cover
Contact Name
Rudy Pramono
Contact Email
rudypramono@gmail.com
Phone
+6285171561966
Journal Mail Official
registration@pkm-csr.org
Editorial Address
LPPM Universitas Pelita Harapan, Tangerang Banten
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Prosiding Konferensi Nasional PKM-CSR
ISSN : -     EISSN : 26553570     DOI : https://doi.org/10.37695/pkmcsr.v4i0
Prosiding PKM-CSR merupakan rangkuman hasil Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibilty (PKM-CSR) yang diselenggarakan setiap tahun oleh kolaborasi beberapa Perguruan Tinggi yaitu Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Universitas Pelita Harapan (UPH), Swiss German University (SGU), Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Pradipta, Universitas Wijaya Putra (UWP), Universtas Lambung Mangkurat (ULM) dan Tahun 2021 bekerjasama dengan Universitas Dyana Pura Bali (Undhira) sebagai Co Host. Prosiding PKM-CSR memuat artikel mengenai kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan corporate social responsibility, dengan topik sebagai berikut : Teknologi Tepat Guna Teknologi Komunikasi dan Informasi Kesehatan Ekonomi Pendidikan Lingkungan dan Kebencanaan
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,378 Documents
REKAYASA TEKNOLOGI MESIN PERAH SUSU SAPI MULTI FUNGSI SIAP MINUM LANGSUNG Sriwana, iphov kumala; Ma’ali El Hadi, Rosad; Pulungan, Muhammad Alamaududi; Budinam, Faisal
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 6 (2023): INOVASI PERGURUAN TINGGI & PERAN DUNIA INDUSTRI DALAM PENGUATAN EKOSISTEM DIGITAL & EK
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v6i0.2171

Abstract

Setiap orang memiliki kebutuhan gizi yang berbeda–beda, pemenuhan kebutuhan gizi tersebut tidak hanya didapatkan dari makanan yang mereka konsumsi tetapi juga melalui minuman. Salah satu minuman sehat yang beredar di pasaran adalah susu. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) (2020), tingkat konsumsi susu masyarakat di Indonesia selama tahun 2020 berkisar 16,27 kg per kapita/tahun, jumlah ini lebih rendah dibandingkan Malaysia yang memiliki tingkat konsumsi susu 50 kg per kapita/tahun dan Vietnam sebesar 20 kg per kapita/tahun. Jumlah konsumsi tersebut belum memenuhi kebutuhan susu di Indonesia yaitu sebesar 4,3 juta ton per tahun dengan 22,7% kebutuhan susu dipenuhi dari perternakan dan pabrik lokal, sementara sisanya melalui impor (Badan Pusat Statistik, 2020). Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat pada tahun 2016 tercatat 294.318.562-liter susu yang diproduksi secara total dari 27 Kabupaten/Kota yang ada di Jawa Barat. Kabupaten/Kota yang memiliki angka produksi susu tertinggi yaitu Kabupaten Bandung Barat dengan jumlah produksi sebesar 116.140.337 liter. Jumlah tersebut jauh berbeda dengan Kabupaten Bandung yang hanya menghasilkan sebanyak 63.226.050-liter dan berada pada posisi kedua penghasil susu terbanyak di wilayah Jawa Barat. Salah satu pelaku unit binaan peternakan sapi perah berada di Kecamatan Rancabali, Desa Alamendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat., Survei yang dilakukan dengan diskusi dan pertukaran gagasan (brainstorming) dengan peternak binaan dari Desa Wisata Alamendah sebagai mitra secara langsung untuk dapat mengetahui permasalahan yang perlu ditangani agar menghasilkan solusi teknologi yang tepat guna dalam meningkatkan kualitas produk susu sapi perah kelompok peternak sapi perah yang berada langsung dibawah binaan Desa Wisata Alamendah. Permasalahan yang perlu ditangani yaitu peningkatan kualitas susu sapi perah, karena mitra masih menerapkan pemerasan susu sapi perah dengan manual atau masih banyaknya sentuhan tangan dalam hal pemerasan susu sapi, sehingga masih ada susu sapi perah yang belum memenuhi persyaratan kriteria kualitas susu sapi murni. Berdasarkan permasalahan yang terjadi pada mitra, maka solusi yang dapat ditawarkan adalah pembuatan dan implementasi rekayasa teknologi mesin pemerahan susu sapi yang tidak hanya mampu membantu proses pemerahan, tetapi juga dapat membantu proses pasteurisasi sehingga membantu mengurangi jumlah mikroba yang ada pada susu sapi. Hasil dari proses pemerahan, pasteurisasi dan peninginan yang dilakukan pada mesin ini adalah susu sapi berkualitas yang mampu bertahan hingga enam hari. Dari hasil yang didapat tersebut diharapkan pembuatan mesin ini dapat mengatasi permasalahan yang terjadi di mitra, meningkatkan kualitas susu sapi perah, dan meningkatkan produktivitas susu sapi perah yang ada pada mitra.
IMPLEMENTASI MESIN CETAK KICIMPRING MINI 3 IN 1 BERBASIS IoT Sriwana, iphov kumala; El Hadi, Rosad Ma’ali; Pulungan, Muhammad Alamaududi
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 6 (2023): INOVASI PERGURUAN TINGGI & PERAN DUNIA INDUSTRI DALAM PENGUATAN EKOSISTEM DIGITAL & EK
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v6i0.2172

Abstract

Singkong merupakan salah satu jenis tanaman holtikultura yang dikonsumsi umbinya, mengandung sumber karbohidrat yang cukup digemari sebagai pengganti nasi, jenis umbi-umbian ini mudah diolah menjadi menu pembuka, utama, maupun penutup yang tentu saja lezat dan berbagai kandungan kebaikan/manfaat dari singkong. Tingginya karbohidrat menyebabkan singkong dikenal sebagai bahan pangan yang dapat mensubtitusi bahan pangan karbohidrat lain yang berasal dari beras, jagung, dan gandum. Selain itu, permintaan pasar terhadap komoditas singkong semakin meningkat sejalan dengan bertambahnya jumlah penduduk dan preferensi masyarakat terhadap singkong. Berbagai macam produk yang memanfaatkan bahan baku singkong, salah satunya adalah produk kicimpring. Masalah muncul saat adonan kicimpring pada proses penipisan, pengukusan, dan pemotongan menjadi bentuk segi tiga atau bentuk lainnya, masih tergolong lambat karena proses tersebut masih secara konvensional yaitu menggunakan penggilingan manual menggunakan roll kayu, pengukusan dengan uap air dan pemotongan menggunakan gunting secara manual. Keadaan tersebut muncul ide untuk membuat mesin penggilingan, pengukusan dan pemotongan menjadi 1 mesin (3 in 1), hasil implementasi terhadap mesin cetak kicimpring mini 3 in 1, sebagai berikut : Motor penggerak 0,5 pk setara dengan 367,75 watt, hemat energi; Waktu proses 40 detik per 1 kg adonan kicimpring; Material yang berhubungan dengan singkong menggunakan stainless steel 304 food grade; Berbasis Teknologi Tepat Guna; Memanfaatkan teknologi IoT; Dimensi (100 x 60 x 60) cm; Berat 120 kg. Proses pengoperasian dan perawatannya sangat mudah, semua komponen/suku cadang mudah didapat, cetakan bentuk kicimpring dapat diganti dengan bentuk yang sesuai dengan keiinginan konsumen. Sehingga mesin cetak kicimpring mini 3 in 1 dapat dimanfaatkan di Industri Kecil dan Menengah (IKM) yang memanfaatkan singkong sebagai bahan bakunya, secara efisien, efektif dan produktif.
UPCYCLING KRIYA “CHILAZ CRAFT" UNTUK SDG TARGET 11.6 PENGELOLAAN SAMPAH DI KECAMATAN COBLONG, KOTA BANDUNG Lubis, Ratna Lindawati; Ghina, Astri
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 6 (2023): INOVASI PERGURUAN TINGGI & PERAN DUNIA INDUSTRI DALAM PENGUATAN EKOSISTEM DIGITAL & EK
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v6i0.2177

Abstract

Penanganan dan pengelolaan sampah menjadi tantangan serius, terutama di daerah perkotaan dengan pertumbuhan penduduk yang pesat. SDG Target 11.6 bertujuan untuk mencapai pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan mengurangi dampak negatifnya terhadap lingkungan. Dalam konteks ini, program "Upcycling Kriya Chilaz Craft" di Kecamatan Coblong, Kota Bandung, telah diluncurkan sebagai inisiatif berbasis komunitas untuk mencapai tujuan ini. Program ini berfokus pada pemanfaatan limbah anorganik untuk menciptakan produk kriya yang bernilai. Namun, meskipun upaya yang dilakukan, dampak program belum sepenuhnya terwujud secara signifikan. Artikel ini mendiskusikan langkah-langkah yang telah diambil dalam pelaksanaan program, termasuk pelatihan keterampilan kriya dan pengenalan produk upcycling ke masyarakat sasar. Evaluasi awal menunjukkan bahwa beberapa kendala, seperti tantangan dalam pemasaran produk upcycling dan keterbatasan akses sumber daya, telah mempengaruhi potensi dampak yang lebih besar. Artikel ini mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan program. Tantangan dalam mengubah pola pikir masyarakat terhadap limbah menjadi potensi ekonomi kreatif, serta tantangan dalam membangun jejaring kerja sama yang kuat dengan mitra terkait, menjadi fokus utama. Dengan memahami kendala ini, artikel ini berkontribusi dalam merancang rekomendasi strategis yang dapat mengatasi hambatan-hambatan tersebut dan merencanakan langkah-langkah ke depan untuk mencapai dampak yang lebih signifikan dalam mencapai SDG Target 11.6 pengelolaan sampah di Kecamatan Coblong, Kota Bandung.
STRATEGI PENGEMBANGAN BUMDES WA HYANG TARUMAJAYA Hasbi, Imanuddin; Jamiat, Nuslih; Winarno, Alex; Hidayat, Agus Maolana; Syarifuddin, Syarifuddin; Arwiyah, Muhammad Yahya
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 6 (2023): INOVASI PERGURUAN TINGGI & PERAN DUNIA INDUSTRI DALAM PENGUATAN EKOSISTEM DIGITAL & EK
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v6i0.2183

Abstract

Tarumajaya adalah desa di kecamatan Kertasari, Bandung, Jawa Barat, Indonesia. Desa ini dikenal menjadi hulu sungai Citarum, menjadi pusat dari kegiatan Citarum Harum dan memiliki perkebunan teh & kopi yang luas. Potensi Desa Tarumajaya memiliki Objek Wisata : Bukit Paesan Desa Tarumajaya Situ Cisanti Taman Wisata Edukasi Desa di wilayah Kabupaten Bandung. Indonesia memiliki 83.820 Desa, Provinsi Jawa Barat sebanyak 5.957 Desa, dan Kabupaten Bandung memiliki 270 Desa. Wilayah Desa merupakan sokoguru pembangunan. Sehingga Pemerintah mencanangkan Gerakan 1000 Kampung. Badan usaha milik desa merupakan usaha desa yang dikelola oleh Pemerintah Desa, dan berbadan hukum. Pemerintah Desa dapat mendirikan BUM Desa sesuai dengan kebutuhan dan potensi Desa. Pembentukan BUM Desa ditetapkan dengan Peraturan Desa. Kepengurusan BUM Desa terdiri dari Pemerintah Desa dan masyarakat desa setempat. Peran BUMDes untuk mengoptimalkan pemanfaatan potensi ekonomi lokal dalam berbagai jenis bisnis. Tujuan utamanya adalah meningkatkan kesejahteraan ekonomi penduduk desa melalui pengembangan usaha ekonomi. Selain itu, keberadaan BUMDes juga memberikan kontribusi dalam peningkatan pendapatan asli desa sehingga desa dapat melaksanakan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan lebih optimal. Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) atau BUMDes Wa Hyang Tarumajaya https://www.tarumajaya.id/ Jln. Raya Pajaten-Situ Cisanti RT. 003 RW Tarumajaya, Kertasari, Bandung, Jawa Barat. Desa Tarumajaya yang terletak dipegunungan membuat masyarakat kesulitan mengakses jaringan internet. Meskipun Bumdes Tarumajaya memiliki unit Internet dan unit Pengelolaan air bersih namun masyarakat Desa Tarumajaya saat ini dinilai telah maju, belum merasakan kehadiran Bumdes Tarumajaya. BUMDesa memiliki enam unit Bisnis/Usaha, meliputi: 1. Unit Bisnis Pengelolaan Air Bersih; 2. Unit Bisnis TIK Multimedia; 3. Unit Bisnis Jasa Perdagangan; 4. Unit Bsinis Wisata; 5. Unit Bisnis Jasa keuangan; dan 6. Unit Bisnis Pertanian & Peternakan.
PERENCANAAN DESAIN TAMAN LAYAK ANAK DI PERUMAHAN PUTERACO INDAH BANDUNG Anwar, Hendi; Rusyda, Hana Faza; Budiono, Irwana Zulfia
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 6 (2023): INOVASI PERGURUAN TINGGI & PERAN DUNIA INDUSTRI DALAM PENGUATAN EKOSISTEM DIGITAL & EK
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v6i0.2186

Abstract

Taman merupakan salah satu Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang juga berfungsi sebagai paru-paru pada wilayah tersebut. Selain itu taman juga digunakan sebagai area untuk rekreasi warga yakni berkumpul, berjalan kaki, bermain, dan sebagainya. Seperti halnya pada taman di Perumahan Puteraco Indah. Taman ini memiliki area bermain dan biasanya memang banyak dilakukan oleh anak-anak dan warga sekitar. Namun berdasarkan survey yang telah dilakukan pada taman ini memiliki berbagai permasalahan, antara lain adalah zonasi area taman yang tidak terawat, kurangnya area hijau, serta furniture penunjang taman yang sangat minim khususnya untuk anak. Pemerintah setempat mengusulkan taman ini sebagai taman layak anak, dimana taman dapat mewadahi aktivitas dan kreativitas yang ramah terhadap anak. Sehingga tim Pengabdian Masyarakat bekerja sama bersama mitra untuk memberikan rancangan desain taman layak anak guna untuk mengembangkan ruang terbuka sehingga memberikan kenyamanan pada warga sekitar khususnya untuk anak. Perancangan ini diawali dengan survey dan diskusi mendalam yang terkait dengan solusi terhadap masalah yang ada. Setelah mendapatkan feedback dari warga tim pengabdian akan mengolah menjadi suatu desain yang efektif dan solutif yang juga berdasarkan pada prinsip desain yang berkelanjutan.
PEMBUATAN SMART KOLAM LELE DALAM MENINGKATKAN EKONOMI MASYARAKAT KAMPUNG CYBER Lhaksmana, Kemas Muslim; Kusnayat, Agus; Widarmanti, Tri; Damayanti, Dida Diah; Doyo Yekti, Yusuf Nugroho; Rahayu, Mira; Sumargo, Seto
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 6 (2023): INOVASI PERGURUAN TINGGI & PERAN DUNIA INDUSTRI DALAM PENGUATAN EKOSISTEM DIGITAL & EK
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v6i0.2190

Abstract

Desa Citeureup terletak di Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung memiliki luas 205 ha yang ditempati sekitar 20.537 penduduk. Sebagai Perguruan Tinggi yang terletak di antara Desa Citeureup dan Desa Sukapura, Universitas Telkom mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan tema Digital Community Service Engagement (Digital CSE) untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat mandiri melalui implementasi teknologi di Desa Citeureup. Tema pengabdian tersebut merupakan amanat dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, yang telah menetapkan Desa Citeureup sebagai salah satu lokasi Kampung Cyber. Transformasi digital tidak hanya terkait dengan teknologi dan digitalisasi, namun yang terutama adalah memberikan solusi atas permasalahan utama masyarakat dengan berbasiskan teknologi. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan berupa pembuatan kolam “cerdas” budidaya lele untuk meningkatkan ekonomi warga sebagai kegiatan pengabdian yang berkelanjutan CSE hingga tiga tahun. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat adalah untuk meningkatkan ekonomi masyarakat Desa Citeureup melalui pembuatan kolam lele berbasis SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-bound). Kolam lele merupakan salah satu potensi pengembangan ekonomi di wilayah tersebut, namun banyak warga yang menghadapi kendala dalam pengelolaan kolam lele yang efisien dan berkelanjutan. Metode SMART digunakan untuk merancang kolam lele yang tepat sasaran dan berdaya saing, sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan pendapatan masyarakat setempat.
PENINGKATAN KAPASITAS KELEMBAGAAN KARANG TARUNA DALAM MENGEMBANGKAN DESA 1001 TANAMAN HIAS DI KABUPATEN GRESIK Indrawati, Trisa; Aminatuzzuhro, Aminatuzzuhro; Iswoyo, Andi
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 6 (2023): INOVASI PERGURUAN TINGGI & PERAN DUNIA INDUSTRI DALAM PENGUATAN EKOSISTEM DIGITAL & EK
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v6i0.2198

Abstract

Mitra dalam pengabdian ini adalah Karang Taruna dan UMKM tanaman hias Desa Banyu Urip Kecamatan Kedamean Kabupaten Gresik. Tujuan Pengabdian kepada masyarakat ini adalah guna meningkatkan kapasitas kelembagaan Karang Taruna dan peningkatan omzet penjualan UMKM Tanaman hias melalui gelocation di . Permasalahan yang dihadapi mitra, yaitu kelembagaan Karang Taruna masih belum berjalan dengan baik karena kurangnya kesadaran anggota, UMKM Tanaman Hias kurang memiliki pemahaman tentang strategi branding yang efektif untuk mempromosikan produk mereka dan minimnya informasi lokasi Sentra UMKM. Solusi yang diberikan adalah melalui pelatihan dan pendampingan pengembangan kapasitas kelembangan Karang Taruna dan pemberdayaan UMKM mitra. Hasil pengabdian ini antara lain pelaksanaan pelatihan dan pendampingan penyusunan job discription dan struktur organisasi karang taruna serta inisiasi pengembangan lembaga belajar, pelatihan dan pendampingan pemasaran melalui media online dan pembuatan akun dan pemasaran berbasis geolocation Google Maps bagi UMKM Tanaman Hias. Dampak kegiatan ini mitra karang taruna meningkat kapasitas kelembagaannya dan mitra UMKM tanaman hias mampu meningkatkan strategi pemasarannya melalui media online dan berbasis geolocation.
Sosialisasi Penerapan Budaya Positif Melalui Kesepakatan Kelas di Sekolah SMA Negeri 3 Kisaran Kabupaten Asahan Hasibuan, Asnita; Gultom, Candra Ronitua; Mahulae, Saut; Juliana, Juliana
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 6 (2023): INOVASI PERGURUAN TINGGI & PERAN DUNIA INDUSTRI DALAM PENGUATAN EKOSISTEM DIGITAL & EK
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v6i0.2201

Abstract

Minimnya pemahaman guru dalam menerapkan berbagai strategi pembelajaran di Sumatera Utara membuat motivasi siswa dalam belajar kurang secara khusus di daerah. Hal ini menuntut guru tetap belajar, berkolaborasi, dan menerapkan budaya positif yang dapat mempengaruhi minat dan motivasi siswa dalam belajar. Pengabdian pada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi dan pelatihan penerapan budaya positif melalui kesepakatan kelas. Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan selama satu bulan. Pada bulan Juni 2023. Dilasanakan mulai Senin, 05 s.d 30 Juni 2023. Objek pengabdian kepada Masyarakat ini adalah guru-guru di SMAN 3 Kisaran yang berjumlah 15 (limabelas) orang dengan rentang usia 30 s.d 55 tahun. Penerapan budaya positif di sekolah dapat diterapkan dengan berbagai cara. Salah satunya dengan penerapan kesepakatan kelas sebagai aturan yang diciptakan agar proses belajar efektif. Kesepakatan kelas dibuat atas dasar keinginan siswa sehingga mampu belajar mandiri. Pelaksanaan kesepakatan membantu menciptakan budaya positif di lingkungan sekolah, dengan memperkuat budaya disiplin di kelas. Juga dapat membantu dan menjadi solusi untuk mempermudah proses belajar mengajar, tanpa menimbulkan tekanan dan stress bagi siswa. Dengan sosialisasi dan penerapan kesepakatan kelas sebagai wujud budaya positif di SMAN 3 menambah khasanah pengetahuan guru sehingga guru lebih kreatif dan bijak dalam mengelola kelas.
Focus Group Discussion Rancang Bangun Digital Marketing Produk Furniture Berbahan Drum Bekas Pada Kampung Tematik Drum Bujana winanti, winanti; Basuki, Sucipto; Supiana, Nana; Maulana, Abbas; Alexander, Ilham Fauzi
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 6 (2023): INOVASI PERGURUAN TINGGI & PERAN DUNIA INDUSTRI DALAM PENGUATAN EKOSISTEM DIGITAL & EK
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v6i0.2203

Abstract

Focus Group Discussion dilakukan untuk menggali kebutuhan untuk perancangan dan pembuatan digital marketing produk Furniture Drum Bujana yang sampai saat ini belum sistem penjualan yang terstruktur. Penjualan masih dilakukan dari mulut ke mulut dan mengikutsertakan dalam pameran atau even yang diselenggarakan oleh Pemda dan Disperindag Kabupaten Tangerang. Sebelum membangun sistem digital marketing untuk produk furniture Drum Bujana perlu dilakukan perencanaan dan mamping kebutuhan yang diperlukan dalam proses pembuatan rancang bangun sistem digital marketing. Termasuk perencanaan dan penentuan fitur-fitur apa yang akan digunakan dalam sistem digital marketing produk furniture Drum Bujana. FGD diikuti oleh pengurus koperasi dan penggiat kampung tematik Drum Bujana dipimpin dan dipandu Dosen dan dibantu dua orang mahasiswa. Kegiatan berlangsung sangat interaktif dan dihasilkan beberapa hal yang dibutuhkan dalam perancangan sistem digital marketing. Dihasilkan beberapa hal yang dibutuhkan dalam membangun sistem digital marketing baik berbasis website, mobile dan media social. Keingiinan user mengenai kemudahan akses dalam digital marketing yang akan dibuat, fitur yang digunakan dan tampilan awal pada sistem
KETAHANAN PANGAN PASCA PANDEMI: STRATEGI KOMUNIKASI SEBAGAI KATALISATOR INOVASI BISNIS DAN PEMASARAN PANGAN Ginting, Magdalena Lestari; Sumampouw, Carly; Adikarjo, Christoper Patrick; Krisdianto, Hans
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 6 (2023): INOVASI PERGURUAN TINGGI & PERAN DUNIA INDUSTRI DALAM PENGUATAN EKOSISTEM DIGITAL & EK
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v6i0.2207

Abstract

Food is a source of energy to all living beings, as food gives energy through chemical changes that produce ATP (Adenosine Triphosphate) and ADP (Adenosine Diphosphate). Food energy comes in different types of reactions, there are 3 main types of sources of energy carbohydrates, protein, and fat. Meat is one of the main food that many people feed on. This common meat mostly contains mainly protein and fat. This activity is an early step to introduce the scope of performance allocated to companies that will later be appointed to accompany the development of both product and marketing innovation. The product innovations from this activity are revolutionizing the steak industry through dry-aging and home preparation, igniting the grill: innovating the steak experience through T-bone grilling, elevating the burger experience: a novel approach to grilled dry-aged burgers, rediscovering the versatility of top round: a proposal for promoting roasted top round, the sous vide revolution - a twist on traditional boneless beef short ribs, spicy hanger steak pizzaiola; and the marketing strategic communication innovation resulting from this activity is the culinary revival: reimagining recipes with food tech students.