Unnes Journal of Mathematics Education
Unnes Journal of Mathematics Education (UJME) publishes research issues on mathematics education. The UJME processes manuscripts resulted from a research in mathematics education scope, which includes, but is not limited to the topics of didactic development research (DDR), research and development (RnD) in mathematics education, ethnomathematics, realistic mathematics education, psychology of mathematics education and technology in mathematical instruction. The manuscript must be original research, written in English, and not be simultaneously submitted to another journal or conference.
Articles
393 Documents
KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN MODEL SAVI BERBANTUAN ALAT PERAGATERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH
Mariya, Dian;
Zaenuri, Zaenuri;
Pujiastuti, Emi
Unnes Journal of Mathematics Education Vol 2 No 2 (2013): Unnes Journal of Mathematics Education
Publisher : Department of Mathematics, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/ujme.v2i2.3337
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pembelajaran SAVI Berbantuan Alat Peraga dan ekspositori pada siswa kelas VII materi keliling dan luas segitiga dapat mencapai ketuntasan belajar dan untuk mengetahui manakah yang lebih baik antara pembelajaran SAVI Berbantuan Alat Peraga dan ekspositori.Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 1 Semarang tahun pelajaran 2012/2013. Pemilihan sampel dengan cara random sampling, diperoleh siswa kelas VII D dan VII G sebagai kelas eksperimen dan kelas kontrol. Pengambilan data diperoleh dengan metode dokumentasi dan metode tes dengan menggunakan tes kemampuan pemecahan masalah untuk menentukan hasil belajar siswa yang kemudian dianalisis dengan uji ketuntasan (uji proporsi pihak kiri) dan uji perbedaan rata-rata (uji pihak kanan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil tes kelas eksperimen telah mencapai ketuntasan belajar dan lebih baik daripada kelas kontrol.Simpulan yang diperoleh adalah pembelajaran dengan model SAVI berbantuan alat peraga dapat mencapai ketuntasan belajar dan lebih baik dibanding pembelajaran dengan model ekspositori pada materi keliling dan luas segitiga.
PENERAPAN PEMBELAJARAN MISSOURI MATHEMATICS PROJECT PADA PENCAPAIAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI LISAN MATEMATIS SISWA KELAS VIII
Noviyanti, Santi;
Kartono, Kartono;
Suhito, Suhito
Unnes Journal of Mathematics Education Vol 2 No 2 (2013): Unnes Journal of Mathematics Education
Publisher : Department of Mathematics, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/ujme.v2i2.3338
Matematika sekolah merupakan mata pelajaran yang dipelajari pada setiap jenjang pendidikan. Pada pembelajarannya ditemukan permasalahan kemampuan komunikasi lisan matematis siswa masih rendah. Selain itu, materi garis singgung juga dianggap sulit oleh siswa. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas VIIIB, VIIIC, dan VIIID SMP Negeri 2 Demak. Kelas eksperimen adalah kelas VIIIE yang menggunakan pembelajaran Missouri Mathematics Project (MMP). Teknik pengumpulan datanya dengan tes tertulis, pengamatan, dan tes lisan. Instrumen yang digunakan adalah soal tes, lembar pengamatan, dan lembar penskoran tes lisan. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor kemampuan komunikasi lisan matematis siswa pada kelas eksperimen telah mencapai minimal skor ketuntasan individu. Berdasarkan pengujian proporsi diperoleh hasil kelas eksperimen telah mencapai ketuntasan klasikal. Hasil tersebut diperkuat dengan hasil uji perbedaan rata-rata. Rata-rata perolehan skor kemampuan komunikasi lisan matematis siswa kelas eksperimen lebih tinggi jika dibandingkan dengan kelas kontrol. Dari hasil pengolahan data dengan SPSS 17.00 for windows diperoleh rata-rata perolehan skor kemampuan komunikasi lisan matematis kelas eksperimen adalah 32,5 sedangkan untuk kelas kontrol 22,2667. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran Missouri Mathematics Project (MMP) efektif pada pencapaian kemampuan komunikasi lisan matematis siswa.
ANALISIS KESALAHAN DALAM MENYELESAIKAN SOAL PEMECAHAN MASALAH DENGAN TAKSONOMI SOLO
Nuroniah, Miskatun;
Rochmad, Rochmad;
Wijayanti, Kritina
Unnes Journal of Mathematics Education Vol 2 No 2 (2013): Unnes Journal of Mathematics Education
Publisher : Department of Mathematics, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/ujme.v2i2.3339
Penelitian ini bertujuan untuk (i) mengetahui letak kecenderungan kesalahan peserta didik dalam menyelesaikan soal pemecahan masalah pada materi pokok lingkaran dengan panduan kriteria Watson, (ii) mengetahui penyebab kesalahan peserta didik dalam menyelesaikan soal pemecahan masalah pada materi pokok lingkaran, (iii) mengetahui kemampuan pemecahan masalah. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif yang dilaksanakan di SMP IT Bina Amal Gunungpati. Subjek penelitian sebanyak 6 yang terdiri atas 2 peserta didik dari kelompok atas, menengah, atau bawah yang memiliki kesalahan terbanyak. Hasil penelitian yang dapat dikemukakan adalah (i) kecenderungan kesalahan yang dilakukan peserta didik hampir merata untuk tiap soal yang diberikan, dan kecenderungan kesalahan yang paling menonjol dilakukan yaitu kesalahan data tidak tepat (id), prosedur tidak tepat (ip), dan hierarki keterampilan (shp), (ii) secara umum penyebab kesalahan terjadi karena peserta didik belum memahami konsep materi pokok lingkaran, belum memiliki keterampilan menyelesaikan masalah matematika, serta belum terlihatnya keterampilan manipulasi numerik, (iii) kemampuan pemecahan masalah peserta didik masih rendah
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL TPS PADA MATERI FUNGSI DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR
Sopyyev, Ylyas;
Winarti, Endang Retno;
Agoestanto, Arief
Unnes Journal of Mathematics Education Vol 2 No 2 (2013): Unnes Journal of Mathematics Education
Publisher : Department of Mathematics, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/ujme.v2i2.3340
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ketuntasan belajar siswa, perbedaan hasil belajar antara model pembelajaran Think-Pair-Share dan ekpsositori serta menganalisis pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa. Penelitian eksperimen dilakukan di kelas IX SMP Bilingual Boarding School Semesta dengan variabel hasil belajar dan motivasi belajar yang diperoleh dari test dan angket. Data dianalisis menggunakan uji t dan analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar kedua kelompok mencapai ketuntasan belajar, namun rata-rata hasil belajar dengan model pembelajaran Think-Pair-Share lebih baik dari pada pembelajaran ekpsositori. Motivasi belajar berpengaruh positif terhadap hasil belajar siswa.
KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN MMP TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DISERTAI IDENTIFIKASI TAHAP BERPIKIR GEOMETRI
Ariyani, Dian Fitri;
Wuryanto, Wuryanto;
Prabowo, Ardhi
Unnes Journal of Mathematics Education Vol 2 No 2 (2013): Unnes Journal of Mathematics Education
Publisher : Department of Mathematics, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/ujme.v2i2.3341
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat ketuntasan hasil kemampuan pemecahan masalah peserta didik yang dikenai pembelajaran MMP, mengetahui tingkat ketuntasan hasil kemampuan pemecahan masalah peserta didik yang dikenai pembelajaran STAD, mengetahui hasil kemampuan pemecahan masalah peserta didik yang dikenai pembelajaran MMP dibandingkan STAD, mengetahui persentase ketuntasan belajar peserta didik yang dikenai pembelajaran MMP dibandingkan STAD, mengetahui pencapaian tingkat berpikir geometri peserta didik menurut Van Hiele. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VII SMPN 4 Semarang tahun pelajaran 2012/2013. Teknik sampel dalam penelitian ini adalah cluster random sampling. Penelitian ini menggunakan desain posttest only control design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) hasil kemampuan pemecahan masalah peserta didik yang dikenai pembelajaran MMP maupun STAD dapat mencapai ketuntasan belajar; (2) rata-rata hasil kemampuan pemecahan masalah peserta didik dengan model MMP lebih dari STAD; (3) persentase ketuntasan belajar peserta didik yang diajar dengan model pembelajaran MMP lebih dari STAD. Berdasarkan hasil penelitian (2) dan (3) tersebut disimpulkan bahwa model pembelajaran MMP efektif pada kemampuan pemecahan masalah. Dari hasil penelitian didapatkan pula bahwa peserta didik dapat mencapai tahap berpikir geometri Van Hiele tingkat deduksi informal.
KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN MODEL MMP BERBANTUAN CABRI 3D TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATERI DIMENSI TIGA
Pramudiyanti, Noviana;
Dwijanto, Dwijanto;
Darmo, Darmo
Unnes Journal of Mathematics Education Vol 2 No 2 (2013): Unnes Journal of Mathematics Education
Publisher : Department of Mathematics, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/ujme.v2i2.3342
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah kemampuan berpikir kreatif siswa yang memperoleh materi pembelajaran dengan model pembelajaran MMP dapat mencapai ketuntasan, mengetahui apakah kemampuan berpikir kreatif siswa yang memperoleh materi pembelajaran dengan model pembelajaran MMP lebih baik daripada kemampuan berpikir kreatif siswa yang memperoleh materi pembelajaran dengan pembelajaran ekspositori, dan mengetahui apakah terdapat pengaruh keaktifan siswa yang memperoleh materi pembelajaran dengan model MMP terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA N 1 Wonosobo tahun pelajaran 2012/2013. Dengan teknik cluster random sampling, terpilih sampel yaitu siswa kelas X-4 sebagai kelas kontrol yang diterapkan pembelajaran ekspositori dan kelas X-5 sebagai kelas eksperimen yang diterapkan model MMP berbantuan Cabri 3D. berdasarkan hasil uji ketuntasan individual dan klasikal, diperoleh ketuntasan belajar dalam kemampuan berpikir kreatif siswa pada kelas eksperimen. Berdasarkan hasil uji perbedaan dua rata-rata, diperoleh rata-rata kemampuan berpikir kreatif siswa kelas eksperimen lebih tinggi daripada rata-rata kemampuan berpikir kreatif siswa kelas kontrol. Berdasarkan hasil analisis regresi linier sederhana, diperoleh adanya pengaruh keaktifan siswa kelas eksperimen terhadap kemampuan berpikir kreatif. Simpulan yang diperoleh yaitu pembelajaran dengan model MMP mencapai ketuntasan, rata-rata kemampuan berpikir kreatif siswa pada model MMP lebih tinggi dari pada rata-rata kemampuan berpikir kreatif siswa pada pembelajaran ekspositori, dan terdapat pengaruh positif keaktifan siswa pada model pembelajaran MMP terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa.
KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN PROBLEM POSING DENGAN PENDEKATAN PMRI TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA
Permatasari, Gilang Anjar;
Veronica, Rahayu Budhiati;
Susilo, Bambang Eko
Unnes Journal of Mathematics Education Vol 2 No 2 (2013): Unnes Journal of Mathematics Education
Publisher : Department of Mathematics, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/ujme.v2i2.3343
Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui keefektifan penerapan model pembelajaran Problem Posing dengan pendekatan PMRI terhadap kemampuan berpikir kreatif peserta didik. Penelitian ini diawali dengan memilih sampel dari populasi yang ada dengan teknik cluster random sampling. Pada penelitian ini dipilih secara acak satu kelas sebagai kelas eksperimen yaitu kelas VII B yang diberikan perlakuan model pembelajaran Problem Posing dan satu kelas sebagai kelas kontrol yaitu kelas VII A yang diberikan pembelajaran ekspositori. Metode pengumpulan data dilakukan dengan metode dokumentasi, tes, dan observasi. Hasil uji proporsi menunjukkan bahwa hasil belajar peserta didik kelas eksperimen pada aspek kemampuan berpikir kreatif telah mencapai ketuntasan klasikal, mencapai lebih dari 75 % yaitu sebesar 93,1%. Dilihat dari nilai rata-rata tes kemampuan berpikir kreatif peserta didik kelas eksperimen adalah 80,39 sedangkan kelas kontrol adalah 73,48 dapat disimpulkan bahwa kemampuan berpikir kreatif peserta didik kelas eksperimen lebih baik daripada kemampuan berpikir kreatif peserta didik kelas kontrol. Berdasarkan lembar observasi pengamatan keaktifan peserta didik, diperoleh bahwa keaktifan peserta didik kelas eksperimen lebih baik daripada keaktifan peserta didik kelas kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Problem Posing dengan pendekatan PMRI efektif terhadap kemampuan berpikir kreatif peserta didik materi segiempat kelas VII SMP Negeri 2 Karanganyar.
KEEFEKTIFAN MODEL STUDENT TEAMS-ACVIEVEMENT DIVISION BERBANTUAN CD TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH
Maharani, Yosela Septi;
Supriyono, Supriyono;
Wuryanto, Wuryanto
Unnes Journal of Mathematics Education Vol 2 No 3 (2013): Unnes Journal of Mathematics Education
Publisher : Department of Mathematics, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/ujme.v2i3.3359
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah hasil belajar peserta didik dengan model STAD berbasis pendidikan karakter berbantuan CD pembelajaran mencapai ketuntasan belajar dan apakah hasil belajar peserta didik dengan model STAD berbasis pendidikan karakter berbantuan CD pembelajaran lebih baik dari hasil belajar siswa dengan model CTL pada materi pokok prisma dan limas. Populasi penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII SMP Negeri 1 Lasem. Dengan teknik cluster random sampling diperoleh dua kelas sampel yaitu kelas VIIIB sebagai kelas eksperimen dan kelas VIIIA sebagai kelas kontrol. Pengambilan data menggunakan metode dokumentasi, tes, dan observasi. Berdasarkan hasil analisis, diketahui bahwa hasil belajar peserta didik yang dikenai model STAD berbasis pendidikan karakter berbantuan CD pembelajaran mencapai ketuntasan belajar. Selain itu, terdapat perbedaaan yang signifikan antara hasil belajar kedua kelas. Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa model STAD berbasis pendidikan karakter berbantuan CD pembelajaran efektif terhadap kemampuan pemecahan masalah pada materi luas dan volume limas dan prisma peserta didik kelas VIII SMP Negeri 1 Lasem.
PENGARUH ASESMEN KINERJA DALAM MODEL PEMBELAJARAN ARIAS TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH
Suryati, Suryati;
Masrukan, Masrukan;
Wardono, Wardono
Unnes Journal of Mathematics Education Vol 2 No 3 (2013): Unnes Journal of Mathematics Education
Publisher : Department of Mathematics, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/ujme.v2i3.3360
Penelitian ini bertujuan mengetahui:(1) kemampuan pemecahan masalah peserta didik pada pembelajaran ARIAS dengan asesmen kinerja dan pembelajaran ARIAS mencapai ketuntasan; (2) perbedaan kemampuan pemecahan masalah peserta didik pada pembelajaran ARIAS dengan asesmen kinerja, pada pembelajaran ARIAS, dan pada pembelajaran ekspositori; (3) kemampuan pemecahan masalah peserta didik pada  pembelajaran  ARIAS dengan  asesmen  kinerja  lebih  baik  dari pembelajaran ARIAS; (4) kualitas pembelajaran, kinerja guru dan aktivitas peserta didik baik. Populasi penelitian ini adalah semua peserta didik kelas VIII MTsN Sumber, Rembang tahun pelajaran 2012/2013. Teknik sampel dalam penelitian ini cluster random sampling. Data diperoleh dengan metode tes dan metode observasi. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa: kemampuan pemecahan masalah peserta didik pada pembelajaran ARIAS dengan asesmen kinerja dan pembelajaran ARIAS tuntas, ada perbedaan kemampuan pemecahan masalah peserta didik pada pembelajaran ARIAS dengan asesmen kinerja, pembelajaran ARIAS, dan pembelajaran ekspositori; kemampuan pemecahan masalah peserta didik pada pembelajaran ARIAS dengan asesmen kinerja lebih baik daripada pembelajaran ARIAS; kualitas pembelajaran, kinerja guru dan aktivitas peserta didik baik.
KOMPARASI MODEL PEMBELAJARAN CONCEPT ATTAINMENT DAN COGNITIVE GROWTH TERHADAP KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP
Kiswandi, Kiswandi;
Soedjoko, Edy;
Hendikawati, Putriaji
Unnes Journal of Mathematics Education Vol 2 No 3 (2013): Unnes Journal of Mathematics Education
Publisher : Department of Mathematics, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/ujme.v2i3.3361
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan apakah kemampuan pemahaman konsep siswa yang diajar dengan model Concept Attainment lebih baik daripada siswa yang diajar dengan model Ekspositori, apakah kemampuan pemahaman konsep siswa yang diajar dengan menggunakan model Cognitive Growth lebih baik daripada siswa yang diajar dengan menggunakan model Ekspositori, dan apakah kemampuan pemahaman konsep siswa yang diajar dengan menggunakan model Concept Attainment lebih baik daripada siswa yang diajar dengan model Cognitive Growth. Sampel dalam penelitian ini dipilih secara acak, didapatkan dua kelas eksperimen dan satu kelas kontrol. Metode yang digunakan adalah metode dokumentasi dan metode tes. Analisis data yang digunakan meliputi uji normalitas, uji homogenitas, uji ketuntasan belajar individual, uji ketuntasan belajar klasikal, uji anava, dan uji LSD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemahaman konsep siswa yang diajar dengan model pembelajaran Concept Attainment tidak berbeda secara signifikan dengan siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran Cognitive Growth, namun kemampuan pemahaman konsep siswa yang diajar dengan model pembelajaran Concept Attainment maupun Cognitive Growth lebih baik daripada siswa yang diajar dengan model pembelajaran ekspositori.