cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 1,901 Documents
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MOTIVASI KERJA KARYAWAN CV. SURYA KEMASAN ABADI PONTIANAK Mataini Mataini
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 4, No 2: Agustus 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i2.10631

Abstract

Motivasi kerja adalah dorongan yang tumbuh dalam diri seseorang, baik yang berasal dari dalam dan luar dirinya untuk melakukan suatu pekerjaan dengan semangat tinggi menggunakan semua kemampuan dan ketrampilan yang dimilikinya yang bertujuan untuk mendapatkan hasil kerja sehingga mencapai kepuasan sesuai dengan keinginannya. CV. Surya Kemasan Abadi merupakan perusahaan jasa kemasan kayu yang berstandar internasional untuk keperluan Karantina Pertanian Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat motivasi kerja karyawan dan factor-faktor yang mempengaruhi motivasi kerja karyawan  pada CV. Surya Kemasan Abadi Pontianak. Penelitian ini dilakukan di kantor CV. Surya Kemasan Abadi Cabang Pontianak, dengan jumlah responden 27 orang. Analisis data menggunakan tabulasi dan metode skoring serta menggunakan alat analisis Regresi Logit dengan model multinomial logistic regression. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi kerja karyawan pada CV. Surya Kemasan Abadi Cabang Pontianak rmasuk dalam katagori tinggi dan faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi kerja karyawan CV. Surya Kemasan  abadi cabang pontianak adalah hubungan kerja, insentif, kondisi lingkungan kerja dan pengawasan sementara gaji dan tanggung jawab tidak berpengaruh terhadap motivasi karyawan dalam bekerja.   Kata kunci: motivasi, kerja karyawan, paktor-faktor motivasi
PENGARUH BOKASI LIMBAH DAUN LAMTORO TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL SAWI HIJAU PADA TANAH ALUVIAL YULIANSYAH, YULIANSYAH; ZULFITA, DWI; MAULIDI, MAULIDI
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mencari dosis bokasi  limbah daun lamtoro yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi hijau pada tanah aluvial.Rancangan penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 1 faktor yang terdiri dari 5 perlakuan dengan 5 kali ulangan, setiap unit percobaan terdiri dari 3 tanaman sampel. Taraf perlakuan yang dimaksud adalah sebagai berikut : b1 = 5% bokasi limbah daun lamtoro/polybag (300g bokasi + 5,7 kg tanah), b2 = 10% bokasi limbah daun lamtoro/polybag (600g bokasi + 5,4 kg tanah), b3 = 15% bokasi limbah daun lamtoro/polybag (900 g bokasi + 5,1 kg tanah), b4 = 20% bokasi limbah daun lamtoro/polybag (1.200g bokasi + 4,8 kg tanah), b5 = 25% bokasi limbah daun lamtoro/polybag (1.500g bokasi + 4,5 kg tanah). Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah volume akar, jumlah klorofil daun, luas daun, berat kering tanaman, jumlah daun dan berat segar tanaman. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan uji F. Taraf 5 %.  Apabila hasil uji F menunjukkan pengaruh yang nyata dilakukan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemberian bokasi limbah daun lamtoro pada berbagai dosis dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman sawi pada tanah Aluvial. Dosis bokasi limbah daun lamtoro yang terbaik utnuk pertumbuhan dan hasil sawi tidak ditemukan tetapi dosis bokasi limbah daun lamtoro yang efektif untuk pertumbuhan dan hasil tanaman sawi yang efektif adalah 10% per polybag dengan 6 kg tanah atau setara dengan 600 g dari 6 kg tanah.     Kata Kunci : Aluvial, Bokasi Limbah Daun Lamtoro, Sawi Hijau
CHARACTERIZATION OF TABAH BLACK RICE TYPE CULTIVATED IN TIDAL RICE FIELD Purba, Yohanda Samuel; Syafiuddin, Wasi'an; Palupi, Tantri
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Characterization was very essential to identify the description of the black rice type characters. This study aims to determine the morphological and agronomic characteristics of Tabah black rice qualitatively and quantitatively, based on the Guidance of Rice Characterization and Evaluation System (Ministry of Agriculture, 2003). The research was carried out in tidal rice at the Sungai Kakap Seed Center Developer. Observations were made measure the qualitative and quantitative black rice phenotypes. The results showed that the agronomic character of Tabah black rice had the ability to medium breed (14 tillers), plant height in the maximum vegetative phase 119,08 cm classified as medium, panicle and overall neck panicle emergence, grain fertility 84,48% classified as fertile and plant age 151 days, and were classified as deep length. Morphological characters were seed height 37,48 cm, leaf length 58,72 cm classified as medium, leaf width 1,72 cm classified as wide, surface of rough hairy leaves, 37,6o leaf angle classified as upright, flag leaf angle 44,8o classified as medium, light green leaf neck, white leaf ears colorless, golden yellow leaf segment, light green leaves (Yellow-Green Group 146 B), green leaf midrib, ligula is 1,8 cm classified as long, ligula is white (Yellow-Green Group 145 A), ligula shape is 2-cleft, the stem angle was 33,7o classified as medium, the stem was yellow gold (Yellow-Green Group 151 D), the panicle was 27,43 cm, panicle type was between medium and open, drooped panicle, seed length 9,87 mm was classified as very long, seed width was 2,72 mm, seed thickness was 2,05 mm and weight of 100 grains was 2,17 grams with  13,6% moisture content. Keywords : agronomy, black rice, characterization, morphology, Tabah rice
STRUKTUR KOMUNITAS GULMA DI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT TANAMAN BELUM MENGHASILKAN (TBM) PADA LAHAN BERPASIR YASITA, YASINTA; SARBINO, SARBINO; ASTINA, ASTINA
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 2 (2018): April 2018
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK     Perbedaan pengelolaan di perkebunan kelapa sawit mengakibatkan perbedaan struktur komunitas gulma. Struktur komunitas gulma perlu diketahui sebelum dilaksanakannya pengendalian gulma sebab tidak semua jenis gulma merugikan bagi tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari struktur komunitas gulma di perkebunan kelapa sawit tanaman belum menghasilkan (TBM) milik perusahaan dan perkebunan kelapa sawit TBM milik rakyat di lahan berpasir di Desa Goa Boma, Kec. Monterado. Penelitian dilakukan dengan analisis vegetasi dengan menggunakan metode kuadrat berukuran 1m x 1m. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa ditemukan 29 jenis gulma yang mencakup 19 family. Pada areal kebun perusahaan ditemukan 19 jenis gulma dan pada areal kebun rakyat ditemukan 17 jenis gulma. Gulma yang memiliki Summed Dominance Ratio (SDR ) tertinggi pada  kebun perusahaan adalah Gleichenia linearis sebesar 25,29 %, Melastoma affine sebesar 13,77 %, Micania micranta  15,89, dan Nephrolepis bisserata 15,68 %. Sedangkan pada perkebunan rakyat  gulma dominan yang ditemukan yaitu Scoparia dulcis 35,45 %, Paspallum comersenii 17,50 %, Imperata cylindrica  23,57 % dan Pteridium esculentum 11,38%. Kata kunci :gulma, lahan berpasir, struktur komunitas, TBM kelapa sawit
PENGARUH KONSENTRASI KINETIN DAN NAA TERHADAP INDUKSI TUNAS DAN AKAR PADA STEK BATANG NENAS Eleos Eleos; Chairani Siregar; Agustina Listiawati
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 2, No 3: Desember 2013
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v2i3.3720

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui konsentrasi Kinetin dan NAA yang terbaik untuk menginduksi tunas dan akar pada stek batang nenas. Penelitian ini dilakukan dipekarangan milik masyrakat di Jl. Perdamaian, Kota Baru, Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat, yang dilaksanakan dari tanggal 6 Februari 2012 sampai dengan tanggal 4 Mei 2012. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan Faktorial dengan pola Rancangan Acak Lengkap dengan perlakuan dua faktor yaitu konsentrasi kinetin terdiri atas 6 taraf dan NAA terdiri atas 6 taraf, diulang sebanyak 3 kali dan setiap ulangan terdiri dari 4 sampel stek batang nenas. Perlakuannya adalah konsentrasi kinetin yakni 0 ppm, 1 ppm, 2 ppm, 3 ppm, 4 ppm dan 5 ppm. Konsentrasi NAA yakni 0 ppm, 0,5 ppm, 1,5 ppm, 2,5 ppm, 3,5 ppm dan 4,5 ppm. Variabel yang diamati pada penelitian ini yaitu waktu terbentuknya tunas (hari), persentase terbentuknya tunas (%), persentase terbentuknya akar (%), jumlah tunas (helai), jumlah akar (helai), dan persentase stek yang hidup (%). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perlakuan dengan menggunakan konsentrasi 1 ppm kinetin dan 1,5 ppm NAA memberikan respon terbaik terhadap pertumbuhan tunas dan akar pada stek batang nenas. Kata kunci : Kinetin, NAA, Induksi Tunas, Akar, Stek Batang Nenas
PENGARUH LUMPUR LAUT TERHADAP SERAPAN UNSUR HARA N, P, K DAN HASIL TANAMAN JAGUNG PADA PODSOLIK MERAH KUNING Sutomo, Sutomo; Suswati, Denah; Hazriani, Rini
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 2: Agustus 2015
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian lumpur laut terhadap serapan unsur hara N, P, K dan hasil tanaman jagung pada tanah Podsolik Merah Kuning (PMK). Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 1 faktor perlakuan yaitu faktor pemberian lumpur laut (L) terdiri 8 taraf perlakuan yaitu L0 (tanpa lumpur laut), L1 (60 g/polibag), L2 (120 g/polibag), L3 (180 g/polibag), L4 (240 g/polibag), L5 (300 g/polibag), L¬6 (360 g/polibag) dan L7 (420 g/polibag). Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah serapan nitrogen ,serapan fosfor dan serapan kalium bagian atas tanaman serta berat pipilan kering per tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian lumpur laut berpengaruh nyata terhadap serapan nitrogen, fosfor dan serapan kalium bagian atas tanaman serta berat pipilan kering per tanaman. Perlakuan lumpur laut yang terbaik terhadap semua parameter yang diamati yaitu pada perlakuan L4 yaitu 240 g/polibag.Kata kunci : , jagung, lumpur laut, Podsolik Merah Kuning 
mahabrata sakti, dewa
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 2 (2019): April 2019
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.235 KB)

Abstract

anjas mara
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI KERAJINAN KASSA BIDE DI KECAMATAN JAGOI BABANG KABUPATEN BENGKAYANG Jayanti, Reskyana; Kusrini, Novira; Aritonang, Marisi
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 5, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produksi kerajinan Kassa Bide di Kecamatan Jagoi Babang Kabupaten Bengkayang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Lokasi penelitian dipilih secara sengaja (Purposive method) yaitu di Kecamatan Jagoi Babang Kabupaten Bengkayangdengan pertimbangan bahwa di daerah ini merupakan sentra penghasil terbesar kerajinan Kassa Bide. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 40pengrajin. Penelitian ini menggunakan analisis fungsi produksi Cobb-Douglass, kemudian data diolah dengan menggunakan program SPSS.Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan faktor-faktor produksi kerajinan Kassa Bide di Kecamatan Jagoi Babang Kabupaten Bengkayangberupa usia, tenaga kerja, bahan baku rotan, bahan baku kulit kayu, dan pengalaman usaha mempengaruhi jumlah produksi kassa bide. Penggunaan faktor-faktor produksi kerajinan Kassa Bidesecara parsial seperti usia,bahan baku kulit kayu dan rotan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap jumlah produksi kassa bide sedangkan tengaga kerja dan pengalaman usahatidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap jumlah produksi kassa bide. Kata Kunci : Cobb-Douglass, Efisiensi,Faktor-faktor produksi, Kerajinan Kassa Bide
KARAKTERISASI FASE VEGETATIF PADI BERAS HITAM ASAL KECAMATAN MANDOR DI TANAH PMK OKTAVIANI, OKA; WASIAN, WASIAN; RIANTO, FADJAR
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

KARAKTERISASI FASE VEGETATIF PADI BERAS HITAM ASAL KECAMATAN MANDOR DI TANAH PMK OlehOka Oktaviani(1), Wasi’an(2), Fadjar Rianto(3)(1)   Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura(2)   Dosen Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura ABSTRAKKarakterisasi padi beras hitam lokal di Kalimantan Barat sangat di perlukan untuk memberikan informasi awal yang dibutuhkan dalam konservasi dan perakitan varietas baru. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ciri atau karakter morfologi dari 2 varietas padi beras hitam lokal asal Kecamatan Mandor pada fase vegetatif, dan untuk membedakan antar 2 varietas padi beras hitam. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri dari 2 (dua) perlakuan A=Tampi dan B=Sekilap. Setiap perlakuan diulang 12 kali dan setiap ulangan terdiri dari 4 (empat) tanaman sampel. Variable yang diamati adalah tinggi bibit, panjang daun, lebar daun, permukaan daun, sudut daun bendera, warna leher daun, warna helaian daun, warna pelepah daun, bentuk lidah daun, sudut batang, jumlah total anakan dan pengamatan lingkungan. Hasil penelitian menunjukan bahwa karakter padi jenis Tampi tinggi bibit 28 cm pendek, panjang daun sedang, lebar daun sedang, permukaan rambut sedang, sudut daun bendera tegak, warna leher daun hijau muda, warna helaian daun hijau, warna pelapah daun hijau, bentuk lidah daun 2-cleft, sudut batang sedang dan jumlah total anakan sedang. Sekilap tinggi bibit 28 cm pendek, panjang daun sedang, lebar daun sedang, permukaan rambut sedang, sudut daun bendera sedang, warna leher daun hijau muda, warna helaian daun hijau, warna pelapah daun hijau, bentuk lidah daun 2-cleft, sudut batang tegak dan jumlah total anakan rendah. Kata kunci: karakterisasi, padi beras hitam, Tampi, Sekilap, morfologi vegetatif
PENGARUH FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA DAN PEMUPUKAN N,P,K SPESIFIK LOKASI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG PADA TANAH GAMBUT Ashari -; Mulyadi Safwan; Dwi Zulfita
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 2, No 1: April 2013
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v2i1.2403

Abstract

This study aims to determine the best dose of fertilizer N, P, K for the growth and yield of corn plant which inoculated and non-inoculated with Arbuscular Mycorrhiza Fungi (AMF). This research was conducted at the experimental farm of the Faculty of Agriculture Tanjungpura University, Pontianak and begining on November 2011 to March 2012. The experimental units were arranged in a Completely Random Design (CRD) factorial with 2 factor of treatment and 3 replications : (1). AMF inoculation (M) : m0 = with inoculation of AMF ;m1 = without inoculation of AMF and (2). site-specific fertilizer recommendations corn plants in peat soil at Sungai Raya district (P): p 0 = no fertilizer N, P, K, p1 = 25% of fertilizer N, P, K, p2 = 50% of fertilizer N, P, K, p3 = 75% of fertilizer N, P, K, p4 = 100% fertilizer N, P, K. Each combination treatment plant consists of 3 samples. The variables observed in this study is the chlorophyll content of leaves, plant dry weight, uptake of N, P, K, the percentage of infected roots, shelled dry weight per plant, number of seeds on row and cob diameter, and environmental monitoring. The result showed that addition AMF and fertilizer N, P, K influenced for root infection, uptake of P and K, plant height, leaf area, and plant dry weight. Keywords: AMF, NPK, Corn plant, Peat Soil

Page 30 of 191 | Total Record : 1901