cover
Contact Name
Hilyah Ashoumi
Contact Email
allahjah.unwaha@gmail.com
Phone
+6285730115001
Journal Mail Official
allahjah.unwaha@gmail.com
Editorial Address
Al-Lahjah Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas KH. A. Wahab Hasbullah Jombang Jl. Garuda No. 09 61451 Tambakberas Jombang Jawa Timur Email: allahjah.unwaha@gmail.com
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
Al-Lahjah : Jurnal Pendidikan, Bahasa Arab dan Kajian Linguistik Arab
ISSN : -     EISSN : 26155656     DOI : -
Core Subject : Education,
JURNAL AL-LAHJAH adalah jurnal terbitan berkala dalam bidang kajian pendidikan dan sastra arab yang diterbitkan oleh LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah. Publikasi pada jurnal ini diterbitkan dua kali dalam satu tahun pada bulan Januari dan Juli serta menekankan pada hasil penelitian. Al-Lahjah memiliki tujuan sebagai media informasi dari hasil penelitian para peneliti. e-issn 2615-5656
Articles 144 Documents
Tanfid Wasilah At-Ta'lim Al-Qur'an Al-Arabi Corpus Fi Ta'lim Al-Lugah Al-Arabiyah Li Tullab As-Saff Al-Hadi Asyar Fi Ma'had Tahfidzul Qur’an Ayatul Mubarak Arti, Arum Tri Budi; Ahkas, Akmal Walad
Al-Lahjah : Jurnal Pendidikan, Bahasa Arab, dan Kajian Linguistik Arab Vol. 8 No. 1 (2025): Januari
Publisher : LPPM Universitas KH.A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/lahjah.v8i1.5887

Abstract

This study discusses the implementation of the learning media The Qur’anic Arabic Corpus in Arabic language instruction for Grade XI students at MA Ponpes Tahfidzul Qur’an Ayatul Mubarak. The Qur’anic Arabic Corpus is a web-based platform that provides morphological and syntactic analysis of Qur’anic texts, offering a contextual and Qur’an-based Arabic learning experience. It can serve as teaching material for learning grammatical structures within Qur’anic verses. The purpose of this study is to determine the effectiveness and role of The Qur’anic Arabic Corpus as a learning medium in enhancing students’ understanding of Arabic grammar rules, particularly in the areas of nahwu (syntax) and sharaf (morphology), as well as to identify the challenges encountered during the implementation process. The research method employed is descriptive qualitative, with data collection techniques including observation, interviews, and documentation. The results of the study show that the implementation of The Qur’anic Arabic Corpus has a positive role in the learning process and provides a significant impact. Students became more enthusiastic, engaged, and better able to understand the grammatical structures of Qur’anic verses. This medium also aids teachers in delivering material in a visual and interactive manner. Challenges encountered include limited technological proficiency and the English-language interface, which can be overcome through guidance, as well as students' insufficient foundational knowledge in nahwu and sharaf, and limited instructional time.Thus, based on the findings above, The Qur’anic Arabic Corpus can be considered an effective alternative modern learning medium for Arabic language education, particularly within Qur’an memorization-focused Islamic boarding schools (pesantren tahfidz).
Dampak Rekonstruksi Kurikulum Bahasa Arab terhadap Peningkatan Kompetensi Guru dalam Pembelajaran Istima’ Sari, Rizka; Kholifah, Siti
Al-Lahjah : Jurnal Pendidikan, Bahasa Arab, dan Kajian Linguistik Arab Vol. 8 No. 1 (2025): Januari
Publisher : LPPM Universitas KH.A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/lahjah.v8i1.5893

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak rekonstruksi kurikulum Bahasa Arab terhadap peningkatan kompetensi guru dalam pembelajaran keterampilan mendengarkan (maharah istima’). Kurikulum eksisting dianggap kurang responsif terhadap kebutuhan pembelajaran di era digital, sehingga rekonstruksi dirancang untuk lebih adaptif dan kontekstual. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan studi dokumentasi pada guru Bahasa Arab di tingkat madrasah. Fokus utama adalah pengembangan model kurikulum yang mengintegrasikan media digital dan strategi pembelajaran inovatif guna meningkatkan kualitas pengajaran istima’. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rekonstruksi kurikulum mampu memperkuat kompetensi pedagogis dan teknis guru, sekaligus memberikan metode baru yang lebih efektif dalam membimbing siswa mengembangkan kemampuan menyimak bahasa Arab. Kurikulum yang dikembangkan juga disesuaikan dengan tantangan dan peluang di era transformasi digital, sehingga dapat mendukung proses pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan. Temuan ini memberikan kontribusi teoritis berupa model pengembangan kurikulum yang adaptif dan praktis bagi dunia pendidikan Bahasa Arab. Secara praktis, hasil penelitian diharapkan meningkatkan mutu pembelajaran dan kesiapan guru dalam mengimplementasikan teknologi dalam pengajaran istima’.
Buku Ajar Maharah Qira’ah Tingkat Madrasah Aliyah Perspektif Tomlinson Prasetyo, Sofwan Hadianto; Al Farabi, Moh Rifqi Falah; Ramadhan, Muhammad Rizqi; Ma'ali, Abul
Al-Lahjah : Jurnal Pendidikan, Bahasa Arab, dan Kajian Linguistik Arab Vol. 8 No. 2 (2025): Juli
Publisher : LPPM Universitas KH.A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/lahjah.v8i2.5898

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian buku ajar Maharah Qira’ah kelas XI tingkat Madrasah Aliyah yang disusun oleh Kementerian Agama tahun 2020 berdasarkan KMA Nomor 183 Tahun 2019, dengan prinsip-prinsip pengembangan materi pembelajaran menurut perspektif Brian Tomlinson. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan. Objek penelitian adalah buku ajar Bahasa Arab kelas XI Madrasah Aliyah, sementara subjek yang dikaji adalah isi dan struktur materi ajar dalam buku tersebut. Data dikumpulkan melalui dokumentasi, dan dianalisis menggunakan teknik analisis tematik dengan mencocokkan konten buku terhadap prinsip pengembangan bahan ajar Tomlinson, seperti kontekstual, fleksibel, dan adaptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku ajar Maharah Qira’ah telah memenuhi sebagian besar prinsip pengembangan bahan ajar menurut Tomlinson, terutama dalam aspek relevansi kontekstual, kemampuan adaptasi terhadap kebutuhan siswa, serta fleksibilitas materi. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan pentingnya penyusunan buku ajar yang berbasis kebutuhan dan karakteristik peserta didik agar pembelajaran lebih efektif dan bermakna. Temuan ini diharapkan dapat menjadi landasan pengembangan bahan ajar Bahasa Arab yang lebih inovatif dan responsif di masa mendatang.
Ta'tsir Kafa'ah An-Nahw Ala Hifd Al-Qur'an Li Talibat Hifd Al-Qur'an Fi Al-Ma'had Walisongo Cukir Jombang Umami, Novita Rohmatul; Ghofur, Abdul
Al-Lahjah : Jurnal Pendidikan, Bahasa Arab, dan Kajian Linguistik Arab Vol. 8 No. 2 (2025): Juli
Publisher : LPPM Universitas KH.A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/lahjah.v8i2.5901

Abstract

This research was conducted to determine students’ knowledge of nahwu and their ability to memorize the Qur'an, as well as the influence of nahwu mastery on memorization ability at Madrasah Hifdzil Qur’an PPP Walisongo Cukir Jombang. The study is based on the essential role of nahwu, a core linguistic discipline, in learning and understanding Arabic—the primary language of the Qur’an. A mixed-methods approach (qualitative and quantitative) was used, employing Pearson correlation analysis and simple linear regression. Data were collected through interviews, nahwu comprehension tests, and memorization evaluations. Sampling was done purposively, involving 25 respondents from both college-level and TM-level students. The study found that most students had a fairly good understanding of nahwu, with an average score of 79.40. Their Qur’an memorization ability was also considered good, with an average score of 77.56. Statistical analysis showed a significant positive relationship between nahwu mastery and memorization ability, indicated by a significance value of 0.002 (< 0.05). This means that the higher the students’ nahwu mastery, the better their ability to memorize the Qur’an. These findings emphasize the importance of integrating linguistic competence, especially Arabic grammar, into Qur’anic memorization programs. The results offer meaningful contributions to Islamic education, particularly in pesantren, where such integration can improve the quality of tahfidz programs. It is expected that this research will serve as a useful reference for educators and pesantren administrators in designing more integrative curricula that align nahwu instruction with tahfidz, thereby enhancing students’ mastery of the Qur’an both structurally and spiritually.
Tatbiq Namudaj Ad-Daur Al-La'bi Fi Tarqiyah Fahm Qawa'id An-Nahw wa As-Sharf Li Muhadatsah At-Tullab Fi Al-Madrasah Ats-Tsanawiyah Al-Ahliyah Swadaya Batang Serangan Langkat Rahma, Ainur; S, Fahrurrozi
Al-Lahjah : Jurnal Pendidikan, Bahasa Arab, dan Kajian Linguistik Arab Vol. 8 No. 2 (2025): Juli
Publisher : LPPM Universitas KH.A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/lahjah.v8i2.5915

Abstract

This study aims to improve the understanding of nahwu and shorof (Arabic grammar and morphology) among eighth-grade students of MTs Swasta Swadaya Batang Serangan Langkat through the implementation of the role-playing learning model. The research used a classroom action research (CAR) approach based on the Kemmis and McTaggart model and was carried out in two cycles. Data collection instruments included pre-test and post-test, observation sheets, and open interviews. Quantitative data were analyzed using a paired t-test, while qualitative data were analyzed using the triangulation technique. The results showed a significant improvement in student achievement. In the first cycle, the average score increased from 54.60 to 71.70 (an increase of 31.32%), and in the second cycle from 69.70 to 83.67 (an increase of 20.04%). Observations and interviews also revealed that students became more confident, active, and accurate in applying Arabic grammatical rules in spoken communication. It can be concluded that the role-playing model is effective in improving students’ understanding of Arabic grammar and morphology in muhadatsah (Arabic conversation) and holds strong potential for application in broader language learning contexts. This study not only contributes practically to the context of Arabic language learning, but also reinforces the position of role-playing as a method that simultaneously addresses the linguistic and psychological aspects of learners. This is in line with Shaftel's theory regarding the importance of social-emotional experiences in meaningful learning processes.
Eksplorasi Unsur Stilistika serta Nilai Moral dalam Maqamat dan Qasidah Sastra Arab Klasik HL, Muh. Nur As’ad; Hamzah, Andi Abdul; Nawas, Kamaluddin Abu
Al-Lahjah : Jurnal Pendidikan, Bahasa Arab, dan Kajian Linguistik Arab Vol. 8 No. 1 (2025): Januari
Publisher : LPPM Universitas KH.A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/lahjah.v8i1.5917

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: pertama, untuk mengkaji Maqāmāt yang berupa Genre Maqāmāt, Tokoh terkenal, dan Contoh teks Maqāmāt. Kedua, untuk mengkaji Qasidah lebih mendalam berupa, Struktur dan Salah satu tokoh Qasidah Umru Al- Qais. Metodologi penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research. Data dikumpulkan melalui studi pustaka dengan mengakses artikel-artikel ilmiah, jurnal, dan karya-karya klasik yang relevan. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis isi (content analysis), yang meliputi identifikasi, dan klasifikasi bentuk-bentuk gaya bahasa dalam teks Arab klasik. Adapun hasil penelitian imi menjelaskan Pertama, Genre Maqāmāt merupakan prosa sastra Arab yang menggabungkan narasi dan puisi. Maqāmāt memberikan nilai moral, pendidikan, dan kritik sosial Salah satu tokoh terkenal ialah Al-Hariri dari Basrah salah satu contoh Maqāmāt adalah Maqāmāt Ar-Rahbiyyah. Kedua, Qasidah dibagi menjadi tiga bagian: nasib, rahil, dan madih. Penyair terkenal seperti Imru’ al-Qais dikenal karena puisi yang menggambarkan cinta dan keindahan alam. Teknik puisi dalam Qasidah mencakup aliterasi, metafora, dan simbolisme, yang memperkaya makna dan keindahan bahasa. Implikasi penelitian ini memperkaya kajian sastra Arab klasik serta memberikan wawasan baru bagi pembelajaran stilistika, moral, dan budaya dalam teks Maqāmāt dan Qasidah di ranah akademik.
Ta'tsir Musyahadah Qishshah An-Nabi Muhammad SAW Ala Itqan Al-Mufradat Al-Arabiyah Li At-Talibat Ma'had Safinatussalamah Aceh Singkil Nanda Tsabita Herba; Harun Al-Rasyid
Al-Lahjah : Jurnal Pendidikan, Bahasa Arab, dan Kajian Linguistik Arab Vol. 8 No. 2 (2025): Juli
Publisher : LPPM Universitas KH.A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/lahjah.v8i2.5920

Abstract

Vocabulary mastery is a crucial component in the process of learning Arabic, especially in Islamic boarding schools (pesantren) where the language serves as the primary medium for understanding Islamic teachings through classical literature. Unfortunately, many female students (santriwati) lack motivation in memorizing vocabulary (mufradat), which poses a challenge in the learning process. This study aims to determine whether watching stories of the prophets can positively influence the improvement of Arabic vocabulary mastery among santriwati at Pondok Pesantren Safinatussalamah, Aceh Singkil. The research employed a quantitative approach using a pre-experimental method with a one-group pretest-posttest design. A total of 25 santriwati were selected as the sample using purposive sampling technique. The research instrument was a multiple-choice test administered before and after the treatment (watching prophetic story films). The collected data were analyzed using t-test and simple linear regression. The results showed that watching stories of the prophets significantly improved the Arabic vocabulary mastery of the santriwati. These findings indicate that audiovisual media can be an effective alternative strategy to enhance Arabic language learning in pesantren environments.
Bahasa Arab Sebagai Simbol Identitas Religius Mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung Samrotul Fuadah, Sulis; Mustofa, Izzudin; Nandang, Ade
Al-Lahjah : Jurnal Pendidikan, Bahasa Arab, dan Kajian Linguistik Arab Vol. 8 No. 1 (2025): Januari
Publisher : LPPM Universitas KH.A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/lahjah.v8i1.5932

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan bahasa Arab sebagai simbol identitas keagamaan mahasiswa di lingkungan UIN Sunan Gunung Djati Bandung, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi variasinya. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa istilah-istilah bahasa Arab seperti akhi, ukhti, jazakallah, dan barakallah tidak hanya digunakan dalam konteks ibadah, tetapi juga dalam interaksi sosial sehari-hari, baik di ranah formal maupun informal. Penggunaan ini memperkuat identitas religius mahasiswa dan menjadi simbol afiliasi terhadap komunitas Islam tertentu. Analisis sosiolinguistik mengungkapkan bahwa variasi penggunaan bahasa Arab dipengaruhi oleh lima faktor utama: latar belakang pendidikan, keterlibatan organisasi keislaman, lingkungan sosial, pengaruh media digital, dan tingkat pemahaman keagamaan. Bahasa Arab menjadi medan simbolik yang mencerminkan dinamika sosial, ideologis, dan kultural dalam komunitas kampus Islam kontemporer. Temuan ini memperkuat pemahaman bahwa bahasa Arab di lingkungan akademik Islam bukan sekadar bahasa agama, tetapi juga bahasa identitas dan ekspresi sosial.
Kesalahan Fonologi dalam Membaca Al-Qur’an pada Siswi Penutur Bahasa Sunda di Tahfiz Qur’an Al-Marjan Muthmainnah, Hilyah Ahya; Marlina, Lina
Al-Lahjah : Jurnal Pendidikan, Bahasa Arab, dan Kajian Linguistik Arab Vol. 8 No. 1 (2025): Januari
Publisher : LPPM Universitas KH.A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/lahjah.v8i1.5936

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan fonologi dalam bacaan Al-Qur’an surat An-Naba pada siswi penutur bahasa Sunda di Tahfiz Qur’an Al-Marjan, faktor penyebab terjadinya kesalahan fonologis pada siswi penutur bahasa sunda dan strategi meminimalisir kesalahan fonologi dalam membaca Al-Qur’an. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan menggunakan analisis isi (content Analysis) dan teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan fonologi yang dominan meliputi kesalahan dalam pengucapan huruf-huruf tertentu seperti ذ، ث، ص، ض، ط، ق، ف، ز, dan ش, yang umumnya disebabkan oleh transfer fonologi dari bahasa ibu dan kebiasaan dialek sehari-hari, penelitian ini juga mengidentifikasi strategi pembelajaran yang diterapkan guru dalam mengatasi kesalahan tersebut, seperti pelatihan pelafalan intensif artikulasi huruf hijaiyyah sebelum muroja’ah dan hafalan. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengembangan metode pembelajaran membaca Al-Qur’an yang lebih efektif, khususnya bagi penutur bahasa daerah seperti bahasa Sunda.
Linguistic Errors in Arabic Writing (Insya’) Among Students at SMAIT Al-Arabiyah Aceh Besar Baihaqi, Baihaqi; Hayati , Salma; Rizki, Aulia
Al-Lahjah : Jurnal Pendidikan, Bahasa Arab, dan Kajian Linguistik Arab Vol. 8 No. 1 (2025): Januari
Publisher : LPPM Universitas KH.A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/lahjah.v8i1.5946

Abstract

Maharah kitabah are one of the four core language skills in Arabic. To enhance writing proficiency in Arabic, this can be realized through the teaching of insya’.    Insya’ refers to the practice of Arabic writing by expressing ideas or thoughts in a structured form in accordance with Arabic grammatical rules.This study aims to analyze the linguistic errors made by students in Arabic writing skills, focusing on 11th-grade students at SMAIT Al-Arabiyah Aceh Besar. The most frequent errors identified were grammatical mistakes, particularly in the use of i‘rab and sharaf. In addition, vocabulary and spelling errors were also common among students. This analysis employs a linguistic approach to identify and classify the types of errors that occur. In this study, the researcher used a data collection technique in the form of a test. The test results were analyzed descriptively. The findings revealed several types of errors in students’ insya’, namely: nahwu errors, sharaf errors, language interference, and imla’ errors. Grammatical errors were found to be the most prevalent in students’ insya’ compared to other types of errors. These findings underscore the importance of strengthening students’ mastery of nahwu and sharaf in insya’ in order to minimize writing errors.