cover
Contact Name
Azharsyah Ibrahim
Contact Email
jurnal.share@ar-raniry.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.share@ar-raniry.ac.id
Editorial Address
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Ar-Raniry Banda Aceh, 2nd Floor Jln. Syech Abdur Rauf Banda Aceh 23111, Aceh, Indonesia Email: jurnal.share@ar-raniry.ac.id
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam
ISSN : 20896239     EISSN : 25490648     DOI : https://doi.org/10.22373/share
Core Subject : Religion, Economy,
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam [SHARE] is a double-blind peer-reviewed journal published by the Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Banda Aceh, Indonesia. SHARE publishes research and concept papers pertaining to the field of Islamic economics and finance in open access format, which enables readers to freely access and download the articles under the CC BY SA license. Since 2017, SHARE has become a CrossRef Member, meaning that each article published by the journal will have a unique DOI number. SHARE has been indexed in many trusted indexing sites, such as DOAJ, Index Copernicus, Scilit, WorldCat, Google Scholar, Dimensions, EBSCO, and many others. In Indonesia, SHARE is listed among the top-notch journals by the Indonesian journal accreditation body officialized with the Decree of Director General of Research Strengthening and Advancement, Ministry of Research, Technology, and Higher Education, No. 21/E/KPT/2018, starting from 9 July 2018 until 9 July 2023. Currently, SHARE is under consideration for inclusion in SCOPUS.
Articles 328 Documents
Islamic Finance as a Catalyst for Economic Growth: Insights from Indonesia Zahirah, Putri; Marlinda, Marlinda; Muliadi, Muliadi; Hadi, Rizal
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol. 14 No. 1 (2025)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v14i1.25473

Abstract

Islamic finance has emerged as a viable alternative to conventional financial systems, playing an increasingly important role in promoting financial inclusion both in Indonesia and globally. This study investigates the dynamic relationship between macroeconomic variables, Islamic finance, and economic growth in Indonesia, considering both short- and long-term perspectives. Employing the Vector Error Correction Model (VECM), the research utilizes monthly time series data spanning from January 2011 to December 2023. The model includes gross fixed capital formation, trade openness, and inflation as macroeconomic indicators; Islamic bank financing, Sharia mutual funds, and sukuk as proxies for Islamic finance; and GDP at constant prices as a proxy for economic growth. The findings indicate that, in the short run, inflation has a significantly negative effect on economic growth. In contrast, in the long run, all selected Islamic finance indicators—as well as gross fixed capital formation and trade openness—exhibit a significant positive relationship with economic growth. Granger causality tests reveal unidirectional causality from economic growth to both capital formation and Sharia mutual funds, and from trade openness to inflation. Additional unidirectional relationships are observed from inflation to both economic growth and sukuk issuance; from capital formation to sukuk and mutual funds; and from Islamic bank financing to both inflation and sukuk. These results highlight the critical role of Islamic financial development in supporting economic growth and contributing to poverty alleviation. This study offers a valuable contribution as one of the first empirical investigations into the macroeconomic significance of Islamic finance in Indonesia.======================================================================================================== ABSTRAK - Keuangan Syariah sebagai Katalisator Pertumbuhan Ekonomi: Bukti dari Indonesia. Keuangan syariah telah muncul sebagai solusi kredibel terhadap sistem keuangan konvensional, dengan peran yang semakin signifikan dalam mendorong inklusi keuangan, baik di Indonesia maupun global. Kajian ini mengeksplorasi dinamika hubungan antara variabel makroekonomi, keuangan syariah, dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Analisis didasarkan pada data time series bulanan periode Januari 2011 sampai Desember 2023, menggunakan metode VECM, dengan indikator makroekonomi seperti pembentukan modal tetap bruto, keterbukaan perdagangan, dan inflasi; indikator keuangan syariah berupa pembiayaan bank syariah, reksa dana syariah, dan sukuk; serta PDB atas harga konstan sebagai proksi pertumbuhan ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam jangka pendek, inflasi berdampak negatif signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Sebaliknya, dalam jangka panjang, seluruh indikator keuangan syariah yang diuji, bersama dengan pembentukan modal tetap bruto dan keterbukaan perdagangan, menunjukkan hubungan positif yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Uji Kausalitas Granger menunjukkan bahwa hubungan kausalitas hanya terjadi dalam satu arah, yaitu dari pertumbuhan ekonomi ke pembentukan modal tetap bruto dan reksadana syariah, keterbukaan perdagangan ke inflasi, inflasi ke pertumbuhan ekonomi dan sukuk, pembentukan modal tetap bruto ke sukuk dan reksada syariah, pembiayaan bank syariah ke inflasi dan sukuk. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pertumbuhan lembaga keuangan syariah akan memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi yang menjadi elemen krusial dalam mengurangi kemiskinan. Studi ini berkontribusi sebagai salah satu kajian empiris awal mengenai peran makroekonomi keuangan syariah di Indonesia. 
Integrating Digital Services in Islamic Social Finance: A Service-Dominant Framework Hikam, Muhammad; Siswanto, Siswanto; Djalaluddin, Ahmad
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol. 14 No. 1 (2025)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v14i1.25886

Abstract

This study develops a conceptual framework for integrating digital services within Islamic Social Finance (ISF), emphasizing a service-oriented approach to address limited strategic guidance for ISF institutions. It investigates how digitalization can enhance service design and implementation by examining ISF's unique characteristics and applying Service-Dominant Logic (SDL). Based on a literature review and qualitative analysis, the research highlights digitalization's potential to expand ISF services, improve stakeholder engagement, and optimize value creation. The proposed framework structures service systems around al-Maqāṣid (primary objectives), tailored to stakeholder needs. It advocates a shift from product-centric to beneficiary-centered service models, fostering engagement and collaboration among stakeholders. This approach aligns with Islamic principles while facilitating sustainable and effective service ecosystems. The study concludes that adopting a beneficiary-centered, digitally-enabled perspective significantly improves ISF service quality and accessibility. This framework provides a foundation for ISF institutions to transition towards more dynamic, innovative, and collaborative service models.======================================================================================================== ABSTRAK - Integrasi Layanan Digital dalam Keuangan Sosial Syariah: Kerangka Kerja berbasis Service-Dominant Logic. Penelitian ini mengembangkan kerangka konseptual dengan mengeksplorasi integrasi layanan digital dalam Keuangan Sosial Syariah (KSS) yang menekankan pada pendekatan berorientasi layanan guna mengatasi keterbatasan panduan strategis bagi institusi KSS. Makalah ini mengkaji bagaimana digitalisasi dapat meningkatkan desain dan implementasi layanan dengan penelaahan karakteristik unik dari KSS dan penerapan Service-Dominant Logic (SDL). Dengan mendasari pada tinjauan literatur dan analisis kualitatif, penelitian ini menyoroti potensi digitalisasi untuk memperluas layanan KSS, meningkatkan keterlibatan pemangku kepentingan, dan mengoptimalkan penciptaan nilai. Kerangka kerja yang diusulkan menunjukkan bagaimana sistem layanan dapat disusun berdasarkan al-Maqasid (tujuan utama), yang disesuaikan dengan kebutuhan pemangku kepentingan. Kerangka ini mendorong pergeseran dari model produk-sentris ke layanan yang berpusat pada penerima manfaat, membina keterlibatan dan kolaborasi antar pemangku kepentingan. Pendekatan ini selaras dengan prinsip-prinsip Islam sekaligus memfasilitasi ekosistem layanan yang berkelanjutan dan efektif. Studi menyimpulkan bahwa adopsi perspektif yang berpusat pada penerima manfaat dan didukung secara digital secara signifikan meningkatkan kualitas dan aksesibilitas layanan KSS. Kerangka kerja ini memberikan landasan bagi institusi KSI untuk bertransisi menuju model layanan yang lebih dinamis, inovatif, dan kolaboratif. 
Islamic Corporate Governance and Intellectual Capital: Drivers or Detractors of Sustainability Disclosure? Nastiti, Ari Sita; Nuha, Gardina Aulin
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol. 14 No. 1 (2025)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v14i1.26051

Abstract

This study investigates the relationship between Islamic Corporate Governance (ICG), intellectual capital, and the disclosure of sustainability reports among companies listed on the Indonesia Sharia Stock Index (ISSI). As sustainability reporting becomes increasingly important in promoting transparency and ethical accountability, especially within Islamic economic systems, this research aims to evaluate whether Sharia-based governance and intangible assets influence sustainability disclosure practices. Using a purposive sampling method, data were collected from 69 companies listed on the Jakarta Islamic Index 70 (JII70) as of November 2022. Sustainability reporting was measured using a checklist adapted from the Global Reporting Initiative (GRI), while ICG and intellectual capital were assessed using modified instruments based on Haniffa and Cooke (2005) and the VAIC™ model by Pulic (2000), respectively. The findings reveal that ICG does not significantly affect sustainability report disclosure, while intellectual capital exhibits a significant negative effect. Among control variables, only company size shows a significant positive relationship with sustainability disclosure. These results suggest that the implementation of ICG in Indonesia remains limited and that firms with high intellectual capital may prioritize internal development over transparency. The study contributes to the literature on Islamic business ethics and highlights the need for stronger integration of Sharia values and governance structures in sustainability practices.========================================================================================================ABSTRAK - Islamic Corporate Governance dan Modal Intelektual: Pendorong atau Penghambat Pengungkapan Keberlanjutan? Penelitian ini mengkaji hubungan antara Islamic Corporate Governance (ICG), modal intelektual, dan pengungkapan laporan keberlanjutan pada perusahaan yang terdaftar dalam Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI). Seiring meningkatnya pentingnya pelaporan keberlanjutan dalam mendorong transparansi dan akuntabilitas etis, khususnya dalam sistem ekonomi Islam, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi apakah tata kelola berbasis syariah dan aset tidak berwujud memengaruhi praktik pengungkapan keberlanjutan. Dengan menggunakan metode purposive sampling, data dikumpulkan dari 69 perusahaan yang masuk dalam Jakarta Islamic Index 70 (JII70) per November 2022. Pelaporan keberlanjutan diukur menggunakan daftar periksa yang diadaptasi dari Global Reporting Initiative (GRI), sementara ICG dan modal intelektual diukur menggunakan instrumen modifikasi dari Haniffa dan Cooke (2005) serta model VAIC™ dari Pulic (2000). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ICG tidak berpengaruh signifikan terhadap pengungkapan laporan keberlanjutan, sedangkan modal intelektual berpengaruh negatif secara signifikan. Di antara variabel kontrol, hanya ukuran perusahaan yang berpengaruh positif secara signifikan terhadap pengungkapan keberlanjutan. Temuan ini mengindikasikan bahwa implementasi ICG di Indonesia masih terbatas dan perusahaan dengan modal intelektual tinggi cenderung lebih fokus pada pengembangan internal daripada transparansi. Studi ini memberikan kontribusi terhadap literatur etika bisnis Islam dan menekankan perlunya integrasi yang lebih kuat antara nilai-nilai syariah dan struktur tata kelola dalam praktik keberlanjutan. 
Sharia Auditing in Zakat Institutions: Challenges and Prospects in Indonesia Megawati, Devi; Zulkifli, Zulkifli
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol. 14 No. 1 (2025)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v14i1.26059

Abstract

Ensuring Sharia compliance within religious institutions, particularly zakat institutions, is imperative to safeguarding their credibility, maintaining public trust, and mitigating significant legal and reputational risks. While prior research has extensively explored Islamic banking regulations, limited scholarly attention has been given to the governance and auditing frameworks of zakat institutions. This study explores how zakat authorities regulate and operate to enforce adherence to Islamic principles, addressing a key gap in research, which has mostly focused on Islamic banking. Using a qualitative approach, the study is based on interviews with 35 key stakeholders, including representatives from Indonesia’s Ministry of Religious Affairs (MoRA), Sharia auditors, and practitioners from both state-regulated (BAZNAS) and non-state (LAZ) zakat institutions. The findings highlight the evolving nature of Sharia auditing, which involves both internal Sharia supervisors and external auditors from the MoRA. However, challenges persist, particularly in clearly separating financial audits from Sharia audits, which affects their effectiveness. The findings indicate that Sharia auditing remains in a nascent phase, with its current implementation largely serving administrative formalities rather than fostering substantive enhancements in compliance. This study advocates for urgent scholarly and practical efforts to refine Sharia auditing frameworks, ensuring they transcend procedural checklists and actively strengthen institutional adherence to Islamic ethical and legal standards.======================================================================================================== ABSTRAK - Audit Syariah dalam Lembaga Zakat: Tantangan dan Prospek di Indonesia. Kepatuhan terhadap prinsip syariah dalam institusi keagamaan, khususnya organisasi zakat, sangat penting untuk menjaga kredibilitas, kepercayaan publik, serta menghindari risiko hukum dan reputasi yang signifikan. Meskipun penelitian sebelumnya telah banyak menyoroti regulasi perbankan Islam, kajian mengenai tata kelola dan audit syariah dalam lembaga zakat masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme regulasi dan operasional yang diterapkan oleh otoritas zakat dalam menegakkan kepatuhan terhadap prinsip-prinsip syariah, sekaligus mengisi kesenjangan dalam literatur terkait audit syariah di luar sektor perbankan. Dengan pendekatan kualitatif, data penelitian ini berasal dari wawancara dengan 35 pemangku kepentingan kunci, termasuk perwakilan dari Kementerian Agama Indonesia, auditor syariah, serta praktisi dari lembaga zakat negara (BAZNAS) dan non-negara (LAZ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik audit syariah terus berkembang, dengan mekanisme pengawasan ganda yang mengombinasikan pengawasan internal oleh dewan pengawas syariah dan audit eksternal oleh Kementerian. Namun, masih terdapat ambiguitas dalam membedakan audit keuangan dan audit syariah, yang menghambat efektivitas implementasinya. Penelitian ini menemukan bahwa audit syariah masih berada dalam tahap awal, sering kali hanya menjadi formalitas administratif tanpa memberikan peningkatan yang substansial dalam kepatuhan terhadap prinsip syariah. Studi ini menekankan perlunya pengembangan kerangka audit syariah yang lebih komprehensif, baik dari perspektif akademik maupun praktis. Untuk memperkuat kepatuhan institusional terhadap standar etika dan hukum Islam, audit syariah harus berkembang dari sekadar kepatuhan berbasis daftar periksa menjadi instrumen tata kelola yang lebih substansial, guna meningkatkan integritas regulasi dalam lembaga zakat. 
The Mediating Role of Islamic Spirituality in Shaping Career Interest in Islamic Banking Mauludi AC, Ali; Fadllan, Fadllan; Haryanti, Nik
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol. 14 No. 1 (2025)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v14i1.26092

Abstract

This study examines Islamic spirituality as an intervening variable mediating the relationship between religiosity, the sharia system, professionalism, and career interest in Islamic banking among students at Islamic higher education institutions in East Java, Indonesia. Employing a quantitative approach, the research utilized purposive and random sampling techniques to survey 150 respondents, determined using the Lemeshow method. Data were analyzed through multiple regression and path analysis within an associative comparative framework. Findings reveal that religiosity and the sharia system lack direct influence on career interest but exhibit significant indirect effects when mediated by Islamic spirituality. Conversely, professionalism directly and positively impacts career interest without requiring spiritual mediation. The study highlights the critical role of Islamic spirituality in amplifying religiosity and sharia adherence to shape career aspirations, while professionalism independently drives career interest. Theoretical implications suggest that Islamic spirituality bridges ideological principles with vocational motivation, whereas practical insights emphasize integrating spiritual values into academic curricula and fostering workplace environments that reinforce sharia compliance. These outcomes underscore the need for Islamic financial institutions to cultivate spiritual motivation among employees to align operational practices with ethical foundations.========================================================================================================ABSTRAK - Peran Mediasi Spiritualitas Islam dalam Membentuk Minat Karir di Perbankan Syariah. Penelitian ini mengkaji spiritualitas Islam sebagai variabel intervening yang memediasi hubungan antara religiositas, sistem syariah, profesionalisme, dan minat berkarir di perbankan syariah pada mahasiswa di perguruan tinggi Islam di Jawa Timur, Indonesia. Dengan pendekatan kuantitatif, penelitian ini menggunakan teknik purposif dan random sampling untuk mensurvei 150 responden, yang ditentukan dengan metode Lemeshow. Data dianalisis melalui regresi berganda dan analisis jalur dalam kerangka penelitian lapangan komparatif asosiatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa religiositas dan sistem syariah tidak berpengaruh langsung pada minat berkarir, tetapi memiliki efek tidak signifikan ketika dimediasi oleh spiritualitas Islam. Di sisi lain, profesionalisme berdampak positif secara langsung pada minat berkarir tanpa memerlukan mediasi spiritual. Studi ini menekankan peran krusial spiritualitas Islam dalam memperkuat religiusitas dan kepatuhan syariah untuk membentuk minat karir, sementara profesionalisme secara independen mendorong minat berkarir. Implikasi teoretis menunjukkan bahwa spiritualitas Islam menjembatani prinsip ideologis dengan motivasi vokasional, sedangkan implikasi praktis menyarankan integrasi nilai spiritual dalam kurikulum akademik dan pengembangan lingkungan kerja yang memperkuat kepatuhan syariah. Hasil ini menegaskan pentingnya lembaga keuangan Islam dalam menumbuhkan motivasi spiritual karyawan guna menyelaraskan praktik operasional dengan fondasi etis. 
Jula-Jula as a Model of Shariah-Compliant Microfinance: Community Practices in Rural Indonesia Herispon, Herispon; Anuar, Saiful; Jenita, Jenita
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol. 14 No. 1 (2025)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v14i1.26106

Abstract

This study explores the indigenous Rotating Savings and Credit Association (ROSCA) known as Jula-Jula, as practiced in Tarai Bangun, a rural area in Riau Province, Indonesia. While exhibiting characteristics of global ROSCA models, Jula-Jula is deeply interwoven with the local cultural, social, and religious fabric. Employing a qualitative phenomenological approach involving observations, interviews with ten members and five collectors, and documentation, this research (i) identifies and describes the distinct operational models of Jula-Jula prevalent within the community and (ii) analyzes their economic, financial, and social ramifications through the lens of Islamic finance principles. The findings reveal three primary operational models based on contribution frequency—monthly, weekly, and daily—alongside two structural variations: Jula-Jula No Fee, which emphasizes mutual support without financial charges, and Jula-Jula With Fee, characterized by modest, transparent service fees mutually agreed upon to compensate collectors for logistical efforts. This study underscores the significant role of Jula-Jula in fostering financial inclusion, providing interest-free microfinance opportunities, and enhancing community resilience. These practices are found to be consistent with core Islamic economic tenets, including the prohibition of riba (interest), the promotion of maslahah (benefit), adl (justice), and ta’awun (cooperation). Ultimately, this research contributes to the ongoing discourse on ethical and community-driven financial systems, demonstrating the potential of localized Shariah-compliant models to complement or serve as alternatives to formal financial institutions in underbanked regions.========================================================================================================ABSTRAK - Jula-Jula sebagai Model Keuangan Mikro Syariah berbasis Komunitas di Indonesia. Penelitian ini mengkaji praktik Jula-Jula, sebuah model simpan pinjam bergilir (ROSCA) yang dipratikkan di Desa Tarai Bangun, Kampar, Riau, Indonesia. Sistem keuangan informal ini dikenal secara lokal sebagai Jula-Jula, memiliki kesamaan dengan praktik ROSCA global, namun terintegrasi secara mendalam dengan nilai-nilai budaya, sosial, dan keagamaan masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk (i) mengidentifikasi dan mendeskripsikan model Jula-Jula yang dipraktikkan dalam masyarakat, dan (ii) menganalisis implikasi ekonomi, finansial, dan sosialnya dalam kerangka keuangan Islam. Data untuk penelitian ini dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap sepuluh anggota dan lima pengelola Jula-Jula dan dianalisis dengan pendekatan fenomenologi kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan tiga model operasional—kontribusi bulanan, mingguan, dan harian—dengan dua tipe struktur utama: Jula-Jula Tanpa Biaya yang menekankan dukungan bersama tanpa imbalan keuangan, dan Jula-Jula dengan Biaya, yang menerapkan biaya layanan secara sukarela dan transparan untuk mendukung operasional kolektor. Studi ini menyoroti peran Jula-Jula dalam memperluas inklusi keuangan, menyediakan pembiayaan mikro tanpa riba, serta memperkuat ketahanan masyarakat. Praktik ini selaras dengan prinsip-prinsip ekonomi Islam, seperti larangan riba, penerapan maslahah, keadilan, dan ta’awun (kerja sama). Penelitian ini berkontribusi pada wacana keuangan etis berbasis komunitas, serta menunjukkan bahwa model keuangan lokal yang sesuai syariah dapat melengkapi atau menggantikan institusi formal di wilayah yang belum terjangkau layanan keuangan formal.
Governing Rural Finance: The Mediating Role of Fraud Prevention on Moslem Community Welfare Sartiyah, Sartiyah; Yusrizal, Yusrizal; Suriani, Suriani; Usman, Musliadi bin
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol. 14 No. 1 (2025)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v14i1.26203

Abstract

This study investigates the mediating role of fraud prevention in the relationship between human capital, village financial planning, and moslem community welfare. Focusing on 260 villages in South Aceh, a sample of 120 respondents from 40 randomly selected village fund recipients was surveyed, comprising village financial staff, development planning staff, and members of the Village Council (Tuha Peut). The study employs the Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM–PLS) approach, with bootstrapping techniques used to assess mediation effects. The findings indicate that the quality of human resources directly influences both community welfare and fraud prevention. However, fraud prevention does not significantly mediate the relationship between human resource quality and community welfare. Conversely, it plays a significant mediating role in the relationship between village financial planning and community welfare. These results underscore the strategic importance of implementing robust fraud prevention mechanisms within financial planning processes to enhance moslem community welfare. The study recommends prioritizing fraud prevention initiatives alongside human capital development to maximize the impact of village fund programs on moslem welfare outcomes.========================================================================================================ABSTRAK - Tata Kelola Dana Desa: Peran Mediasi Pencegahan Kecurangan terhadap Kesejahteraan Masyarakat Muslim. Penelitian ini mengkaji peran mediasi pencegahan kecurangan dalam hubungan antara kualitas sumber daya manusia, perencanaan keuangan desa, dengan kesejahteraan masyarakat muslim. Kajian ini terfokus pada 260 desa di Aceh Selatan, dengan sampel terdiri dari 120 responden dari 40 desa penerima dana desa yang dipilih secara acak, yaitu staf keuangan desa, staf perencanaan pembangunan, dan anggota Tuha Peut (dewan penasehat desa). Penelitian ini menggunakan pendekatan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM–PLS), dengan teknik bootstrapping untuk menguji efek mediasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas sumber daya manusia secara langsung berpengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat dan pencegahan kecurangan. Namun, pencegahan kecurangan tidak memediasi secara signifikan hubungan antara kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan masyarakat. Sebaliknya, pencegahan kecurangan memediasi secara signifikan hubungan antara perencanaan keuangan desa dan kesejahteraan masyarakat. Temuan ini menegaskan pentingnya penerapan mekanisme pencegahan kecurangan yang kuat dalam proses perencanaan keuangan untuk meningkatkan kesejahteraan dalam konteks masyarakat muslim. Penelitian ini merekomendasikan agar upaya pencegahan kecurangan dan pengembangan sumber daya manusia menjadi prioritas dalam program dana desa guna mengoptimalkan dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat muslim. 
Islamic Tourism Development Strategy: Integrating Local Wisdom and Digital Innovation Marlizar, Marlizar; Lastri, Surna; Erlinda, Erlinda
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol. 14 No. 1 (2025)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v14i1.26234

Abstract

With its rich cultural heritage and strong religious identity, Aceh Province, Indonesia, has a strategic opportunity for Islamic tourism development. Combining local wisdom and digitalization can create distinctive experiences, boosting visitor numbers and improving community income and welfare. However, significant challenges persist, including limited attraction diversification, inadequate human resources, minimal digital promotion, and insufficient government support and stakeholder coordination. This study aims to formulate a strategic framework for the development of Islamic tourism destinations in Banda Aceh City by integrating local wisdom and digital technologies to enhance community income. Employing a qualitative approach, the study conducted in-depth interviews with nine key informants, including government officials, tourism practitioners, and business actors. The data were analyzed using NVivo 15 software. The results reveal that tourism in Banda Aceh suffers from a lack of innovation, low human resource competence, and the absence of regulatory instruments such as the Regional Tourism Development Master Plan (RIPPARDA) and halal certification. The proposed strategies include collaborative RIPPARDA development, targeted human resource capacity-building, digital marketing, local wisdom-based festival creation, and enhanced policy and stakeholder support. These findings underscore the need for integrated, cross-sector efforts to optimize the potential of halal tourism in supporting inclusive local economic development.========================================================================================================ABSTRAK – Strategi Pengembangan Pariwisata Syariah: Integrasi Kearifan Lokal dan Inovasi Digital. Dengan kekayaan warisan budaya dan identitas keagamaannya yang kuat, Aceh memiliki peluang besar untuk pengembangan pariwisata syariah. Penggabungkan kearifan lokal dengan digitalisasi dapat menciptakan pengalaman unik wisatawan, meningkatkan jumlah pengunjung, serta memperbaiki pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. Namun dalam implementasinya terdapat sejumlah tantangan seperti kurangnya diversifikasi daya tarik wisata, rendahnya kapasitas sumber daya manusia, minimnya promosi digital, serta kurangnya dukungan pemerintah dan sinergi antar pemangku kepentingan. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan destinasi pariwisata Islam berbasis kearifan lokal dan teknologi digital untuk meningkatkan pendapatan masyarakat di Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan melakukan wawancara mendalam terhadap sembilan informan kunci yang terdiri dari praktisi, pejabat pemerintah, dan pelaku usaha pariwisata yang kemudian dianalisis dengan software NVivo 15. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pariwisata di Banda Aceh masih cenderung monoton, sumber daya manusia belum kompeten, serta belum adanya regulasi spesifik seperti Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah (RIPPARDA) dan sertifikasi halal. Strategi yang disarankan meliputi penyusunan RIPPARDA secara kolaboratif, penguatan kapasitas sumber daya manusia, promosi digital, pengembangan festival berbasis kearifan lokal, serta dukungan kebijakan dan kerja sama antar pemangku kepentingan. Temuan ini menekankan pentingnya upaya lintas sektor yang terintegrasi untuk mengoptimalkan potensi pariwisata halal dalam mendorong pembangunan ekonomi lokal yang inklusif. 
The Role of Religiosity and Financial Literacy in the Adoption of Islamic Digital Services in Indonesia Muttaqien, Muhammad Khaerul; Kartika, Rini Fatma; Sopa, Sopa; Idrus, Ali
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol. 14 No. 1 (2025)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v14i1.26315

Abstract

This study investigates the key determinants of consumer preference for digital services provided by Islamic financial institutions in Indonesia. It examines the influence of relative advantage, Sharia financial literacy, Islamic religiosity, and initial trust on consumer preference. A sample of 524 respondents was analyzed using structural equation modeling (SmartPLS 4.0.9.9). The results show that relative advantage and Sharia financial literacy significantly influence initial trust, which in turn positively impacts consumer preference. Islamic religiosity was found to significantly influence Sharia financial literacy but not consumer preference directly. However, it plays a moderating role in strengthening the relationship between relative advantage and consumer preference. These findings offer both theoretical and practical implications by enhancing our understanding of digital service adoption in a religious financial context and providing strategic insights for Islamic financial institutions aiming to improve digital service engagement.======================================================================================================== ABSTRAK - Peran Religiositas dan Literasi Keuangan dalam Adopsi Layanan Digital Islam di Indonesia. Penelitian ini menyelidiki faktor-faktor utama yang memengaruhi preferensi konsumen terhadap layanan digital yang disediakan oleh lembaga keuangan syariah di Indonesia. Penelitian ini menelaah pengaruh keunggulan relatif, literasi keuangan syariah, religiositas Islam, dan kepercayaan awal terhadap preferensi konsumen. Sebanyak 524 responden dianalisis menggunakan pemodelan persamaan struktural (SmartPLS 4.0.9.9). Hasil penelitian menunjukkan bahwa keunggulan relatif dan literasi keuangan syariah berpengaruh signifikan terhadap kepercayaan awal, yang pada gilirannya berdampak positif terhadap preferensi konsumen. Religiositas Islam terbukti berpengaruh signifikan terhadap literasi keuangan syariah, namun tidak secara langsung terhadap preferensi konsumen. Namun demikian, religiositas Islam berperan sebagai variabel moderasi yang memperkuat hubungan antara keunggulan relatif dan preferensi konsumen. Temuan ini memberikan implikasi teoritis dan praktis, baik dalam memahami adopsi layanan digital dalam konteks keuangan berbasis agama maupun dalam menyediakan wawasan strategis bagi lembaga keuangan syariah untuk meningkatkan keterlibatan layanan digital. 
Efficiency of Islamic and Conventional Banks in Indonesia during COVID-19: A Stochastic Frontier Analysis Dewindaru, Dini; Sari, Ermina
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol. 14 No. 1 (2025)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v14i1.26469

Abstract

The COVID-19 pandemic has disrupted global financial systems, with the banking sector facing mounting pressures on operational efficiency and financial stability. In Indonesia, this crisis presented a critical test for both Conventional Banks (CBs) and Islamic Banks (IBs), whose structural and operational models differ significantly. This study aims to evaluate and compare the efficiency levels of CBs and IBs during the COVID-19 pandemic (2020–2022) using a quantitative approach. The Stochastic Frontier Analysis (SFA) with a Cobb-Douglas production function was employed to measure cost efficiency, while an independent samples t-test was used to determine the statistical significance of efficiency differences between bank types. A purposive sample consisting of 39 CBs and 9 IBs was analyzed based on input variables (fixed assets, deposits, and personnel costs) and output (total financing). The results reveal that CBs achieved higher efficiency scores (average = 89.39) compared to IBs (average = 82.27), with the difference being statistically significant (p < 0.001). Efficiency among CBs remained relatively stable, while IBs showed more variability and consistent decline over the period. The study identifies key contributing factors to IBs' lower efficiency, including technological constraints, lack of product standardization, and regulatory complexities. These findings underscore the need for structural reforms in the Islamic banking sector, particularly in technology adoption and regulatory harmonization. The study offers valuable insights for regulators, bank managers, and policymakers in enhancing the resilience and competitiveness of Indonesia’s dual banking system during periods of financial stress.========================================================================================================ABSTRAK - Efisiensi Bank Syariah dan Bank Konvensional di Indonesia Selama Pandemi COVID-19: Analisis Frontier Stokastik. Pandemi COVID-19 telah mengguncang sistem keuangan global, termasuk sektor perbankan yang menghadapi tekanan besar terhadap efisiensi operasional dan stabilitas keuangan. Di Indonesia, krisis ini menjadi Pelajaran berharga bagi Bank Konvensional (CBs) dan Bank Syariah (IBs) yang memiliki perbedaan struktural dan operasional yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan membandingkan tingkat efisiensi CBs dan IBs selama pandemi COVID-19 (2020–2022) melalui pendekatan kuantitatif. Metode yang digunakan adalah Stochastic Frontier Analysis (SFA) dengan fungsi produksi Cobb-Douglas untuk mengukur efisiensi biaya, serta uji t independen untuk mengetahui signifikansi perbedaan efisiensi antara kedua jenis bank. Sampel purposif terdiri dari 39 CBs dan 9 IBs, dianalisis berdasarkan variabel input (aset tetap, dana pihak ketiga, dan biaya SDM) serta output (total pembiayaan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa CBs memiliki skor efisiensi lebih tinggi (rata-rata = 89,39) dibandingkan IBs (rata-rata = 82,27), dengan perbedaan yang signifikan secara statistik (p < 0,001). Efisiensi CBs cenderung stabil, sementara IBs menunjukkan penurunan konsisten dan variasi yang lebih besar. Faktor-faktor yang berkontribusi terhadap rendahnya efisiensi IBs mencakup keterbatasan teknologi, kurangnya standardisasi produk, dan kompleksitas regulasi. Temuan ini menekankan pentingnya reformasi struktural dalam sektor perbankan syariah, khususnya dalam adopsi teknologi dan harmonisasi regulasi. Studi ini memberikan wawasan penting bagi regulator, manajemen bank, dan pembuat kebijakan dalam meningkatkan daya tahan dan daya saing sistem perbankan ganda di Indonesia pada masa krisis keuangan.