cover
Contact Name
Rudy Pramono
Contact Email
rudypramono@gmail.com
Phone
+6285171561966
Journal Mail Official
registration@pkm-csr.org
Editorial Address
LPPM Universitas Pelita Harapan, Tangerang Banten
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Prosiding Konferensi Nasional PKM-CSR
ISSN : -     EISSN : 26553570     DOI : https://doi.org/10.37695/pkmcsr.v4i0
Prosiding PKM-CSR merupakan rangkuman hasil Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibilty (PKM-CSR) yang diselenggarakan setiap tahun oleh kolaborasi beberapa Perguruan Tinggi yaitu Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Universitas Pelita Harapan (UPH), Swiss German University (SGU), Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Pradipta, Universitas Wijaya Putra (UWP), Universtas Lambung Mangkurat (ULM) dan Tahun 2021 bekerjasama dengan Universitas Dyana Pura Bali (Undhira) sebagai Co Host. Prosiding PKM-CSR memuat artikel mengenai kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan corporate social responsibility, dengan topik sebagai berikut : Teknologi Tepat Guna Teknologi Komunikasi dan Informasi Kesehatan Ekonomi Pendidikan Lingkungan dan Kebencanaan
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,378 Documents
PEMBELAJARAN PRODUKSI KANAL YOUTUBE BAGI PESERTA EKSTRA KURIKULER JURNALISTIK SEKOLAH DIAN HARAPAN TANGERANG Sigit Pamungkas
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 4 (2021): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mewujudkan Pemulihan dan Resiliensi Masya
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.879 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v4i0.1238

Abstract

Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Unversitas Pelita Harapan bekerjasama dengan SDH Tangerang untuk melaksanakan kegiatan ekstra kurikuler jurnalistik bagi para siswanya. Salah satu kegiatannya dilakukan pada periode Januari – Juli 2021 di masa penerapan kebijakan PPKM(Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) oleh pemerintah akibat pandemi covid 19. Para peserta kegiatan tersebut adalah siswa grade 10 hingga 12 atau setara Sekolah Menengah Atas(SMA). Para peserta dibagikan materi tentang produksi video jurnalistik dan pengembangan kanal youtube. Materi tersebut dipilih karena di masa pandemi covid 19 ini, konten berbagai konten video di media sosial, termasuk youtube, telah menjadi salah satu media rujukan yang paling sering diakses oleh audiens millennial, termasuk siswa SMA. Materi yang diberikan meliputi pengenalan akan peran video sebagai media informasi di media sosial khususnya youtube, proses produksi video jurnalistik, hingga pembuatan kanal youtube pribadi. Kegiatan yang semestinya dilakukan secara tatap muka dan praktek lapangan ini, seluruhnya dilakukan secara daring menggunakan aplikasi video call dari Microsoft teams secara syncrounous. Proses ceramah daring dilakukan selama 16 kali pertemuan, dengan durasi tiap sesi adalah 1 jam, sedangkan untuk pengerjaan tugas, para siswa melakukannya dari rumah masing-masing. Hasil akhir dari proses kegiatan ini, para siswa sanggup membuat kanal youtube pribadi berisi video-video dengan penerapan kaidah-kaidah jurnalistik, sesuai materi yang telah diberikan.
PERANCANGAN ULANG PROSES UNTUK MEREDUKSI WAKTU PROSES DAN MENINGKATKAN KAPASITAS PRODUKSI YANG LEBIH EFEKTIF AGAR DAPAT MENINGKATKAN PENDAPATAN PENGRAJ Chevy Herli Sumerli; Putri Putri
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 4 (2021): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mewujudkan Pemulihan dan Resiliensi Masya
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.833 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v4i0.1239

Abstract

Desa Genteng berada di Kecamatan Sukasari Kabupaten Sumedang. Dengan sumber daya alam yang melimpah berupa bambu, yang tumbuh liar begitu saja. Ini menjadi mata pencaharian penduduk yaitu kerajinan dari bambu, mengolah bambu menjadi berbagai produk kerajinan diantaranya adalah boboko (bakul), nyiru (ampan), hihid (kipas), ayakan (saringan), dingkul (tempat menyimpan perkakas). Hasil anyaman seperti boboko (bakul), biasanya dijual ke bandar Rp 10 ribu/buah. Satu orang warga bisa memproduksi sebanyak tiga boboko(bakul) dalam waktu satu hari. Pengrajin baru memanfaatkan salah peluang saja dari mengolah bambu, baru mengupayakan satu ranting dari satu bagian saja dari pohon industri bambu. Para pengrajin bambu baru memilih mengolah bambu bagian batangnya menjadi iratan kemudian menganyamnya menjadi beberapa produk. Adapun tujuan dari kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) Program Studi Teknik Industri Unpas ini adalah agar para pengrajin lebih mampu dan mau mencoba untuk menghasilkan produk dari berbagai macam pengolahan semua bagian dari pohon bambu agar bernilai ekonomis dengan nilai tambah yang tinggi. Sehingga memiliki peluang pendapatan yang lebih banyak dan lebih tinggi. Namun pada tahap pertama ini, para pengrajin belum bisa langsung beralih atau mencoba membuat produk lain. Maka yang perlu dibantu adalah dengan membuatkan rancangan proses baru dengan menggunakan mesin pembuat iritan bambu agar prosesnya menjadi lebih cepat dan sekaligus bisa meningkatkan kapasitas produksi. Bambu dengan panjang ruas 45-65 cm dan ketebalan 15 mm untuk dijadikan iritan bambu setebal 2 mm jika menggunakan mesin akan dihasilkan 7 iritan bambu dalam waktu 2 detik. Sedangkan jika manual menggunakan pisau memerlukan waktu 60 detik. Sehingga iritan bambu yang disiapkan lebih banyak dan diharapkan boboko yang bisa dibuat dalam satu hari menjadi lebih banyak lagi.
WEBINAR DAN WORKSHOP “MEANINGFUL LANGUAGE LEARNING IN DISTANCE LEARNING” PADA PENGAJAR BAHASA INGGRIS Michael Recard Recard; Atalya Agustin; Neng Priyanti; Meicky Shoreamanis Panggabean; Komilie Situmorang
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 4 (2021): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mewujudkan Pemulihan dan Resiliensi Masya
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.064 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v4i0.1241

Abstract

Webinar dan workshop ini merupakan kelanjutan dari seminar dan workshop yang telah dilakukan pada 5 Oktober 2019 lalu. Sama seperti pada proposal sebelumnya, kegiatan ini dilaksanakan karena kebutuhan akan pengenalan dan pengintegrasian Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di dalam kelas dan di luar kelas bagi guru-guru Bahasa Inggris Sekolah Menengah Atas di wilayah Tangerang Kota, Provinsi Banten. Kebutuhan akan pengenalan dan pengintegrasian ini didasari oleh kenyataan bahwa zaman yang sudah berubah ke era Revolusi Industri 4.0 di mana semua ranah kehidupan berubah dari sistem lama ke sistem berbasis teknologi. Hal ini terlihat dari maraknya aplikasi-aplikasi yang berbasis teknologi. Oleh karena itu, guru dituntut untuk dapat mengintegrasikan teknologi di dalam proses pengajarannya mereka. Pengintegrasian seperti ini akan menciptakan pengajaran yang interaktif, efektif dan menarik.tebal.
Implementasi Google Suite For Education Untuk Peningkatan Proses Belajar Mengajar di Era Pandemi Covid 19 Di SMP Negeri 2 Surakarta Haryono Setiadi; Dewi Wisnu Wardani; Endar Suprih Widayat; Maria Ulfa
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 4 (2021): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mewujudkan Pemulihan dan Resiliensi Masya
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.164 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v4i0.1242

Abstract

Covid 19 sangat berdampak luas pada berbagai sektor, diantaranya adalah sektor pendidikan. Guru dituntut untuk memastikan proses belajar mengajar berjalan dengan baik, walaupun murid berada pada rumah masing-masing. Salah satu metode yang digunakan Guru adalah Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) lewat media online. Kondisi ini menimbulkan permasalahan yaitu PJJ belum efektif dan maksimal jika di implementasikan pada sekolah yang infrastukturnya belum memadai. Permasalahan tersebut juga di alami oleh para guru di SMPN 2 Surakarta. Berdasarkan permasalahan tersebut tim pengabdi memberikan solusi yaitu implementasi Google suite for education (GSE) dengan memanfaatkan akun belajar.id yang telah diluncurkan oleh Kemendikbud RI. GSE adalah paket layanan Google berbasis cloud yang dapat digunakan untuk melakukan manajemen institusi berbasis email Gmail yang sekaligus dapat di akses dengan aplikasi mobile. GSE memiliki fasilitas online learning management system yaitu google classroom. Penyelesaian masalah dilakukan melalui dukungan teknologi dan dukungan manajemen. Dukungan teknologi yang berikan melalui implementasi dan pendampingan pemanfaatan teknologi GSE melalui akun belajar.id yang akan digunakan para guru dalam proses belajar mengajar. Dukungan dari sisi manajemen berupa pengetahuan pada para guru dan murid terkait dengan aktifasi email dan pengetahuan tentang aplikasi yang dimiliki oleh GSE seperti : Google Form, Google Meet Google Docs, Google Sheet , dan Google Drive untuk menunjang proses belajar mengajar secara online/daring.
PKM PENGGUNAAN DIGITAL MARKETING DALAM PEMBANGUNAN DESA CATUR KINTAMANI MENGWI I Wayan Ruspendi Junaedi; I Gusti Bagus Rai Utama; Dermawan Waruwu
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 4 (2021): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mewujudkan Pemulihan dan Resiliensi Masya
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.097 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v4i0.1243

Abstract

Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Penggunaan digital marketing ini dilaksanakan di Desa Catur Kintamani yang berlokasi di kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali. Permasalahan kelompok Penggunaan digital marketing menemukan bahwa (1) Belum tersedianya pusat informasi tempat wisata, (2) Belum terintegrasi wilayah untuk dapat dijadikan sebagai potensi wisata. (3) belum adanya pusat pembuatan konten menarik mengenai promosi budaya, produksi pertanian, dan wisata. (4) Belum ada pengelolaan digital marketing untuk desa wisata Catur Kintamani. Untuk mengatasi masalah tersebut, masyarakat Desa Catur Kintamani memerlukan solusi berupa program PKM dalam bentuk kegiatan sebagai berikut: Sosialisasi potensi wisata dengan tersedianya informasi center, Mengintegrisakan seluruh komponen potensi desa dalam satu program desa wisata, Pembuatan media promosi (content) sebagai bahan digital marketing, dan Pelatihan pemasaran digital sebagai bahan promosi kepada biro perjalanan dan calon wisatawan. Adapun tahapan pelaksanaan Program PKM Penggunaan digital marketing Catur Kintamani ini antara lain: sosialisasi awal, pendampingan, pelatihan, monitoring, evaluasi, dan keberlanjutan program. Pelaksana sosialisasi, pendampingan, pelatihan, monitoring, evaluasi, dan keberlanjutan program ini dilakukan oleh tim pengusul serta dibantu oleh tenaga ahli dari Universitas Dhyana Pura. Tahap sosialisasi dilakukan dengan cara mengumpulkan pengurus dan anggota kelompok, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan dibuka oleh Kepala Desa Catur Kintamani sebagai motivator serta penanggung jawab atas wilayahnya dan masyarakatnya. Tahap pendampingan dan pelatihan dilakukan dengan cara memberikan pengetahuan serta keterampilan tentang teknik manajemen pengelolaan, manajemen pemasaran, dan manajemen pengembangan. Selanjutnya, monitoring, evaluasi, dan keberlanjutan program dilakukan oleh tim pelaksana, DRPM, LP2M, tenaga ahli, dan Kepala Desa untuk mengkonfirmasi proses atau teknik-teknik yang sudah dilakukan oleh kelompok tersebut. Tim pelaksana dan setiap kelompok melaporkan hasilnya dengan cara presentasi dan dokumentasi. Program PKM ini akan dilaksanakan oleh 3 orang dosen dan dibantu oleh tenaga ahli dari Universitas Dhyana Pura serta melibatkan 4 orang mahasiswa.
Penerapan System Thinking Untuk Peningkatan Branding dan Optimalisasi Manajemen Usaha Pada UKM Handy Craft Az-Zahra Arda Erico Yuda; Wahyu Andy Prastyabudi, S.Kom, MSc.; Muhammad Dzulfikar Fauzi, S.Kom., M.Cs; Arliyanti Nurdin , S.T., M.T
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 4 (2021): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mewujudkan Pemulihan dan Resiliensi Masya
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1326.357 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v4i0.1246

Abstract

ABSTRACT MSMEs have an important role in the Indonesian economy, contributing about 60 percent of GDP. But on the other hand, the expansion of SMEs around us is still relatively low. Based on the 2016 BPS economic survey, 63.72 percent of entrepreneurs stated that there were no plans to develop their businesses for various reasons. Moreover, the Covid-19 pandemic has made MSMEs increasingly sluggish because the demand for their product sales has decreased drastically. This service aims to empower and strengthen the business management of the Handy Craft Az Zahra Creation UKM located in Surabaya. In particular, this service focuses on understandingpartners'e mindset and capacity building regarding business management, strengthening branding, and online marketing/distribution. The activity method used is to explore and map problems through direct observation and interviews with partners. Then formulate a solution with a systems thinking approach which is realized in a structured mentoring and training program. The results of this service will provide increased knowledge and managerial skills for partners to improve product quality, manage demand, and develop their business in a sustainable manner. The impact of this service in the future is expected to be a model for similar SMEs, so that the solution framework designed can be duplicated by other SMEs to help business development.. Keywords: business management, online marketing, branding, training, systems thinking
Peningkatan Kapasitas Produksi Usaha Rintisan “Semesta Rasa” melalui Penerapan Teknologi Tepat Guna Dimas Rahadian Aji Muhammad; Gusti Fauza; Dian Rachmawanti Affandi
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 4 (2021): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mewujudkan Pemulihan dan Resiliensi Masya
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.211 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v4i0.1247

Abstract

Desa Putat, Kecamatan Patuk merupakan salah satu daerah penghasil kakao di Kabupaten Gunungkidul dengan total 11 hektar lahan yang ditanami lebih dari 10 ribu pohon kakaoUntuk meningkatkan nilai tambah produk kakao yang dihasilkan di desanya, pada Tahun 2019 para pemuda di Desa Putat mendirikan unit usaha pengolahan kakao dengan nama UKM Semesta Rasa dengan produk makanan ringan berbasis cokelat, dengan produk andalannya adalah ampyang cokelat. Hasil survey dari Tim Pengabdian Masyarakat UNS menunjukkan bahwa produk hasil olahan cokelt dan kakao tersebut belum berkualitas baik karena masih melakukan proses pengolahan menggunakan peralatan dengan kapasitas kecil serta pengetahuan dasar terkait proses pengolahan pangan masih rendah. Sebagai upaya untuk menyelesaikan masalah tersebut, Tim Pengabdian Masyarakat UNS telah bersepakat dengan mitra untuk menyelenggarakan program berupa (1) Introduksi ilmu dan teknologi pengolahan kakao; (2) Fasilitasi teknologi tepat guna untuk pengolahan kakao menjadi produk cokelat siap jual; (3) Training kewirausahaan dan manajemen industri pangan. Hasil evaluasi terhadap kegiatan yang dilakukan menunjukkan bahwa penerapan teknologi tepat guna berupa oven dan mixer dapat meningkatkan kapasitas produksi lebih dari 3x lipat per batch proses. Program pelatihan yang dilakukan dapat meningkatkan kapasitas sumber daya manusia pada usaha rintisan tersebut pada aspek teknologi pengolahan kakao, kewirausahaan dan manajemen industri pangan
PENINGKATAN PEMAHAMAN MASYARAKAT KAMPUNG WISATA TEMATIK MASYARAKAT RT 01 DAN RT 02 KELURAHAN PANUNGGANGAN UTARA Marchelia Gupita Sari; Imaniar Sofia Asharhani; Anisza Ratnasari
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 4 (2021): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mewujudkan Pemulihan dan Resiliensi Masya
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.061 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v4i0.1248

Abstract

The Thematic Tourism Village Program in Tangerang City seems to have been asked by the city government as an effort to improve people's welfare. The active role of the community is very much needed in the development of the environment in which they live. Likewise in determining the content or theme in planning the Thematic Tourism Village so that it is right on target. The community is expected to be the subject of development, not only as recipients of policies because they have an impact on their daily lives. On the one hand, the potential of society and nature, both tangible and intangible, and the aspirations of the community should be explored as the basis for determining the theme. Pradita University as a university within the scope of the Banten province scale assists the people of North Panunggangan Village as a form of implementing Tridarma. In the planning steps of the Thematic Tourism Village by the Tangerang City Government, the steps for finding ideas are data collection or documentation, mapping, and socialization of Thematic Tourism Villages. Increasing this understanding is an important first step considering that no similar activity has been found at the locus of activity, even though the community needs it so that the development of Thematic Villages is more focused. The results of the pre-test and post-test showed that there was an increase in understanding after the socialization was carried out. The discussion was well established as evidenced by the residents' answers to questions about their opinions on the desire and awareness of the potential of the area to be developed into a tourist village.
PKM BUMDES TARUMAJAYA: PELATIHAN MANAJEMEN EKOWISATA PADA PROGRAM REVITALISASI HULU DAS CITARUM Mulyaningrum Sudibyo; Ellen Rusliati
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 4 (2021): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mewujudkan Pemulihan dan Resiliensi Masya
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.65 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v4i0.1249

Abstract

Sungai Citarum berperan strategis bagi kehidupan sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat 2 provinsi Jawa Barat dan Jakarta. Selain untuk irigasi dan sumber air minum, sungai Citarum juga digunakan di sektor perikanan, industri, dan pembangkit tenaga listrik untuk Jawa dan Bali. Oleh karena itu, Sungai Citarum menjadi aset vital dalam mendukung kehidupan bangsa. Namun saat ini Sungai Citarum dinyatakan sebagai sungai terkotor di dunia, tingkat pencemarannya 10 kali melampaui baku mutu. Oleh karena itu penanganan penanggulangan pencemaran dan kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum harus segera dilaksanakan sebagai agenda nasional melalui Program Revitalisasi Hulu DAS Citarum, di Desa Tarumajaya. Situ Cisanti sebagai hulu Citarum mempunyai alam yang menarik, berpotensi bagi pengembangan ekowisata yang menjadi alternatif kegiatan ekonomi produktif bagi masyarakat, tanpa harus merusak kawasan hutan lindung. BUMDES Tarumajaya sebagai institusi ekonomi desa yang mengelola kawasan wana wisata Situ Cisanti. Pelatihan manajemen ekowisata menjadi penting bagi pengurus BUMDES, agar tidak melakukan ekploitasi alam, namun menggunakannya dengan baik. Penyelenggara ekowisata perlu memiliki pengetahuan konservasi untuk memelihara keaslian alam dan lingkungan, seni dan budaya, adat-istiadat, kebiasaan hidup seimbang.
PPM PENGUSAHA KECIL BAKSO ISI DI DESA GEMPOL PENDOWO KECAMATAN GLAGAH KABUPATEN LAMONGAN slamet riyadi; Siswadi Siswadi; Wahyu Nugroho; Achmad Faizal Dwi Bagas Ferdiansyah; Rnanda Agustin
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 4 (2021): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mewujudkan Pemulihan dan Resiliensi Masya
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.031 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v4i0.1250

Abstract

Program PPM ini bertujuan mengembangkan usaha kecil mandiri (UKM) produksi bakso RT002/RW001, Desa Gempol Pendowo Kec. Glagah Kab. Lamongan bapak Mukhammad Abdul Hadi, S.T. dengan memanfaatkan pemasaran online di Media Sosial. Permasalahan yang dihadapi Mitra UKM saat ini adalah kapasitas produksi yang masih kecil dan pemasaran hanya mampu memenuhi kebutuhan konsumen pada segmen pasar terbatas. Hal ini disebabkan karena proses pengolahan produk dan produksi bakso Sebagian masih menggunakan peralatan manual. Luaran Kegiatan pengabdian ini antara lain meliputi : Penerapan teknologi informasi pemasaran secara tidak langsung kepada konsumen, dengan media social yaitu Bakso Varian Pendowo. Luaran: Seiring dengan semakin banyaknya permintaan konsumen terhadap bakso penerapan teknologi pemasaran secara tidak langsung kepada konsumen maka untuk mempertahankan kontinuitas operasional usaha dimasa pandemi dan yang akan datang, diperlukan adanya manajemen usaha yang lebih baik sehingga meningkatkan keuntungan dengan mitra UKM sebesar 20 %.

Page 68 of 138 | Total Record : 1378