cover
Contact Name
Ahmad Yani
Contact Email
ahmadyani.publichealth@gmail.com
Phone
+6281245936241
Journal Mail Official
ahmadyani.publichealth@gmail.com
Editorial Address
Jl. Hang Tuah No 114 Palu
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI)
ISSN : -     EISSN : 25976052     DOI : https://doi.org/10.56338/mppki
Core Subject : Health,
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) periodic scientific journal that is published by Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu. with ISSN Number: 2597-6052 (Online - Electronic). This journal accepts scientific papers in the form of research articles and review articles in the field of health promotion and behavior science. The focus and scopes of the journal include: Health Literacy Community health empowerement and culture Health promoting hospital Health promotion in institution including tourism and industry Health media and communication technology Health promotion for infectious and non infectious diseases Lifestyle diseases including reproductive health,sexuality and HIV/AIDS Health promoting Occupational health and safety Health behaviour and education Intervention strategies in health promotion
Articles 1,250 Documents
Hubungan Anemia dalam Kehamilan dengan Kejadian Perdarahan Postpartum: The Association of Anemia in Pregnancy with The Incidence of Postpartum Hemorrhage Aqilah Farah Salsabil; Rauly Rahmadhani; Abdul Rahman; Ulfah Rimayanti
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 6 (2024): June 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i6.5160

Abstract

Latar belakang: Di Indonesia Angka Kematian Ibu (AKI) masih menjadi masalah. Perdarahan postpartum, yang menyumbang 19,3% dari semua kematian ibu di Indonesia, adalah penyebab utama kematian bagi wanita hamil. Salah satu faktor risiko perdarahan postpartum adalah anemia. Tujuan: Bertujuan menganalisis hubungan antara anemia dalam kehamilan dengan frekuensi perdarahan postpartum di Rumah Sakit Umum Daerah Batara Siang di Kabupaten Pangkep.. Metode: Desain penelitian menggunakan metodologi case control dan merupakan studi observasional analitik. Dengan total 150 sampel, sampel ini menggunakan rasio 1:1 antara kelompok kontrol dan kasus. Teknik analisis univariat dan bivariat digunakan untuk menganalisis data. Dengan uji chi-square dan perhitungan OR. Hasil: hasil uji bivariat pada variabel kadar hemoglobin trimester 1, 2 dan 3 dengan kejadian perdarahan post-partum masing-masing didapatkan hasil yang signifikan secara statistic dengan p sama dengan 0,000 (p<0,05), 0,000 (p<0,05) dan 0,000 (p<0,05), yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara ibu yang mengalami anemia pada kehamilan dengan kejadian perdarahan post-partum di RSUD Batara Siang. dan hasil OR masing-masing 25,351x, 10,804x dan 35,821x merupakan tingkat risiko untuk mengalami perdarahan post-partum. Dan penyebab perdarahan postpartum diperoleh retensio plasenta (44%), atonia uteri (28%), rupture uteri (18,6%), dan inversio uteri (9,4%). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara anemia dalam kehamilan dengan kejadian perdarahan postpartum, tingkat risiko perdarahan postpartum lebih tinggi pada anemia ditrimester 3 dan penyebab utamanya yaitu retensio plasenta.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Personal Hygiene Santri di Pondok Pesantren Ar-Rofi’I Jakarta Selatan Tahun 2023: Factors Associated with the Personal Hygiene Behavior of Santri at the Ar-Rofi'I Islamic Boarding School, South Jakarta in 2023 Zalsyah Dwiria Safira; Elia Nur Ayunin
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 6 (2024): June 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i6.5163

Abstract

Pendahuluan: Perilaku personal hygiene merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi penyebaran skabies. Personal hygiene yang buruk dapat memperburuk infeksi skabies dan meningkatkan risiko penyebaran ke orang lain. Tujuan: Mengetahui faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan personal hygiene pada santri di Pondok Pesantren Ar-Rofi’i Jakarta. Metode: Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh santri di Pondok Pesantren Ar-Rofi’i Jakarta tahun 2023 berjumlah 173 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan proportionate stratified random sampling dengan sampel 77 santri. Pengumpulan data yang digunakan adalah angket. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan Uji Chi Square. Hasil: Hasil univariat menunjukkan responden memiliki personal hygiene yang baik (53,2%), pengetahuan tinggi (58,4%), sikap kurang (57,1%), sarana personal hygiene tidak mendukung (55,8%), tidak dapat dukungan teman sebaya (54,5%), dan dapat dukungan pesantren (62,3%). Hasil bivariat menunjukkan variabel yang berhubungan dengan perilaku personal hygiene yaitu pengetahuan (Pvalue 0,010), Sikap (Pvalue 0,026), dan sarana personal hygiene (Pvalue 0,033). Saran: Berdasarkan hasil penelitian disarankan dapat menyediakan informasi mengenai personal hygiene berupa memberikan penyuluhan rutin ataupun menggunakan media promosi kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan serta peningkatan sikap santri terhadap personal hygiene.
Faktor Risiko Lingkungan Fisik Rumah Terhadap Kejadian ISPA pada Balita di Darul Imarah Aceh Besar: Risk Factors for the Physical Environment of the Home on the Incidence of ISPA in Toddlers in Darul Imarah Aceh Besar Waliyyuddin, Rajwa; Farrah Fahdhienie; Vera Nazhira Arivin
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 6 (2024): June 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i6.5166

Abstract

Latar belakang: Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada balita merupakan permasalahan kesehatan yang belum teratasi di Aceh, terutama di wilayah Puskesmas Darul Imarah, Aceh Besar. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada faktor risiko lingkungan fisik rumah terhadap kejadian ISPA pada balita di wilayah Kerja Puskesmas Darul Imarah, Aceh Besar. Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif menggunakan metode analitik observasional dengan desain case-control study. Populasi adalah seluruh balita yang terdaftar di Puskesmas Darul Imarah selama Januari–September 2023. Pengambilan sampel dilakukan dengan total sampling, dengan 60 responden terbagi menjadi 30 kelompok kasus dan 30 kelompok kontrol (perbandingan 1:1). Data dianalisis menggunakan uji chi-square dan aplikasi SPSS. Hasil: Hasil analisis bivariat menunjukkan ventilasi ruangan (p-value = 0,405, OR = 1,592, CI95% 0,531-4,775), kelembaban rumah (pvalue = 0,795, OR = 1,144, CI95% 0,414 – 3,166) dan kepadatan hunian (p-value = 0,559, OR = 1,408, CI95% 0,445 – 4,53) memiliki hubungan signifikan dengan kejadian ISPA pada balita dan merupakan faktor risiko. Sedangkan suhu rumah (p-value = 0,301, OR = 0,583, CI95% 0,210 – 1,624), dan jenis lantai tidak merupakan faktor risiko ISPA. Kesimpulan: Hasil penelitian menyimpulkan bahwa faktor lingkungan seperti ventilasi, kelembaban, dan kepadatan hunian ruangan dapat meningkatkan risiko ISPA pada balita. Rekomendasi termasuk edukasi masyarakat tentang kebersihan lingkungan dan pengawasan kualitas udara.
Managing Rabies Cases with a One Health Approach in Various Countries: Literature Review Sabira, Salma; Helda; Siregar, Gustia Arminda; Qonita Nur Salamah
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 5 (2024): May 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i5.5167

Abstract

Introduction: More people die from rabies than from other zoonotic diseases worldwide each year, with an estimated 60,000 deaths attributable to the disease. The management of rabies epidemics in humans and animals is the main goal of the One Health approach's implementation. Reducing the risk of animal-to-human rabies transmission not only lessens the requirement for post-exposure vaccinations but also lessens the financial burden of rabies management in people. Objective: This review aims to provide a general overview and comparison of rabies control programs in various countries using the One Health approach. Method: PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-analyses) is used in the literature review. Using the Science Direct, Scopus, and Pubmed databases covering the years 2012–2022, look up library resources. Result: The results of the literature search with the keywords control, one health approach, and rabies were screened again according to the predetermined inclusion criteria and the publication time range of 2012–2022 until 10 suitable journals were obtained. With financial assistance from the European Union, a number of European nations initiated oral rabies vaccination (ORV) programs in foxes. The vaccine was given in bait form, effectively controlling vulpine rabies. The creation of ORV demonstrates that oral rabies vaccination for wildlife in Serbia was effective and was marked by a rise in the use of vaccine bait as well as an increase in the animal's immunological response. Consequently, until 2018, fewer instances of rabies were documented. Conclusion: With multisectoral support from partners in the government and non-government sectors, implementing One Health is one of the best ways to reduce rabies and guarantee community engagement and knowledge.
Upaya dan Komitmen Pemerintah dalam Program Percepatan Penurunan Kasus Stunting di Kelurahan Pejagan, Bangkalan: Government Efforts and Commitment in the Programe to Accelerate the Reducing Stunting Cases in Pejagan Village, Bangkalan Theresa, Nia Gloria
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 6 (2024): June 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i6.5171

Abstract

Latar belakang: Tingginya kasus stunting pada anak balita di kabupaten Bangkalan masih menjadi angka yang cukup tinggi diseluruh Jawa Timur. Tingginya angka kasus stunting di Kabupaten ini tentunya memerlukan perhatian dari banyak pihak, seperti pemerintah dan tenaga kesehatan yang bertugas di wilayah tersebut. Tujuan: Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menganalisis situasi dan keadaan masyarakat di Kelurahan Pejagan, meningkatkan dan mencari tahu faktor-faktor yang mendukung dan menghambat dalam penurunan kasus stunting di Kelurahan Pejagan serta sebagai bahan perencaaan kebijakan kesehatan bagi pemerintah Kelurahan Pejagan. Metode: Metode dalam pengabdian masyarakat ini adalah dengan melakukan wawancara dan diskusi bersama pemerintah yang berwenang serta masyarakat, lalu melakukan edukasi kesehatan kepada kader-kader di desa. Hasil: Berdasarkan hasil dari pengabdian masyarakat yang telah dilakukan, diketahui bahwa pemerintah sudah melakukan komitmen dan pergerakan dalam menangani hal ini melalui pelaksanaan kebijakan kesehatan, namun masih kurang banyaknya ketertarikan dari masyarakat untuk terlibat dan mengikuti kebijakan tersebut serta programnya tersedia masih belum cukup untuk menunjangan kebutuhan masyarakat Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, pemerintah sudah menetapkan tim audit kasus stunting, lalu sudah membentuk kader-kader kesehatan, tim pendamping keluarga, dan aktif melaksanakan Posyandu. Pemerintah juga telah bergerak aktif memberikan PMT, pemberian vitamin, penimbangan berat badan bagi anak melalui Posyandu dan kunjungan rutin ke TK/PAUD. Namun, diketahui masih kurangnya bantuan pemerintah dalam pelaksanaan kegiatan Posyandu tersebut, kurangnya program yang mendukung penurunan stunting, sehingga minimnya partisipasi masyarakat untuk mengikuti kegiatan.
Hubungan Cuaca dan Kepadatan Penduduk dengan Kejadian DBD: Literature Review: The Relationship between weather and population density and dengue fever incidence: Literature Review Erdi Komara; Nur Endah Wahyuningsih; Onny Setiani
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 4 (2024): April 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i4.5172

Abstract

Latar belakang: Penyakit demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dapat menyerang semua orang terutama pada anak serta sering menimbulkan kematian dan wabah. Infeksi virus akut yang disebabkan oleh virus dengue yang ditandai demam 2 – 7 hari disertai dengan manifestasi perdarahan, penurunan trombosit (trombositopenia), adanya hemokonsentrasi yang ditandai kebocoran plasma (peningkatan hematokrit, asites, efusi pleura, hipoalbuminemia). Perubahan curah hujan, suhu udara dan kelembaban udara dapat meningkatkan peluang terjadinya demam berdarah dengue. Temperatur tinggi dapat mempersingkat siklus hidup nyamuk, meningkatkan replikasi virus dengue, kelembaban yang tinggi dapat meningkatkan kelangsungan hidup nyamuk dan curah hujan yang tinggi menyediakan tempat berkembang biak nyamuk. Tujuan: Menganalisa hubungan cuaca (curah hujan, suhu dan kelembaban) dan kepadatan penduduk dengan kejadian DBD. Metode: Studi literatur dari berbagai penelitian dan jurnal yang relevan dengan tujuan penelitan dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Hasil: Faktor Iklim yang mempengaruhi kejadian DBD adalah suhu, kelembaban dan curah hujan dan kepadatan penduduk. Kesimpulan: Cuaca (Curah hujan, suhu dan kelembaban) sdan kepadatan penduduk berhubungan dengan kejadian DBD.
Evaluasi Hasil Pengukuran Faktor Fisika Lingkungan Kerja di PT. X Tahun 2018, 2019 & 2021 : Evaluations the Results of Measuring Physical Factors of the work Environment at PT. X years 2018, 2019 & 2021 Edo Nur Yusuf; Sjahrul Meizar Nasri
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 4 (2024): April 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i4.5173

Abstract

Latar belakang: Higiene adalah usaha kesehatan masyarakat yang mempelajari pengaruh kondisi lingkungan terhadap kesehatan manusia atau suatu upaya untuk mencegah timbulnya penyakit karena pengaruh lingkungan. Tujuan: Mengevaluasi data yang diperoleh tentang besarnya paparan yang dijumpai dan menyarankan tindakan pengendalian yang dapat memberikan perlindungan terhadap kesehatan kerja Metode: Studi ini dilakukan secara statistik deskriptif yang bertujuan untuk mengevaluasi hasil pengukuran faktor-faktor fisika di lingkungan kerja dengan parameter pengukuran sinar-UV, cahaya, kebisingan dan iklim kerja Tahun 2018, 2019 dan 2021. Adapun pengukuran yang dilakukan secara direct reading dengan menggunakan UV Radiation Meter, Lux Meter, Noise Dosimeter, Sound Level Meter dan Thermal Environmental Monitor. Hasil: Laporan pengukuran lingkungan kerja yang didapat menunjukan ada beberapa hasil yang melebihi NAB (Nilai Ambang Batas) yang mengacu pada regulasi Permenakertrans No. 5 Tahun 2018 yaitu pengukuran di sinar-UV, cahaya, kebisingan dan iklim kerja Kesimpulan: Dari pemantauan higiene industri ditemukan beberapa hasil yang perlu mendapatkan perhatian karena menunjukan intensitas/ kadar yang cenderung melebihi regulasi yang berlaku dan perlunya tindakan evaluatif seperti penyesuaian SOP / penggunaan APD yang sesuai, mempersingkat dan memperjauh kontak dengan sumber bahaya serta penyesuaian kebutuhan cahaya yang diperlukan sesuai jenis pekerjaan demi menjaga kesehatan dan keselamatan kerja baik kepada lingkungan kerja maupun pekerja.
Factors Associated with Utilization Triple Elimination Examination by Pregnant Women In Indonesia: Scoping Review Yulfiana; Suryawati, Chriswardani; Sriatmi, Ayun
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 5 (2024): May 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i5.5176

Abstract

Introduction: The prevalence of HIV, Syphilis and Hepatitis B infections among pregnant women in Indonesia has reached 0.3%, 1.7% and 2.5%, respectively. The risk of transmission from mother to child respectively 20%-45%, 69-80% and more than 90%. Transmission of these three diseases from pregnant women to babies during pregnancy, childbirth and breastfeeding cause disabilities in children and even death. The government stipulates that all pregnant women are required to HIV/AIDS, Syphilis and Hepatitis B screening (Triple elimination examination) at integrated antenatal services. The target set is that early detection of HIV, syphilis and hepatitis B in pregnant women must reach 100% through examinations at First Level Health Facilities and Referral Health Facilities by 2022. However, in 2021 the achievements were only 50.8%, 16.4% and 60.3% for HIV, syphilis and hepatitis B. Objective: This study aims to determine the factors associated with the utilization of triple elimination examinations by pregnant women. Method: This study uses a scoping review method. Article collected from online databases including scopus, science direct, proquest, EBSCO, PupMed and Google Scholar with keywords "Related" AND "Pregnant Women" OR "Pregnancy" AND "Triple Elimination Examination". Article selection conducted based on PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses) guidelines. Result: The results showed 8 articles that met the inclusion criteria. The research showed factors that associated with the utilization of the triple elimination examination are sources of information, the role of health workers, use of classes for pregnant women, family support, and age of pregnant women. Conclusion: This study concluded that the utilization of triple elimination examinations by pregnant women associated with external factors around pregnant women.
Faktor – Faktor yang Memengaruhi Psychological Safety di dalam Konteks HSE pada Industri Minyak dan Gas Bumi: Literature Review: Influencing Factors of Psychological Safety in HSE Context in Oil and Gas Industry: Literature Review Dedi Laksono; Baiduri Widanarko
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 5 (2024): May 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i5.5189

Abstract

Latar belakang: Psychological safety di dalam konteks HSE (Health, Safety and Environment) sangat penting dalam pencegahan kecelakaan yang memerlukan intervensi manusia pada industri minyak dan gas bumi. Namun, penelitian – penelitian mengenai psychological safety di dalam konteks HSE pada industri minyak dan gas bumi masih sedikit padahal psychological safety yang rendah telah dilaporkan berkontribusi terhadap kecelakaan – kecelakaan besar yang terjadi di industri minyak dan gas bumi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor – faktor yang memengaruhi psychological safety di dalam konteks HSE pada industri minyak dan gas bumi. Metode: Penelitian ini merupakan tinjauan pustaka menggunakan metode “PRISMA” (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses Guidances) yang mana identifikasi penelitian dilakukan melalui databases menggunakan kata kunci pada Google Scholar dan Science Direct, dan melalui metode lain yang berasal dari organisasi terkait dan jurnal ilmiah universitas. Sebanyak 1084 catatan diidentifikasi, namun hanya 9 (sembilan) penelitian yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Hasil: Instrumen yang digunakan untuk mengukur psychological safety di dalam konteks HSE pada industri minyak dan gas bumi berisi pertanyaan – pertanyaan untuk menilai keinginan menyuarakan keselamatan dan menghentikan pekerjaan. Faktor – faktor yang memengaruhi psychological safety di dalam konteks HSE pada industri minyak dan gas bumi dapat dikelompokkan ke dalam faktor individu, faktor interpersonal, faktor psikososial, faktor kepemimpinan, dan faktor organisasi. Kesimpulan: Faktor – faktor yang memengaruhi psychological safety di dalam konteks HSE pada industri minyak dan gas bumi, yaitu faktor individu, faktor interpersonal, faktor psikososial, faktor kepemimpinan, dan faktor organisasi.
The Role of Stakeholders in the Provision of Minimum Service Health Care in Wonosobo Regency Arrohmah, Munib; Antono Suryoputro; Budiyono
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 5 (2024): May 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i5.5194

Abstract

Introduction: Wonosobo regency is one of the districts with the lowest achievement of minimum service standards in the health sector in Central Java. In 2022, Wonosobo District could only achieve 16.67%. The implementation of a policy requires the cooperation of all stakeholders. The low achievement of Wonosobo District shows the lack of commitment of the local government and other stakeholders in efforts to provide health services according to minimum service standards. Objective: This study aims to identify the stakeholders involved and how their roles in the fulfilment of health services according to minimum service standards in Wonosobo district so that it can be an evaluation material for stakeholders in optimising efforts to fulfil minimum service standards. Method: This research uses a descriptive method with a qualitative approach. The research informants were identified using a purposive mechanism based on stakeholder involvement. Primary data collection in this research was conducted through in-depth interviews using tools such as interview guidelines, recording and note-taking equipment. Secondary data was obtained through legislative documents and derivative products issued by the Wonosobo District Government and its subordinate organisations, as well as literature reviews. Result: The results of the stakeholder identification show that there are 9 stakeholders involved, representing policy-making groups (Wonosobo District Parliament, Wonosobo District Secretariat, Wonosobo District Development Planning Agency, Wonosobo District Health Office), policy-implementing groups (District Health Office, PHC and health cadres) and support groups outside the system (sub-district government, village government and PKK cadres). Conclusion: Based on the mapping conducted, there are two categories of stakeholders in this study, namely key players and subjects. Wonosobo District Parliament, Wonosobo District Secretariat, Wonosobo District Development Planning Agency, Wonosobo District Health Office, and PHC are in the key player position. Health cadres, sub-district governments, village governments and PKK cadres are in the subject position.

Page 90 of 125 | Total Record : 1250


Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 1 (2026): January 2026 Vol. 8 No. 12 (2025): December 2025 Vol. 8 No. 11 (2025): November 2025 Vol. 8 No. 10 (2025): October 2025 Vol. 8 No. 9 (2025): September 2025 Vol. 8 No. 8 (2025): August 2025 Vol. 8 No. 7 (2025): July 2025 Vol. 8 No. 6 (2025): June 2025 Vol. 8 No. 5 (2025): May 2025 Vol. 8 No. 4 (2025): April 2025 Vol. 8 No. 3 (2025): March 2025 Vol. 8 No. 2 (2025): February 2025 Vol. 8 No. 1 (2025): January 2025 Vol. 7 No. 12 (2024): December 2024 Vol. 7 No. 11 (2024): November 2024 Vol. 7 No. 10 (2024): October 2024 Vol. 7 No. 9 (2024): September 2024 Vol. 7 No. 8 (2024): August 2024 Vol. 7 No. 7 (2024): July 2024 Vol. 7 No. 6 (2024): June 2024 Vol. 7 No. 5 (2024): May 2024 Vol. 7 No. 4 (2024): April 2024 Vol. 7 No. 3 (2024): March 2024 Vol. 7 No. 2 (2024): February 2024 Vol. 7 No. 1 (2024): January 2024 Vol. 6 No. 12 (2023): December 2023 Vol. 6 No. 11 (2023): November 2023 Vol. 6 No. 10 (2023): October 2023 Vol. 6 No. 9 (2023): September 2023 Vol. 6 No. 8 (2023): August 2023 Vol. 6 No. 7 (2023): July 2023 Vol. 6 No. 6 (2023): June 2023 Vol. 6 No. 5 (2023): May 2023 Vol. 6 No. 4 (2023): April 2023 Vol. 6 No. 3 (2023): March 2023 Vol. 6 No. 2 (2023): February 2023 Vol. 6 No. 1 (2023): January 2023 Vol. 5 No. 12 (2022): December 2022 Vol. 5 No. 11 (2022): November 2022 Vol. 5 No. 10 (2022): October 2022 Vol. 5 No. 9 (2022): September 2022 Vol. 5 No. 8 (2022): August 2022 Vol. 5 No. 7 (2022): July 2022 Vol. 5 No. 6 (2022): June 2022 Vol. 5 No. 5 (2022): May 2022 Vol. 5 No. 4 (2022): April 2022 Vol. 5 No. 3 (2022): March 2022 Vol. 5 No. 2 (2022): February 2022 Vol. 5 No. 1 (2022): January 2022 Vol. 4 No. 4 (2021): November 2021 Vol. 4 No. 3 (2021): September 2021 Vol. 4 No. 2 (2021): May 2021 Vol. 4 No. 1 (2021): January 2021 Vol. 3 No. 3 (2020): September 2020 Vol. 3 No. 2 (2020): May 2020 Vol. 3 No. 1 (2020): January 2020 Vol. 2 No. 3 (2019): September 2019 Vol. 2 No. 2 (2019): May 2019 Vol. 2 No. 1 (2019): January 2019 Vol. 1 No. 3 (2018): September 2018 Vol. 1 No. 2 (2018): May 2018 Vol. 1 No. 1 (2018): January 2018 More Issue