cover
Contact Name
Ahmad Yani
Contact Email
ahmadyani.publichealth@gmail.com
Phone
+6281245936241
Journal Mail Official
ahmadyani.publichealth@gmail.com
Editorial Address
Jl. Hang Tuah No 114 Palu
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI)
ISSN : -     EISSN : 25976052     DOI : https://doi.org/10.56338/mppki
Core Subject : Health,
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) periodic scientific journal that is published by Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu. with ISSN Number: 2597-6052 (Online - Electronic). This journal accepts scientific papers in the form of research articles and review articles in the field of health promotion and behavior science. The focus and scopes of the journal include: Health Literacy Community health empowerement and culture Health promoting hospital Health promotion in institution including tourism and industry Health media and communication technology Health promotion for infectious and non infectious diseases Lifestyle diseases including reproductive health,sexuality and HIV/AIDS Health promoting Occupational health and safety Health behaviour and education Intervention strategies in health promotion
Articles 1,250 Documents
Efektifitas Acupressure terhadap Disminore Primer pada Remaja : Literature Review: Effectiveness of Acupressure on Primary Dismenorrhea in Adolescents : Literature Review Isna Hudaya; Emi Sutrisminah; Nuria citra maulidia
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 7 (2023): July 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i7.3453

Abstract

Latar Belakang: Menurut WHO (2020) yang disebut remaja adalah mereka yang berada pada tahap transisi antara masa kanak-kanak dan dewasa, Batasan usia remaja 10 sampai 19 tahun. Remaja adalah anak usia 10-24 tahun yang merupakan usia antara masa kanak-kanak dan masa dewasa dan sebagai titik awal proses reproduksi, sehingga perlu dipersiapkan sejak dini (Romauli, 2009). Dismenore sering dialami remaja putri yang ditandai dengan nyeri kram (tegang) pada daerah perut bawah tetapi dapat menyebar ke bagian belakang. Akupresur merupakan terapi tusuk jari dengan memberikan penekanan dan pemijatan pada titik tertentu pada tubuh yang didasarkan pada prinsip ilmu akupresur (Fengge, 2012) Tujuan: untuk menelaah lebih dalam tentang efektivitas acupressure terhadap disminore primer pada remaja yang terdapat kesesuaian dengan penenlitian-penelitian sebelumnya dengan cara mereview beberapa penelitian. Metode: Tinjauan ini memakai beberapa sumber meliputi studi pencarian sistematis database terkomputerisasi (Pubmed dan Google Shcoolar) yang diambil dalam waktu 5 tahun terakhir dari tahun 2017-2021. Artikel yang diperoleh dalam melakukan pencarian yaitu jurnal, tetapi setelah dilakukan telaah artikel dan disesuaikan dengan jumlah judul jurnal dengan jurnal nasional dan internasional. Kriteria dalam menemukan kunci penelusuran literature review yaitu “akupresur”; intensitas nyeri, “dismenore”; “remaja putri”. Hasil: Dari hasil penelitian pada tabel 1 dalam penelitian ini terdapat pengaruh akupresur terhadap Dismenore pada remaja putri. Pada tabel 2 dalam penelitian ini menunjukkan bahwa akupresur SP6 mengurangi dismenore terutama dengan peningkatan suhu di jalur CV2. Pada tabel 3 dalam penelitian ini kecemasan tersembunyi tidak menunjukkan perubahan signifikan sebelum dan sesudah intervensi. Pada tabel 4 dalam penelitian ini akupresur auricular mengurangi nyeri dan tekanan menstruasi pada remaja sekolah menengah. Kesimpulan: Dari temuan review ini dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh akupresure terhadap Dismenore pada remaja putri.
Efektivitas Pelatihan dan Supervisi terhadap Peningkatan Kualitas Pendokumentasian Asuhan Keperawatan : Literature Review: The Effectiviness of Training and Supervision on Improving the Quality of Nursing Care Documentation : Literatur Review Wahyuliati, Tri; Regina VT Novita
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 7 (2023): July 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i7.3459

Abstract

Latar Belakang: Pelayanan asuhan keperawatan yang berkualitas dapat diwujudkan melalui kelengkapan dokumentasi. Pada kenyataannya masih ditemukan dokumentasi asuhan keperawatan yang tidak lengkap masih menjadi permasalahan di rumah sakit. Salah satu faktor yang mempengaruhi praktik dokumentasi keperawatan adalah supervisi, sikap perawat, pelatihan, perbandingan perawat-pasien, motivasi dan pengetahuan perawat. Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk melihat hubungan Efektivitas Pelatihan Dan Supervisi Terhadap Peningkatan Kualitas Pendokumentasian Asuhan Keperawatan. Metode: Jurnal yang digunakan dalam literature review berjumlah 10 jurnal. Penulusuran jurnal dilakukan melalui tiga database yaitu EBSCO, ProQuest, dan Google Scholar. Hasil: Hasil yang didapatkan yaitu adanya pengaruh antara supervisi dan pengetahuan terhadap pendokumentasian asuhan keperawatan, supervisor dalam hal ini kepala ruangan berperan dalam mengarahkan perawat terutama dalam pendokumentasian asuhan keperawatan. Peran dari pengetahun perawat itu sendiri perlu ditingkatkan agar dokumentasi asuhan keperawatan dapat dilakukan dengan optimal. Pentingnya peran manajerial untuk melakukan pelatihan pendokumentasian asuhan keperawatan pada perawat pelaksana. Kesimpulan: Implentasi pendokumentasian dengan supervise baik menggunakan elektronik atau paper based yang berformat dapat meningkatkan kualitas pendokumentasian asuhan keperawatan. Hal ini akan berdampak positif terhadap kepercayaan diri dan motivasi perawat dalam pendokumentasian.
Menggunakan Logic Model untuk Mengevaluasi Pelaksanaan Pendidikan Kesehatan: Peningkatan Niat Menggunakan Alat Kontrasepsi : Using the Logic Model to Evaluate the Implementation of Health Education: Increasing Intention to Use Contraception Retno Heru Setyorini
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 7 (2023): July 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i7.3462

Abstract

Latar belakang: Mengatasi kebutuhan yang tidak terpenuhi untuk kontrasepsi membutuhkan pendekatan berbasis bukti. Meskipun program pemberian Komunikasi, Informasi, dan Edukasi telah dilaksanakan secara terus menerus, namun belum menunjukkan hasil yang signifikan dalam peningkatan penggunaan kontrasepsi pada wanita pasangan usia subur. Pendidikan kesehatan dengan modul “SiTepat” adalah intervensi untuk meningkatkan niat menggunakan kontrasepsi. Tujuan: Logic Model digunakan sebagai pendekatan sistematis untuk merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi intervensi pendidikan kesehatan menggunakan media berupa modul yang diberi nama “SiTepat” pada wanita pasangan usia subur. Metode: Logic model menyediakan kerangka kerja untuk evaluasi keluaran, hasil, dan dampak. Desain quasi- eksperimental dengan desain one group pretest-posttest digunakan dalam penelitian ini. Data di analisis menggunakan software SPSS Versi 17. Hasil: Pendidikan kesehatan dilaksanakan dengan melibatkan kader keluarga berencana selama 1 minggu. 15 peserta menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pengetahuan sikap, norma subjektif, efikasi diri, dan niat menggunakan kontrasepsi (p < 0,05). Kesimpulan: Model logika dapat digunakan untuk mengevaluasi intervensi pendidikan kesehatan. Keberhasilan ini dapat digunakan untuk memperluas dampak pemberian Komunikasi Informasi dan Edukasi tentang kontrasepsi dan keluarga berencana dengan memberikan modul”SiTepat” pada wanita pasangan usia subur menggunakan fasilitator kader keluarga berencana.
Aspek Sosial Budaya yang Mempengaruhi Upaya Promosi Kesehatan Obesitas pada Anak: Literature Review: Socio-Cultural Aspects Influencing Health Promotion Efforts to Obesity in Children: Literature Review Gunawan, Edy; Dian Ayubi
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 7 (2023): July 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i7.3517

Abstract

Latar Belakang : Tingginya angka kejadian obesitas juga terjadi pada anak-anak dengan prevalensi yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Aspek sosial budaya setempat menjadi bagian yang sering menyebabkan terjadinya kasus obesitas pada anak. Seringkali upaya promotif dan preventif yang dilakukan mengalami kendala dari aspek sosial budaya tersebut. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk men-sintesis temuan penelitian mengenai aspek sosial budaya terhadap upaya promosi kesehatan pada kejadian obesitas anak. Metode: Studi pada penelitian ini dilakukan menggunakan metode systematic review and meta-synthesis studies. Pencarian data dilakukan dengan 3 (tiga) database yaitu PubMed, Science Direct, Taylor & Francis dengan kata kunci tertentu dan rentang studi penelitian selama 5 Tahun. Hasil: Terdapat beberapa aspek sosial budaya yang berhubungan dengan kejadian obesitas pada anak yaitu teman sebaya, lingkungan rumah, lingkungan sekolah, akses dan ekonomi. Kesimpulan: Aspek sosial budaya memiliki pengaruh baik positif maupun negatif terhadap upaya promotif dan preventif kasus obesitas anak, oleh karenanya aspek sosial budaya tersebut harus menjadi perhatian serius dalam menyelesaikan masalah yang spesifik lokal.
Apakah Kualitas Pelayanan, Budaya Kerja, dan Digital Transformation Mempengaruhi Keunggulan Bersaing? Study Empiris Pada Rumah Sakit Santo Antonio : Do Quality Of Service, Work Culture, And Digital Transformation Affect Competitive Advantage? Empirical Study At Santo Antonio Hospital Innotata, Tiara; Bachtiar, Adang; Oktamianti, Puput; Joung, Oka Wilsen
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 7 (2023): July 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i8.3551

Abstract

Latar belakang: Sebagai hasil dari persaingan yang semakin meningkat yang ada dalam ekonomi pada skala dunia, institusi kesehatan, serta rumah sakit khususnya, menempatkan penekanan yang lebih besar pada pemenuhan atau melampaui persyaratan pelanggan mereka. Disebabkan oleh rumah sakit ini perlu memisahkan diri dari para pesaingnya serta semakin meningkatkan reputasi mereka, mereka dituntut untuk memberikan tingkat layanan yang lebih tinggi dibanding pesaing mereka. Tujuan: Tujuan dari studi ini yaitu untuk menyelidiki hubungan antara keunggulan kompetitif Rumah Sakit Santo Antonio di Sumatera Selatan dengan aspek-aspek seperti kualitas layanan rumah sakit, budaya tempat kerja, serta transformasi digital. Metode: Studi kuantitatif deskriptif memperhitungkan temuan pada studi ini. Studi ini menggunakan jenis pengambilan sampel yang dikatakan sebagai pengambilan sampel acak sederhana, serta sebagai hasilnya, para peneliti dapat memperoleh tanggapan dari total 100 responden. Partial Least Square (PLS) dikatakan sebagai metode analisis data yang digunakan untuk investigasi khusus akan hal ini. Hasil: Berdasarkan hasil pengujian, diperoleh Competitive Advantage dipengaruhi oleh kualitas pelayanan, budaya kerja, dan digital transformation sebesar 96,2% sementara sisanya dipengaruhi oleh variabel yang belum dipaparkan dalam studi ini. Penelitian ini memiliki hasil bahwa competitive advantage dipengaruhi oleh budaya kerja, digital transformasi, dan kualitas pelayanan. Kesimpulan: Hal ini menerangkan bahwa Rumah Sakit Santo Antonio akan mampu bersaing dengan para pesaing bila mampu memberi budaya kerja yang baik pada karyawannya, mengikuti perkembangan digital sesuai dengan jaman, dan memberikan kualitas yang baik dalam pelayanannya pada pasien.
Evaluasi Tata Kelola Sistem Rujukan Kesehatan di Puskesmas Kabupaten Konawe Utara: Evaluation of the Governance of the Health Referral System at the Konawe Utara District Health Center Harmin; Sartini Risky; Sanihu Munir
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 7 (2023): July 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i7.3563

Abstract

Latar Belakang: Menurut peraturan BPJS syarat pasien dirujuk apabila puskesmas tidak dapat memberi pelayanan sesuai kebutuhan pasien karena adanya keterbatasan fasilitas, pelayanan, ketenagaan serta apabila diagnosis penyakit diluar 144 diagnosis yang dapat ditangani puskesmas Masalah semakin terlihat dengan adanya data rujukan pada tahun 2019 diketahui dari 22 puskesmas dan yang memiliki rata-rata melebihi batas rasio rujukan yang di tetapkan yaitu lebih dari sama dengan 15% cukup tinggi hingga mencapai 77.27% dan pada tahun 2020 masih dalam kategori tinggi yaitu mencapai 72.73% dan untuk tahun 2021 diketahui mengalami penurunan namun ditemukan pasien dengan rujukan non spesialistik dari semua puskesmas melebihi ketentuan rasio yang ditentukan yaitu di atas 5% . Tujuan: Penelitian ini untuk Menganalisis Evaluasi Tata Kelola Sistem Rujukan Kesehatan di Puskesmas Kabupaten Konawe Utara. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan desain studi cross-sectional, Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Februari sampai Maret tahun 2023 Penelitian ini telah dilaksanakan di 22 Puskesmas Kabupaten Konawe Utara. Populasi adalah keseluruhan keseluruhan petugas yang berkaitan dengan proses kegiatan rujukan di puskesmas (Dokter, Bidan Penanggung Jawab Poli KIA, Bidan Penanggung Jawab Kamar Bersalin, Perawat Penangung Jawab Poli Umum, Perawat Penangung Jawab UGD dan Dokter Gigi) dengan total populasi 132 orang dan sampel berjumlah 100 responden. Metode pengambilan sampel menggunakan Claster Random Sampling. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang sedang antara perencanaan (Planning) dengan Tata Kelola Sistem Rujukan puskesmas di Kabupaten Konawe Utara Terdapat hubungan yang sedang antara pengorganisasian (Organizing) dengan Tata Kelola Sistem Rujukan puskesmas di Kabupaten Konawe Utara Terdapat hubungan yang sedang antara pelaksanaan (Actuating) dengan Tata Kelola Sistem Rujukan puskesmas di Kabupaten Konawe Utara Terdapat hubungan yang lemah antara pengawasan (Controlling) dengan Tata Kelola Sistem Rujukan puskesmas di Kabupaten Konawe Utara perlunya pihak pemangku kebijakan di wilayah masing masing hingga ke tingkat desa dalam mensosialisasikan pentingnya layanan kesehatan dan pemanfaatan layanan kesehatan dengan menekankan layananan wajib terhadap 144 penyakit yang harus di tangani. Kesimpulan: Studi ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan yang sedang antara perencanaan, pengorganisasian, pengorganisasian, dan terdapat hubungan yang lemah antara pengawasan dengan Tata Kelola Sistem Rujukan puskesmas di Kabupaten Konawe Utara.
Analisis Spasial Kejadian Diare pada Balita di Provinsi Sumatera Utara Tahun 2020 : Spatial Analysis of Incidence of Diarrhea in Children Under-Five in North Sumatra Province in 2020 Plate, Renata Philipa; Herdayati, Milla
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 7 (2023): July 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i9.3577

Abstract

Latar belakang: Provinsi Sumatera Utara memiliki prevalensi diare pada balita paling tinggi di Indonesia. Kejadian diare pada balita berhubungan dengan faktor risiko individu dan lingkungan yang saling berinteraksi dalam ruang spasial. Tujuan: Untuk mengetahui faktor resiko, pola spasial, dan wilayah prioritas intervensi diare pada balita di Sumatera Utara. Metode: Penelitian memiliki desain studi ekologi. Faktor risiko diare pada balita ditentukan dengan korelasi Pearson. Global Moran digunakan untuk mengetahui dependensi spasial dari insiden diare pada balita, sedangkan LISA (local indicators of spatial association) digunakan untuk mengidentifikasi wilayah prioritas intervensi. Hasil: Terdapat hubungan positif yang signifikan antara insiden diare pada balita dengan persentase rumah tangga tanpa jamban sendiri. Pola spasial insiden diare pada balita di Sumatera Utara membentuk pola berkelompok. Terdapat tujuh daerah prioritas utama intervensi yang terbagi ke dalam dua klaster. Klaster pertama terletak di bagian tengah menuju timur (4 wilayah), klaster kedua terletak di bagian selatan (3 wilayah). Kesimpulan: Upaya pencegahan diare pada balita dilakukan dengan pembangunan jamban keluarga dan edukasi pentingnya kepemilikan jamban, terutama bagi penduduk yang tinggal di wilayah prioritas intervensi.
Pengenalan Neurosifilis: Komplikasi Sifilis Susunan Saraf Pusat sebagai upaya Pencegahan : Literature Review : Introduction to Neurosyphilis: Complications of Syphilis in the Central Nervous System as a Prevention Measure : Literature Review Mutmainnah Ahmad; Ashari Bahar
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 7 (2023): July 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i7.3633

Abstract

Latar belakang: Neurosifilis merupakan penyakit saraf yang disebabkan oleh Treponema pallidum. Penyakit ini merupakan bentuk komplikasi dari sifilis yang dalam tahapan infeksinya tidak menentu pada sifilis primer, sekuder, ataupun tersier. Hal ini menjadi tantangan oleh para klinisi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengenalan neurosifilis: komplikasi sifilis susunan saraf pusat sebagai upaya pencegahan. Metode: Metode yang digunakan melibatkan pencarian dan analisis artikel ilmiah yang relevan. Pertama, dilakukan identifikasi kata kunci seperti "neurosifilis," "komplikasi sifilis," "susunan saraf pusat," dan "pencegahan." Kemudian, basis data seperti PubMed, Scopus, dan Google Scholar digunakan untuk mencari artikel yang terkait dengan topik tersebut. Pencarian dilakukan dengan menggunakan kata kunci yang telah diidentifikasi, dengan penerapan filter waktu untuk memperoleh artikel terbaru Hasil: Neurosifilis pun bisa saja terjadi dini dari infeksi pertama, Manifestasi klinis dari neurosifilis pun lebih beragam dan terdapat bagian dari penyakit ini yang asimtomatik, sehingga sulit untuk terdiagnosis sedini mungkin. Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa tatalaksana dari penyakit ini pun sangat krusial untuk diketahui agar komplikasi ini tidak berlanjut lebih parah sehingga tidak dapat memberikan dampak ataupun kerusakan yang permanen pada tubuh pasien.
Validitas dan Reliabilitas Instrumen Kualitas Hidup Lansia dengan Hipertensi: Validity and Reliability Quality of Life Instruments in Elderly with Hypertension Febriana, Annisa; Diana Pefbrianti; M. Noor Ifansyah; Devi Hairina Lestari
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 7 (2023): July 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i7.3660

Abstract

Latar belakang: Kualitas hidup merupakan aspek penting yang perlu diperhatikan terutama pada kelompok lansia yang memiliki penyakit hipertensi. Hipertensi yang diderita tentunya akan berdampak pada terjadinya keparahan penyakit hipertensi yang diderita. Instrument spesifik terhadap kualitas hidup lansia dengan masalah hipertensi diperlukan sebagai dasar pemberian intervensi keperawatan yang komprehensif kepada lansia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan melakukan uji validitas dan realibilitas instrumen kuesioner pengkajian kualitas hidup lansia hipertensi Metode: Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research & Development) dengan pendekatan kuantitatif. Validasi instrument dilakukan oleh 10 pakar yang dianggap ahli di bidang keperawatan gerontic. Peneliti melakukan uji validitas berdasarkan penilaian ahli (expert judgement) dan uji reliabilitas instrument kepada 30 orang lansia yang berada di masyarakat. Hasil: Hasil uji validasi dengan pakar didapatkan saran perbaikan terhadap isi pernyataan kuesioner yang dikembangkan, setelah di revisi dan valid menurut pakar, kuesioner dilakukan uji pemahaman bahasa kepada 5 lansia dan diperoleh hasil kuesioner dapat dipahami lansia dengan baik. Hasil Uji reliabilitas menunjukkan dari 41 item pernyataan dari ketiga domain didapatkan sebanyak 20 item pernyataan yang valid dengan nilai alpha Cronbach >0.60. Kesimpulan: Sebanyak 20 item pernyataan yang terdiri dari domain fisik, psikologis dan kemandirian valid dan reliabel sebagai instrument pengkajian untuk lansia hipertensi. Perlunya dilakukan pengembangan instrument kualitas hidup dengan menggabungkan seluruh domain yang ada pada kualitas hidup lansia dengan hipertensi sebagai tools untuk pengkajian kualitas hidup lansia yang menderita hipertensi.
Analisis Faktor Risiko Stunting pada Balita di Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua Kota Padangsidimpuan : Analysis of Stunting Risk Factors on Toddlers in Padangsidimpuan Batunadua Sub-District, Padangsidimpuan City Nurhalimah Batubara; Anto J. Hadi; Haslinah Ahmad; Owildan Wisudawan B
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 7 (2023): July 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i7.3703

Abstract

Latar belakang: Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak menjadi terlalu pendek untuk seusianya. Kekurangan gizi dapat terjadi sejak bayi dalam kandungan dan pada masa awal setelah anak lahir, tetapi baru nampak setelah anak berusia 2 tahun, di mana keadaan gizi ibu dan anak merupakan faktor penting dari pertumbuhan anak. Tujuan: Tujuan penelitian untuk menganalisis faktor risiko stunting di Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua Kota Padangsidimpuan. Metode: Jenis penelitian ini adalah observasional dengan desain case control study. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua dan dilakukan pada September 2022 sampai dengan Februari 2023. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh balita di 15 Kelurahan dan sampel dalam penelitian ini sebanyak 74 balita. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara proportionale random sampling serta analisis data dengan menggunakan uji chi-square dan regresi logistik. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa asupan gizi (OR=26.181, CI=95%.1.075-6.375), riwayat penyakit infeksi (OR=2.555, CI.=95%.1.255-5.199),sanitasi lingkungan (OR=2.609, CI.=95%.1.332-5.107), status imunisasi (OR=17.033, CI.=95%.2.177-1.332), riwayat pemberian ASI Eksklusif (OR=3.860, CI.=95%1.950-7.641) merupakan faktor risiko stunting pada balita serta variabel yang paling dominan terhadap risiko stunting adalah asupan gizi dengan Exp (B) =5,200 dengan koefisien regresi (B) =3,951. Kesimpulan: ditemukan bahwa balita yang mengalami risiko stunting diakibatkan oleh faktor asupan gizi, riwayat penyakit infeksi, sanitasi, status imunisasi,riwayat pemberian ASI eksklusif. Sehingga perlu upaya untuk mencegah atau pun menanggulangi permasalahan stunting pada balita melalui pendekatan edukasi keluarga serta perilaku hidup sehat ditiap daerah.

Page 58 of 125 | Total Record : 1250


Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 1 (2026): January 2026 Vol. 8 No. 12 (2025): December 2025 Vol. 8 No. 11 (2025): November 2025 Vol. 8 No. 10 (2025): October 2025 Vol. 8 No. 9 (2025): September 2025 Vol. 8 No. 8 (2025): August 2025 Vol. 8 No. 7 (2025): July 2025 Vol. 8 No. 6 (2025): June 2025 Vol. 8 No. 5 (2025): May 2025 Vol. 8 No. 4 (2025): April 2025 Vol. 8 No. 3 (2025): March 2025 Vol. 8 No. 2 (2025): February 2025 Vol. 8 No. 1 (2025): January 2025 Vol. 7 No. 12 (2024): December 2024 Vol. 7 No. 11 (2024): November 2024 Vol. 7 No. 10 (2024): October 2024 Vol. 7 No. 9 (2024): September 2024 Vol. 7 No. 8 (2024): August 2024 Vol. 7 No. 7 (2024): July 2024 Vol. 7 No. 6 (2024): June 2024 Vol. 7 No. 5 (2024): May 2024 Vol. 7 No. 4 (2024): April 2024 Vol. 7 No. 3 (2024): March 2024 Vol. 7 No. 2 (2024): February 2024 Vol. 7 No. 1 (2024): January 2024 Vol. 6 No. 12 (2023): December 2023 Vol. 6 No. 11 (2023): November 2023 Vol. 6 No. 10 (2023): October 2023 Vol. 6 No. 9 (2023): September 2023 Vol. 6 No. 8 (2023): August 2023 Vol. 6 No. 7 (2023): July 2023 Vol. 6 No. 6 (2023): June 2023 Vol. 6 No. 5 (2023): May 2023 Vol. 6 No. 4 (2023): April 2023 Vol. 6 No. 3 (2023): March 2023 Vol. 6 No. 2 (2023): February 2023 Vol. 6 No. 1 (2023): January 2023 Vol. 5 No. 12 (2022): December 2022 Vol. 5 No. 11 (2022): November 2022 Vol. 5 No. 10 (2022): October 2022 Vol. 5 No. 9 (2022): September 2022 Vol. 5 No. 8 (2022): August 2022 Vol. 5 No. 7 (2022): July 2022 Vol. 5 No. 6 (2022): June 2022 Vol. 5 No. 5 (2022): May 2022 Vol. 5 No. 4 (2022): April 2022 Vol. 5 No. 3 (2022): March 2022 Vol. 5 No. 2 (2022): February 2022 Vol. 5 No. 1 (2022): January 2022 Vol. 4 No. 4 (2021): November 2021 Vol. 4 No. 3 (2021): September 2021 Vol. 4 No. 2 (2021): May 2021 Vol. 4 No. 1 (2021): January 2021 Vol. 3 No. 3 (2020): September 2020 Vol. 3 No. 2 (2020): May 2020 Vol. 3 No. 1 (2020): January 2020 Vol. 2 No. 3 (2019): September 2019 Vol. 2 No. 2 (2019): May 2019 Vol. 2 No. 1 (2019): January 2019 Vol. 1 No. 3 (2018): September 2018 Vol. 1 No. 2 (2018): May 2018 Vol. 1 No. 1 (2018): January 2018 More Issue