasilkan pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis pada tanah aluvial. Penelitian dilakukan di Jalan Pramuka Desa Sungai Rengas Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya yang dilaksanakan dari bulan Februari-Mei 2022. Penelitian menggunakan faktorial dengan pola rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri dari 2 faktor yang diulang sebanyak 3 kali. Faktor pertama yaitu bokashi kotoran sapi yang terdiri atas 3 taraf :b1= 3 ton/ha setara dengan 0,8 kg/petak, b2 = 5 ton/ha setara dengan 1,4 kg/petak dan b3 = 7 ton/ha setara dengan 2 kg/petak. Faktor kedua yaitu kapur yang terdiri atas 3 taraf : d1 = 1,1 ton/ha setara dengan 316,8 g/petak, d2 = 2,2 ton/ha   setara dengan 633,6 g/petak dan d3 = 3,3 ton/ha setara dengan 950,4 g/petak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi antara bokashi kotoran sapi dan kapur terhadap seluruh variabel pengamatan. Pemberian bokashi kotoran sapi 7 ton/ha setara 2 kg/petak dan kapur sebesar 1,1 ton/ha setara 316,8 g/petak memberikan hasil tertinggi terhadap pertumbuhan dan hasil jagung manis pada tanah aluvial.
EVALUASI KESUBURAN TANAH UNTUK REPLANTING KELAPA SAWIT (ELAEIS GUINEENSIS JACQ) DI DESA BELONSAT, KECAMATAN BELIMBING, KABUPATEN MELAWI Pradana, Fahmi Galih; Hazriani, Rini; Manurung, Rinto
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i4.96074

Abstract

Tanah Ultisol banyak digunakan untuk budidaya kelapa sawit. Tanah ini memiliki karakteristik akumulasi liat yang mengurangi daya resap air dan meningkatkan erosi, berdampak negatif pada kesuburan tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi status kesuburan tanah di lahan kelapa sawit di Desa Belonsat, Kecamatan Belimbing, Kabupaten Melawi, serta memberikan saran pemupukan yang tepat untuk meningkatkan produktivitas. Metode penelitian dilakulan ditiga lahan penelitian, satu lahan diambil 3 sampel menggunakan sistem diagonal lima titik untuk pengambilan sampel tanah, yang kemudian dianalisis di Laboratorium Kimia dan Kesuburan Tanah dengan parameter analisis sifat kimia tanah yaitu reaksi tanah (pH), C-organik, N-Total, P-Tersedia, Kalium Dapat Ditukar (Kdd), Kapasitas Tukar Kation (KTK), dan Kejenuhan Basa (KB). Analisis parameter sifat fisika yaitu Tekstur dan Bobot Isi (BI). Hasil analisis menunjukkan bahwa di lokasi penelitian memiliki status kesuburan yang rendah, dengan faktor pembatas kapasitas tukar kation (KTK) dan kejenuhan basa (KB) yang tergolong rendah. Evaluasi kesuburan tanah menjadi langkah penting untuk memastikan keberlanjutan dan keberhasilan budidaya kelapa sawit di masa depan.
SENSORY DESCRIPTION OF SAWI-NEANAS JELLY CANDY WITH SWEETENER (SUCROSE, KELULUT HONEY AND STEVIA) Farahiyati, Lana; Lestari, Oke Anandika; Dewi, Yohana Sutiknyawati Kusuma
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i4.90992

Abstract

Jelly candy is a transparent and clear candy made from a mixture of fruit juice with the addition of gel-forming ingredients. Jelly candy with the addition of mustard greens has advantages because it has complete nutritional content and as a natural coloring in jelly candy. In addition, pineapple juice is added. Pineapple has a low pectin content for gel formation in jelly candy. The purpose of this study was to obtain the best sweetener formulation (sucrose, stingless bee honey and stevia) on the physicochemical and sensory characteristics of mustard greens-pineapple jelly candy. This study used a Randomized Block Design (RBD) with one factor, namely the comparison of sweetener formulations and there were 6 levels of treatment f0 (100%: 0%: 0%), f1 (50%: 50%: 0%), f2 (50%: 37.5%: 12.5%), f3 (50%: 25%: 25%), f4 (50%: 12.5%: 37.5%) and f5 (50%: 0%: 50%) with 4 replications. The results showed that the best treatment based on sensory tests and physicochemical characteristics was treatment f2 (50%: 37.5%: 12.5%).
PENGARUH FORMULASI PEMANIS TERHADAP KARAKTERISASI FISIKOKIMIA DAN SENSORI PERMEN JELLY JAHE (Zingiber officinale) Aklisa, Seskia Amalia Nur; Lestari, Oke Anandika; Dewi, Yohana Sutiknyawati Kusuma
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i4.91745

Abstract

Permen jelly termasuk permen lunak yang identik dengan penggunaan bahan baku berupa hidrokoloid, seperti gelatin, karagenan dan agar. Permen jelly umumnya memiliki rasa yang manis di lidah ketika dihisap dan dikunyah, sehingga terkadang dianggap kurang menyehatkan. Formulasi pemanis alami yaitu stevia dan madu diharapkan dapat mengurangi dampak negatif konsumsi gula. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formulasi pemanis sukrosa, stevia dan madu yang menghasilkan karakteristik fisikokimia dan sensoris terbaik. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas 1 faktor dengan 6 variasi perlakuan. Formulasi terbaik di dapatkan pada perlakuan Sukrosa 50%: Stevia 25%: Madu 25% Karakteristik kimia dan sensori permen jelly jahe dengan penambahan sukrosa, stevia dan madu pada pelakuan terbaik memiliki rata-rata yang menghasilkan kadar air 10,78%, gula reduksi   28, 90%, total padatan terlarut 37 °brix, warna L* 25,93 °brix, warna a* 3,70 °brix, warna b* 5,70 °brix. Kenampakan permen jelly jahe mengkilap, berwarna kuning-kecoklatan (orange), ada aroma jahe, memiliki rasa manis dan bertekstur lebih kenyal.
KARAKTERISTIK SENSORI COOKIES GLUTEN FREE BERDASARKAN PERBANDINGAN TEPUNG SORGUM (Sorghum bicolor L.) DAN TEPUNG KACANG MERAH (Phaseolus vulgaris L.) Esalson, Dela Ogusvita; Maherawati, Maherawati; Hartanti, Lucky
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i4.96403

Abstract

Kebutuhan akan produk bebas gluten semakin meningkat, baik pada individu dengan intoleransi gluten maupun masyarakat umum yang menerapkan pola makan sehat. Cookies merupakan salah satu produk pangan yang potensial dikembangkan sebagai makanan bebas gluten dengan memanfaatkan bahan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sensori cookies gluten-free berbasis tepung sorgum dan tepung kacang merah. Evaluasi sensori menggunakan metode deskriptif, dilakukan oleh 30 panelis semi terlatih menggunakan skala deskriptif, 1 hingga 5 berdasarkan lima parameter : warna, tekstur, aroma, rasa, dan keseluruhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi 80% tepung sorgum dan 20% tepung kacang merah merupakan formulasi terbaik, dengan skor organoleptik tertinggi pada tekstur (4,17) dan keseluruhan (4,33), serta penerimaan baik pada warna (3,40), aroma (3,17), dan rasa (3,50). Formulasi ini diharapkan mampu menghasilkan cookies gluten-free yang disukai panelis dan memiliki potensi diterima pasar.
ANALISIS EFISIENSI ALOKATIF PENGGUNAAN FAKTOR-FAKTOR PRODUKSI PADA USAHATANI KELAPA SAWIT SWADAYA DI KECAMATAN TAYAN HULU KABUPATEN SANGGAU Liguari, Boni Pasianus; Dolorosa, Eva; Maswadi, Maswadi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i4.92370

Abstract

Masyarakat Desa Mandong Kecamatan Tayan Hulu berusahatani kelapa Sawit sebagai sumber mata pencaharian yang dilakukan secara swadaya.Untuk dapat tumbuh dan berproduksi kelapa sawit membutuhkan faktor- faktor produksi secara optimal.Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor- faktor apa saja yang mempengaruhi produksi kelapa sawit. Penelitian ini dilakukan secara sengaja (purposive), dengan pemilihan lokasi penelitian bertempat di Desa Mandong Kecamatan Tayan Hulu Kabupaten Sanggau. Pengumpulan data penelitian ini dilakukan secara langsung dengan menggunakan metode survei yang diperoleh melalui kuesioner penelitian dan menggunakan data sekunder yang berasal dari artikel, laporan serta penelitian terdahulu. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan fungsi produksi Cobb-Douglass dengan bantuan aplikasi SPSS 18 untuk mengetahui faktor- faktor yang mempengaruhi produksi kelapa sawit petani swadaya di Desa Mandong Kecamatan Tayan Hulu Kabupaten Sanggau yang secara signifikan dipengaruhi oleh umur tanaman, Tenaga kerja, Luas lahan, pupuk NPK, Pupuk urea dan Pestisida dengan nilai R2 sebesar 96,9% dan sisanya 3,1% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak termasuk dalam model. Sedangkan hasil efisiensi alokatif fungsi produksi kelapa sawit petani swadaya di Desa Mandong dalam kondisi tidak efisien yaitu 0,802 < 1.
PERANAN PUPUK KANDANG AYAM TERHADAP KETERSEDIAAN HARA N, P, K DAN PERTUMBUHAN TANAMAN OKRA (ABELMOSCHUS ESCULENTUS L MOENCH) PADA TANAH GAMBUT yani, Hudy Ari; Suswati, Denah; Alhaddad, Abdul Mujib
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i4.92328

Abstract

Tanaman Okra (Abelmoschus Esculentus L. Moench) merupakan tanaman sayuran dan berasal dari Afrika Barat tanaman ini memasuki Indonesia tahun 1877 di Kalimantan Barat (Setiawan, 2018). Tanah gambut dihadapkan pada masalah kemasaman tanah dan unsur hara rendah. Alternatif mengatasinya dengan pemberian pupuk kandang ayam untuk menambah unsur hara tanah gambut. Tujuan penelitian ini menentukan dosis pemberian pupuk kandang ayam terhadap ketersediaan hara N,P,K dan pertumbuhan tanaman okra pada tanah gambut. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 1 faktor dan 8 taraf perlakuan pupuk kandang ayam sehingga ada 24 unit percobaan yaitu A0(tanpa perlakuan), A1(400g/polybag atau setara 20 ton/ha), A2(800g/polybag atau setara 40 ton/ha), A3(1.200g/polybag atau setara 60 ton/ha), A4(1600g/polybag atau setara 80 ton/ha), A5(2000g/polybag atau setara 100 ton/ha), A6(2.400g/polybag atau setara 120 ton/ha), A7(2.800g/polybag atau setara 140 ton/ha). Variabel diamati dalam penelitian yaitu pH, C-organik, N-Total, P-Tersedia , K-Tersedia, tinggi tanaman dan diameter batang tanaman. Pemberian pupuk kandang ayam tidak memiliki pengaruh nyata pada tinggi tanaman, namun berpengaruh nyata terhadap pH, C-organik, N-Total, P-Tersedia, K-Tersedia dan diameter tanaman. perlakuan pupuk kandang ayam A3 dapat meningkatkan N-total 32,5 %, P tersedia 23,3 %, K-dd tanah sebesar 5,49 % dan meningkatkan pertumbuhan tanaman okra diameter batang sebesar 0,92% dan tinggi tanaman 22,9%.
PENGARUH BOKASHI KULIT PISANG DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KUBIS BUNGA PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Adzani, M. Ardies Rama; Susana, Rini; Darussalam, Darussalam
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i4.95871

Abstract

Pengembangan kubis bunga di Kalimantan Barat dihadapkan dengan penggunaan lahan marjinal seperti tanah Podsolik Merah Kuning (PMK). Tanah PMK sebagai media tumbuh tanaman dihadapkan pada kendala sifat fisik, kimia dan biologi tanah yang kurang baik. Mengatasi masalah pada tanah PMK dapat diaplikasikan pemberian bokashi kulit pisang dan pupuk NPK. Penelitian bertujuan mendapatkan interaksi bokashi kulit pisang dan pupuk NPK yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil kubis bunga pada tanah PMK. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Waktu penelitian dimulai dari September 2024 sampai dengan Oktober 2024. Penelitian menggunakan faktorial dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL). Faktor pertama yaitu bokashi kulit pisang (B) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan, sedangkan faktor kedua adalah pupuk NPK (N) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan, setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali dan diambil 3 sampel tanaman. Jumlah tanaman keseluruhannya ada 81 tanaman. Faktor pertama adalah bokashi kulit pisang (B) yang terdiri dari 3 taraf: b1 = 20 ton/ha (400 g/polybag), b2 = 40 ton/ha (800 g/polybag) dan b3 = 60 ton/ha (1200 g/polybag). Faktor kedua adalah pupuk NPK (N) yang terdiri dari 3 taraf: n1 = 200 kg/ha (4 g/polybag), n2 = 300 kg/ha (6 g/polybag) dan n3 = 400 kg/ha (8 g/polybag). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi antara bokashi kulit pisang dan pupuk NPK terhadap semua variabel pengamatan. Pemberian bokashi kulit pisang dengan dosis 40 ton/ha dan pupuk NPK dengan dosis 400 kg/ha merupakan dosis yang terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil kubis bunga pada tanah PMK
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH TERHADAP PEMBERIAN ARANG SEKAM PADI DAN PUPUK KCl PADA TANAH ALUVIAL Arianta, Sahrul Qori; Warganda, Warganda; Anggorowati, Dini
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i4.91752

Abstract

Pemanfaatan tanah aluvial sebagai media tanam bawang merah dihadapkan pada berbagai kendala yaitu sifat fisik, sifat kimia dan sifat biologis yang tidak mendukung pertumbuhan bawang merah. Penggunaan arang sekam padi diharapkan dapat memperbaiki kendala pada tanah aluvial seperti memperbaiki kondisi tanah keras dan pejal menjadi gembur, sehingga perkembangan akar tanaman menjadi optimal dan pemberian pupuk kalium untuk melengkapi kebutuhan unsur hara pada tanah aluvial. Penelitian ini bertujuan Untuk mendapatkan dosis arang sekam padi dan pupuk kalium yang memberikan pertumbuhan dan hasil bawang merah terbaik pada tanah aluvial. Penelitian dilaksanakan di Desa Kapur, Mekar Sari, Komplek Feby Land no 49. Penelitian ini dilaksanakan sejak 8 Febuari 2024 sampai 20 April 2024. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yang digunakan sebanyak dua faktor, faktorial pertama Arang Sekam Padi (a) yang terdiri dari 3 taraf yaitu : a1 10 ton/ha setara dengan 50 g/polybag, a2 20 ton/ha setara dengan 100 g/polibag, a3 30 ton/ha setara dengan 150 g/polibag pupuk kalium (k) yang terdiri dari 3 taraf yaitu k1 KCl 200 kg/ha setara dengan 1 g/polibag, k2 KCl 300 kg/ha setara dengan 1,5 g/polibag, k3 KCl 400 kg/ha setara dengan 2 g/polibag setiap kombinasi dilakukan 3 ulangan. Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah umbi, berat segar tanaman, berat kering angin umbi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dosis arang sekam padi 30 ton/ha dan pupuk KCl 300 kg/ha menghasilkan berat kering angin umbi yang tertinggi. Dosis efektif terhadap pertumbuhan dan tinggi tanaman adalah 10 ton/ha arang sekam padi.