cover
Contact Name
Mega Arianti Putri
Contact Email
apmajurnal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
apmajurnal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Taman Praja No.25, Mojorejo, Kec. Taman, Kota Madiun, Jawa Timur 63139
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
APMa Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 28077083     DOI : http://doi.org/10.47575/apma
Core Subject : Health, Education,
APMa Jurnal Pengabdian Masyarakat publishes articles on: Community Development Community Based on Research Community Service Learning
Articles 31 Documents
SOSIALISASI POLA HIDUP BERSIH DAN SEHAT GUNA PENCEGAHAN COVID 19 DI PANTI ASUHAN INSAN BERSERI MAOSPATI MAGETAN Lidia Deviga; Radian Arum Ardhani
APMa Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2, No 1 (2022): Januari 2022
Publisher : STIKES Bhakti Husada Mulia Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47575/apma.v2i1.277

Abstract

Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelayanan kesehatan dan memberikan penyuluhan bagaimana pentingnya tentang menjaga kesehatan diri dan keluarga agar terhindar dari virus covid 19 .  Adapun kegiatan nya antara lain memberikan sosialisasi dan penyuluhan tentang perilaku hidup sehat dan bersih, kesehatan, pendidikan menjaga pola makan, menjauhi kerumunan dan  memberi kan tata cara yang harus dilakukan jika bersin dan batuk. Dan juga memberikan pemahaman dan pencegahan dari virus covid 19 . Kegiatan ini tidak hanya memberikan demonstrasi, tetapi juga secara langsung mempraktekan dan mengajari bagaimana cara menjaga pola hidup bersih dan sehat guna terhindar dari penyebaran virus covid 19. Adapun kegiatannya  adalah memberikan perlengkapan lengkap mandi, masker, handsanitizer, sabun cuci tangan.  Dan kegiatan ini juga langsung dipraktekan oleh anak anak Panti Asuhan Insan Berseri Maospati mulai dari menggosok gigi yang benar, mencuci tangan menggunakan sabun yang benar, menggunakan masker yang benar, menggunakan handsanitizer dan juga diajari tata cara apabila bersin dan juga membersihkan diri dari kotoran dan kuman. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di yayasan panti asuhan insan berseri maospati magetan. Sampel dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah anak anak di yayasan panti asuhan insan berseri maospati dengan jumlah sebanyak 40 anak. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal  10 Oktober 2021. Dari hasil kegiatan penyuluhan dan edukasi pola hidup bersih dan sehat guna pencegahan covid 19, ternyata masih banyak anak anak yang belum tau bagaimana cara menjaga pola hidup bersih dan sehat , penggunaan masker dan handsanitizer guna pencegahan covid 19. Dan dengan adanya kegiatan pengabdian masyarakat ini akhirnya anak anak menjadi lebih  paham dan mengerti bagaimana cara menjaga pola hidup bersih dan sehat agar terhindar dari penyebaran virus covid 19. Karena dengan membiasakan pola hidup bersih , badan akan menjadi sehat,pikiran akan menjadi jernih dan akan mudah untuk belajar baik di lingkungan sekolah maupun di lingkungan yayaan panti asuhan insane berseri maospati magetan.Kata kunci : pola hidup sehat dan bersih, panti asuhan , pengetahuan, tindakan
COMMUNITY DIAGNOSIS PERMASALAHAN KESEHATAN DI NYUTRAN RT 64 RW 20, KELURAHAN WIROGUNAN, KOTA YOGYAKARTA Putri Retno Utami; Ratu Matahari
APMa Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2, No 2 (2022): Juli 2022
Publisher : STIKES Bhakti Husada Mulia Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47575/apma.v2i2.311

Abstract

In 2021 there were 3956 cases of hypertension from 11218 people in Wirogunan Sub-district. The prevalence rate of hypertension in Wirogunan Sub-district reached 35.26%. This Field Learning Experience activity aims to provide education to the public on how to avoid the hypertension. The technique used in this activity to obtain data is the In-Depth Interview which is the technique through door-to-door interviews using questionnaires, while the data analysis method used is descriptive statistical analysis method, which is to present statistical data to describe the state of disease and health distribution in Nyutran Village. This activity was carried out in Nyutran Village, Wirogunan Sub-district, Yogyakarta City. The results of community diagnosis from 30 samples (Family Cards) in Nyutran Village showed cases of non-communicable diseases, namely hypertension as a priority health problem as many as 14 cases (46%), while the most cases of communicable diseases were diarrheal diseases as many as 12 cases (40%). The results of the Occupational Safety and Health (K3) assessment showed that there were 21 samples (70%) who did not use heavy objects moving aids, 11 samples (37%) did not use LPG safety, 14 samples (46%) used dug wells. USG method for hypertension obtained an Urgency value of 4 (Urgent / Large), Seriousness of 5 (Very Serious / Very Large) and Growth of 4 (Fast / Large). Solutions or Interventions in this Field Learning Experience activity were chosen with counseling activities about Hypertension using posters and pamphlets as intervention media. This intervention activity was carried out on July 7, 2022 in one of the residents' houses through a meeting of mothers for family welfare development.
PENINGKATAN KETERAMPILAN KADER DALAM SISTEM LIMA MEJA DI POSYANDU TERATAI XII KECAMATAN GEMOLONG KABUPATEN SRAGEN Prita Devy Igiany
APMa Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2, No 2 (2022): Juli 2022
Publisher : STIKES Bhakti Husada Mulia Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47575/apma.v2i2.270

Abstract

Kader kesehatan merupakan perwujudan peran serta aktif masyarakat dalam posyandu. Kader merupakan sasaran yang tepat dalam pelaksanaan program kesehatan karena dianggap sebagai tempat rujukan pertama pelayanan kesehatan, sehingga kader kesehatan yang berada di sekitar masyarakat wajib mempunyai bekal tingkat pengetahuan, agar dapat melaksanakan fungsi lima meja dengan baik. Kader di Posyandu Teratai XII belum mengetahaui dan memahami sistem lima meja dengan baik sehingga pelaksanaan posyandu kurang maksimal. Sosialisai dan pelatihan sistem lima meja terhadap kader Posyandu Teratai XII dianggap perlu dilakukan untuk meningkatkan pengertahuan dan kompetensi kader dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat di posyandu. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah menyelenggarakan pembekalan materi dan diskusi oleh tim pengabdian serta pendampingan pelaksanaan posyandu. Berdasarkan pretest dan posttest yang dilakukan terhadap kader posyandu menunjukkan tingkat pengetahuan kader tentang sistem lima meja mengalami peningkatan sebesar 50%, pengetahuan yang awalnya 41,43% menjadi 91,43%. Selain itu berdasarkan evaluasi  kegiatan posyandu, pelayanan posyandu mengalami peningkatan dengan difungsikannya sistem lima meja pada Posyandu Teratai XII. Peningkatan ini menunjukkan bahwa kegiatan pembekalan materi dan pelatihan sistem lima meja serta pendampingan yang dilakukan berjalan efektif. 
Diagnosis Komunitas Permasalahan Kesehatan di RT 38, RW 09, Kelurahan Warungboto, Kecamatan Umbulharjo, DIY Tahun 2022 Regita Kulo; Ratu Matahari
APMa Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 2: Juli 2023
Publisher : STIKES Bhakti Husada Mulia Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47575/apma.v3i2.314

Abstract

Diagnosis komunitas merupakan suatu kegiatan yang digunakan untuk menentukan apakah terdapat masalah kesehatan pada sekelompok masyarakat dengan cara pemgumpulan data di lapangan. Tujuan dari community diagnosis adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis permasalahan kesehatan yang mendasar, menemukan prioritas masalah dan menyusun solusi hingga alternatif pemecahan masalah. Metode yang digunakan yaitu deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui permasalahan kesehatan di RT 38, RW 09, Kelurahan Warungboto, Kecamatan Umbulharjo.  Identifikasi masalah menggunakan kuesioner wawancara mendalam dengan prioritas masalah menggunakan Metode USG. Penetapan prioritas masalah dengan MMD (Musyawarah Mufakat Desa). Intervensi dilakukan melalui penyuluhan. Proses evaluasi kegiatan dinilai berdasarkan formulir feedback yang dibagikan kepada masyarakat terkait media edukasi yang telah disampaikan. Masyarakat diharapkan lebih peduli terhadap Kesehatan khsususnya permasalahan kesehatan prioritas yang terjadi di RT 38, RW 09 yaitu COVID-19.
SOSIALISASI DAN EDUKASI POLA HIDUP BERSIH DAN SEHAT GUNA PENCEGAHAN HEPATITIS AKUT PADA ANAK DI PANTI ASUHAN INSAN BERSERI MAOSPATI MAGETAN Lidia Deviga; Radian Arum Ardhani
APMa Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2, No 2 (2022): Juli 2022
Publisher : STIKES Bhakti Husada Mulia Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47575/apma.v2i2.306

Abstract

Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini bertujuan memberikan pelayanan kesehatan berupa penyuluhan dan edukasi  untuk menjaga kesehatan diri agar terhindar dari bahaya hepatitis akut yang saat ini banyak menyerang pada usia anak anak . Kususnya anak anak di Panti Asuhan Insan Berseri Maospati Magetan.            Dan untuk kegiatan pengabdian  masyarakat ini  antara lain memberikan sosialisasi dan penyuluhan tentang perilaku hidup sehat dan bersih dan menjaga  kesehatan.  Latar belakang kami mengadakan  pencegahan hepatitis akut melalui sosialisasi dan edukasi PHBS di Panti Asuhan Insan Berseri Maospati Magetan  dikarenakan anak anak menjadi perhatian penting akan  maraknya sebaran hepatitis akut ini. Dan dengan membiasakan diri hidup bersih dan sehat sejak dini merupakan bentuk pencegahan yang mudah untuk dilakukan terutama di usia anak anak.  Wabah hepatitis akut ini sudah terjadi di beberapa daerah jawa timur.. untuk itu diperlukan pencegahan sejak dini  . Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di yayasan Panti Asuhan Insan Berseri Maospati Magetan. Sampel dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah anak anak di yayasan  Panti Asuhan Insan Berseri Maospati dengan jumlah sebanyak 34 anak. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal  28 Mei 2022. Dari hasil kegiatan penyuluhan dan edukasi pola hidup bersih dan sehat guna pencegahan Hepatitis akut, ternyata masih banyak anak anak yang belum tau apa itu hepatitis dan bagaimana cara pencegahannya dan juga cara menjaga kesehatan. Dan dengan adanya kegiatan pengabdian masyarakat ini akhirnya anak anak menjadi lebih  paham dan  mengerti tentang penyakit hepatitis, bagaimana cara menjaga pola hidup bersih dan sehat agar terhindar dari hepatitis akut. Karena dengan membiasakan pola hidup bersih , badan akan  menjadi sehat,pikiran akan menjadi jernih dan akan mudah untuk belajar baik di lingkungan sekolah maupun di lingkungan yayaan panti asuhan insan berseri maospati magetan.Kata kunci : pola hidup sehat dan bersih, panti asuhan , pengetahuan, tindakan 
Cermat Mengenali Tanda Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Tipes di Desa Tumpang Krasak Annis Rahmawaty; Heni Setyoningsih; Rifda Naufa Lina; Hasty Martha Wijaya; Yulia Pratiwi; Dian Arsanti Palupi; Rohmatun Nafi'ah
APMa Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2, No 2 (2022): Juli 2022
Publisher : STIKES Bhakti Husada Mulia Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47575/apma.v2i2.309

Abstract

Demam merupakan tanda khas yang sering terjadi pada penyakit demam berdarah dengue (DBD) dan tipes. Bijak dalam mengenali tanda DBD dan tipes sangat diperlukan agar dalam menanganinya tidak menimbulkan kesalahan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi berupa pelayanan kesehatan pada masyarakat agar dapat lebih cermat, benar dan tepat dalam mengenali tanda DBD dan tipes. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini dengan memberikan edukasi terkait cara membedakan terjadinya DBD dan tipes juga mensosialisasikan pola hidup bersih dan sehat serta diberikan praktek cara membuat minuman tradisional wedang jahe. Kegiatan dilakukan di Balai desa tumpang krasak kota kudus. Sampel kegiatan ini adalah warga desa tumpang krasak. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini warga tumpang krasak kota kudus menjadi lebih paham dan mengerti cara mengenali tanda DBD dan tipes, pola hidup bersih dan sehat dapat dilakukan untuk mengurangi terjadinya DBD dan tipes dilingkungan warga tumpang krasak serta adanya praktek pembuatan minuman wedang jahe dijadikan warga sebagai salah satu cara dalam menjaga kesehatan tubuh. 
PENDIDIKAN KESEHATAN PADA IBU HAMIL DALAM PENCEGAHAN STUNTING PADA BALITA Yeni Utami; Karina Nur Ramadhanintyas; Yetti Hariningsih
APMa Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2, No 2 (2022): Juli 2022
Publisher : STIKES Bhakti Husada Mulia Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47575/apma.v2i2.312

Abstract

Stunting merupakan permasalahan terkait gizi yang menjadi perhatian dan isu penting di dunia, termasuk di Indonesia. Stunting dapat terjadi sebelum kelahiran disebabkan oleh asupan gizi yang sangat kurang saat masa kehamilan, pola makan yang sangat kurang, rendahnya kualitas makanan sejalan dengan frekuensi infeksi sehingga dapat menghambat pertumbuhan.Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk menambah pengetahuan ibu hamil tentang pencegahan stunting sehingga dapat menurunkan angak kejadian stunting di desa Kerik. Metode yang digunakan adalah pre-test sebelum dilakuakn pendidikan dan post-test setelah dilakukan pendidikan kesehatan. Hasil sebelum dilakuakn pendidikan kesehatan tentang pencegahan stunting pengetahuan ibu hamil masih kurang yaitu sebnayak 60% tetapi setelah dilakukan intervensi pendidikan kesehatan tentang stunting pengetahuan ibu hamil bertambah yaitu sebanyak 90%. 
Program GERCEP BU dalam Upaya Meningkatkan Peran Ibu dalam Optimalisasi Peran dan Fungsi Keluarga Dian Fitria; Malianti Silalahi; Tri Setyaningsih; Jehan Puspasari; Fendy Yesayas
APMa Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 1: Januari 2023
Publisher : STIKES Bhakti Husada Mulia Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47575/apma.v3i1.388

Abstract

Keluarga memiliki peranan penting didalam membangun kesehatan dan kesejahteraan sosial. Nilai, budaya, pendidikan, kesehatan, didalam msyarakat dibangun didalam keluarga. Sebaliknya permasalahan yang terjadi didalam masyarakat juga terjadi tidak terlepas dari fondasi yang dibangun didalam keluarga. Permasalahan seperti perceraian, kekerasan, NAPZA, putus sekolah, pergaulan bebas, hingga masalah kejiwaan. Peran ibu didalam keluarga yang optimal dapat meningkatkan keharmonisan dalam keluarga serta mencegah munculnya permasalahan tersebut terjadi dimasyarakat. Seorang ibu didalam keluarga yang belum mencapai tugas perkembangan dewasanya akan berdampak pada perannya didalam keluarga. peran dan fungsi keluarga yang tercapai. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengoptimalkan peran ibu didalam keluarga adalah dengan memberikan terapi kelompok terapeutik (TKT) usia dewasa.Terapi ini merupakan salah satu terapi spesialis keperawatan jiwa, terapi menggunakan metode pemberian edukasi, dan latihan stimulasi. Terapi ini memberikan edukasi mengenai tahap tumbuh kembang psikologis dan melatih peserta TKT untuk mencapai tumbuh kembang tersebut. Adapun aspek yang dilatih adalah aspek biologis, psikoseksual, kognitif, bahasa, emosi, bahasa, kepribadian, moral, spiritual, sosial yang dikaitkan dengan peran dan tugas keluarga. Hasil pengabdian kepada masyarakat ibu telah memiliki kemampuan dasar 73% dan setelah dilakukan kegiatan TKT meningkat menjadi 95% mengalami kenaikan sebesar 22% pada ibu di wilayah RW 03 Kelurahan Pasar Baru. Dengan adanya kenaikan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan ibu dalam mengatasi masalah yang dihadapi didalam keluarga, dan terapi ini dapat dijadikan salah satu upaya dalam intervensi yang diberikan pada kegiatan posyandu, sehingga posyandu tidak hanya berfokus pada pertumbuhan dan perkembangan anak tetapi juga orang tua dalam menjalankan peran didalam keluarga.
Pendidikan Kenakalan Remaja di Panti Asuhan Muhammadiyah Prambanan Yogyakarta Solikhah Solikhah; Rochana Ruliyandari; Tri Ani Marwati
APMa Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 1: Januari 2023
Publisher : STIKES Bhakti Husada Mulia Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47575/apma.v3i1.359

Abstract

Secara biologis masa remaja merupakan masa transisi dari anak-anak menjadi orang dewasa. Pada masa peralihan tersebut, remaja masih mencari jati diri dan identitas yang sebenarnya termasuk para remaja yang tinggal di panti asuhan. Remaja di panti asuhan memerlukan perhatian ekstra karena mereka kehilangan sosok orang tua pada usia belia. Remaja yang gagal dalam membentuk jati diri akan terlibat dalam perilaku menyimpang termasuk kenakalan remaja. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan sebagai upaya untuk memberikan edukasi pengetahuan dan pencegahan kenakalan remaja kepada remaja di Panti Asuhan Muhammadiyah Prambanan Yogyakarta. Metode yang digunakan adalah ceramah tatap muka dan diskusi pada tanggal 20-21 Oktober 2022. Langkah untuk mengukur pemahaman remaja terkait materi edukasi tentang kenakalan remaja dan cara pencegahannya, maka dilakukan pre-test dan pos-test untuk mengukur pemahaman mereka tentang kenakalan remaja dan cara pencegahannya. Hasil pengabdian masyarakat ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman mereka dalam pencegahan kenakalan remaja sebanyak 21%. Pemahaman kenakalan remaja penghuni panti asuhan menjadi sangat penting dikarenakan remaja merupakan salah satu usia rentan dan masa transisi yang mudah dipengaruhi oleh lingkungan dan teman sebaya. Sebagai salah satu bentuk keluarga baru yang belum mengenal satu sama lain, pemahaman kasih sayang dan perhatian antar penghuni panti perlu ditingkatkan untuk mencegah kenakalan remaja.
Sosialisasi Penggunaan Masker Yang Benar Sebagai Upaya Penerapan Protokol Kesehatan Pada Pedagang Pasar Ir. Soekarno Sukoharjo Syefira Ayudia Johar; Iik Sartika
APMa Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 1: Januari 2023
Publisher : STIKES Bhakti Husada Mulia Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47575/apma.v3i1.384

Abstract

Penggunaan masker merupakan langkah yang disarankan sebagai pencegahan perluasan Covid-19. Pembatasan penyebaran Covid-19 bisa dengan menggunakan masker. Penggunaan masker berfungsi dalam menjaga orang sehat saat berinteraksi dengan orang terinfeksi dalam menanggulangi penularan lebih lanjut. Rekomendasi  dari WHO bahwa di semua fasilitas publik harus menggunakan masker. Berdasarkan hasil studi pendahuluan, masih ada pedagang yang belum mengerti berkaitan pentingnya memakai masker dalam menanggulangi covid-19, dan tidak disiplin memakai masker yang benar. Tujuan pengabdian ini supaya setelah mendapatkan sosialisasi terkait penggunaan masker yang benar para pedagang pasar meningkat pemahamannya berkaitan dengan penggunaan masker.  Metode sosialisasi ini terdapat pretest sebelum dilakukan sosialisasi dan setelah diberikan sosialisasi diberi posttest. Hasil dari pengabdian secara umum terjadi peningkatan pengetahuan sebesar 48%. Kegiatan pengabdian mencapai target kehadiran sebesar 98% dari total peserta. Peningkatan pemahaman terkait penggunaan masker yang benar akan berdampak secara langsung pada kesadaran pedagang untuk menggunakan masker yang benar saat berjualan di Pasar.

Page 2 of 4 | Total Record : 31