cover
Contact Name
Desy Ambar Sari
Contact Email
desyambars@gmail.com
Phone
+6281236295441
Journal Mail Official
jadm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. K.H Ahmad Dahlan no 1, Pagesangan
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Agro Dedikasi Masyarakat (JADM)
ISSN : -     EISSN : 27237788     DOI : -
The Journal Agro Dedikasi Masyarakat is aimed to disseminate the conceptual thought or ideas and research result that have been achieved in the area of agriculture and agricultural engineering , Journal of Agro Dedikasi Masyarakat contains various topic, such as: 1) Agricultural Engineering, 2) Agricultural Engineering and Biosystem , 3) Agriculture Technology, 4) Food Processing, 5) Food Safety and Security, 6)Health Nutrition, 7) Biotechnology, 8) Agriculture (Cultivation, Plant Culture, Soil, Social-Ecomic), 9) Microbiology (fermentation food etc)
Articles 72 Documents
PENYULUHAN PANGAN FUNGSIONAL DAN PELATIHAN TEKNOLOGI PENGOLAHAN BUAH PISANG BAGI ANGGOTA PDA LOMBOK UTARA Dina Soes Putri; Asmawati Asmawati; Desy Ambar Sari; Adi Saputrayadi
Jurnal Agro Dedikasi Masyarakat (JADM) Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jadm.v6i2.31538

Abstract

Telah dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Dusun Lekok Tenggara, Desa Gondang, Kabupaten Lombok Utara. Mitra pengabdian ini adalah Pimpinan Daerah ‘Aisyiyyah (PDA) Lombok Utara. Kegiatan pengabdian ini terdiri dari dua aktivitas utama, yaitu kegiatan penyuluhan dengan tema “Pangan Fungsional” dan pelatihan teknologi pengolahan buah pisang menjadi dua produk olahan, yaitu selai dan nuget pisang. Jumlah peserta yang hadir sebanyak 15 orang ibu-ibu yang merupakan anggota aktif PDA Lombok Utara. Setelah mengikuti kegiatan ini, mitra mendapatkan pemahaman terkait apa itu pangan fungsional, sumber-sumbernya, aneka olahannya, dan manfaatnya. Selain itu, mitra juga telah berhasil mengolah buah pisang menjadi produk olahan baru yang semula hanya diolah menjadi keripik atau sale saja. Untuk kegiatan pengabdian selanjutnya, mitra perlu dibina dalam hal pengemasan dan pemasaran online agar omset penjualan dapat ditingkatkan.
INTRODUKSI TEKNOLOGI PEMBUATAN KOMPOS BAGI WARGA BERBASIS KOTORAN SAPI DI SEKITAR KHDTK UMMAT Erni Romansyah; Suhairin Suhairin; Muliatiningsih Muliatiningsih; Junaidin Junaidin; Nur Annisa Istiqamah; Ahmad Fathoni; Ikbal Zuliawan; Abdul Malik
Jurnal Agro Dedikasi Masyarakat (JADM) Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jadm.v6i2.32090

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengenalkan teknologi pembuatan kompos berbasis kotoran sapi sebagai solusi pengelolaan limbah organik yang ramah lingkungan. Kegiatan dilaksanakan di Dusun Batu Bolong Griya, Desa Batu Layar Barat, Kabupaten Lombok Barat, dengan sasaran petani dan peternak anggota Kelompok Tani Batu Bolong Sejahtera. Permasalahan utama yang dihadapi warga adalah penumpukan limbah kotoran ternak yang belum dimanfaatkan dan mencemari lingkungan sekitar. Metode kegiatan meliputi penyuluhan dan pelatihan langsung di lapangan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program ini mampu meningkatkan pengetahuan dan pemahaman teknis warga dalam mengolah limbah ternak menjadi kompos. Selain membangun kesadaran akan pentingnya kepedulian terhadap lingkungan, kegiatan ini juga membuka potensi pengembangan ekonomi lokal berbasis pemanfaatan limbah organik.
PELATIHAN PEMBUATAN BAKSO IKAN CAKALANG DI BINTARO AMPENAN SEBAGAI SALAH SATU ALTERNATIF PANGAN PENCEGAH STUNTING Siska Cicilia; Ahmad Alamsyah; Setyaning Pawestri; Nur Afni; Riezka Zuhriatika Rasyda; Sulaemah -; Nabillah Roja
Jurnal Agro Dedikasi Masyarakat (JADM) Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jadm.v6i2.34763

Abstract

Masalah utama gizi yang menjadi perhatian pemerintah adalah stunting. Masalah gizi tersebut jika tidak ditangani dengan serius akan mempengaruhi  kualitas generasi penerus dan kesehatan masyarakat secara keseluruhan. Pencegahan stunting dapat dilakukan dengan memberikan makanan tambahan berbasis bahan makanan lokal berupa sumber protein (hewani dan nabati). Bahan makanan yang dapat dijadikan alternatif pencegahan stunting adalah ikan. Salah satu daerah di NTB yang menjadi daerah penghasil ikan adalah Bintoro Kecamatan Ampenan. Daerah ini memiliki potensi perikanan mulai dari simber daya alam, sumber daya manusia, dan sumber daya penunjang. Kelompok nelayan di Bintaro menjual hasil tangkapan dalam bentuk segar atau diolah menjadi produk yang sederhana seperti ikan bakar dan ikan pindang. Alternatif olahan ikan yang bisa dikenalkan ke kelompok nelayan dan masyarakat sekitar adalah bakso. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan memberikan pelatihan pembuatan bakso ikan kepada kelompok nelayan dan masyarakat sekitar Bintaro. Pelatihan olahan ikan melibatkan ibu-ibu nelayan. Proses pembuatan bakso ikan hampir sama dengan bakso sapi atau ayam tetapi terdapat reformulasi bahan tambahan lainnya. Kegiatan berjalan dengan baik dimana peserta sangat antusias mengikuti pelatihan. Evaluasi pelatihan dilakukan untuk mengetahui efektifitas kegiatan ini dan menunjukkan semua peserta mampu memahami langkah-langkah pembuatan bakso ikan.
OPTIMALISASI PEMANFAATAN URINE SAPI MELALUI PELATIHAN PRODUKSI PUPUK ORGANIK CAIR DI DESA SESAIT Ahmad Akromul Huda; Baiq Harly Widayanti; Rasyid Ridha
Jurnal Agro Dedikasi Masyarakat (JADM) Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jadm.v6i2.37035

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani Desa Sesait dalam memanfaatkan limbah urin sapi menjadi pupuk organik cair melalui proses fermentasi. Metode pengabdian yang digunakan adalah metode pelatihan, yang meliputi observasi lapangan, penyampaian materi di TPS3R, serta praktik langsung di lokasi kandang. Evaluasi dilakukan menggunakan pretest dan posttest yang dianalisis dengan Paired Sample t-test. Hasil observasi menunjukkan potensi urin sapi mencapai sekitar 2.400 liter per hari, namun belum dimanfaatkan secara optimal. Pelatihan mencakup teknik pengumpulan urin, proses degassing, fermentasi menggunakan EM4 dan molase, hingga penyimpanan hasil fermentasi. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan signifikan dari 38,67 menjadi 91,33 (kenaikan 52,67%), serta seluruh peserta (100%) mampu melakukan proses pembuatan pupuk organik cair secara mandiri. Program ini membuktikan bahwa pelatihan berbasis praktik efektif dalam mendorong pemanfaatan limbah ternak menjadi produk bernilai ekonomi dan ramah lingkungan.
PENDAMPINGAN PENGOLAHAN LIMBAH RUMAH TANGGA MENJADI EKOENZIM DIDESA TIRTANADI LOMBOK TIMUR Ida Wahyuni; Muanah Muanah; Ahmad Fathoni; Nur Annisa Istiqamah; Basirun Basirun
Jurnal Agro Dedikasi Masyarakat (JADM) Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jadm.v6i2.27896

Abstract

Permasalahan limbah rumah tangga organik masih menjadi tantangan utama di wilayah pedesaan, termasuk di Desa Tirtanadi, Lombok Timur. Limbah organik yang tidak dikelola dengan baik berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan dan gangguan kesehatan masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Kelompok Wanita Tani (KWT) Orong-Orong dalam mengolah limbah rumah tangga organik menjadi produk ramah lingkungan berupa ekoenzim. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan praktik langsung, serta pendampingan berkelanjutan. Kegiatan diikuti oleh 25 orang anggota KWT Orong-Orong. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terkait pengelolaan limbah organik serta kemampuan peserta dalam memproduksi ekoenzim secara mandiri. Selain berkontribusi terhadap pengurangan volume limbah rumah tangga, ekoenzim yang dihasilkan juga berpotensi dimanfaatkan sebagai cairan pembersih alami dan pupuk cair organik. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong penerapan pengelolaan limbah berbasis rumah tangga yang berkelanjutan dan bernilai ekonomi.
Penguatan Kompetensi Teknis dan Optimalisasi Pembelajaran Experiential Learning Mahasiswa Teknik Pertanian melalui Produksi Benih Padi Bersertifikat di UPTD Balai Benih Induk Pertanian Provinsi Nusa Tenggara Barat Muhammad Rifqi Al-Afgoni; Ibadias Sholihin; Rabiatul Adwiah; Fathurrahman Yazid Tabrani; Sutina Ariyani; Muhammad Abyad Hofid Taqiya; Hary Kurniawan
Jurnal Agro Dedikasi Masyarakat (JADM) Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jadm.v7i1.38263

Abstract

Kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) berbasis Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang dilaksanakan di UPTD Balai Benih Induk Pertanian (BBIP) Provinsi Nusa Tenggara Barat bertujuan untuk meningkatkan kompetensi teknis mahasiswa dalam manajemen produksi benih padi. Kegiatan ini diikuti oleh enam mahasiswa Program Studi Teknik Pertanian dan dilaksanakan melalui tiga tahapan utama, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap persiapan meliputi orientasi, pembagian tugas, serta pengenalan standar operasional produksi benih. Tahap pelaksanaan mencakup keterlibatan langsung mahasiswa dalam proses produksi benih padi seperti pengolahan lahan, persemaian, penanaman, pemeliharaan, hingga penanganan pascapanen. Melalui tahapan ini, mahasiswa memperoleh peningkatan hard skills terkait teknis budidaya dan pengelolaan benih, serta soft skills seperti komunikasi, kerja sama tim, pemecahan masalah, dan kedisiplinan kerja. Tahap evaluasi dilakukan melalui diskusi reflektif bersama pembimbing untuk menilai capaian pembelajaran dan efektivitas kegiatan. Secara keseluruhan, program ini memberikan pengalaman berbasis praktik yang komprehensif dalam pengelolaan benih padi bersertifikat serta memperkuat kesiapan profesional mahasiswa di bidang teknologi perbenihan.
PELATIHAN PENGOLAHAN LIMBAH DAPUR MAKAN BERGIZI GRATIS (MBG) MENJADI EKOENZIM DAN PUPUK KOMPOS Muanah Muanah; Ida Wahyuni; Ahmad Fatoni; Marianah Marianah; Basirun Basirun
Jurnal Agro Dedikasi Masyarakat (JADM) Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jadm.v7i1.39258

Abstract

The problem of free nutritious kitchen waste is an environmental issue that requires proper, effective, and efficient handling. The types of waste produced also vary, such as vegetable scraps, various fruit peels, and leftovers. The purpose of the mentoring is to improve the knowledge and skills of millennial farmer groups to process kitchen waste into products of economic value. There are three mentoring methods, namely counseling, training, and activity evaluation. The target partners who were mentored during the activity were members of the millennial farmer cadet group and the general public in Batu Putik Village. To find out the level of understanding of the participants, the team prepared a questionnaire to be filled out by the participants before and after the activity, the results of the mentoring showed that the participants who actively participated in the activity until the end were 17 out of 26 people who were mentored. Of the 17 participants who were considered active, it showed that before the activity the knowledge they had reached 17% while after the mentoring it increased significantly to 87%, as well as the skills in processing MBG kitchen waste into products of economic value such as ecoenzymes and compost previously with skills below 10% but after mentoring it became 78%. 
ENHANCING FOOD SAFETY AND HALAL REGULATORY AWARENESS THROUGH IN-HOUSE TRAINING AT POLITEKNIK ATK Ratri Retno Utami; Diana Ross Arief; Rofiatun Nafiah; Atiqa Rahmawati; Naimah Putri
Jurnal Agro Dedikasi Masyarakat (JADM) Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jadm.v7i1.39269

Abstract

The increasing awareness of food safety and halal product status has become a critical issue in the food industry, particularly following the implementation of mandatory halal certification in Indonesia. The Halal Center of Politeknik ATK has been designated as a Halal Product Process Assistance Agency (LP3H), responsible for assisting micro and small enterprises (MSEs) in the halal certification process through the self-declare scheme. However, limited understanding of food safety principles and halal regulations among halal advisors remains a key challenge, potentially hindering certification processes. This study aims to enhance participants’ understanding of food safety principles and halal regulatory requirements through an in-house training program. The training was delivered using lectures, interactive discussions, and case studies, involving 20 participants consisting of halal advisors and prospective advisors from academic staff and the general public.A mixed-method evaluation was conducted using pre-tests, post-tests, and questionnaires. The results showed an increase in the average score from 83.5 in the pre-test to 93.68 in the post-test, indicating improved participant understanding. Participants also reported high satisfaction with the quality of the materials, instructor competence, and overall training implementation. These findings indicate that training on food safety and halal regulations is an effective strategy for enhancing knowledge and awareness, thereby supporting the implementation of halal product assurance and certification in Indonesia
SOSIALISASI PERAN TEKNOLOGI MESIN SPRAYER KEPADA PETANI GUNA MENDUKUNG SWASEMBADA PANGAN suteja suteja; Nasmi Herlina Sari; Sujita Sujita; Rudy Sutanto; Ida Bagus Alit; Syarif Hidayatullah; Ahmad Akromul Huda
Jurnal Agro Dedikasi Masyarakat (JADM) Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jadm.v7i1.39213

Abstract

Community service program (PKM) aimed at raising awareness of the role of sprayer technology among the Sinar Harapan Farmers’ Group in Setanggor Village, Central Lombok Regency, has been successfully implemented. This PKM activity aims to improve the community’s understanding and ability to apply sprayer technology. The PKM was implemented in four stages: activity preparation, including identification and inventory; implementation of the PKM through outreach and practical training; and finally, evaluation and program sustainability. The results of this PKM indicate that the community is able to understand and apply sprayer technology to improve the efficiency of the rice spraying process for farmers. The results of the pre-test and post-test also showed a significant improvement, indicating that the partners—the Sinar Harapan farmer group in Setanggor Village, Central Lombok Regency—understand and are able to implement rice sprayer technology to achieve food self-sufficiency.
EVALUASI PENGGUNAAN MESIN PENCACAH DALAM PENGOLAHAN LIMBAH KOTORAN SAPI SEBAGAI PUPUK ORGANIK UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI PERTANIAN DI DESA SESAIT Ahmad Akromul Huda; Made Wirawan; Paryanto Dwi Setiawan; Pandri Pandiatmi; Sinarep Sinarep; Suteja Suteja; Syarif Hidayatullah
Jurnal Agro Dedikasi Masyarakat (JADM) Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jadm.v7i1.39415

Abstract

Desa Sesait memiliki potensi besar dalam sektor peternakan sapi, namun limbah kotoran yang dihasilkan belum dikelola secara optimal. Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja mesin pencacah kotoran sapi dalam meningkatkan efisiensi produksi pupuk organik. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui tahapan observasi, sosialisasi, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. Hasil menunjukkan bahwa penggunaan mesin mampu menurunkan waktu pencacahan hingga 60–75%, mengurangi kebutuhan tenaga kerja, serta menghasilkan bahan yang lebih homogen sehingga mempercepat proses fermentasi. Selain itu, terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat hingga 90–95% serta pengurangan limbah di lingkungan kandang. Secara keseluruhan, penerapan teknologi ini terbukti efektif dalam meningkatkan efisiensi produksi dan mendukung pengelolaan limbah yang lebih berkelanjutan.