cover
Contact Name
Makhyatul Fikriya
Contact Email
mahyafi@yahoo.co.id
Phone
+6285736448018
Journal Mail Official
jurnalhq@gmail.com
Editorial Address
Pondok Pesantren Hamalatul Qur’an Jogoroto Jombang Jl. Raya Jogoroto, Sumberbendo, Jogoroto, Kec. Jogoroto, Kabupaten Jombang, Jawa Timur 61485
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Al-Qur'an
ISSN : 27228991     EISSN : 27228983     DOI : -
Core Subject : Religion, Social,
Hamalatul Quran : Jurnal Ilmu Ilmu Al-Quran is Journal the publishes scientific articles on research in fields related to the Quran sciences
Articles 208 Documents
Penerapan Kaidah Al-Thibaq dalam Al-Qur’an (Kajian Balagah Mengetahui Struktur dan Fungsinya dalam Penafsiran al-Qur’an) Halim, Muhammad Suwandi
Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Alqur'an Vol. 5 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an Jogoroto Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/hq.v5i2.145

Abstract

The field of study balagah is divided into three major branches, one of which is badi’s science, which is learning about beautiful and interesting language when it will convey a meaning, to magnify the meaning called with muhassinat ma’nawiyah, and to magnify lafadz known with muhassinat lafdziyyah. Thibaq is a doctrine that studies the beauty of meaning (muhassinat ma’nawiyah). This study focuses on the application of thibaq in the Qur’an. The purpose this study is to know the contradiction of word and the meaning of the Qur’an and the significance of the verse that is thibaq. The research method used is qualitative descriptive because the type of research is library research, data collection techniques are documentation methods. The results of this research show that the thibaq rule functions to find a meaning that can clarify the intent, purpose, or clarify the meaning to be conveyed.
Kaedah Tafsir : Kaidah Nasakh Safitri, Nopira; Alwizar, Alwizar
Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Alqur'an Vol. 5 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an Jogoroto Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/hq.v5i2.147

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian yang mengkaji konsep nasakh dalam studi Al-Qur’an, yang terus menjadi topik kontroversial di kalangan ulama dari masa lampau hingga saat ini. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menguraikan definisi, dasar hukum, jenis, dan contoh nasakh, serta hikmah yang terkandung di dalamnya.. Metode penelitian yang digunakan dengan pendekatan studi pustaka melalui sumber literatur tentang kaedah nasakh. Kemudian dianalisis dan disajikan hasil temuan data secara objektif. Hasil dari penelitian ini yaitu Nasakh, yang berarti penghapusan atau penggantian hukum syariat dengan dalil syara’ yang lain, menjadi pusat perdebatan terutama dalam memahami ayat-ayat yang tampak bertentangan. Tiga ayat Al-Qur'an yaitu QS. Al-Baqarah: 106, QS. An-Nahl: 101, dan QS. Ar-Ra’d: 39 dijadikan sebagai dasar hukum nasakh. Jenis-jenis nasakh meliputi Nasakh Al-Qur’an dengan Al-Qur’an, Nasakh Al-Qur’an dengan As-Sunnah, Nasakh As-Sunnah dengan Al-Qur’an, dan Nasakh As-Sunnah dengan As-Sunnah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa nasakh berperan penting dalam penyesuaian hukum Islam sesuai dengan kemaslahatan umat
Kaedah Tafsir Mantuq dan Mafhum Nugroho, Arya Ficky; Alwizar, Alwizar
Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Alqur'an Vol. 5 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an Jogoroto Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/hq.v5i2.148

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji kaidah manṭūq dan mafhūm dalam studi Al-Qur’an. Dalam Al-Qur’an, terdapat lafaz makna yang berdasarkan pada bunyi asli (manṭūq), ada pula yang berdasarkan pada makna yang tersirat (mafhūm). Agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam memahami lafal atau redaksi ayat, kaedah manthuq dan mafhum merupakan salah satu kaidah yang baik untuk dikaji dalam upaya memahami Al-Qur’an khususnya yang bermuatan hukum. Metode dalam penelitian ini adalah library research atau penelitian pustaka dengan mengumpulkan data melalui literatur-literatur bidang keilmuan. Hasil dari penelitian ini yaitu Manṭūq terbagi menjadi dua, diantaranya lafaz yang tidak mempunyai kemungkinan mempunyai satu arti atau disebut dengan manṭūq nash dan lafaz yang mempunyai kemungkinan mempunyai arti lebih dari satu atau di sebut dengan manṭūq ẓāhir dan mu’awwal. Sedangkan mafhūm terbagi menjadi dua, diantaranya mafhūm muwāfaqah dan mafhūm mukhālafah. Manṭūq dan mafhūm berperan penting dalam penyesuaian hukum Islam sesuai dengan kemaslahatan umat, pengembangan hukum, serta pengujian dan pemeliharaan kualitas keimanan umat Islam.
Tujuan dan Materi Pendidikan dalam Perspektif Al-Qur’an Athiyah, Ummu; Alwizar, Alwizar
Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Alqur'an Vol. 5 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an Jogoroto Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/hq.v5i2.149

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian yang mengkaji konsep tujuan dan materi pendidikan dalam perspektif Al-Qur’an. Al-Qur'an sebagai pedoman hidup umat Islam mengandung banyak nilai pendidikan yang relevan bagi kehidupan manusia. Meskipun tidak merinci aspek pendidikan secara eksplisit, Al-Qur'an mendorong umat manusia untuk belajar dan mencari ilmu sebagai cara untuk mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis konsep pendidikan, tujuan pendidikan, dan materi pendidikan yang terkandung dalam Al-Qur'an. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis deskriptif, library research atau penelitian pustaka, yaitu penelitian yang digunakan dalam mengumpulkan informasi dan data melalui literatur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan Islam memiliki kekhasan tersendiri yang berakar kuat pada konsep-konsep yang holistik, mencakup pengembangan spiritual, moral, intelektual, sosial, dan jasmani. Terminologi seperti tarbiyah, ta’dib, ta’lim, dan tazkiyah menunjukkan bahwa pendidikan dalam Islam bertujuan untuk menciptakan manusia yang berakhlak mulia, berpengetahuan luas, dan bertanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat. Tujuan pendidikan dalam perspektif Al-Qur'an adalah untuk membentuk individu yang beriman, bertakwa, berilmu, berakhlak mulia, dan berperan aktif dalam masyarakat. Materi pendidikan dalam Al-Qur'an juga bersifat komprehensif, mencakup ilmu agama dan ilmu dunia, yang semuanya diajarkan dengan dasar keimanan dan ketauhidan kepada Allah.
Kaedah ‘Am dan Takhsis Akbar, Ridho
Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Alqur'an Vol. 5 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an Jogoroto Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/hq.v5i2.151

Abstract

Prinsip 'Am (umum) dan Takhsis (khusus) sangat berperan dalam hukum Islam serta penafsiran Al-Qur'an dan Hadis. Memahami kedua prinsip ini sangat penting untuk mendapatkan penafsiran yang tepat dan penerapan hukum syariah yang benar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi konsep 'Am dan Takhsis, bagaimana mereka berperan dalam penafsiran teks-teks Islam, serta bagaimana ulama dan ahli fiqh menerapkannya dalam merumuskan hukum. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan, dengan meninjau berbagai sumber klasik dan kontemporer untuk memahami penggunaan dan pentingnya 'Am dan Takhsis dalam hukum Islam. Hasil studi ini menunjukkan bahwa 'Am dan Takhsis berperan penting dalam menjelaskan makna teks dan menyelesaikan kontradiksi yang ada. Prinsip-prinsip ini membantu dalam menurunkan hukum khusus dari pernyataan umum dan sangat penting dalam metodologi teori hukum Islam.
Kaedah Mutlaq dan Muqoyyad Siregar, Asri Yanti; Alwizar, Alwizar
Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Alqur'an Vol. 5 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an Jogoroto Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/hq.v5i2.152

Abstract

Artikel ini mendalami dua konsep mendasar dalam ilmu tafsir Al-Quran, yakni kaedah mutlaq (interpretasi umum) dan kaedah muqoyyad (interpretasi terbatas). Fokus artikel adalah untuk menjelaskan perbedaan esensial antara kedua kaedah ini serta bagaimana mereka diterapkan dalam pemahaman teks-teks Al-Quran. Metode penelitian melibatkan analisis mendalam terhadap literatur tafsir klasik dan kontemporer yang membahas aspek-aspek kaedah ini. Hasil analisis menunjukkan bahwa kaedah mutlaq memberikan interpretasi yang luas dan universal, sedangkan kaedah muqoyyad memberikan interpretasi yang lebih terfokus dan situasional, sesuai dengan konteks spesifik dalam teks Al-Quran. Artikel ini tidak hanya menguraikan perbedaan teoretis antara kedua kaedah tersebut, tetapi juga mengilustrasikan bagaimana pemahaman yang tepat terhadap mereka dapat memperkaya interpretasi Al-Quran secara keseluruhan.
Belajar dan Mengajar dalam Perspektif Al-Qur’an Aswandi, Aswandi; Alwizar, Alwizar
Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Alqur'an Vol. 5 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an Jogoroto Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/hq.v5i1.153

Abstract

Pendidikan memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter dan pengetahuan individu. Al-Qur'an, sebagai kitab suci umat Islam, memberikan panduan yang komprehensif mengenai proses belajar dan mengajar yang tidak hanya mencakup aspek intelektual, tetapi juga spiritual dan moral. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep belajar dan mengajar dalam perspektif Al-Qur'an serta mengidentifikasi prinsip-prinsip yang relevan untuk diterapkan dalam sistem pendidikan saat ini. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka, dengan menelaah dan menganalisis ayat-ayat Al-Qur'an yang terkait dengan pendidikan. Selain itu, literatur sekunder yang mendukung tema ini juga ditinjau untuk memberikan konteks dan memperkuat analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur'an menekankan pentingnya pendidikan yang holistik, yang meliputi pengembangan intelektual, spiritual, dan moral. Prinsip-prinsip seperti niat yang ikhlas, ketekunan, dan kesabaran dalam proses belajar diidentifikasi sebagai faktor kunci dalam keberhasilan pendidikan menurut perspektif Al-Qur'an.
Metode Pendidikan dalam Perspektif Al-Qur’an Fadila, Nurul; Alwizar, Alwizar
Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Alqur'an Vol. 5 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an Jogoroto Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/hq.v5i2.154

Abstract

Artikel ini membahas pentingnya metode pendidikan dalam perspektif Al-Qur'an dan perannya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian pustaka, mengkaji literatur yang relevan untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam mengenai metode pendidikan dalam Al-Qur'an. Metode-metode yang diidentifikasi meliputi dialog (hiwar), keteladanan, jidal, kisah, perumpamaan (amtsal), dan targhib serta tahrib. Setiap metode memiliki manfaat khusus dalam membangkitkan motivasi, memudahkan pemahaman, dan menciptakan suasana belajar yang kondusif. Dengan menerapkan metode yang tepat, pendidik dapat mencapai tujuan pendidikan yang diharapkan dan membantu peserta didik berkembang secara optimal dalam aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik.
Azab Penghuni Neraka dalam Al-Qur’an Menurut Tafsîr Al-Marâghî Karima, Litakuna; Amrulloh, Muhamad; Saputra, Akhmadiyah
Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Alqur'an Vol. 5 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an Jogoroto Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/hq.v5i2.161

Abstract

This research examines of punishment in hell according to Ahmad Musthafa al-Maraghi. Tafsir Maraghi, as one of the contemporer exagesis known for its explicit and in-depth approach to the Quran, provides valuable insights into this theme. This research aims to analyze the concept of hell punishment for its dwellers according to Tafsir Maraghi, focusing on the interpretation of relevant Quranic verses. The analysis results indicate that Tafsir Maraghi emphasizes the consequences of evil deeds in human life and their consequences in the hereafter, namely the punishment of hell. This punishment is severe and inevitable for those who commit sins and do not repent. Tafsir Maraghi also describes various forms of punishment experienced by the dwellers of hell, such as the torment of fire and the torment of boiling water, and emphasizes the importance of avoiding sinful acts and repenting to Allah as an efforts to avoid such punishment. This research is expected to contribute to a deeper understanding of the punishment in hell for its dwellers in Islam, particularly through the perspective of Tafsir Maraghi. The findings of this research are also expected to serve as a useful reference for academics, researchers, and practitioners interested in the conciseness of exegesis and Islamic studies
Kaidah Bahasa dalam Menafsirkan Al-Qur’an Mazuki, Muhammad Tahrum
Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Alqur'an Vol. 5 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an Jogoroto Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/hq.v5i2.163

Abstract

Penelitian ini membahas prinsip-prinsip linguistik yang digunakan dalam menafsirkan Al-Qur'an, dengan menekankan pentingnya para penafsir (mufassir) untuk menguasai berbagai cabang ilmu pengetahuan, terutama linguistik Arab. Memahami bahasa Arab, termasuk tata bahasa dan kosakatanya, adalah hal yang penting untuk penafsiran Al-Qur'an yang akurat. Makalah ini menguraikan aturan linguistik utama seperti penggunaan kata ganti (isim dhamir), kata benda tertentu dan tidak tentu (ma'rifah dan nakirah), bentuk tunggal dan jamak (mufrod dan jama'), sinonim (murodif), serta perbedaan antara kata benda (isim) dan kata kerja (fi'il). Dengan menguasai prinsip-prinsip ini, para penafsir dapat memberikan penafsiran yang setia pada makna yang dimaksudkan dalam teks Al-Qur'an, sehingga menghindari kesalahan interpretasi dan menjaga integritas pesan Al-Qur'an.

Page 7 of 21 | Total Record : 208