cover
Contact Name
Arwan Wiratman
Contact Email
arwan.wiratman@iainpalopo.ac.id
Phone
+6285343748580
Journal Mail Official
arwan.wiratman@iainpalopo.ac.id
Editorial Address
Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia) Office Jalan Bumi 18 Blok A No. 1 Bumi Permata Hijau, Makassar, Indonesia.
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Indonesia
ISSN : 28098749     EISSN : 28094085     DOI : https://doi.org/10.51574/judikdas.v1i2
Core Subject : Education,
JUDIKDAS: Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Indonesia adalah jurnal ilmiah yang bertujuan untuk mempublikasikan hasil penelitian yang orisinil dan memuat isu-isu terkini di bidang pendidikan dasar dengan kualitas terbaik yang meliputi Manajemen pendidikan, Strategi dan Inovasi Pembelajaran, Alat dan Media Pembelajaran, Kompetensi guru, dan perkembangan anak di sekolah dasar. JUDIKDAS adalah jurnal peer-review yang diterbitkan oleh Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia).
Articles 188 Documents
Peningkatan Minat Belajar Siswa Sekolah Dasar Menggunakan Google site dalam Pembelajaran IPA Evi Ristiana
Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Indonesia Vol 2 No 4 (2023): SEPTEMBER
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Bakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/judikdas.v2i4.1014

Abstract

Penggunaan media pembelajaran yang inovatif menjadi krusial dalam meningkatkan minat belajar peserta didik di era digital saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran interaktif berbasis Google Site sebagai upaya untuk meningkatkan minat belajar peserta didik kelas V SDI Mangasa 1. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan dengan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Penelitian dimulai dengan analisis kebutuhan, identifikasi masalah, dan pengumpulan data awal melalui observasi dan kuesioner. Selanjutnya, desain media pembelajaran interaktif berbasis Google Site disusun berdasarkan temuan analisis kebutuhan dan teori-teori pembelajaran. Proses pengembangan melibatkan ahli media, ahli materi, dan guru sebagai validator. Media pembelajaran diimplementasikan dalam pembelajaran kelas V SDI Mangasa 1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan media pembelajaran interaktif berbasis Google Site dapat meningkatkan minat belajar peserta didik. Adanya fitur-fitur interaktif seperti video pembelajaran, simulasi, dan kuis online memberikan pengalaman belajar yang lebih menarik dan berkesan. Selain itu, respons positif dari peserta didik dan guru menunjukkan bahwa media pembelajaran ini dapat diintegrasikan dengan baik dalam proses pembelajaran di kelas. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan teknologi pembelajaran di tingkat SDI Mangasa 1 dan memberikan panduan praktis bagi guru dalam mengimplementasikan media pembelajaran interaktif berbasis Google Site. Selain itu, penelitian ini dapat menjadi referensi bagi peneliti dan praktisi pendidikan untuk mengembangkan media pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik di era digital.
Pembelajaran Matematika pada Materi Perkalian di Sekolah Dasar dengan Berbantuan Alat Peraga Nurwahida; Irajuana Haidar
Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Indonesia Vol 2 No 2 (2023): MARET
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Bakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/judikdas.v2i2.1271

Abstract

The implementation of this study aims to determine the appropriate teaching aids for multiplication material in elementary schools. The design of this research is library research by preparing equipment, compiling a work bibliography, managing time, reading and making research notes. The props used to teach multiplication material are KOBELA (Magic Learning Box), Jarimatika and Multiplication Board. with the results of the literature review, it can be concluded that teaching aids function to explain or demonstrate a subject in the teaching and learning process on multiplication material.
Engklek sebagai Sarana Edukatif: Inovasi Pembelajaran IPAS Berbasis Permainan Tradisional di Sekolah Dasar Annisa Firjatullah; Yuni Krisnawati; Dedy Firduansyah
Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Indonesia Vol 4 No 4 (2025): Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Indonesia
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Bakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/judikdas.v4i4.3537

Abstract

memenuhi kriteria kevalidan dan kepraktisan pada mata pelajaran IPAS di  siswa kelas V SD Negeri 46 Lubuklinggau. Penelitian ini didasari pada rendahnya partisipasi siswa dan kurangnya media yang sesuai dengan gaya belajar mereka, yang berdampak pada pemahaman materi. Jenis penelitian ini adalah  Research and Development dengan model pengembangan ADDIE. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VA. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, angket dan dokumentasi. Berdasarkan hasil validasi menunjukkan media sangat valid, dengan skor Aiken’s V penilaian dari validator Bahasa sebesar 0,86 (sangat valid), validator media sebesar 0,83 (sangat valid) dan validator materi sebesar 0,88 (sangat valid). Kepraktisan media mencapai 94% (sangat praktis), yang menunjukkan bahwa media inimudah digunakan dan dipahami. Dengan demikian, media pembelajaran Engklek layak digunakan sebagai alternatif pembelajaran yang interaktif, menyenangkan dan mampu meningkatkan motivasi serta pemahaman siswa.
Analisis Penguatan Pendidikan Karakter melalui Pembiasaan Berbahasa Jawa Krama Madya Noerharyanti Noerharyanti; Dwiyono Putranto; Novianti Novianti
Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Indonesia Vol 4 No 4 (2025): Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Indonesia
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Bakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/judikdas.v4i4.3559

Abstract

Pendidikan karakter menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi bangsa yang berakhlak mulia. Salah satu pendekatan dalam penguatan karakter adalah melalui pembiasaan bahasa, khususnya bahasa daerah seperti bahasa Jawa krama madya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penguatan nilai-nilai kemandirian peserta didik melalui pembiasaan berbahasa Jawa krama madya di SD Kanisius Wonogiri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiasaan berbahasa Jawa krama madya secara teratur, terutama setiap hari Rabu, mampu membentuk sikap berani, percaya diri, disiplin, tanggung jawab, dan inisiatif peserta didik. Namun, ditemukan pula bahwa penguatan aspek percaya diri dan inisiatif belum sepenuhnya berhasil karena penggunaannya masih terbatas pada waktu pembiasaan dan belum muncul secara mandiri di luar jam tersebut. Pembiasaan ini memberikan dampak positif dalam membentuk karakter kemandirian yang kuat, terutama dalam konteks budaya lokal. Implikasi penelitian ini memberikan gambaran bahwa bahasa daerah bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga media pembentukan karakter.
Penerapan Aplikasi Duolingo untuk Meningkatkan Keaktifan Belajar Peserta Didik pada Mata Pelajaran Bahasa Inggris Sheli Astika; Urip Widodo; Walyono Walyono
Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Indonesia Vol 4 No 4 (2025): Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Indonesia
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Bakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/judikdas.v4i4.3571

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan aplikasi Duolingo dalam meningkatkan keaktifan belajar peserta didik pada mata pelajaran Bahasa Inggris di kelas IV SD Kanisius Wonogiri. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan dua siklus, masing-masing terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan aplikasi Duolingo mampu meningkatkan keaktifan belajar peserta didik yang ditunjukkan dengan meningkatnya partisipasi, perhatian, dan antusiasme siswa dalam pembelajaran. Selain itu, siswa menjadi lebih percaya diri dan berani dalam mencoba berbicara Bahasa Inggris. Hasil ini menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis teknologi dapat menjadi alternatif yang efektif dalam menciptakan pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan, khususnya pada mata pelajaran Bahasa Inggris di sekolah dasar.
Konstruksi Pemahaman Fikih Lingkungan Siswa melalui Program Pembelajaran Berbasis Upcycling Sampah: Studi Kasus di PNF KBRI Kuala Lumpur Wardahtusofiyah Wardahtusofiyah; Satuyar Mufid; Syuhud Syuhud
Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Indonesia Vol 5 No 3 (2026): Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Indonesia
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Bakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/judikdas.v5i3.5608

Abstract

Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) tidak hanya bertujuan membentuk pemahaman keagamaan peserta didik, tetapi juga menanamkan kesadaran dalam menjaga lingkungan sebagai bagian dari ajaran Islam. Namun, pembelajaran fikih lingkungan masih cenderung bersifat konseptual sehingga diperlukan pembelajaran yang kontekstual dan berbasis pengalaman. Penelitian ini bertujuan menganalisis konstruksi pemahaman fikih lingkungan siswa melalui program pembelajaran berbasis upcycling sampah di PKBM PNF KBRI Kuala Lumpur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap guru, pengelola, dan siswa, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan upcycling sampah mampu membangun pemahaman siswa mengenai pentingnya menjaga lingkungan sebagai bagian dari ajaran Islam. Pemahaman tersebut terbentuk melalui pengalaman belajar secara langsung yang dipadukan dengan penjelasan guru mengenai nilai-nilai fikih lingkungan, sehingga siswa tidak hanya memahami konsep pelestarian lingkungan secara teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis upcycling dapat menjadi alternatif pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang kontekstual dalam menginternalisasikan nilai-nilai fikih lingkungan pada lembaga pendidikan nonformal.
Ironic Language Style in Social Media Comment Sections and Its Implications for Figurative Meaning Learning in Sixth-Grade Elementary School Fikri Fikri; Agus Saripudin; Arya David Pratama; AbdalAziz Alhindi Osman Mohammed
Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Indonesia Vol 5 No 3 (2026): Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Indonesia
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Bakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/judikdas.v5i3.5632

Abstract

Gaya bahasa sindiran semakin marak digunakan pada kolom komentar akun media sosial tokoh publik, namun penelitian yang mengaitkan fenomena wacana digital ini dengan kompetensi memahami makna kiasan pada peserta didik sekolah dasar masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan jenis dan makna pragmatis gaya bahasa sindiran pada kolom komentar akun tokoh publik di platform X, serta merumuskan implikasinya terhadap pengembangan bahan pembelajaran makna kiasan bagi peserta didik kelas VI sekolah dasar. Penelitian menggunakan desain kualitatif deskriptif, melibatkan 91 tuturan yang dikumpulkan dari kolom komentar empat unggahan terkait kunjungan kerja pascabencana, menggunakan teknik simak-catat dan triangulasi penyidik untuk menjaga keabsahan data. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan sinisme sebagai jenis paling dominan (71 tuturan, 78,0%), diikuti sarkasme (15 tuturan, 16,5%) dan ironi (5 tuturan, 5,5%), yang mencerminkan kecenderungan pengguna media sosial memilih bentuk kritik yang eksplisit dan menuntut beban kognitif lebih rendah. Temuan ini memiliki relevansi konseptual dengan Capaian Pembelajaran Bahasa Indonesia Fase C yang menuntut peserta didik kelas VI membedakan fakta dan opini serta memahami makna kiasan. Direkomendasikan agar temuan ini dimanfaatkan sebagai rujukan pengembangan profesional guru dalam merancang bahan ajar makna kiasan yang sesuai usia, bukan sebagai bahan bacaan langsung bagi peserta didik, mengingat muatan data sumber berasal dari wacana politik dewasa.
Pengaruh Coaching Model GROWME terhadap Kompetensi Guru dalam Menyusun Asesmen Pembelajaran Peserta Didik di Sekolah Dasar Yogi Agus Ferdiansyah; Wahyu Sukartiningsih; Hitta Alfi Muhimmah
Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Indonesia Vol 5 No 3 (2026): Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Indonesia
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Bakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/judikdas.v5i3.5652

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh coaching model GROW-ME terhadap kompetensi guru dalam menyusun asesmen pembelajaran peserta didik di sekolah dasar. GROW-ME merupakan pendekatan coaching yang meliputi tahapan Goal, Reality, Options, Will, Monitoring, dan Evaluation untuk memfasilitasi proses refleksi, perencanaan tindakan, pemantauan, dan evaluasi pengembangan profesional guru. Penelitian menggunakan metode kuasi-eksperimental dengan nonequivalent control group design. Sebanyak 20 guru SD di Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri, terlibat dalam penelitian dan terbagi menjadi kelompok eksperimen (n = 10) yang memperoleh coaching GROW-ME dan kelompok kontrol (n = 10). Data dikumpulkan melalui tes kompetensi, lembar observasi, dan wawancara terstruktur, kemudian dianalisis menggunakan uji normalitas, homogenitas, independent samples t-test, N-Gain, dan ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi awal kedua kelompok tidak berbeda signifikan (p = 0,227). Setelah intervensi, rata-rata skor kelompok eksperimen meningkat dari 54,10 menjadi 79,50, sedangkan kelompok kontrol meningkat dari 53,20 menjadi 55,50. Hasil independent samples t-test menunjukkan perbedaan post-test yang signifikan antara kedua kelompok, t(18) = 23,87, p < 0,001. Rata-rata N-Gain kelompok eksperimen sebesar 0,5536 (kategori sedang), sedangkan kelompok kontrol sebesar 0,0495 (kategori rendah). Temuan tersebut menunjukkan bahwa guru yang memperoleh coaching GROW-ME memiliki peningkatan kompetensi penyusunan asesmen yang lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol. Penelitian ini memperluas bukti empiris penerapan GROW-ME sebagai pendekatan pendampingan profesional oleh pengawas sekolah untuk mengembangkan kompetensi asesmen guru SD dan merekomendasikan pengujian lebih lanjut pada sampel dan konteks satuan pendidikan yang lebih luas.
Collaborative Learning in Primary Schools: A Systematic Review of Development, Strategies, and Effectiveness Amri Saputra; Defriyadi Defriyadi; Ahmad Saipul Anwar; Dini Cahyati
Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Indonesia Vol 5 No 2 (2026): Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Indonesia
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Bakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/judikdas.v5i2.5664

Abstract

Collaborative learning has established itself as one of the most significant pedagogical approaches in 21st-century primary education. This study presents a systematic review of the development, implementation strategies, and effectiveness of collaborative learning in primary schools, drawing on analysis of 198 Scopus-indexed articles published between 2010 and 2026. Rather than mapping epistemological trends, this review adopts a practice-oriented perspective, examining how collaborative learning works, which strategies have proven effective, under what conditions effectiveness is optimal, and what fundamental implementation challenges exist in real classrooms. Five developmental phases are identified, characterized by successive shifts in focus: from dialogic technology (2010–2014), structuring of cooperative models (2015–2019), redefinition of collaboration in the pandemic era (2020–2022), integration of social-emotional learning and artificial intelligence (2023–2024), and an orientation toward inclusion and educational equity (2025–2026). Strategies such as Jigsaw, STAD, peer tutoring, and collaborative project-based learning consistently demonstrate positive effects on academic achievement (Hedges' g = 0.71–0.79), social-emotional skills, learning motivation, and the formation of long-term social preferences. Critically, this effectiveness is not automatic and is highly dependent on implementation quality, teacher facilitation competence, task design that ensures positive interdependence, and group composition that accounts for cognitive capacity. The most significant challenges identified include the reduction of collaborative learning to procedural group work, weak group process regulation, and unanticipated cognitive heterogeneity. In the Indonesian context, collaborative learning carries strong cultural and policy resonance with the value of gotong royong and the spirit of Kurikulum Merdeka, yet the gap between policy rhetoric and meaningful classroom practice still requires serious attention.
Efektivitas Bahan Ajar Berbasis Etnomatematika Sunda terhadap Kemampuan Representasi Matematika Siswa pada Materi Bangun Ruang Sisi Lengkung Rahayu Syafari; Aan Nurhasanah
Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Indonesia Vol 5 No 2 (2026): Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Indonesia
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Bakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/judikdas.v5i2.5666

Abstract

Kemampuan representasi matematis yaitu kemampuan siswa mengungkapkan gagasan matematis secara verbal, visual, dan simbolik masih menjadi kelemahan yang terdokumentasi pada siswa SMP di Indonesia, khususnya pada materi bangun ruang sisi lengkung, sementara bahan ajar berbasis etnomatematika jarang mengevaluasi kemampuan ini pada tingkat indikator secara terpisah. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas bahan ajar terintegrasi etnomatematika budaya Sunda berupa objek budaya sehari-hari yang secara struktural bersesuaian dengan bentuk kerucut, tabung, dan bola terhadap kemampuan representasi matematis 25 siswa kelas IX di sebuah SMP Negeri di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, menggunakan desain penelitian dan pengembangan (R&D) dengan evaluasi one-group pretest-posttest. Skor representasi matematis meningkat signifikan dari pretest (M = 12,20; SD = 3,34) ke posttest (M = 19,00; SD = 3,12), t(24) = 10,58, p < 0,001, d = 2,12, 95% CI [1,40, 2,82], hasil yang tetap stabil pada delapan analisis sensitivitas. Peningkatan juga berbeda signifikan antar tiga indikator, χ²(2) = 13,36, p = 0,001, Kendall's W = 0,27; berbeda dari prediksi arah semula, indikator visual bukan verbal menunjukkan peningkatan terendah. Bahan ajar dinilai sangat valid oleh ahli (81,3%) dan praktis oleh guru maupun siswa. Temuan ini mendukung pembelajaran berbasis konteks budaya untuk meningkatkan kemampuan representasi matematis, sekaligus menunjukkan bahwa peningkatan antar indikator tidak seragam.