cover
Contact Name
Fadhlan Muchlas Abrori
Contact Email
fadhlan1991@gmail.com
Phone
+6281944925268
Journal Mail Official
fadhlan1991@gmail.com
Editorial Address
Jl. Amal Lama no. 1 Pantai Amal Jurusan Pendidikan Biologi, Universitas Borneo Tarakan
Location
Kota tarakan,
Kalimantan utara
INDONESIA
Borneo Journal of Biology Education (BJBE)
ISSN : 27156826     EISSN : 27146073     DOI : 10.52222/bjbe
Borneo Journal Of Biology Education (BJBE), Jurnal Pendidikan Biologi merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Borneo Tarakan. BJBE merupakan media publikasi ilmiah seperti gagasan, Kajian, dan hasil penelitian yang berkualitas terkait Biologi dan Pendidikan Biologi yang mempunyai tujuan pendidikan nasional. Cakupan kajian perkembangan ilmu Biologi dan pembelajaran biologi dari penelitian serta aplikasinya dalam dimasa yang akan datang. Borneo Journal Of Biology Education (BJBE) Terbit 2 kali setahun pada bulan April dan Oktober.
Articles 95 Documents
INVENTARISASI ORDO ANURA DI KAWASAN AIR TERJUN DESA SOSOKAN KECAMATAN ULU RAWAS KABUPATEN MUSI RAWAS UTARA Riastuti, Reny Dwi; Widiya, Mareta; Hamdan, Hamdan
Borneo Journal of Biology Education (BJBE) Vol 2, No 2 (2020): Oktober
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education Biology Education Departement

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.007 KB) | DOI: 10.35334/bjbe.v2i2.1750

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis anura di Kawasan Air Terjun Desa Sosokan Kecamatan Ulu Rawas Kabupaten Musi Rawas Utara. Teknik pengumpulan data berupa observasi dan dokumentasi. Teknik analisis  data menggunakan teknik deskriptif kulitatif yaitu data yang digabung berdasarkan ordo, famili, dan genus. Hasil penelitian ditemukan 6 spesies dari 3 famili dengan jumlah 76 individu yaitu 46 individu dari famili Ranidae (Odorrana hosi dan Hylarana erythraea), 28 individu dari famili Dicroclossidae (Limnonectes sp,Fejervarya limnocharis, dan Limnonectes blythii), dan 2 individu dari famili Bufonidae (Phrynoidis aspera), Kata Kunci: Anura, Ulu Rawas
KEANEKARAGAMAN SERANGGA DIURNAL DAN NOCTURNAL PADA HUTAN TAMAN KEHATI SAPEN NUSANTARA DI KABUPATEN PASURUAN Endik Deni Nugroho; Dwi Anggorowati Rahayu; Roisatul Ainiyah; Amang Fathurrohman; Zainul Ahwan; Muhammad Dayat; Mulyono Wibisono; Fafit Rahmat Aji; Kasiman Kasiman; Khoirul Anam
Borneo Journal Of Biology Education (BJBE) Vol 3, No 2 (2021): Oktober
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.512 KB) | DOI: 10.35334/bjbe.v3i2.2124

Abstract

AbstrakKeberadaan serangga dapat dijadikan sebagai indikator keseimbangan ekosistem. Spesies serangga diurnal dan nokturnal juga terdapat di Hutan Sapen. Hal ini dikarenakan serangga tersebut mendapatkan persediaan makanan dan lingkungan yang mendukung untuk hidup. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengukur keanekaragaman, dan kemerataan serangga diurnal dan nokturnal pada Hutan Taman Kehati Sapen Nusantara.  Pengumpulan spesimen dapat dilakukan secara teknik jelajah, yaitu terjun langsung ke lapangan dalam pengamatan dan pengambilan sampel. Sampel yang diambil dalam penelitian ini yaitu serangga yang aktif pada pagi sampai sore (serangga diurnal), dan serangga yang aktif pada malam hari (serangga nokturnal). Metode yang digunakan dalam pengamatan dan pengkoleksian serangga yaitu teknik tangkap langsung (direct sweeping) dan teknik jebakan (Trapping). Analisis data melalui identifikasi sampel, indeks Keanekaragamn (H’) dan Indeks Kemerataan (E). Hasil penelitian total temuan serangga malam dan serangga diurnal yaitu 344 individu, yang terdiri dari 8 ordo, 16 famili dan 35 spesies serangga terbanyak yaitu pada ordo Lepidoptera dan Ordo Orthoptera. Indeks Keanekaragaman (H’) pada serangga diurnal sebesar 2,363 dan serangga nokturnal sebesar 2,410 yang menunjukan bahwa nilai masing-masing serangga berkategori keanekaragaman sedang. Sedangkan Indeks kemerataan serangga diurnal sebesar 0,8 dan serangga nokturnal sebesar 0,9 yang menunjukan bahwa nilai masing masing serangga tersebut berkategori tinggi.Kata kunciSerangga Diurnal, Serangga Nokturnal, Keanekaragaman, Kemerataan, Hutan Sapen AbstractThe presence of insects can be used as an indicator of the balance of the ecosystem. Diurnal and nocturnal insect species are also found in the Sapen Forest. The abundance of insects is due to food supplies and a supportive environment to live in. This study was conducted to measure the diversity and even distribution of diurnal and nocturnal insects in the Sapen Nusantara Conservation Forest. Specimen collection was carried out through the roaming technique, going directly to the field for observation and sampling. The samples taken in this study were active from morning to evening (diurnal insects) and active at night (nocturnal insects). The methods used in observing and collecting insects are direct sweeping and trapping. Data analysis consists of sample identification, the diversity index (H') and Evenness Index (E). The results of the study total findings of nocturnal insects and diurnal insects were 344 individuals, consisting of 8 orders, 16 families and 35 species. Most insects are in the order Lepidoptera and Order Orthoptera. The Diversity Index (H') for diurnal insects is 2,363, and nocturnal insects are 2,410, which shows that the value of each insect is categorized as moderate diversity. While the evenness index of diurnal insects was 0.8 and nocturnal insects was 0.9, which showed that the value of each insect was in the high category.Keywords: Sapen Forest, Diurnal Insects, Nocturnal Insects, Diversity, Evenness
PENERAPAN LESSON STUDY BERBASIS SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU SMPN KABUPATEN PASURUAN Rahayu, Tanti; Nugroho, Endik Deni
Borneo Journal of Biology Education (BJBE) Vol 1, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education Biology Education Departement

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (572.144 KB) | DOI: 10.35334/bjbe.v1i1.957

Abstract

Setiap inovasi pendidikankhususnya dalam perubahan kurikulum dan peningkatan SDM yang dihasilkan dari upayapendidikan selalu berawal dan bermuara pada guru.Perlunya upaya dan usaha-usaha supaya guru mengetahui dan mau meningkatkan kompetensi guru dalam rangkaperbaikan mutu pendidikan, Lesson Study merupakan salah satu alternatif usaha yang sangat menarik untuk dipilih memajukan sekolah, meningkatkan kompetensi guru dan meningkatkan kualitas pembelajaran. Pelaksanaan Lesson Study berbasis sekolah (LSBS) SMPN 2 Grati sebagai piloting di Kabupaten Pasuruan pada tahun 2007, sedangkan SMPN 1 Gondangwetan juga menerapkan LSBS tahun 2009. Penelitian ini bertujuan mengetahui kendala dan dampak LSBS terhadap peningkatan kompetensi guru selama pelaksanaan LSBS di SMPN Kabupaten Pasuruan. Pendekatan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif,data-data dalam penelitian ini diperoleh dengan penyebaran kuesioner dan pengamatan langsung kelapangan dengan wawancara.Kualitas kompetensi guru SMPN 2 Grati dan SMPN 1 Gondangwetan dapat ditingkatkan melalui implementasi Lesson study. Untuk lebih mengoptimalkan kegiatan lesson study berbasis sekolah (LSBS) diperlukan kesadaran diri sendiri sebagai pendidik untuk kemajuan kualitas guru dan pembelajaran, dukungan kepala sekolah, kebijakan dinas pendidikan, pengawas dan kolega guru membentuk sikap kolaboratif yang efektif, baik dalam kegiatan menyusun  perangkat, observasi danrefleksi untuk kemajuan pendidikan nasional.
STUDI VARIASI MORFOLOGI GENUS IPOMOEA DI KOTA TARAKAN Nadila, Nadila; Arifah, Mardhiyah Noor; Nurshakila, Nurshakila; Febriansyah, Anca Rizki; Vlorensius, Vlorensius; Zulfadli, Zulfadli
Borneo Journal of Biology Education (BJBE) Vol 2, No 1 (2020): April
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education Biology Education Departement

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.558 KB) | DOI: 10.35334/bjbe.v2i1.1738

Abstract

Ipomoea merupakan salah satu genus dari family Convolvulaceae. Ipomoea umumnya di konsumsi oleh masyarakat karena  memiliki kandungan gizi seperti vitamin A, vitamin C dan unsur mineral seperti zat kapur, zat besi, magnesium, dan fosfor yang dibutuhkan oleh tubuh manusia, Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk megetahui variasi morfologi genus Ipomoea di Kota Tarakan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November sampai dengan Desember 2019. Pengambilan sampel dilakukan dengan mengunakan metode cruising/jelajah. Hasil dari penelitian yaitu ditemukan 5 lima jenis tumbuhan dari genus Ipomoea di Tarakan. Kelima jenis tersebut yaitu Ubi kates (Ipomoe cairica), Tapak Kuda (Ipomoe pes-caprae (L.), Kangkung Pagar (Ipomoe carnea Jacq), Ubi jalar (Ipomoea batatas L.) dan Kangkung air (Ipomoe aquatica). Bagian morfologi yang paling bervariasi antar satu spesies dengan spesies lain pada genus Ipomoea adalah warna pada bunga serta arah tumbuhnya.Kata kunciVariasi, Morfologi, Genus Ipomoea, Tarakan
IMPLEMENTASI BUKU AJAR DALAM PENELITIAN TINDAKAN KELAS: EFEKTIVITAS BUKU AJAR MIKROBIOLOGI PADA PERKULIAHAN Fitri Wijarini
Borneo Journal Of Biology Education (BJBE) Vol 3, No 1 (2021): April
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.248 KB) | DOI: 10.35334/bjbe.v3i1.1889

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas buku ajar mikrobiologi sebagai sumber belajar mahasiswa Pendidikan Biologi Universitas Borneo Tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan jumlah subyek penelitian sebanyak 33 mahasiswa. Subyek penelitian dalam penelitian ini adalah mahasiswa semester 5B Jurusan Pendidikan Biologi Universitas Borneo Tarakan. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini berupa tes hasil belajar. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dengan Teknik presentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan buku ajar mikrobiologi dapat meningkatkan hasil belajar mahasiswa. Ketuntasan bealajar pada siklus satu sebesar 38.33% sedangkan ketuntasan pada siklus dua sebesar 95.66%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan buku ajar mikrobiologi sebagai sumber belajar efektif untuk meningkatkan hasil belajar mahasiswa.Kata kunci: Efektivitas, buku ajar, mikrobiologi AbstractThis study aims to determine the effectiveness of microbiology textbooks as a learning resource for Biology Education students at the University of Borneo Tarakan. This research is a classroom action research with 33 students as research subjects. The research subjects in this study were 5B semester students of the Department of Biology Education, University of Borneo Tarakan. The instrument used in this study was a learning outcome test. Data analysis was carried out by descriptive quantitative with percentage technique. The results showed that the use of microbiology textbooks could improve student learning outcomes. The completeness of learning in the first cycle was 38.33%, while the second cycle's completeness was 95.66%. So, it can be concluded that the use of microbiology textbooks as a learning resource effectively improves student learning outcomes.Keywords: Effectiveness, textbooks, microbiology
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBING-PROMPTING TERHADAP SIKAP SOSIAL PADA MATA PELAJARAN SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 2 TARAKAN Nurasiah, Nurasiah; Ibrahim, Ibrahim; Maradhy, Ermawaty
Borneo Journal of Biology Education (BJBE) Vol 1, No 2 (2019): Oktober
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education Biology Education Departement

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.092 KB) | DOI: 10.35334/bjbe.v1i2.1732

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran probing-prompting terhadap sikap sosial. Penelitian ini dilakukan pada bulan September-Desember  2015 di SMPN 2 Tarakan.  Penelitian ini adalah eksperimen semu dengan populasi siswa kelas VIII dan sampel sebanyak 2 kelas. Pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar penilai diri.  Data dianalisis menggunakan uji Independent Sample T-Test  dan uji regresi linear sederhana dengan menggunakan sofiware SPSS 16 for Windows. Hasil uji-t sikap sosial diperoleh thitung 2,045  lebih besar dari  ttable (1,671). Hasil uji  regresi linear sederhana menunjukan bahwa aktivitas probing-prompting berpengaruh  positif terhadap sikap sosial siswa dengan kontribusi sebesar 12,0%.  Kata kunciProbing-Prompting, Sikap Sosial 
IDENTIFIKASI TUMBUHAN PAKU DI JALUR KAMPUNG EMPAT – KAMPUNG ENAM KOTA TARAKAN Fitriani, Fitriani; Aprianita, Aprianita; Tandi, Martina S.
Borneo Journal of Biology Education (BJBE) Vol 1, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education Biology Education Departement

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (608.209 KB) | DOI: 10.35334/bjbe.v1i1.1841

Abstract

 Tujuan penelitian ini adalah untuk melaksanakan pendataan jenis tumbuhan paku di daerah pemukiman warga di jalur Kampung Empat –Kampung Enam, Tarakan. Tumbuhan paku yang ditemukan sebanyak 11 spesies tumbuhan paku yang terdiri dari 5 famili. Famili terbanyak yang ditemukan adalah Polypodiaceae sebanyak 5 spesies. Kemudian famili terbanyak kedua adalah Lygodiaceae sebanyak 3 spesies. Famili selanjutnya adalah Aspleniaceae, Davalliaceae dan Pteridaceae, yang masing-masing ditemukan 1 spesies. Kata kunciTumbuhan Paku, Kampung Enam, Kampung Empat 
KAJIAN BIOLOGI DAN BUDAYA MASYARAKAT SUKU DAYAK DAN TIDUNG DI DAERAH TARAKAN DALAM PEMANFAATAN BUAH-BUAHAN Indriani, Indriani; Anggraini, Bella; Halimah, Putri
Borneo Journal of Biology Education (BJBE) Vol 1, No 2 (2019): Oktober
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education Biology Education Departement

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.079 KB) | DOI: 10.35334/bjbe.v1i2.1618

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis buah-buahan yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari Suku Tidung dan Dayak di Tarakan. Pengumpulan data menggunakan teknik snowball sampling, dan total orang yang diwawancarai sebanyak 6 orang. Hasil dari penelitian didapatkan terdapat 25 jenis buah-buahan yang digunakan olah Suku Tidung dan dayak, dan Genus Artocarpus merupakan jenis yang terbanyak dibandingkan yang lainnya.
PTERIDOPHYTA DI DAERAH ALIRAN SUNGAI KELINGI KECAMATAN LUBUKLINGGAU UTARA II SUMATERA SELATAN Krisnawati, Yuni; Wardiyanti, Yunita
Borneo Journal of Biology Education (BJBE) Vol 2, No 2 (2020): Oktober
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education Biology Education Departement

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.382 KB) | DOI: 10.35334/bjbe.v2i2.1751

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan paku yang ada di daerah aliran Sungai Kelingi Kecamatan Lubuklinggau Utara II Sumatera Selatan. Metode yang digunakan adalah survei deskriptif. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik jelajah bertujuan (purposive sampling) dan dokumentasi. Penelitian ini dilakukan pada Agustus sampai Oktober 2020. Parameter yang diamati yaitu ciri-ciri morfologi (akar, batang, daun dan sorus), serta habitat. Identifikasi merujuk kepada buku A. G. Piggott. 1988. Ferns Of Malaysia in Colour. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 19 jenis dari 11 family tumbuhan paku (Pteridophyta).  Kata Kunci:Pteridophyta, Sungai Kelingi, Lubuklinggau
PENERAPAN MODEL PAKEM UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA DI SMP NEGERI 10 TARAKAN Abdul Wahab; Zulfadli Zulfadli; Vlorensius Vlorensius
Borneo Journal of Biology Education (BJBE) Vol 3, No 2 (2021): Oktober
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.229 KB) | DOI: 10.35334/bjbe.v3i2.2327

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPA dengan menerapkan model PAKEM Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Di SMP Negeri 10 Tarakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri atas dua siklus. Pada tiap siklus terdiri atas dua kali pertemuan, dengan tahapan pada setiap siklus yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, lembar observasi aktivitas guru, aktivitas siswa, Tes Hasil Belajar, dan Lembar Kerja siswa. Hasil penelitian menunjukan model pembelajaran PAKEM dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas VII Di SMP Negeri 10 Tarakan. Pada siklus I 50% dan siklus II mengalami peningkatan yaitu 79%. Nilai siswa secara klasikal yang diperoleh tersebut telah mencapai indikator ketuntasan yaitu 75%. Hasil pengamatan aktivitas guru mengajar siklus I dengan skor 71% dengan kategori baik, siklus II dengan skor 74% masuk kedalam kategori baik dan hasil aktivitas siswa siklus I memperoleh persentase 64% untuk pertemuan 1 dengan kategori cukup dan pada pertemuan kedua memperoleh persentase 76% dengan kategori baik, siklus II pada pertemuan I memperoleh persentase 80% dan pertemuan kedua memperoleh persentase 84% masuk dalam berkategori sangat baik.Kata Kunci : Model Pembelajaran PAKEM, Hasil Belajar IPA  This study aims to improve science learning outcomes by applying the PAKEM model to improve learning outcomes at SMP Negeri 10 Tarakan. This type of research is Classroom Action Research (CAR) which consists of two cycles. Each cycle consists of two meetings, with stages: planning, action, observation, and reflection. The instruments used in this study are teacher activity observation sheets, student activities, learning outcomes tests, and student worksheets. The results showed that the PAKEM learning model could improve science learning outcomes for seventh-grade students at SMP Negeri 10 Tarakan. In the first cycle, 50% and the second cycle increased by 79%. The classical student scores obtained have reached the completeness indicator, namely 75%. The results of observations of teacher teaching activities in cycle I with a score of 71% with a good category, cycle II with a score of 74% fall into the good category and the results of student activity in cycle I get a percentage of 64% for meeting 1 with a good category and at the second meeting a percentage of 76% with good category, cycle II at the first meeting obtained a percentage of 80% and the second meeting obtained a percentage of 84% included in the very good category.Keywords: PAKEM Learning Model, Science learning outcomes 

Page 4 of 10 | Total Record : 95