cover
Contact Name
Sulkifly
Contact Email
sjem@ung.ac.id
Phone
+6282348062491
Journal Mail Official
sjem@ung.ac.id
Editorial Address
Street of Jenderal Sudirman No.6, Kota Tengah, Gorontalo 96128
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Student Journal of Educational Management
ISSN : -     EISSN : 28099184     DOI : -
Core Subject : Education,
The aims of this Stdent Journal of Educational Management is to provide a venue for academicians, researchers and practitioners for publishing the original research articles or review articles. The scope of the articles published in this journal deal with a broad range of topics, including: curriculum management and learning, student management, management of educational infrastructure, Education HR management (educators and education personnel), Financial management / education funding, management of school and community relations, educational culture and climate, educational leadership, class management, character building, educational innovation.
Articles 100 Documents
Kapasitas Kepala Sekolah dalam Mengkonstruksi Pembelajaran Kooperatif di Sekolah Setiawati, Merika; Susanti, Lusi; Widiawati, Widiawati; Luthfiani, Luthfiani
Student Journal of Educational Management VOLUME 4 NOMOR 2 DESEMBER 2024
Publisher : Jurusan Manajemen Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37411/sjem.v4i2.3367

Abstract

Penelitian ini bertujuan memberikan gambaran tentang tanggung jawab kepala sekolah untuk mengawasi guru-guru dalam penggunaan pembelajaran kooperatif; memaparkan kapasitas kepala sekolah dalam mendorong penggunaan pembelajaran kooperatif; dan mewakili kemampuan kepala sekolah untuk menilai program pembelajaran kooperatif. Jenis penelitian ini adalah studi kasus pada SMP Negeri 1 Kota Solok. Sumber data penelitian ini terdiri dari informasi yang diberikan oleh subjek penelitian selama wawancara, tindakan yang diambil oleh subjek penelitian, dan dokumen yang berkaitan dengan pembelajaran kooperatif. Data yang di peroleh dilakukan pengecekkan keabsahan data dengan metode trianggulasi. Wawancara, observasi, dan studi dokumentasi adalah semua sumber data yang digunakan dalam penelitian ini. Data selanjutnya dianalisis agar proses penyusunan data bisa ditafsirkan dan disimpulkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah bertindak sebagai pemimpin dan manajer Ketika mereka mengawasi guru terutama menggunakan pembelajaraan kooperatif. Hal ini direalisasikan dalam bentuk rapat dan forum diskusi, melakukan pengawasan, pembinaan, membangun hubungan yang baik, membimbing secara individual dan kelompok. Penelitian ini menunjukkan kapasitas kepala sekolah dalam mengkonstruksi pembelajaran kooperatif lewat perannya sebagai leader dan manajer dalam lingkungan sekolah yang dipimpinnya.
Implementasi Budaya Teamwork Pada Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Gorontalo Djiuwa, Rahmawati; Arwildayanto; Arifin
Student Journal of Educational Management VOLUME 5 NOMOR 1 JUNI 2025
Publisher : Jurusan Manajemen Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37411/sjem.v5i1.3661

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengimplementasian budaya teamwork yang merujuk pada proses penerapan nilai-nilai, prinsip, dan praktik yang mendukung kolaborasi efektif di antara anggota tim dalam suatu organisasi. Budaya teamwork menciptakan atmosfer kerja yang positif, dimana anggota tim saling mendukung dan berkontribusi untuk mencapai tujuan bersama. Penelitian ini ditujukan untuk mendeskripsikan (1) nilai-nilai budaya teamwork, (2) strategi membangun budaya teamwork, dan (3) habituasi nilai budaya teamwork yang ada di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Gorontalo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang dilakukan yaitu kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan credibility atau derajat kepercayaan dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Nilai-nilai teamwork terbentuk dari kesadaran individu yang hidup dalam organisasi, nilai-nilai ini terdiri dari kekompakan, menghargai pendapat dan memberikan dorongan/motivasi; (2) Strategi membangun budaya teamwork terdiri atas dua yaitu komunikasi yang efektif dan team building; serta (3) Habituasi nilai budaya teamwork dilakukan dengan sosialisasi dan penerapan nilai budaya teamwork, serta capaian dari habituasi nilai budaya teamwork yang dianut di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Gorontalo.
Kepemimpinan Pembelajaran Kepala Sekolah Dalam Mengimplementasikan Merdeka Belajar Amay, Seftianisa; I. Pakaya, Idan
Student Journal of Educational Management VOLUME 5 NOMOR 1 JUNI 2025
Publisher : Jurusan Manajemen Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37411/sjem.v5i1.4301

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) pelakasanaan kepemimpinan pembelajaran kepala sekolah dan (2) program merdeka belajar di SMAN 1 Gorontalo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Analisis data dilakukan dengan cara reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) kepala sekolah dalam mengimplementasikan kepemimpinan mengutamakan visi dan misi sekolah yang ingin mewujudkan SMAN 1 Gorontalo sebagai generasi SMART. Pembinaan yang dilakukan oleh kepala sekolah dilakukan dengan cara berdiskusi langsung maupun tidak langsung dengan tenaga pendidik, aktif mendukung komunitas belajar tenaga pendidik, mengamati secara langsung proses pembelajaran dalam rangka monitoring dan melakukan rapat rutin untuk mendengarkan setiap program dan kegiatan, serta mengedepankan tiga hal yaitu koordinasi, konsultasi dan komunikasi, (2) program merdeka belajar di SMAN 1 Gorontalo bukan hanya tentang peserta didik namun juga tentang tenaga pendidik. Karena dengan adanya kebijakan penyederhanaan RPP ini, tenaga pendidik dapat meningkatkan kompetensi dengan cara mengikuti pelatihan, workshop serta webinar. Sekolah menyediakan fasilitas yang memadai untuk menunjang proses pembelajaran secara berani. Mengenai implementasi AKM dan survey karakter ada dalam bentuk soal HOTS dan penguatan karakter serta pihak sekolah selalu aktif berkomunikasi dengan para orang tua peserta didik
Kompetensi Pedagogik Guru dalam Proses Pembelajaran Ayu Nengsi, Riska; Ardhiansyah, Muhammad; Hasan, Hasan
Student Journal of Educational Management VOLUME 5 NOMOR 2 DESEMBER 2025
Publisher : Jurusan Manajemen Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37411/sjem.v5i2.4492

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana Kompetensi Pedagogik Guru Dalam Proses Pembelajaran di SMP Negeri 1 Bajeng Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus sebagai rancangannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Menguasai karakteristik peserta didik yang heterogen menuntut model pembelajaran yang adaptif. Matriks pembelajaran yang mengakomodasi latar belakang sosial, budaya, agama, dan ekonomi peserta didik serta potensi minat dan bakat mereka menjadi sangat relevan, seperti diskusi dengan orang tua siswa, melakukan observasi, wawancara langsung dengan siswa, dan membiarkan siswa bereksplorasi untuk menentukan bahan ajar yang hendaknya disesuaikan dengan tujuan pembelajaran sesuai kebutuhan peserta didik. 2) seorang pendidik atau guru harus memiliki kemampuan yang lebih dari yang sudah diraih dan mampu mengajarkan pembelajaran melalui sosial media kepada peserta didik dimulai dari pemberian edukasi tentang pengetahuan konten pembelajaran yang telah ditentukan, dilanjutkan dengan mempraktikkan dan mengevaluasi konten pembelajaran tersebut, setelah itu mengajarkan kepada rekan sejawat sebelum diimplementasikan kepada peserta didik. 3) Setiap guru menyesuaikan perkembangan kurikulum yang ada pada saat ini, memahami komponen kurikulum untuk merancang desain pembelajaran dan menyusun strategi pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik demi guru dan juga tidak ketinggalan dalam metode pembelajaran yang akan diajarkan
Peran Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kinerja Guru M, Nurfadhilah; Ardhiansyah, Muhammad; Hasan, Hasan
Student Journal of Educational Management VOLUME 5 NOMOR 2 DESEMBER 2025
Publisher : Jurusan Manajemen Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37411/sjem.v5i2.4493

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Peran Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kinerja Guru di SMA Negeri 1 Takalar. Desain penelitian yang digunakan yakni deskriptif kualitatif. Penelitian berfokus pada peran kepemimpinan transformasional kepala sekolah dalam mengembangkan kinerja guru di SMA Negeri 1 Takalar. Sumber data penelitian ini adalahkepala sekolah serta guru SMA Negeri 1 Takalar. Instrumen digunakan pada penelitian yakni human instrument. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, serta dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, serta pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan, kepala sekolah SMA Negeri 1 Takalar dalam menjalankan kepemimpinannya sudah menggunakan gaya kepemimpinan transformasional : (1) Kepala sekolah SMA Negeri 1 Takalar telah memberikan kebebasan kepada guru untuk terinspirasi dan bekerja sama dalam mengkomunikasikan pendekatan pendidikan yang unik dan kreatif serta memandfaatkan fasilitas sekolah yang dapat memberikan informasi kepada siswa. (2) Guru membutuhkan perhatian serta pemecahan masalah sudah bisa mendapatkan telinga simpatik dari kepala sekolah SMA Negeri 1 Takalar. (3) Kepala sekolah SMA Negeri 1 Takalar telah memberi contoh perilaku tepat serta menginspirasi rasa hormat. (4) Kepala sekolah SMA Negeri 1 Takalar secara konsisten telah menunjukkan sikap disiplinnnya dan tanggung jawabnya
Pendidikan Dan Media Sosial: Pengaruh Teknologi Dan Media Sosial Dalam Pembentukan Perilaku Sosial Peserta Didik Nurlaeli Mahmudah; Asep Mulyana; Tri Kuncoro Panji Murtanto; Muhammad Ni'amillah
Student Journal of Educational Management VOLUME 5 NOMOR 2 DESEMBER 2025
Publisher : Jurusan Manajemen Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37411/sjem.v5i2.4500

Abstract

Media sosial menjadi bagian penting dalam kehidupan peserta didik dan berpengaruh terhadap pembentukan karakter sosial mereka. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran dan pengaruh media sosial dalam membentuk karakter peserta didik dengan menggunakan metode kualitatif melalui studi literatur dari berbagai sumber ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial memiliki dampak positif berupa peningkatan kreativitas, akses informasi, kemampuan komunikasi, serta peluang kolaborasi. Namun, penggunaan yang tidak terkontrol dapat menimbulkan dampak negatif seperti penurunan moral, cyberbullying, gangguan konsentrasi, dan melemahnya nilai sopan santun dan tanggung jawab. Faktor seperti intensitas penggunaan, lingkungan keluarga, dan literasi digital terbukti memengaruhi arah pengaruh media sosial terhadap karakter peserta didik. Oleh karena itu, diperlukan pengawasan dan pemanfaatan media sosial secara bijak agar manfaatnya dapat dioptimalkan dan dampak negatifnya diminimalkan dalam proses pembentukan karakter sosial peserta didik.
Analisis Manajemen Waktu Belajar Siswa Sekolah Menengah Atas Gani, Delta Wahyuly; Djafri, Novianty; Arifin, Arifin
Student Journal of Educational Management VOLUME 5 NOMOR 2 DESEMBER 2025
Publisher : Jurusan Manajemen Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37411/sjem.v5i2.2144

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen waktu belajar siswa di SMA Negeri 3 Gorontalo, pada aspek: (1) Menetapkan tujuan belajar; (2) Membuat prioritas belajar; (3) Menyusun jadwal belajar. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis pendekatan eksplanatori. Jumlah sampel penelitian sebesar 90 orang siswa yang terdiri dari kelas XI dan XII. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner angket, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis deskriptif dengan formula persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Manajemen waktu belajar siswa pada aspek menetapkan tujuan belajar berada pada kategori baik dengan persentase sebesar 82.94%; (2) Manajemen waktu belajar siswa pada aspek membuat prioritas belajar berada pada kategori kurang baik dengan persentase sebesar 70.50%; (3) Manajemen waktu belajar siswa pada aspek menyusun jadwal belajar berada pada kategori kurang baik dengan persentase sebesar 61.55%. Untuk itu disarankan: (1) Sekolah, sebaiknya melakukan koordinasi dengan guru beserta orang tua siswa agar dapat mengarahkan siswa untuk bisa melakukan manajemen waktu belajar; (2) Guru, sebaiknya memotivasi dan membimbing siswa untuk dapat memprioritaskan waktunya untuk belajar dan menyusun jadwal belajar dengan detail; (3) Siswa, sebaiknya memprioritaskan waktu belajar dari pada membuang waktunya sia-sia.
Hubungan E-Leadership dan Motivasi Kerja dengan Kinerja Guru di Sekolah Menengah Pertama Kaluku, Inda Rahmatia; Ansar, Ansar; Arifin, Arifin; Thalib, Darmawan
Student Journal of Educational Management VOLUME 5 NOMOR 2 DESEMBER 2025
Publisher : Jurusan Manajemen Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37411/sjem.v5i2.2303

Abstract

Kinerja guru Sekolah Menengah Pertama Negeri di Kota Gorontalo belum optimal, ditunjukkan oleh indikasi seperti kepala sekolah yang belum mampu membentuk kelompok kerja virtual, kurang memberikan motivasi, serta guru yang kurang mampu menciptakan suasana pembelajaran menyenangkan dan menyampaikan pembelajaran dengan baik. Hal ini diduga berkaitan dengan kepemimpinan digital (e-leadership) kepala sekolah yang belum berkembang dan motivasi kerja guru yang belum optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara e-leadership dan motivasi kerja dengan kinerja guru. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel sebanyak 82 guru dipilih secara acak dari populasi 471 guru SMP Negeri di Kota Gorontalo. Data dikumpulkan melalui angket yang telah teruji valid dan reliabel, serta dianalisis menggunakan uji normalitas, linearitas, dan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara e-leadership dengan kinerja guru (37,2%, kategori hubungan sedang), antara motivasi kerja dengan kinerja guru (53,1%, kategori hubungan kuat), serta secara simultan antara kedua variabel bebas dengan kinerja guru (77,5%, kategori hubungan sangat kuat). Temuan ini menekankan pentingnya pengembangan kompetensi kepemimpinan digital kepala sekolah dan peningkatan motivasi kerja guru untuk mendukung kinerja guru yang optimal di era teknologi.
Hubungan antara Strategi Mengajar Guru dan Lingkungan Kelas dengan Motivasi Belajar Siswa Midu, Yuliana Ningsi; Arwildayanto, Arwildayanto; Sumar, Warni Tune; Akadji, Fachrudin
Student Journal of Educational Management VOLUME 5 NOMOR 2 DESEMBER 2025
Publisher : Jurusan Manajemen Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37411/sjem.v5i2.2445

Abstract

Motivasi belajar siswa Sekolah Menengah Pertama di Kecamatan Kota Timur masih rendah, ditunjukkan oleh perilaku seperti sering bolos sekolah, malas mengerjakan tugas, dan ketidakresponsifan dalam pembelajaran. Hal ini diduga berkaitan dengan strategi mengajar guru yang kurang variatif dan lingkungan kelas yang tidak mendukung. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara strategi mengajar guru dan lingkungan kelas dengan motivasi belajar siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel sebanyak 116 siswa dipilih secara acak dari populasi 163 siswa kelas IX SMP di Kecamatan Kota Timur. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, normalitas, linearitas, serta uji korelasi parsial dan simultan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara strategi mengajar guru dengan motivasi belajar siswa (r = 0,4411), antara lingkungan kelas dengan motivasi belajar siswa (r = 0,3964), serta secara simultan antara kedua variabel bebas dengan motivasi belajar (r = 0,5049). Temuan ini menekankan pentingnya pengembangan strategi mengajar yang inovatif dan penciptaan lingkungan kelas yang kondusif untuk meningkatkan motivasi belajar siswa di jenjang SMP.
Penguatan Karakter Siswa Pada Sekolah Berasrama Yasin, Siti Nurhalizah; Mas, Sitti Roskina; Suking, Arifin
Student Journal of Educational Management VOLUME 5 NOMOR 2 DESEMBER 2025
Publisher : Jurusan Manajemen Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37411/sjem.v5i2.2913

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penguatan karakter religius, karakter bertanggung jawab, dan karakter kemandirian siswa pada sekolah berasrama di MAN Insan Cendekia Gorontalo. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, dengan analisis data melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) penguatan karakter religius siswa dibentuk melalui serangkaian kegiatan rutin keagamaan yang terstruktur, yaitu shalat berjamaah, qultum dalam bahasa Inggris dan Arab, qiro'ah qabla naum (membaca Al-Qur'an sebelum tidur), dan program tahfidz Al-Qur'an; (2) penguatan karakter bertanggung jawab dibangun melalui mekanisme piket kebersihan asrama dan keterlibatan dalam tugas kolektif; serta (3) penguatan karakter kemandirian dikembangkan melalui pembiasaan aktivitas keseharian di asrama, seperti mengurus kebutuhan pribadi dan mengikuti jadwal terprogram. Hubungan antara kegiatan asrama dan pembentukan karakter ini bersifat sangat kuat dan sistematis, di mana lingkungan asrama yang terstruktur berhasil menciptakan proses transformasi karakter dari tahap pembiasaan hingga menjadi nilai internal. Implikasi dari penelitian ini menekankan pentingnya desain lingkungan pendidikan yang terintegrasi dan berkelanjutan dalam membentuk karakter siswa secara holistik. Temuan ini dapat menjadi pertimbangan bagi pengelola sekolah berasrama lain dalam merancang program penguatan karakter yang efektif.

Page 9 of 10 | Total Record : 100