cover
Contact Name
Nefonavratilova Ritonga
Contact Email
lppm.unar@gmail.com
Phone
+6285373542125
Journal Mail Official
lppm.unar@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raja Inal Siregar, Kec Batunadua, Kota Padangsidimpuan.
Location
Kota padangsidimpuan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA)
ISSN : -     EISSN : 27150178     DOI : https://doi.org/10.51933/jpma.v6i1
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) menyediakan media bagi mereka yang ingin mempublikasikan artikel ilmiahnya dari hasil pengabdian masyarakat atau inovasi di bidang Kesehatan, Pendidikan, Humaniora.
Articles 504 Documents
PENINGKATAN PENGETAHUAN WANITA USIA SUBUR TENTANG UNMED NEED MELALUI PEMBERIAN KIE KB: KB Aswan, Yulinda
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 4 No. 3 (2022): Vol. 4 No. 3 Desember 2022
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v4i3.948

Abstract

ABSTRAK Sasaran langsung program KB salah satunya adalah pasangan usia subur yang kebutuhan KB tidak terpenuhi (unmet need). Lebih dari 80% peserta KB aktif memilih suntikan dan pil sebagai metode kontrasepsi dibanding metode lainnya yaitu suntikan (63,71%) dan pil (17,24%). Sementara 11 persen wanita kawin umur 15-49 tahun kebutuhan KB tidak terpenuhi (unmet need). Beberapa faktor yang mempengaruhi kejadian unmet need adalah faktor demografi, sosio ekonomi, pengetahuan, sikap, paparan media massa, takut efek samping penggunaan kontrasepsi. Penggunaan kontrasepsi dipengaruhi oleh banyak faktor seperti pengetahuan, dukungan suami, budaya, tingkat kesejahteraan, komunikasi, informasi, dan pendidikan. Kegiatan pengabdian kepada msyarakat ini bertujuan untuk peningkatkan pengetahuan WUS tentang KB. Metode kegiatan pengabdian adalah pemberian KIE secara langsung dengan menggunakan media leaflet. Intervensi dilakukan terhadap 30 orang. Pemberian kuesioner dilakukan sebagai bentuk evaluasi pengetahuan WUS tentang KB, di peroleh hasil sebelum pemberian penyuluhan rata-rata tingkat pengetahuan ibu sebesar 58% dan setelah diberikan penyuluhan menjadi 85%. Setelah diberikan KIE tentang KB diharapkan peserta yang mengikuti benar-benar mengerti dan menyebarluaskan informasi yang diterima kepada warga lain. Kata kunci : Pengetahuan, Unmed Need, KIE KB ABSTRACT One of the direct targets of the family planning program is couples of childbearing age whose family planning needs are not met (unmet need). More than 80% of active family planning participants chose injections and pills as a method of contraception compared to other methods, namely injections (63.71%) and pills (17.24%). Meanwhile, 11 percent of married women aged 15-49 years have unmet need for family planning. Some of the factors that influence the incidence of unmet need are demographic, socio-economic factors, knowledge, attitudes, exposure to mass media, fear of side effects of using contraception. Contraceptive use is influenced by many factors such as knowledge, husband's support, culture, welfare level, communication, information, and education. This community service activity aims to increase WUS' knowledge about family planning. The method of service activities is the submission of KIE directly using leaflet media. The intervention was carried out on 30 people. Giving a questionnaire was carried out as a form of evaluating WUS knowledge about family planning, obtaining the results before giving counseling the average level of mother's knowledge was 58% and after being given counseling it was 85%. After being given KIE about family planning, it is hoped that the participants will really understand and disseminate the information received to other residents. Keywords : Knowledge, Unmed Need, KIE KB
PELAKSANAAN PENYULUHAN TENTANG BENCANA BANJIR DI BATUNADUA JULU KOTA PADANGSIDIMPUAN Antoni, Adi; ahmad, haslinah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 4 No. 3 (2022): Vol. 4 No. 3 Desember 2022
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v4i3.931

Abstract

Bencana adalah kejadian umum di dunia, dan penyebabnya mungkin alami, buatan manusia, teknologi, atau konflik antar kelompok manusia. Edukasi yang kurang mengenai pencegahan terjadinya banjir bandang menjadi salah satu faktor penyebab berisiko. Tujuan kegiatan Penyuluhan ini untuk memberikan edukasi kepada warga di daerah Lingkungan II kelurahan Batunadua Julu Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua Kota Padangsidimpuan tentang pengetahuan terkait bencana banjir. Pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan metode ceramah dan aplikasi Leaflet . Kegiatan ini dilakukan selama 2 jam pada Hari Rabu 14 Desember 2022 yang bertempat di daerah Lingkungan II kelurahan Batunadua Julu Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua Kota Padangsidimpuan Sumatera Utara. Hasil yang didapatkan setelah kegiatan penyuluhan ini adalah peningkatan pengetahuan masyarakat di daerah Lingkungan II kelurahan Batunadua Julu Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua Kota Padangsidimpuan Sumatera Utara akan pencegahan terjadinya bencana banjir bandang.
PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL DALAM MENINGKATKAN LITERASI KEMAMPUAN BAHASA INGGRIS KEPADA REMAJA Harahap, Olivia Feby; Nasution, Nurul Hidayah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 4 No. 3 (2022): Vol. 4 No. 3 Desember 2022
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v4i3.943

Abstract

Abstract Millennials need English because the boundaries between countries are no longer visible. This makes us have to be able to communicate using international languages, and English is one of them. However, the impact of implementing the 2013 curriculum on reducing the number of hours for several subjects including English subjects reduced the effort to learn the language. Need a strategy to facilitate mastery of the language. Focusing on language skills such as speaking, writing, listening and reading is one way. Seeing the complex problem of mastering the language, students of SMPN 1 Angkola Barat need help to master English. This assistance is only temporary because after that students are expected to be able to independently make efforts to improve their language skills. These things are the focus of community service carried out by FIB Unsoed lecturers. Formal classes that cannot provide writing competence training are the main background for this service. Thus, the purpose of this service is to improve writing skills through English literacy activities. The methods used are lectures, posters and workshops. The result of this service is a collection of short story books with 18 stories in it, which is proof of the success of this service. Keywords: writing, reading, literacy, book level
PENYULUHAN TENTANG BAHAYA NARKOBA DAN KENAKALAN REMAJA DALAM RANGKA PENINGKATAN PENGETAHUAN SISWA DI SMP 1 ANGKOLA BARAT Siregar, Marniatun; Nur, Muhammad; nisyah, Khairun; Nikayanti, Ria; Ritonga, Siti Meiranda Hafsari; Ardina, Lili; Delima, Mas; Natunnah, Sofiyah; Halawa, Sirina; Nasution, Mutiah Dina; Parlindungan, Muhammad Thohir; Harahap, Raja MP; Nasution, Nurul Hidayah; Harahap, Olivia Feby Mon
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 4 No. 3 (2022): Vol. 4 No. 3 Desember 2022
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v4i3.938

Abstract

ABSTRACT Narcotics are natural, synthetic and semi-synthetic substances or drugs which can cause a decrease in consciousness, hallucinations and excitability in humans. According to Law no. 39 of 2009 concerning Narcotics states that narcotics are artificial substances or even those derived from plants that have hallucinatory effects, decrease consciousness, and cause addiction. These drugs can be addictive if used excessively. Utilization of these substances is as a painkiller and provide peace. Its misuse can be subject to legal sanctions. Youth is the future asset of a nation. But nowadays a lot is happening to teenagers, such as drugs and juvenile delinquency such as motorcycle gangs. Therefore, knowledge about drugs and juvenile delinquency is very important as a strategy in reducing things that can harm the future of adolescents. This community service aims to increase students' knowledge about drugs and juvenile delinquency. This community service activity was attended by 30 class IX students. This activity was carried out by delivering counseling materials about drugs and juvenile delinquency at SMP Negeri 1 Angkola Barat. This activity was also interspersed with discussions and questions and answers. The results of this community service activity were received enthusiastically by students. All activity participants stated that this community service was very useful because it could add insight into knowledge about drugs and juvenile delinquency which affect habits in everyday life. Keywords: teens, drugs, delinquency, teenagers
PKM PENTINGNYA BERBAHASA INDONESIA YANG BAIK DAN BENAR DALAM DUNIA PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN siregar, juliana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 4 No. 3 (2022): Vol. 4 No. 3 Desember 2022
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v4i3.926

Abstract

Pada Era teknologi canggih ini makin dirasakan betapa pentingnya fungsi bahasa sebagai alat komunikasi.kenyataan yang dihadapi dewasa ini adalah selain ahli-ahli bahasa,semua ahli yang bergerak dalam bidang pengetahuan yang lain semakin memperdalam dirinya dalam bidang teori dan peraktik bahasa.semua orang menyadari bahwa interaksi dan segala macam kegiatan dalam masyarakat akan lumpuh tanpa bahasa.melaui bahasa,kebudayaan suatu bangsa dapat dibentuk,dibina,dan dikembangkan serta dapat diturunkan kepada generasi-generasi mendatang.dengan adanya bahasa sebagai alat komunikasi,maka semua yang berada disekitar manusia,peristiwa-peristiwa,binatang-binatang,tumbuh-tumbuhan,hasil cipta karya manusia dan sebagainya mendapat tanggapan dalam pikiran manusia disusun dan diungkapkan kembali kepada orang-orang lain sebagai bahan komunikasi.komunikasi melalui bahasa ini memungkinkan tiap orang untuk menyesuaikan dirinya dengan lingkungan fisik dan lingkungan sosialnya.bahasa memungkinkan tiap orang untuk mempelajari kebiasaan,adat istiadat,kebudayaan serta latar belakangnya masing-masing.
PENYULUHAN TENTANG PENTINGNYA CUCI TANGAN PAKAI SABUN DALAM RANGKA PENINGKATAN PERSONAL HYGIENE PADA ANAK DI TK TURSINA JAYA KELURAHAN SITINJAK Nurul Hidayah Nasution; Olivia Feby Mon Harahap; Siti Meiranda
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 4 No. 3 (2022): Vol. 4 No. 3 Desember 2022
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v4i3.933

Abstract

Indonesia is a country that is aggressively improving public health, the government has launched a handwashing with soap (CTPS) program which is useful for improving personal hygiene so that it avoids various diseases. CTPS is far more effective at killing germs, bacteria and viruses than washing your hands with water alone. Hand washing with soap (CTPS) is also known as an effort to prevent disease. This community service aims to increase knowledge and practice of washing hands with soap properly and correctly in kindergarten school children at Tursina Jaya Kindergarten. This community service activity was attended by 30 kindergarten students. This activity was carried out by delivering counseling materials and demonstrations of hand washing with soap. This activity was also interspersed with discussions and questions and answers. The results of this community service activity were received enthusiastically by students. All activity participants stated that this community service was very useful because it could broaden knowledge and the correct practice of washing hands with soap so that it would affect habits in daily life.
PENDIDIKAN KESEHATAN CUCI TANGAN PAKAI SABUN (CTPS) PADA SISWA SD 100110 DI DESA SIUHOM Hidayah, Arinil
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 4 No. 3 (2022): Vol. 4 No. 3 Desember 2022
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v4i3.952

Abstract

One indicator of clean and healthy living behavior is handwashing with soap (CTPS), which is one of the sanitation measures by washing hands and fingers using running water and soap to prevent various diseases and break the chain of disease transmission. The aim of this research is to motivate children about the importance of washing their hands with soap and running water in order to increase their knowledge in the field of health, and to motivate them to apply it in their daily lives. The method used in this activity is the lecture method, socialization using posters and ending with conducting education on washing hands with soap. The research sample was 30 children of SD 100110 Siuhom. This CTPS counseling includes activities related to CTPS, the purposes and benefits of doing CTPS, when CTPS is carried out and the steps that are practiced in CTPS activities. The results of the counseling show that the children already understand the behavior of hand washing and are able to practice washing hands with soap properly and correctly. The children seemed enthusiastic in this activity. They follow every step of washing hands that we practice in front of the class and they are able to practice it. The conclusion of this activity is that it is hoped that children and teachers can realize the importance of cleanliness and are able to get used to clean and healthy living behavior from an early age, one of which is by getting used to washing hands with soap in a good and correct way.
PENYULUHAN ANTENATAL TERPADU PADA IBU HAMIL DI DESA SIUHOM TAHUN 2022 siregar, nurelilasari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 4 No. 3 (2022): Vol. 4 No. 3 Desember 2022
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v4i3.945

Abstract

Angka Kematian Ibu (AKI) telah menurun dari 346 kematian per 100.000 KH pada tahun 2010 (Sensus Penduduk 2010) menjadi 305 kematian per 100.000 KH pada tahun 2015 (SUPAS 2015), walaupun kondisi ini masih jauh dari target RPJMN, yaitu 183 per 100.000 KH pada tahun 2024, maupun dari target SDGs, yaitu 70 per 100.000 KH pada tahun 2030. Penyebab kematian langsung kematian ibu adalah gangguan hipertensi dalam kehamilan (31,90%), pendarahan obstetrik (26,90%), komplikasi non-obstetrik (18,5%), komplikasi obstetrik lainnya (11,80%), infeksi yang berkaitan dengan kehamilan (4,20%), abortus (5%) dan penyebab lain (1,70%) (Sample Registrasi Sistem 2018). Penyebab kematian ibu ini menunjukkan bahwa kematian maternal dapat dicegah apabila cakupan pelayanan yang disertai dengan mutu pelayanan yang baik.. Salah satu Indikator tercapainya kunjungan antenatal terpadu adalah dengan Peningkatan pengetahuan, peran, dan dukungan keluarga dan masyarakat melalui kegiatan kesehatan reproduksi untuk calon pengantin, kelas ibu hamil dan Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K), dan Distribusi buku KIA, sebagai sarana pencatatan pelayanan kesehatan dan media KIE untuk ibu dan keluarga. Tujuan Pengabdian Kepada masyarakat ini agar ibu hamil dapat mengetahui dan memahami manfaat dari antenatal terpadu.. Penyuluhan dilaksanakan dengan menggunakan poster dan membagikan leaflet. Populasi dan sampel pengabdian ini adalah seluruh ibu hamil di Desa Siuhom dengan jumlah 16 orang. Hasil pengabdian masyarakat ini diterima antusias oleh para ibu hami yang terlihat dari banyaknya ibu yang bertanya seputar informasi mengenai antenatal terpadu. Disarankan kegiatan pendidikan kesehatan dalam upaya peningkatan pemahaman ibu tentang antenatal terpadu dapat dilakukan secara berkala dengan frekuensi yang lebih sering dan jangkauan penyebaran informasinya juga dapat diperluas kepada keluarga dan tokoh-tokoh masyarakat.
Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemanfaatan Tanaman Obat Kelurga (TOGA) di Desa Panobasan Kecamatan Angkola Barat Kabupaten Tapanuli Selatan Simamora, Febrina Angraini; Daulay, nanda Masraini; Hidayah, Arinil
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 4 No. 3 (2022): Vol. 4 No. 3 Desember 2022
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v4i3.949

Abstract

ABSTRAK Masyarakat Indonesia secara turun temurun menggunakan tanaman herbal untuk memelihara dan mengatasi masalah kesehatan, namun belum semua memahami manfaat dari tanaman yang ada. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini supaya masyarakat mengetahui manfaat dari tumbuhan sebagai tanaman obat agar masyarakat dapat membudidayakan dan melestarikan berbagai tanaman obat sehingga bisa mengurangi biaya pengobatan. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Desa Panobasan Kecamatan Angkola Barat Kabupaten Tapanuli Selatan selama 4 hari yang diikuti oleh perangkat desa, tokoh agama, tokoh masyarakat dan kader. Pengabdian masyarakat ini menggunakan model partisipatif. Hasil dalam pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa masyarakat telah mulai memanfaatkan dan membudidayakan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sekaligus sebagai tanaman produktif. Pengabdian masyarakat dimanfaatkan sebagai usaha promosi kesehatan mandiri pada masyarakat dalam memanfaatkan sumber daya tumbuhan sehingga meningkatkan minat masyarakat untuk memanfaatkan tanaman obat-obatan (Smart living) yang pada akhirnya meningkatkan kesehatan masyarakat. Kata kunci : pemberdayaan masyarakat, tanaman obat keluarga ABSTRACT Indonesian people have been using herbal plants for generations to treat and treat health problems, but not all of them understand the benefits of existing plants. The purpose of this community service is so that people know the benefits of plants as medicinal plants so that people can cultivate and preserve various medicinal plants so they can reduce medical costs. This community service was carried out in Panobasan Village, Angkola Barat District, South Tapanuli Regency for 4 days which was attended by village officials, religious leaders, community leaders and cadres. This community service uses a participatory model. The results of this community service show that the community has begun to utilize and cultivate the Family Medicinal Plants (TOGA) as well as productive plants. Community service is used as an independent health promotion effort for the community in utilizing plant resources so as to increase public interest in utilizing medicinal plants (Smart living) which ultimately improves public health. Keywords: community empowerment, family medicinal plants
PENYULUHAN CARA MENGGOSOK GIGI YANG BENAR DI PERSIAPAN MIN 5 KOTA PADANGSIDIMPUAN TAHUN 2022 sagala, nanda suryani; napitupulu, mastiur napitupulu; napitupulu, natar fitri; daulay, nanda masraini
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 4 No. 3 (2022): Vol. 4 No. 3 Desember 2022
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v4i3.934

Abstract

Kebiasaan menyikat gigi dengan baik dan benar dapat mempengaruhi kebersihan gigi dan mulut untuk itu dihrapkan siswa/I agar memperhatikan kebersihan gigi dan mulut untuk mencegah terjadinya penumpukan sisa-sisa makanan.Dalam proses ini penyampaian metode penyuluhan yang digunakan adalah demonstrasi yaitu suatu cara penyajian,pengertian dan ide,diskusi dan tanya jawab yang dipersiapkan dengan teliti untuk memperlihatkan bagaimana cara melaksanakan suatu tindakan,adegan atau menggunakan suatu prosedur.Penyuluan ini di ikuti oleh siswa-siswi kelas 5 Persiapan MIN 5 Padangsidimpuan yang berjumlah 73 orang.Hasil penyuluhan didapatkan siswa-siswi melakukan demonstrasi menyikat gigi yang benar secara bersamaan. Siswa-siswi mampu mendemonstrasikan cara menyikat gigi dengan benar dan mampu memjelaskan cara menjaga gigi untuk meningkatkan kesehatan gigi.