Prosiding Konferensi Nasional PKM-CSR
Prosiding PKM-CSR merupakan rangkuman hasil Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibilty (PKM-CSR) yang diselenggarakan setiap tahun oleh kolaborasi beberapa Perguruan Tinggi yaitu Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Universitas Pelita Harapan (UPH), Swiss German University (SGU), Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Pradipta, Universitas Wijaya Putra (UWP), Universtas Lambung Mangkurat (ULM) dan Tahun 2021 bekerjasama dengan Universitas Dyana Pura Bali (Undhira) sebagai Co Host. Prosiding PKM-CSR memuat artikel mengenai kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan corporate social responsibility, dengan topik sebagai berikut : Teknologi Tepat Guna Teknologi Komunikasi dan Informasi Kesehatan Ekonomi Pendidikan Lingkungan dan Kebencanaan
Articles
1,378 Documents
Pelatihan Legal Due Diligence pada Kantor Hukum Sebagai Upaya Diversifikasi Layanan Jasa Hukum
Budi Endarto;
Arief Syahrul Alam;
Dwi Elok Indriastuty
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 3 (2020): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha Dalam Pemberdayaan Masyarakat Untuk Menyongsong
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (340.207 KB)
|
DOI: 10.37695/pkmcsr.v3i0.763
Jumlah Advokat di Surabaya di tahun 2020 tercatat sebanyak 1806 orang, dimana sebagian besar memberikan layanan jasa hukum yang sama yakni di bidang litigasi. Kondisi tersebut menjadikan tingkat persaingan yang sangat tinggi di antara kantor hukum karena memberikan layanan jasa hukum yang relatif sama. Sampai dengan sejauh ini baru teridentifikasi sebanyak 8 (delapan) kantor hukum yang memiliki keahlian dan pengalaman melakukan legal due diligence sebagai salah satu bentuk layanan jasa hukum yang ditawarkan. Berdasarkan hal tersebut, kami melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk pelatihan penyusunan dan pendampingan pelaksanaan legal due diligence pada kantor hukum Erri Meta and Partners. Tujuan program ini yang pertama adalah memberikan pelatihan penyusunan legal due diligence, kedua mengembangkan diversifikasi layanan jasa hukum. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan program ini pertama, memberikan pelatihan penyusunan legal due diligence. Kedua, melakukan pendampingan penyusunan legal due diligence pada klien mitra. Program ini menghasilkan yang pertama pengembangan produk layanan jasa hukum berupa legal due diligence. Kedua, dihasilkan dan diterapkannya buku panduan penyusunan legal due diligence. Ketiga, adanya penambahan 2 (dua) klien baru yang memerlukan layanan jasa hukum berupa legal due diligence pada kantor hukum mitra.
Ppm Olahan Buah Naga Di Desa Baron Kecamatan Baron Nganjuk
Sayekti Suindyah Dwiningwarni;
Erwan Aristyanto;
Fatimah Riswati;
Mas’adah -
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 3 (2020): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha Dalam Pemberdayaan Masyarakat Untuk Menyongsong
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (248.381 KB)
|
DOI: 10.37695/pkmcsr.v3i0.764
Mitra PkM ini adalah UKM “ENZI” ini didirikan sejak tahun 2012, yang didirikan oleh sekelompok anak muda, dan memproduksi stik, dan kripik. Permasalahan yang dihadapi MItra adalah volume penjualan masih minimal, produksi dilakukan pada masa panen, tdiak memiliki tenaga pemasaran, dan belum memiliki pembukuan keuangan usaha. Tujuan dari kegiatan PPM ini adalah untuk membantu memberikan solusi kepada Mitra dalam memecahkan permasalahan yang dihadapi. Solusi yang ditawarkan dalam kegiatan ini adalah memberikan pelatihan dan pendampingan dalam membuat laporan keuangan, rekrutmen tenaga pemasaran dan melakukan kerjasama dengan SMK di bidang pemasaran. Metode yang digunakan adalah pelatihan, pendampingan dan evaluasi. Hasil dari kegiatan ini yaitu menghasilkan rancangan laporan keuangan, konsep pemasaran yang sesuai dengan sasaran serta peningkatan volume penjualan. Dampak dari program PKM ini bagi Mitra adalah Mitra memiliki pembukuan keuangan sederhana, Mitra mulai berpikir yang lebih strategis agar produksi stik buah naga tetap dapat dilakukan walaupun buah naga tidak musim
Pemberdayaan Fasilitator Belajar Siswa Sma Pada Level Menengah
Yubali Ani;
Ashiong Munthe;
Widiastuti Widiastuti
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 3 (2020): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha Dalam Pemberdayaan Masyarakat Untuk Menyongsong
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (290.591 KB)
|
DOI: 10.37695/pkmcsr.v3i0.766
Kegiatan pemberdayaan fasilitator belajar yang dilakukan kepada siswa SMA level menengah (dua) adalah untuk memperlengkapi para peserta di dalam menjawab kebutuhan yang ada di lapangan. Kegiatan pemberdayaan ini diperuntukkan kepada siswa/I SMA yang sudah lulus mengikuti pemberdayaan level dasar (satu). Tujuannya adalah adalah agar para fasilitator belajar mampu merencanakan, melaksanakan, dan melakukan penilaian dengan baik terhadap kegiatan belajar dan mengajar yang mereka lakukan di lingkungan masing-masing. Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah pemberian materi, latihan mandiri dan kelompok, diskusi, tanya jawab, mentoring, dan presentasi. Kegiatan dilakukan setiap hari Sabtu 2x dalam sebulan, bertempat di daerah Sentul. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini, tidak berjalan sesuai dengan rencana dengan maksimal dikarenakan Pandemi Covid-19. Para peserta lebih dilatih untuk terbiasa menggunakan perangkat HP dan aplikasi yang ada didalamnya. Hal ini dikarenakan keterbatasan perangkat yang dimiliki oleh para peserta. Oleh karena itu, kegiatan ini kami beri nama “Pra-kegiatan” dimana para peserta dipersiapkan untuk dapat mengikuti kegiatan selanjutnya di semester depan dengan terbiasa menggunakan perangkat baik Hp maupun Laptop.
Bimbingan Belajar Di Curug Tangerang
Wiyun Tangkin;
Wiputra Cendana
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 3 (2020): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha Dalam Pemberdayaan Masyarakat Untuk Menyongsong
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (377.262 KB)
|
DOI: 10.37695/pkmcsr.v3i0.770
A weak level of economic capacity (marginalized people) does not only provide less opportunities for obtaining a qualified education at school but also opportunities outside of school. Parents are unable to provide additional course or tutoring class for their children which makes their children’s understanding towards the learning material at school even worse as a result, children do not like school, so it can be predicted that learning outcomes will not be optimal. Based on these needs, UPH-Teachers College held tutoring at Perum Griya Karawaci, Curug-Tangerang. This tutoring aims to provide provision in the form of additional learning and assistance for children to learn from kindergarten, elementary, junior high and high school levels. The material taught is adjusted to the school material of each student. The play-learning method will be applied to kindergarten-Grade 3 elementary school students while for grade 4 elementary school students onwards it will be adjusted to the material being taught. This tutoring activity is held in 2 meetings per week, and those who are teaching are students of the Faculty of Education - Teachers College who have been previously selected. The evaluation of this activity after running from the beginning to the middle of 2019 resulted that this activity helps students improve reading, writing and arithmetic skills for kindergarten-elementary school students and improves Mathematics skills for junior high school students.
Bimbingan Belajar Dutasia di Taman Bacaan, Bencongan
Ariani Padang;
Budi Wibawanta
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 3 (2020): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha Dalam Pemberdayaan Masyarakat Untuk Menyongsong
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (299.073 KB)
|
DOI: 10.37695/pkmcsr.v3i0.771
Pendidikan merupakan salah satu faktor utama yang turut ambil bagian dalam pembangunan bangsa sehingga, setiap lapisan masyarakat berhak menerima pendidikan yang layak. Akan tetapi, belum semua lapisan masyarakat memeroleh kesempatan belajar yang maksimal karena terbentur dengan terbatasnya finansial dan kemampuan keluarga dalam memberikan bimbingan belajar. Kondisi ini terlihat pada daerah Bencongan yang mayoritas orangtua bekerja sebagai buruh harian, tukang ojek, atau pramuniaga serta penghasilan dibawah upah minimum regional provensi Banten. Berdasarkan hal tersebut, UPH Teachers College bersama dengan yayasan Dutasia bekerja sama untuk menyediakan lingkungan belajar yang kondusif dan gratis bagi masyarakat, khususnya Pos Taman Bacaan, Bencongan. Mahasiswa UPH akan menjadi tutor bagi anak-anak Bencongan setiap hari Senin-Kamis pada pukul 19.30 – 21.00 WIB. Kegiatan ini mampu meningkatkan kemampuan anak-anak Bencongan secara holistis, bukan hanya secara akademik, tetapi juga karakter. Selain itu, mahasiswa yang melayani sebagai tutor juga dapat menjadikan kegiatan ini sebagai media untuk melatih keterampilan mengajar dan panggilannya sebagi guru Kristen yang dewasa.
Pemberian Modul Pola Komunikasi Untuk Mencegah Terjadi KDRT Pada Masa Pademi Covid-19 Terhadap Pasangan (Suami Istri) Di Kecamatan Bulak
Fifin Dwi Purwaningtyas;
Starry Kireida Kusnadi;
Ressy Mardiyanti
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 3 (2020): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha Dalam Pemberdayaan Masyarakat Untuk Menyongsong
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (274.398 KB)
|
DOI: 10.37695/pkmcsr.v3i0.772
Kasus kekerasan dalam rumah tangga sudah banyak sekali terjadi, ditambah saat pademi covid-19 ini makin meningkat. KDRT makin meningkat karena pandemi membuat orang-orang harus tinggal di rumah. Entah karena alasan kesehatan seperti karantina mandiri atau enggan mempertaruhkan diri terkena virus jika ke luar rumah, mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK), atau dirumahkan oleh perusahaan. Komunikasi adalah proses penyampaian pesan atau perasaan oleh seseorang kepada orang lain dengan menggunakan lambang-lambang yang bermakna sama bagi kedua pihak. Dalam situasi tertentu, komunikasi menggunakan media tertentu untuk mencapai sasaran yang jauh tempatnya dan dan/atau banyak jumlahnya. Dalam situasi tertentu pula komunikasi dimaksudkan atau ditujukan untuk merubah sikap (attitude), pendapat (opinion), atau tingkah laku (behavior) seseorang, atau sejumlah orang, sehingga ada efek tertentu yang diharapkan. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk mencegah terjadinya KDRT selama pademi covid-19 makin meningkat, sehingga adanya pola komunikasi yang baik dan lancar antara pasangan dimana biasanya istri yang menjadi korban kekerasan suami. Metode dalam pengabdian ini adalah pemberian modul pola komunikasi pada istri untuk mencegah terjadinya KDRT pada masa pademi covid-19. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini dapat mencegah terjadinya KDRT dan dalam menghadapi suatu permasalahan, komunikasi berperan penting terutama untuk memecahkan masalah atau mencari solusi, sehingga permasalahan yang ada tidak semakin meluas bahkan hingga menimbulkan kekerasan dalam rumah tangga.
Pelatihan Manajemen Kelas Bagi Guru Untuk Mencapai Tujuan Pembelajaran
Asih Susanti
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 3 (2020): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha Dalam Pemberdayaan Masyarakat Untuk Menyongsong
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (372.549 KB)
|
DOI: 10.37695/pkmcsr.v3i0.773
Pengelolaan kelas merupakan satu hal yang penting untuk diperhatikan bagi para guru dalam proses belajar mengajar. Hal tersebut dapat memberikan satu kontribusi yang signifikan dalam menciptakan satu lingkungan belajar yaitu kelas yang kondusif baik bagi siswa dan guru pada saat pembelajaran berlangsung. Kegiatan pelatihan ini diadakan melihat kebutuhan peningkatan keterampilan para guru di dalam mengelola kelas pada saat pembelajaran berlangsung. Keterampilan ini sangat diperlukan mengingat salah satu faktor yang mempengaruhi ketercapaian tujuan pembelajaran di kelas adalah kemampuan pengelolaan kelas (classroom management). Oleh karena itu, tujuan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini adalah memperkenalkan dan melatihkan praktik-praktik pengelolaan kelas yang efektif kepada guru. Pelatihan ini dilakukan pada bulan Mei hingga Juni 2020 dengan peserta yakni guru dari tingkat TK-SMP yang dilakukan secara online. Melalui kegiatan pelatihan ini, menunjukkan hasil bahwa guru dapat memahami materi pelatihan sekalipun media yang digunakan menggunakan video pelatihan yang diunggah dichanel youtube. Terlihat dari evaluasi kegiatan dan penguasaan materi yang diberikan oleh para guru menunjukkan bahwa pelatihan dapat diikuti dengan baik serta guru memiliki pemahaman terhadap materi dengan kategori baik. Simpulan yang dapat diberikan terkait dengan kegiatan PkM ini yaitu melalui pelatihan ini dapat membantu serta memperlengkapi para guru untuk mempersiapkan tahun akademik 2020-2021 dalam hal pengelolaan kelas.
Pengambilan Keputusan Berdasarkan Form API (Analysis Product Inspection)
Mochammad Muchid;
Krisnadhi Hariyanto;
Wawan Setia Budi
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 3 (2020): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha Dalam Pemberdayaan Masyarakat Untuk Menyongsong
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (313.404 KB)
|
DOI: 10.37695/pkmcsr.v3i0.775
Pengambilan keputusan sering kali dipertanyakan oleh setiap orang, bahkan menjadikan konfik secara internal didalam perusahaan, yang dikarenakan data penyampaian berbeda-beda, penggunaan data dan pengolahan data ini sumber muaranya. Didalam pengambilan data yang diambil berdasarkan dimensi produk haruslah sama datanya sebab produk tidak mengalami perubahan bentuk ketika dilakukan pengukuran, (pejal) yang menjadi permasalahan didalam pengambilan keputusan ini adalah penyajian data yang disajikan antara satu dengan yang lainnya berbeda, hal inilah yang berdampak pada pengambilan keputusan. Pengambilan Keputusan pada intinya memastikan produk tersebut bisa digunakan apa tidak, pengambilan keputusan haruslah sesuai kesepakatan bersama, didasari pembuktian inspection yang dilakukan, serta dokumentasi atau hasil harus mudah dipahami dan di terapkan sehingga menghasilkan keputusan diterima atau ditolak pada produk. Keberhasilan menciptakan produk yang berkualitas adalah harus baik secara dimensi dan fungsinya, didalam pembuatan produk harus melewati tahapan-tahapan/sistem yang dibuat sebagai dasar kontrol. Sistem dibuat untuk keberlangsungan perencanaan desain produk awal sampai akhir, yang meliputi 3D Modeling, 2D Drawing, Molding, (menggunakan software SolidWork), Trial dan pengambilan data produk. Untuk medukung sistem pengambilan keputusan maka dibutuhkan Form API (Analysis Product Inspection) adalah template yang dijalankan dengan MS Excel yang mampu memberikan informansi detail produk dan mampu mengambil keputusan secara mandiri automasi dan bisa menyajikan hasil OK atau NG (Not Good). Pada dasarnya API (Analysis Product Inspection) bermuara dari basic dimension yang diberikan toleransi atas dan bawah, kemudian banyaknya produk yang di inspection/diukur dibagi dengan jumlahnya untuk mendapatkan rata-rata dan nilai penyimpangan dan dipermudah dengan gradiasi warna pada hasil inspection, warna merah menandakan dimensi keluar dari basic dimension baik batas atas dan bawah yang telah ditetapkan atau disepakati bersama, sedangkan warna hitam menunjukan dimensi inspection yang masuk didalam ring toleransi.
Penyuluhan Orang Tua Dalam Mendukung Pendidikan Anak Sebagai Fasilitator Belajar
Widiastuti Widiastuti;
Yubali Ani;
Ashiong Munthe
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 3 (2020): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha Dalam Pemberdayaan Masyarakat Untuk Menyongsong
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (333.659 KB)
|
DOI: 10.37695/pkmcsr.v3i0.777
Berdasarkan hasil evaluasi dari pelaksanaan progam Edunation selama dua tahun terakhir, bahwa masih terdapat beberapa fasilitator belajar yang mengundurkan diri di tengah-tengah berlangsungnya pelatihan fasilitator belajar. Hal ini dikarenakan kurangnya dukungan dari orang tua mereka, beberapa orang tua beranggapan bahwa program Edunation ini tidak penting dan membuang waktu sehingga anak tidak bisa membantu orang tua bekerja mencari uang. Pada hal, program ini merupakan salah satu bentuk kompensasi beasiswa yang sudah mereka terima dari Yayasan Emmanuel. Oleh karena itu, diperlukan penyuluhan bagi orang tua yang anaknya ikut serta dalam pelatihan fasilitator belajar. Tujuan dari penyuluhan ini adalah untuk memberikan gambaran tentang manfaat program Edunation dan peran orang tua dalam mendukung pendidikan anak. Metode kegiatan dilakukan dengan menganalisis situasi terlebih dahulu, kemudian menyusun materi yang dibutuhkan, menyusun rencana pelaksanaan penyuluhan dan terakhir melakukan evaluasi kegiatan penyuluhan. Adapun hasil dari kegiatan penyuluhan tersebut adalah 1.) Orang tua mengetahui pentingnya pendidikan bagi masa depan anak; 2.) Orang tua memiliki pengetahuan bagaimana mendukung anak dalam menjalankan pendidikan; 3.) Orang tua mengetahui tujuan dan manfaat dari anak mengikuti pelatihan fasilitator belajar; 4.) Orang tua mengetahui dampak dari anak menjadi fasilitator belajar di lingkungan mereka; 5.) Orang tua memberikan dukungan terhadap anaknya dalam mengikuti pelatihan sebagai fasilitator belajar. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kegiatan penyuluhan orang tua efektif untuk memberikan gambaran bagi para orang tua tentang pentingnya pendidikan bagi anak dan manfaat program Edunation.
Digital Marketing: Pengembangan Kapasitas Kewirausahaan Pada Sarjana Masa Tunggu
Addin Kurnia Putri;
Supriyadi Supriyadi;
Mahendra Wijaya;
Sri Hilmi Pujihartati;
Thomas Aquinas Gutama
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 3 (2020): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha Dalam Pemberdayaan Masyarakat Untuk Menyongsong
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (337.334 KB)
|
DOI: 10.37695/pkmcsr.v3i0.778
Perguruan tinggi sebagai produsen sumber daya manusia unggul menjadi poros utama dalam pengembangan kapasitas dan keterampilan mahasiswa, baik secara akademik maupun non-akademik. Lulusan perguruan tinggi sudah selayaknya menghasilkan tenaga-tenaga ahli di berbagai bidang industri. Meski demikian, jumlah pasar tenaga kerja tidak sebanding dengan permintaan tenaga kerja. Pasar tenaga kerja jumlahnya lebih terbatas dibanding permintaan tenaga kerja. Hal itu yang menyebabkan munculnya sarjana masa tunggu dikarenakan tidak langsung diterima di perusahaan tertentu. Maka dari itu, tujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan semangat wirasuaha para sarjana masa tunggu di lingkungan Universitas Sebelas Maret. Konsep digital marketing digunakan untuk meningkatkan kapasitas wirasuaha sarjana masa tunggu sekaligus merespon perkembangan teknologi digital. Pengabdian ini menggunakan metode eksperimen dalam menguji kapasitas wirausaha sarjana masa tunggu sebelum dan setelah mengikuti pelatihan digital marketing. Hasil dari kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pelatihan digital marketing berhasil meningkatkan kapasitas pengetahuan, kemampuan, dan keterampilan wirausaha pada sarjana masa tunggu, khususnya di lingkungan Universitas Sebelas Maret. Program aksi yang telah dilakukan adalah pelatihan penggunaan media sosial untuk pengembangan wirausaha kepada beberapa sarjana masa tunggu di antaranya adalah pemilik toko souvenir dan kue camilan.