cover
Contact Name
Azharsyah Ibrahim
Contact Email
jurnal.share@ar-raniry.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.share@ar-raniry.ac.id
Editorial Address
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Ar-Raniry Banda Aceh, 2nd Floor Jln. Syech Abdur Rauf Banda Aceh 23111, Aceh, Indonesia Email: jurnal.share@ar-raniry.ac.id
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam
ISSN : 20896239     EISSN : 25490648     DOI : https://doi.org/10.22373/share
Core Subject : Religion, Economy,
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam [SHARE] is a double-blind peer-reviewed journal published by the Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Banda Aceh, Indonesia. SHARE publishes research and concept papers pertaining to the field of Islamic economics and finance in open access format, which enables readers to freely access and download the articles under the CC BY SA license. Since 2017, SHARE has become a CrossRef Member, meaning that each article published by the journal will have a unique DOI number. SHARE has been indexed in many trusted indexing sites, such as DOAJ, Index Copernicus, Scilit, WorldCat, Google Scholar, Dimensions, EBSCO, and many others. In Indonesia, SHARE is listed among the top-notch journals by the Indonesian journal accreditation body officialized with the Decree of Director General of Research Strengthening and Advancement, Ministry of Research, Technology, and Higher Education, No. 21/E/KPT/2018, starting from 9 July 2018 until 9 July 2023. Currently, SHARE is under consideration for inclusion in SCOPUS.
Articles 328 Documents
Stock Market Dynamics and Jakarta Islamic Index Returns: An ARDL Approach Suhendar, Adhatya Rizky; Suriani, Suriani
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol. 14 No. 1 (2025)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v14i1.23879

Abstract

Understanding the factors that influence stock returns is crucial for investors, particularly the Islamic capital markets. This study examines the impact of company size and key financial fundamentals—return on assets (ROA), debt-to-equity ratio (DER), and earnings per share (EPS)—on stock returns in the Jakarta Islamic Index (JII). Using secondary data from seven companies listed in the JII between 2011 and 2021, this study employs the Autoregressive Distributed Lag (ARDL) model to analyze both short-term and long-term effects. The findings indicate that, in the long run, company size and ROA have a positive impact on stock returns, while the debt-to-equity ratio has a negative effect. However, in the short term, ROA negatively affects stock returns, whereas the debt-to-equity ratio has a positive impact. Interestingly, EPS does not influence stock returns in either the short or long term. These results highlight the importance of maintaining strong financial fundamentals to sustain investor confidence in Sharia-compliant stocks. Companies should focus on enhancing financial stability and risk management to attract and retain long-term investors.======================================================================================================== ABSTRAK - Dinamika Pasar Saham and Retur pada Jakarta Islamic Index: Pendekatan ARDL. Memahami faktor-faktor yang memengaruhi return saham sangat penting bagi investor, terutama di pasar modal syariah. Penelitian ini menganalisis pengaruh ukuran perusahaan dan rasio fundamental keuangan utama—return on assets (ROA), debt-to-equity ratio (DER), dan earnings per share (EPS)—terhadap return saham pada Jakarta Islamic Index (JII). Penelitian ini menggunakan data sekunder dari tujuh perusahaan yang terdaftar di JII selama periode 2011–2021. Untuk menganalisis dampak jangka pendek dan jangka panjang, penelitian ini menerapkan model Autoregressive Distributed Lag (ARDL). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam jangka panjang, ukuran perusahaan dan ROA berpengaruh positif terhadap return saham, sementara debt-to-equity ratio memiliki dampak negatif. Namun, dalam jangka pendek, ROA berpengaruh negatif, sedangkan debt-to-equity ratio berpengaruh positif terhadap return saham. Menariknya, EPS tidak berpengaruh terhadap return saham, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Hasil ini mengindikasikan pentingnya mempertahankan fundamental keuangan yang kuat untuk menjaga kepercayaan investor terhadap saham berbasis Syariah. Oleh karena itu, perusahaan perlu meningkatkan stabilitas keuangan dan strategi manajemen risiko guna menarik dan mempertahankan investor jangka panjang
Islamic Banking and Agricultural Development in Aceh: A Strategic Partnership Model Using ANP Methodology Al Amin, Haris; Ramadhan, Muhammad; Sugianto, Sugianto
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol. 14 No. 1 (2025)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v14i1.24028

Abstract

The persistent challenges to farmer welfare in Aceh, Indonesia, stem from interconnected internal and external constraints. Bank Aceh Syariah (BAS) has emerged as a pivotal institution in addressing these issues through partnership-driven empowerment models. This study develops a comprehensive empowerment framework leveraging BAS strategic role to enhance agricultural sustainability and farmer livelihoods. Employing a mixed-methods approach, it integrated qualitative interviews with multi-stakeholder perspectives (academics, government agencies, farming communities, and BAS policymakers) into an Analytic Network Process (ANP) analysis using Super Decisions Software 3.10. The findings identify significant internal barriers, such as knowledge deficits, limited access to technology, and innovation stagnation, alongside external challenges like climate risks, market volatility, and restricted access to Islamic financial services. The study highlights the interdependent dynamics of socioeconomic, environmental, and institutional factors shaping agricultural development. The proposed strategic framework emphasizes coordinated actions in resource distribution, policy alignment, and market integration, facilitated through strengthened BAS-farmer partnerships. This research contributes to the discourse on sustainable agricultural ecosystems by offering actionable recommendations for policymakers, emphasizing the critical role of integrated financial and institutional strategies in fostering resilience and development.========================================================================================================ABSTRAK - Perbankan Syariah dan Pembangunan Pertanian: Model Kemitraan Strategis dengan Metode ANP. Kesejahteraan petani di Aceh, Indonesia, terus menghadapi tantangan yang kompleks akibat berbagai hambatan internal dan eksternal yang saling terkait. Bank Aceh Syariah (BAS) telah berperan sebagai institusi strategis dalam upaya mengatasi permasalahan tersebut melalui implementasi model pemberdayaan berbasis kemitraan. Penelitian ini merumuskan sebuah kerangka pemberdayaan yang komprehensif dengan memanfaatkan peran strategis BAS untuk meningkatkan keberlanjutan sektor pertanian sekaligus kesejahteraan petani. Dengan menerapkan pendekatan metode campuran, penelitian ini mengintegrasikan wawancara kualitatif dari berbagai pemangku kepentingan—meliputi akademisi, instansi pemerintah, komunitas petani, dan pembuat kebijakan BAS—ke dalam analisis Analytic Network Process (ANP) menggunakan perangkat lunak Super Decisions 3.10. Hasil analisis mengidentifikasi hambatan internal utama, seperti kesenjangan pengetahuan, keterbatasan akses terhadap teknologi, dan minimnya inovasi, serta tantangan eksternal berupa kerentanan terhadap perubahan iklim, ketidakstabilan pasar, dan akses yang terbatas ke layanan keuangan syariah. Temuan penelitian ini mengungkapkan adanya keterkaitan yang erat antara faktor sosial-ekonomi, lingkungan, dan kelembagaan yang memengaruhi pembangunan sektor pertanian. Kerangka strategis yang dihasilkan menekankan pentingnya intervensi terkoordinasi dalam alokasi sumber daya, harmonisasi kebijakan, dan penguatan akses pasar melalui kemitraan yang diperkuat antara BAS dan petani. Penelitian ini menegaskan urgensi pendekatan finansial-kelembagaan yang terintegrasi untuk menciptakan ekosistem pertanian yang tangguh serta memberikan rekomendasi strategis yang relevan bagi pembuat kebijakan dalam mendukung inisiatif pembangunan berkelanjutan.
Enhancing Employee Performance in Islamic Banking: The Moderating Role of Religiosity Yasir, Yasir; Bachmid, Sofyan; Ermawati, Ermawati; Noval, Noval; Nurwanita, Nurwanita
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol. 13 No. 2 (2024)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v13i2.24078

Abstract

Organizational culture, happiness at work, and leadership have been widely studied, yet the complex interactions among these factors and the role of religiosity in employee performance remain poorly understood, especially in the context of Islamic banking. This study investigates these relationships and their impact on the employee performance of Bank Muamalat Indonesia (BMI) in the Palu Branch, with religiosity as the moderating variable. Data were collected using closed questionnaires from all employees at the branch and analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). The results indicate that organizational culture and happiness at work significantly enhance employee performance, while leadership does not have a significant impact. Notably, religiosity strengthens the positive effect of organizational culture on employee performance, indicating that religious values can deepen employee commitment and productivity by providing greater meaning and purpose in their work. The study highlights the importance of incorporating religiosity to foster an inclusive and productive work environment in Islamic banking. Future research with a more comprehensive design and a more diverse sample is recommended to further explore these relationships.========================================================================================================ABSTRAK – Meningkatkan Kinerja Karyawan Perbankan Syariah: Peran Moderasi Religiositas. Meskipun budaya organisasi, kebahagiaan di tempat kerja, dan kepemimpinan telah banyak diteliti, kompleksitas hubungan di antara faktor-faktor tersebut dan peran religiositas terhadap kinerja karyawan masih belum terpahami dengan baik, terutama dalam konteks perbankan syariah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan tersebut dan pengaruhnya terhadap kinerja karyawan Bank Muamalat Indonesia (BMI) Cabang Palu dengan religiositas sebagai variabel moderasi. Data penelitian dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada seluruh karyawan BMI di cabang tersebut yang kemudian dianalisis dengan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil kajian menunjukkan bahwa budaya organisasi dan kebahagiaan di tempat kerja secara signifikan meningkatkan kinerja karyawan, sementara kepemimpinan tidak berpengaruh signifikan. Menariknya, religiositas memperkuat dampak positif budaya organisasi terhadap kinerja karyawan yang mengindikasikan bahwa nilai-nilai keagamaan dapat memperdalam komitmen dan produktivitas karyawan dengan memberikan makna dan tujuan yang lebih besar dalam pekerjaan mereka. Studi ini menekankan pentingnya integrasi aspek religiositas untuk membangun lingkungan kerja yang inklusif dan produktif di perbankan syariah. Penelitian lanjutan dengan desain yang lebih komprehensif dan sampel yang lebih beragam masih diperlukan untuk memvalidasi dan memperluas hubungan ini.
The Nonlinear Impact of Inflation on Zakat Collection in Indonesia Kafabih, An'im
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol. 13 No. 2 (2024)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v13i2.24202

Abstract

Many studies show that zakat collection in Indonesia falls short of its potential. One major factor is the systemic risk faced by muzakki, the zakat payers, due to economic conditions. Given the government's monetary objectives to address systemic risk, such as the unemployment level, these policies theoretically influence zakat collection. This paper examines the impact of inflation and the real exchange rate, as monetary objectives, on zakat collection in Indonesia. Analyzing 45 monthly time series observations with the ARDL bound test, the findings reveal that inflation has a nonlinear effect, boosting zakat collection when the CPI exceeds 105.5. Further, policies increasing the real exchange rate positively affect zakat collection. Additionally, zakat collection during Ied al-Fitr is approximately 1,764% higher compared to other months. The study establishes clear links between monetary policy objectives and zakat collection efficiency, suggesting that monetary policy tools can be leveraged to optimize zakat collection in Indonesia. These findings provide valuable insights for policymakers in harmonizing monetary and zakat collection strategies.========================================================================================================ABSTRAK - Dampak Nonlinier Inflasi pada Pengumpulan Zakat di Indonesia. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa pengumpulan zakat di Indonesia belum sebanding dengan potensinya. Salah satu faktor utamanya adalah risiko sistemik yang dihadapi oleh muzakki, akibat kondisi ekonomi. Sementara itu, pemerintah membuat sejumlah kebijakan moneter untuk menghindari terjadinya risiko tersebut, yang secara teoritis dapat mempengaruhi pengumpulan zakat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak kebijakan moneter, terutama dalam aspek inflasi dan nilai tukar riil, terhadap pengumpulan zakat di Indonesia. Penelitian ini menganalisis 45 observasi data time series bulanan menggunakan ARDL bound test. Temuan penelitian menunjukkan bahwa inflasi memiliki efek nonlinier, di mana peningkatan inflasi meningkatkan pengumpulan zakat ketika tingkat CPI melebihi 105,5. Selanjutnya, kebijakan moneter yang bertujuan meningkatkan nilai tukar riil berdampak positif pada pengumpulan zakat. Selain itu, pengumpulan zakat ketika hari raya Idul Fitri 1,764% lebih tinggi dibandingkan bulan-bulan lainnya. Penelitian ini menunjukkan hubungan signifikan antara kebijakan moneter dengan efisiensi pengumpulan zakat, yang mengindikasikan bahwa instrumen kebijakan moneter dapat dimanfaatkan untuk mengoptimalkan pengumpulan zakat di Indonesia. Temuan ini memberikan masukan yang penting bagi pembuat kebijakan dalam menyelaraskan strategi moneter dengan pengumpulan zakat.
Strategic Development of Productive Waqf in Aceh: An ANP Approach Nur, Mukhlish Muhammad; Ramadhan, Muhammad; Nasution, Yenni Samri Juliati
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol. 13 No. 2 (2024)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v13i2.24362

Abstract

Waqf, as an Islamic philanthropic instrument, has significant potential for socio-economic development. However, realizing this potential requires effective management and strategic development, particularly in regions like Aceh where waqf assets are abundant. This study aims to identify the priority issues hindering the development of productive waqf in Aceh Province and propose solutions and strategies for its advancement. Employing a qualitative method, the research involved in-depth interviews with waqf experts and practitioners and the use of questionnaires. Data analysis was conducted using the Analytic Network Process (ANP) approach with Super Decision software. Findings reveal critical challenges related to waqif (endower) awareness, nazhir (trustee) professionalism, waqf asset allocation, legal documentation, and regulatory coordination. Key solutions include enhancing waqf literacy, strengthening nazhir capacity, optimizing asset utilization for economic value, improving waqf registration, and fostering synergy among stakeholders. The study recommends maximizing the role of Baitul Mal Aceh in implementing these strategies to unlock the full potential of productive waqf for the region's socio-economic growth.======================================================================================================== ABSTRAK - Strategi Pengembangan Wakaf Produktif di Aceh: Suatu Pendekatan ANP. Wakaf merupakan instrumen filantropi Islam yang memiliki potensi signifikan untuk pembangunan sosial-ekonomi. Namun, untuk mewujudkan potensi ini diperlukan manajemen dan strategi pengembangan yang efektif, terutama untuk daerah-daerah yang aset wakafnya melimpah, seperti Provinsi Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi masalah-masalah utama yang menghambat pengembangan wakaf produktif di Aceh, dan memberikan solusi serta strategi pengembangannya. Dengan menggunakan metode kualitatif, data penelitian dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan para pakar dan praktisi wakaf serta penggunaan kuesioner. Analisis data dilakukan dengan pendekatan Analytic Network Process (ANP) menggunakan software Super Decision. Kajian menemukan adanya tantangan kritis terkait dengan kesadaran wakif, profesionalisme nazhir, alokasi aset wakaf, dokumentasi hukum, dan koordinasi regulasi. Solusi utama yang ditawarkan meliputi peningkatan literasi wakaf kepada masyarakat, penguatan kapasitas nazhir, optimalisasi pemanfaatan aset wakaf agar lebih bernilai ekonomis, peningkatan registrasi wakaf, dan mendorong sinergi di antara para pemangku kepentingan. Studi ini merekomendasikan untuk memaksimalkan peran Baitul Mal Aceh dalam menerapkan strategi ini sehingga seluruh potensi wakaf produktif di Aceh dapat dioptimalkan bagi pertumbuhan sosial-ekonomi daerah. 
Does Diversification Affect Financing Risk in Indonesian Islamic Banks? An ARDL Approach Sururi, Sururi; Haryono, Slamet
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol. 13 No. 2 (2024)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v13i2.24380

Abstract

Islamic banking in Indonesia faces unique challenges related to financing risks (NPF), particularly in the context of financing diversification (FDV), income diversification (IDV), and other influencing factors. This study investigates the impact of FDV, IDV, bank-specific factors, and macroeconomic variables on NPF in Indonesia’s Islamic banking sector. Using monthly data from 2016 to March 2024 and employing the ARDL approach, this study analyzes the short-term and long-term effects of these factors. The results indicate that FDV and IDV do not significantly influence NPF. Similarly, bank-specific factors such as capital (CAP), efficiency (OPE), and bank size (SIZE) are not significant determinants of NPF in Islamic banking. However, asset quality (AQ) and diversification (DIV) were found to significantly increase NPF. Among macroeconomic factors, inflation (INF) has a significant positive effect on NPF in both the short and long term, whereas the BI rate (BRT) has a significant negative effect. This research highlights the need for Islamic banks to mitigate financing risks associated with diversified products, both from PLS and non-PLS contracts, while maintaining public trust by enhancing their credibility and existence as intermediary institutions. Emphasis should be placed on optimizing product diversification strategies, improving asset quality, and monitoring macroeconomic conditions to sustain financial stability.========================================================================================================ABSTRAK - Apakah Diversifikasi Mempengaruhi Risiko Pembiayaan pada Bank Syariah di Indonesia? Suatu Pendekatan ARDL. Perbankan syariah di Indonesia menghadapi tantangan terkait risiko pembiayaan (NPF), terutama dalam konteks diversifikasi pembiayaan (FDV), diversifikasi pendapatan (IDV), dan faktor lainnya. Penelitian ini menyelidiki dampak FDV, IDV, faktor spesifik bank, dan variabel makroekonomi terhadap NPF di sektor perbankan syariah Indonesia. Menggunakan data bulanan dari tahun 2016 hingga Maret 2024, penelitian ini menganalisis efek jangka pendek dan panjang dari faktor-faktor tersebut dengan pendekatan ARDL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa FDV dan IDV tidak berpengaruh signifikan terhadap NPF. Begitu juga dengan faktor spesifik bank seperti modal (CAP), efisiensi (OPE), dan ukuran bank (SIZE) tidak menjadi determinan signifikan. Akan tetapi, kualitas aset (AQ) dan diversifikasi (DIV) menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan NPF pada bank syariah. Diantara sekian faktor makroekonomi, inflasi (INF) memiliki pengaruh positif signifikan terhadap NPF dalam jangka pendek dan panjang, sedangkan BI rate (BRT) memiliki pengaruh negatif signifikan. Penelitian ini menyoroti pentingnya bagi bank syariah mengurangi risiko pembiayaan yang muncul dari produk diversifikasi, baik dari kontrak PLS maupun non-PLS, sambil mempertahankan kepercayaan publik dengan meningkatkan kredibilitas dan eksistensinya sebagai lembaga intermediasi. Perhatian harus difokuskan pada optimalisasi strategi diversifikasi produk, peningkatan kualitas aset, dan pemantauan kondisi makroekonomi untuk menjaga stabilitas keuangan. 
Conventional vs. Sharia Insurance: An Empirical Study on Financial Performance and Risk Management Azizi, M. Riza; Hariono, Slamet; Dalail, Wahid
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol. 14 No. 1 (2025)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v14i1.24484

Abstract

The Indonesian insurance industry, both conventional and Sharia insurance companies, has experienced significant growth in recent years. However, differences in operational frameworks, regulatory requirements, and investment restrictions raise questions about the financial stability and efficiency of these two insurance models. This study aims to compare the financial performance of conventional and Sharia insurance companies in Indonesia from 2022 to 2024 using the Early Warning System (EWS) and Risk-Based Capital (RBC) methods. Employing a comparative research design, this study utilizes secondary data from annual financial reports. The Mann-Whitney U-test is applied to examine statistical differences between the two types of insurance companies across eleven financial ratios. The results indicate significant differences in nine out of eleven ratios, namely the Solvency Margin Ratio, Underwriting Ratio, Claim Expense Ratio, Commission Ratio, Investment Return Ratio, Liquidity Ratio, Investment to Technical Reserve Ratio, Premium Growth Ratio, and RBC Ratio. The analysis demonstrates that Sharia insurance companies outperform their conventional counterparts across multiple metrics. While the Retention and Technical Reserve ratios show no significant variation, the overall findings substantiate the superior financial performance and risk management capabilities of Sharia insurance companies during the study period. These findings suggest that Sharia insurance companies demonstrate stronger financial performance compared to their conventional counterparts within the study period. The study highlights the financial resilience and risk management effectiveness of Sharia insurance, providing valuable insights for regulators, investors, and industry stakeholders.========================================================================================================ABSTRAK - Asuransi Syariah vs. Konvensional: Studi Empiris terhadap Kinerja Keuangan dan Manajemen Risiko. Industri asuransi di Indonesia, baik asuransi konvensional maupun syariah, telah mengalami pertumbuhan yang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Namun, perbedaan dalam kerangka operasional, regulasi, dan batasan-batasan investasi memunculkan persoalan terkait stabilitas keuangan dan efisiensi dari kedua jenis asuransi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kinerja keuangan asuransi konvensional dan syariah di Indonesia pada periode 2022-2024 dengan menggunakan metode Early Warning System (EWS) dan Risk-Based Capital (RBC). Data penelitian berasal dari laporan keuangan tahunan yang kemudian dianalisis dengan desain penelitian komparatif. Untuk menguji perbedaan statistik antara kedua jenis asuransi tersebut, penelitian ini menggunakan Uji Mann-Whitney U terhadap sepuluh rasio keuangan EWS dan satu rasio RBC. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan pada sembilan dari sebelas rasio, yaitu Rasio Solvabilitas, Rasio Underwriting, Rasio Beban Klaim, Rasio Komisi, Rasio Pengembalian Investasi, Rasio Likuiditas, Rasio Investasi terhadap Cadangan Teknis, Rasio Pertumbuhan Premi, dan Rasio RBC. Hasil tersebut menunjukkan bahwa perusahaan asuransi syariah mengungguli asuransi konvensional dalam sebagian besar metrik yang diuji. Meskipun rasio Retensi dan Cadangan Teknis tidak menunjukkan variasi signifikan, temuan keseluruhan membuktikan keunggulan kinerja keuangan dan kemampuan manajemen risiko perusahaan asuransi syariah selama periode penelitian. Temuan ini menunjukkan bahwa asuransi syariah memiliki kinerja keuangan yang lebih kuat dibandingkan asuransi konvensional dalam periode penelitian. Studi ini juga menggarisbawahi stabilitas keuangan dan efektivitas manajemen risiko dalam asuransi syariah, memberikan wawasan yang berharga bagi regulator, investor, dan pemangku kepentingan industri.
Sectoral Diversification and Financing Risks in Indonesian Islamic Banks Widarjono, Agus; Afandi, Akhsyim
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol. 14 No. 1 (2025)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v14i1.24510

Abstract

The stability of Islamic banking is crucial for financial sustainability, and sectoral diversification plays a key role in mitigating financing risks. In Indonesia, Islamic banks operate under two models: Islamic bank windows and full-fledged Islamic commercial banks, each facing unique risk exposures. This study investigates the impact of sectoral diversification across various economic sectors on the financing risks of Indonesian Islamic banks. It also examines the role of key bank-specific and macroeconomic factors, including asset size, financing volume, operational efficiency, inflation, and the COVID-19 pandemic. Using aggregate monthly data from Islamic bank windows and Islamic commercial banks spanning January 2015 to December 2023, this study employs the Autoregressive Distributed Lag (ARDL) model to assess both short-term and long-term effects on financing risks. The results indicate that concentrated sectoral financing significantly increases financing defaults for both Islamic bank windows and Islamic commercial banks. Furthermore, while larger bank size and greater operational efficiency contribute to lower financing defaults, an increase in financing volume is associated with higher risks. Inflation and the COVID-19 pandemic further exacerbate financing defaults, particularly for Islamic bank windows. These findings underscore the importance of diversifying sectoral financing to mitigate risk. Policymakers and banking practitioners should promote balanced financing strategies complemented by stringent financing monitoring to reduce default risks and enhance financial resilience.======================================================================================================== ABSTRAK - Diversifikasi Sektoral dan Risiko Pembiayaan pada Bank Syariah di Indonesia. Stabilitas perbankan syariah sangat penting bagi keberlanjutan sektor keuangan, dan diversifikasi sektor ekonomi memainkan peran kunci dalam mengurangi risiko pembiayaan. Di Indonesia, bank syariah beroperasi dalam dua model: unit usaha syariah (Islamic bank windows) dan bank umum syariah (Islamic commercial banks), yang masing-masing menghadapi eksposur risiko yang berbeda. Penelitian ini mengkaji dampak diversifikasi sektor ekonomi terhadap risiko pembiayaan bank syariah di Indonesia. Selain itu, studi ini mengeksplorasi pengaruh variabel spesifik bank dan kondisi makroekonomi, termasuk ukuran aset, volume pembiayaan, efisiensi operasional, inflasi, serta pandemi COVID-19. Data penelitian berasal dari laporan bulanan dari Unit Usaha Syariah (UUS) dan Bank Umum Syariah (BUS) dari Januari 2015 hingga Desember 2023. Analisis data dilakukan dengan model Autoregressive Distributed Lag (ARDL) yang cocok untuk menguji efek jangka pendek dan panjang dari risiko pembiayaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiayaan yang terfokus pada sektor tertentu secara signifikan meningkatkan risiko gagal bayar pada Islamic bank windows maupun Islamic commercial banks. Selain itu, ukuran bank yang lebih besar dan efisiensi operasional yang lebih tinggi terbukti mengurangi risiko gagal bayar, namun peningkatan volume pembiayaan justru meningkatkan risiko. Inflasi dan pandemi COVID-19 semakin memperburuk risiko gagal bayar, terutama bagi UUS. Temuan ini menegaskan pentingnya diversifikasi sektor pembiayaan untuk mengurangi risiko. Para pemangku kebijakan dan praktisi perbankan disarankan untuk mendorong strategi pembiayaan yang lebih seimbang, didukung oleh pemantauan pembiayaan yang ketat guna mengurangi risiko gagal bayar serta meningkatkan ketahanan keuangan. 
Determinants of Halal Meat Certification Behavior in Indonesia: A TPB Analysis Fuadi, Fuadi; Ramadhan, Muhammad; Batubara, Chuzaimah
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol. 13 No. 2 (2024)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v13i2.24759

Abstract

Despite being the country with the largest Muslim population globally, Indonesia faces challenges in implementing halal food supply regulations, particularly in the meat industry. This study aims to explore the factors influencing the decision of actors in the halal meat supply chain in Aceh, Indonesia, to obtain halal certification for their products. Data was collected through structured interviews with 150 participants involved in the halal meat supply chain. The data analysis was conducted using Structural Equation Modeling with Partial Least Squares (SEM-PLS). The study applied the Theory of Planned Behavior (TPB) alongside government regulations on halal food and compliance to predict certification behavior through the intention to certify. The findings suggest that attitude, subjective norms, perceived behavioral control, halal regulation, and compliance influence the intention to certify, which in turn affects the behavior of the actors. This study demonstrates that intention to certify acts as a mediating factor in the relationship between these variables and the behavior of actors within the halal meat industry. These findings have substantial implications for both the halal food industry and regulatory bodies seeking to enhance halal certification rates in Indonesia.========================================================================================================ABSTRAK - Determinan Perilaku Sertifikasi Daging Halal di Indonesia: Analisis Theory of Planned Behavior. Meskipun merupakan negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, Indonesia menghadapi tantangan dalam implementasi regulasi penyediaan makanan halal, khususnya di industri daging. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pelaku dalam rantai pasokan daging halal di Aceh, Indonesia, untuk mendapatkan sertifikasi halal untuk produk mereka. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur dengan 150 partisipan yang terlibat dalam rantai pasokan daging halal. Data analisis dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling dengan Partial Least Squares (SEM-PLS). Penelitian ini menggunakan Theory of Planned Behavior (TPB) bersama dengan peraturan pemerintah tentang makanan halal dan kepatuhan digunakan sebagai kerangka teoritis untuk memprediksi intensi pensertifikasian produk. Hasil kajian menunjukkan bahwa sikap, norma subjektif, persepsi kontrol perilaku, regulasi halal, dan kepatuhan mempengaruhi intensi untuk mensertifikasi, yang pada gilirannya mempengaruhi perilaku pelaku. Studi ini menyimpulkan bahwa intensi memediasi hubungan antara variabel-variabel tersebut dengan perilaku pelaku usaha di industri daging halal. Kajian ini mempunyai implikasi yang sangat signifikan bagi industri makanan halal dan badan regulasi dalam meningkatkan tingkat sertifikasi halal di Indonesia.
Enhancing Audit Quality through a Sharia-Based Model Saputra, Julfan; Siregar, Saparuddin; Kamilah, Kamilah
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol. 13 No. 2 (2024)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v13i2.25116

Abstract

Audit quality is crucial for ensuring accountability in the public interest, yet it remains vulnerable to fraud. Persistent concerns from regulators and investors about the audit quality in public accounting firms highlight the limitations of conventional standards, which primarily focus on technical and ethical dimensions while often failing to prevent fraud. This study aims to develop a sharia-based audit quality model and analyze its influencing factors, with religiosity serving as a moderating variable. A quantitative approach was adopted to evaluate the research variables, using the Structural Equation Modeling-Partial Least Square (SEM-PLS) method for data analysis. SEM-PLS was chosen for its robust measurement capabilities, its ability to explore structural variables, and its suitability for model fitting. The results reveal that the predictor variables—independence, competence, motivation, and time budget pressure—moderated by religiosity, significantly affect Sharia audit quality. This is evidenced by an R-Square value of 0.873 (87%), indicating a high structural impact. However, only independence demonstrated a significant partial effect on Sharia audit quality. While competence, religiosity, motivation, and time budget pressure influence Sharia audit quality, their structural-level impact is minimal. Additionally, religiosity moderates the relationship between independence and Sharia audit quality. The study recommends enhancing auditor religiosity, which has been shown to positively influence Sharia audit quality.========================================================================================================ABSTRAK – Peningkatan Kualitas Audit dengan Model berbasis Syariah. Kualitas audit sangat penting untuk memastikan akuntabilitas dalam kepentingan publik, namun tetap rentan terhadap fraud. Kekhawatiran terhadap kualitas audit terus diungkapkan oleh regulator dan investor, terutama karena standar audit konvensional yang hanya berfokus pada aspek teknis dan etika sering kali gagal mencegah fraud. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model kualitas audit berbasis syariah dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhinya, dengan religiositas sebagai variabel moderasi. Menggunakan pendekatan kuantitatif, analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode Structural Equation Modeling-Partial Least Square (SEM-PLS), yang dipilih karena keunggulannya dalam menghasilkan pengukuran yang akurat, mengeksplorasi variabel-variabel struktural, serta kemampuannya memodelkan penelitian dengan tingkat kesesuaian yang baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan, variabel prediktor yaitu independensi, kompetensi, motivasi, dan time budget pressure yang dimoderasi oleh variabel religiositas berpengaruh secara signifikan terhadap kualitas audit syariah. Hal ini dibuktikan dengan nilai R Square sebesar 0,873 atau 87%, yang masuk pada efek level struktural tinggi. Secara parsial, hanya variabel independensi yang memiliki pengaruh signifikan terhadap kualitas audit syariah. Sementara itu, variabel kompetensi, religiusitas, motivasi, dan time budget pressure memiliki pengaruh, namun berada pada level efek struktural rendah terhadap kualitas audit syariah. Pada efek moderasi, variabel religiositas terbukti memoderasi pengaruh independensi terhadap kualitas audit syariah. Penelitian ini merekomendasikan perlunya peningkatan religiositas auditor, yang terbukti memberikan pengaruh positif pada kualitas audit syariah.