cover
Contact Name
Nafi' Inayati Zahro
Contact Email
mjlm@umk.ac.id
Phone
+62291438229
Journal Mail Official
mjlm@umk.ac.id
Editorial Address
LPPM Universitas Muria Kudus, Jl. Lingkar Utara UMK, PO BOX 53, Gondangmanis, Bae, Kudus, Jawa Tengah
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Muria Jurnal Layanan Masyarakat
ISSN : 26570955     EISSN : 26567342     DOI : https://doi.org/10.24176
Diterbitkan sebagai media publikasi dan desiminasi hasil penelitian dan karya ilmiah hasil pengabdian kepada masyarakat untuk memperkaya khasanah keilmuan pendidikan menuju tercapainya generasi emas Indonesia. Muria Jurnal Layanan Masyarakat merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Muria Kudus sebagai media pengembangan dan penerapan ipteks yang memuat publikasi hasil kegiatan pengabdian pada masyarakat, model atau konsep dan atau implementasinya dalam rangka peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Terbit dua kali dalam satu tahun yaitu bulan Maret dan Setember
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 127 Documents
Psikoedukasi Peningkatan Kontrol Diri Remaja dalam Penggunaan Smartphone: Upaya Pencegahan Penyimpangan Perilaku Seksual Ruby, Arcivid Chorynia; Rahma, Min Yatul
Muria Jurnal Layanan Masyarakat Vol 6, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/mjlm.v6i2.13764

Abstract

Smartphone merupakan salah satu media yang memfasilitasi terjadinya berbagai bentuk penyimpangan perilaku seksual apabila tidak digunakan sesuai dengan norma-norma yang berlaku dan tidak adanya kontrol diri dalam penggunaannya. Psikoedukasi ini bertujuan untuk peningkatan pemahaman tentang  bahaya penyimpangan perilaku seksual dan kemampuan kontrol diri dalam penggunaan smartphone sebagai upaya pencegahan penyimpangan perilaku seksual pada remaja. Adapun subjek dalam psikoedukasi ini yaitu siswa di SMP “X” Kudus Jawa Tengah dengan total sample sebanyak 32 orang. Berdasarkan hasil analisis data dengan uji paired sample t-test didapatkan nilai p = 0,000 (p0.05) yang berarti terdapat perubahan atau perbedaan yang sangat signifikan pada skor kontrol diri remaja sebelum dan sesudah psikoedukasi. Berdasarkan hasil tersebut dapat diketahui bahwa kegiatan psikoedukasi ini telah efektif meningkatkan pengetahuan tentang bahaya penyimpangan perilaku seksual dan kemampuan kontrol diri dalam penggunaan smartphone agar terhindar dari penyimpangan perilaku seksual.
Sosialisasi Pemanfaatan Asupan Protein Hewani sebagai Strategi Pencegahan Stunting di Desa Honggosoco Kabupaten Kudus Saputro, Arief Adi; Sa’adah, Arina Lis; Ghazi, Tafta; Rusnoto, Rusnoto; Rahmawati, Septina; Siska, Sri
Muria Jurnal Layanan Masyarakat Vol 6, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/mjlm.v6i2.13656

Abstract

Desa Honggososco Kecamatan Jekulo Kabupaten Kudus merupakan salah satu desa di wilayah Kabupaten Kudus yang masih didominasi oleh kaus stunting. Stunting merupakan gangguan tumbuh dan kembang anak yang salah satu penyebabnya adalah masalah kurang gizi kronis. Stunting yang telah terjadi apabila tidak diimbangi dengan cath-up growth (tumbuh kejar) akan berpotensi terhambatnya pertumbuhan motorik dan mental, rendahnya kemampuan belajar. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan sosialisasi tentang pencegahan stunting anak dengan asupan protein hewani. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat untuk pencegahan stunting anak ini dilaksanakan di Desa Honggososco, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus dengan mitra anggota Nasyiatul Aisyiah Desa Honggosoco. Kegiatan pengabdian ini melalui tiga tahapan yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil setelah dilakukan sosialisasi masyarakat di Desa Honggosoco yaitu peserta mampu mampu memahami edukasi yang diberikan dengan baik sehinngga peserta mampu untuk menerapkan ilmu yang diperoleh
Pemberian PFA (Psychological First Aids) terhadap Penyitas Bencana Banjir Tahun 2024 Di Posko Balai Desa Jati Wetan, Kudus Ratri, Prapti Madyo; Khasan, Mohammad; Raharjo, Trubus; Alyna, Rizka
Muria Jurnal Layanan Masyarakat Vol 6, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/mjlm.v6i2.13765

Abstract

PFA memberikan dukungan emosional kepada penyitas, membekali mereka dengan keterampilan untuk mengatasi situasi sulit, serta menghubungkan mereka dengan layanan praktis yang dibutuhkan. Hal ini merupakan upaya untuk mendukung peningkatan daya tahan dan mengurangi efek dari trauma dan kehilangan yang mendalam. Kegiatan ini sebagai penyediaan dukungan emosional, bantuan informasi dan penguatan kapasitas coping individu. Implementasi kegiatan ini di agendakan menjadi tiga tahapan, yaitu 1) tahap identifikasi kebutuhan penyitas 2) Tahap Pendampingan 3) Tahap evaluasi dan manfaat program PFA bagi penyitas bencana banjir di Posko Balai Desa Jati Wetan, Kudus. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan model PFA pada situasi krisis (pasca bencana) memperoleh respons yang baik dari penyitas di Posko Balai Desa Jati Wetan, Kudus. Kondisi ini bisa dilihat dari hasil tahap evaluasi (tahap 3) yang dilakukan, penyitas mengungkapkan perasaan yang bahagia dan respon yang baik karena merasa diperhatikan.
PKM PENERAPAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA DALAM UPAYA PENINGKATAN PRODUKTIVITAS SENTRA INDUSTRI KERAJINAN TAS DI DESA BESITO KECAMATAN GEBOG KABUPATEN KUDUS Susanti, Diah Ayu; Zahro, Nafi Inayati; Septanti, Annisya Lutfi
Muria Jurnal Layanan Masyarakat Vol 6, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/mjlm.v6i2.12583

Abstract

Usaha kecil menjadi salah satu strategi bagi pembangunan di Indonesia dan juga sebagai upaya memeratakan hasil pembangunan yang telah dicapai. Pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah sangat dibutuhkan sebagai penggerak perekonomian nasional, karena dapat berkontribusi terhadap pendapatan masyarakat. Nurul Konveksi adalah salah satu UMKM yang berada di Desa Besito, Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus bergerak dalam bidang industri kerajinan tas. Permasalahan yang dihadapi Nurul Konveksi  dalam menjalankan usahanya, salah satunya adalah terkait produksi, pemasaran dan pencatatan keuangan yang masih sangat sederhana. Permasalahan tersebut memerlukan pendampingan untuk mengembangkan usaha produksi kerajinan tas. Metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dilakukan melalui 3 tahap, tahap pertama perencanaan yang meliputi analisis situasi kondisi mitra, survey lokasi, penentuankerjasama dengan mitra, pembentukan tim dan struktur tim. Tahap kedua meliputi pelaksanaan pendampingan, sosialisasi, pelatihan dan tahap ketiga adalah tahap evaluasi kegiatan dan pelaporan. Hasil dari kegiatan ini pelaku UMKM sudah memiliki logo UMKM, digital marketing berupa Instagram ,shopee, dan marketplace serta Facebook dan mitra sudah mampu mengelola keuangan melalui aplikasi secara efektif.  Artikel ini dapat diakses secara terbuka dibawah lisensi CC-BY 
Edukasi Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Di Posyandu Desa Cranggang, Kabupaten Kudus Tahun 2024 Fitrianingsih, Sri; Safitri, Claudia Dinda; Sari, Dessy Erliani Mugita; Hidayati, Rakhmi; Sukarno, Sukarno; Yudanti, Gendis Purno
Muria Jurnal Layanan Masyarakat Vol 6, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/mjlm.v6i2.12410

Abstract

Immunization is an action in preventing potentially contagious diseases in neonates or children. Immunization needs to be considered to increase the effectiveness and safety of the vaccine to be used. There are various types of immunization, this is followed by the emergence of Post-Immunization Adverse Events (PIAE). PIAE caused can be in the form of mild to severe symptoms. The incident can cause concern for parents and children who want to take immunizations. Activities that can be done before immunization are education related to PIAE so that they don't need to worry. This education about PIAE includes an overview of PIAE, symptoms, causes of PIAE, potential groups of people about PIAE, and steps to take if experiencing PIAE. This health education was carried out at the Posyandu of Cranggang Village, Dawe District, Kudus Regency, Central Java. Media used in education are brochures, and materials delivered directly or face-to-face. The goal is to increase the knowledge of parents and children related to PIAE so that they are not anxious about participating in immunization
Pelatihan Digitalisasi Kepada Pelaku UMKM Batik di Desa Jarum Bayat Klaten Rahmawati, Rahmawati; Tukkeng, Davino Genesis Anderson; Fitriyah, Deby Nailatun; Chandra, Devina Angelin; Kartikasari, Dyah; Rahayu, Eli Puji; Iskandar, Hilman Nur; Kurniawati, Lintang Ajeng; Arrahman, Muhammad Amrullah; Purnomo, Muhammad Fadhil Wahyu; Nabilla, Nabilla; Sundari, Nadila Dwi; Fausta, Rasendriya Farrel Zahran
Muria Jurnal Layanan Masyarakat Vol 6, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/mjlm.v6i2.13652

Abstract

Desa Jarum di Kecamatan Bayat, Klaten, Jawa Tengah, dikenal sebagai desa wisata batik dengan sejarah panjang dalam produksi batik tulis, cap, dan kombinasi menggunakan pewarna alami. Namun, desa ini menghadapi tantangan dalam pemasaran dan promosi produk batik, terutama dalam era digital. Untuk mengatasi masalah ini, KKN Riset Grup UNS kelompok 142 meluncurkan program digitalisasi UMKM yang bertujuan memberdayakan masyarakat melalui peningkatan keterampilan pemasaran via media sosial dan e-commerce. Program ini berhasil meningkatkan promosi dan penjualan batik, serta mengembangkan potensi pariwisata desa. Selain itu, pelatihan penentuan harga produk membantu menjaga stabilitas harga di pasar. Meskipun program berjalan dengan baik, tantangan terkait konsistensi penerapan dan pengawasan harga masih perlu ditangani. Evaluasi lanjutan tentang dampak teknik copywriting dan pelatihan tambahan mengenai strategi pemasaran digital diharapkan dapat lebih mendukung perkembangan UMKM Batik di Desa Jarum. Antusiasme pelaku UMKM menjadi kunci keberhasilan program ini, dan diharapkan desa ini terus berkembang dengan wawasan baru untuk meningkatkan potensi usaha batik di masa depan.
Melek Investasi dan Pengelolaan Keuangan bagi Gen Z Taufiq, Eindye
Muria Jurnal Layanan Masyarakat Vol 6, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/mjlm.v6i2.13029

Abstract

This community service is carried out to provide insight to Gen Z aged 12-27 years regarding financial management and investments that they need to make to have financial intelligence in facing a future full of uncertainty. This dedication will provide new insight for Gen Z on how they should view money and finances according to their generation and the obstacles that will occur according to their generation. Gen Z can have a secure and prosperous financial future by making investments and financial planning. Gen Z can overcome their financial obstacles and create a bright, sustainable future by realising the value of early investing and careful financial planning.
Pelatihan Aplikasi Quick Count sebagai Inovasi Kurikulum Merdeka dalam Kegiatan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Susanti, Nanik; Irawan, Yudie; Handayani, Putri Kurnia
Muria Jurnal Layanan Masyarakat Vol 7, No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/mjlm.v7i1.14907

Abstract

The Merdeka Curriculum is designed to provide flexibility for educators in creating quality learning experiences tailored to students' needs. One of its co-curricular programs is the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5), developed based on specific themes set by the government. P5 promotes flexible learning, collaboration, creativity, and active student participation in face-to-face activities. It encourages students to generate ideas and take real actions that impact themselves and their surroundings. At the high school level, there are seven P5 themes, while vocational schools have nine. SMA N 6 Semarang is among the schools implementing the Merdeka Curriculum and has carried out several P5 themes. In the 2023/2024 academic year, the school plans to apply the technology and engineering theme by developing a quick count application. However, challenges remain, such as the limited programming skills of students and teachers, as well as the small number of educators with expertise in information technology.Kurikulum Merdeka dirancang untuk memberikan fleksibilitas kepada pendidik dalam menciptakan pengalaman belajar yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan siswa. Salah satu program dalam kurikulum ini adalah Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), yang dikembangkan berdasarkan tema-tema tertentu dari pemerintah. P5 mendorong pembelajaran yang fleksibel, kolaboratif, kreatif, serta meningkatkan partisipasi aktif siswa dalam kegiatan tatap muka. Melalui proyek ini, siswa diajak untuk menghasilkan ide dan aksi nyata yang berdampak bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitar. Di tingkat SMA, terdapat tujuh tema P5, dan sembilan tema untuk SMK. SMA N 6 Semarang menjadi salah satu sekolah yang telah menerapkan Kurikulum Merdeka dan melaksanakan beberapa tema P5. Pada tahun ajaran 2023/2024, sekolah berencana menerapkan tema rekayasa dan teknologi melalui pengembangan aplikasi quick count. Tantangan yang dihadapi adalah keterbatasan kemampuan siswa dan guru dalam pemrograman serta jumlah pendidik IT yang masih sedikit.
Pendampingan Psikoedukasi dalam Mengatasi Kecanduan Gadget dan Penyalahgunaan Teknologi untuk Kesehatan Mental Masyarakat Jayanti, Septina Dwi; Septiani, Dwi; Lathifa, Ardelia Khansa; Setiawan, R Rhoedy
Muria Jurnal Layanan Masyarakat Vol 7, No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/mjlm.v7i1.14903

Abstract

This psychoeducation program focuses on raising awareness among adolescent students at SMP N 2 Winong about the negative impacts of gadget addiction and technology misuse, as an essential step in maintaining mental health in the digital era. The goal of this program is to provide students with an understanding of the risks associated with excessive technology use and effective strategies for managing screen time healthily. The methods employed in this program include the delivery of educational content on mental health impacts, interactive discussions, and training in technology management strategies. The results of this program indicate an increase in students' understanding of the importance of balancing technology use with mental health. There was also a positive change in students' behavior regarding screen time management. It is hoped that this program will continue to support efforts to improve the mental health of students at SMP N 2 Winong in a sustainable manner.Kegiatan psikoedukasi ini berfokus pada upaya meningkatkan kesadaran siswa remaja di SMP N 2 Winong mengenai dampak negatif kecanduan gadget dan penyalahgunaan teknologi, sebagai langkah penting dalam menjaga kesehatan mental di era digital. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan pemahaman kepada siswa tentang risiko penggunaan teknologi yang berlebihan serta cara-cara efektif untuk mengelola waktu layar secara sehat. Metode yang digunakan dalam program ini meliputi penyampaian materi edukatif mengenai dampak kesehatan mental, diskusi interaktif, dan pelatihan strategi pengelolaan teknologi. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan pemahaman siswa mengenai pentingnya menjaga keseimbangan antara penggunaan teknologi dan kesehatan mental. Terdapat juga perubahan positif dalam perilaku siswa terkait pengelolaan waktu penggunaan gadget. Diharapkan, program ini dapat terus mendukung upaya peningkatan kesehatan mental siswa di SMP N 2 Winong secara berkelanjutan.
Pelatihan English for Tour Guide bagi Pelaku Sektor Pariwisata Lokal Nurcahyo, Agung Dwi; Rusiana, Rusiana; Mutohhar, Mutohhar
Muria Jurnal Layanan Masyarakat Vol 7, No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/mjlm.v7i1.14908

Abstract

The development of Desa Wisata is one alternative to improve the community’s economy, including Desa Japan in Kudus Regency, Central Java. To support this, improving human resources—especially foreign language skills—is essential. This community service aimed to provide “English for Tour Guide” training for tourism activists in Desa Japan. The training focused on practical English for guiding tourists, particularly foreigners. Participants practiced spoken English relevant to tourism settings. The training outcomes included: (1) increased confidence in speaking English, (2) improved tourism knowledge, (3) enhanced public speaking skills, and (4) better understanding and use of English for tour guiding. Through this activity, tourism activists are expected to become role models in using simple and practical English within the community.Pengembangan Desa Wisata merupakan salah satu alternatif untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, termasuk Desa Japan di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Untuk mendukung program ini, diperlukan peningkatan sumber daya manusia, khususnya dalam keterampilan berbahasa asing. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan pelatihan “English for Tour Guide” bagi para pelaku wisata di Desa Japan. Pelatihan difokuskan pada penggunaan Bahasa Inggris praktis dalam konteks pariwisata. Hasil kegiatan ini antara lain: (1) meningkatnya kepercayaan diri pelaku wisata dalam berbahasa Inggris, (2) meningkatnya pengetahuan dan keterampilan di bidang pariwisata, (3) meningkatnya kemampuan public speaking, serta (4) meningkatnya pemahaman dan penggunaan Bahasa Inggris sebagai pemandu wisata. Melalui kegiatan ini, pelaku wisata diharapkan dapat menjadi panutan dalam penggunaan Bahasa Inggris yang sederhana dan praktis di lingkungan masyarakat Desa Japan.

Page 11 of 13 | Total Record : 127