cover
Contact Name
Adilah Wirdhani Lubis
Contact Email
wirdhanidila@gmail.com
Phone
+6281361102671
Journal Mail Official
wirdhanidila@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Pendidikan Kimia, FKIP - Universitas Islam Sumatera Utara Kampus Induk UISU Jl. Sisingamangaraja XII Teladan, Medan
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
CHEDS: Journal of Chemistry, Education, and Science
ISSN : 26141817     EISSN : 2654637X     DOI : https://doi.org/10.30743/cheds.v5i2.4802
Core Subject : Science, Education,
Journal of Chemistry Education and Science (CHEDS) adalah jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Islam Sumatera Utara secara berkala pada bulan Juni dan Desember pada setiap tahunnya. Jurnal ilmiah ini berisi hasil pemikiran, ide, dan gagasan dari penelitian ilmiah yang berorientasi pada bidang pendidikan kimia, keilmuan kimia serta Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Jurnal ini diharapakan dapat menjadi media bagi masyarakat untuk menyalurkan hasil pemikiran, ide, dan gagasannya sehingga memberikan inovasi serta dapat menyelesaikan permasalahan-permasalahan dalam dunia pendidikan dan kimia khususnya.
Articles 231 Documents
IMPLEMENTASI RASCH MODEL UNTUK MENGEMBANGKAN INSTRUMEN TES BERBASIS HOTS (HIGHER ORDER THINKING SKILLS) PADA POKOK BAHASAN IKATAN KIMIA Hisar Marulita Manurung; Eva Pratiwi Pane; Ayi Darmana
CHEDS: Journal of Chemistry, Education, and Science Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/cheds.v10i1.13852

Abstract

Salah satu kompetensi penting yang perlu dimiliki siswa di abad ke-21 adalah keterampilan berpikir kritis. Untuk mengetahui sejauh mana perkembangan keterampilan berpikir kritis siswa, diperlukan alat ukur atau instrumen yang mampu mengevaluasi kemampuan tersebut secara akurat. Penelitian ini mengkaji penerapan Model Rasch sebagai pendekatan dalam mengembangkan instrumen pengukuran keterampilan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran kimia, khususnya pada konsep ikatan kimia. Berdasarkan tinjauan terhadap Kompetensi Dasar (KD) dan indikator kemampuan berpikir kritis, penyusunan indikator soal dilakukan sebagai landasan pengembangan instrumen. Selanjutnya, soal-soal tersebut dilengkapi dengan kunci jawaban dan pedoman penilaian yang disesuaikan dengan indikator yang telah ditetapkan. Instrumen yang dikembangkan terdiri dari 13 butir soal yang telah divalidasi oleh dua orang ahli dan direvisi berdasarkan saran yang diberikan. Setelah itu, instrumen tersebut diujicobakan kepada 32 siswa SMA di Pematangsiantar. Data hasil uji coba kemudian dianalisis menggunakan *Rasch Partial Credit Model* untuk menentukan kualitas setiap butir soal serta kelayakan instrumen secara keseluruhan. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa 12 dari 13 soal memenuhi kriteria sebagai instrumen yang berkualitas berdasarkan analisis Model Rasch, dengan nilai reliabilitas instrumen sebesar 0,72 yang termasuk dalam kategori cukup. Temuan penelitian ini mengindikasikan bahwa penerapan Model Rasch memiliki potensi yang baik dalam pengembangan instrumen untuk mengukur kemampuan berpikir kritis siswa di bidang kimia.
PENGARUH RASIO KULIT JAGUNG DAN HVS TERHADAP KARAKTERISTIK KERTAS DAUR ULANG Aurelia Arsanda Salsabilla; Yoga Putra Pratama; Sahiba Sahila; Putri Trisa Azahra
CHEDS: Journal of Chemistry, Education, and Science Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/cheds.v10i1.13698

Abstract

Meningkatnya permintaan kertas mendorong pemanfaatan bahan baku alternatif yang ramah lingkungan, salah satunya adalah limbah sekam jagung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rasio sekam jagung dan limbah kertas HVS terhadap karakteristik kertas daur ulang dengan penambahan 5% CaCO₃. Metode eksperimental laboratorium digunakan dengan lima rasio komposisi sekam jagung dan limbah kertas HVS, yaitu 10%:90%, 30%:70%, 50%:50%, 70%:30%, dan 90%:10%. Parameter yang dievaluasi meliputi pengamatan visual, gramatur, kekuatan tarik, dan penyerapan air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan proporsi sekam jagung menurunkan nilai gramatur dari 143,94 g/m² menjadi 73,18 g/m², sedangkan kekuatan tarik meningkat dari 1,00 N/mm² menjadi 2,95 N/mm². Penyerapan air menurun menjadi 5,35 detik pada komposisi 50%:50% dan meningkat kembali pada proporsi sekam jagung yang lebih tinggi. Pengamatan visual menunjukkan bahwa kandungan sekam jagung yang lebih tinggi menghasilkan warna yang lebih kekuningan dan tekstur permukaan yang lebih kasar. Secara keseluruhan, sekam jagung dan kertas bekas HVS berpotensi sebagai bahan baku alternatif untuk produksi kertas daur ulang yang ramah lingkungan.
Pemanfaatan Asap Cair Berbasis Limbah Tempurung Kelapa sebagai Pengawet Alami dan Teknik Pengasapan Ikan yang Eco-Friendly Lilla Puji Lestari; Faris Miftakul Ahsan; Muhammad Fariz Nurrochman; Mochammad Rizki Ibrahim
CHEDS: Journal of Chemistry, Education, and Science Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/cheds.v9i2.12578

Abstract

Penelitian ini berawal dari tingginya penggunaan pengawet kimia berbahaya dalam makanan, sehingga diperlukan alternatif pengawet alami yang lebih aman. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis proses produksi asap cair dari tempurung kelapa dalam sistem tertutup, mengevaluasi efektivitasnya sebagai pengawet ikan, dan mengamati perubahan kualitas ikan setelah perlakuan. Metode yang digunakan meliputi produksi asap cair melalui pirolisis, kondensasi, dan pemurnian hingga grade 1, kemudian diaplikasikan pada ikan dengan berbagai konsentrasi, yaitu 0%, 2%, 4%, dan 6%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asap cair mengandung senyawa fenolik dan asam organik yang dapat menghambat pertumbuhan mikroba, menstabilkan pH, dan menjaga warna, aroma, dan tekstur ikan. Konsentrasi 4–6% ditemukan paling efektif. Kesimpulan dari penelitian ini adalah asap cair berbasis limbah tempurung kelapa berpotensi menjadi pengawet alami yang aman dan ramah lingkungan dibandingkan dengan pengawet sintetis.
PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS WEBSITE MENGGUNAKAN MODEL KOOPERATIF TIPE SCRAMBLE PADA MATERI HIDROLISIS GARAM Wulan Dwi Safitri; Eddiyanto Eddiyanto; Dian Wardana; Dwi Sapri Ramadhan; Jam'an Fahmi
CHEDS: Journal of Chemistry, Education, and Science Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/cheds.v9i2.11838

Abstract

Fokus penelitian ini adalah untuk menentukan peningkatan hasil belajar siswa di kelas eksperimen setelah diajar menggunakan media pembelajaran berbasis web dengan model kooperatif tipe scramble pada materi hidrolisis garam. Instrumen yang digunakan adalah 20 pertanyaan objektif. Dari hasil analisis, rata-rata peningkatan siswa kelas eksperimen adalah 0,7414 (kategori tinggi) dan di kelas kontrol adalah 0,5881 (kategori sedang). Berdasarkan hasil uji hipotesis dengan uji t sisi kanan, ditemukan bahwa t hitung lebih besar dari t tabel atau 8,064 2,0021 dengan tingkat signifikansi α = 0,05, sehingga Ha diterima, sehingga peningkatan hasil belajar di kelas yang diajar menggunakan media pembelajaran berbasis web lebih tinggi daripada peningkatan hasil belajar di kelas yang diajar tanpa menggunakan media pembelajaran berbasis web (konvensional).
ANALISIS VARIASI KOMPOSISI SERAT ECENG GONDOK (EICHHORNIA CRASSIPES) DAN PULP HVS BEKAS TERHADAP SIFAT FISIK DAN MEKANIK KERTAS Nita Talia; Heribertus Kusumantoro; Rachmah Nanda
CHEDS: Journal of Chemistry, Education, and Science Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/cheds.v10i1.13756

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi komposisi serat eceng gondok (Eichhornia crassipes) dan pulp HVS bekas terhadap sifat fisik dan mekanik kertas daur ulang sebagai upaya pemanfaatan biomassa lignoselulosa yang ramah lingkungan. Permasalahan yang diteliti adalah bagaimana perubahan komposisi material mempengaruhi kualitas kertas yang dihasilkan. Metode penelitian meliputi persiapan bahan baku, pemasakan, pembuatan pulp, pembentukan lembaran, dan pengeringan dengan variasi komposisi eceng gondok : HVS sebesar 25:75, 50:50, 75:25, 90:10, dan 100:0. Pengujian dilakukan pada gramatur, ketebalan, penyerapan air, dan kekuatan tarik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan komposisi serat eceng gondok menurunkan gramatur, ketebalan, dan kekuatan tarik, tetapi meningkatkan penyerapan air. Penelitian ini menyimpulkan bahwa serat eceng gondok memiliki potensi sebagai bahan baku alternatif untuk kertas daur ulang, terutama bila dikombinasikan dengan pulp HVS bekas dalam komposisi yang tepat.
OPTIMASI PRODUKSI BIOGAS DARI LIMBAH CAIR TEMPE DENGAN VARIABEL INOKULAN FESES SAPI DAN EM Pratiwi Putri Lestari; Sukmawati Sukmawati; Putri Rizky; Rika Silvany; Dedy Sofyanto Simanjuntak
CHEDS: Journal of Chemistry, Education, and Science Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/cheds.v10i1.13623

Abstract

Limbah cair tempe diperkirakan menghasilkan 200-300 liter per hari dari pengolahan 300 kg kedelai. Hingga kini, limbah ini hanya dibuang begitu saja ke lingkungan, menyebabkan polusi. Biogas berasal dari proses biodegradasi bahan organik oleh bakteri dalam kondisi anaerobik (tanpa udara). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengoptimalkan proses pembentukan biogas dengan menganalisis laju rata-rata pembentukan gas per hari. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan jerigen sebagai fermentor, selang sebagai distributor biogas, dan plastik sebagai media penyimpanan biogas. Bahan yang digunakan adalah limbah cair tempe, EM4, feses sapi, dan air. Dari hasil penelitian, ditemukan bahwa kondisi optimum untuk produksi biogas berada pada percobaan II dengan 250 ml limbah cair tempe, 250 ml feses sapi, dan 250 ml air, dan terjadi nyala api biru dengan hasil biogas sebesar 250 ml.
REVIEW: MODIFIKASI METAL-ORGANIC FRAMEWORKS SEBAGAI KATALIS EPOKSIDASI OLEFIN Laela Mukaromah; Neza Rahayu Palapa; Bijak Riyandi Ahadito
CHEDS: Journal of Chemistry, Education, and Science Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/cheds.v9i2.12412

Abstract

Pengembangan katalis heterogen telah menjadi aspek penting dalam meningkatkan kinerja katalitik untuk berbagai reaksi kimia. Sebagai material anorganik berpori, kerangka logam-organik (metal-organic frameworks/MOF) muncul sebagai material pendukung untuk mengatasi masalah pemisahan katalis homogen seperti kompleks molibdenum bervalensi tinggi yang telah banyak digunakan untuk epoksidasi olefin. Metode yang digunakan dalam artikel ulasan ini adalah tinjauan pustaka naratif dengan pendekatan yang disederhanakan. Hasil ulasan artikel ini menunjukkan bahwa modifikasi kerangka logam-organik dengan kompleks molibdenum dapat dilakukan melalui sintesis satu tahap (one-pot synthesis) atau metode pasca-sintesis. Kerangka logam-organik berbasis zirkonium dan tembaga terutama dipilih karena sifatnya yang luar biasa sebagai material pendukung padat untuk kompleks molibdenum. Kedua metode modifikasi tersebut menghasilkan katalis dengan selektivitas dan konversi tinggi untuk epoksidasi olefin, seperti cis-siklooktena.
Pengaruh Lamanya Waktu Fermentasi Menggunakan Aktivator Effective Microorganisme (EM4) Terhadap Kadar Nitrogen (N) Dan Phosfor (P) Pada Pupuk Organik Cair Dari Limbah Kulit Kakao Putri Rizky; Rika Silvany; Resti Ayu Ningrum
CHEDS: Journal of Chemistry, Education, and Science Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/cheds.v7i2.8189

Abstract

Making liquid organic fertilizer, especially from cocoa shells with the addition of bio activator EM4 (Effective Microorganisms) aims to determine the effect of fermentation time on the content of Nitrogen (N) and Phosphorus (P) in liquid organic fertilizer, as well as determining the effect of bio activator EM4 content on N and P The method for making this liquid organic fertilizer is that cocoa shell waste is crushed before fermentation. Then the bio activator EM4 is prepared for addition to cocoa shell waste which has been reduced in size. Cocoa waste is put into a 500 ml beaker, the EM4 bio activator solution is then evenly put into the beaker. Sampling was carried out based on variations in fermentation time (6 days, 12 days, 18 days and 24 days) as well as variations in the addition of 5 ml and 10 ml of EM4 bio activator. The research results showed that the best N and P levels were obtained on the 18th day of fermentation with a volume of 10 ml of EM4 bioactivator, for a nitrogen content of 1.4% and a phosphorus content of 0.35%. The volume of EM4 bio activator greatly influences the N and P content, because the greater the volume of EM4 bio activator, the higher the N and P levels.ABSTRACT Making liquid organic fertilizer, especially from cocoa shells with the addition of bio activator EM4 (Effective Microorganisms) aims to determine the effect of fermentation time on the content of Nitrogen (N) and Phosphorus (P) in liquid organic fertilizer, as well as determining the effect of bio activator EM4 content on N and P The method for making this liquid organic fertilizer is that cocoa shell waste is crushed before fermentation. Then the bio activator EM4 is prepared for addition to cocoa shell waste which has been reduced in size. Cocoa waste is put into a 500 ml beaker, the EM4 bio activator solution is then evenly put into the beaker. Sampling was carried out based on variations in fermentation time (6 days, 12 days, 18 days and 24 days) as well as variations in the addition of 5 ml and 10 ml of EM4 bio activator. The research results showed that the best N and P levels were obtained on the 18th day of fermentation with a volume of 10 ml of EM4 bioactivator, for a nitrogen content of 1.4% and a phosphorus content of 0.35%. The volume of EM4 bio activator greatly influences the N and P content, because the greater the volume of EM4 bio activator, the higher the N and P levels.       
MENGASAH BERPIKIR KRITIS MELALUI KASUS LINGKUNGAN: INOVASI LKPD KIMIA HIJAU BERBASIS CASE BASED LEARNING Elis Nur Oktavia; Abdurrahman Mas’ud; Hanifah Setiowati; Fachri Hakim
CHEDS: Journal of Chemistry, Education, and Science Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/cheds.v10i1.13667

Abstract

Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu keterampilan abad ke-21 yang perlu dikembangkan melalui pengajaran kimia, khususnya dalam topik kimia hijau yang berkaitan dengan isu lingkungan sehari-hari. Proses pembelajaran di sekolah masih didominasi oleh metode ceramah dan penggunaan lembar kerja yang tidak menggabungkan kasus dunia nyata, sehingga kemampuan siswa untuk menganalisis masalah tidak berkembang secara maksimal. Studi ini bertujuan untuk mengembangkan lembar kerja yang berorientasi pada Pembelajaran Berbasis Kasus menggunakan pendekatan Penelitian dan Pengembangan berdasarkan model 4D, yang meliputi tahap mendefinisikan, merancang, mengembangkan, dan menyebarluaskan. Data dikumpulkan melalui validasi ahli terhadap media dan konten, kuesioner respons siswa, dan penilaian pretest dan posttest untuk mengukur kemampuan berpikir kritis. Hasil validasi menunjukkan skor rata-rata di atas 0,8, termasuk dalam kategori valid, sedangkan perhitungan N-gain sebesar 0,84 termasuk dalam kategori tinggi. Hasil ini menunjukkan bahwa lembar kerja berbasis Pembelajaran Berbasis Kasus cocok digunakan sebagai bahan ajar dalam pengajaran kimia.
REVITALALISASI PEMBELAJARAN SAINS UPAYA MENINGKATKAN KONTRIBUSI MENUJU GREEN CHEMISTRY DI SEKOLAH MENENGAH Eva Pratiwi Pane; Ayi Darmana; Sunggul Pasaribu; Bernard Simanjuntak
CHEDS: Journal of Chemistry, Education, and Science Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/cheds.v9i2.12641

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dewasa ini telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai bidang kehidupan manusia, termasuk pendidikan. Dalam konteks global yang menghadapi krisis lingkungan dan perubahan iklim, pendidikan sains memiliki peran strategis dalam membentuk kesadaran ekologis dan perilaku berkelanjutan peserta didik. Salah satu pendekatan yang relevan untuk menjawab tantangan tersebut adalah konsep green chemistry atau kimia hijau, yang menekankan prinsip-prinsip keberlanjutan, efisiensi sumber daya, dan pengurangan dampak lingkungan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis pentingnya revitalisasi pembelajaran sains di sekolah menengah dalam meningkatkan kontribusi menuju penerapan green chemistry. Pendekatan konseptual digunakan untuk menelaah integrasi nilai-nilai kimia hijau ke dalam kurikulum, strategi pembelajaran, dan pengembangan kompetensi siswa abad ke-21. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran sains yang direvitalisasi melalui pendekatan kontekstual, berbasis proyek, dan integratif dengan isu lingkungan mampu menumbuhkan literasi sains ekologis, keterampilan berpikir kritis, serta kepedulian terhadap keberlanjutan. Artikel ini juga mengusulkan model konseptual revitalisasi pembelajaran sains berbasis green chemistry yang dapat diterapkan di sekolah menengah sebagai kontribusi nyata pendidikan terhadap pembangunan berkelanjutan.