cover
Contact Name
Hidayatus Sibyan
Contact Email
hsibyan@unsiq.ac.id
Phone
+622863326102
Journal Mail Official
jiars@fastikom-unsiq.ac.id
Editorial Address
Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Sains Al-Qur'an (UNSIQ) Jawa Tengah di Wonosobo Jl. KH. Hasyim Asy'ari Km. 03, Kalibeber, Mojotengah, Wonosobo, Jawa Tengah, Indonesia, 56351
Location
Kab. wonosobo,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Arsitektur
ISSN : 18299431     EISSN : 27460584     DOI : https://doi.org/10.32699/jiars
Core Subject : Engineering,
Jurnal mengundang penulis dari berbagai disiplin ilmu yang melakukan penelitian tentang arsitektur dari berbagai bidang ilmu. Jurnal Ilmiah Arsitektur merupakan jurnal open access. Focus jurnal meliputi tema building science, sejarah bangunan, urban design, permukiman, tata ruang dalam dan semua tema yang relevan dengan arsitektur.
Articles 154 Documents
APPLICATION OF ECLECTIC STYLE IN THE INTERIOR DESIGN OF ZOZO GARDEN CAFE, BANDAR LAMPUNG Satria, Widi Dwi; Ujung, Verarisa Anastasia; Setyorini, Yurim Hatamaiya; Frisky, Hendra; Khairunnisa, Adenita Kamilia; Alamsyah, M Renaldi Ramadhan
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 14 No 2 (2024): Desember
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jiars.v14i2.8134

Abstract

The growing popularity of cafes in Bandar Lampung is driven by the interest of young people who enjoy spending time in these venues. The lifestyle in Bandar Lampung has turned cafes into more than just dining spaces; they have become social and co-working environments. Zozo Garden Cafe distinguishes itself through its eclectic interior design, setting it apart from other cafes. This study explores the decor of the cafe, focusing on space-forming, space-supporting, and space-filling elements. The research uses a qualitative descriptive method with an exploratory approach, observing and analyzing the cafe's interior through visual observation. The findings show that Zozo Garden Cafe successfully implements an interior style that balances sociability, ambiance, and intimacy. The dynamic combination of space-forming, supporting, and filling components creates an appealing design for those who appreciate aesthetic interiors. The cafe’s uniqueness is highlighted by varied wall ornaments, textured and patterned floors, vintage windows, mixed-material ceilings, and distinct color schemes in every corner.
ADAPTING THE CULTURAL FORMS IN ARCHITECTURAL DESIGN CONCEPT OF TOURISM CENTRE ON MULES ISLAND, MANGGARAI Fanggidae, Linda Welmintje; Jerobisonif, Aplimon; Dima, Thomas Kurniawan; Dahoklory, Lodwik Obed; Maromon, Rifat Yoktan Y.; Rudiyanto, Roseven
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 14 No 2 (2024): Desember
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jiars.v14i2.8193

Abstract

Mules Island, a small island in the Flores archipelago, possesses a diverse array of tourist attractions. Unfortunately, the island, which falls within the settlement area of the Manggarai ethnic group, lacks facilities to support the development of tourism activities. Thus, designing a tourism centre to address these needs is necessary. At the same time, the local community faces challenges related to cultural identity. Mules Island is home to a multi-ethnic population, with no single dominant ethnic group, a condition that raises the risk of cultural assimilation potentially eroding all existing ethnic identities. Preliminary studies indicate that the residents of Mules identify themselves as part of the Manggarai community. Consequently, Manggarai culture is an apt source of inspiration for the architectural design of the proposed tourism center. The design draws inspiration from two Manggarai cultural elements: the traditional Manggarai house known as Mbaru Niang and the distinctive Manggarai rice field pattern referred to as Sawah Lodok. These cultural forms are adapted into the design through a process of form transformation, employing both traditional and borrowing methods. The proposed facilities include a Tourist Information Center, cottages, gazebos, an observation tower, a plaza with food stalls, a plaza with souvenir kiosks, an amphitheater, a prayer room, and public restrooms. All structures incorporate plan and roof forms derived from the transformation of Mbaru Niang, while the site layout reflects the transformed pattern of Sawah Lodok. The architectural design of the tourism center on Mules Island has promoted the identity and the beauty of Manggarai culture while fulfilling its functional role in supporting tourism development activities.
PREFERENSI MASYARAKAT DALAM PEMILIHAN TEMPAT TINGGAL DI KAWASAN REL KERETA API KECAMATAN LABUHAN RATU Ningsih, Panti Wahyu; Hidayat, Rahmad
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 14 No 2 (2024): Desember
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jiars.v14i2.8274

Abstract

Lahan terbangun yang terjadi pada kawasan Kecamatan Labuhan Ratu dipengaruhi oleh pola pergerakan ketiga aktivitas yakni perdagangan dan jasa, permukiman dan pendidikan. Masyarakat pendatang cenderung akan memilih tempat tinggal dengan mendekati keberadaan fasilitas tersebut. Intensitas kepadatan permukiman/rumah tinggal yang ada di kawasan Labuhan Ratu saat ini sudah sangat padat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor apa saja yang paling dominan masyarakat dalam mendirikan tempat tinggal pada kawasan rel kereta api di Kecamatan Labuhan Ratu. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Tahap yang dilakukan adalah dengan observasi ke lapangan, wawancara dan penyebaran kuesioner dengan para expert maupun masyarakat yang tinggal di kawasan penelitian. Selanjutnya, melakukan analisis dari kuesioner yang telah dibagikan dengan melakukan model pengambilan keputusan yakni Analytical Hierarchy Process (AHP). Hasil penelitian membuktikan faktor yang paling dominan masyarakat dalam mendirikan tempat tinggal dengan urutan pertama adalah Pendapatan sebesar 16,2%, peringkat kedua Pekerjaan sebesar 15,9% dan peringkat ketiga adalah aksesibiltas 15,8%.
KESINAMBUNGAN BENTUK ARSITEKTUR HINDU PADA GAPURA PADUREKSAN DI MASJID KUNO KUDUS Hermanto, Heri
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 14 No 2 (2024): Desember
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jiars.v14i2.8484

Abstract

Masjid Menara Kudus adalah salah satu peninggalan masjid kuno yang berada di Kota Kudus. Selain bentuk menara yang mirip dengan candi, keunikan Masjid Menara Kudus lainnya adalah terdapatnya pintu masuk dibagian serambi dan ruang utama yang bentuknya diduga menyerupai bangunan candi dalam arsitektur Hindu. Temuan yang sangat menarik adalah bentuk gapura Padureksan (lawang kembar) di Masjid Menara Kudus ternyata di temukan juga di Masjid yang lebih tua yaitu masjid Wali Hadiwarno yang dibangun tahun 1458 M dan masjid Langgar Dalem yang juga dibangun tahun 1458 M. Penggunaan konsep pintu seperti padurekso tidak hanya di temukan di Kudus tetapi ditemukan di Masjid Agung Sang Ciptarasa Cirebon dan Masjid Agung Kota Gedhe Yogyakarta. Maka tujuan dari penelitian ini adalah; 1) Mengidentifikasi kontinuitas bentuk arsitektur Hindu pada gapura Padureksan di masjid kuno di Kudus.2) Mengidentifikasi kontinuitas ornamen arsitektur Hindu pada gapura Padureksan di masjid kuno di Kudus. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan cara observasi, perekaman data, dan menggali dari sumber primer historiografi. Hasil penelitian menemukan bahwa kontinuitas bentuk dan ornamen Hindu pintu gapura Padureksa memang terispirasi dari bentuk gapura pada Arsitektur Hindu, kesinambungannya terlihat jelas pada gapura Bajang Ratu, Masjid Wali Hadiwarno, Masjid Langgar Dalem, dan Masjid Menara Kudus. Jenis ornamen yang selalu digunakan pada gapura padureksa adalah ornamen suluran dan slempitan.
KAJIAN KENYAMANAN TERMAL KORIDOR JALAN SUDIRMAN SEBAGAI PUSAT PERTOKOAN DI KOTA KUPANG Zudi, Sefriyani Lea; Ndoen, Rhodys; Solissa, Arfie Pigan
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 14 No 2 (2024): Desember
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jiars.v14i2.8506

Abstract

Jalan Sudirman merupakan Kawasan pertumbuhan perekonomian yang berada di Kawasan Kota Kupang. Sebagai jalur perdagangan dan jasa tentunya jalan Sudirman diharapkan dapat memberikan kenyamanan termal ruang luar bagi pengunjung yang melakukan aktivitas perekonomian pada jalan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat kenyamanan termal yang ada pada jalan tersebut sehingga dapat memperbaiki kualitas kenyamanan termal pada koridor jalan dengan memberikan arahan desain yang baik pada Kawasan pertokoan jalan Sudirman Kota Kupang. Metode yang digunakan untuk penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan melakukan simulasi menggunakan software Envi-MET 3.1 melalui pengukuran langsung dilapangan. Metode ini digunakan untuk mensimulasikan variabel suhu (temperature) kelembaban dan kecepatan angin yang ada di jalur pedestrian di jalan Sudirman berdasarkan input data kondisi eksisting variabel tetap berupa material perkerasan jalan dan ketinggian bangunan dan variabel tidak tetap yaitu vegetasi. Hasil simulasi menunjukkan bahwa koridor jalan memiliki suhu berkisar 29,02 – 29.09°C, suhu lebih rendah berada pada titik-titik vegetasi sedangkan suhu lebih tinggi berada pada titik-titik area tanpa vegetasi, Mean Radiant Temperature (MRT) mencapai nilai tinggi karena material perkerasan jalan terpapar langsung radiasi matahari yaitu berkisar 30.92°C, simulasi Kelembaban relatif memiliki presentasi dominan yang tinggi berkisar 70,18% - 72,46% dan simulasi kecepatan angin memiliki kecepatan angin rendah berkisar 0.28 m/s karena masa bangunan yang padat menghalangi pergerakan angin. Hasil dari penelitian ini menemukan pengukuran tingkat kenyamanan termal pada koridor jalan Sudirman dan merekomendasikan arahan desain yang baik bagi kenyamanan termal yang belum optimal pada jalan Sudirman Kota Kupang.
EFEKTIVITAS DESAIN BANGUNAN DALAM MEREDAM DAMPAK KEBISINGAN EKSTERNAL (STUDI KASUS: HUNIAN DI SEKITAR BANDARA EL TARI KUPANG) Ndoen, Rhodys; Solissa, Arfie Pigan
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 14 No 2 (2024): Desember
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jiars.v14i2.8519

Abstract

Penelitian ini mengkaji efektivitas desain bangunan dalam meredam dampak kebisingan eksternal pada hunian di sekitar Bandara El Tari Kupang. Urgensi penelitian didasari pada tingginya tingkat kebisingan akibat aktivitas penerbangan yang melebihi ambang batas yang direkomendasikan untuk area permukiman (55 dB(A)), sehingga berpotensi mempengaruhi kenyamanan dan kesehatan penduduk setempat. Menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling pada 40 bangunan hunian. Pengukuran kebisingan dilakukan menggunakan Sound Level Meter (SLM) selama 17 jam, disertai observasi material bangunan, bukaan, dan penghalang alami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kebisingan luar bangunan berkisar antara 73,1-94,6 dB(A), dengan pesawat Boeing 737 sebagai kontributor utama kebisingan (85-95 dB(A)). Efektivitas reduksi kebisingan bangunan bervariasi antara 0,4-16,2 dB(A), dipengaruhi oleh jarak dari sumber kebisingan, material bangunan, dan keberadaan vegetasi. Rekomendasi desain meliputi zonasi ruang berdasarkan tingkat kebisingan, penggunaan material dengan kemampuan reduksi suara yang baik seperti genteng beton dan plafon akustik, penggantian bukaan void dengan material berlapis, serta pemanfaatan vegetasi sebagai penghalang alami untuk meningkatkan kenyamanan akustik hunian.
VARIASI PANJANG PEMASANGAN FRP PADA BALOK HAUNCH GEOPOLIMER Zulfahmi, Rifqi Iqbal; Qomaruddin, Mochammad; Prasetya, Blinka Hernawan; Purwanto, Purwanto; Tudjono, Sri; Victor, Victor
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 14 No 2 (2024): Desember
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jiars.v14i2.8523

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengaruh variasi panjang pemasangan Fiber Reinforced Polymer (FRP) pada balok haunch berbahan geopolimer yang digunakan untuk memperkuat balok komposit beton. Penelitian dilakukan melalui simulasi menggunakan software DIANA 10.5 untuk analisis elemen hingga (FEA). Benda uji memiliki panjang total 3,8 meter, jarak tumpuan 3,4 meter, dimensi balok 340 x 170 mm, dan dimensi kolom 300 x 250 mm. Balok haunch dilengkapi tulangan longitudinal D13 dan sengkang 8D-50. Metode eksperimen mencakup sistem pembebanan sesuai standar, penempatan instrumen presisi, serta pencatatan data selama pengujian. Simulasi menggunakan string CFRP dalam FEA menunjukkan bahwa panjang FRP memengaruhi beban-deformasi, pola retak, dan daktilitas balok haunch. Grafik hubungan panjang FRP dan beban ultimate memberikan wawasan penting untuk optimasi perkuatan, sehingga berkontribusi pada pengembangan metode perkuatan struktur yang lebih efisien dan berkelanjutan.
INTEGRASI ADAPTIVE REUSE DAN SEMIOTIKA UNTUK PELESTARIAN ARSITEKTUR INDUSTRI (STUDI KASUS PABRIK GULA CEPIRING KENDAL JAWA TENGAH) Setyohadi K, RM. Bambang
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 14 No 2 (2024): Desember
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jiars.v14i2.8641

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengintegrasikan pendekatan adaptive reuse dan semiotika dalam pelestarian arsitektur industri, dengan kasus pada Pabrik Gula Cepiring Kendal Jawa Tengah. Dengan Adaptive reuse memungkinkan bangunan bersejarah mendapatkan fungsi baru yang relevan tanpa mengorbankan nilai historisnya, sedangkan semiotika membantu mengungkap makna simbolis elemen-elemen arsitektur yang menjadi identitas budaya lokal. Penelitian kualitatif ini menggunakan metode narrative review melalui analisis literatur yang relevan, dengan pendekatan tematik untuk mengidentifikasi pola, tema, dan kesenjangan pada pelestarian arsitektur industri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa elemen arsitektur seperti cerobong asap, struktur konstruksi baja, mesin uap industri dan tata ruang geometris serta elemen arsitektur dan bangunan hunian, memiliki nilai historis dan simbolis yang signifikan. Cerobong asap, dan mesin uap industri, misalnya, tidak hanya berfungsi sebagai elemen teknis kemajuan teknologi tetapi juga sebagai ikon visual yang mencerminkan sejarah kolonial dan identitas lokal. Integrasi adaptive reuse dan semiotika menghasilkan strategi pelestarian yang dapat mempertahankan nilai fisik dan simbolis bangunan, dengan memberikan fungsi baru yang relevan, seperti museum, pusat edukasi, atau agro wisata . Temuan ini memperkuat literatur yang ada, dan memperluas konsep pelestarian dengan menekankan pentingnya narasi budaya dalam pelestarian arsitektur. Kontribusi teoritis dalam penelitian ini memperkaya model pelestarian arsitektur industri dan memberikan nilai kemanfaatan praktis bagi pembuat kebijakan dan praktisi untuk mengelola warisan budaya secara berkelanjutan. Penelitian lanjutan sangat disarankan untuk mengeksplorasi implementasi empiris dari integrasi ini guna memperluas pemahaman tentang dampak sosial, ekonomi, dan budaya dalam pelestarian warisan arsitektur industri.
PENDEKATAN ECO-DESIGN DALAM DESAIN LANSKAP HUTAN KOTA EDUFOREST BEKASI Hanif, Muhammad Faig; Hadi, Akhmad Arifin
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 15 No 1 (2025): Juni
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jiars.v15i1.7560

Abstract

Ruang terbuka hijau (RTH) di Kabupaten Bekasi baru hanya memenuhi sekitar 16% dari total luas kawasan. Jika dibandingkan dengan minimal luas RTH di kawasan perkotaan sebesar 30%, maka perlu dilakukan pemenuhan luas dan pengoptimalan kualitas RTH. Hutan Kota Eduforest Bekasi (HKEB) merupakan RTH yang berpotensi menjadi penyedia manfaat ekologis bagi Kabupaten Bekasi berupa daerah resapan air karena belum terbetonisasi. Namun, HKEB memiliki permasalahan berupa tata kelola hidrologi, erosi tanah, penyediaan kebutuhan dasar satwa, pengelolaan sampah organik, dan pengadaan fasilitas serta belum memiliki solusi detail secara spasial sehingga fungsinya sebagai penyedia manfaat ekologis serta sebagai ruang rekreasi, edukasi, dan sosial belum dirasakan secara optimal. Tujuan penelitian ini ialah untuk menghasilkan desain lanskap HKEB dengan prinsip eco-design atau pendekatan ekologis pada proses perencangannya. Metode penelitian yang digunakan berupa metode kualitatif dan kuantitatif dengan pendekatan analisis deskriptif serta metode desain berupa program-based design. Konsep dasar berupa Eco-edu-recreational Forest dan konsep desain yang mengadaptasi morfologi kantung madu dalam pengembangan HKEB digunakan untuk menanggapi berbagai potensi dan kendala. HKEB dapat dioptimalkan kualitasnya sebagai RTH melalui pendekatan eco-design. Peningkatan fungsi ekologi, rekreasi, edukasi, dan sosial tapak dilakukan dengan konservasi air, tanah, vegetasi, serta penggunaan elemen desain fisik yang optimal. Fungsi-fungsi yang telah ditingkatkan mampu membentuk ekosistem hutan kota yang produktif, menciptakan rangkaian kegiatan rekreatif dan edukatif, serta memberdayakan ruang terbuka hijau menjadi ruang publik yang optimal.
TIPE SUDUT CHAMFER DALAM PERKERASAN PAVING DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN FINITE ELEMENT METHOD Muttaqien, Abied Rizky Putra; Pratikso, Pratikso; Mudiyono, Rachmat
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 15 No 1 (2025): Juni
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jiars.v15i1.7811

Abstract

Paving adalah salah satu jenis material yang sering digunakan dalam konstruksi jalan. Jenis perkerasan ini terdapat chamfer yang merupakan desain geometris. Sudut chamfer berpengaruh signifikan terhadap performa dan stabilitas permukaan jalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara variasi sudut chamfer dengan penurunan permukaan jalan, variasi sudut yang digunakan dalam penelitian ini ada 4, yaitu: 300, 450, 600, dan 750 dengan jarak antar paving 3 mm. Penelitian ini penting dilakukan supaya dapat diketahui model sudut chamfer terbaik yang memiliki pengaruh signifikan terhadap penurunan. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis FEM dengan perangkat lunak PLAXIS 3D. Metode tersebut digunakan untuk memodelkan interaksi antara paving dengan roda di atasnya, sementara variasi chamfer dievaluasi untuk mengukur dampaknya terhadap penurunan permukaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paving dengan sudut chamfer 750 memiliki pengaruh yang paling signifikan dalam pembebanan. Perbedaan sudut chamfer yang lebih besar secara nyata mempengaruhi respons paving terhadap beban. Dengan memperhatikan pergeseran arah Z, ditemukan bahwa terjadi penurunan hingga 7.441E-3 cm, yang merupakan penurunan terbesar dibanding dengan lainnya. Dari hasil ini, dapat disimpulkan bahwa sudut chamfer memberikan peran penting dalam kualitas perkerasan paving, meskipun mutu paving sangat baik, sudut chamfer yang cukup besar dapat menyebabkan penurunan signifikan pada permukaan jalan.

Page 11 of 16 | Total Record : 154