cover
Contact Name
Yudi Hendrilia
Contact Email
yudihendrilia@gmail.com
Phone
+628112900177
Journal Mail Official
yudihendrilia@gmail.com
Editorial Address
Ungaran, Semarang - Jawa Tengah
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen)
ISSN : 26859718     EISSN : 26859726     DOI : -
Core Subject : Education,
Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) diterbitkan dua kali dalam 1 tahun (Februari dan Agustus) oleh Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara. Veritas Lux Mea menerima artikel ilmiah dari dosen, mahasiswa, praktisi teologi maupun pendidikan Kristen. Jurnal ini pun telah memiliki ISSN baik online (2685-9718) maupun cetak (2685-9718). Jurnal ini mempublikasikan artikel hasil penelitian dalam bidang: 1. Teologi Praktika 2. Teologi Biblika 3. Teologi Sistematika 4. Sejarah Teologi dan Gereja 5. Pendidikan Kristen (Gereja dan Sekolah)
Articles 160 Documents
Peran Gembala dalam mendidik Keuangan dalam Perspektif Etis teologis dan Moral terhadap Fenomena Pinjaman Online di Kalangan Jemaat Gereja Ngesthi, Yonathan Salmon Efrayim; Rahayu, Yohana Fajar
Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) Vol 7, No 1 (2025): Teologi dan Pendidikan Kristen - Februari 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59177/veritas.v7i1.347

Abstract

Fenomena pinjaman online atau pinjol di Indonesia semakin berkembang pesat, signifikan terutama di kalangan masyarakat yang mengalami kesulitan akses keuangan dan sumber daya. Di tengah situasi ini, banyak masyarakat yang terjerat dalam utang pinjaman online akibat perilaku konsumtif yang dipicu oleh kondisi ekonomi yang sulit, terutama setelah pandemi Covid-19. Hal ini menimbulkan tantangan bagi gereja, khususnya bagi para gembala, untuk memberikan bimbingan moral dan etis terkait pengelolaan keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran gembala dalam mendidik jemaat mengenai etika keuangan Kristen yang sesuai nilai alkitabiah, serta bagaimana ajaran teologis dan moral dapat diterapkan dalam menghadapi fenomena pinjaman online. Menggunakan metode penelitian kualitatif deskritif dengan pendekatan studi literature yang menganalisis literatur teologis mengenai etika keuangan Kristen, serta kebijakan gereja dalam mengelola masalah keuangan jemaat. Dapat disimpulkan bahwa gembala memiliki peran yang sangat penting dalam membimbing jemaat agar memahami prinsip-prinsip etika Kristen dalam mengelola keuangan. Oleh karena itu jemaat dapat memahami hakikat dan fenonema pinjaman online serta keuangan Kristen  dalam bingkai alkitabiah dan moral. Hal ini menjadi bagian peran gembala dalam pendidikan etika keuangan dan implementasinya. Sehingga pendidikan etika ini dapat diaktualisasi oleh gembala dalam peran potensi  solusi bagi jemaat. Yang mana gembala harus aktif memberikan pendidikan keuangan yang berbasis moral Kristen, serta menyediakan solusi yang tepat agar jemaat tidak terjebak dalam praktek pinjaman online yang merugikan. terlebih gereja perlu mengintegrasikan ajaran etika keuangan dalam pembinaan jemaat untuk mencegah dampak negatif dari pinjaman online.
Harmoni Sains dan Iman Kristen: Teori Relativitas Einstein Dalam Pandangan Kristen Di Era Modern dan Implikasinya Bagi Kehidupan Orang Kristen Tjandra, Daniel Sudibyo
Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) Vol 7, No 1 (2025): Teologi dan Pendidikan Kristen - Februari 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59177/veritas.v7i1.330

Abstract

This article aims to discuss Albert Einstein's exploration of relativity theory in the context of the Bible and its implications for the lives of Christians. Where many people consider the theory of relativity to be contrary to the Word of God. However, in fact this is not the case. The Bible provides examples in stories such as Judas' betrayal and Peter's denial to demonstrate the concept of relativity in human life. Einstein changed the world's ideas about motion, space, and time with his theory that developed relationships and comparisons between things and others. Einstein's theory of relativity explains that the speed of light is absolute, while space and time combine to give humans space and time to move. The method used is descriptive qualitative. The results of the study show that the theory of relativity does not conflict with the Bible. This theory has implications in contemporary theology. The theory of relativity applies to His creation, not to God. Christians are taught to have a strong belief in the eternity and truth of God, as well as an open heart to continue learning and growing in faith. God's truth remains unchanged even though the world and human views can be relative. For Christians, it is important to align faith with scientific discovery, so that faith and science can complement each other.AbstrakArtikel ini bertujuan untuk membahas eksplorasi teori relativitas Albert Einstein dalam konteks Alkitab dan implikasinya bagi kehidupan orang Kristen. Di mana banyak orang menganggap teori relativitas bertentangan dengan Firman Allah. Namun, faktanya tidak demikian. Alkitab memberikan contoh-contoh dalam kisah-kisah seperti penghianatan Yudas dan penyangkalan Petrus untuk menunjukkan konsep relativitas dalam kehidupan manusia. Einstein mengubah gagasan dunia tentang gerak, ruang, dan waktu dengan teorinya yang berkembang dalam hubungan dan perbandingan antara sesuatu dengan yang lain. Teori relativitas Einstein menjelaskan bahwa kecepatan cahaya adalah mutlak, sementara ruang dan waktu bersatu untuk memberi manusia ruang dan waktu bergerak. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Hasil kajian menunjukkan bahwa teori relativitas tidak bertentangan dengan Alkitab. Teori ini memiliki implikasi dalam teologi kontemporer. Teori relativitas berlaku bagi ciptaan-Nya, bukan bagi Allah. Orang Kristen diajarkan untuk memiliki keyakinan yang kuat pada kekekalan dan kebenaran Allah, serta keterbukaan hati untuk terus belajar dan bertumbuh dalam iman. Kebenaran Allah tetap tidak berubah meskipun dunia dan pandangan manusia bisa relatif. Bagi orang Kristen, penting untuk menyelaraskan iman dengan penemuan ilmiah, sehingga iman dan ilmu pengetahuan dapat saling melengkapi.
Adorasi Pribadi: Membangun Hubungan Intim dengan Tuhan di Setiap Aspek Kehidupan Sugito, Sugito
Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) Vol 7, No 1 (2025): Teologi dan Pendidikan Kristen - Februari 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59177/veritas.v7i1.340

Abstract

Penelitian ini mengkaji adorasi pribadi sebagai doa penyembahan yang mendalam untuk membangun hubungan intim dengan Tuhan. Orang Kristen banyak yang kurang memahami adorasi menganggap doa sebagai permohonan atau kebiasaan. tujuan penelitian ini adalah mengembangkan pendekatan praktis agar adorasi pribadi menjadi gaya hidup umat Kristiani yang fokus pada hubungan yang konsisten dengan Tuhan, memperdalam iman, dan meningkatkan spiritualitas, metode deskriptif kualitatif dengan studi literatur digunakan untuk menggali prinsip-prinsip firman Tuhan dan langkah-langkah praktis dalam kehidupan doa, Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adorasi pribadi, memperkuat iman, membentuk karakter Kristus, dan membawa transformasi rohani dalam kehidupan sehari-hari.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adorasi pribadi, yang didasari kerendahan hati dan kesadaran akan kehadiran Tuhan, memperkuat iman, membentuk karakter Kristus, dan membawa transformasi rohani dalam kehidupan sehari-hari.Adorasi pribadi menjadi sarana untuk mencapai kedalaman spiritual, menyelaraskan hati dengan Tuhan, dan memberi dampak positif bagi dunia.
Humor Dalam Injil: Tantangan Dan Kendala Yang Dihadapi Masyarakat Berdasarkan Kuisioner Zakarijah, Edi; Kariyanto, Yohanes
Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) Vol 7, No 1 (2025): Teologi dan Pendidikan Kristen - Februari 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59177/veritas.v7i1.356

Abstract

Alkitab sering dianggap sebagai literatur suci yang membutuhkan pemahaman yang mendalam, elemen humor dalam Injil sering kali diabaikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari lebih lanjut masalah yang ada dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang menggunakan pendekatan penyebaran kuesioner. 38 orang yang menjawab kuesioner berasal dari berbagai provinsi dan sinode di Indonesia. Studi ini menemukan beberapa komponen yang memengaruhi kemampuan pembaca untuk memahami komedi dalam Injil. Temuan utama menunjukkan bahwa pengenalan humor dalam teks dipengaruhi oleh keterbatasan memori, bahasa, budaya, dan keputusan redaksional dan penerjemahan. Selain itu, ditemukan bahwa kemampuan untuk berimajinasi, sikap bebas dari rasa bersalah, dan selera humor yang baik adalah faktor penting dalam memahami humor dalam Injil. Selain itu, kualitas redaksional dan penerjemahan juga sangat penting untuk menjaga humor tetap ada.
Pendekatan Alkitabiah Dan Psikologis Pada Individu Terindikasi Fopo Di Indonesia Labagu, Fatou Osa; Tjasmadi, Maria Patricia; Samadi, Agung Waluyo; Tony, Rudy; Banamtuan, Ricky S
Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) Vol 7, No 1 (2025): Teologi dan Pendidikan Kristen - Februari 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59177/veritas.v7i1.331

Abstract

Fear of People's Opinion (FOPO) is a common anxiety in the digital age, where fear of others’ judgment can lead to indecision, fear, and counterproductive behaviors. Many Indonesian adolescents are unaware of FOPO’s signs and impacts, making them unable to engage in self-healing. James 1:6-8 highlights that doubt and instability hinder God’s blessings, emphasizing the need for firm faith and trust in Him. This study, using library research, combines psychological analysis and scriptural insights to outline self-healing steps for adolescents experiencing FOPO. The findings suggest three key actions: developing a healthy self-image aligned with God’s purpose, growing within a constructive and supportive community, and trusting in the unconditional love of God the Father. These steps help adolescents overcome FOPO, fostering confidence and emotional stability grounded in faith and positive relationships.AbstrakKecemasan manusia di era digital adalah opini orang lain terhadap dirinya, disebut Fear of People’s Opinion (FOPO). Jika hal itu tidak ditangani dengan benar menimbulkan gangguan berupa keragu-raguan, ketakutan dan kesulitan mengambil keputusan serta dampak destruktif lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kecemasan yang disebabkan oleh ketakutan terhadap opini orang lain (FOPO) berpotensi mengganggu kehidupan seseorang, serta menawarkan solusi praktis menggunakan pendekatan Alkitabiah dalam rangka self-healing. Yakobus 1 : 6-8 menekankan bahwa kebimbangan dan keraguan adalah hambatan menerima jawaban Tuhan, Tuhan menghendaki kepercayaan yang penuh kepada-Nya. Pentingnya iman tanpa keraguan dalam meminta sesuatu kepada Allah. Orang yang bimbang digambarkan sebagai tidak stabil, seperti gelombang laut dan karena itu sulit menerima berkat dari Tuhan. Tujuan penelitian ini memberikan langkah-langkah self-healing Alkitabiah. Metode penelitian yang digunakan adalah library research dengan pendekatan telaah berbagai sumber pustaka. Peneliti melakukan analisis psikologis dan telaah kebenaran Firman untuk mendapatkan langkah-langkah self healing pada individu terindikasi FOPO. Perlunya seseorang mendapatkan gambar diri yang sehat sesuai rencana Allah, bertumbuh dalam komunitas konstruktif dan keyakinan akan kasih dan penerimaan kasih Bapa menjadi langkah-langkah kunci bagi tindakan self healing.
Kontekstualisasi Injil terhadap Kepercayaan Duata Suku Bajau Sianturi, Herlina; Abraham, Jovita Elizabeth
Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) Vol 7, No 1 (2025): Teologi dan Pendidikan Kristen - Februari 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59177/veritas.v7i1.343

Abstract

Indonesia memiliki suku Bajau dengan kemampuan maritim yang begitu luar biasa. Namun, penginjilan kepada suku Bajau ini masih 0,08%. Tulisan ini merupakan salah satu upaya awal untuk mengenal dan memahami budaya suku Bajau guna menemukan strategi pengabaran Injil yang dapat digunakan sebagai jalan masuk penginjilan kepada suku tersebut. Suku Bajau masih memegang kuat ritual nenek moyang mereka, dan salah satunya adalah ritual Duata, di mana mereka meyakini bahwa Duata adalah dewa yang turun ke bumi dan menjelma menjadi manusia. Melalui studi kualitatif terhadap literatur mengenai ritual Duata ini serta penginjilan kontekstual yang dilakukan Rasul Paulus kepada penduduk Atena, dapat diambil suatu strategi penginjilan kontekstual untuk menjangkau suku Bajau melalui kemiripan konteks antara kepercayaan Duata mereka dengan inkarnasi Allah melalui Yesus Kristus. Kepercayaan suku Bajau kepada Duata ini bisa dijadikan sebagai suatu strategi untuk menceritakan tentang Allah yang berinkarnasi menjadi manusia, Yesus Kristus, demi menyelamatkan umat manusia
Kajian Baptisan Air Dalam Sejarah Alkitab Dan Implikasinya Bagi Gereja Masa Kini Situmorang, Benny Andreson; Sembiring, Dina Br
Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) Vol 7, No 1 (2025): Teologi dan Pendidikan Kristen - Februari 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59177/veritas.v7i1.367

Abstract

For Christians, water baptism is one of the most important doctrines and is a commandment written in the great commission. Therefore, it is very important to be known, understood, comprehended and respected by every believer. However, in reality, Christians often have different opinions and understandings about this. Some are of the view that the baptism of the Spirit and water baptism are the same, some sharpen the differences in terms of the method of baptism. In fact, water baptism has a very important meaning in the lives of Christians. So Christians should think maturely and support each other in carrying out God's commands without having to blame each other. Water baptism is not a church regulation engineered by humans. Baptism is a provision made and conveyed by the Lord Jesus. Even though in the end, people tend to view or consider baptism as a statement of belief from humans alone. Even today many Christians have lost awareness of the meaning and significance of baptism and they consider it an ordinary event. Water baptism is different from the baptism of the Holy Spirit, but the two cannot be separated. Water baptism is a very important dogma but is only a symbol or symbol of purification. Baptism outside of Christianity is different from Christian Baptism.
Konseling Pastoral sebagai Pendekatan dalam Menghadapi Stagnasi Rohani di Perkotaan. Poerwanto, Charles; Hindradjat, Juliana
Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) Vol 7, No 1 (2025): Teologi dan Pendidikan Kristen - Februari 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59177/veritas.v7i1.335

Abstract

This research examines the application of pastoral counseling as an approach to dealing with spiritual stagnation experienced by individuals in urban areas. This phenomenon is a concern because the dynamics of modern life often cause spiritual saturation, which has an impact on mental health, emotions and social relations. The purpose of this research is to understand the causes of spiritual stagnation, explore effective pastoral counseling approaches, and evaluate their impact on counselees' recovery. This research found that pastoral counseling that integrates the principles of confidentiality, empathy, validation, normalization, and teaching spiritual skills is able to help clients identify the root of the problem and develop recovery strategies. Interventions such as reflective prayer, community involvement, and changes in routine have proven effective in strengthening clients' relationship with God and improving their holistic well-being. The results of this research are important because they show that pastoral counseling is not only relevant as a spiritual approach but also as a practical solution to support spiritual growth amidst the complexity of urban life. This strengthens the role of the church as a spiritual assistance agent capable of having a significant impact on the lives of individuals and communities in the modern era.AbstrakPenelitian ini mengkaji penerapan konseling pastoral sebagai pendekatan dalam menghadapi stagnasi rohani yang dialami individu di wilayah perkotaan. Fenomena ini menjadi perhatian karena dinamika kehidupan modern sering kali menyebabkan kejenuhan spiritual, yang berdampak pada kesehatan mental, emosional, dan relasi sosial. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami penyebab stagnasi rohani, mengeksplorasi pendekatan konseling pastoral yang efektif, serta mengevaluasi dampaknya terhadap pemulihan konseli. Penelitian ini menemukan bahwa konseling pastoral yang mengintegrasikan prinsip kerahasiaan, empati, validasi, normalisasi, dan pengajaran keterampilan spiritual mampu membantu konseli mengidentifikasi akar masalah dan mengembangkan strategi pemulihan. Intervensi seperti doa reflektif, keterlibatan komunitas, dan perubahan rutinitas terbukti efektif dalam memperkuat hubungan konseli dengan Tuhan dan meningkatkan kesejahteraan mereka secara holistik. Hasil penelitian ini penting karena menunjukkan bahwa konseling pastoral tidak hanya relevan sebagai pendekatan spiritual tetapi juga sebagai solusi praktis untuk mendukung pertumbuhan rohani di tengah kompleksitas kehidupan perkotaan. Hal ini memperkuat peran gereja sebagai agen pendampingan spiritual yang mampu memberikan dampak signifikan dalam kehidupan individu dan komunitas di era modern.
Mengucap Syukur Sebagai Esensi Hidup Baru: Hermeneutis Biblis terhadap Kolose 3: 13-17 Raulina, Raulina; Panjaitan, Geri Gabriel
Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) Vol 5, No 2 (2023): Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen - Agustus 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59177/veritas.v5i2.374

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelaah makna teologis dari praktik mengucap syukur sebagai bagian dari reorientasi hidup baru menurut Kolose 3:13–17. Dalam bagian ini, Paulus menekankan bahwa hidup baru dalam Kristus harus tercermin melalui sikap syukur yang terus-menerus mewarnai seluruh aspek kehidupan. Syukur dipahami bukan sekadar reaksi emosional terhadap anugerah Allah, melainkan sebagai ungkapan mendalam dari perubahan identitas orang percaya yang telah meninggalkan manusia lama dan diperbarui menurut gambar Penciptanya. Selain itu, sikap syukur berperan penting dalam membangun keharmonisan komunitas Kristen, mempererat hubungan kasih dan damai di antara jemaat. Dengan demikian, pengucapan syukur menjadi wujud nyata iman, mencerminkan ketergantungan kepada kasih karunia Allah serta memperlihatkan kuasa Injil dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menegaskan bahwa syukur harus menjadi landasan spiritual yang aktif, baik dalam kehidupan individu maupun dalam hubungan komunitas, serta berfungsi sebagai kesaksian hidup yang mendukung misi gereja di tengah dunia.AbstrakThis study aims to examine the theological meaning of the practice of giving thanks as part of the reorientation of a new life according to Colossians 3:13–17. In this section, Paul emphasizes that a new life in Christ must be realized through an attitude of gratitude that continuously colors all aspects of life. Gratitude is understood not merely as an emotional reaction to God's grace, but as a profound expression of the change in the identity of believers who have left the old man and are renewed according to the image of their Creator. In addition, an attitude of gratitude plays an important role in building harmony in the Christian community, strengthening relationships of love and peace among the congregation. Thus, gratitude becomes a real manifestation of faith, reflects dependence on God's grace and displays the power of the Gospel in everyday life. This study emphasizes that gratitude must be an active spiritual foundation, both in individual life and in community relationships, and functions as a living testimony that supports the church's mission in the world.
Kristologi dalam Pentatuk sebagai Dasar Pengetauan tentang Trinitas dan Inkarnasi Swismanto, Puji
Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) Vol 7, No 2 (2025): Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) - Agustus 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59177/veritas.v7i2.401

Abstract

The purpose of this research is to find the Christology written in the Torah in accordance with the words of Jesus written in the Gospel of Luke 24:44-45 about Jesus which is useful for adding insight into knowledge about Christology by describing in a qualitative description sourced from the Torah as the object of research. The discussion begins by correlating Jesus' words about Himself written in the Gospel of Luke 24:44-45 with what is written in the Torah, as a basis for proving the existence of Christology in the Torah. The results found that Jesus was the Spirit of God who incarnated into a human who gave life again after humans fell into sin and were expelled from the garden of Eden. Eden is opened again and the tree of life can be accepted by humans who believe in Jesus, which is caused because humans have fallen into sin.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kristologi dalam kitab Taurat berdasarkan perkataan Yesus dalam Lukas 24:44-45, tetang diri Yesus yang berguna untuk menanbah wawasan pengetahuan tentang Kristologi yang sampai saat ini menadi polemik dengan cara mendiskripsikan secara deskripsi kualitatif yang bersumber dari kitab Taurat sebagai obyek penelitihan. Pembahasan diawali dengan menkorelasikan perkataan Yesus tentang diriNya yang tertulis dalam kitab Injil Lukas 24:44-45 dengan apa yang tertulis dalam Taurat, sebagai dasar untuk membuktikan adanya Kritologi yang ada dalam kitab Taurat.  Hasil yang ditemukan bahwa Yesus adalah Roh Allah yang berinkarnasi menjadi manusia yang memberikan kehidupan kembali setelah manusia jatuh dalam dosa dan terusir dari taman Eden. Eden terbuka kembali dan pohon kehidupan dapat diterima oleh manusia yang percaya kepada Yesus, yang diakibatkan karena manusia telah jatuh dalam dosa.