cover
Contact Name
Ahmad Yani
Contact Email
ahmadyani.publichealth@gmail.com
Phone
+6281245936241
Journal Mail Official
ahmadyani.publichealth@gmail.com
Editorial Address
Jl. Hang Tuah No 114 Palu
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI)
ISSN : -     EISSN : 25976052     DOI : https://doi.org/10.56338/mppki
Core Subject : Health,
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) periodic scientific journal that is published by Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu. with ISSN Number: 2597-6052 (Online - Electronic). This journal accepts scientific papers in the form of research articles and review articles in the field of health promotion and behavior science. The focus and scopes of the journal include: Health Literacy Community health empowerement and culture Health promoting hospital Health promotion in institution including tourism and industry Health media and communication technology Health promotion for infectious and non infectious diseases Lifestyle diseases including reproductive health,sexuality and HIV/AIDS Health promoting Occupational health and safety Health behaviour and education Intervention strategies in health promotion
Articles 1,250 Documents
Literasi Kesehatan Reproduksi Remaja dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya (Sebuah Penelitian Cross-Sectional pada Siswi Madrasah Aliyah Negeri 1 Banda Aceh) : Adolescent Reproductive Health Literacy and Factors Influencing It (A Cross-Sectional Study on Students of Madrasah Aliyah Negeri 1 Banda Aceh) Khairunnisa; Wardiati; Agustina
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 6 (2023): June 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i6.3398

Abstract

Latar belakang: Literasi kesehatan reproduksi merupakan salah satu faktor yang sangat mempengaruhi kesehatan reproduksi remaja. Berbagai penelitian terdahulu telah menemukan keterkaitan tingkat literasi kesehatan reproduksi dengan status kesehatan reproduksi pada remaja. Di Indonesia belum terdapat data nasional terkait dengan tingkat literasi kesehatan reproduksi remaja, sehingga level literasi kesehatan reproduksi remaja belum diketahui secara pasti. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi literasi kesehatan reproduksi pada remaja dan melakukan perhitungan tingkat literasi kesehatan reproduksi remaja di lokasi penelitian. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross-sectional. Populasi adalah seluruh siswi kelas XI dan XII di MAN 1 Banda Aceh yaitu berjumlah 370 responden. Sampel ditetapkan dengan metode total populasi. Pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran angket. Analisis dilakukan dengan menggunakan uji Regresi Linier Sederhana dengan tingkat kemaknaan 95%. Hasil: Hasil penelitian memperlihatkan bahwa responden memiliki tingkat literasi kesehatan sedang (moderate). Faktor yang mempengaruhi tingkat literasi kesehatan reproduksi remaja adalah dukungan guru (R2: 0,436; β: 0,057; p-value: 0.001), peran keluarga (R2: 0,327; β: 0,573; p-value: 0.001), dukungan teman sebaya (R2: 0,298; β: 0,548; p-value: 0.001), dukungan petugas kesehatan (R2: 0,153; β: 0,393; p-value: 0.001), akses internet (R2: 0,038; β: 0,202; p-value: 0.001). Sementara itu tidak terdapat hubungan riwayat permasalahan kesehatan reproduksi dengan tingkat literasi kesehatan reproduksi (R2: 0,000; β: -0,005; p-value: 0.922). Kesimpulan: Tingkat literasi kesehatan reproduksi remaja di lokasi penelitian belum memadai. Faktor yang menentukan tingkat literasi kesehatan reproduksi remaja terdir dari dukungan guru, peran keluarga, dukungan teman sebaya dan dukungan petugas kesehatan.
Faktor yang Mempengaruhi Penggunaan Sosial Media terhadap Perilaku Seksual Remaja : Literature Review: Factors Affecting Social Media Use on Adolescent Sexual Behavior : Literature Review Meilia Rahmawati Kusumaningsih; Noveri Aisyaroh; Desy Puspita Sari
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 6 (2023): June 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i6.3418

Abstract

Latar Belakang: Internet berkembang pesat, dan media sosial khususnya (seperti Whatsapp, Instagram, dll) memiliki pengaruh besar dalam kehidupan, khususnya perilaku seksual remaja dan kesehatan reproduksi. Penggunaan media sosial untuk aktivitas seksual dipengaruhi oleh beberapa faktor. Tujuan dari kajian literatur ini adalah untuk mengidentifikasi variabel-variabel yang mempengaruhi bagaimana penggunaan media sosial mempengaruhi perilaku seksual remaja. Metode: Dilakukan literature review dengan menggunakan database Pubmed dan Google Scholar untuk mencari artikel nasional dan internasional. Artikel tersebut kemudian dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditentukan. sehingga menghasilkan total 10 artikel, 8 artikel dari jurnal nasional dan 2 artikel dari jurnal internasional. Hasil: Faktor predisposisi, faktor pendukung, dan faktor pendorong. Tiga faktor penggunaan media sosial terhadap perilaku seksual remaja. Oleh karena itu, remaja harus memperluas kesadaran mereka akan media sosial, mengadopsi sikap yang baik tentangnya, dan menggunakannya dengan bijak ketika mereka melihatnya. Kesimpulan: Temuan studi ini menunjukkan bahwa sejumlah faktor mempengaruhi bagaimana remaja memanfaatkan media sosial dan terlibat dalam perilaku seksual.
Survey Kepuasan Masyarakat terhadap Pelayanan Kesehatan di RSUD Sejiran Setason Kabupaten Bangka Barat Tahun 2022 : Survey of Public Satisfaction for Health Services at Sejiran Setason Hospital, Bangka Barat District, 2022 Wirawan, Chandra; Oktamianti, Puput
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 6 (2023): June 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i7.3425

Abstract

Latar belakang: Penyelenggara pelayanan publik dituntut untuk memenuhi harapan masyarakat sehingga untuk mengevaluasi pelayanan publik perlu dilakukan survei kepuasan masyarakat kepada pengguna layanan. RSUD Sejiran Setason merupakan salah satu penyelenggara pelayanan publik di bidang pelayanan kesehatan yang juga melakukan survey kepuasan masyarakat secara berkala. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) dari hasil survey kepuasan masyarakat semester II Tahun 2022 dan menganalisa unsur pelayanan yang memiliki nilai terendah. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analisis deksripsi dengan desain penelitian cross sectional. Peneliti menggunakan data sekunder hasil survey kepuasan masyararat Semester II Tahun 2022 di RSUD Sejiran Setason dengan jumlah sampel sebanyak 250 responden. Hasil: Hasil analisis data menunjukkan bahwa nilai IKM di RSUD Sejiran Setason adalah 83,22 % dimana nilai kinerja semua unsur pelayanan masuk kategori baik. Unsur pelayanan dengan nilai IKM paling rendah yaitu unsur penanganan pengaduan, saran dan masukan yaitu sebesar 78,43 %. Kesimpulan: Manajeman RSUD Sejiran Setason belum melakukan pengelolaan pengaduan pelanggan dengan optimal sehingga perlu adanya perbaikan penanganan pengaduan pelanggan dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit dan meningkatkan kepuasan pasien.
Sistem Informasi Manajemen Logistik Obat di Pelayanan Farmasi Puskesmas : Literature Review : Drug Logistics Management Information System in Puskesmas Pharmacy Services : Literature Review Ariska Putri, Ulfa; Budi Prasetijo, Agung; Tri Purnami, Cahya
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 6 (2023): June 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i7.3447

Abstract

Latar Belakang: Sistem informasi manajemen logistik obat-obatan memungkinkan pengguna untuk mendapatkan data yang benar, dalam jumlah yang tepat, kualitas yang tepat, dan pada waktu yang tepat. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji literatur terkait sistem informasi logistik farmasi di lingkup puskesmas. Metode: Studi ini merupakan review literatur. Artikel yang digunakan adalah artikel berbahasa Indonesia yang dipublikasikan di Google Scholar dalam kurun waktu 2016 – 2023. Kriteria inklusi yaitu data-data yang memuat kata kunci sistem informasi pengelolaan obat di puskesmas, sedangkan kriteria eksklusi adalah artikel yang tidak berhubungan dengan kata kunci tersebut. Artikel yang disertakan pada penelitian ini adalah observasi dan ekperimen yang dilakukan di berbagai wilayah di Indonesia. Hasil: Ditemukan sebanyak 15 artikel yang memenuhi kriteria inklusi, dengan rincian sebanyak 40% studi di Pulau Jawa, 33,3% puskesmas di daerah Sulawesi, 20% Sumatera, dan 6,67% merupakan studi di Kalimantan. Hasil penelusuran menunjukkan 60% puskesmas masih melakukan pengelolaan obat secara manual, dan 40% melakukan upaya perancangan sistem informasi berbasis web. Kesimpulan: Sebagian besar puskesmas masih menggunakan sistem pengelolaan obat secara manual. Kelemahannya adalah seringkali terjadi ketidakakuratan informasi pencatatan dengan jumlah fisik logistik obat. Penggunaan sistem elektronik berbasis web dinilai lebih menghemat waktu, mudah diakses, dan menjamin keamanan data.
Determinan Gejala Anemia pada Remaja Putri: Determinants of Anemia Symptoms in Adolescent Girls Tuti Surtimanah
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 6 (2023): June 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i6.3449

Abstract

Latar belakang: Tahun 2018 sebanyak 48,9% remaja putri di Indonesia mengalami anemia, dengan gejala lesu, lelah, letih, lemah dan lunglai. Diagnosis anemia mengacu hasil pemeriksaan Hb, namun di lapangan sering tidak bisa dilakukan dan upaya penanganan mengacu gejala yang muncul. Penyebab langsung anemia mencakup status nutrisi, perilaku makan, kurang zat besi, pola menstruasi, infeksi parasit. Penyebab tidak langsung mencakup pengetahuan, sikap, karakteristik demografis. Tujuan: Penelitian bertujuan mengetahui determinan gejala anemia pada remaja putri usia 12-18 tahun. Metode: Penelitian deskriptif kuantitatif disain potong lintang. Populasi 689 remaja putri usia 12-18 tahun, dengan sampel 419 orang dipilih secara purposif. Pengumpulan data melalui wawancara dan pengukuran anthropometri. Penelitian dilakukan Januari – Februari 2023. Analisis dilakukan secara deskriptif, uji regresi logistik bivariat dan multivariat. Hasil: Variabel akses jamban sehat, usia remaja, akses informasi Tablet Tambah Darah (TTD), pengetahuan kapan minum TTD dan praktek minum TTD menjadi faktor determinan (p < 0,05) gejala anemia dengan OR < 1. Pengetahuan kapan minum TTD dikontrol praktek minum TTD menjadi determinan gejala anemia (p 0,000 – OR 4,441). Praktek minum TTD dikontrol pengetahuan kapan minum TTD menjadi determinan gejala anemia (p 0,006 – OR 1,969). Kesimpulan: Variabel akses jamban sehat, usia remaja, akses informasi tentang TTD, pengetahuan kapan minum TTD dan praktek minum TTD menjadi faktor determinan (faktor protektif) gejala anemia pada remaja putri. Variabel pengetahuan kapan minum TTD dan praktek minum TTD secara bersama menjadi determinan (faktor risiko) terjadinya gejala anemia pada remaja putri.
Hubungan Aktivitas Fisik, Asupan Energi, Asupan Protein, Makanan Berisiko Terhadap Prevalensi Kejadian Obesitas pada Usia Dewasa Tingkat Kabupaten/Kota : Correlation between Physical Activity, Energy Intake, Protein Intake, Risky Foods to the Prevalence of Obesity in Adults at the District/City Level Rizqa Dhafiningtia; Trini Sudiarti
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 6 (2023): June 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i6.3451

Abstract

Latar belakang: Transisi gizi merupakan pergeseran pola konsumsi makanan dan pengeluaran kalori yang seiring dengan perubahan demografi, ekonomi dan epidemiologi. Transisi di Indonesia gizi digambarkan dengan peningkatan konsumsi lemak dan gula serta penurunan konsumsi serat serta diikuti dengan rendahnya aktivitas fisik. Tingkat permasalahan obesitas penduduk dewasa di Indonesia pada tahun 2018 merupakan masalah kesehatan masyarakat kategori sedang dengan persentase 20,53% (≥20%). Belum diketahui hubungan antara komponen transisi gizi yang mencakup asupan energi penduduk, asupan protein penduduk, inaktivitas fisik penduduk dan konsumsi makanan berisiko penduduk dengan tingkat permasalahan obesitas wilayah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat permasalahan obesitas di seluruh wilayah kabupaten/kota di Indonesia pada tahun 2018. Selain itu, untuk mengetahui hubungan komponen transisi gizi yang mencakup asupan energi penduduk, asupan protein penduduk, inaktivitas fisik penduduk dan konsumsi makanan berisiko penduduk dengan tingkat permasalahan obesitas wilayah kabupaten/kota. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi ekologi dengan jumlah sampel 514 kabupaten/kota di Indonesia pada tahun 2018. Data yang digunakan adalah data sekunder yang dikumpulkan dari laporan Riskesdas tahun 2018 dan olahan data Badan Pusat Statistik tahun 2018. Data dianalisis secara deskriptif dan uji bivariat menggunakan uji kai kuadrat. Hasil: Penelitian ini menunjukan bahwa variabel yang berhubungan dengan tingkat permasalahan obesitas penduduk dewasa di wilayah kabupaten/kota adalah asupan protein penduduk (OR=2,397; 95%CI 1,604-3,580), tingkat inaktivitas fisik penduduk (OR=2,027; 95% 1,281-3,207), konsumsi makanan manis harian penduduk (OR=2,237; 95% 1,118-4,478), dan konsumsi makanan berlemak harian penduduk (OR=1,634; 95% 1,106-2,415). Sementara nilai p >0,05 menunjukan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna terhadap kejadian obesitas pada tingkat kabupaten/kota. Hal ini terlihat pada asupan energi penduduk memiliki p= 0,631, proporsi penduduk dengan konsumsi minuman manis p sebesar 0,523, dan proporsi penduduk dengan konsumsi makanan berpenyedap memiliki nilai p sebesar 0,598. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara asupan protein, proporsi penduduk inaktivitas fisik, proporsi penduduk dengan konsumsi makanan manis harian, dan proporsi penduduk dengan konsumsi makanan berlemak terhadap kejadian obesitas pada tingkat kabupaten/kota. Perlu dilakukan sosialisasi atau penyuluhan terkait dengan pentingnya aktivitas fisik, gizi seimbang, konsumsi makanan berisiko dalam jangka panjang untuk mencegah kejadian obesitas pada setiap tingkat kabupaten/kota.
Persepsi Wanita Usia Subur terhadap Deteksi Dini Kanker Serviks dengan Metode Pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) di Puskesmas Cinere : Perception Women of Childbearing age on Early Detection of Cervical Cancer Using Visual Inspection of Acetic Acid Examination Method (IVA Test) at Cinere Health Center Apriany; Evi Martha
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 6 (2023): June 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i7.3458

Abstract

Latar belakang: Kanker serviks seringkali tidak diketahui penderitanya pada fase awal melainkan pada stadium lanjut dan sulit untuk disembuhkan. Pencegahan kanker serviks dapat dilakukan dengan deteksi dini dan menghindari faktor risiko. Salah satu deteksi dini kanker yang mudah dan murah dilakukan dengan metode pemeriksaan IVA. Keikutsertaan wanita usia subur dalam pemeriksaan IVA disebabkan persepsi mengenai kerentanan, keseriusan terhadap penyakit, manfaat, hambatan dan dorongan untuk melakukan pemeriksaan tsb. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi Wanita Usia Subur terhadap deteksi dini kanker serviks dengan metode pemeriksaan IVA di Puskesmas Cinere. Metode: Desain studi penelitian ini kualitatif menggunakan pendekatan teori Health Belief Model. Informan dalam penelitian berjumlah 15 orang terdiri dari wanita usia subur yang datang ke Puskesmas Cinere berjumlah 12 orang terbagi dalam 2 kelompok yaitu 1 kelompok yang melakukan pemeriksaan IVA dan kelompok yang tidak melakukan pemeriksaan IVA. Triangulasi sumber oleh 2 orang petugas tenaga kesehatan puskesmas dan 1 orang Petugas Penanggulangan Kanker Terpadu (PKTP­). Hasil: Wanita usia subur yang memiliki pengetahuan yang baik mengenai kanker serviks dan pemeriksaan IVA cenderung melakukan pemeriksaan IVA. Sebagian besar Wanita Usia Subur mengatakan manfaat pemeriksaan IVA untuk deteksi dini kanker seviks namun persepsi bahwa diri sehat, melakukan hubungan seksual yang sehat dan rasa takut pada prosedur serta hasil pemeriksaan IVA menjadi hambatan untuk melakukan deteksi dini. Dorongan terbesar untuk melakukan pemeriksaan IVA adalah kesadaran diri sendiri, dorongan suami dan informasi dari petugas kesehatan Kesimpulan: Wanita usia subur yang melakukan pemeriksaan IVA dengan yang tidak melakukan pemeriksaan IVA memiliki pengetahuan, persepsi kerentanan serta persepsi ancaman terhadap penyakit kanker serviks yang berbeda. Persepsi hambatan pada kelompok yang tidak melakukan pemeriksaan IVA lebih besar diyakini daripada persepsi manfaat. Hal itu tidak lepas dari pengetahuan wanita usia subur yang diperoleh. Dorongan dari keluarga dan tenaga kesehatan lebih mempengaruhi dibandingkan media sosial untuk melakukan pemeriksaan IVA.
Pelayanan Kesehatan Jiwa dan Faktor yang Mempengaruhinya di Pusat Kesehatan Masyarakat : Literature Review: Mental Health Services and Factors Affecting Them in Public Health Centers : Literature Review Pasaribu Habeahan, Rosdiana Oktaviani; Zahroh Shaluhiyah; Dwi Sutiningsih
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 6 (2023): June 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i6.3507

Abstract

Latar Belakang: Masalah kesehatan jiwa merupakan masalah yang banyak terjadi di seluruh dunia, berdasarkan data WHO (2017) diperkirakan jumlah penyandang gangguan jiwa mencapai 450 juta jiwa. Secara global masalah gangguan jiwa berkontribusi terhadap tahun hilang akibat kesakitan atau kecacatan dengan persentase (14,4%). Menurut WHO lebih dari (70%) diseluruh dunia mengalami kekurangan tenaga kesehatan jiwa, dan kekurangan anggaran untuk mengatasi permasalah kesehatan jiwa, sehingga masih banyak masyarakat dengan gangguan jiwa yang tidak mendapatkan pelayanan kesehatan jiwa secara optimal. Tujuan: Untuk mengkaji faktor-faktor apakah yang mempengaruhi pelayanan kesehatan jiwa di pusat kesehatan masyarakat. Metode: Metode literature riview dengan melakukan kajian artikel-artikel berbahasa Indonesia dan Inggris yang tersedia pada database online, diantaranya Science Direct, Springer Link, Pub Med Central, dan Google Scholar. Database yang menjadi sumber ditelusuri dengan menggunakan beberapa kata kunci yang telah ditentukan sesuai tujuan, kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil: Terdapat delapan (8) artikel yang memenuhi tujuan dan kriteria yang telah ditetapkan. Sebagian besar penelitian memaparkan bahwa pelayanan kesehatan jiwa di beberapa pusat kesehatan masyarakat masih belum optimal dan terdapat beberapa hambatan dalam proses dan/atau kegiatan pemberian pelayanan kesehatan jiwa untuk masyarakat. Adapun beberapa faktor yang dapat mempengaruhi pelayanan kesehatan jiwa terhadap masyarakat. Kesimpulan: Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi pelayanan kesehatan jiwa di pusat kesehatan masyarakat, diantaranya yaitu kurangnya sumber daya kesehatan yang memadai, anggaran kesehatan jiwa yang kurang, sarana prasaran pendukung pelayanan kesehatan jiwa yang kurang, kurangnya dukungan dari pemangku kebijakan, dan kurangnya advokasi.
Determinan Perilaku Merokok di Indonesia tahun 2019 (Analisis Data SUSENAS 2019): Determinants of Smoking Behavior in Indonesia in 2019(2019 SUSENAS Data Analysis) Arif Awaludin Ashar; Atik Nurwahyuni
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 6 (2023): June 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i8.3508

Abstract

Latar belakang: Data BPS menyebutkan lebih dari 1 penduduk dari 4 penduduk di Indonesia usia ≥15 tahun adalah perokok. Perilaku merokok terjadi di semua lapisan umur, tinggal di wilyah pedesaan dan perkotaan, tingkat pendidikan, memiliki pekerjaan serta memiliki pendidikan rendah merupakan determinan yang bermakna terhadap peningkatan jumlah perokok di Indonesia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui determinan dari perilaku merokok di Indonesia berdasarkan data Susenas tahun 2019. Metode: Penelitian kuantitatif dengan data sekunder SUSENAS tahun 2019 oleh BPS. Unit analisis pada penelitian ini adalah individu dengan umur 5 tahun ke atas. Data dianalisis secara bivariat dan multivariat dengan metode Binary Regression menggunakan model logit. Metode tersebut digunakan untuk menganalisis kausalitas antara variabel independen dengan variabel dependen dalam bentuk biner. Hubungan kausalitas tersebut dinyatakan dalam bentuk persamaan yang menghubungkan variabel dependen dengan beberapa variabel bebas. Hasil: Semua variabel yang diteliti (tempat tinggal, usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, status perkawinan, keluhan kesehatan, kepemilikan asuransi dan status pekerjan memiliki p-value (0,000) < 0,05 yaitu adanya hubungan yang signifikan dengan variabel perilaku merokok di Indonesia tahun 2019. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan dengan variabel perilaku merokok di Indonesia tahun 2019. Diharapkan penelitian selanjutnya dapat mengikutsertakan dan menjelaskan secara detail kendala maupun hambatan yang dialami oleh perokok, agar dapat dipahami bahwa perilaku merokok ini dapat dicegah dan penyakit akibat rokok di Indonesia dapat diturunkan prevalensinya.
Studi Kualitatif Fraud Pelayanan Kesehatan : Literature Review: Qualitative Study of Health Service Fraud : Literature Review Andi Yaumil Bay R Thaifur
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 6 (2023): June 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i6.3522

Abstract

Latar Belakang: Potensi terjadinya fraud, baik yang terjadi di rumah sakit, staf medis maupun rekam medis perlu dimasukkan sebagai bagian dari suatu sistem yang dapat mencegah terjadinya sebagai mekanisme anti fraud untuk meminimalkan kerugian pasien dan rumah sakit secara keseluruhan. Tujuan: Artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi penelitian kualitatif terkait fraud pelayanan kesehatan. Metode: review artikel dilakukan dengan menggunakan tiga database bibliografi. Artikel diseleksi berdasarkan publikasi 10 tahun terakhir. Ektsraksi data dilakukan dengan menggunakan Prisma flowchart (gambar1), dan artikel yang diinklusi terlebih dilakukan pengecekan kelayakan studi menggunakan instrument Strobe. Hasil: Sebanyak 12037 diperoleh dari tiga database. 20 artikel sesuai dengan kriteria inklusi dan 8 artikel yang dipilih dalam tinjauan literatur ini. Berdasarkan hasil literatur review ditemukan bahwa fraud di pelayanan kesehatan telah dilakukan di beberapa negara maju dan berkembang, fraud rentan ditemukan diantara klaim asuransi kesehatan dan perawatan di rumah sakit. Potensi kecurangan di rumah sakit disebabkan oleh sosial budaya yang menganut budaya konsumerisme dan materialisme, serta motif dari pelaku sehingga menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan dan anggapan pembenaran. Kesimpulan: Fraud pada pelayanan kesehatan di rumah sakit, praktik-praktik kecurangan dan penyalahgunaan perawatan kesehatan telah menjadi pusat perhatian dan masalah utama di dunia kesehatan dari tahun ke tahun, dimana fraud terjadi dalam keadaan dan situasi yang berhubungan dengan proses layanan, cakupan atau manfaat pelayanan yang berdampak pada menabungnya pembiayaan layanan kesehatan. Fraud menjadi ancaman utama bagi ekonomi di seluruh dunia.

Page 55 of 125 | Total Record : 1250


Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 1 (2026): January 2026 Vol. 8 No. 12 (2025): December 2025 Vol. 8 No. 11 (2025): November 2025 Vol. 8 No. 10 (2025): October 2025 Vol. 8 No. 9 (2025): September 2025 Vol. 8 No. 8 (2025): August 2025 Vol. 8 No. 7 (2025): July 2025 Vol. 8 No. 6 (2025): June 2025 Vol. 8 No. 5 (2025): May 2025 Vol. 8 No. 4 (2025): April 2025 Vol. 8 No. 3 (2025): March 2025 Vol. 8 No. 2 (2025): February 2025 Vol. 8 No. 1 (2025): January 2025 Vol. 7 No. 12 (2024): December 2024 Vol. 7 No. 11 (2024): November 2024 Vol. 7 No. 10 (2024): October 2024 Vol. 7 No. 9 (2024): September 2024 Vol. 7 No. 8 (2024): August 2024 Vol. 7 No. 7 (2024): July 2024 Vol. 7 No. 6 (2024): June 2024 Vol. 7 No. 5 (2024): May 2024 Vol. 7 No. 4 (2024): April 2024 Vol. 7 No. 3 (2024): March 2024 Vol. 7 No. 2 (2024): February 2024 Vol. 7 No. 1 (2024): January 2024 Vol. 6 No. 12 (2023): December 2023 Vol. 6 No. 11 (2023): November 2023 Vol. 6 No. 10 (2023): October 2023 Vol. 6 No. 9 (2023): September 2023 Vol. 6 No. 8 (2023): August 2023 Vol. 6 No. 7 (2023): July 2023 Vol. 6 No. 6 (2023): June 2023 Vol. 6 No. 5 (2023): May 2023 Vol. 6 No. 4 (2023): April 2023 Vol. 6 No. 3 (2023): March 2023 Vol. 6 No. 2 (2023): February 2023 Vol. 6 No. 1 (2023): January 2023 Vol. 5 No. 12 (2022): December 2022 Vol. 5 No. 11 (2022): November 2022 Vol. 5 No. 10 (2022): October 2022 Vol. 5 No. 9 (2022): September 2022 Vol. 5 No. 8 (2022): August 2022 Vol. 5 No. 7 (2022): July 2022 Vol. 5 No. 6 (2022): June 2022 Vol. 5 No. 5 (2022): May 2022 Vol. 5 No. 4 (2022): April 2022 Vol. 5 No. 3 (2022): March 2022 Vol. 5 No. 2 (2022): February 2022 Vol. 5 No. 1 (2022): January 2022 Vol. 4 No. 4 (2021): November 2021 Vol. 4 No. 3 (2021): September 2021 Vol. 4 No. 2 (2021): May 2021 Vol. 4 No. 1 (2021): January 2021 Vol. 3 No. 3 (2020): September 2020 Vol. 3 No. 2 (2020): May 2020 Vol. 3 No. 1 (2020): January 2020 Vol. 2 No. 3 (2019): September 2019 Vol. 2 No. 2 (2019): May 2019 Vol. 2 No. 1 (2019): January 2019 Vol. 1 No. 3 (2018): September 2018 Vol. 1 No. 2 (2018): May 2018 Vol. 1 No. 1 (2018): January 2018 More Issue