cover
Contact Name
Arwan Wiratman
Contact Email
arwan.wiratman@iainpalopo.ac.id
Phone
+6285343748580
Journal Mail Official
arwan.wiratman@iainpalopo.ac.id
Editorial Address
Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia) Office Jalan Bumi 18 Blok A No. 1 Bumi Permata Hijau, Makassar, Indonesia.
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Indonesia
ISSN : 28098749     EISSN : 28094085     DOI : https://doi.org/10.51574/judikdas.v1i2
Core Subject : Education,
JUDIKDAS: Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Indonesia adalah jurnal ilmiah yang bertujuan untuk mempublikasikan hasil penelitian yang orisinil dan memuat isu-isu terkini di bidang pendidikan dasar dengan kualitas terbaik yang meliputi Manajemen pendidikan, Strategi dan Inovasi Pembelajaran, Alat dan Media Pembelajaran, Kompetensi guru, dan perkembangan anak di sekolah dasar. JUDIKDAS adalah jurnal peer-review yang diterbitkan oleh Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia).
Articles 188 Documents
Gagasan Hole in the Wall dari Sugata Mitra dan Implikasinya terhadap Pembelajaran Mandiri Berbasis Artificial Intelligence Zaenal Abidin; Syaiful Dinata; Veni Sofia; M. Rizkoni Salis; Erwinsyah Satria
Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Indonesia Vol 5 No 2 (2026): Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Indonesia
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Bakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/judikdas.v5i2.5671

Abstract

Perkembangan kecerdasan buatan telah menghadirkan perubahan dalam lingkungan pembelajaran, khususnya dalam cara peserta didik mengakses, mengeksplorasi, dan membangun pengetahuan. Kondisi tersebut memiliki relevansi dengan gagasan Hole in the Wall yang dikembangkan oleh Sugata Mitra, yang menekankan pentingnya akses terhadap teknologi, rasa ingin tahu, eksplorasi, interaksi, dan kemandirian dalam proses belajar. Penelitian ini bertujuan menganalisis relevansi gagasan Hole in the Wall terhadap perkembangan pembelajaran mandiri berbasis kecerdasan buatan pada berbagai jenjang pendidikan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan. Data diperoleh melalui penelaahan berbagai sumber ilmiah yang berkaitan dengan gagasan Hole in the Wall, pembelajaran mandiri, regulasi diri, pemanfaatan kecerdasan buatan dalam pendidikan, serta perubahan peran pendidik. Data dianalisis secara deskriptif-analitis dan interpretatif melalui proses identifikasi, pengelompokan, perbandingan, dan sintesis terhadap konsep serta temuan yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa terdapat kesinambungan konseptual antara gagasan Hole in the Wall dan pembelajaran mandiri berbasis AI, terutama dalam pemberian ruang bagi peserta didik untuk mengakses pengetahuan, mengembangkan rasa ingin tahu, melakukan eksplorasi, dan mengambil peran aktif dalam proses pembelajaran. AI memperluas konsep tersebut melalui kemampuan interaksi yang memungkinkan peserta didik memperoleh penjelasan, umpan balik, dan alternatif perspektif secara lebih dinamis. Namun, pemanfaatan AI secara efektif membutuhkan kemampuan regulasi diri, literasi digital, berpikir kritis, dan pendampingan pendidik. Pada jenjang pendidikan dasar hingga perguruan tinggi, penerapan AI perlu disesuaikan dengan tingkat perkembangan dan kebutuhan peserta didik. Dengan demikian, AI lebih tepat diposisikan sebagai sarana penguat pembelajaran mandiri daripada sebagai pengganti pendidik atau proses berpikir peserta didik. Kajian ini menegaskan bahwa relevansi gagasan Hole in the Wall pada era AI terletak pada prinsip pemberian ruang kepada peserta didik untuk mengeksplorasi dan membangun pengetahuan secara aktif, kritis, reflektif, dan bertanggung jawab.
Exemplary Conduct and Innovative Teaching of Moral Education Teachers in Character Development of Students in the Digital Era Fadliatun Mutmainnah; Muhammad Yaumi; Andi Maulana
Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Indonesia Vol 5 No 2 (2026): Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Indonesia
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Bakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/judikdas.v5i2.5682

Abstract

The digital era has transformed students’ learning patterns and behavior, requiring Akidah Akhlak teachers to strengthen moral development through exemplary conduct and innovative learning practices that correspond with technological development. This study aims to describe the role of Akidah Akhlak teachers in developing students’ moral character in the digital era, particularly their exemplary role, creativity in developing innovative learning, and its impact on students’ cognitive, affective, and psychomotor aspects at MTs Darul I’tisham Embo, Jeneponto Regency. This study employed a qualitative approach with phenomenological and pedagogical designs. The data sources consisted of an Akidah Akhlak teacher, the head of the madrasah, eighth and ninth grade homeroom teachers, and eighth and ninth grade students. Data were collected through observation, interviews, and documentation and analyzed through data condensation, data display, and conclusion drawing and verification. The findings demonstrate that the Akidah Akhlak teacher plays important roles as a role model, innovator, and motivator in students’ moral development. Exemplary conduct is demonstrated through honesty, discipline, responsibility, politeness, religious practices, and wise use of digital technology in accordance with Islamic values. Learning innovation is implemented through digital learning media and varied methods, including instructional videos, discussions, case studies, presentations, and project-based learning. These roles contribute positively to students’ moral development. Although some students are unable to explain the concept of morality theoretically, they demonstrate its application through disciplined, honest, responsible, polite, obedient, and digitally responsible behavior. The study recommends strengthening teacher exemplarity, digital learning innovation, and collaboration among madrasahs, teachers, and parents to sustain students’ moral development in the digital environment.
Edukasi Blind Spot dan Literasi Lalu Lintas Siswa Sekolah Dasar Ajrun 'Azhim Al As'hal; Mega Adjie Wikhda; Muhammad Inayat; Rahmi Yanti Sihombing; Adillya Kafilla Auhaina
Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Indonesia Vol 5 No 1 (2025): Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Indonesia
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Bakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/judikdas.v5i1.5710

Abstract

Keselamatan lalu lintas menjadi aspek penting yang perlu dikenalkan sejak usia dini, terutama pada anak usia sekolah yang rentan terhadap risiko kecelakaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran perubahan literasi lalu lintas, khususnya pemahaman tentang blind spot kendaraan pada siswa SDIT Luqman Al Hakim 2 setelah mengikuti program edukasi blind spot. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif untuk membandingkan skor pretest-posttest antara dua kelompok siswa berusia 8-11 tahun, yaitu kelompok yang menerima program edukasi (n = 13) dan kelompok yang tidak menerima program tersebut (n = 13). Penelitian ini dilandasi oleh Theory of Planned Behavior dari Icek Ajzen, mencakup sikap (attitude), norma subjektif (subjective norm), dan kontrol perilaku yang dirasakan (perceived behavioral control), yang menjadi acuan dalam penyusunan materi edukasi dan instrumen. Kelompok yang menerima video animasi berdurasi 20 menit dan simulasi peran sederhana tentang bahaya blind spot menunjukkan nilai N-Gain yang lebih tinggi (M = 0,693, kategori sedang) dibandingkan kelompok yang tidak menerima intervensi (M = 0,0299, kategori rendah). Karena penelitian ini bersifat deskriptif dan tidak menggunakan uji inferensial, temuan inihanya menggambarkan pola yang terlihat pada sampel penelitian saja dan tidak dimaksudkan untuk dimaknai sebagai signifikan secara statistik maupun digeneralisasikan lebih luas. Temuan ini mengindikasikan bahwa edukasi blind spot merupakan arah yang menjanjikan untuk memperkuat pemahaman anak terhadap risiko lalu lintas, sehingga perlu dikonfirmasi melalui desain eksperimental dengan uji inferensial dan sampel yang lebih besar serta melibatkan beberapa sekolah. Integrasi literasi lalu lintas termasuk edukasi blind spot ke dalam kurikulum pendidikan dasar secara sistematis direkomendasikan.
The Effectiveness of Wordwall in Enhancing Students' Understanding of the Rashidun Caliphs in Elementary Islamic School Yusron Nur Hadi; Nurul Laely Mahmudah; Raharjo Raharjo; Abdul Rohman
Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Indonesia Vol 5 No 1 (2025): Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Indonesia
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Bakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/judikdas.v5i1.5772

Abstract

Penelitian ini dimotivasi oleh kebutuhan akan media pembelajaran yang dapat meningkatkan pemahaman konseptual dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran Sejarah Budaya Islam (SPA). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas Wordwall sebagai media pembelajaran interaktif dalam meningkatkan pemahaman konseptual siswa kelas lima di MI Baiturrahim pada topik Khalifah Rasyidin. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan menggunakan desain kelompok kontrol non-ekuivalen kuasi-eksperimental. Partisipan terdiri dari 20 siswa yang dibagi menjadi kelompok eksperimen yang menerima pembelajaran dengan bantuan Wordwall dan kelompok kontrol yang menerima pembelajaran konvensional. Data dikumpulkan melalui penilaian pretest-posttest, observasi kelas, dan dokumentasi, dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji-t sampel independen. Hasil menunjukkan bahwa kelompok eksperimen mencapai skor rata-rata 91, sedangkan kelompok kontrol mencapai skor rata-rata 75. Hasil uji-t menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok (t = 3,281 > tkritis = 2,101), menunjukkan bahwa Wordwall efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi SPA. Observasi di kelas juga mengungkapkan bahwa penggunaan Wordwall meningkatkan partisipasi siswa, interaksi guru-siswa, dan keterlibatan selama proses pembelajaran. Temuan ini menunjukkan bahwa Wordwall dapat berfungsi sebagai media pembelajaran berbasis gamifikasi yang interaktif dan bermakna untuk pengajaran SKI. Oleh karena itu, guru didorong untuk menggunakan Wordwall secara terencana, khususnya untuk materi pembelajaran yang membutuhkan pemahaman konseptual dan partisipasi aktif siswa.
Utilization of Technology in Arabic Language Learning to Support Qur'anic Understanding in Islamic Elementary Schools Kasmudi Kasmudi; Munawaroh Munawaroh; Amanda Eka; Natasya Natasya
Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Indonesia Vol 5 No 1 (2025): Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Indonesia
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Bakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/judikdas.v5i1.5775

Abstract

The development of digital technology provides opportunities for Arabic language learning, but its use in Islamic elementary schools still needs to be studied, especially in supporting the understanding of the Qur'an. This study aims to describe the forms and purposes of technology utilization in Arabic language learning, the opportunities and obstacles to its use, and its role in supporting the understanding of the Qur'an at SDIT Nurul Ilmi Aini. The study used a qualitative approach with a case study design. Subjects were selected purposively, involving Arabic language teachers, students, and school officials. Data were collected through semi-structured interviews, observation, and documentation, then analyzed using the Miles, Huberman, and Saldaña model. The results show that learning videos, audio, digital dictionaries, and Qur'an applications are used to deliver material, practice listening and pronunciation skills, enrich vocabulary, provide learning resources, and review material. Audio specifically supports Arabic listening and pronunciation practice, while the Qur'an application helps students find and understand vocabulary in the context of verses. Technology helps connect Arabic vocabulary with Qur'anic verses through activities of finding vocabulary, searching for meaning, and understanding the context of verses. Barriers include limited devices, internet networks, digital competencies, and the suitability of learning resources.
Elementary School Readiness for Deep Learning Implementation Dessy Setyowati; Elvani Hertati; Yunika Afryaningsih; Iir Nikhmatul Fathonah
Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Indonesia Vol 5 No 1 (2025): Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Indonesia
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Bakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/judikdas.v5i1.5792

Abstract

The implementation of deep learning in elementary schools requires school readiness across various aspects that support learning oriented toward understanding, active engagement, and problem solving. This study aimed to analyze the readiness of elementary schools to implement deep learning in Sungai Raya District, Kubu Raya Regency. The study employed a descriptive quantitative approach involving elementary school teachers as respondents. Data were collected using a closed-ended questionnaire with “Appropriate” and “Not Appropriate” response categories and were analyzed using frequencies and percentages. The results indicate that school readiness was multidimensional and uneven across the assessed aspects, with relatively stronger conditions in teachers’ understanding and readiness, curriculum adaptation, active student involvement, project-based and problem-solving learning, and assessment practices. Greater limitations were identified in technological infrastructure and access, technology utilization, the availability of digital learning resources, students’ digital literacy and independent digital learning, as well as perceived technical and financial conditions. These findings indicate that school readiness for implementing deep learning should not be understood simply as “ready” or “not ready,” but as a multidimensional condition that requires gradual strengthening. Such strengthening includes teacher capacity development, improved infrastructure and learning resources, enhanced student digital literacy, and stronger institutional support and collaboration among schools, families, and communities.
Inovasi Gamifikasi Program TerraGo untuk Membangun Budaya Sekolah Hijau Siswa Sekolah Dasar di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Subri Rahmadani; Frans Tory Damara Pradipta
Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Indonesia Vol 5 No 1 (2025): Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Indonesia
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Bakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/judikdas.v5i1.5818

Abstract

Penelitian ini bertujuan merancang Program TerraGo sebagai inovasi gamifikasi untuk membangun budaya sekolah hijau pada siswa sekolah dasar di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Penelitian menggunakan pendekatan kajian literatur untuk mengidentifikasi prinsip pendidikan lingkungan, gamifikasi, pembentukan karakter, serta pemanfaatan potensi lokal yang menjadi dasar pengembangan rancangan TerraGo. Hasil kajian menghasilkan rancangan TerraGo yang mengintegrasikan tujuh komponen, yaitu TerraJoin, TerraMission, TerraScan, TerraPoint, TerraReward, TerraChallenge, dan Green Impact Feedback. Ketujuh komponen tersebut menghubungkan keterlibatan siswa, aktivitas lingkungan, verifikasi, pencatatan poin, penghargaan, tantangan, dan umpan balik mengenai dampak kegiatan dalam satu rangkaian program. TerraGo dirancang agar dapat diterapkan secara fleksibel melalui platform digital maupun mekanisme non-digital sesuai dengan kondisi dan fasilitas sekolah. Rancangan ini juga mempertimbangkan keterlaksanaan program, beban kerja guru, serta perlindungan data siswa dalam penerapannya. Penelitian ini masih terbatas pada rancangan konseptual dan belum menguji efektivitas TerraGo terhadap perubahan perilaku siswa. Uji coba dan validasi lebih lanjut diperlukan untuk menilai kelayakan, penerimaan pengguna, keterlaksanaan, dan keberlanjutan program di sekolah dasar.
Optimalisasi Penerapan Deep Learning dalam Meningkatkan Hasil Belajar Bahasa Indonesia Siswa Sekolah Dasar Heri Indra Gunawan; Raka Ismaya; Krida Puji Rahayu
Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Indonesia Vol 5 No 2 (2026): Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Indonesia
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Bakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/judikdas.v5i2.5828

Abstract

Pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar memerlukan inovasi yang mampu mengakomodasi perbedaan kemampuan siswa sekaligus meningkatkan keterlibatan dan hasil belajar. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas penerapan teknologi Deep Learning dalam meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia siswa sekolah dasar dibandingkan dengan pembelajaran konvensional. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi-experimental dan desain pre-test–post-test control group. Penelitian melibatkan kelompok eksperimen yang memperoleh pembelajaran menggunakan platform berbasis Deep Learning dan kelompok kontrol yang memperoleh pembelajaran secara konvensional. Data dikumpulkan melalui pre-test, post-test, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data kuantitatif dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, uji homogenitas, dan Independent Samples t-test, sedangkan data observasi dan wawancara digunakan untuk memperkuat interpretasi hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai pre-test kelompok eksperimen sebesar 68,45 meningkat menjadi 85,76 pada post-test, dengan peningkatan sebesar 17,31 poin. Kelompok kontrol meningkat dari 67,92 menjadi 76,34 atau sebesar 8,42 poin. Selisih peningkatan kedua kelompok mencapai 8,89 poin. Hasil Independent Samples t-test menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05, yang menunjukkan adanya perbedaan hasil belajar yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Observasi juga menunjukkan bahwa siswa kelompok eksperimen lebih aktif, antusias, dan mandiri serta lebih responsif terhadap umpan balik otomatis. Dengan demikian, teknologi Deep Learning berpotensi menjadi alternatif inovatif untuk meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia melalui pembelajaran yang adaptif, personal, interaktif, dan responsif terhadap kebutuhan siswa.