ALMUJTAMAE: Jurnal Pengabdian Masyarakat
ALMUJTAMAE: Jurnal Pengabdian Masyarakat | ISSN 2809-347X (Online) | is an official journal published by the Faculty of Islamic Economics, Djuanda University, Bogor as a medium for disseminating, exchanging information and communication carried out by devotees as a result of community service activities. ALMUJTAMAE: Jurnal Pengabdian Masyarakat is an electronic journal that is professionally managed using the Open Journal System, published 3 times a year in April, August, and December. Journal scope of ALMUJTAMAE: Jurnal Pengabdian Masyarakat covers several fields of knowledge based on community service activities in the economic sector including: Islamic Economics, Islamic Banking, Micro, Small and Medium Enterprises, Economic Empowerment, Product Innovation, and others related to the economic field.
Articles
15 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 5 No. 2 (2025): Agustus"
:
15 Documents
clear
Peningkatan Brand Image UMKM Melalui Strategi Pemasaran Digital di Desa Wates Jaya
Jaelani, Anisa;
Kurnia, Tuti;
Purnamasari, Irma;
Kholik, Abdul;
Fauziah, Firna Nur
ALMUJTAMAE: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Djuanda Bogor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30997/almujtamae.v5i2.17956
Pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan di Desa Wates Jaya bertujuan untuk mendukung pemberdayaan UMKM keripik dengan memanfaatkan teknologi digital dan memperkuat branding produk melalui strategi pemasaran digital. Metode pengabdian yang digunakan yaitu dengan beberapa tahapan, diataranya pemetaan dan identifikasi kebutuhan, pelatihan pemasaran digital, pendampingan praktis, peningkatan kapasitas dalam pengelolaan digital, evaluasi dan monitoring, serta penyusunan rencana tindak lanjut. Hasil dari pengabdian ini menunjukkan bahwa penggunaan media sosial dapat menjadi cara yang efektif untuk memperkenalkan produk lokal, meningkatkan penjualan, serta memberikan keterampilan digital yang bermanfaat bagi masyarakat. Kegiatan yang dilaksanakan meliputi pembuatan akun media sosial, desain logo dan label produk, serta pengembangan konten pemasaran yang menarik untuk meningkatkan visibilitas dan daya saing produk. Dengan adanya akun media sosial, produk dapat dipromosikan secara lebih luas, menjangkau audiens yang lebih besar, dan memperkuat kesadaran merek. Logo dan label yang dirancang dengan profesional memberikan identitas yang jelas dan menambah kepercayaan konsumen terhadap kualitas produk. Selain itu, interaksi yang lebih intens dengan konsumen melalui media sosial berkontribusi pada peningkatan loyalitas dan kepuasan pelanggan. Dengan demikian, kegiatan ini telah memberikan kontribusi penting dalam perkembangan UMKM keripik dan diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan ekonomi berbasis produk lokal yang berkelanjutan di masa depan.
Pemberdayaan Masyarakat melalui Pengembangan Wisata Curug sebagai Sumber Pendapatan Berkelanjutan di Desa Ketenger
Utami, Indah Setia;
Suhartono, Suhartono;
Utami, Prasetyarti;
Darojah, Rani;
Rachmaningsih, Dewi Maharani;
Supriyono, Supriyono
ALMUJTAMAE: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Djuanda Bogor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30997/almujtamae.v5i2.19013
Potensi keindahan Curug Jenggala menarik jumlah wisatawan cukup besar, begitu pula dengan sumber daya alam berupa singkong dan kopi. Namun karena sulitnya akses menuju curug yang hanya dapat dilalui dengan jalan kaki, serta kurangnya keterampilan masyarakat dalam mengolah singkong dan biji kopi, membuat potensi sumber daya alam dan masyarakat Dusun Kalipagu belum optimal. Untuk itu perlu dilakukan kegiatan pelatihan, pendampingan dan pengembangan sarana wisata curug. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Dusun Kalipagu dalam pengolahan singkong dan kopi serta peningkatan jumlah wisatawan curug. Metode pengabdian menggunakan metode pembelajaran orang dewasa yaitu partisipan berperan aktif dalam setiap tahapan kegiatan ini. Terdapat tiga tahap dalam pelaksanaan kegiatan, yakni pelatihan dan pendampingan pengolahan singkong dan kopi, serta peningkatan sarana wisata melalui partisipasi masyarakat. Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan terdapat peningkatan 100% pengetahuan dan keterampilan peserta kegiatan terkait pengolahan singkong dan kopi, serta peningkatan jumlah wisatawan Curug Jenggala sebesar 150%. Kegiatan ini telah sesuai dengan tujuan pengabdian masyarakat. Saran untuk kegiatan lanjutan adalah diperlukannya pelatihan lanjutan dalam pengelolaan keuangan koperasi.
Optimalisasi Potensi UMKM Kelurahan Karang Asem Barat Melalui Inovasi Keripik Tahu sebagai Produk Bernilai Ekonomi dan Berkelanjutan
Wijaya, Muhammad Farhat
ALMUJTAMAE: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Djuanda Bogor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30997/almujtamae.v5i2.19087
Kelurahan Karang Asem Barat memiliki potensi besar di sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berbasis pangan, khususnya produk olahan tahu. Selama ini, tahu yang dihasilkan oleh pelaku usaha lokal umumnya dipasarkan dalam bentuk konvensional sehingga nilai tambahnya relatif rendah dan peluang pasar belum dimanfaatkan secara maksimal. Kondisi ini menjadi latar belakang dilaksanakannya program pengabdian yang bertujuan untuk mengoptimalkan potensi ekonomi lokal melalui inovasi keripik tahu sebagai produk yang tidak hanya bernilai ekonomi tetapi juga memiliki keberlanjutan usaha. Kegiatan ini dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif, melibatkan masyarakat setempat dalam seluruh tahapan mulai dari identifikasi potensi wilayah, pelatihan teknis produksi, hingga pendampingan strategi pemasaran berbasis digital. Proses pelaksanaan meliputi observasi dan wawancara untuk memahami kondisi awal, pelatihan produksi keripik tahu dengan variasi rasa yang menarik, serta penguatan kemampuan pemasaran melalui pemanfaatan media sosial dan marketplace. Hasil program menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam keterampilan teknis masyarakat, lahirnya produk keripik tahu yang memiliki kualitas lebih baik dan daya tarik visual yang lebih tinggi, serta perluasan jaringan pemasaran hingga ke luar wilayah. Secara keseluruhan, program ini membuktikan bahwa inovasi produk lokal berbasis bahan baku melimpah, jika diiringi dengan strategi produksi dan pemasaran yang tepat serta dukungan dari berbagai pihak, mampu menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi desa yang mandiri dan berkelanjutan.
Sosialisasi Perbankan Syariah Di Desa Cinagara: Meningkatkan Literasi Keuangan Berbasis Nilai Islami
Nurhaliza, Siti;
Aziz, Imam Abdul;
Apriyana, Maya
ALMUJTAMAE: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Djuanda Bogor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30997/almujtamae.v5i2.19531
Literasi keuangan berbasis nilai Islam memiliki peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di daerah pedesaan. Salah satu masalah utama dalam penerapannya adalah kurangnya pemahaman masyarakat tentang sistem perbankan syariah. Kegiatan pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang keuangan melalui sosialisasi perbankan syariah, yang mencakup prinsip-prinsip dasar seperti larangan riba, gharar, dan maysir, serta pelaksanaannya dalam produk perbankan syariah seperti akad mudharabah, murabahah, dan wakaf produktif. Adapun metode pengabdian menggunakan pendekatan orang dewasa dengan melibatkan masyarakat sekitar sebagai objek utama dala kegiatan ini. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa peningkatan pemahaman masyarakat tentang perbankan syariah, terdapat peningkatan minat masyarakat dalam menggunakan layanan perbankan syariah sebagai alternatif yang lebih sesuai dengan prinsip Islam. Namun, ada beberapa masalah yang dihadapi, seperti keterbatasan akses ke layanan perbankan syariah di wilayah pedesaan dan keyakinan yang kuat bahwa sistem ini lebih kompleks dibandingkan dengan perbankan konvensional. Oleh karena itu, diperlukan upaya lebih lanjut untuk memperluas akses dan pendidikan tentang keuangan syariah agar masyarakat dapat memaksimalkan manfaatnya.
Penyuluhan Literasi Keuangan dan Investasi bagi Ibu-Ibu Dasawisma di Desa Wisata Sukunan
Sumayyah, Sumayyah;
Damayanti, Rizki Wahyuning;
Zahara, Inna
ALMUJTAMAE: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Djuanda Bogor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30997/almujtamae.v5i2.19576
Desa Wisata Sukunan merupakan desa pelopor ramah lingkungan yang memiliki potensi ekonomi yang besar dari aktivitas daur ulang dan ekowisata. Namun, potensi yang ada di Desa Sukunan belum diimbangi dengan literasi keuangan dan investasi yang memadai. Oleh karena itu, tujuan pengabdian ini untuk meningkatkan literasi keuangan dan investasi masyarakat desa, serta mendorong transformasi ekonomi melalui kapasitas finansial masyarakat terkhusus ibu-ibu dasawisma sebagai peserta pengabdian. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian dengan pendekatan ceramah, diskusi dan partisipatif. Peserta berpartisipasi aktif baik dari menyimak materi yang diberikan, diskusi hingga simulasi invetasi dari awal sampai akhir acara kegiatan. Hasil dari kegiatan pengabdian adalah meningkatnya pengetahuan ibu-ibu dasawisma yang juga sebagai pelaku usaha dalam mengelola keuangan dan investasi. Hal ini dibuktikan dari hasil pre-test sebelum dilakukannya pengabdian, tingkat pengetahuan para peserta rata-rata sebesar 45%, lalu dilakukan penyuluhan keuangan dan investasi tingkat pengetahuan para peserta meningkat menjadi rata-rata sebesar 94%. Hal ini menjadi langkah awal bagi masyarakat terkait pemahaman yang lebih baik dari pengelolaan keuangan dan investasi. Dengan demikian, masyarakat menjadi semakin sadar atas manfaat investasi untuk jangka panjang agar kesejahteraan masyarakat semakin meningkat.
Strategi Pemilihan Lokasi Usaha yang Efektif untuk UMKM
Priatna, Isep Amas;
Widada, Rasyid;
Tohirin
ALMUJTAMAE: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Djuanda Bogor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30997/almujtamae.v5i2.19789
Permasalahan yang dihadapi UMKM di Kelurahan Kademangan, Kecamatan Serpong sebagian besar terkait dengan kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam memilih lokasi usaha yang tepat, sehingga berpengaruh pada keberlanjutan dan daya saing usaha mereka. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini untuk meningkatkan pemahaman pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam menentukan lokasi usaha yang strategis. Metode pelaksanaan kegiatan terdiri atas tahap persiapan (survei awal, studi pustaka, pemantapan program, dan penguatan tim), tahap pelaksanaan pelatihan, serta tahap evaluasi. Pelatihan dilakukan secara partisipatif dan kontekstual, dilengkapi dengan pre-test dan post-test untuk mengukur efektivitas. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta dalam menentukan lokasi usaha serta munculnya kesadaran akan pentingnya perencanaan lokasi sebagai faktor kunci dalam pengelolaan usaha. Kegiatan ini tidak hanya memberikan dampak praktis, tetapi juga memperkaya teori tentang penguatan kapasitas UMKM berbasis lokal. Program ini dapat direplikasi di wilayah lain dengan karakteristik serupa serta dikembangkan lebih lanjut melalui pendampingan berkelanjutan.
Penguatan Kemandirian Ekonomi: Sosialisasi Pentingnya Sistem Informasi Akuntansi (SIA) Di Desa Wisata Sukunan Dalam Pengelolaan Limbah Berdaya Ekonomi
Zahara, Inna;
Viyani, Ari Okta;
Sumayyah, Sumayyah
ALMUJTAMAE: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Djuanda Bogor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30997/almujtamae.v5i2.19818
Desa Wisata Sukunan merupakan contoh sukses pengelolaan sampah berbasis komunitas yang telah mengadopsi prinsip 3R (reduce, reuse, Recycle) untuk menghasilkan produk daur ulang bernilai ekonomi. Namun, pengelolaan keuangan usaha berbasis limbah di desa ini masih menghadapi tantangan. Pencatatan keuangan masih dilakukan secara manual berisiko menimbulkan kesalahan pencatatan, kurangnya transparansi, serta sulitnya perencanaan usaha. Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan usaha dalam pencatatan keuangan melalui sosialisasi dan pelatihan Sistem Informasi Akuntansi (SIA) sederhana berbasis digital. Metode kegiatan mencakup observasi awal, sosialisasi, pelatihan langsung, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil pelatihan menunjukan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta mengenai pencatatan arus kas, laporan laba rugi, dan penggunaan aplikasi Google Sheets. Peserta yang mampu menyusun laporan secara mandiri meningkat dari 15% menjadi 80%. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan SIA sederhana dapat mendorong tata kelola keuangan usaha limbah menjadi lebih transparan dan akuntabel. Program ini diharapkan dapat berkontribusi pada penguatan kemandirian ekonomi dan berkelanjutan ekowisata berbasis masyarakat di Desa Wisata Sukunan.
Pemberdayaan UMKM Diaspora: Strategi Pengembangan dan Pemasaran Digital bagi Pedagang Kecil di Suriname
Maulida, Minati;
Gunawan, Muhammad Ali;
Setiawan, Ari
ALMUJTAMAE: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Djuanda Bogor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30997/almujtamae.v5i2.20034
Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kapasitas dan kesadaran pelaku UMKM diaspora terhadap pentingnya transformasi usaha yang berkelanjutan di era digital. Program pengabdian masyarakat lintas negara ini dilaksanakan di Suriname sebagai bentuk kontribusi terhadap pemberdayaan pelaku UMKM diaspora Indonesia yang menghadapi berbagai tantangan struktural, seperti keterbatasan akses modal, rendahnya literasi digital dan hukum bisnis, serta lemahnya tata kelola usaha. Kegiatan dilakukan secara daring dengan pendekatan edukatif dan partisipatif, mencakup pelatihan ekonomi sirkular, pemasaran digital, dan perlindungan hukum UMKM. Sebanyak 154 peserta dari Indonesia, Malaysia, dan Suriname mengikuti program ini. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap pentingnya transformasi usaha yang berkelanjutan dan adaptif di era digital. Selain itu, program ini memperlihatkan efektivitas kolaborasi internasional dalam menjangkau komunitas diaspora dan mendorong pembentukan jejaring pendampingan lokal. Temuan ini memberikan landasan kuat untuk pengembangan program lanjutan yang lebih terstruktur dan kontekstual.
Pelatihan Implementasi Ekonomi Digital pada Sektor Perdagangan UMKM Wilayah Pedesaan
Danil, Muhammad;
Fanani, Mohammad;
Lifchatullaillah, Endang
ALMUJTAMAE: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Djuanda Bogor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30997/almujtamae.v5i2.20401
Urgensi implementasi ekonomi digital pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) semakin meningkat seiring dengan ketatnya persaingan global, percepatan adopsi teknologi akibat pandemi COVID-19 serta perubahan perilaku konsumen yang cenderung berbelanja secara daring. UMKM yang tidak beradaptasi dengan digitalisasi berisiko tertinggal dalam persaingan pasar. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk merumuskan solusi strategis guna mendorong pertumbuhan dan keberlanjutan UMKM di era digital agar mampu berkontribusi optimal terhadap perekonomian nasional. Metode yang digunakan adalah pelatihan dan workshop yang dilanjutkan dengan evaluasi dan monitoring menggunakan pendekatan analisis berdasarkan hasil di lapangan. Adapun hasil dari kegiatan pengabdian ini mencakup: (1) identifikasi tantangan dan peluang dalam adopsi teknologi digital oleh UMKM; (2) penyusunan rekomendasi strategis berupa kebijakan, pelatihan, akses teknologi, dan dukungan finansial; (3) pengembangan model implementasi ekonomi digital yang aplikatif; serta (4) penyajian studi kasus UMKM yang berhasil dalam digitalisasi sebagai role model dari praktik terbaik. Hasil pengabdian diharapkan dapat memberikan wawasan mendalam mengenai implementasi ekonomi digital pada sektor perdagangan UMKM.
Peningkatan Visibilitas Melalui Branding Usaha pada Bengkel Motor dan Tambal Ban Zain Jaya dalam Menghadapi Persaingan
Aini, Chelsia Nur;
Putri, Anggisca Yofiananda;
Yunanto, Vanezza Eka;
Widodo, Agustina
ALMUJTAMAE: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Djuanda Bogor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30997/almujtamae.v5i2.20776
Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam struktur perekonomian nasional, namun masih banyak pelaku usaha di sektor informal yang menghadapi tantangan dalam meningkatkan daya saing dan visibilitas usaha, terutama dalam aspek branding dan pemanfaatan teknologi digital. Artikel ini mengkaji strategi peningkatan visibilitas melalui penguatan identitas visual dan integrasi peta digital pada UMKM Bengkel dan Tambal Ban Zain Jaya di Desa Tireman, Kabupaten Rembang. Tujuan kegiatan ini adalah untuk membantu UMKM dalam membangun citra usaha yang lebih profesional, mudah diakses secara digital, dan mampu menjangkau konsumen yang lebih luas. Metode yang digunakan meliputi observasi lapangan, wawancara, identifikasi masalah, analisis kebutuhan, perancangan dan pemasangan media promosi (banner dan plang), serta pendaftaran lokasi usaha di Google Maps. Hasil dari pelaksanaan program menunjukkan bahwa bengkel telah memiliki identitas visual yang lebih kuat melalui banner usaha dan plang penunjuk arah, serta kini dapat ditemukan dengan mudah oleh konsumen melalui pencarian digital. Selain itu, adanya penunjuk arah dari ban bekas juga mempermudah konsumen menemukan lokasi bengkel dari jalan utama. Program ini menunjukkan bahwa pendekatan lokal dan partisipatif berbasis teknologi sederhana dapat menjadi solusi efektif dalam meningkatkan visibilitas dan daya saing UMKM sektor informal di pedesaan.