cover
Contact Name
Rudy Pramono
Contact Email
rudypramono@gmail.com
Phone
+6285171561966
Journal Mail Official
registration@pkm-csr.org
Editorial Address
LPPM Universitas Pelita Harapan, Tangerang Banten
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Prosiding Konferensi Nasional PKM-CSR
ISSN : -     EISSN : 26553570     DOI : https://doi.org/10.37695/pkmcsr.v4i0
Prosiding PKM-CSR merupakan rangkuman hasil Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibilty (PKM-CSR) yang diselenggarakan setiap tahun oleh kolaborasi beberapa Perguruan Tinggi yaitu Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Universitas Pelita Harapan (UPH), Swiss German University (SGU), Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Pradipta, Universitas Wijaya Putra (UWP), Universtas Lambung Mangkurat (ULM) dan Tahun 2021 bekerjasama dengan Universitas Dyana Pura Bali (Undhira) sebagai Co Host. Prosiding PKM-CSR memuat artikel mengenai kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan corporate social responsibility, dengan topik sebagai berikut : Teknologi Tepat Guna Teknologi Komunikasi dan Informasi Kesehatan Ekonomi Pendidikan Lingkungan dan Kebencanaan
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,378 Documents
Inisiasi Pembentukan Demonstrasi Plot Area Kampung Kelor Untuk Pencegahan Stunting NUR Chabibah; Rini Kristiyanti; Milatun Khanifah
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.928 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.406

Abstract

Stunting can cause an influence that greatly inhibits physical, mental and thinking growth which will ultimately reduce work productivity. Previous research has shown that “Kelor” tree (Moringa oleifera) has improved the nutritional status of children with Protein Energy Malnutrition (PEM). The desire of the community to create a stunting free society needs to be supported by the active role of the institution. The purpose of this activity is to facilitate the community in the formation of kelor villages. The formation of the kelor village is expected to increase the nutritional intake of toddlers. The methods include socializing the results of research on the benefits and nutritional value of Moringa plants, approaching cross-sector partners in the formulation of cooperation in establishing kelor villages, analyzing locations, seeding stages, planting stages, maintenance stages, monitoring and evaluating activities and making follow-up plans for training in making post-harvest products. The level of community service in the form of increasing knowledge about the nutritional value and benefits of Moringa plants, the existence of cross-sector cooperation in the formation and maintenance of kelor villages, the establishment of kelor villages and increasing community skills in utilizing and processing Moringa crop yields.
Kawasan Hijau Organik Berbasis Pertanian Berlanjut Di Dusun Pengalangan, Desa Pengalangan, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik dwiyana anela kurniasari
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.78 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.410

Abstract

Tujuan dari kegiatan pemberdayaan ini adalah (1) Meningkatkan kemampuan masyarakat dalam pemanfaatan lahan pekarangan untuk budidaya tanaman sayuran organik berbasis pertanian berlanjut, (2) Memenuhi kebutuhan pangan dan gizi keluarga melalui optimalisasi lahan pekarangan, (3) Meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengelola hasil pasca panen dari lahan pekarangan. Metode pemberdayaan yang digunakan adalah community development dengan cara melibatkan masyarakat secara langsung dalam kegiatan pemberdayaan serta didukung dengan metode edukasi dengan cara memberikan pelatihan keterampilan budidaya sayuran dan pengolahan hasil pasca panen sayuran tersebut. Hasil dari kegiatan pemberdayaan ini adalah dalam 1 kali panen komoditas bayam, per warga per rumah mampu menghasilkan 500-800 gram. Komoditas sawi mampu menghasilkan 700-1000 gram dalam satu kali panen. Sedangkan untuk komoditas cabe masing-masing rumah mampu menghasilkan 1000-1500 gram dalam satu kali panen. Hal tersebut mampu menurunkan kebutuhan belanja sayur warga yang awalnya Rp. 15.000,00 per hari menjadi Rp. 8.000,00. Masyarakat binaan Desa Pengalangan terbantu dengan pemanfaatan lahan pekarangan, sehingga mereka mampu mencukupi kebutuhan pangan keluarga secara mandiri.
Penerapan Sistem Imunisasi pada Puskesmas di Desa Lengkongkulon (Puskesmas Pagedangan) Friska Natalia; Ririn Ikana Desanti; Ferry Vincenttius Ferdinand
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.671 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.412

Abstract

Pemerintah Indonesia telah menggiatkan upaya untuk memenuhi target Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) di Indonesia. Salah satu upaya yang dijalankan yaitu penyuluhan kepada para ibu untuk mengedukasi mereka apa pentingnya imunisasi kepada bayi, sehingga dapat mendorong para ibu untuk membawa anaknya mendapatkan imunisasi, terutama 5 Imunisasi Dasar Lengkap. Kementrian Kesehatan Indonesia juga mengupayakan untuk menjamin akses pelayanan di daerah yang sulit dijangkau dengan cara bekerja sama dengan lintas sektor lainnya, menjamin ketersediaan vaksin, dan pelatihan kepada petugas kesehatan. Urgensi permasalahan prioritas merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat (UKBM) yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan, guna memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar untuk mempercepat penurunan angka kematian bayi dan balita. Objek yang akan diambil adalah Desa Lengkong Kulon, lokasinya di pesisir sungai cisadane, Desa Lengkong Kulon Kecamatan Pagedangan - Kabupaten Tangerang. Permasalahan yang terjadi adalah puskesmas pagedangan di Desa Lengkong Kulon ini belum memiliki sistem imunisasi online sebagai fasilitas kesehatan berbasis web yang dapat mengingatkan para ibu untuk mengimunisasi anaknya tepat waktu. Selain itu proses penyebaran informasi mengenai ketersediaan vaksin di Puskesmas masih belum tersistem dan penghitungan stok yang dibutuhkan masih menggunakan perkiraan secara manual. Program penerapan sistem imunisasi pada puskesmas pagedangan ini bertujuan untuk menerapkan sistem imunisasi online berbasis web yang dapat membantu para bayi mendapatkan imunisasi secara tepat waktu dengan cara mengirimkan pengingat (reminder) kepada pihak Puskesmas dan pihak ibu, sehingga kedua pihak tersebut dapat mempersiapkan hal-hal yang diperlukan untuk memenuhi imunisasi, terutama Imunisasi Dasar Lengkap. Selain itu sistem imunisasi ini juga dapat membantu Puskesmas mempersiapkan vaksin yang akan dibutuhkan pada waktu tertentu. Kegiatan akan dilakukan pada beberapa tahap meliputi (1) survey lokasi; (2) persiapan lokasi; (3) pengadaan sarana dan prasarana; (4) perekrutan peserta dan asisten trainer; (5) perekrutan koordinator lapangan; (6) pelaksanaan pengabdian (pelatihan, produksi, promosi dan distribusi); (7) evaluasi hasil produksi, promosi dan distribusi; dan (8) penulisan laporan PKM.
Pembuatan Mesin Oven Pengering Hybrid Untuk Meningkatkan Kualitas Produksi Petani Kopi Di Desa Gununghalu Yefri Chan; Didik Sugiyanto; Aep Saepul Uyun
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.316 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.413

Abstract

Dusun Tangsi Jaya Gunung Halu merupakan desa binaan Universitas Darma Persada dimana di dusun tersebut terdapat Unit Pengolahan Kopi yang di kelola oleh Koperasi Rimba Lestri bantuan dari Mitsui Jepang dan Unsada. Saat ini unit pengolahan kopi tersebut dapat berfungsi dengan baik, kendala yang saat ini dihadapi oleh pengelola Koperasi adalah, tidak berfungsinya mesin pengering kopi dikarenakan sistem pemanasan yang telah rusak. Menjawab permasalahan tersebut melalui skema Teknologi Tepat Guna dibuatlah mesin oven pengering hybrid ( Solar Thermal dan biomassa) yang cara penggunaan dan perawatannya lebih mudah serta kapasitas pengeringan yang lebih besar. Oven Pengering Hybrid untuk kopi ini memanfaatkan cahaya matahari dan pembakaran dari kayu untuk pemanasannya, pembuatan oven pengering hybrid dengan melibatkan petani kopi yang tergabung dalam Koperasi Rimba Lestari, ukuran dari oven pengering hybrid ini adalah panjang 8m, lebar 3m dan tinggi 2,4 m, tungku biomassa dengan dimensi panjang 1,2 m, lebar 1,2 m dan tinggi 1,3 m, kapasitas pengeringan 300 kg sekali proses.
Pembuatan Zona Edukasi Untuk Pengembangan Lingkungan Edukatif Di RW 08 Kelurahan Balas Klumprik Kecamatan Wiyung Kota Surabaya Deny Kuswahono
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.681 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.415

Abstract

Kegiatan pembuatan zona edukasi yang dilaksanakan di RW 08 Kelurahan Balas Klumprik Kecamatan Wiyung Kota Surabaya ini bertujuan untuk mewujudkan lingkungan kampung yang lebih berorientasi pada pendidikan, ilmu pengetahuan, dan budaya. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk menjadikan kampung sebagai Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang merupakan salah satu indikator dari salah satu aspek dalam program Kampung Pendidikan “Kampunge Arek Suroboyo” (KP-KAS), yaitu aspek Kampung Belajar. Zona edukasi ini terdiri dari zona permainan tradisional, zona teknologi, zona seni, dan zona informasi yang dilengkapi dengan mini maps atau peta mini untuk memetakan zona-zona edukasi tersebut. Dengan adanya zona edukasi ini diharapkan nantinya dapat menjadikan RW 08 Kelurahan Balas Klumprik sebagai kawasan yang menggerakkan masyarakat dengan aktivitas-aktivitas positif dan kreatif. Pembelajaran bisa didapatkan melalui kegiatan berkesenian dan memainkan bermacam-macam permainan tradisional di zona seni dan zona permainan tradisional yang memperkenalkan budaya asli bangsa Indonesia kepada generasi muda untuk menetralisir derasnya pengaruh budaya barat. Selain itu, zona teknologi dan zona informasi diharapkan dapat menambah ilmu pengetahuan dan wawasan serta meningkatkan kreativitas warga.
Pemberdayaan Pengrajin Tanaman Hias Komersial alfi nugroho; Sujani Sujani; Ardiansyah Hendra Lukmana
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.881 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.416

Abstract

Dalam perkembangan nya, banyak masyarakat yang mulai memerlukan layanan jasa jual beli yang memfasilitasi kebutuhan dalam bercocok tanam tersebut, hal ini di tangkap oleh beberapa kelompok dagang di lingkungan desa Pakal Sumberan, terutama di RT 05 RW 01. Di desa Pakal Sumberan RT 05 RW 01 saat ini sudah banyak di kenal oleh masyarakat yaitu sentra jual beli tanaman hias dan perlengkapan nya, para pedagang tersebut tergabung dalam kelompok paguyuban penjual tanaman hias, yang terdiri dari 15 anggota. Beberapa anggota di antaranya adalah ibu Supiati dan Ibu Kamto yang menempati di gang 03, permasalahan mitra yaitu, tidak adanya buku reverensi jenis tanaman, tidak adanya buku reverensi umum cara perwatan dari tanaman dan cara tata kelola pembukuan yang baik. Solusi yang di tawarkan pada mitra adalah 3 hal, yaitu, Pembuatan buku literatur tanaman, Pembuatan buku literatur tentang metode perawatan tanaman hias, Pemberian pelatihan manajemen pencatatan keuangan sederhana, Dalam pelaksanaan kegiatan Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM)ini, mitra akan berpartisipasi aktif dalam melengkapi literatur tanaman hias yang di buat, dengan harapan semakin lengkapnya literatur tersebut untuk menunjang proses pemasaran tanaman hias. Evaluasi dalam kegiatan ini di lakukan dalam beberapa bulan dengan meninjau jumlah pendapatan antara sebelum diadakan program dan setelah di lakukan pendampingan,
Satapang Beauty (Produk Sabun Talas Jepang/Satoimo) Nurbaya Busthanul; Jumriah Langkong; Anwar Hardiyanti; Nawir A. Fathanul; Khatimah Husnul; Sakia Nurul; Fadhilah Nur
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (929.415 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.417

Abstract

Japanese taro (Satoimo) is one type of plant rich in carbohydrate content, which is good for human health. Therefore, this food crop is also a staple food of Japanese society, because it is believed to provide very good benefits for the body. In Indonesia, nowadays there have been a lot of Japanese taro or satoimo cultivation. In addition to the content contained in Japanese taro plants for health benefits, Japanese taro can also be processed into a variety of products, such as chips, juice, ice cream, dry pastries, croquettes, pudding, handbody, shampoo, and soap products that are all made from satoimo. In addition to having a good content if consumed, Japanese taro is also useful for beauty ingredients. Armed with knowledge and creativity, students are inspired to create a business unit that produces Japanese taro-based soap. It is hoped that through the support of the supervisor, it will be integrated into an Entrepreneurial Student Program (PMW-Unhas) and this business is expected to grow and develop. The problem is how students sharpen their talents and interests as entrepreneurs, understand and take advantage of market opportunities for these products. The objectives of making this business are: (1) building soft skills or entrepreneurial character; (2) develop new entrepreneurs who are highly educated and have the mindset of creating jobs; (3) encourage the growth, development or formation of institutions (units / centers) for managing entrepreneurship programs in universities. The method of implementation includes: (1) revealing the ability of human resources, especially in the founders and business actors; (2) delivering information material through social media about matters relating to Japanese taro and satoimo soap; (3) disclosing the development of production and potential supporting factors for increasing production and improving the quality of satoimo soap products. The assistance results show that, (1) Human resources founding the satoimo soap innovator have decent potential and strong motivation in running the business, even though they are still students; (2) Japanese taro-based products can serve as a place to introduce products and can be channeled through various social media so that it is very important as information for the community; (3) This business venture begins to experience growth and is known by the community. The characteristics of Japanese taro as one of the basic ingredients in making natural soaps are rich in nutrients and nutrients that are good for health and the body. It can be concluded that producing Japanese taro satoimo soap is very potential to be developed.Keywords: Satoimo Soap, Talas Japan, PKM-CSR
Peranan Teknologi Informasi dalam Mendukung Bisnis UMKM Para Ibu Rumah Tangga Di Kelurahan Banjar Sugihan RW 01, Kecamatan Tandes Surabaya Suzana Dewi; Isnaini Muhandhis
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.433 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.419

Abstract

Kelurahan Banjar Sugihan RW 01 terdiri dari 6 Rukun Tetangga. Warga RW 01 adalah warga yang sibuk, para ibu-ibu RW 01, kebanyakan hanya menggunakan gadget sebagai sarana media sosial saja. Tentu saja hal ini sangat disayangkan, mengingat penggunaan gadget yang terhubung dengan internet sebenarnya dapat digunakan untuk kegiatan lain yang menghasilkan manfaat. Warga RW 01 memiliki kegiatan UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) yang memiliki potensi sangat bagus. Misalnya, ada UMKM Jamu dan UMKM Jajan Pasar. Usaha ini sudah berlangsung bertahun-tahun lamanya dengan kemasan tanpa merk dan label. Pemasaran produk juga dilakukan secara konvensional tanpa memanfaatkan teknologi yang telah ada. Oleh karena itu, kegiatan PKM ini, diharapkan agar dapat membantu UMKM RW 01 Banjar Sugihan yang di kelola ibu-ibu ini dapat lebih berkembang lagi. Sehingga kemasan menjadi lebih menarik dan dapat melakukan pemasaran online. Adapun metode pendampingan secara intelektual digunakan untuk membentuk karakter ibu-ibu RW 01. Hal ini diharapkan dapat mengubah pemahaman dan pemikiran yang lebih baik dengan penerapan internet positif berupa pemanfaatan Teknologi Informasi. Sebagai hasilnya Warga RW 01 yang memiliki UMKM dan warga yang akan mendirikan UMKM merasa sangat bermanfaat dengan adanya sosialisasi. Pendampingan ini membuat kemasan produk menjadi lebih menarik dan dapat melakukan pemasaran online.
Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Melalui Pemanfaatan Limbah Buah Jambu Mete Dr. Hj. Fatimah Riswati; Dr. Ir. Mei Indrawati; Dwi Lesno Panglipursari
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.506 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.420

Abstract

Program ini dilaksanakan di Kecamatan Dasuk Kabupaten Sumenep dengan sasaran Desa Jilbudan dan Desa Beringin sebagai penghasil utama Jambu Mete. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang lebih baik melalui pemanfaatan sumberdaya lokal yang memiliki nilai ekonomi, peningkatan ketrampilan dan profesionalisme masyarakat, peningkatan kemampuan petani jambu mete untuk melakukan difersifikasi produk dan terbentuknya kelembagaan usaha ekonomi petani jambu mete yang terstruktur. Kegiatan ini menggunakan pendekatan pelatihan yang meliputi pelatihan ketrampilan dan kewirausahaan bagi para ibu dan karang Taruna, pelatihan ketampilan budidaya dan difersifikasi produk jambu mete secara profesional dan pelatihan pemasaran melalui internet; dan pendekatan pendampingan yang meliputi pendampingan alih teknologi difersifikasi produk jambu mete, pendampingan penguatan jaringan pemasaran dan pendampingan penguatan kelembagaan. Hasil yang didapatkan dari program ini adalah meningkatnya keterampilan dan jiwa wirausaha ibu-ibu dan karang taruna terhadap pengolahan limbah jambu mete menjadi produk olahan selai, manisan mete, pakan ternak, pembuatan label produk dan teknologi pengemasan produk mete serta terbentuknya Gapoktan dan jaringan kerja kelompok tani
Percepatan Pengembangan Desa Wisata Berbasis Pendampingan Melalui Pelatihan Homestay Dan Pramuwisata Di Desa Paksebali I Wayan Pantiyasa; I Made Trisna Semara
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.901 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.421

Abstract

Pembangunan pariwisata berkelanjutan yang berbasis kerakyatan, diperlukan upaya diversifikasi daya tarik wisata yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, pelestarian seni budaya, dan pembangunan kepariwisataan yang ramah lingkungan. Salah satu representasi dari pembangunan Pariwisata berbasis Masyarakat adalah pengembangan Desa Wisata. Sejalan Program Percepatan Pengembangan desa wisata yang dilaksanakan oleh Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata bersinergi dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi untuk mewujudkan 2.000 desa wisata, diharapkan peran Perguruan Tinggi dapat melakukan Pengabdian kepada Masyarakat untuk mendorong percepatan pengembangan desa wisata. Desa wisata yang akan dijadikan mitra dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat adalah Desa Wisata Paksebali, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung-Bali. Tujuan dari pengabdian ini adalah menghasilkan pramuwisata lokal yang kompeten dalam memandu wisatawan, menghasilkan sumberdaya manusia yang mampu mengelola dan melayani penyiapan akomodasi para wisatawan di homestay, meningkatkan kualitas dan kuantitas fasilitas yang memenuhi standar dan memahami pentingnya standar kriteria sehingga memenuhi syarat sesuai standar yang ditentukan pemerintah. Metodenya adalah melalui program pedampingan desa wisata dengan memberikan pelatihan pramuwisata dan penyiapan akomodasi/homestay. Sasaranya adalah warga masyarakat yang disiapkan oleh kelompok sadar wisata untuk menjadi pramuwisata dan warga masyarakat yang akan disiapkan rumahnya menjadi homestay.

Page 29 of 138 | Total Record : 1378