IBLAM Law Review
Welcome to the official website of IBLAM Law Review. With the spirit of further proliferation of knowledge on the legal system in Indonesia to the wider communities, this website provides journal articles for free download. Our academic journal is a source of reference both from law academics and legal practitioner . IBLAM Law Review is a double-blind review academic journal for Legal Studies published by Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) IBLAM School Of Law. IBLAM Law Review contains several researches and reviews on selected disciplines within several branches of Legal Studies (Sociology of Law, History of Law, Comparative Law, etc.). In addition, IBLAM Law Review also covers multiple studies on law in a broader sense. This journal is periodically published (in January, May, and September), and the approved and ready-to-publish manuscripts will also be regularly published in the website (with early view) and the hardcopy version will be circulated at the end of every period.
Articles
20 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 5 No. 2 (2025): IBLAM LAW REVIEW"
:
20 Documents
clear
Effectiveness of Article 40 Paragraph (1) of PP Number 24 of 1997 Concerning the Obligation of PPAT to Submit Deeds Made to the Land Office
Octaviani, Irva;
Widyanti, Yenny Eta;
Susilo, Hariyanto
IBLAM LAW REVIEW Vol. 5 No. 2 (2025): IBLAM LAW REVIEW
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM IBLAM)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52249/ilr.v5i2.600
Article 40 paragraph (1) of Government Regulation Number 24 of 1997 regulates the obligation of Land Deed Making Officials (PPAT) to submit the deeds they have made to the Land Office within 7 (seven) working days. However, in practice, this provision is often not implemented in a timely manner, resulting in various administrative and legal obstacles. This study aims to analyze the effectiveness of the implementation of Article 40 paragraph (1) of PP No. 24 of 1997 at the Pulang Pisau Regency Land Office. The method used is an empirical legal approach with data collection through surveys and interviews. The results of the study indicate that there are still delays in the submission of deeds by PPAT, one of which is in the case of the Deed of Granting Mortgage Rights which was registered almost two months after signing. This delay has an impact on the slow process of recording rights and issuing certificates, as well as reducing legal certainty for the community. The main causal factors include lack of supervision, low administrative sanctions, and technical obstacles on the part of PPAT. In conclusion, the implementation of Article 40 paragraph (1) has not been effective and requires strengthening of regulations and increasing legal awareness for PPAT.
Legal Analysis of the Relationship between BPN Decree Number 3/Pbt.36/III/2023 and Supreme Court Decision Number 250 PK/Pdt/2004 Jo. 82/Pdt.G/1997/PN.TNG in the Cancellation of Transfer of Land Rights
Blezinzky, Lavisya Nadiya;
Dewi , Amelia Sri Kusuma;
Supriyadi, Supriyadi
IBLAM LAW REVIEW Vol. 5 No. 2 (2025): IBLAM LAW REVIEW
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM IBLAM)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52249/ilr.v5i2.602
The legal conflict between BPN Decree Number 3/Pbt.36/III/2023 and Supreme Court Decision Number 250 PK/Pdt/2004 Jo. 82/Pdt.G/1997/PN.TNG creates uncertainty in the implementation of land rights that should have been resolved through the courts. This problem shows the disharmony between the administrative authority of the land institution and the permanent legal force possessed by the court decision. When a court decision that has permanent legal force is not respected by the administrative institution, there is a vacuum of legal protection for parties who have legally obtained their rights. Therefore, this study is important because it concerns the principle of res judicata and the obligation of state administrative institutions, in this case BPN, to submit to and obey court decisions that are final and binding. This study uses a normative legal approach method with qualitative analysis techniques on various relevant legal instruments. Data were collected through literature studies and analyzed descriptively-analystically. The results of the study indicate that the BPN's action in issuing Decree Number 3/Pbt.36/III/2023 is a form of ultra vires, because it directly contradicts the Supreme Court Decision which has permanent legal force. This can be qualified as a form of abuse of authority that not only violates the principle of legality, but also damages the authority of the judicial institution. As a result, this situation opens up opportunities for the aggrieved party to take legal action through administrative objections, lawsuits to the State Administrative Court (TUN), or reports to the Indonesian Ombudsman for alleged maladministration. In conclusion, harmonization between land administration law and civil procedural law is very necessary to ensure the consistency of legal decisions and administrative actions, in order to realize legal certainty, protection of rights, and substantive justice in the national land system.
Dasar Hukum yang di Tetapkan Hakim dalam Kasus Tindak Pidana Pencucian Uang
Long, Tjoe Kang;
Wulan, Evi Retno
IBLAM LAW REVIEW Vol. 5 No. 2 (2025): IBLAM LAW REVIEW
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM IBLAM)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52249/ilr.v5i2.603
Penelitian ini membahas rumusan masalah dalam kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang melibatkan Tommy, dengan fokus pada penerapan hukum dan prinsip keadilan. Dasar hukum yang diterapkan oleh hakim harus sesuai dengan Undang-Undang No. 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang, khususnya Pasal 4 yang mengatur tindakan aktif seperti mencairkan dan mentransfer uang. Pasal 5, yang menekankan pada ketidaktahuan, mungkin kurang tepat mengingat keterlibatan aktif Tommy. Oleh karena itu, penggunaan Pasal 4 sebagai dasar hukum akan lebih relevan. Untuk memastikan keadilan, hakim perlu memilih Pasal 4 dan mengevaluasi tindakan aktif Tommy secara mendalam. Selain itu, sanksi harus proporsional, termasuk pidana penjara dan denda yang sesuai dengan undang-undang dan beratnya pelanggaran, sambil mempertimbangkan efek jera untuk mencegah kejahatan serupa di masa depan dengan metode penelitian normatif dan pendekatan undang- undang konseptual dan studi kasus.
NON-PENAL POLICY IN PROSECUTION TERMINATION (RECONSTRUCTING CRIMINAL LAW THROUGH RESTORATIVE JUSTICE)
Marasabessy , Fauzy;
Sugiri, Bambang;
Ratnohadi, Heru
IBLAM LAW REVIEW Vol. 5 No. 2 (2025): IBLAM LAW REVIEW
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM IBLAM)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52249/ilr.v5i2.605
The idea of non-penal policies prioritizing rehabilitation and social reintegration rather than mere incarceration is a more humane approach in sentencing systems. However, in practice, Indonesia's criminal justice system is still dominated by retributive paradigms emphasizing vengeance. This research examines the application of restorative justice as the basis for the prosecution termination by public prosecutors. It finds that although internal regulations exist within law enforcement institutions such as the police and prosecutor's office, restorative justice implementation remains suboptimal due to structural and cultural barriers. Using a normative juridical approach, this study concludes that non-penal policies can provide solutions to prison overcapacity, enhance victim protection, and strengthen the integrated criminal justice system.
Analisis Aspek Moral dan Budaya dalam Pemajuan Hak Kekayaan Intelektual di Indonesia
Japar, Muhammad;
Lubis, Efridani;
Martini, Martini;
Hermanto, Hermanto;
Gunawan, Yusuf
IBLAM LAW REVIEW Vol. 5 No. 2 (2025): IBLAM LAW REVIEW
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM IBLAM)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52249/ilr.v5i2.606
Hak Kekayaan Intelektual (HKI) memiliki peran penting dalam melindungi hasil karya individu dan mendorong inovasi di Indonesia. Namun, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya HKI masih rendah, sehingga praktik pembajakan, plagiarisme, dan penggunaan karya tanpa izin masih sering terjadi. Studi ini menganalisis aspek moral dan budaya yang memengaruhi perlindungan HKI di Indonesia, serta bagaimana regulasi yang ada, seperti Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta, dapat diimplementasikan secara lebih efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor budaya berbagi dan rendahnya pemahaman tentang hak moral pencipta menjadi tantangan utama dalam pemajuan HKI. Selain itu, perkembangan teknologi semakin mempercepat penyebaran karya, tetapi juga meningkatkan potensi pelanggaran HKI. Oleh karena itu, upaya edukasi yang berkelanjutan serta sinergi antara pemerintah, akademisi, dan industri diperlukan untuk membangun kesadaran masyarakat dalam menghormati dan melindungi HKI. Dengan pendekatan yang tepat, sistem perlindungan HKI di Indonesia dapat lebih kuat dan mampu mendorong pertumbuhan kreativitas serta inovasi di berbagai sektor.
Analisis Yuridis Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2024 tentang Organisasi Masyarakat Keagamaan dan Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara
Anggawira, Anggawira;
Putranto, Rahmat Dwi
IBLAM LAW REVIEW Vol. 5 No. 2 (2025): IBLAM LAW REVIEW
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM IBLAM)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52249/ilr.v5i2.608
Penelitian ini menganalisis kerangka hukum dan implikasi dari Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2024 tentang Organisasi Masyarakat Keagamaan dan Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara. Regulasi ini menimbulkan permasalahan konstitusional dan normatif mengenai tata kelola sumber daya alam, peran organisasi keagamaan, serta prinsip penguasaan negara. Analisis yuridis ini bertujuan untuk menilai kesesuaian regulasi tersebut dengan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi serta mengevaluasi dampak sosial-hukumnya. Metode yang digunakan adalah penelitian yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan adanya ambiguitas hukum dan potensi konflik dengan ketentuan konstitusi. Penulis merekomendasikan revisi terhadap peraturan ini agar selaras dengan prinsip-prinsip pemerintahan yang baik dan kepastian hukum.
TANGGUNGJAWAB NEGARA DAN ASURANSI DALAM OPERASIONAL SATELIT DI INDONESIA
Kemala, Ratih
IBLAM LAW REVIEW Vol. 5 No. 2 (2025): IBLAM LAW REVIEW
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM IBLAM)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52249/ilr.v5i2.610
Pemanfaatan satelit secara inheren disertai dengan berbagai risiko. Meskipun satelit menawarkan manfaat substansial dalam hal komunikasi, navigasi, dan kemampuan pengawasan, penyebaran dan pemeliharaannya melibatkan biaya yang tinggi, masa operasional yang terbatas, dan potensi keterlambatan karena jarak ruang yang signifikan antara Bumi dan orbit satelit. Beban finansial dari operasi satelit—yang sering kali mencapai ratusan juta dolar AS dan memerlukan waktu bertahun-tahun dari inisiasi kontrak hingga peluncuran—telah mendorong para pemangku kepentingan komersial dan pemerintah untuk mencari mitigasi risiko melalui asuransi luar angkasa. Sejak munculnya pada tahun 1965, asuransi luar angkasa telah menjadi mekanisme penting yang mendukung ekonomi luar angkasa global, memberikan perlindungan bagi entitas swasta dan publik terhadap berbagai kemungkinan. Permintaan terhadap asuransi ini terus tumbuh seiring dengan komersialisasi layanan peluncuran dan operasi satelit. Secara krusial, cakupan asuransi luar angkasa telah berkembang melampaui sekadar perlindungan kerusakan menjadi mencakup risiko operasional yang komprehensif. Penelitian ini menyelidiki kerangka hukum dan regulasi yang mengatur asuransi satelit di Indonesia, dengan penekanan khusus pada tanggung jawab negara sesuai dengan hukum ruang angkasa internasional. Dengan menganalisis kewajiban Indonesia berdasarkan Outer Space Treaty (1967) dan Convention on International Liability for Damage Caused by Space Objects (1972) serta Undang-undang (UU) No. 16 Tahun 2002, penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan sejauh mana Indonesia harus menanggung tanggung jawab atas kegiatan satelit dan memastikan pengelolaan risiko yang tepat melalui asuransi dan pengawasan negara
PENERAPAN HUKUM INTERNASIONAL DALAM SISTEM HUKUM NASIONAL INDONESIA: TANTANGAN TEORITIS DAN PRAKTIS
Sutrisno, Andri
IBLAM LAW REVIEW Vol. 5 No. 2 (2025): IBLAM LAW REVIEW
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM IBLAM)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52249/ilr.v5i2.611
Penelitian ini membahas penerapan hukum internasional dalam sistem hukum nasional Indonesia serta tantangan teoritis dan praktis yang menyertainya. Fokus utama kajian ini adalah posisi hukum internasional dalam hierarki norma hukum Indonesia dan kendala dalam proses integrasi ke dalam peraturan perundang-undangan nasional. Menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan konseptual dan analisis kritis, penelitian ini mengkaji dokumen hukum primer seperti UUD NRI 1945, UU No. 24 Tahun 2000, dan perjanjian internasional yang diratifikasi Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia cenderung menganut pendekatan dualisme, dengan kewajiban ratifikasi formal oleh DPR untuk mengadopsi hukum internasional ke dalam hukum nasional. Namun demikian, terdapat berbagai hambatan seperti tumpang tindih norma hukum, resistensi ideologis, rendahnya pemahaman hukum internasional di kalangan aparatur negara, serta lemahnya implementasi di tingkat daerah. Selain itu, ketiadaan norma konstitusional yang eksplisit mengenai status hukum internasional menimbulkan ambiguitas dalam penerapannya. Penelitian ini merekomendasikan reformasi normatif, peningkatan literasi hukum, serta kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah guna menjamin harmonisasi antara hukum nasional dan komitmen internasional Indonesia.
IMPLIKASI HUKUM KEBIJAKAN TARIF ERA TRUMP TERHADAP INDONESIA: REPOSISI TUGAS PEMERINTAH DALAM PELAYANAN PUBLIK
Sutrisno, Andri
IBLAM LAW REVIEW Vol. 5 No. 2 (2025): IBLAM LAW REVIEW
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM IBLAM)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52249/ilr.v5i2.612
Penerapan kebijakan tarif oleh Amerika Serikat selama masa pemerintahan Donald Trump menandai pergeseran signifikan dalam dinamika perdagangan internasional. Pendekatan proteksionis yang didasarkan pada prinsip "America First" memicu ketegangan global dan berdampak langsung pada negara-negara mitra dagang, termasuk Indonesia. Kebijakan tersebut tidak hanya menimbulkan hambatan ekonomi, tetapi juga berimplikasi pada pelanggaran prinsip-prinsip dasar dalam hukum perdagangan internasional seperti non-diskriminasi dan keterbukaan pasar. Bagi Indonesia, kondisi ini menjadi tantangan ganda, baik dari aspek hukum internasional maupun penyelenggaraan pelayanan publik nasional. Melalui pendekatan yuridis normatif, penelitian ini menganalisis implikasi hukum dari kebijakan tarif AS terhadap relasi dagang bilateral, serta menyoroti pentingnya reposisi peran pemerintah Indonesia dalam memberikan pelayanan publik yang adaptif dan tanggap terhadap tekanan global. Inovasi digital, reformasi birokrasi, dan penguatan diplomasi perdagangan menjadi elemen kunci dalam memastikan bahwa pelayanan publik tetap berkualitas, inklusif, dan sesuai dengan perkembangan geopolitik global.
TINJAUAN YURIDIS MENGENAI PERLINDUNGAN DATA PRIBADI DAN PENCEGAHAN KEKERASAN SEKSUAL TERHADAP ANAK DI BAWAH UMUR DALAM MENGGUNAKAN GAWAI DAN MEDIA SOSIAL DI INDONESIA
Savitri, Aisha Mutiara;
Fatihah, Tazkia Nur
IBLAM LAW REVIEW Vol. 5 No. 2 (2025): IBLAM LAW REVIEW
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM IBLAM)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52249/ilr.v5i2.614
Perkembangan teknologi digital kini telah memberikan pengaruh yang besar pada kehidupan anak-anak terutama dalam penggunaan gawai dan media sosial. Walaupun dalam aspek komunikasi dan pendidikan memiliki sisi positif, pemanfaatan teknologi ini juga membawa risiko negatif. Penelitian ini bertujuan untuk melindungi hukum anak di Indonesia, dengan fokus pada peraturan seperti Undang-Undang Perlindungan Anak, Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi, serta berbagai peraturan lainnya yang relevan. Ditemukan bahwa perlindungan anak di dunia digital masih menghadapi beberapa masalah, termasuk tidak adanya kejelasan mengenai definisi hukum tentang usia anak. Tingkat literasi digital yang rendah di kalangan masyarakat, terutama di kalangan orang tua dan anak-anak, juga memperburuk kondisi tersebut, sehingga anak-anak lebih rentan terhadap risiko eksploitasi seksual yang terjadi di ruang digital. Selain itu, keterbatasan dalam edukasi dan lemahnya pengawasan dari keluarga serta institusi pendidikan memberikan ruang bagi terjadinya kekerasan seksual di platform digital. Oleh karena itu, untuk melindungi anak- anak di era digital, diperlukan perubahan kebijakan, peningkatan literasi digital, serta penguatan kerjasama antar sektor secara terencana dan berkelanjutan.