cover
Contact Name
Yudi Hendrilia
Contact Email
yudihendrilia@gmail.com
Phone
+628112900177
Journal Mail Official
yudihendrilia@gmail.com
Editorial Address
Ungaran, Semarang - Jawa Tengah
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen)
ISSN : 26859718     EISSN : 26859726     DOI : -
Core Subject : Education,
Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) diterbitkan dua kali dalam 1 tahun (Februari dan Agustus) oleh Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara. Veritas Lux Mea menerima artikel ilmiah dari dosen, mahasiswa, praktisi teologi maupun pendidikan Kristen. Jurnal ini pun telah memiliki ISSN baik online (2685-9718) maupun cetak (2685-9718). Jurnal ini mempublikasikan artikel hasil penelitian dalam bidang: 1. Teologi Praktika 2. Teologi Biblika 3. Teologi Sistematika 4. Sejarah Teologi dan Gereja 5. Pendidikan Kristen (Gereja dan Sekolah)
Articles 160 Documents
Peningkatan Profesionalisme Guru Pada Proses Pembelajaran Penididikan Agama Kristen Di SMTK Harapan Bangsa Sungai Rengas, Kalimantan Barat Oktavianus, Oktavianus; Triposa, Reni; Arifianto, Yonatan Alex
Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) Vol 6, No 1 (2024): Teologi dan Pendidikan Agama Kristen (Februari 2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59177/veritas.v6i1.274

Abstract

Improving the professionalism of Christian religious education teachers is a crucial aspect in efforts to enhance the quality of Christian religious education in the school environment. Teacher professionalism encompasses various dimensions, including knowledge, skills, attitudes, and commitment to educational tasks. This research aims to investigate factors that can enhance the professionalism of Christian religious education teachers and its impact on student learning and development. This research method employs a qualitative approach, involving Christian religious education teachers from various educational levels. Data were collected through observation, interviews with teachers, and documentation. The research findings indicate that the improvement of professionalism among Christian religious education teachers at the Christian Theological High School Harapan Bangsa Sungai Rengas can be achieved through various strategies. Factors such as increased theological knowledge, development of teaching skills, participation in training and workshops, as well as the formation of a learning community among teachers, can positively contribute to teacher professionalism. Additionally, positive attitudes, high work ethics, and commitment to the development of student character are also key factors in enhancing the professionalism of Christian religious education teachers. The impact of this improvement in teacher professionalism is evident not only in the increased quality of Christian religious education but also in the moral and spiritual development of students. More professional teachers can create an inspirational learning environment, motivate students to develop spiritual values, and guide them in a deeper understanding of Christian religious teachings.AbstrakPeningkatan profesionalisme guru pendidikan agama Kristen merupakan suatu aspek krusial dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan agama Kristen di lingkungan sekolah. Profesionalisme guru mencakup berbagai dimensi, termasuk pengetahuan, keterampilan, sikap, dan komitmen terhadap tugas pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki faktor-faktor yang dapat meningkatkan profesionalisme guru pendidikan agama Kristen serta dampaknya terhadap pembelajaran dan perkembangan siswa. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, melibatkan guru-guru pendidikan agama Kristen dari berbagai tingkat pendidikan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan guru dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan profesionalisme guru pendidikan agama Kristen di Sekolah Menengah Teologi Kristen Harapan Bangsa Sungai Rengas dapat dicapai melalui berbagai strategi. Faktor-faktor seperti peningkatan pengetahuan teologis, pengembangan keterampilan mengajar, partisipasi dalam pelatihan dan workshop, serta pembentukan komunitas belajar antar guru dapat berkontribusi secara positif terhadap profesionalisme guru. Selain itu, sikap positif, etika kerja yang tinggi, dan komitmen terhadap pengembangan karakter siswa juga menjadi faktor kunci dalam meningkatkan profesionalisme guru pendidikan agama Kristen. Dampak dari peningkatan profesionalisme guru ini tidak hanya terlihat dalam peningkatan kualitas pembelajaran agama Kristen, tetapi juga dalam perkembangan moral dan spiritual siswa. Guru yang lebih profesional dapat menciptakan lingkungan belajar yang inspiratif, memotivasi siswa untuk mengembangkan nilai-nilai spiritual, dan membimbing mereka dalam memahami ajaran agama Kristen secara lebih mendalam.
Praktik Kepemimpinan Tim Dalam Alkitab Dan Implikasinya Bagi Orang Percaya Yeniretnowati, Tri Astuti; Perangin Angin, Yakub Hendrawan
Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) Vol 6, No 1 (2024): Teologi dan Pendidikan Agama Kristen (Februari 2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59177/veritas.v6i1.263

Abstract

The phenomenon that has occurred so far shows that many leadership practices that occur in ministry have not followed the example of Biblical figures whose leadership practice was team leadership, and the team leadership demonstrated by figures in the Old and New Testaments showed satisfactory results. Organizations in a Christian environment should emulate and apply the principles of successful team leadership demonstrated by Bible figures, because there are so many examples and examples of leaders in the Bible who carry out team leadership very well and bring success to the lives of organizations and people. believe. The research method used is a qualitative research method with a literature study approach. The results of this research show that many Bible figures practiced team leadership very well and successfully which can be an inspiration and model for the current and future leadership practices of believers. Several important implications were obtained as part of the contribution of this research, namely: First , making team leadership the style and culture of a successful service organization. Second, socialize the importance of the team's role in achieving the organization's vision. Third, apply the concept of awareness and motivation to be part of a team. Fourth, apply the concept of team leadership at work. Fifth, apply the concept of team leadership in personal life and marriage in order to achieve a true life vision.AbstrakFenomena yang terjadi selama ini menunjukan bahwa praktik kepemimpinan yang terjadi di dalam pelayanan masih banyak yang belum mengikuti teladan dari tokoh-tokoh Alkitab yang praktik kepemimpinannya adalah kepemimpinan tim, dan kepemimpinan tim yang diperagakan oleh tokoh dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru menunjukkan hasil yang memuaskan. Organisasi dilingkungan Kristen sudah seharusnya meneladani dan menerapkan prinsip-prinsip kepemimpinan tim yang sukses yang diperagakan oleh tokoh-tokoh Alkitab, karena begitu banyak contoh dan teladan dari para pemimpin di Alkitab yang melaksanakan kepemimpinan tim dengan sangat baik dan membawa keberhasilan bagi kehidupan organisasi dan umat orang percaya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi Pustaka. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa para tokoh Alkitab banyak yang mempraktikan kepemimpinan tim dengan sangat baik dan sukses yang dapat menjadi inspirasi serta model bagi praktik kepemimpinan orang percaya saat ini dan masa mendatang, beberapa implikasi penting didapat sebagai bagian kontribusi dari penelitian ini, yaitu: Pertama, menjadikan kepemimpinan tim sebagai gaya dan budaya organisasi pelayanan yang berhasil. Kedua, mensosialisasikan pentingnya peranan tim dalam mencapai visi organisasi. Ketiga, menerapkan konsep kesadaran dan motivasi untuk menjadi bagian dari tim. Keempat, menerapkan konsep kepemimpinan tim dalam pekerjaan. Kelima, menerapkan konsep kepemimpinan tim dalam hidup pribadi dan perkawinan guna mencapi visi hidup sejati.
Bertahan di Lintasan Baru: Menguasai Kompetensi Guru PAK dalam Era Pasca Modern Simanjuntak, Haposan; Simanjuntak, Manahan Uji; Sianipar, Ronal; Purba, Benteng Martua Mahuraja
Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) Vol 6, No 2 (2024): Teologi dan Pendidikan Agama Kristen - Agustus 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59177/veritas.v6i2.312

Abstract

In this post-modern era, the role of teachers in the learning process is increasingly crucial, especially in religious education. Pedagogical competence is an important aspect that determines the quality of education, including in the subject of Christian Religious Education (PAK). However, along with the development of technology and changes in social dynamics, there is an urgent need to understand how this pedagogical competence is implemented and how it affects students' character education. Therefore, this study aims to investigate the implementation of PAK teacher pedagogical competence and its contribution to improving the quality of learning in this modern era. This study was conducted by researchers with the purpose of further investigating the Pedagogical Competence of a teacher, especially Christian Religious Education (PAK) teachers who are involved in the learning process today. Qualitative analysis methods were used by conducting interviews with a number of teaching staff, both teachers and lecturers, who are active in current learning activities. Data were collected using several instruments based on theories presented by experts who specifically discuss the topic being studied. After the research was conducted, the data was interpreted descriptively with the results covering: 1) Implementation of Pedagogical Competence of PAK Teachers in several aspects, 2) Influence of Pedagogical Competence of PAK Teachers on the progress of character education, and 3) Contribution of technological progress in improving PAK Teachers' Pedagogical Competence. From this study, it can be concluded that the competence of a teacher, especially pedagogical competence, is very important both among exact and non-exact educators, especially PAK teachers in the current era which is the post-modernization era.AbstrakDi era pasca-modernisasi ini, peran guru dalam proses pembelajaran semakin krusial, khususnya dalam pendidikan agama. Kompetensi pedagogik menjadi aspek penting yang menentukan kualitas pendidikan, termasuk dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen (PAK). Namun, seiring dengan perkembangan teknologi dan perubahan dinamika sosial, ada kebutuhan yang mendesak untuk memahami bagaimana kompetensi pedagogik ini diimplementasikan dan bagaimana pengaruhnya terhadap pendidikan karakter siswa. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki implementasi kompetensi pedagogik guru PAK dan kontribusinya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di era modern ini.Penelitian ini dilakukan oleh peneliti dengan tujuan untuk menyelidiki lebih lanjut tentang Kompetensi Pedagogik seorang guru, khususnya guru Pendidikan Agama Kristen (PAK) yang terlibat dalam proses pembelajaran pada zaman sekarang. Metode analisis kualitatif digunakan dengan melakukan wawancara kepada sejumlah tenaga pengajar, baik guru maupun dosen, yang aktif dalam kegiatan pembelajaran saat ini. Data dikumpulkan menggunakan beberapa instrumen yang didasarkan pada teori-teori yang disampaikan oleh para ahli yang secara khusus membahas topik yang diteliti. Setelah penelitian dilakukan, data diinterpretasikan secara deskriptif dengan hasil yang mencakup: 1) Implementasi Kompetensi Pedagogik Guru PAK dalam beberapa aspek, 2) Pengaruh Kompetensi Pedagogik Guru PAK terhadap kemajuan pendidikan karakter, dan 3) Kontribusi kemajuan teknologi dalam meningkatkan Kompetensi Pedagogik Guru PAK. Dari penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa kompetensi seorang guru, terutama kompetensi pedagogik, sangatlah penting baik di kalangan pendidik eksakta maupun non-eksakta, khususnya guru-guru PAK di era saat ini yang merupakan era pasca-modernisasi.
Komitmen Ezra (Seeking, Doing, Teaching) dan Implikasinya Bagi Para Pemimpin Di Era Disrupsi: Kajian Hermeneutik Berdasarkan Ezra 7:10 Pattinaja, Aska Aprilano; Baskoro, Paulus Konto
Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) Vol 6, No 2 (2024): Teologi dan Pendidikan Agama Kristen - Agustus 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59177/veritas.v6i2.285

Abstract

The purpose of this paper is to examine Ezra's commitment to preparing himself as a teacher of the law, namely seeking, doing, teaching, which has implications for leaders in the era of disruption. This commitment is very important for leaders to face the moral and integrity degradation that is occurring today. The problem that arises is that many leaders seem great, but are not accompanied by a lifestyle that produces good examples. There is a gap in research that specifically and comprehensively examines the explanation and implementation of Ezra's commitment. Therefore, based on the qualitative method with a hermeneutic approach, this research has found several important things, namely, first, learning (seeking), that a leader needs time to equip himself by learning the basic truth of God's Word; second, doing (doing), a leader is required after learning to do or apply first in personal implementation; and third, teaching (teaching), this is the phase where a leader must teach the basic values of the truth of God's Word, which is a combination of what has been learned and the experience of doing the truth. The implication of this commitment is that what is shared is not mere rhetoric or theory, but a testimony of life-changing experience. This study is useful for pastors, shepherds, teachers, lecturers, or anyone called to leadership. AbstrakTujuan penulisan ini adalah meneliti komitmen Ezra dalam mempersiapkan dirinya sebagai pengajar Hukum Taurat, yakni seeking (meneliti), doing (melakukan), teaching (mengajar), yang berimplikasi terhadap para pemimpin dalam era disrupsi. Komitmen ini sangat penting bagi para pemimpin, untuk menghadapi degradasi moral dan integritas yang terjadi pada hari ini. Problematika yang terjadi adalah banyak pemimpin yang kelihatannya hebat, tetapi tidak dibarengi dengan pola hidup yang menghasilkan teladan yang baik. Terdapat kesenjangan penelitian dalam meneliti secara spesifik dan komprehensif terkait penjelasan dan implementasi dari komitmen Ezra tersebut. Oleh sebab itu berdasarkan metode kualitatif dengan pendekatan hermeneutik, maka penelitian ini telah menemukan beberapa hal penting, yakni, pertama, Belajar (seeking), bahwa seorang pemimpin, membutuhkan waktu untuk memperlengkapi dirinya lewat mempelajari dasar kebenaran Firman Tuhan; kedua, Melakukan (doing), seorang pemimpin diharuskan setelah belajar melakukan atau menerapkan dahulu dalam implementasi pribadi; dan ketiga, Mengajar (teaching), inilah fase di mana, seorang pemimpin harus mengajarkan nilai-nilai dasar kebenaran Firman Tuhan yang merupakan gabungan dari apa yang telah dipelajari dan pengalaman melakukan kebenaran tersebut. Implikasi dari komitmen ini adalah, apa yang dibagikan bukan saja menjadi retorika atau teori belaka, tetapi kesaksian dari pengalaman hidup yang mengubah. Penelitian ini berguna bagi para Pendeta, Gembala, Guru, Dosen atau saja yang terpanggil untuk menjadi pemimpin.
Pengaruh Media Kolase terhadap Perkembangan Motorik Halus Anak Usia Dini di Tk Karmel Kecamatan Tobelo Santoso, Sugeng; Mucji, Gita Sofiana; Marampa, Elieser R
Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) Vol 6, No 1 (2024): Teologi dan Pendidikan Agama Kristen (Februari 2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine how much influence collage media has on early childhood fine motor development in Tk Carmel, Tobelo District. The population in the study was all class A students of Tk Karemel Tobelo sub-district as many as 35 students. Toobtain samples, in this study researchers used purposive sampling research techniques, the sampling technique in this studyconsisted of class A students in Tk Carmel, Tobelo District, North Halmahera Regency, totaling 35 people as samples of researchobjects in accordance with the determination of sampling methods using the Isac and Michael formulas with an error rate of 5%, thenumber of samples was 32 students. Furthermore, to collect data, a questionnaire instrument with Likert scale was used. The resultsobtained through outpus spss are R values of 0.714a. It can be stated that there is a strong correlation between variable X collage media and variable Y fine motor, for the value of R Square is 0.510, which means the influence of collage media on early childhoodfine motor development by 51%.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh media kolase terhadap perkembangan motorik halus anak usia dini di Tk Karmel Kecamatan Tobelo. Populasi dalam penelitian adalah seluruh anak didik kelas A Tk Karemel kecamatan tobelo sebanyak 35 anak didik. Untuk memperoleh sampel, maka dalam penelitian ini peneliti menggunakan teknik  penelitian purposive sampling, teknik  penentuan sampel dalam penelitian ini terdiri dari anak-anak didik kelas A di Tk Karmel Kecamatan Tobelo Kabupaten Halmahera Utara yang berjumlah 35 orang sebagai sampel objek penelitian sesuai dengan penentuan cara pengambilan sampel dengan menggunakan rumus Isac dan Michael dengan tingkat kesalahan 5% maka jumlah sampelnya sebanyak 32 anak didik. Selanjutnya untuk mengumpulkan data digunakan instrument angket dengan skala likert. Adapun hasil yang diperoleh melaluli outpus spss yaitu nilai R sebesar 0,714a. dapat dinyatakan terdapat korelasi yang kuat antara variabel X media kolase dan variabel Y motorik halus, untuk nilai R Square adalah 0,510, yang berarti pengaruh dari media kolase terhadap perkembangan motorik halus anak usia dini sebesar 51%. 
Urgensi Pendidikan Teologi Bagi Gembala Jemaat Dalam Menghadapi Era Postmodern Dandel, Fredrik; Ngesthi, Yonathan Salmon Efrayim
Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) Vol 6, No 1 (2024): Teologi dan Pendidikan Agama Kristen (Februari 2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59177/veritas.v6i1.259

Abstract

Di era postmodern saat ini, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi sangat pesat. Tidak sedikit orang yang meskipun tidak menempuh pendidikan secara formal dalam bidang ilmu tertentu, menjadi cakap dalam menyampaikan, mendiskusikan bahkan mengajarkan hal tersebut kepada orang lain. Dalam bidang ilmu teologi, masyarakat awam menjadi paham tentang seluk beluk dunia teologi. Disatu sisi ancaman serius terhadap eksistensi iman Kristen melalui berbagai pengajaran yang menyesatkan menjadi sesuatu yang penting untuk disikapi. Hal tersebut menuntut keberadaan seorang gembala jemaat yang mampu memberi makanan rohani yang sehat dan berkualitas bagi semua anggota jemaat. Pendidikan teologi tidak dapat ditampik merupakan sesuatu yang sangat urgen dibutuhkan. Artikel ini membahas tentang urgensi pendidikan teologi yang berkontribusi dalam peningkatan kualitas pelayanan yang dilakukan oleh gembala jemaat selaku pemimpin rohani dalam menjawab tantangan era postmodern. Melalui kajian deskriptif dengan metode kepustakaan, disimpulkan : Era postmodern menuntut kualifikasi pendidikan teologi yang mumpuni dari seorang gembala jemaat, sehingga ia dapat menyesuaikan dengan keberadaan atau kebutuhan jemaat yang digembalakan; Manfaat penting pendidikan teologi dari seorang gembala jemaat memungkinkan ia dapat mengimbangi atau melebihi pengetahuan dari anggota jemaat yang digembalakan sehingga mengurangi kesenjangan yang terjadi dalam pelayanan, serta mampu memberi penguatan iman bagi jemaat yang dia gembalakan terutama dalam menghadapi ancaman pengajaran sesat; Pendidikan teologi yang diperoleh melalui pembelajaran secara formal akan menjadi lebih efektif ketika kita dengan penuh kerendahan hati berserah diri dalam tuntunan dan pengurapan kuasa Roh Kudus.
Baptisan Roh Kudus yang Alkitabiah: Upaya Menjawab Perbedaan Pendapat di Kalangan Denominasi Gereja Giamulia, Daniel Setiawan; Sugiono, Sugiono
Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) Vol 6, No 2 (2024): Teologi dan Pendidikan Agama Kristen - Agustus 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59177/veritas.v6i2.310

Abstract

The aim of writing in this scientific journal is to obtain a comprehensive picture of the Biblical baptism of the Holy Spirit.  The term baptism in the Holy Spirit is not a new term for churches, especially for Pentecostal churches.  Understandings of the teachings of the baptism of the Holy Spirit are very diverse.  Each church has a different dogma.  This resulted in quite a lot of division among believers.  These differences in views and opinions became the impetus for the author to investigate the Bible data regarding Spirit baptism.  The research method used is descriptive qualitative with a literature study approach and inductive interpretation. The result obtained is that the baptism of the Holy Spirit has the meaning of entering believers into the Body of Christ. Jesus Christ who baptized the Holy Spirit. There are two ways in which the baptism of the Holy Spirit occurs, namely without the laying on of hands and with the laying on of hands.  The result of the baptism in the Holy Spirit is receiving the gift of the Holy Spirit, becoming a member of the Body of Christ and becoming one in the death, burial and resurrection of Christ.AbstrakTujuan penulisan dalam jurnal ilmiah ini ialah bermaksud untuk mendapatkan gambaran yang komprehensif mengenai baptisan Roh Kudus yang Alkitabiah.  Istilah baptisan Roh Kudus bukan merupakan istilah yang baru bagi Gereja-gereja khususnya bagi Gereja beraliran Pentakosta.  Pemahaman tentang ajaran baptisan Roh Kudus begitu beragam.  Setiap gereja memiliki dogma yang berbeda.  Hal ini mengakibatkan cukup banyak perpecahan di antara orang-orang percaya.  Perbedaan pandangan dan pendapat tersebut menjadi dorongan untuk penulis menyelidiki data-data Alkitab mengenai baptisan Roh.  Metode penelitian yang dipakai adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka dan Tafsiran Induktif. Hasil yang diperoleh ialah Baptisan Roh Kudus memiliki pengertian yakni memasukkan orang percaya kedalam Tubuh Kristus. Yesus Kristus yang membaptis Roh Kudus. Cara terjadinya baptisan Roh Kudus ada dua yaitu tanpa penumpangan tangan dan dengan penumpangan tangan.  Akibat dari baptisan Roh Kudus menerima karunia Roh Kudus, menja dianggota Tubuh Kristus dan menjadi satu dalam kematian, penguburan dan kebangkitan Kristus.
Kepemimpinan Pemuda Kristen di Era Digital: Pelayanan dalam Transformasi Teknologi untuk Membangun Komunitas Iman yang Relevan Aritonang, Nineson setiawan; Manurung, Kosma
Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) Vol 6, No 2 (2024): Teologi dan Pendidikan Agama Kristen - Agustus 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59177/veritas.v6i2.298

Abstract

Leadership in the church for Christian youth leadership in this digital era, demands the role of human resources who have dynamic adaptation to change for the sake of significant changes in technology, because it is to build a relevant community of spirituality and faith. Where technological transformation has changed the landscape of church communication and ministry, it requires new strategies that combine Christian values with technological innovation.  This is the purpose of the paper, so that youth leadership can see opportunities and utilize technology in church ministry to create and build relevant spirituality and faith today. Using a descriptive qualitative method with a literature study approach, it can be concluded that the important role of Christian youth leadership in the digital era, as an effort in service to transform technology to build relevant spirituality and faith. That is, youth leadership needs to understand the nature of Christian leadership and the use of technology in church services that aim to develop spiritual leadership in the digital era, it can build relevant spiritual and faith communities. So the important role of everything lies in youth leadership in the digital era, so that Christian youth can become agents of change in forming spiritual and faith communities that have a positive impact in the digital era.AbstrakKepemimpinan dalam gereja bagi kepemimpinan pemuda Kristen di era digital ini, menuntut peran sumber daya manusia yang memiliki adaptasi yang dinamis terhadap perubahan demi perubahan yang signifikan dalam teknologi, sebab hal itu untuk membangun komunitas spritulitas dan iman yang relevan. DI mana transformasi teknologi telah mengubah lanskap komunikasi dan pelayanan gereja, memerlukan strategi baru yang menggabungkan nilai-nilai kekristenan dengan inovasi teknologi.  Ini tang menjadi tujuan dari tulisan, sehingga kepemimpinan Pemuda dapat melihat peluang dan memanfaatkan teknologi dalam pelayanan gereja untuk menciptakan  dan membangun spritualitas dan iman yang relevan saat ini. Menggunakan metode kualitatif deskritif dengan pendekatan studi literature maka dapat disimpulkan bahwa peran penting dari kepemimpinan pemuda kristen di era digital, sebagai upaya dalam pelayanan untuk mentransformasi teknologi membangun spritualitas dan  iman yang relevan. Yaitu kepemimpinan pemuda perlu memahami hakikat kepemimpinan Kristen dan Penggunaan Teknologi dalam Pelayanan Gereja yang bertujuan untuk Mengembangkan Kepemimpinan Rohani di Era Digital, hal itu dapat membangun komunitas Spritual dan Iman yang relevan. Maka peran penting semuanya itu terletak padaa kepemimpinan pemuda di era digital, supaya pemuda Kristen dapat menjadi agen perubahan dalam membentuk komunitas spiritual dan iman yang berdampak positif dalam era digital.
Penggembalaan Berdasarkan Yohanes 10:1-18 Serta Implikasinya Bagi Jemaat Masa Kini Suleman, Richard; Budiyana, Hardi
Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) Vol 6, No 1 (2024): Teologi dan Pendidikan Agama Kristen (Februari 2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59177/veritas.v6i1.275

Abstract

Pastoral care plays an important role in the life of the church and congregation. Shepherding is part of Practical Theology and if its implementation is carried out in accordance with the Bible, it will produce congregations that have a good standard level of faith, so that with this good level of faith the congregation can have the ability to recover themselves when problems and struggles come. Using a descriptive qualitative method with a literature study approach, it can be concluded that congregants who have been shepherded and taught based on Jesus' teaching about the Good Shepherd will have faith and loyalty to their local church as a place to start discipleship, so that the congregation grows in their local church. So the true task of a shepherd is to be a teacher for his congregation. Teaching can be done by giving a living example or through biblical guidance that can grow the believing faith of the congregation, so that they can stand firm on their belief until the end, and they are found to remain faithful in Christ.AbstrakPastoral atau penggembalaan berperan penting di dalam kehidupan bergereja maupun berjemaat. Penggembalaan termasuk di dalam bagian dari Teologi Praktika dan jika pelaksanaannya dilakukan sesuai dengan Alkitab, maka akan menghasilkan jemaat yang memiliki standart level iman yang baik, sehingga dengan level iman yang baik ini warga jemaat dapat memiliki kemampuan pemulihan diri pada saat masalah dan pergumulan datang. Mengunakan metode kualitatif deskritif dengan pendekatan studi literature maka dapat disimpulkan bahwa warga jemaat yang telah digembalakan dan diajar berdasarkan pengajaran Yesus tentang Gembala yang Baik akan memiliki iman dan kesetiaan terhadap gereja lokalnya sebagai wadah dalam awal dimulaianya pemuridan, sehingga warga jemaat tersebut semaking bertumbuh di gereja lokalnya. Maka sejatinya tugas seorang gembala adalah menjadi pengajar bagi warga jemaatnya. Mengajar dapat dilakukan dengan memberikan teladan hidup maupun melalui bimbingan Alkitabiah yang dapat menumbuhkan iman percaya warga jemaat, sehingga mereka dapat berdiri teguh di atas kepercayaan mereka sampai akhir, dan mereka didapati tetap beriman di dalam Kristus.
Perkawinan Beda Agama di Tengah-Tengah Masyarakat Plural Berdasarkan Kajian Teks 1 Korintus 7:12-16 Rusmanto, Ayub; Anastasia, Gracia; Angella, Shearen
Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) Vol 6, No 1 (2024): Teologi dan Pendidikan Agama Kristen (Februari 2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59177/veritas.v6i1.265

Abstract

Interfaith marriage in the midst of a plural society has become a major influence in the life of Indonesian society. Indonesian society which is plural with different values, traditions, cultures, beliefs and religions makes it possible for interfaith marriages to occur. This paper will describe interfaith marriages in the midst of a plural society by examining the text of 1 Corinthians 7:12-16. The research method used is a descriptive qualitative approach. Analyze and explain specifically the social events that occur in a plural society. The results of this study found out the opinions of Muslim, Christian, Catholic, Hindu, Buddhist and Confucian religious leaders regarding interfaith marriages. In addition, after learning about interfaith marriages, the researcher examines the text of 1 Corinthians 7:12-16 as a basis for Christian theology on how to react to it, as well as the relevance of the text of 1 Corinthians 7:12-16 for today's Christians.AbstrakPerkawinan beda agama di tengah-tengah masyarakat plural menjadi sebuah pengaruh besar dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Masyarakat Indonesia yang plural dengan nilai, tradisi, budaya, keyakinan dan agama yang berbeda-beda mengakibatkan perkawinan beda agama dimungkinkan terjadi. Tulisan ini akan menguraikan perkawinan beda agama di tengah-tengah masyarakat plural menelisik teks 1 Korintus 7:12-16. Metode penelitian yang digunakan dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Menganalisis dan menjelaskan secara spesifik peristiwa sosial yang terjadi di masyarakat plural. Hasil penelitian ini mengetahui pendapat para tokoh-tokoh agama Islam, Kristen, Katholik, Hindu, Budha dan Khonghucu tentang perkawinan beda agama. Selain itu, setelah mengetahui perkawinan beda agama, peneliti menelisik teks 1 Korintus 7:12-16 sabagai dasar teologi Kristen bagaimana menyikapinya , serta relevansinya teks 1 Korintus 7:12-16 bagi umat Kristen masa kini.