cover
Contact Name
Arwan Wiratman
Contact Email
arwan.wiratman@iainpalopo.ac.id
Phone
+6285343748580
Journal Mail Official
arwan.wiratman@iainpalopo.ac.id
Editorial Address
Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia) Office Jalan Bumi 18 Blok A No. 1 Bumi Permata Hijau, Makassar, Indonesia.
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Indonesia
ISSN : 28098749     EISSN : 28094085     DOI : https://doi.org/10.51574/judikdas.v1i2
Core Subject : Education,
JUDIKDAS: Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Indonesia adalah jurnal ilmiah yang bertujuan untuk mempublikasikan hasil penelitian yang orisinil dan memuat isu-isu terkini di bidang pendidikan dasar dengan kualitas terbaik yang meliputi Manajemen pendidikan, Strategi dan Inovasi Pembelajaran, Alat dan Media Pembelajaran, Kompetensi guru, dan perkembangan anak di sekolah dasar. JUDIKDAS adalah jurnal peer-review yang diterbitkan oleh Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia).
Articles 188 Documents
Implementasi Pembelajaran IPA Berbasis Experiential Learning untuk Meningkatkan Berpikir Kritis Siswa Sekolah Dasar Rika Yuliana
Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Indonesia Vol 5 No 2 (2026): Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Indonesia
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Bakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/judikdas.v5i2.5668

Abstract

Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu kompetensi penting dalam pembelajaran IPA sekolah dasar, namun pembelajaran yang kurang memberikan pengalaman langsung dapat membatasi kesempatan siswa dalam mengembangkan kemampuan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pembelajaran IPA berbasis experiential learning dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one-group pretest-posttest yang melibatkan 35 siswa kelas V SD Negeri Waru 01, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan berpikir kritis sebelum dan sesudah pembelajaran yang dilaksanakan berdasarkan empat tahapan experiential learning, yaitu concrete experience, reflective observation, abstract conceptualization, dan active experimentation. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, N-Gain, uji normalitas Shapiro-Wilk, dan paired-samples t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan berpikir kritis siswa meningkat dari 50,51 pada pretest menjadi 80,91 pada posttest, dengan nilai N-Gain sebesar 0,61 dalam kategori sedang. Hasil paired-samples t-test menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kemampuan berpikir kritis sebelum dan sesudah implementasi pembelajaran. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa pengalaman konkret, refleksi, pembentukan konsep, dan eksperimen aktif dapat memberikan ruang bagi siswa untuk menginterpretasikan informasi, menganalisis fenomena, mengevaluasi bukti, dan menarik kesimpulan. Penelitian ini merekomendasikan penerapan experiential learning secara lebih luas dengan sampel dan durasi pembelajaran yang lebih besar serta desain eksperimen yang melibatkan kelompok kontrol untuk memperkuat bukti efektivitasnya dalam pembelajaran IPA sekolah dasar.
Efektivitas Media Pembelajaran De KeLuVa Berbasis Tri-N terhadap Kreativitas dan Hasil Belajar Siswa Sekolah Dasar Anisa Khayati Nur Kafah
Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Indonesia Vol 5 No 2 (2026): Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Indonesia
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Bakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/judikdas.v5i2.5672

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pengembangan kreativitas siswa sekolah dasar melalui pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengamati, mencoba, dan mengembangkan gagasan. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas media pembelajaran DE KELUVA berbasis Tri-N terhadap kreativitas siswa kelas IV sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain One-Group Pretest-Posttest. Subjek penelitian berjumlah 40 siswa kelas IV SD Negeri Golo dan SD Negeri Glagah. Data dikumpulkan menggunakan angket kreativitas yang terdiri atas 20 pernyataan berdasarkan indikator fluency, flexibility, originality, dan elaboration. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, dan paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor kreativitas meningkat dari 54,475 pada pretest menjadi 61,225 pada posttest, dengan peningkatan sebesar 6,75 poin. Distribusi kategori kreativitas juga mengalami perubahan positif, ditunjukkan oleh berkurangnya siswa pada kategori belum berkembang dan meningkatnya siswa pada kategori sesuai harapan serta sangat baik. Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa data memenuhi asumsi normalitas. Selanjutnya, paired sample t-test menghasilkan nilai signifikansi 0,038 < 0,05, yang menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kreativitas siswa sebelum dan sesudah penggunaan media DE KELUVA berbasis Tri-N. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan tahapan Niteni, Nirokke, dan Nambahi dalam media pembelajaran dapat memberikan pengalaman belajar yang mendukung proses pengembangan kreativitas siswa. Dengan demikian, DE KELUVA berbasis Tri-N berpotensi menjadi alternatif media pembelajaran yang dapat digunakan untuk mendukung pengembangan kreativitas siswa sekolah dasar dalam pembelajaran matematika.
Integrasi Koding Unplugged dan Computational Thinking dalam Pembelajaran IPAS: Peningkatan Pemahaman Konsep dan Berpikir Kritis Siswa Fahrudin Fahrudin; Mei Fita Asri Untari; Joko Sulianto; Ngatmini Ngatmini
Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Indonesia Vol 5 No 2 (2026): Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Indonesia
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Bakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/judikdas.v5i2.5688

Abstract

Pembelajaran IPAS di sekolah dasar memerlukan perangkat pembelajaran yang tidak hanya membantu siswa memahami konsep, tetapi juga memfasilitasi pengembangan kemampuan berpikir kritis melalui aktivitas pemecahan masalah yang sistematis dan kontekstual. Penelitian ini bertujuan mengembangkan LKPD Koding Unplugged berbasis Computational Thinking yang valid, praktis, dan efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep dan kemampuan berpikir kritis siswa pada pembelajaran IPAS sekolah dasar. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. LKPD mengintegrasikan empat komponen Computational Thinking, yaitu decomposition, pattern recognition, abstraction, dan algorithm design, melalui misi IPAS kontekstual, grid map, kartu instruksi koding, serta tantangan pemecahan masalah. Uji coba terbatas melibatkan 8 siswa, sedangkan uji efektivitas melibatkan 60 siswa kelas V yang terbagi menjadi kelompok eksperimen dan kontrol dengan desain nonequivalent control group. Data dikumpulkan melalui wawancara, angket, observasi, tes, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKPD memperoleh rata-rata Aiken’s V sebesar 0,91 dengan kategori sangat valid dan tingkat kepraktisan sebesar 91,15% dengan kategori sangat praktis. Pada aspek efektivitas, kelompok eksperimen menunjukkan peningkatan pemahaman konsep dengan N-Gain sebesar 0,63 dibandingkan kelompok kontrol sebesar 0,34. Kemampuan berpikir kritis kelompok eksperimen juga meningkat dengan N-Gain sebesar 0,60, lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol sebesar 0,33. Dengan demikian, LKPD Koding Unplugged berbasis Computational Thinking dinilai valid, praktis, dan potensial efektif untuk memfasilitasi pemahaman konsep dan kemampuan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran IPAS sekolah dasar.
Strengthening Quran Memorisation Through Active, Creative, Effective, and Enjoyable Learning Strategies at Quran Memorization Islamic Boarding School Marliati Marliati; Hamka Ilyas; Muhammad Rusmin B
Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Indonesia Vol 5 No 2 (2026): Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Indonesia
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Bakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/judikdas.v5i2.5691

Abstract

This study examines the strengthening of Quran memorisation through Active, Creative, Effective, and Enjoyable Learning strategies at Pondok Pesantren Tahfizhul Quran Al-Imam Ashim Makassar. The study aims to analyse the implementation of the strategy, the role of tahfizh instructors, the supporting and inhibiting factors, and the solutions applied to overcome obstacles in maintaining students’ memorisation quality. This qualitative study employed pedagogical, psychological, and phenomenological approaches. Data were collected from pesantren leaders, tahfizh instructors, students, institutional documents, books, and scientific journals through observation, interviews, and documentation. Data were analysed through data reduction, data presentation, and conclusion drawing and verification, with credibility strengthened through source, technique, and time triangulation. The findings show that Quran memorisation strengthening is implemented through an integrated sequence of fasohah, talaqqi, ziyadah, murajaah, sima’an, and periodic evaluation. The Active, Creative, Effective, and Enjoyable Learning strategy is manifested through active student participation in repetition, peer tutoring, mutual correction, verse continuation, and tajwid discussions; creative activities such as memorisation maps, keyword-based verse searches, and prayer leader simulations; effective target setting and systematic evaluation; and an enjoyable learning atmosphere supported by appreciation and close instructor-student relationships. Instructors function as facilitators, guides, motivators, role models, innovators, and evaluators who adapt guidance to individual learning abilities. The structured tahfizh schedule, halaqah environment, instructor guidance, and peer interaction support implementation, while differences in memorisation abilities, instructor tardiness, and student illness create obstacles. Intensive guidance, increased murajaah, talaqqi, peer tutoring, flexible targets, and improved instructor discipline provide practical solutions. The study concludes that integrating Active, Creative, Effective, and Enjoyable Learning with established tahfizh methods can strengthen memorisation quality while fostering student engagement, discipline, independence, and motivation.
Kajian Teoretis Dampak Paparan Media Digital terhadap Perkembangan Sosial-Emosional Anak Usia Sekolah Dasar Anggi Nurmalita; Muhammad Furqan; Dini Fitriyani; Muhammad Azrun Parinduri; Nurhilal Ahmad Fathin Abdurrasyid
Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Indonesia Vol 5 No 2 (2026): Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Indonesia
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Bakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/judikdas.v5i2.5697

Abstract

Meluasnya penggunaan gawai dan media digital pada anak usia sekolah dasar (6–12 tahun) berpotensi memengaruhi proses perkembangan sosial dan emosional mereka yang sangat menentukan kesejahteraan psikologis anak. Penelitian ini bertujuan untuk menguji relevansi teori perkembangan klasik, mengidentifikasi dimensi sosial-emosional yang rentan terdampak, serta merumuskan model interaksi konseptual antara penggunaan media digital dan perilaku anak. Penelitian kualitatif dengan desain tinjauan teoretis kritis (critical theoretical review) ini menganalisis 35 artikel ilmiah sekunder bereputasi terbitan sepuluh tahun terakhir melalui teknik penelusuran pustaka sistematis dan analisis tematik berbasis perangkat lunak NVivo 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ecological Systems Theory dan Social Learning Theory memerlukan rekonseptualisasi karena media digital kini berperan sebagai mikrosistem baru yang memengaruhi sosialisasi anak melalui penguatan algoritmik. Dimensi regulasi emosi dan empati ditemukan sebagai aspek yang paling rentan mengalami penurunan fungsi akibat penggunaan layar berlebihan (excessive screen time). Selain itu, dampak media digital terhadap perilaku anak tidak berlangsung secara langsung, melainkan dipengaruhi oleh pola pendampingan orang tua (parental mediation) dan iklim sosial di sekolah sebagai variabel perantara. Berdasarkan temuan tersebut, direkomendasikan agar pendidik dan orang tua merancang strategi pengasuhan digital yang komunikatif serta menerapkan literasi media berbasis interaksi nyata untuk menjaga tumbuh kembang sosial-emosional anak.
An Analysis of the Implementation of Multiliteracy Learning in Third-Grade Elementary School Classes Using Google Maps to Teach Materials on the Surrounding Environment Bella Rahma Damayanti; Putri Rachmadyanti; Hendratno Hendratno
Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Indonesia Vol 5 No 3 (2026): Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Indonesia
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Bakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/judikdas.v5i3.5706

Abstract

The digital and spatial literacy skills of elementary school students still require improvement, as Social Studies instruction often fails to make full use of digital media to help students understand their surrounding environment in a contextual way. Consequently, students find it difficult to identify the locations of specific regions, grasp spatial relationships, and relate the concepts they learn to the real-world conditions around them. This study aims to examine the implementation, use, and student responses toward multiliteracy learning assisted by Google Maps on material related to the surrounding environment in third-grade elementary school classrooms. This qualitative research applied a case study approach at SDN Kaliasin VII/286 in Surabaya, involving 24 third-grade students from Class 3B as participants. Data were gathered through observation, interviews, and documentation, then analyzed using the Miles and Huberman model, consisting of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings show that all four stages of multiliteracies learning, namely location-based practice, open-ended instruction, critical framing, and transformative practice, were successfully carried out. Students showed enthusiasm and were able to operate Google Maps, trace routes, and understand the functions of regional administrative structures through critical reasoning. Nevertheless, during the transformative practice stage, 12 students still had difficulty transferring their spatial understanding from digital maps to hand-drawn maps. In conclusion, Google Maps substantially supports and facilitates students' digital and spatial literacy in recognizing their local surroundings. Teachers are advised to provide focused guidance when training students to draw maps by hand in order to address obstacles in their spatial understanding.
Pembentukan Perilaku Keagamaan Siswa melalui Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Berbasis Standar Proses di Sekolah Menengah Pertama Meilina Julhijah; Saprin Saprin; Besse Marjani Alwi
Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Indonesia Vol 5 No 2 (2026): Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Indonesia
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Bakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/judikdas.v5i2.5712

Abstract

Pendidikan agama tidak secara otomatis mengubah pengetahuan keagamaan menjadi perilaku keagamaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pembentukan perilaku keagamaan siswa melalui pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti berbasis Standar Proses di SMP Negeri 2 Woha Kabupaten Bima, sekaligus mengkaji kesenjangan pengetahuan-perilaku dan potensi Maja Labo Dahu sebagai nilai budaya lokal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain etnografis. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dan semi-terstruktur, serta dokumentasi yang melibatkan guru Pendidikan Agama Islam, siswa, tenaga sekolah, dan pihak terkait. Analisis data dilakukan secara tematik melalui pengodean, kategorisasi, interpretasi, dan triangulasi. Kredibilitas data diperkuat melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu, member checking, serta refleksivitas peneliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku keagamaan terbentuk melalui proses yang saling berkaitan antara perencanaan, pelaksanaan, pembiasaan, keteladanan, refleksi, dan asesmen autentik. Perencanaan pembelajaran mengintegrasikan tujuan kognitif, afektif, dan psikomotorik melalui pembelajaran kontekstual, deep learning, Role Playing, Problem-Based Learning, dan Project-Based Learning. Pelaksanaan pembelajaran menghubungkan nilai Islam dengan pengalaman sosial dan digital siswa melalui etika komunikasi, tabayyun, praktik ibadah, penyelesaian konflik, dan perilaku prososial. Keteladanan guru dan pembiasaan keagamaan memperkuat konsistensi perilaku, meskipun masih ditemukan kesenjangan antara pengetahuan agama dan perilaku aktual. Kesenjangan tersebut menunjukkan keterbatasan orientasi kognitif sekaligus pentingnya pendekatan preventif dan kolaboratif yang melibatkan guru, tenaga bimbingan dan konseling, keluarga, teman sebaya, serta lingkungan sekolah. Maja Labo Dahu juga memiliki potensi sebagai medium kontekstual untuk menerjemahkan nilai Islam yang abstrak menjadi praktik moral yang konkret. Pendidikan Agama Islam perlu bergerak dari transfer pengetahuan menuju internalisasi nilai, regulasi diri, dan aktualisasi perilaku. Penelitian lanjutan perlu menguji model internalisasi berbasis Maja Labo Dahu melalui desain kuasi-eksperimental dan longitudinal.
Efektivitas Pembelajaran Multisensori dalam Meningkatkan Kemampuan Menulis Siswa dengan Kesulitan Menulis di Sekolah Inklusif Irfan Maula Yazid; Mumpuniarti Mumpuniarti
Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Indonesia Vol 5 No 2 (2026): Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Indonesia
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Bakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/judikdas.v5i2.5715

Abstract

Kesulitan menulis tetap menjadi salah satu tantangan utama dalam pendidikan dasar inklusif karena menghambat perkembangan literasi dan prestasi akademik siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas pembelajaran multisensori dalam mengurangi kesalahan menulis dan meningkatkan keterampilan menulis siswa sekolah dasar yang mengalami kesulitan menulis di sekolah inklusif. Penelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) berdasarkan model Kemmis dan McTaggart, yang terdiri dari dua siklus: perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Partisipan penelitian adalah sepuluh siswa kelas lima yang teridentifikasi mengalami kesulitan menulis di SD Negeri Inklusif 008 Sangatta Utara, Indonesia. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan menulis, observasi kelas, wawancara, dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan teknik kuantitatif deskriptif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran multisensori secara efektif meningkatkan kemampuan menulis dan keterlibatan siswa di kelas. Rata-rata nilai menulis meningkat dari 60,40 pada tahap pra-siklus menjadi 72,25 pada Siklus I dan 78,75 pada Siklus II. Tingkat ketuntasan belajar meningkat dari 10% pada pra-siklus menjadi 20% pada Siklus I dan mencapai 100% pada Siklus II. Siswa juga menunjukkan lebih sedikit kesalahan menulis, khususnya dalam pembentukan huruf, pengaturan jarak, penggunaan huruf kapital, dan keterbacaan tulisan tangan, sementara partisipasi belajar meningkat dari kategori "baik" menjadi "sangat baik". Temuan ini mengindikasikan bahwa pembelajaran multisensori merupakan pendekatan instruksional yang efektif dan praktis untuk meningkatkan keterampilan menulis serta mengurangi kesalahan menulis pada siswa sekolah dasar yang mengalami kesulitan menulis di kelas inklusif.
Konseptualisasi Pendidikan Karakter Berbasis Ekoteologi untuk Mewujudkan Kemenag Berdampak di Lembaga Pendidikan Islam Rizky Firnanda; Syaifulloh Yusuf
Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Indonesia Vol 5 No 2 (2026): Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Indonesia
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Bakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/judikdas.v5i2.5744

Abstract

Krisis lingkungan yang ditandai oleh perubahan iklim, pencemaran, kerusakan ekosistem, dan menurunnya kepedulian manusia terhadap alam menunjukkan perlunya pendekatan pendidikan yang tidak hanya menekankan aspek pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter dan kesadaran spiritual. Dalam konteks pendidikan Islam, ekoteologi dapat menjadi landasan untuk menghubungkan nilai keimanan dengan tanggung jawab manusia sebagai khalifah fil ardh dalam menjaga kelestarian lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengonseptualisasikan pendidikan karakter berbasis ekoteologi sebagai strategi implementasi Program Penguatan Ekoteologi dalam Asta Protas Kementerian Agama guna mewujudkan Kemenag Berdampak di lembaga pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh melalui dokumentasi terhadap dokumen kebijakan Kementerian Agama, artikel ilmiah, buku, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan ekoteologi, pendidikan karakter, pendidikan Islam, dan Asta Protas. Analisis data dilakukan menggunakan analisis isi (content analysis) dan analisis tematik (thematic analysis) melalui tahap seleksi, pengkodean, pengelompokan tema, interpretasi, dan sintesis konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter berbasis ekoteologi dapat dikembangkan melalui tiga dimensi utama, yaitu dimensi teologis, dimensi karakter, dan dimensi ekologis-praksis. Integrasinya dalam lembaga pendidikan Islam perlu dilakukan melalui kurikulum, pembelajaran, keteladanan, pembiasaan, budaya lembaga, aksi ekologis, serta kolaborasi dengan keluarga dan masyarakat. Model konseptual Kemenag Berdampak dirumuskan melalui alur input-process-output-outcome-impact, dengan Asta Protas dan nilai-nilai Islam sebagai landasan, integrasi ekoteologi sebagai proses, pembentukan karakter ekologis sebagai output, perubahan perilaku dan budaya lembaga sebagai outcome, serta dampak sosial dan ekologis berkelanjutan sebagai impact. Dengan demikian, pendidikan karakter berbasis ekoteologi memiliki potensi strategis untuk menerjemahkan Program Penguatan Ekoteologi ke dalam praktik pendidikan Islam sekaligus mendukung terwujudnya Kemenag Berdampak.
Strategies to Optimize the Effectiveness of Deep Learning Culturally Responsive Teaching in Elementary Schools Inclusion, Developing and Validating the Social-L DLCRT Model Tatang Muhajang; Ade Wijaya; Herfina Herfina; Yuli Mulyawati
Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Indonesia Vol 5 No 3 (2026): Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Indonesia
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Bakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/judikdas.v5i3.5770

Abstract

Inclusive education in Indonesia continues to face persistent gaps in meeting the needs of students with special educational needs (SEN), primarily due to the absence of a systematic teaching strategy that integrates deep learning and Culturally Responsive Teaching (CRT). This study aims to develop and validate the SOCIAL-L DLCRT model for inclusive primary schools using a Research and Development (R&D) design with the ADDIE model, involving 104 teachers and 37 SEN students from eight schools in Bogor City. Data were collected through observations, FGDs, interviews, questionnaires, and HOTS tests, and analyzed using Aiken's V, paired t-tests, N-Gain, and Cohen's d, with retention measured one month post-intervention. Needs analysis revealed that 78% of teachers had never received CRT training, deep learning implementation was low (mean = 2.08), and 41% of SEN students were passive. The SOCIAL-L DLCRT model (stages: S1, O, S2, I, A, L) achieved high validity (mean Aiken's V = 0.86). Implementation with 37 SEN students significantly increased HOTS scores from 56.2 to 78.4 (l = 16.31; p < 0.001; Cohen's d = 2.68; N-Gain = 0.499, medium category), increased active participation by 32 to 42 percentage points, and resulted in 97.2% learning retention after one month, with positive responses from teachers (91.8%) and SEN students (88%), as well as an implementation fidelity of 87.5% (very high category). In conclusion, the SOCIAL-L DLCRT model is valid, effective, and sustainable as a CRT-based deep learning optimization strategy contributing to SDG 4, although limitations include its geographical focus on Bogor and the absence of a control group; therefore, further research is recommended in different cultural contexts, as well as the development of digital modules based on Universal Design for Learning (UDL).