cover
Contact Name
Rudy Pramono
Contact Email
rudypramono@gmail.com
Phone
+6285171561966
Journal Mail Official
registration@pkm-csr.org
Editorial Address
LPPM Universitas Pelita Harapan, Tangerang Banten
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Prosiding Konferensi Nasional PKM-CSR
ISSN : -     EISSN : 26553570     DOI : https://doi.org/10.37695/pkmcsr.v4i0
Prosiding PKM-CSR merupakan rangkuman hasil Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibilty (PKM-CSR) yang diselenggarakan setiap tahun oleh kolaborasi beberapa Perguruan Tinggi yaitu Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Universitas Pelita Harapan (UPH), Swiss German University (SGU), Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Pradipta, Universitas Wijaya Putra (UWP), Universtas Lambung Mangkurat (ULM) dan Tahun 2021 bekerjasama dengan Universitas Dyana Pura Bali (Undhira) sebagai Co Host. Prosiding PKM-CSR memuat artikel mengenai kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan corporate social responsibility, dengan topik sebagai berikut : Teknologi Tepat Guna Teknologi Komunikasi dan Informasi Kesehatan Ekonomi Pendidikan Lingkungan dan Kebencanaan
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,378 Documents
Program Gizi Inovatif Di Sekolah Mts Nurul Islam Cisauk, Tangerang Selatan Febbyandi Isnanda Pandiangan; Maria D.P.T. Gunawan; Rizal Pauzan Ramdhani; Filiana Santoso; Della Rahmawati; Diah Indriani Widiputri
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1130.542 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.386

Abstract

Kegiatan gizi ini adalah upaya dari Swiss German University dalam rangka menciptakan generasi penerus yang berkualitas. Program gizi ini bertujuan untuk mengukur dan menyelesaikan masalah gizi di salah satu sekolah di Cisauk, Tangerang Selatan. Metode cross-sectional dengan kuesioner digunakan untuk pengambilan data (n = 220) dalam penentuan masalah gizi. Masalah utama yang ditemukan adalah rendahnya tingkat sarapan siswa (25%) dan pengetahuan gizi yang kurang. Metode intervensi gizi yang dipilih adalah kegiatan penyuluhan, permainan, dan demo masak. Evaluasi intervensi gizi ini menggunakan pre-test dan post-test kuesioner. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan meningkatnya jumlah siswa yang memiliki pengetahuan gizi baik dari 38% menjadi 79%. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan gizi pada anak sekolah akibat intervensi gizi yang dilakukan. Output yang diharapkan adalah peningkatan pengetahuan gizi siswa sehingga akan berpengaruh kepada jumlah siswa yang sarapan dan selanjutnya meningkatkan prestasi siswa di masa mendatang. Program-program gizi yang berinovasi seperti ini sangat diperlukan untuk menyelesaikan masalah gizi dan kesehatan di Indonesia.
Pengembangan Mesin Teknologi Tepat Guna Pembuat Ayam Goreng Pok – Pok Bagi UMKM Di Surabaya Barat Slamet Riyadi; M. Syaiful Hudan; Erik Rahmatun Akbar
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.355 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.388

Abstract

Daging ayam pedaging merupakan salah satu komoditi unggas yang memberikan kontribusi besar dalam memenuhi kebutuhan protein asal hewani bagi masyarakat Indonesia. Kebutuhan daging ayam setiap tahunnya mengalami peningkatan, karena harganya yang terjangkau oleh semua kalangan masyarakat. Penggorengan merupakan salah satu aktivitas penting yang sudah lama dilkukan dan banyak dijumpai dalam industri pengolahan pangan, baik industri berskala kecil maupun industri pangan berskala besar. Penggorengan berlangsung secara konduksi melalui kontak langsung antara permukaan dinding pemanas dengan produk yang digoreng. Cara seperti ini proses transfer panasnya dianggap kurang efisien karena luas permukaan konduksi terbatas hanya pada dinding pemanas yang bersinggungan dengan produk yang digoreng. Permasalahan yang ada pada UMKM: 1) masih cara manual/tradisional, 2) produksi rendah dan permintaan banyak, 3) penjualan dan pemasaran masih standart, 4) Rasa kurang empuk/padat. Metode pelaksanaan: Metode pengorengan dengan menggunakan otomasi Mesin Teknologi Tepat Guna dengan media penghantar panas minyak goreng lebih menguntungkan karena selain luas permukaan kontak panas meningkat juga proses transfer panasnya berlangsung secara konduksi dan konveksi. Hasil pengabdian ini: meningkatkan produksi dan pendapatan karena menggunakan otomasi tekonologi mesin tepat guna karena melebarkan pemasaran. Metode pengabdian berupa pelatihan teknologi mesin ayam goreng pok-pok. Sedangkan hasil pengabdian ini UMKM juga mengimplementasikan otomasi mesin teknologi guna agar harga selalu terjangkau, produksi meningkat 100%.
PKM TTG Kopi Bubuk Untuk Meningkatkan Kapasitas Di Benowo Surabaya Imam Kholik; Yeni Probowati
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.069 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.390

Abstract

Di Negara Indonesia produksi biji kopi secara signifikan terus meningkat, namun mutu hasil pengolahan kopi yang dihasilkan umumnya masih rendah.Salah satu kendala pengembangan industrikopi adalah tidak tersedianya mesin sangrai yang murah, efisien danmampu menghasilkan produk yang kompetitif.Produsen kopi merupakan investasi usaha yang cukup bagus karena proses produksi yang relatif cepat, mudah dan dalam proses produksinya menggunakan peralatan yang sederhana. Pengusaha produsen kopi masih menggunakan system manual, menyangrai dengan menggunakan alat sederhana, sehingga kapasistas produksinya relative sangat rendah. Guna mengatasi permasalahan tersebut dari Tim Ipteks bagi Masyarakat ( IbM) Fakultas Teknik Universitas Wijaya Putra merancang dengan membuat dan menerapkan mesin Teknologi Tepat Guna ( TTG ) sebuah mesin sangrai tipe silinder horizontaldengan hasil produksinya lebih banyak. Hal ini berdampak pada peningkatan Kapasitas & effisiensi produktivitas pada mitra pengusaha produsen kopi bubukdi Pasar BenowoSurabaya Barat..Hasil yang didapat dari kegiatan ini: 1) mesin sangrai tipe silinder horizontal dapat mempercepat proses pengyangrai kopi bubuk dengan kualitas baik. 2) keberadaan mesin sangrai tipe silinder horizontal ini dapat meningkatkan produktivitasmitra menjadi 10 kali, yang sebelumnya hanya 4kg/jam menjadi 40 kg/jam, 3) Output yang dihasilkan lebih berkualitas dan lebih sempurna, 4) meringankan beban tenaga kerja karena tenaga manusia tergantikan oleh mesin.
Penyuluhan Gizi Pada Ibu Serta Pengembangan Kegiatan Posyandu Di Rw 6 Kampung Babakan, Tangerang Martina Pakpahan; Ni Gusti Ayu Eka; Mega Sampepadang; Deborah Siregar; Novita Barus; Tirolyn Panjaitan
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.463 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.392

Abstract

RW 06 Kampung Babakan, Binong memiliki jarak relatif jauh ke Puskesmas Binong. Hal ini menyebabkan warga terutama ibu hamil, ibu menyusui dan ibu dengan balita tidak rutin melakukan pemeriksaan kesehatan di Puskesmas. Berdasarkan hasil pengkajian mahasiswa profesi Fakultas Keperawatan Universitas Pelita Harapan tahun 2017 diketahui terdapat 39 ibu hamil, 23 orang ibu menyusui dan 132 bayi dan balita. Forum RW 06 sudah mengembangkan satu fasilitas milik masyarakat yang kemudian digunakan sebagai tempat pelaksanaan Posyandu dalam meningkatkan kesehatan masyarakat terutama Ibu dan anak. Melalui kerjasama Fakultas Keperawatan dan Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa; pemeriksaan kesehatan, penyuluhan gizi kepada 32 ibu, pelatihan kepada 9 orang kader Posyandu serta penyediaan sarana penunjang fasilitas kesehatan. Hasil kegiatan setelah diberikan edukasi didapatkan peningkatan rerata pengetahuan ibu sebesar 23.61 point ( 56.08 %) dan peningkatan rerata pengetahuan kader posyandu sebesar 5.55 point ( 6.4 %). Diketahui mayoritas ibu memiliki berat badan berlebih sebesar 25%, Tekanan darah optimal sebesar 66% dan ukuran Lingkar Lengan Atas (LILA) normal sebesar 94%. Sarana soundsystem portable dan alat-alat kesehatan juga diberikan untuk menunjang program posyandu. Diharapkan masyarakat semakin berdaya dalam mencapai status gizi yang baik.
Pemanfaatan Teknologi dalam Pendidikan: Penggunaan fitur gamifikasi daring di SMA-SMK Kristen PENABUR Bandar Lampung Komilie Situmorang; Dwi Yulianto Nugroho, Peggy Sara T., Maria Maxmilla Y. A, Christie Lidya Rumerung
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (674.16 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.394

Abstract

Latar Belakang: Dewasa ini, teknologi adalah bagian yang tidak terpisahkan kehidupan sehari-hari kita, apalagi dari kehidupan para remaja di Indonesia. Semua bidang termasuk dunia pendidikan terimbas pengaruh perkembangan teknologi dan oleh karena itu kegiatan pembelajaran harus mampu menjawab tantangan zaman revolusi industri 4.0. Akan tetapi, apabila tidak disikapi dengan bijaksana, perkembangan teknologi yang pesat ini dapat membawa pengaruh negatif bagi para siswa. Oleh karena itu, guru-guru diharapkan dapat mengimbangi kemajuan memanfaatkan teknologi saat proses pembelajaran sehingga teknologi dapat digunakan untuk kegiatan yang positif, yakni menciptakan pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan sehingga dapat menunjang prestasi siswa. Tujuan: Kegiatan PKM ini bertujuan untuk memberikan pelatihan bagaimana cara memanfaatkan teknologi yakni penggunaan fitur gamifikasi daring gratis untuk membantu proses belajar mengajar diruangan kelas. Metode: Kegiatan pelatihan diadakan dalam bentuk workshop selama 2 sesi, yaitu dengan pengenalan fitur gamifikasi daring gratis; Kahoot! dan Quizizz, menguji coba dengan menempatkan guru sebagai siswa, kemudian membuka akun dan mendesain kuis sendiri. Hasil: Di akhir kegiatan, para guru berhasil membuka akun sendiri dan menguji coba kuis yang mereka kerjakan dengan rekan guru yang lain. Mereka juga didapati menggunakan fitur gamifikasi daring gratis yang telah diperkenalkan pada kegiatan belajar mengajar setelah pelatihan berakhir.
Pengembangan Dan Peningkatan Usaha Produk Kain Ikat Celup Di Desa Hendrosari Kecamatan Menganti Kabupaten Gresik Dewi Suprobowati; Mulus Sugiharto, Miskan
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.317 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.398

Abstract

Indonesia memiliki beragam kearifan lokal yang patut untuk dikembangkan. Salah satu kearifan lokal tersebut produk tradisional kain ikat celup. Orang lebih mengenal kain ikat celup sebagai kain batik jumputan, menghias kain dengan cara diikat atau dijumput sedikit, dengan tali atau karet, dijelujur, dilipat sampai kedap air, lalu dicelup dengan pewarna batik. Proses pembuatan kain ikat celup ini tidak menggunakan malam tetapi kainnya diikat atau dijahit dan dikerut menggunakan tali. Di Gresik ada perajin yang menggeluti usaha kain ikat celup yaitu; Karang taruna perajin ikat celup wira paramita di Desa hendrosari rt 05 rw 02 Permasalahan Mitra aspek produksi , produk yang dihasilkan kurang bervariasi, desainnya terbatas. Solusi yang ditawarkan diberikan Pelatihan kain ikat celup dengan menggunakan pewarna alami. Aspek manajemen permasalahannya cara pemasaran konvensional (mengikuti pameran menawarkan pada orang di sekitar), serta kurang tertib administrasi. Solusi yang ditawarkan memberi informasi pelatihan pemasaran Via online (whatsapp,LINE, Instagram) dll, Pelatihan Administrasi keuangan menggunakan (MS Excell). Selanjutnya dilakukan pendampingan agar kelompok tersebut menjadi mandiri dan bisa menghasilkan karya kain ikat celup yang bagus, serta bisa dipasarkan dalam jangkauan yang lebih luas.
E-Market Buah Lontar Desa Hendrosari ARINI SULISTYOWATI; Bagas Setya Putra
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.32 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.399

Abstract

ABSTRAK Desa Hendrosari berada di Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Desa Hendrosari memiliki luas 192 hektar sedangkan 75 hektar merupakan luasan area yang ditumbuhi pohon Siwalan (Lontar) yang menghasilkan Legen dan Buah Siwalan. Dari ratusan budidaya Pohon lontar di Desa Hendrosari sebagai kampung entrepreneur, penggerak utama kegiatan ekonomi menjadi Desa Wisata Alam dan Kuliner Lontar Sewu. Perkembangan sekarang ini semakin maju dan modern, teknologi informasi dan komunikasi berkaitan perangkat digital dan internet. Desa Hendrosari sebagai kampung Entrepreneur membutuhkan promosi secara online melalui media internet dan kecanggihan teknologi digital dengan mudah dipantau dan prosesnya mudah untuk mengenalkan produk pohon lontar dan potensi desa Hendrosari, meningkatkan luas jangkauan pesan, membangun hubungan, imbal balik atau feedback,. Tetapi masyarakat hendrosari belum begitu merespon elektronik pemasaran yang dibuat perangkat desa, belum mengetahui bagaimana membuat dan mengelola elektronik pemasaran sehingga masyarakat membutuhkan pelatihan elektronik pemasaran. Kata Kunci: Desa Hendrosari, elektronik pemasaran, kampung entrepreneur
Pembelajaran Bahasa Inggris Dengan Metode Blended-Learning Bagi Calon Rohaniawan Di Jakarta Dwi Yulianto Nugroho; J. Sandra Sembel; Michael R. Sihombing, Dina V. Silaban, Shally R. Gultom
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.982 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.401

Abstract

Para rohaniawan perlu mengembangkan kemampuan berkomunikasi yang baik untuk melayani umat dan masyarakat sekitar dimana mereka ditempatkan. Sekolah Tinggi Teologia (STT) Pelita Bangsa Jakarta sebagai lembaga pendidikan bagi calon rohaniawan berkeinginan untuk mengakomodasi kebutuhan pengembangan kemampuan berkomunikasi peserta didik. Kebutuhan tersebut didukung oleh lokasi sekolah tinggi yang berada di Jakarta sebagai kota metropolitan yang menampung penduduk dari berbagai latar belakang budaya dan bangsa, termasuk masyarakat internasional yang berasal dari berbagai negara. Oleh karena itu, para calon rohaniawan perlu mengembangkan kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris sebagai bahasa internasional. Hal tersebut menjadi latar belakang tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Pelita Harapan (UPH) untuk mengakomodasi kebutuhan pembelajaran bahasa Inggris tingkat dasar bagi calon rohaniawan Kristiani di STT Pelita Bangsa untuk mendukung misi pelayanan mereka. Kegiatan pembelajaran diberikan dalam 16 sesi dengan menggunakan metode blended learning, yaitu kombinasi antara pembelajaran tatap muka dan pembelajaran elektronik dengan memanfaatkan teknologi. Pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran, membantu peserta untuk tetap dapat mengembangkan kemampuan tersebut di tengah kesibukan pelayanan mereka. Di akhir kegiatan, para peserta didik berhasil meningkatkan percaya diri mereka dalam berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris dan dapat mendemonstrasikan kemampuan berbahasa Inggris di tingkat dasar untuk memberikan penjelasan singkat dan bercakap-cakap dalam bahasa Inggris mengenai topik sehari-hari.
PPM Aneka Makanan Tradisional Nasi Pecel Rasa Keju (Pecel Keju Mbok Moe) di Kelurahan Kandangan Kecamatan Benowo Surabaya Chatarina Sri Hartati; Fransisca Romana Sunarmi; Woro Utari
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.472 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.404

Abstract

Tujuan dari Program Pengabdian Masyarakat/PPM Pecel Keju Mbok Moe adalah Mengembangkan usaha Pecel Keju Mbok Moe menjadi usaha yang mandiri secara ekonomi, meningkatkan produksi dan mutu dari Pecel Keju Mbok Moe dan Peningkatan pendapatan usaha makanan tradisional Nasi Pecel Rasa Keju. Pelaksanaan PPM ini bertempat di Pecel Keju Mbok Moe di ruko jl. Wisma Tengger no.19 Desa Kandangan Kecamatan Benowo Surabaya. Metode yang dilaksanakan : (1)Pelatihan tentang manajemen keuangan dan pemasaran, (2)Pendampingan packaging produk. (3) Mengadakan pendampingan dan pemantauan pemasaran selama 3 bulan (4),Mencarikan pemasok bahan baku pecel yang enak dan murah. Hasil Kegiatan PPM Pecel Keju Mbok Moe : (1) Adanya peningkatan produk Pecel Keju dengan besarnya permintaan konsumen dengan rata-rata per hari 350-400 bungkus dengan harga normal per bungkus sebesar Rp. 7.500.-sampai dengan Rp.10.000.-, (2) Mitra sudah mulai melaksanakan pencatatan aliran kas penerimaan dan Penjualan, (3) Adanya Peningkatan Mutu Produk Pecel Keju dengan kemasan yang lebih bersih/steril. (4), Pasokan bahan baku makanan tradisional Pecel Keju sudah teratasi dengan dipertemukannya pemasok bahan baku. (5). Adanya peningkatan pendapatan mitra. Hasil Luaran dari PPM ini adalah : (1). Peningkatan daya saing produk (kuantitas, kualitas, diversifikasi produk makanan tradisional, (2) Peningkatan penerapatan Ipteks bagi mitra, (4). Jurnal Nasional Pengabdian Masyarakat.
Basis Usaha Dengan E-Commerce Bagi Masyarakat Di Kelurahan Mariana Ilir Banyuasin wawan nurmansyah; Meylinda Mulyati; Achmad Alfian; Hendrik Fery Herdiyatmoko; J.M.Sri Narhadi
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.228 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.405

Abstract

Masyarakat saat ini dapat dengan mudah mengakses infrastruktur dari perkembangan teknologi seperti jaringan komunikasi, aplikasi online, transaksi perbankan online, pembayaran dengan e-money dan lain sebagainya. Aktifitas masyarakat dalam usaha yang masih secara konvensional, seperti jual beli produk yang dihasilkan dari pengerajinan rumah tangga atau yang sering disebut home industri tentunya masih memperlambat proses penjualan dan pangsapasar yang masih sempit.Pengenalan teknologi informasi yang berbasis elektronik seperti surat elektronik (e-mail) sudah sangat sering saat ini digunakan oleh masyarakat umum dalam memberikan dokumen atau pesan. Toko elektronik atau e-commerce membuat toko atau produk yang dibuat dapat disebarluaskan informasinya secara global dan tentunya membuat masyarakat umum manapun dapat memiliki toko online dan dapat menjual produknya sendiri atau produk orang lain dari aplikasi-aplikasi e-commerce yang sudah ada saat ini.Toko elektronik yang dihasilkan dapat dimanajemen secara individu baik untuk menambahkan produk baru lainnya atau sistem pengiriman barang yang di lakukan apakah free ongkir atau berbayar.

Page 28 of 138 | Total Record : 1378