cover
Contact Name
Rudy Pramono
Contact Email
rudypramono@gmail.com
Phone
+6285171561966
Journal Mail Official
registration@pkm-csr.org
Editorial Address
LPPM Universitas Pelita Harapan, Tangerang Banten
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Prosiding Konferensi Nasional PKM-CSR
ISSN : -     EISSN : 26553570     DOI : https://doi.org/10.37695/pkmcsr.v4i0
Prosiding PKM-CSR merupakan rangkuman hasil Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibilty (PKM-CSR) yang diselenggarakan setiap tahun oleh kolaborasi beberapa Perguruan Tinggi yaitu Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Universitas Pelita Harapan (UPH), Swiss German University (SGU), Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Pradipta, Universitas Wijaya Putra (UWP), Universtas Lambung Mangkurat (ULM) dan Tahun 2021 bekerjasama dengan Universitas Dyana Pura Bali (Undhira) sebagai Co Host. Prosiding PKM-CSR memuat artikel mengenai kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan corporate social responsibility, dengan topik sebagai berikut : Teknologi Tepat Guna Teknologi Komunikasi dan Informasi Kesehatan Ekonomi Pendidikan Lingkungan dan Kebencanaan
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,378 Documents
PELATIHAN PEMBUATAN KEMASAN PRODUK OLEH PELAKU UMKM DESA WISATA KERANGGAN Theodosia C. Nathalia; Diena M. Lemy
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 5 (2022): PERAN PERGURUAN TINGGI DAN DUNIA USAHA DALAM AKSELERASI PEMULIHAN DAMPAK PANDEMI
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v5i0.1645

Abstract

Desa Keranggan adalah salah satu desa yang masuk dalam nominasi Anugerah Desa Wisata 2021 oleh Kemenparekraf yang telah memenuhi beberapa kategori wisata berbasis masyarakat di kota Tangerang Selatan yang dikelola oleh Pokdarwis antara lain wisata alam wisata, terdapat akomodasi homestau, wisata atraksi (ground, archery, jungle trek dan susur sungai), rumah makan Saung Cisadane sebagai wisata Kuliner, dan terbentuknya UMKM home industry. Produk UMKM home industry yang paling diminati wisatawan di desa Keranggan adalah produk pangan seperti keripik singkong, opak dan kacang sangria. Sebagai salah satu panganan yang dapat dijadikan oleh-oleh, kemasan yang tersedia saat ini sangat tidak menarik dan tidak memenuhi standar. Produk dikemas tanpa label informasi, menggunakan kemasan plastik biasa dan tanpa disertai tanggal kadaluarsa produk. Solusi yang ditawarkan adalah dengan memberikan pelatihan. Tujuan dari kegiatan pelatihan ini adalah peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai bagaimana cara membuat kemasan yang benar dan menarik. Metode yang digunakan adalah pemberian materi mengenai standar kemasan, melakukan pelatihan dan terakhir evaluasi. Kegiatan diikuti oleh 20 orang peserta yang mendapatkan edukasi mengenai pentingnya kemasan pada suatu produk.
BLOCK GAMES GROUP PEMANFAATAN BLOCK GAMES GROUP TERHADAP PERKEMBANGAN ANAK USIA 5 TAHUN DI TK HELLO KIDS KEC. PANCUR BATU TAHUN 2022 Juliana Munthe; Edy Marjuang; Ribur Sinaga; Heny Rista; Astaria Ginting; Elsa Dela Vista Marbun
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 5 (2022): PERAN PERGURUAN TINGGI DAN DUNIA USAHA DALAM AKSELERASI PEMULIHAN DAMPAK PANDEMI
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v5i0.1664

Abstract

Social interaction needs to be developed from an early age because it affects the next child's life. One of the efforts so that children can learn to interact socially is at school, teachers must realize how important social interaction is for children, through education children will be easier to reach with the surrounding environment. Lack of social development of children can cause children not to have readiness in socializing with their peers caused by shyness in speaking so that children prefer to be alone or prefer to go with their parents wherever they go instead of having to play together. her friend. To solve this problem, the author implemented a game idea called “Block Games Group”. This game is done by forming mini teams (small groups) in order to create cooperation between teams that can hone children's abilities. The method used in this activity consists of 3 stages, namely preparation, implementation and evaluation, starting with forming "One Small Groups" consisting of 5 children and measuring children's development with KPSPS before and after using Block Games Group, so that children's development can be seen. well. From the activities carried out, all participants attended, of which 30 participants registered in this activity, it was found that as many as 23 participants (77%) children with appropriate development and 7 participants (23%) with doubtful development
PERAN SOCIOPRENEUR PADA LEMBAGA BIMBINGAN BELAJAR GRATIS DI DESA TEMU KABUPATEN SIDOARJO aditya surya nanda; Fitryani Fitryani
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 5 (2022): PERAN PERGURUAN TINGGI DAN DUNIA USAHA DALAM AKSELERASI PEMULIHAN DAMPAK PANDEMI
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v5i0.1676

Abstract

The purpose of this PKM-CSR is to provide additional learning for underprivileged students for free and to help educators to create a good, structured and detailed financial governance system. The number of participants in this PKM is 10 elementary school children who are classified as underprivileged. This service is carried out in Temu Village, Sidoarjo Regency.The implementation method carried out is in the form of assistance to partners which is carried out for 2 months as well as basic financial management training to partners. The partner's main problem is the lack of knowledge about reliable social preneur-based HR governance and digitalization. Partners have not been able to use online and social media-based applications. It is hoped that this incentive assistance to partners can help children complete students' tasks in using online-based learning media.
PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT POLA BISNIS DIGITAL DALAM MENDORONG UMKM KUE BASAH DI DESA ANGGASWANGI KABUPATEN SIDOARJO fitryani fitryani; Aditya Surya Nanda
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 5 (2022): PERAN PERGURUAN TINGGI DAN DUNIA USAHA DALAM AKSELERASI PEMULIHAN DAMPAK PANDEMI
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v5i0.1677

Abstract

Researchers provide solutions in encouraging the growth of this cake business by providing some good feedback. The first is to develop variants that are popular in the market, the second is to provide assistance on financial management and the third is to provide training on marketing both offline and online. Output targets are solutions to ongoing problems, scientific publications through journals with ISSN, publications in mass media, increasing the quality and quantity of business and product management, increasing the application of science and technology, and increasing the value of partners from an economic and social perspective. The method used is personal assistance to partners. The plan that will be carried out by the team is to provide training to market products, provide training on making cakes with new variants and provide assistance on good financial management of their businesses (starting from the production management process, simple bookkeeping, effective marketing and inspiring successful entrepreneurs) by bring in competent experts to boost their business. Then assist partners in marketing products offline and online so that the market reach is wider.
PERANCANGAN FASILITAS WISATA BERBASIS PARTISIPASI MASYARAKAT DI KAMPUNG WISATA TEMATIK PANUNGGANGAN UTARA TANGERANG Imaniar Sofia Asharhani; Alfonsus Grandy Wiranata; Lidwina Pia Pratama Dewi; Eiffel Eiffel; Sallie Sallie
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 5 (2022): PERAN PERGURUAN TINGGI DAN DUNIA USAHA DALAM AKSELERASI PEMULIHAN DAMPAK PANDEMI
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v5i0.1678

Abstract

The Covid-19 provides a cautionary about the importance of resilient communities. The active role of the community in environmental development is very important to develop sustainable village. In line with the Thematic Tourism Village Program by the Tangerang City government, residents of North Panunggangan Village are in the process of developing one of their tourist destinations, namely the Peng'Angguran House. The participation of community is currently at the stage of consultation, discussion and initial design. Furthermore, aspirations for proposed building functions by the community, data collection of types of community activities, selection of appropriate locations, and prediction of construction cost budgets are needed in these stages. The design process is user centered, hence community is not just recipient of governmental policies. The implementation method begins with the preparatory stage, that is mapping the potential for area development in the form of group consultations with community. The next stage is a group discussion with to design tourism areas and buildings that function to accommodate tourism in the community. Hopefully proposed building will be sustainable in accordance with the needs of its users. The final stage is an alternative initials to the design of the cafe and the design of the open area, based on the proposed function of the space program agreed upon by the community. Design implementation is hoped that the people will be able to use these facilities optimally. Especially people who live near the location of the Peng'Angguran House, Kebon Nanas, North Panunggangan Village, Pinang District, Tangerang City.
Penyuluhan Edukasi Jajanan Sehat Anak Usia Sekolah Di Desa Bandar Pasir Mandoge Kabupaten Asahan, Sumatera Utara Dewi Restuana Sihombing, S.Si, M.Si
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 5 (2022): PERAN PERGURUAN TINGGI DAN DUNIA USAHA DALAM AKSELERASI PEMULIHAN DAMPAK PANDEMI
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v5i0.1697

Abstract

Jumlah anak-anak usia sekolah di Desa Bandar Pasir Mandoge berdasarkan informasi dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Asahan tahun 2018, anak usia sekolah berjumlah 1097 orang. Sebagian besar siswa berangkat ke sekolah tidak membawa bekal dari rumah melainkan membeli di kantin sekolah atau penjual jajanan disekitar sekolah. Dilihat dari jenis jajanan anak sekolah yang tersedia di kantin sekolah maupun penjual jajanan anak di lingkungan sekitar sekolah, terdapat cukup banyak jajanan yang kurang sehat bila ditinjau dari warna jajanan dan bahan-bahan yang digunakan. Ragam jajanan anak sekolah ini tentu berpengaruh terhadap kondisi kesehatan anak sekolah itu sendiri. Ragam jajanan anak sekolah berpengaruh terhadap pemenuhan gizi dan energi anak, yang secara keseluruhan berpengaruh pada prestasi anak dalam mengikuti proses pembelajaran di sekolah. Melihat kondisi seperti ini, maka perlu dilakukan penyuluhan mengenai Jajanan/kudapan yang sehat untuk anak-anak usia sekolah, dengan memberikan edukasi bagaimana memilih jajanan sehat. Menyarankan kepada anak-anak agar sebelum berangkat ke sekolah lebih baik sarapan terlebih dahulu di rumah, atau membawa bekal makanan dari rumah sehingga terjamin kebersihan, keamanan, dan kandungan gizinya. Jajanan anak sekolah yang kurang atau tidak higienis atau menggunakan bahan tambahan makanan dapat menyebabkan diare bahkan keracunan makanan. Tentu saja hal ini tidak diinginkan oleh setiap orangtua.
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS DAN MANAJEMEN USAHA BANK SAMPAH SAPU JAGAD KABUPATEN MAGETAN Syamsul Hadi; Okid Parama Astirin; Suryanto Suryanto; Bambang Sigit Amanto; Setya Nugraha
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 5 (2022): PERAN PERGURUAN TINGGI DAN DUNIA USAHA DALAM AKSELERASI PEMULIHAN DAMPAK PANDEMI
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v5i0.1728

Abstract

Any waste whether it is organic or inorganic waste causes a serious issue that is faced by the Magetan regent. The lack of waste management systems such as uncontrolled garbage accumulation, burning and dumping into rivers and vacant land could lead to pollution. The Solution to solve this issue is the waste bank called Sapu Jagad in Magetan regent which was established in 2015. Sapu Jagad waste bank is also educating and training the people to recycle the waste into a product with an economic value. The product from the waste bank is sold by an online market. However, the production time is sometimes too long since the raw material is not always adequately available. This situation is caused by irregular collection from the community. The result of this activity is the registering process by the waste bank, waste bank fund, and operational bookkeeping using a simple application. Record sales of waste products into crafts and better chairs and tables. The process of storing plastic packaging for drinking water and plastic packaging waste can already be cut into small pieces using a plastic cutting machine which is also invested in a waste bank. Plastic waste storage becomes very space efficient.
OPTIMALISASI KELOMPOK USAHA SRIKANDI SEMANGGI DI DESA KENDUNG KECAMATAN BENOWO SURABAYA Yuli Ermawati; Endah Supeni; Suprayoga Suprayoga
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 5 (2022): PERAN PERGURUAN TINGGI DAN DUNIA USAHA DALAM AKSELERASI PEMULIHAN DAMPAK PANDEMI
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v5i0.1763

Abstract

Kelompok Usaha adalah kumpulan pelaku usaha yang dibentuk berdasarkan kesamaan kepentingan, kondisi lingkungan (sosial, ekonomi, sumber daya, tempat) dan/atau keakraban untuk meningkatkan dan mengembangkan usaha anggota. Kelompok usaha memiliki anggota yang aktif serta anggota yang pasif. Keanggotaan tersebut disebut sebagai struktur perusahaan yang memiliki tugas masing-masing. Desa Kendung terkenal dengan sebutan “Kampung Semanggi” dikarenakan mayoritas pedagang semanggi baik mentah maupun olahan semanggi berasal dari daerah ini. Kampung Semanggi memiliki Kelompok Usaha dalam upayanya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kelompok Usaha ini bernama Srikandi Semanggi. Mitra pada Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) ini adalah Kelompok Usaha “Srikandi Semanggi” di Kampung Semanggi Desa Kendung, Surabaya. Pokok permasalahan yang dihadapi oleh mitra adalah kurang tertatanya manajemen keuangan, konsinyasi, dan pemasaran. Tujuan dari PPM ini adalah untuk memberikan pendampingan Kelompok Usaha Srikandi Semanggi dalam mengoptimalkan pengembangan usahanya dari segi manajemen keuangan, konsinyasi, dan pemasaran. Metode yang digunakan adalah pendampingan terhadap mitra secara berkelompok. Langkah yang dilakukan antara lain : (1)Memberikan motivasi bisnis bagi anggota KUB Srikandi Semanggi, (2)Mengawal mitra melakukan konsinyasi pada beberapa tempat kuliner dan mengikuti pameran/bazar, (3)Mengadakan pelatihan manajemen keuangan dan kegiatan pembukuan sederhana, (4)Melakukan konsolidasi dengan pihak Kelurahan setempat untuk perijinan usaha, (5) Meningkatkan nilai tambah pemasaran secara online pada produk Srikandi Semanggi. Hasil dari kegiatan Abmas ini adalah terlaksananya motivasi bisnis dan pelatihan manajemen keuangan bagi mitra, mitra memiliki legalitas usaha/perizinan usaha, serta memiliki penambahan sarana pemasaran online seperti e’Peken. Implikasi dari pelaksanaan pengabdian masyarakat ini adalah semakin optimal dan tertatanya manajemen Kelompok Usaha Srikandi Semanggi yang menjadi mitra.
PPM PEMBUATAN ECO ENZYM SEBAGAI UPAYA PEMANFAATAN LIMBAH ORGANIK DI DESA KENDUNG , SURABAYA Fitra Mardiana; Yuli Ermawati; Rodhiyah Rodhiyah
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 5 (2022): PERAN PERGURUAN TINGGI DAN DUNIA USAHA DALAM AKSELERASI PEMULIHAN DAMPAK PANDEMI
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v5i0.1771

Abstract

Dalam kehidupan sehari-hari, sampah menjadi salah satu masalah terhadap lingkungan. Pengolahannya yang tidak tepat menyebabkan penumpukan dan sumber penyakit, dan tentu saja mengganggu pemandangan. Sampah organik bisa dikatakan sampah ramah lingkungan bahkan sampah yang bisa diolah kembali menjadi suatu yang bermanfaat bila dikelola dengan tepat. Melalui karang taruna dan ibu-ibu di Kampung Semanggi, tim abmas melakukan pengolahan sampah atau limbah organik dengan eco enzym sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, dan sebagai kegiatan positif yang dapat dijadikan sebagai peluang usaha karang taruna. Hasil pengolahan eco enzym ini dapat dijadikan alternatif produk alami sebagai cairan pembersih, desinfektan, dan pupuk organik di masa pandemi covid-19 serta mengurangi dampak pencemaran lingkungan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah memberikan pelatihan pembuatan eco enzyme langsung dari tim ahli. Setelah diberikan pelatihan, anggota karang taruna dan ibu-ibu dibimbing untuk menerapkan hasil pelatihan dalam kehidupan sehari-hari hingga menjadi produk yang dapat dimanfaatkan. Hasil dari kegiatan tim abmas adalah Sosialisasi pentingnya pengolahan sampah organik, Pelatihan pengolahan limbah organik menjadi eco enzym, dan pemanfaatan hasil eco enzym bagi karang taruna dan ibu-ibu di desa Kendung, kota Surabaya.
PENGEMBANGAN OLAHAN SAMBAL RUMAHAN “DAPUR UMMAH” MELALUI PENDAMPINGAN DI SEMEMI KIDUL-BENOWO-SURABAYA Alfin Maulana
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 5 (2022): PERAN PERGURUAN TINGGI DAN DUNIA USAHA DALAM AKSELERASI PEMULIHAN DAMPAK PANDEMI
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v5i0.1786

Abstract

Program Pengabdian kepada masyarakat (PKM) memiliki tujuan agar dapat meningkatkan kualitas serta kuantitas produksi sambal yang ada di Sememi Kidul-Sememi-Benowo-Surabaya. Sambal adalah salah satu hidangan khas Indonesia yang memiliki berbagai varian sambal yang berasal dari berbagai daerah. Masyarakat kota Surabaya yang didominasi remaja serta mahasiswa, baik yang berasal dari dalam kota maupun dari luar kota Surabaya senang terhadap makanan dengan citarasa pedas yang ditambahkan dengan sambal. Permintaan akan pasar sambal kemasan di kawasan mitra yaitu Dapur Ummah di RT 01/RW 04 Sememi Kidul-Sememi semakin meningkat. Ibu Alia merupakan pemilik UKM Dapur Ummah telah berproduksi sejak tahun 2019. Adapun usaha yang telah dilakukan oleh pemilik dalam rangka mengembangkan produksinya dengan cara menambah varian jenis sambal. Hingga Saat ini ada lima macam varian rasa yang diproduksi yaitu: Sambal Original, Sambal teri, Sambal tongkol dan Sambal cumi. Program kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan manajemen usaha serta meningkatkan produksi pada usaha mikro Sambal Kemasan milik Ibu Alia di wilayah Sememi Kidul-Sememi-Benowo. Target Luaran yang telah dicapai meliputi: 1) mitra dapat meningkatkan produksi; 2) mitra memiliki pengetahuan tentang cara penjualan produk dengan memanfaatkan media sosial; dan 3) mitra memiliki kemampuan untuk menyusun administrasi pembukuan keuangan sederhana. Metode yang digunakan dalam Program Pemberdayaan Masyarakat ini, di antaranya: 1) pelatihan; 2) pendampingan usaha mikro sambal kemasan; serta 3) melakukan monitoring, evaluasi dan pelaporan terhadap hasil kegiatan dan keberhasilan program yang telah ditetapkan. Dampak dari pelaksanaan kegiatan ini yaitu meningkatnya jumlah produksi dan cara penjualan produk dengan kemasan yang bersih dan menarik dengan memanfaatkan media sosial. Kata Kunci: Sambal, Produktivitas, Pemasaran, UKM

Page 97 of 138 | Total Record : 1378