cover
Contact Name
Royyan
Contact Email
greenpublisher.id@gmail.com
Phone
+628979649656
Journal Mail Official
covaluejurnal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Jatinangor KM 20,5, Bandung, Provinsi Jawa Barat
Location
Kab. sumedang,
Jawa barat
INDONESIA
Co-Value : Jurnal Ekonomi, Koperasi & Kewirausahaan
ISSN : 20863306     EISSN : 28098862     DOI : 10.36418
Core Subject : Economy, Science,
Co-Value : Jurnal Ekonomi, Koperasi & Kewirausahaan [p-ISSN 2086-3306 | e-ISSN 2809-8862] merupakan jurnal ilmiah berbentuk penelitian dan dapat diakses secara terbuka. Jurnal ini diterbitkan tiga kali dalam setahun oleh Program Studi Manajemen Institut Manajemen Koperasi Indonesia Bandung.
Articles 603 Documents
Pengaruh Kualitas Produk dan Layanan terhadap Kepuasan Konsumen Cafe Kopi Terlarang Puspita, Tatyana Della; Slamet, Turah
Co-Value Jurnal Ekonomi Koperasi dan kewirausahaan Vol. 16 No. 4 (2025): Co-Value: Jurnal Ekonomi, Koperasi & Kewirausahaan
Publisher : Program Studi Manajemen Institut Manajemen Koperasi Indonesia Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/3mdk8104

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas produk dan kualitas layanan terhadap kepuasan konsumen di Cafe Kopi Terlarang yang berlokasi di Tebet, Jakarta Selatan. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan analisis regresi linear berganda. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada 130 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kualitas produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen dengan koefisien regresi sebesar 0,669; (2) Kualitas layanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen dengan koefisien regresi sebesar 0,193; (3) Secara simultan, kualitas produk dan kualitas layanan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan konsumen dengan nilai R Square sebesar 0,778 yang berarti kedua variabel tersebut mempengaruhi kepuasan konsumen sebesar 77,8%, sedangkan sisanya 22,2% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar penelitian ini. Berdasarkan hasil analisis Google review, mayoritas konsumen (86 reviewer) memberikan rating bintang 5, 36 reviewer memberikan rating 3-4 bintang, dan hanya 7 reviewer yang memberikan rating 1-2 bintang. Temuan ini mengindikasikan tingkat kepuasan konsumen yang tinggi terhadap kualitas produk dan layanan Cafe Kopi Terlarang. Penelitian ini merekomendasikan agar pihak manajemen terus mempertahankan dan meningkatkan kualitas produk serta layanan untuk mempertahankan kepuasan konsumen.
Pengaruh Motivasi Kerja Terhadap Kinerja dan Loyalitas Karyawan di PT Priandha Karya Tampubolon, Valentina Tiurlan; Slamet, Turah
Co-Value Jurnal Ekonomi Koperasi dan kewirausahaan Vol. 16 No. 4 (2025): Co-Value: Jurnal Ekonomi, Koperasi & Kewirausahaan
Publisher : Program Studi Manajemen Institut Manajemen Koperasi Indonesia Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/bj7s0s70

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja dan loyalitas karyawan di PT Priandha Karya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan bagian produksi yang berjumlah 200 orang, dengan sampel sebanyak 37 responden yang dipilih menggunakan teknik sampling. Analisis data dilakukan dengan uji t (parsial) untuk menguji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, sebagaimana dibuktikan dengan nilai p-value sebesar 0,000 (<0,05), sehingga hipotesis H1 diterima. Namun, motivasi kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap loyalitas karyawan, ditunjukkan oleh nilai p-value sebesar 0,955 (>0,05), sehingga hipotesis H2 ditolak. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun motivasi kerja dapat meningkatkan kinerja karyawan, faktor lain mungkin lebih berperan dalam menentukan loyalitas karyawan. Oleh karena itu, perusahaan perlu mempertimbangkan strategi tambahan seperti peningkatan kesejahteraan dan pengembangan karier untuk meningkatkan loyalitas karyawan
The Role Of Alternative Media In Building Social Awareness: A Study Of Independent Podcasts In Indonesia Syawaludin, Dwi Febri
Co-Value Jurnal Ekonomi Koperasi dan kewirausahaan Vol. 16 No. 4 (2025): Co-Value: Jurnal Ekonomi, Koperasi & Kewirausahaan
Publisher : Program Studi Manajemen Institut Manajemen Koperasi Indonesia Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/zas43z37

Abstract

In the context of media fragmentation and declining public trust in mainstream journalism, independent podcasts in Indonesia have emerged as alternative spaces for public discourse. These digital platforms enable marginalized voices and critical narratives to reach wider audiences, offering an avenue for civic engagement and grassroots activism. This study aims to explore how independent podcasts contribute to the formation of social awareness, identify the communication strategies used by podcasters, and map patterns of listener interaction as a form of participatory citizenship. Employing a qualitative approach, the research integrates digital ethnography, semi-structured interviews, and critical discourse analysis. Data were collected from 15 independent podcast channels, 12 in-depth interviews with podcasters and active listeners, and content analysis of 30 podcast episodes discussing social, political, and environmental themes. The findings reveal that independent podcasters act as organic intellectuals who use personal storytelling, emotional resonance, and ideological framing to raise social consciousness. The most common themes include human rights, labor issues, gender equality, and environmental justice. Audience engagement extends beyond listening—listeners share content, participate in discussions, donate, and even mobilize offline action. The study recommends supporting independent podcast production through funding, training in critical media literacy, and expanding accessibility to underserved communities. Independent podcasts represent not only an emerging media form but also a democratic communication model capable of reshaping public dialogue in Indonesia.
Diplomasi Publik Digital: Strategi Pemerintah Indonesia dalam Membangun Citra Internasional pasca-Ibu Kota Baru Amelia, Amelia
Co-Value Jurnal Ekonomi Koperasi dan kewirausahaan Vol. 16 No. 4 (2025): Co-Value: Jurnal Ekonomi, Koperasi & Kewirausahaan
Publisher : Program Studi Manajemen Institut Manajemen Koperasi Indonesia Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/ywr78817

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara negara-negara membangun citra dan memperkuat posisi internasionalnya. Bagi Indonesia, pemindahan ibu kota ke Ibu Kota Nusantara (IKN) tidak hanya berfungsi sebagai proyek pembangunan nasional, tetapi juga sebagai instrumen diplomasi publik digital dalam membangun citra Indonesia di kancah global. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi diplomasi publik digital pemerintah Indonesia dalam konteks pembangunan IKN, mengidentifikasi tantangan dan peluang yang dihadapi, serta merumuskan rekomendasi bagi penguatan diplomasi digital di masa depan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-analitis melalui analisis dokumen, wawancara semi-terstruktur, serta observasi digital (netnografi) pada media sosial pemerintah dan publik. Analisis wacana kritis dan analisis konten kualitatif digunakan untuk mengidentifikasi narasi utama, representasi citra, serta keterlibatan publik internasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah aktif memanfaatkan media sosial dan kanal digital resmi untuk menyebarkan narasi positif tentang IKN sebagai kota berkelanjutan, inklusif, dan modern. Instagram dan YouTube terbukti efektif dalam membangun citra positif melalui konten visual, sementara Twitter memperlihatkan respons lebih kritis, terutama terkait isu lingkungan dan tata kelola. Temuan ini menegaskan pentingnya strategi diplomasi digital yang bersifat platform-specific dan berbasis data. Rekomendasi penelitian ini adalah perlunya konsistensi narasi, inovasi konten partisipatif, serta kolaborasi dengan aktor non-negara, termasuk akademisi, media, dan komunitas internasional, guna memperkuat legitimasi IKN sebagai kota global masa depan.
The Effects of Gig Economy Platforms on Job Security and Worker Identity in Indonesian Metropolitan Areas Hendrian, Sukma
Co-Value Jurnal Ekonomi Koperasi dan kewirausahaan Vol. 15 No. 11 (2025): Co-Value: Jurnal Ekonomi, Koperasi & Kewirausahaan
Publisher : Program Studi Manajemen Institut Manajemen Koperasi Indonesia Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/pqb3tf02

Abstract

The rapid expansion of gig economy platforms has transformed labour markets globally, raising questions about job security and worker identity, particularly in emerging economies with high informality such as Indonesia. Metropolitan areas like Jakarta, Surabaya, Bandung, and Medan have become hubs for ride-hailing, food delivery, and online freelancing, yet workers remain classified as partners rather than employees, exposing them to volatile earnings, limited benefits, and algorithmic control. This study aims to examine the effects of gig economy platforms on job security and worker identity in Indonesian metropolitan contexts. Employing a mixed-methods design, the research surveyed 400 platform workers and conducted 40 semi-structured interviews. Quantitative data were analyzed through descriptive statistics, regression, and structural equation modeling, while qualitative narratives were coded thematically. Validity and reliability were ensured through factor analysis and Cronbach’s alpha, with α ≥ .73. Findings reveal significant income volatility (57% of respondents), limited social protection (28% enrolled in BPJS), and exposure to opaque deactivations (16%). Algorithmic intensity strongly predicts job insecurity (β = 0.31, p < .001), which in turn erodes worker dignity and status. Interviews highlight identity strategies such as entrepreneurial reframing, compliance professionalism, and collective coping, while metropolitan differences—especially in Jabodetabek—intensify precarity due to tariff regulations and congestion. The study contributes to global debates on algorithmic management and identity-work by situating them in Indonesia’s metropolitan labour markets. Practical implications include the need for tariff governance sensitive to urban contexts, portable social benefits, and transparent deactivation procedures to ensure fairer digital labour ecosystems.
Cultural Capital, Educational Attainment, and Economic Opportunity among First-Generation Migrants in Jakarta Prahitaningtyas, Sherina
Co-Value Jurnal Ekonomi Koperasi dan kewirausahaan Vol. 15 No. 11 (2025): Co-Value: Jurnal Ekonomi, Koperasi & Kewirausahaan
Publisher : Program Studi Manajemen Institut Manajemen Koperasi Indonesia Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/kdaxpn47

Abstract

Migration to Jakarta has created new opportunities as well as barriers for first-generation migrants seeking to translate their educational background into sustainable employment. Despite relatively high levels of schooling among migrants, a large share remains concentrated in informal work, suggesting that factors beyond formal education shape labor-market outcomes. This study examines the role of cultural capital—specifically language proficiency, credential recognition, and community engagement—in influencing educational attainment and economic opportunity among first-generation migrants in Jakarta. Using a quantitative explanatory research design, data were collected from 400 respondents selected through stratified random sampling. A structured questionnaire was validated through Confirmatory Factor Analysis and reliability was confirmed with Cronbach’s Alpha. Data were analyzed using SPSS 27 and AMOS 24, employing multiple regression and structural equation modeling. The findings reveal that cultural capital significantly predicts educational attainment, which in turn mediates access to formal employment and higher earnings. Language proficiency emerged as the strongest predictor, while challenges in recognizing provincial educational credentials contributed to underemployment. The results confirm theoretical perspectives from Bourdieu on cultural capital and Piore on segmented labor markets, emphasizing how structural and cultural factors intersect to shape migrant trajectories. The study implies that policies to enhance credential recognition, language training, and inclusive labor practices are essential for fostering migrant integration and reducing inequality. These insights contribute to both theoretical debates and practical strategies for managing migration in rapidly urbanizing contexts.
Consumer Culture and the Reinforcement of Social Class Distinctions in Post-Industrial Suburbs of Bandung Hardiyanto, Feri
Co-Value Jurnal Ekonomi Koperasi dan kewirausahaan Vol. 15 No. 11 (2025): Co-Value: Jurnal Ekonomi, Koperasi & Kewirausahaan
Publisher : Program Studi Manajemen Institut Manajemen Koperasi Indonesia Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jyv7vs39

Abstract

This study investigates how suburban consumer culture in Bandung, Indonesia, reinforces social class distinctions, focusing on the interaction between material, symbolic, and infrastructural factors. With rapid urbanization and the rise of consumption-oriented middle classes, post-industrial suburban spaces have become key arenas for class performance. Using a mixed-methods approach, including quantitative surveys and qualitative interviews, data were collected from 400 residents of the Bandung Metropolitan Area (BMA). The research findings reveal that curated retail environments, such as lifestyle townships and regional malls, foster social class differentiation through access and affordability barriers, symbolically reinforcing middle- and upper-class exclusivity. Furthermore, the integration of digital platforms amplifies these distinctions, extending class signals into online spaces. The study underscores the importance of urban planning that incorporates social-mix impact assessments, affordable product lines, and inclusive community-based programming to mitigate exclusionary practices in suburban retail environments. The findings contribute to urban sociology by linking consumer spaces with class reproduction, offering practical insights for policymakers to address inequality in suburban areas.
Mikropolitik Disinformasi: Struktur Jaringan dan Logika Emosional dalam Ekosistem Propaganda Politik Digital Dayuni, Dayuni
Co-Value Jurnal Ekonomi Koperasi dan kewirausahaan Vol. 16 No. 5 (2025): Co-Value: Jurnal Ekonomi, Koperasi & Kewirausahaan
Publisher : Program Studi Manajemen Institut Manajemen Koperasi Indonesia Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/vz8e4683

Abstract

Disinformasi politik digital telah menjadi bagian integral dari strategi komunikasi politik kontemporer, terutama dalam ekosistem media sosial yang sangat emosional dan terhubung secara algoritmik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana struktur jaringan disinformasi terbentuk dan bagaimana logika emosional digunakan untuk membentuk opini publik. Dengan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi digital, dokumentasi konten media sosial, dan wawancara mendalam terhadap informan kunci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat aktor-aktor sentral dalam jaringan disinformasi yang memiliki pengaruh tinggi dalam distribusi konten emosional, dengan emosi marah dan benci sebagai dominasi utama dalam narasi. Penelitian ini menegaskan bahwa logika emosional menjadi instrumen utama dalam mikropolitik digital dan memperkuat perlunya intervensi kebijakan serta literasi digital berbasis afeksi. Implikasi praktis dari temuan ini mencakup penguatan sistem deteksi berbasis jaringan dan emosi, serta pengembangan edukasi publik yang responsif terhadap manipulasi afektif dalam ruang digital.
Arkeologi Ingatan Kolektif Digital: Rekonstruksi Narasi Bencana Alam melalui Data Media Sosial Puspita, Gina
Co-Value Jurnal Ekonomi Koperasi dan kewirausahaan Vol. 16 No. 5 (2025): Co-Value: Jurnal Ekonomi, Koperasi & Kewirausahaan
Publisher : Program Studi Manajemen Institut Manajemen Koperasi Indonesia Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/8h0hw509

Abstract

Media sosial telah menjadi ruang arsip digital yang aktif dalam merekam narasi kolektif masyarakat selama peristiwa bencana alam. Penelitian ini bertujuan merekonstruksi narasi bencana alam melalui pendekatan arkeologi ingatan kolektif digital, dengan menganalisis unggahan publik dari platform seperti Twitter dan Instagram. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif eksploratif dengan teknik analisis isi dan arkeologi pengetahuan terhadap data unggahan selama tiga bencana besar di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan empat pola narasi utama: trauma, solidaritas, kemarahan terhadap pemerintah, dan informasi evakuasi. Pola-pola ini membentuk struktur memori digital yang dinamis, emosional, dan bersifat partisipatif. Narasi digital tidak hanya menjadi jejak informasi, tetapi juga artefak sosial yang menyuarakan pengalaman kolektif, konflik wacana, dan dinamika waktu. Implikasi praktis dari temuan ini menegaskan perlunya sistem pengarsipan digital yang inklusif dan kolaboratif untuk mendukung dokumentasi kebencanaan yang lebih reflektif.
Neuro-pedagogi Etnosains: Penerapan Prinsip Sains Kognitif untuk Mengintegrasikan Pengetahuan Lokal dalam Kurikulum Formal Irfan Aziz, Muhammad
Co-Value Jurnal Ekonomi Koperasi dan kewirausahaan Vol. 16 No. 5 (2025): Co-Value: Jurnal Ekonomi, Koperasi & Kewirausahaan
Publisher : Program Studi Manajemen Institut Manajemen Koperasi Indonesia Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/6a5ta775

Abstract

Pendidikan kontekstual yang mengintegrasikan kearifan lokal dengan prinsip neurosains menjadi salah satu strategi penting untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di era global. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model integrasi neuro-pedagogi dan etnosains dalam kurikulum formal dengan fokus pada aktivasi memori, partisipasi siswa, dan asosiasi budaya–ilmiah. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan studi kasus pada sekolah dasar di wilayah dengan budaya lokal yang kuat. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis dengan teknik Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas dengan tingkat integrasi tinggi antara neuro-pedagogi dan etnosains memiliki capaian belajar lebih optimal, ditunjukkan dengan peningkatan retensi memori, keterlibatan aktif siswa, serta relevansi pemahaman konsep ilmiah. Implikasi praktis penelitian ini adalah pengembangan strategi pembelajaran yang kontekstual dan berbasis otak dapat memperkuat identitas budaya sekaligus meningkatkan efektivitas pendidikan formal. Penelitian ini merekomendasikan pelatihan guru berbasis neuro-pedagogi dan kearifan lokal untuk memperluas penerapan model ini pada berbagai jenjang pendidikan.

Filter by Year

2020 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 15 No. 12 (2025): Co-Value: Jurnal Ekonomi, Koperasi & Kewirausahaan Vol. 15 No. 11 (2025): Co-Value: Jurnal Ekonomi, Koperasi & Kewirausahaan Vol. 15 No. 10 (2025): Co-Value: Jurnal Ekonomi, Koperasi & Kewirausahaan Vol. 16 No. 6 (2025): Co-Value: Jurnal Ekonomi, Koperasi & Kewirausahaan Vol. 16 No. 5 (2025): Co-Value: Jurnal Ekonomi, Koperasi & Kewirausahaan Vol. 16 No. 4 (2025): Co-Value: Jurnal Ekonomi, Koperasi & Kewirausahaan Vol. 16 No. 3 (2025): Co-Value: Jurnal Ekonomi, Koperasi & Kewirausahaan Vol. 16 No. 2 (2025): Co-Value: Jurnal Ekonomi, Koperasi & Kewirausahaan Vol. 16 No. 1 (2025): Co-Value: Jurnal Ekonomi, Koperasi & Kewirausahaan Vol. 15 No. 9 (2025): Co-Value: Jurnal Ekonomi, Koperasi & Kewirausahaan Vol. 15 No. 8 (2025): Co-Value: Jurnal Ekonomi, Koperasi & Kewirausahaan Vol. 14 No. 12 (2024): Co-Value: Jurnal Ekonomi, Koperasi & Kewirausahaan Vol. 14 No. 11 (2024): Co-Value: Jurnal Ekonomi, Koperasi & Kewirausahaan Vol. 14 No. 10 (2024): Co-Value: Jurnal Ekonomi, Koperasi & Kewirausahaan Vol. 15 No. 7 (2024): Co-Value: Jurnal Ekonomi, Koperasi & Kewirausahaan Vol. 15 No. 6 (2024): Co-Value: Jurnal Ekonomi, Koperasi & Kewirausahaan Vol. 15 No. 5 (2024): Co-Value: Jurnal Ekonomi, Koperasi & Kewirausahaan Vol. 15 No. 4 (2024): Co-Value: Jurnal Ekonomi, Koperasi & Kewirausahaan Vol. 15 No. 3 (2024): Co-Value: Jurnal Ekonomi, Koperasi & Kewirausahaan Vol. 15 No. 2 (2024): Co-Value: Jurnal Ekonomi, Koperasi & Kewirausahaan Vol. 15 No. 1 (2024): Co-Value: Jurnal Ekonomi, Koperasi & Kewirausahaan Vol. 14 No. 9 (2024): Co-Value: Jurnal Ekonomi, Koperasi & Kewirausahaan Vol. 14 No. 8 (2024): Co-Value: Jurnal Ekonomi, Koperasi & Kewirausahaan Vol. 14 No. 7 (2023): Co-Value: Jurnal Ekonomi, Koperasi & Kewirausahaan Vol. 14 No. 6 (2023): Co-Value: Jurnal Ekonomi, Koperasi & Kewirausahaan Vol. 14 No. 5 (2023): Co-Value: Jurnal Ekonomi, Koperasi & Kewirausahaan Vol. 14 No. 4 (2023): Co-Value : Jurnal Ekonomi, Koperasi, & Kewirausahaan Vol. 14 No. 3 (2023): Co-Value : Jurnal Ekonomi, Koperasi, & Kewirausahaan Vol. 14 No. 2 (2023): Co-Value : Jurnal Ekonomi, Koperasi, & Kewirausahaan Vol. 14 No. 1 (2023): Co-Value : Jurnal Ekonomi, Koperasi, & Kewirausahaan Vol. 13 No. 3 (2022): Co-Value : Jurnal Ekonomi, Koperasi, & Kewirausahaan Vol. 13 No. 2 (2022): Co-Value : Jurnal Ekonomi, Koperasi, & Kewirausahaan Vol. 13 No. 1 (2022): Co-Value : Jurnal Ekonomi, Koperasi, & Kewirausahaan Vol. 12 No. 3 (2021): Co-Value : Jurnal Ekonomi, Koperasi, & Kewirausahaan Vol. 12 No. 2 (2021): Co-Value : Jurnal Ekonomi, Koperasi, & Kewirausahaan Vol. 12 No. 1 (2021): Co-Value : Jurnal Ekonomi, Koperasi, & Kewirausahaan Vol. 11 No. 3 (2020): Co-Value : Jurnal Ekonomi, Koperasi, & Kewirausahaan Vol. 11 No. 2 (2020): Co-Value : Jurnal Ekonomi, Koperasi, & Kewirausahaan More Issue