cover
Contact Name
Rudy Pramono
Contact Email
rudypramono@gmail.com
Phone
+6285171561966
Journal Mail Official
registration@pkm-csr.org
Editorial Address
LPPM Universitas Pelita Harapan, Tangerang Banten
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Prosiding Konferensi Nasional PKM-CSR
ISSN : -     EISSN : 26553570     DOI : https://doi.org/10.37695/pkmcsr.v4i0
Prosiding PKM-CSR merupakan rangkuman hasil Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibilty (PKM-CSR) yang diselenggarakan setiap tahun oleh kolaborasi beberapa Perguruan Tinggi yaitu Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Universitas Pelita Harapan (UPH), Swiss German University (SGU), Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Pradipta, Universitas Wijaya Putra (UWP), Universtas Lambung Mangkurat (ULM) dan Tahun 2021 bekerjasama dengan Universitas Dyana Pura Bali (Undhira) sebagai Co Host. Prosiding PKM-CSR memuat artikel mengenai kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan corporate social responsibility, dengan topik sebagai berikut : Teknologi Tepat Guna Teknologi Komunikasi dan Informasi Kesehatan Ekonomi Pendidikan Lingkungan dan Kebencanaan
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,378 Documents
Pelatihan Pembuatan Blog Politik Bagi SMAN 1 Tanjung Pandan Belitung Ditinjau Dari Aspek Komersial Dan Perannya Sebagai Media Pembelajaran Sigit Pamungkas; Agustin Diana Wardhaningsih; Deborah Nauli Simorangkir
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (972.064 KB)

Abstract

Menyatakan sikap politik melalui media sosial adalah hak setiap warganet, terlebih menjelang tahun politik 2019 mendatang. Namun konten politik di media sosial sangat rawan dengan ujaran kebencian, fitnah, dan hoax. Cukup banyak pengguna media sosial yang harus berurusan dengan aparat penegak hukum akibat unggahan sikap politiknya. Beberapa contoh unggahan sikap politik antara lain: cuitan di microblogging, opini dalam format text maupun video, gambar meme, dan sebagainya termasuk opini melalui blog politik. Di samping media arus utama, kehadiran blog politik telah menjadi alternatif bagi warganet dalam mendapatkan informasi. Ditinjau dari aspek komersial, media online arus utama ataupun blog personal, membutuhkan jumlah pengunjung(traffic). Makin tinggi jumlah pengunjung, makin besar peluang keuntungan finansialnya. Terlebih lagi karena isu politik selalu diminati banyak warganet. Pada satu sisi, hal ini dimanfaatkan oleh oknum blogger politik dengan cara mengunggah konten politik kontroversial demi meningkatkan jumlah pengunjung. Pada sisi lain, blogger personal merupakan sarana alternatif bagi warganet dalam mengekspresikan sikap politiknya. Dalam rangka melaksanakan kegiatan Tri Dharma perguruan tinggi, tim dosen UPH menyelenggarakan kegiatan PKM di SMAN 1 Tanjung Pandan, Belitung, pada 16 Juli 2019. Salah satu metode pelaksanaan PKM tersebut adalah dengan memberikan pelatihan pembuatan blog. Peserta diajarkan tentang proses membuat blog, merancang nama brand, logo brand, dan tagline blog tersebut. Peserta juga diajarkan bahwa konten politik adalah salah satu konten yang menarik minat pengunjung dan berpotensi untuk dikomersialkan. Peserta juga didorong untuk mengunggah ajakan untuk bersikap politik dengan bijak, mendidik, serta menarik minat warganet tanpa menimbulkan provokasi.
Peningkatan Pengetahuan Guru Dan Siswa Sekolah Dasar Di Sungai Kuin Selatan Banjarmasin Tentang Sediaan Tanaman Obat Untuk Mencegah Penyakit Yang Ditularkan Lewat Tangan Dan Air Sungai Isnaini Isnaini; Lia Yulia Budiarti; Lena Rosida
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.642 KB)

Abstract

Kebiasaan masyarakat menggunakan air sungai untuk mandi dan aktivitas rutin dalam tumah tangga, secara tidak langsung dapat menimbulkan penyakit infeksi pada saluran pencernaan yang ditularkan melalui air sungai dan tangan. Risiko penyakit infeksi yang ditularkan dari tangan dan air lebih banyak dialami anak-anak usia sekolah dasar. Ada beberapa cara sediaan tanaman obat yang dapat dibuat secara sederhana oleh masyarakat mencegah dan mengatasi suatu infeksi. Penerapan pengetahuan pada usia sekolah dasar yang merupakan masa pembentukan karakter dapat memberikan pemahaman yang lebih baik. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan dan terbentuknya perilaku mitra/sasaran tuntuk memahami cara pembuatan dan penyediaan sediaan obat pencegah infeksi dan sediaan antiseptik tangan secara sederhana dengan menggunakan perlatan sederhana. Mitra sasaran pada kegiatan ini adalah para guru dan siswa-siswa sekolah dasar Kuin Selatan 5 dan 6 yang mayoritas bertempat tinggal di sekitar bantaran sungai Kuin Banjarmasin. Metode yang digunakan adalah penyuluhan tentang penyakit infeksi yang ditularkan lewat tangan dan air sungai serta penyuluhan dan demonstrasi tentang cara membuat sediaan tanaman obat dan antiseptik tangan secara sederhana. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Mei - Juli 2018. Evaluasi kegiatan didapat dari hasil pre dan post tes kuisioner. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adanya peningkatan pengetahuan dan perilaku mitra/ sasaran lebih dari target pencapai 75% yaitu: mengenal jenis infeksi yang ditularkan lewat tangan dan air sungai, mengenal jenis tanaman obat dilingkungan, mengenal jenis sediaan tanaman obat pencegah infeksi dan antiseptik tangan, memahami cara pembuatan sediaan tanaman secara sederhana.
Pengembangan Kegiatan Kesehatan Masyarakat Kampung Babakan Binong Di Wilayah Kerja Puskesmas Binong Kelurahan Binong Kabupaten Tangerang Ni Gusti Ayu Eka; Renata Komalasari; Shinta Y. Hasibuan
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.493 KB)

Abstract

Salah satu wilayah lingkup Dinas Kesehatan Tangerang adalah Puskesmas Binong yang mempunyai cakupan cukup luas. Namun, masih ada salah satu wilayah yang kurang terjangkau oleh Puskesmas yaitu wilayah RW 06 Kampung Babakan Binong. Wilayah tersebut juga merupakan salah satu tempat praktik Fakultas Keperawatan dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UPH. Berdasarkan hasil kegiatan yang dilakukan bersama selama setahun terakhir antara FKIK UPH, Puskesmas Binong, masyarakat RW 6 dan kelurahan Binong, terlihat bahwa RW 06 yang jaraknya cukup jauh dari Puskesmas Binong mempunyai cakupan masyarakat yang cukup banyak namun tidak mempunyai wadah untuk kegiatan kesehatan. Melalui pemberdayaan masyarakat, Forum RW 06 sudah mengembangkan satu wadah milik masyarakat untuk kegiatan masyarakat. Salah satu fungsi tempat tersebut adalah untuk kegiatan Puskesmas seperti Posyandu dan Posbindu untuk meningkatkan kesehatan masyarakat. Namun pembangunan ini masih 70%, sehingga kegiatan kesehatan yang dilakukan di RW 06 masih belum terpusat di satu tempat sehingga belum semua masyarakat terjangkau. Berdasarkan hal tersebut, penting untuk mengembangkan kegiatan kesehatan di RW 06 Kelurahan Binong sehingga terdapat kesinambungan kegiatan untuk mendukung peningkatan kualitas hidup manusia khususnya di bidang kesehatan. Sehingga, dengan adanya kegiatan kesehatan yang didukung dari lingkup kesehatan yaitu keperawatan dan kedokteran perlu dilakukan untuk kegiatan pengabdian masyarakat yang berkelanjutan. Pelaksanaan kegiatan kesehatan ini, dilaksanakan dengan membantu mengembangkan tempat atau wadah fisik, yaitu dengan membantu penyediaan material pembangunan pos RW. Pos tersebut akan digunakan untuk kegiatan masyarakat RW 06 khususnya untuk Posyandu dan Posbindu serta kegiatan lainnya untuk mendukung kegiatan Puskesmas. Selain itu, bekerjasama dengan penelitian tentang deteksi dini demensia, juga dilaksanakan kegiatan pemeriksaan kesehatan dengan target dewasa tua hingga lansia (>45 Tahun) yaitu sebanyak 60 orang.
Inovasi Media Komunikasi Reminiscence Optimalkan Fungsi Kognitif Lansia Sehat Eva Berthy Tallutondok; Sri Lanawati; Riama Marlyn Sihombing; Peggy Tahulending; Dalmirah Tjakrapawira; Dora Samaria; Suganthi J
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.821 KB)

Abstract

Pelaksanaan diseminasi hasil penelitian dalam bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang harus dilakukan oleh setiap dosen. Diseminasi berupa penyampaian informasi delapan faktor reminiscence: mengurangi kebosanan, mempersiapkan kematian, menemukan makna hidup, pemecahan masalah, ngobrol dengan sahabat, mempertahankan kebersamaan, pulih dari ‘kepahitan’, dan menasehati orang muda. Inovasi berupa 12 gambar cetak ukuran postcard sebagai media komunikasi bagi lansia sehat, aktif, dan produktif untuk mencegah kepikunan di masa tua. Pada gilirannya diseminasi dapat menjadi upaya promotif dan preventif kesehatan sehingga menurunkan angka prevalensi dementia di Banten. Tujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan komunikasi reminiscence melalui media gambar, sehingga terjadi aktivasi otak untuk optimalkan fungsi kognitif lansia. Metode ceramah digunakan untuk menjelaskan konsep, sedangkan latihan untuk praktik komunikasi, serta tanya jawab untuk mengatasi kendala selama diseminasi. Populasi (n=20) adalah lansia sehat umur 57 – 87 tahun. Hasil diketahui peserta umur 57-64 tahun (20%) lebih sedikit dibandingkan umur 65-87 tahun, tetapi seluruh peserta antusias bertanya dan terlibat praktik komunikasi reminiscence sampai tuntas. Simpulan yaitu peserta merasakan manfaat langsung aktivasi otak untuk mengingat dan menceritakan pengalaman masa lalu serta memotivasi untuk terus praktik menggunakan photo album. Kendala dapat diatasi berkat dukungan Persekutuan Kaleb Karawaci, Gereja Yesus Kristus Karawaci dan Universitas Pelita Harapan.
Pembentukan Kader Cilik PHBS Di Wilayah Bantaran Sungai Lulut Banjarmasin Farida Heriyani; Lia Yulia Budiarti
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.791 KB)

Abstract

Angka kejadian diare masih tinggi dan merupakan penyebab kematian utama di Indonesia. Salah satu faktor risiko terjadinya diare adalah perilaku yang tidak benar seperti penggunaan air sungai yang telah tercemar untuk keperluan sehari-hari, bermain/berenang di air sungai, tidak terbiasa mencuci tangan, dan membuang sampah tidak pada tempatnya. Berdasarkan laporan BLH Kota Banjarmasin, sungai di Banjarmasin termasuk Sungai Lulut telah tercemar tetapi masih banyak masyarakat termasuk anak-anak di bantarannya yang menggunakannya. Kegiatan ini bertujuan untuk membentuk kader cilik yang diambil dari anak SD di wilayah bantaran Sungai Lulut untuk diberi pengetahuan dan keterampilan tentang PHBS dan motivasi agar dapat menjadi contoh dan mengajak anak-anak lainnya dalam menerapkan perilaku PHSB agar dapat mencegah terjadinya diare pada anak-anak di wilayah tersebut dan juga masyarakat sekitarnya. Metode kegiatan pengabdian berupa seleksi dan pembentukan kader cilik PHBS, pemberian pengetahuan dengan metode ceramah dan diskusi serta praktek langsung cara mencuci tangan yang benar. Evaluasi kegiatan berupa pretest dan posttest pengetahuan dan keterampilan mencuci tangan sebagai indikator keberhasilan kegiatan. Hasil kegiatan telah terbentuk 60 orang kader cilik PHBS. Hasil pretest didapatkan hanya 3 orang (5%) mempunyai pengetahuan dan keterampilan yang baik, 10 orang (16,67%) cukup, sedangkan sebanyak 47 orang (78,34%) tergolong kurang. Setelah kegiatan terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan siswa, yaitu sebanyak 53 orang (88,33%) telah mempunyai pengetahuan dan keterampilan yang baik, 6 orang (10%) tergolong cukup, dan hanya 1 orang (1,67%) yang masih kurang. Dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan siswa setelah kegiatan dan semuanya bersedia serta termotivasi untuk menjadi kader PHBS.
Peningkatan Pengetahuan Dengue Hemorargic Fever (DHF) Pada Masyarakat Kelurahan Sumur Putri Kecamatan Teluk Betung Utara, Bandar Lampung Evi Kurniawaty; Syazili Mustofa; Suharyani Suharyani; Soraya Rahmanisa; Nuriah Nuriah
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.732 KB)

Abstract

Sebagian besar Masyarakat Kelurahan Sumur Putri memiliki tingkat pendidikan dan tingkat ekonomi menengah ke bawah. Mengingat tingkat pendidikan yang rendah dan tingkat pengetahuan yang sangat terbatas maka mendorong kami selaku pelaksana kesehatan untuk dapat memberikan tambahan pengetahuan khususnya dalam bidang kesehatan tentang Dengue Hemorargic Fever (DHF) yang angka kejadian dan kematiannya meningkat dari tahun ke tahun. Tujuan penyuluhan ini untuk menekan angka kejadian terjadinya DHF di wilayah Kelurahan Sumur Putri Kecamatan Teluk Betung Utara, Bandar Lampung. Metode yang digunakan dengan penyuluhan melalui ceramah dan tanya jawab (diskusi). Evaluasi dilakukan dengan memberikan pertanyaan pertanyaan melalui kuesioner berupa pre test dan post test untuk mengetahui ada tidaknya peningkatan pengetahuan dengan adanya penyuluhan. Kegiatan penyuluhan ini diikuti oleh 32 orang yang terdiri dari sebagian besar ibu – ibu dan sebagian kecil bapak-bapak. Berdasarkan data hasil pengamatan pre test, diketahui bahwa sekitar 53,1% peserta kurang paham mengenai DHF dan 46,9% telah mempunyai pengetahuan yang cukup mengenai DHF. Setelah dilakukan kegiatan penyuluhan, nilai hasil pengamatan meningkat. Masyarakat yang paham mengenai DHF sebanyak 32% dan yang sangat paham sebanyak 68%. Setelah mendapatkan penyuluhan, pengetahuan masyarakat kelurahan Sumur Putri tentang DHF meningkat.
Penyuluhan Deteksi Dini Kanker Payudara Dengan Teknik Sadari Bagi Karyawan Outsourcing Di Universitas Pelita Harapan Grace Solely Houghty; Maria Veronika Ayu Florensa
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.464 KB)

Abstract

Kanker payudara umumnya ditandai dengan adanya benjolan pada payudara. Wanita yang terdiagnosis pada tahap awal kanker payudara dapat ditangani lebih awal dan dapat bertahan hidup lebih lama. Kaum wanita harus dapat melakukan deteksi dini kanker payudara. Perlu adanya penyuluhan bagi wanita tentang pemeriksaan payudara sendiri untuk mendeteksi dini kanker payudara. Tujuan penyuluhan deteksi dini kanker payudara dengan Teknik Periksa Payudara Sendiri (SADARI) adalah agar peserta mampu memahami anatomi dan fisiologi payudara, prinsip dan tujuan SADARI, memahami tehnik SADARI dan dapat mendemonstrasikan SADARI. Manfaat yang diharapkan dari pelatihan ini bahwa peserta diharapkan dapat melalukan deteksi dini kanker payudara dan melakukan rujukan lebih lanjut ke fasilitas pelayanan kesehatan seperti Puskemas, Klinik dan Rumah Sakit apabila ditemukan ketidaknormalan. Peserta kegiatan ini adalah karyawan outsourcing yang berjumlah 34 orang. Hasil dari nilai rata – rata pre test sebelum dilakukan penyuluhan deteksi dini kanker kanker payudara dengan teknik SADARI adalah 48.13 % sedangkan nilai rata – rata post test setelah dilakukan penyuluhan adalah 79.06 %. Terlihat adanya peningkatan dari tingkat pemahaman peserta sebessar 30.93% setelah dilakukan penyuluhan tentang “SADARI”. Peserta juga dapat mendemonstrasikan secara benar dan tepat cara melakukan SADARI.
Screening Pada Lansia Dan Pelatihan Kader Posbindu RW 07 Wilayah Binaan Puskesmas Bencongan Indah Karawaci Tangerang Juhdeliena Juhdeliena; Riama Marlyn Sihombing; Eva Berthy Tallutondok; Triulan Agustina; John Butar-Butar
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.097 KB)

Abstract

Usia yang semakin bertambah memungkinkan seseorang untuk mengalami permasalahan fisik, jiwa, spiritual, ekonomi dan sosial. Data Riset Kesehatan tahun 2013 menuliskan bahwa hipertensi, arthritis dan diabetes mellitus masuk ke dalam sepuluh besar penyakit tidak menular pada lanjut usia (lansia), dimana hipertensi menjadi peringkat pertama, diikuti oleh arthritis dan diabetes mellitus diperingkat kelima. Efek penyakit kronis pada kehidupan lansia bervariasi tetapi umumnya kondisi ini dapat menurunkan kesejahteraan dan mengancam kemandirian mereka. Pemerintah mengharapkan lansia dapat menjadi lansia yang aktif, produktif dan mandiri dengan membentuk beberapa program yang telah dilaksanakan di masyarakat. Upaya untuk mewujudkan hal tersebut maka dosen dan mahasiswa fakultas keperawatan Universitas Pelita Harapan melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat selama tiga hari. Hari pertama: dari 92 peserta yang mendaftar hanya 88 peserta (95,6%) yang mengikuti pemeriksaan kesehatan. Hari kedua: dari 30 target peserta hanya 9 kader (30%) yang mengikuti training of trainer. Hari ketiga: seluruh peserta yang mendaftar mengikuti pemeriksaan bone mass density sebanyak 76 peserta (100%). Hasil kegiatan didapatkan peserta berjenis kelamin perempuan (74%), usia 45 – 59 tahun (39%) dan >59 tahun (39%), indeks massa tubuh kategori overweight (44%), tekanan darah sistolik > 140 mmHg (43%), tekanan darah diastolik 80 – 89 mmHg (68%), kadar kolesterol total peserta berada pada kategori normal (67%), kadar glukosa sewaktu sebagian besar peserta normal < 200 mg/dL (80%), kadar asam urat laki-laki sebagian besar normal (57%), kadar asam urat pada peserta perempuan >5,7 mg/dL (58%), dan terdapat perbedaan signifikan rerata nilai pengetahuan osteoporosis sebelum dan sesudah penyuluhan (p value 0,001).
Penyuluhan Kesehatan Dan Keamanan Pangan Di Sekolah Lentera Harapan Curug, Kabupaten Tangerang, Banten Adolf Parhusip; Nuri Arum Anugrahati; Yuniwaty Halim
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (672.25 KB)

Abstract

Usia sekolah merupakan golongan usia yang rentan mengingat masa-masa ini anak masih berada dalam pertumbuhan dan umumnya anak belum memahami risiko makanan yang akan dikonsumsi terhadap kesehatan. Golongan siswa tingkat SMP umumnya sudah memiliki kebiasaan memilih dan membeli makanan sendiri namun karena kurangnya kesadaran dan pengetahuan siswa/i SMP akan pentingnya kesehatan atau fungsi dari makanan yang dikonsumsi, biasanya siswa akan memilih makanan hanya berdasarkan tampilan fisik atau rasa yang disukai. Penyuluhan ini diikuti oleh 263 siswa/i SMP kelas 7, 8 dan 9 SMP Sekolah Lentera Harapan (SLH) Curug, Banten. Kegiatan penyuluhan dilakukan di masing-masing kelas secara paralel. Materi penyuluhan berupa kriteria pangan segar yang baik, pangan olahan yang baik, dan bagaimana memilih pangan jajanan yang sehat. Dalam penyuluhan juga digunakan beberapa alat peraga untuk mempertegas informasi dan memberikan pengertian mendalam serta dilanjutkan dengan diskusi. Siswa SMP SLH memberikan respon positif terhadap kegiatan PKM dan sangat antusias mengikuti penyuluhan. Sebanyak 51.3% peserta belum pernah mengikuti kegiatan penyuluhan seperti yang dilakukan pada PKM ini. Sebanyak 75.7% peserta merasa sangat senang dengan adanya kegiatan ini dan 55% peserta merasa sangat menarik karena kegiatan PKM dilakukan dengan interaktif, komunikatif, dan kreatif. Kegiatan PKM ini dapat meningkatkan kesadaran dan pengetahuan siswa/i usia sekolah tentang pentingnya kesehatan dan keamanan pangan di dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan PkM dapat terselenggara dengan baik dan dapat mengedukasi siswa/i SMP tentang pangan sehat dan aman.
Pelatihan Dan Penyuluhan Teknik Pembuatan Minuman Instan Dari Daun Kelor Untuk Ukm Ktb Yayasan Mandiri Kreatif Indonesia (Yamakindo) Karawaci Melanie Cornelia; Hardoko Hardoko; Wenny SL Sinaga; Virly Virly
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.86 KB)

Abstract

Daun Kelor yang tumbuh di berbagai wilayah di Indonesia, selama ini hanya dimanfaatkan masyarakat sebagai pangan jenis sayuran dan olahannya sebagai pelengkap laukpauk. Tanaman kelor merupakan suku Moringaceae yang telah menjadi obyek pada banyak penelitian, karena mengandung senyawa-senyawa aktif seperti flavonoid, saponin, tannin, dan juga senyawa fenolik lain yang berpotensi sebagai antioksidan bahkan juga berfungsi sebagai antibakteri. Daun Kelor memiliki senyawa bernutrisi tinggi yang juga dapat memungkinkan digunakan sebagai berbagai diversifikasi produk pangan, diantaranya sebagai minuman fungsional instan. Kegiatan PkM ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang keunggulan dan potensi daun kelor. Sehingga perlu pemantapan pengetahuan tentang nilai gizi kandungannya yang dapat membantu kesehatan dan kemudahan dikonsumsi, yaitu dengan cara diproses menjadi minuman fungsional instan. Masyarakat tidak ragu mengkonsumsi minuman instan daun kelor yang dibuat berdasarkan hasil penelitian di laboratorium. Hasil formulasi terbaik dan analisis sensori yang diperoleh juga diharapkan dapat membuat konsumen tidak hanya mendapatkan nilai gizi tetapi juga rasa yang enak saat daun kelor dikonsumsi. Dengan demikian maka selain masyarakat lebih sehat, juga dapat tercapai masyarakat mandiri sebagai produsen minuman instan daun kelor dan diharapkan dapat meningkatkan nilai jual dari daun kelor sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat binaan.

Page 12 of 138 | Total Record : 1378