cover
Contact Name
Yudi Hendrilia
Contact Email
yudihendrilia@gmail.com
Phone
+628112900177
Journal Mail Official
yudihendrilia@gmail.com
Editorial Address
Ungaran, Semarang - Jawa Tengah
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen)
ISSN : 26859718     EISSN : 26859726     DOI : -
Core Subject : Education,
Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) diterbitkan dua kali dalam 1 tahun (Februari dan Agustus) oleh Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara. Veritas Lux Mea menerima artikel ilmiah dari dosen, mahasiswa, praktisi teologi maupun pendidikan Kristen. Jurnal ini pun telah memiliki ISSN baik online (2685-9718) maupun cetak (2685-9718). Jurnal ini mempublikasikan artikel hasil penelitian dalam bidang: 1. Teologi Praktika 2. Teologi Biblika 3. Teologi Sistematika 4. Sejarah Teologi dan Gereja 5. Pendidikan Kristen (Gereja dan Sekolah)
Articles 160 Documents
Menggali Inspirasi Dari Kisah Petrus: Strategi Efektif Dalam Memulihkan Motivasi Saat Menghadapi Keterpurukan Setyaningsih, Sulis
Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) Vol 6, No 2 (2024): Teologi dan Pendidikan Agama Kristen - Agustus 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59177/veritas.v6i2.308

Abstract

The purpose of this paper is to help everyone who is experiencing a slump to get inspiration from the life story of the Disciple of the Lord Jesus named Peter. Everyone needs to realize that he is a special creation of God, namely having a mind. With this privilege, humans are expected to be able to think clearly and place themselves well when facing life's problems. But in fact this is not the case, some people tend not to be able to overcome their problems when they are in a slump. Some are able to recover but some are not. This depends on the particular person. This article is titled "Digging Inspiration from Peter's Story: Effective Strategies for Restoring Motivation in the Face of Adversity." The method used in this paper is Biblical analysis and uses literature in the form of books, journal articles, and others. The result of this study is that a person needs to have effective strategies in restoring his motivation when facing adversity by learning from the story of Peter, as for the inspiration obtained, namely: Realizing mistakes and repenting, hoping in God's grace, daring to make decisions for a change, always relying on the Holy Spirit and being a witness to Christ.AbstrakTujuan tulisan ini yaitu membantu setiap orang yang sedang mengalami keterpurukan untuk mendapatkan inspirasi dari kisah hidup Murid Tuhan Yesus yang bernama Petrus. Setiap orang perlu menyadari bahwa dirinya adalah ciptaan Tuhan yang istimewa. Dengan keistimewaan yang dimiliki, manusia diharapkan untuk bisa berpikir jernih dan menempatkan dirinya dengan baik dikala menghadapi problematika hidup. Namun nyatanya tidak demikian, beberapa orang cenderung tidak bisa mengatasi masalahnya ketika sedang dalam keterpurukan. Tulisan ini berjudul “Menggali Inspirasi dari Kisah Petrus: Strategi Efektif dalam memulihkan motivasi saat menghadapi Keterpurukan.” Metode yang digunakan dalam tulisan ini yaitu analisis Biblika dan mengunakan literature  berupa buku, artikel jurnal, dan lain-lain. Hasil dari penelitian ini yaitu seseorang perlu memiliki startegi efektif dalam memulihkan motivasi hidupnya saat menghadapi keterpurukan dengan belajar dari kisah Petrus, adapun inspirasi yang didapatkan yaitu: menyadari kesalahan dan melakukan pertobatan, berharap pada kasih karunia Tuhan, berani mengambil keputusan untuk sebuah perubahan, senantiasa mengandalkan Roh Kudus dan menjadi saksi Kristus.
Eksplorasi Kecerdasan Spiritual dalam Kehidupan Rohani Jemaat: Perspektif Kasih Allah dalam Efesus 3:18-19 Purwonugroho, Daniel Pesah
Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) Vol 6, No 2 (2024): Teologi dan Pendidikan Agama Kristen - Agustus 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59177/veritas.v6i2.292

Abstract

Spiritual intelligence is the intelligence required by every believer. Spiritual intelligence is rooted in the spiritual reality within the life of the congregation. Spiritual intelligence in the spiritual life of the congregation can be explored when the congregation realizes the great and miraculous love of God. Ephesians 3:18-19 provides a description of the great and noble dimensions of God's love. God's love serves as the foundation for the congregation to build their spiritual life upon. As the congregation develops a true understanding of God's love according to Ephesians 3:18-19, exploration of spiritual intelligence within the spiritual life of the congregation can occur, resulting in an enhancement of the congregation's spiritual life. Through a descriptive qualitative approach, it can be concluded that spiritual intelligence in the spiritual life of the congregation can be explored to experience enhancement with the foundation of understanding God's love in Ephesians 3:18-19. Understanding God's love in Ephesians 3:18-19 can lead the congregation to explore spiritual intelligence in the spiritual life of the congregation.AbstrakArtikel ini dibuat untuk mengeksplorasi kecerdasan spiritual dalam kehidupan jemaat dalam perspektif kasih Allah di Efesus 3:18-19. Kecerdasan spiritual adalah kecerdasan yang dibutuhkan setiap orang percaya. Kecerdasan spiritual didasarkan kepada realitas rohani di dalam kehidupan jemaat. Kecerdasan spiritual dalam kehidupan rohani jemaat dapat dieksplorasi saat jemaat menyadari tentang kasih Allah yang besar dan ajaib. Efesus 3:18-19 memberikan sebuah deskripsi dimensi kasih Allah yang agung dan mulia. Kasih Allah menjadi dasar bagi jemaat untuk membangun kehidupan rohani. Saat jemaat membangun pemahaman yang benar akan kasih Allah sesuai dengan Efesus 3:18-19, eskplorasi kecerdasan spiritual jemaat dapat terjadi sehingga mengalami peningkatan di dalam kehidupan rohani jemaat. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dapat disimpulkan bahwa kecerdasan spiritual dalam kehidupan rohani jemaat dapat dieksplorasi untuk mengalami peningkatan dengan fondasi pemahaman kasih Allah dalam Efesus 3:18-19. Pemahaman kasih Allah dalam Efesus 3:18-19 dapat membawa jemaat mengeksplorasi kecerdasan spiritual dalam kehidupan rohani jemaat.
Mempertahankan Kehidupan Dalam Koma: Telaah Dari Sisi Etika Kristani Pada Kasus Koma Vegetatif Adiatmo, Kumoro; Simon, Simon; Harianto, Yusup Heri
Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) Vol 6, No 2 (2024): Teologi dan Pendidikan Agama Kristen - Agustus 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59177/veritas.v6i2.294

Abstract

In the age of significant medical technology advancements, the management of complex medical conditions such as vegetative states presents profound ethical dilemmas for families, healthcare providers, and the community. This study explores the role of Christian theology in guiding ethical decision-making amidst these challenges, focusing on the concept of "imago Dei," which asserts that every human being is created in the image and likeness of God. Employing a qualitative-descriptive approach, this research integrates theological insights with medical dilemmas, emphasizing the importance of honoring human dignity and addressing ethical challenges in medical decision-making. The findings suggest that theological principles not only enrich medical understanding but also provide ethical and holistic guidance, these principles support decisions that honor the value of human life and patient dignity, whether in sustaining patient life or considering the termination of life-support measures. This study highlights the need for ongoing dialogue between theology and medical practice to ensure that healthcare remains sensitive to human and ethical aspects.AbstrakDalam era kemajuan teknologi medis yang signifikan, pengelolaan kondisi medis yang kompleks seperti kematian vegetatif menimbulkan dilema etis yang mendalam bagi keluarga, tenaga medis, dan masyarakat. Penelitian ini mengeksplorasi peran teologi Kristen dalam membimbing keputusan etis di tengah-tengah tantangan ini, dengan fokus khusus pada konsep "imago Dei" yang menyatakan bahwa setiap manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. Melalui pendekatan kualitatif-deskriptif, penelitian ini mengintegrasikan wawasan teologis dengan dilema medis, menekankan pentingnya menghargai martabat manusia dan mengatasi tantangan etis dalam pengambilan keputusan medis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip-prinsip teologis tidak hanya memperdalam pemahaman medis, tetapi juga memberikan arahan etis dan holistik. Prinsip-prinsip ini mendukung keputusan yang menghormati nilai kehidupan manusia dan martabat pasien, baik dalam mendukung keberlangsungan hidup pasien maupun dalam mempertimbangkan terminasi alat bantu kehidupan. Studi ini menekankan kebutuhan akan dialog yang berkelanjutan antara teologi dan praktik medis untuk memastikan bahwa perawatan kesehatan tetap sensitif terhadap aspek kemanusiaan dan etika.
Sola Scriptura dalam Perspektif Luther dan Fundamentalisme: Sebuah Studi Komparatif Lassa, Nofida Fitria
Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) Vol 6, No 2 (2024): Teologi dan Pendidikan Agama Kristen - Agustus 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59177/veritas.v6i2.297

Abstract

Sola scriptura is one of the slogans echoed by the 16th century church reformers, specifically Martin Luther. This movement was certainly initiated because of various deviant practices of the church. Four centuries later, a movement called Fundamentalism was also born. This movement came at a time when the power of liberal theology was beginning to be felt strongly in schools, as well as in American churches. Liberalism began to create distrust in objective revelation and the absolute and infallible authority of the Bible. Faced with this challenge, the Fundamentalist movement was born with the belief that the Bible is the infallible word of God. At first glance, their slogan is similar to the reform movement by the reformers, especially Martin Luther. For the purpose of this paper, there is limited literature that compares the two, and the author considers this study to be important.  So that the reader not only has an understanding of the differences between the two views, but also increasingly has the correct and solid doctrine of the Bible and can provide a positive practical application in the church so as to avoid the various mistakes that have occurred in the church in history Therefore Christians must have a correct understanding in interpreting the Bible, because the Bible is the main means for the life of Christians in sanctification But before entering into the correct interpretation, of course, a Christian needs to have some strong basic principles about the doctrine of the Bible. The doctrine of the Bible and the interpretation of the Bible are two important things, ignoring one can lead to fatal things as has happened in church history.AbstrakSola scriptura adalah salah satu slogan yang didengungkan oleh para reformator gereja abad 16, secara khusus Martin Luther. Gerakan ini tentunya diawali karena berbagai praktek menyimpang dari gereja. Empat abad setelahnya lahir juga sebuah gerakan yang bernama Fundamentalisme. Gerakan ini hadir di saat kekuatan teologi liberal mulai dirasa kuat di sekolah-sekolah, juga di gereja-gereja Amerika. Liberalisme mulai menciptakan ketidakpercayaan pada wahyu obyektif dan otoritas mutlak dan sempurna dari Alkitab. Menghadapi tantangan ini, gerakan Fundamentalisme lahir dengan keyakinan  bahwa Alkitab adalah firman Allah yang tidak dapat salah. Sepintas slogan mereka mirip dengan gerakan reformasi oleh para reformator secara khusus Martin Luther. Tujuan penulisan ini adanya keterbatasan literasi yang mengkomparasikan keduanya, Penulis menganggap studi ini sebagai hal yang penting. Sehingga pembaca bukan hanya memiliki pemahaman tentang perbedaan kedua pandangan tersebut, namun juga semakin memiliki doktrin Alkitab yang benar dan kokoh dan dapat memberikan aplikasi praktis secara positif di dalam gereja sehingga terhindar dari berbagai kesalahan yang pernah terjadi di dalam gereja di dalam sejarah maka itu Orang Kristen harus memiliki pemahaman yang benar di dalam menginterpretasi Alkitab, Sebab Alkitab merupakan sarana utama bagi kehidupan orang Kristen dalam pengudusan  Namun sebelum masuk ke dalam penafsiran yang benar, tentunya seorang Kristen perlu memiliki beberapa prinsip dasar yang kuat tentang doktrin Alkitab. Doktrin tentang Alkitab dan penafsiran Alkitab adalah dua hal yang penting, mengabaikan salah satu bisa mengakibatkan hal yang fatal sebagaimana yang sudah terjadi dalam sejarah gereja.
Peran Konseling Grup Berdasarkan 2 Timotius 3:16 dalam Mengembangkan Potensi Kepemimpinan Generasi Z Kartika, Emilia; Sianipar, Rikardo P; Selviawati, Selviawati
Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) Vol 7, No 1 (2025): Teologi dan Pendidikan Kristen - Februari 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59177/veritas.v7i1.357

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran konseling grup berbasis prinsip-prinsip Alkitab, khususnya 2 Timotius 3:16, dalam mengembangkan potensi kepemimpinan Generasi Z di gereja lokal. Generasi Z, yang memiliki karakteristik adaptif terhadap teknologi dan nilai inklusivitas, sering menghadapi tantangan dalam menemukan peran kepemimpinan yang relevan dalam pelayanan gereja. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan, yang melibatkan kajian teologis terhadap teks 2 Timotius 3:16, analisis karakteristik Generasi Z, dan sintesis antara prinsip konseling grup dengan nilai-nilai Alkitabiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip-prinsip pengajaran, teguran, perbaikan, dan pendidikan dalam kebenaran yang terkandung dalam 2 Timotius 3:16 dapat diterapkan secara efektif dalam konseling grup untuk membentuk karakter kepemimpinan Generasi Z. Konseling grup ini menciptakan ruang kolaboratif yang mendukung transformasi spiritual, keterampilan interpersonal, dan dinamika kelompok. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan ini relevan untuk gereja lokal dalam mempersiapkan generasi pemimpin Kristen yang berintegritas. Disarankan untuk mengembangkan modul konseling grup berbasis Alkitab dan mengeksplorasi penerapannya di berbagai konteks gereja, termasuk integrasi teknologi digital untuk memperluas jangkauan dan efektivitas pendekatan ini.
Kajian Teologis Mendalami Kontribusi Ayah dalam Mempersiapkan Masa Depan Anak di Keluarga Kristiani Sugiarto, Sugiarto; Manurung, Kosma
Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) Vol 7, No 1 (2025): Teologi dan Pendidikan Kristen - Februari 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59177/veritas.v7i1.328

Abstract

It is important to prepare your child's future properly because this provides a sense of peace and also increases the child's chances of success in the future. This also means preventing children from committing various crimes in the future. This research seeks to explore the contribution of fathers in preparing children's future in Christian families. It is hoped that the use of descriptive qualitative methods and literature studies can explain at a glance the existence of fathers in Christian families, the urgency in preparing children's futures, and the maximum contribution a father can make in preparing children's futures. It is concluded that fathers will contribute maximally in preparing their children's future when they teach Bible truths as a guide to their children's faith and daily behavior, making themselves role models, consistent and the main motivator when their children need it.AbstrakPentingnya masa depan anak dipersiapkan dengan benar karena hal ini memberikan rasa tentram sekaligus memperbesar peluang anak untuk berhasil di masa depan. Ini juga berarti mencegah anak melakukan berbagai tindak kejahatan di kemudian hari. Adapun penelitian ini berupaya mendalami kontribusi ayah dalam mempersiapkan masa depan anak di keluarga Kristiani. Penggunaan metode kualitatif diskriptif serta kajian literatur diharapkan bisa menjelaskan dengan baik selayang pandang keberadaan ayah dalam keluarga Kristiani, urgensi dalam mempersiapkan masa depan anak, serta kontribusi maksimal yang bisa seorang ayah lakukan dalam mempersiapkan masa depan anak. Disimpulkan bahwa ayah akan berkontribusi maksimal dalam mempersiapkan masa depan anak ketika mengajarkan kebenaran Alkitab sebagai tuntunan iman dan berperilaku keseharian anak, menjadikan dirinya figur teladan, konsisten, dan pemberi motivasi utama ketika anak membutuhkan.
Memikat Generasi Z Dengan Khotbah Ekspositori Simanjuntak, Markus Adelbert
Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) Vol 7, No 1 (2025): Teologi dan Pendidikan Kristen - Februari 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59177/veritas.v7i1.337

Abstract

Artikel ini membahas efektivitas khotbah ekspositori dalam menjangkau Generasi Z di Indonesia di tengah tantangan era digital. Dengan karakteristik khas seperti berpikir kritis, preferensi terhadap relevansi, dan ketergantungan tinggi pada platform digital, Generasi Z memerlukan pendekatan unik dalam pembinaan spiritual. Khotbah ekspositori, yang berakar pada otoritas dan autentisitas Alkitab, menawarkan metode kuat untuk menjawab kebutuhan rohani mereka dengan menghubungkan kebenaran Alkitab dengan isu kehidupan nyata. Melalui pemanfaatan platform digital seperti media sosial dan forum daring, pendekatan ini menciptakan peluang untuk keterlibatan interaktif yang transformatif. Studi ini mengidentifikasi enam elemen utama khotbah ekspositori yang efektif bagi Generasi Z, termasuk relevansi, kreativitas, dan kedalaman doktrinal. Dengan menggunakan metode kualitatif dan analisis literatur, artikel ini memberikan rekomendasi praktis bagi gereja untuk mengimplementasikan strategi yang menginspirasi transformasi spiritual dan keterlibatan mendalam dengan Kitab Suci. Hasil ini menyoroti potensi khotbah ekspositori, baik secara langsung maupun on-line, untuk membentuk Generasi Z yang rohani dan berkontribusi aktif dalam gereja dan masyarakat.
Dampak Game Online terhadap Kecerdasan Spiritual Anak Pelajar Kristen: Perspektif Pendidikan Kristen Kontemporer Siswanto, Siswanto; Arifianto, Yonatan Alex; Indriana, Nining
Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) Vol 7, No 1 (2025): Teologi dan Pendidikan Kristen - Februari 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59177/veritas.v7i1.346

Abstract

Dalam era digital, secara khusus game online telah menjadi bagian integral dari kehidupan generasi dewasa ini, termasuk anak pelajar Kristen. Penggunaan game online ini memunculkan perhatian mengenai dampaknya terhadap kecerdasan spiritual anak. Penelitian ini didasarkan pada kebutuhan untuk mengkaji bagaimana game online memengaruhi pembentukan karakter, nilai moral, dan perkembangan kecerdasan spiritual peserta didik Kristen. Pendidikan Kristen, yang menekankan pembentukan iman dan moralitas, menghadapi tantangan dalam mengintegrasikan teknologi digital secara positif. Oleh karena itu, penting untuk memahami sejauh mana game online dapat berperan dalam mendukung atau menghambat perkembangan kecerdasan spiritual dalam pendidikan agama. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dampak positif dan negatif dari game online terhadap kecerdasan spiritual anak pelajar Kristen, serta untuk memberikan wawasan tentang bagaimana game online dapat diintegrasikan dalam konteks pendidikan Kristen kontemporer. Menggunakan metode  kualitatif deskritif dengan pendekatan sstudi literature dengan menganalisis literatur dan sumber-sumber ilmiah yang relevan mengenai pengaruh game online terhadap perkembangan moral dan spiritual anak dalam konteks pendidikan Kristen. Maka didapat kesimpulannya, kekristenan harus dapat memahami bahwa peran Kecerdasan Spritual dalam diri Anak didik Kristen perlu diperhatikan dan ternyata ada pengaruh game online terhadap kecerdasan spiritual anak pelajar kristen. selanjutnya kekristenan berani memberikan implikasi kedalam pendidikan Kristen kontemporer dalam menghadapi penggunaan game online. Oleh karena itu, pendidikan Kristen perlu lebih adaptif dalam memanfaatkan teknologi digital, dengan tetap menjaga nilai-nilai iman yang fundamental dalam pembentukan karakter dan kecerdasan spiritual anak.
Membangun Identitas Diri di Tengah Maraknya Persekusi: Analisa Teks Alkitab Berdasarkan Surat 1 Petrus 2:11-17 Tanani, Stefany Sabrina; Sugiono, Sugiono
Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) Vol 7, No 1 (2025): Teologi dan Pendidikan Kristen - Februari 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59177/veritas.v7i1.359

Abstract

Building self-identity amidst widespread persecution is very important.  The aim of this writing is to find a way to build self-identity in the midst of widespread persecution of Christians through analysis of the letter 1 Peter 2:11-17.  This research was written using a qualitative descriptive method with a hermeneutic approach. From the findings obtained, building self-identity amidst widespread persecution is as follows; Recognizing oneself as a foreigner and foreigner, avoiding destructive worldly desires, living a life that is tested in the midst of the world, obeying government authorities, living as a servant of God, respecting all people and kings.  The letter 1 Peter 2:11-17 provides important guidance for Christians in facing persecution by building a strong self-identity.  So that Christians can continue to hold firmly to their faith.AbstrakMembangun identitas diri di tengah maraknya persekusi sangatlah penting.  Tujuan dari penulisan ini ialah menemukan cara membangun identitas diri di tengah maraknya persekusi terhadap orang Kristen melalui analisa surat 1 Petrus 2:11-17.  Penelitian ini ditulis dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan ilmu hermeneutik. Dari hasil temuan diperoleh membangun identitas diri di tengah maraknya persekusi sebagai berikut; mengakui diri sebagai orang asing dan pendatang, menghindari keinginan duniawi yang merusak, menjalani kehidupan yang teruji di tengah dunia, taat pada otoritas pemerintah, hidup sebagai hamba Allah, menghormati semua orang dan raja.  Surat 1 Petrus 2:11-17 memberikan panduan penting bagi orang Kristen dalam menghadapi persekusi dengan membangun identitas diri yang kokoh.  Sehingga orang Kristen dapat terus berpegang teguh pada iman kepercayaannya.
Hakikat Kemanusiaan bagi Kaum Homoseksual Berdasarkan Theologia Sistematika Lumintang, Sheren Angelina
Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) Vol 7, No 1 (2025): Teologi dan Pendidikan Kristen - Februari 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59177/veritas.v7i1.336

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengungkapkan keberadaan hak asasi yang dimiliki oleh manusia itu sejalan dengan hak yang diberikan oleh Allah kepada manusia, namun yang berkenan kepada Allah. Sebagaimana manusia memiliki hak untuk menentukan pilihannya, begitupun bagi kaum homoseksual yang memiliki hak untuk menentukan hidupnya, namun jalan hidup yang mereka pilih tidak berkenan kepada Allah. Adapun penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan mengumpulkan sumber-sumber yang tertulis dan relevan untuk dikaji kembali. Topik ini tentu seharusnya menjadi perhatian besar bagi kita semua. Bagaimana banyak sekali orang, khususnya kaum homoseksual yang membanggakan dirinya yang memiliki hak asasi manusia untuk memilih suatu keputusan tanpa intervensi orang lain, namun nyatanya keputusan yang mereka ambil telah menjerumuskan mereka dalam keberdosaan dan keterpisahan pada Allah. Hal tersebut yang marak terjadi saat ini, dan sudah sepatutnya persoalan ini dibukakan kepada mereka yang salah menanggapi dan melihat kaitannya kemanusiaan manusia yang berdasarkan pada theologia sistematika.