cover
Contact Name
Elan Jaelan
Contact Email
redaksi.penerbitwidina@gmail.com
Phone
+628157000699
Journal Mail Official
redaksi.penerbitwidina@gmail.com
Editorial Address
CV. Widina Media Utama Komp. Puri Melia Asri Blok C3 No. 17 Kec. Solokan Jeruk Kab. Bandung.
Location
Kab. bandung,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL PENDIDIKAN INDONESIA: Teori, Penelitian, dan Inovasi
Published by Widina Media Utama
ISSN : -     EISSN : 28073878     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi adalah jurnal peer-review yang memiliki ISSN (2807-3878) yang diterbitkan oleh Penerbit Widina di bawah Badan Hukum CV. Widina Media Utama sejak tahun 2021. JPI merupakan media terintegrasi untuk komunikasi berkelanjutan terkait dengan temuan penelitian baru yang signifikan terkait dengan pendidikan, termasuk: bidang penelitian pendidikan dalam pengajaran, pembelajaran dan pengajaran, pengembangan kurikulum, lingkungan belajar, pendidikan guru, teknologi pendidikan, dan pengembangan pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 376 Documents
DAMPAK PENGGUNAAN TEKNOLOGI BLOCKCHAIN DALAM PENGEMBANGAN MATERI PEMBELAJARAN PENDIDIKANAGAMA ISLAM UNTUK MENINGKATKAN AKSESIBILITAS Zubaidah, Zubaidah; Mardhiah, Ainal
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 4 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i4.1929

Abstract

Blockchain technology holds significant potential as a strategic solution to enhance accessibility, transparency, and authenticity of Islamic Religious Education (PAI) learning materials in the digital era. This study is motivated by the limited number of investigations that specifically develop a blockchain implementation model in PAI integrating content authentication, cross-regional accessibility, and curriculum adaptation. The purpose of this research is to describe the impact of blockchain technology on the development of PAI materials and to identify the challenges and opportunities of its implementation. This study employed a library research approach, drawing on books, peer-reviewed journal articles, and recent research reports relevant to the topic, analyzed qualitatively through content analysis. The findings reveal that blockchain ensures the authenticity of PAI materials through immutable recording, digital verification by official religious authorities, and prevention of counterfeiting and plagiarism. A token-based reward system was found to increase student engagement, while decentralized platforms facilitate transparent cross-regional learning interactions. Key challenges include limited infrastructure, low technological literacy, and resistance to changes in traditional learning systems. Nevertheless, opportunities arise in establishing a global PAI digital library, standardized certification, and modern collaborative learning models. This study concludes that integrating blockchain in PAI material development has the potential to broaden access, strengthen content integrity, and enhance learning engagement. The practical implications highlight the need for policy support, teacher training, and cross-institutional collaboration to optimize blockchain adoption in Islamic education.ABSTRAKBlockchain berpotensi menjadi solusi strategis untuk meningkatkan aksesibilitas, transparansi, dan keaslian materi Pendidikan Agama Islam (PAI) di era digital. Latar belakang penelitian ini didasari oleh masih terbatasnya kajian yang secara spesifik mengembangkan model penerapan blockchain dalam PAI yang mengintegrasikan autentikasi konten, akses lintas wilayah, dan adaptasi kurikulum. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dampak penggunaan teknologi blockchain dalam pengembangan materi PAI serta mengidentifikasi tantangan dan peluang implementasinya. Metode yang digunakan adalah library research dengan sumber data utama berupa buku, artikel jurnal ilmiah, dan laporan penelitian terkini yang relevan, dianalisis secara kualitatif melalui content analysis. Hasil kajian menunjukkan bahwa blockchain mampu menjamin keaslian materi PAI melalui pencatatan permanen, verifikasi digital oleh otoritas keagamaan resmi, serta mencegah pemalsuan dan plagiarisme. Sistem reward berbasis token terbukti dapat meningkatkan partisipasi siswa, sedangkan platform terdesentralisasi memfasilitasi interaksi pembelajaran lintas wilayah secara transparan. Tantangan utama meliputi keterbatasan infrastruktur, rendahnya literasi teknologi, dan resistensi terhadap perubahan sistem pembelajaran tradisional, namun peluangnya mencakup pembentukan perpustakaan digital PAI global, sertifikasi terstandar, dan model pembelajaran kolaboratif modern. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi blockchain dalam pengembangan materi PAI berpotensi memperluas akses, memperkuat integritas konten, dan meningkatkan keterlibatan pembelajaran. Implikasi praktisnya adalah perlunya dukungan kebijakan, pelatihan pendidik, dan kolaborasi lintas lembaga untuk mengoptimalkan pemanfaatan blockchain dalam pendidikan Islam.
Inovasi Media Flashcard Wayground untuk Meningkatkan Keterlibatan Siswa pada Pembelajaran IPAS di Sekolah Dasar Adikasari, Alifia Edria
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 3 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i3.1970

Abstract

Low engagement in Integrated Science and Social Studies (IPAS) at the elementary level is often linked to overly theoretical approaches. This study explores the impact of Wayground flashcards on students’ learning experiences and outcomes. A qualitative case study was conducted with 28 fourth-grade students from a public elementary school in Semarang, Indonesia. Data were gathered through classroom observations, in-depth interviews, documentation, and analysis of student assignments, and analyzed using Miles and Huberman’s interactive model. Findings indicate that Wayground flashcards promoted active participation, enhanced peer interaction, strengthened conceptual understanding through simple yet appealing visuals, and suggested improvements in learning outcomes. Students reported that lessons felt more enjoyable, challenging, and curiosity-driven. The study concludes that Wayground flashcards have strong potential to create meaningful, motivating, and student-centered IPAS learning experiences.ABSTRAKRendahnya keterlibatan siswa dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di sekolah dasar sering disebabkan oleh pendekatan yang terlalu teoritis. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pengaruh penggunaan flashcard Wayground terhadap pengalaman dan capaian belajar siswa. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus, melibatkan 28 siswa kelas IV di salah satu SD negeri di Kota Semarang. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan analisis hasil tugas siswa, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil menunjukkan bahwa flashcard Wayground mendorong partisipasi aktif, meningkatkan interaksi antarsiswa, memperkuat pemahaman konsep melalui visualisasi sederhana namun menarik, serta memberikan indikasi peningkatan capaian belajar. Siswa melaporkan pembelajaran menjadi lebih menyenangkan, menantang, dan memicu rasa ingin tahu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa flashcard Wayground berpotensi menciptakan pengalaman belajar IPAS yang bermakna, memotivasi, dan berpusat pada siswa.
Efektivitas Video Pembelajaran dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Materi Hukum Dasar Kimia melalui Program MBKM Samara, Claudia Theresieni Dety; Hayon, Vinsensia H.B.
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 4 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i4.1926

Abstract

This research aims to determine the effectiveness of video learning media in improving student learning outcomes on the basic laws of chemistry at SMA Negeri 9 Kupang. This research uses a quantitative descriptive method with a One-Shot Case Study design. The research sample consisted of 10 class X students. Data collection techniques were carried out through observation, media validation by media experts and material experts, student learning outcomes tests, and student response questionnaires. . The data analysis technique used in this research was student learning results obtained from 10 class X students at SMA Negeri 9 Kupang.  The validation results show that learning videos are classified as very suitable for use, with a percentage of 78.12% from media experts and 98.95% from material experts. The average student learning outcome reached 93.35, which exceeds the school's Minimum Completeness Criteria (KKM), namely 75, so that all students are declared complete. Student responses to learning video media were also very positive with an average percentage of 95.65%. These findings prove that learning videos are effective in improving students' understanding and learning outcomes.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas media video pembelajaran dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada materi hukum-hukum dasar kimia di SMA Negeri 9 Kupang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan desain One-Shot Case Study. Sampel penelitian terdiri dari 10 siswa kelas X. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, validasi media oleh ahli media dan ahli materi, tes hasil belajar siswa, dan angket respon siswa. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini hasil belajar siswa yang diperoleh dari 10 orang siswa kelas X SMA Negeri 9 Kupang. Hasil validasi menunjukkan bahwa video pembelajaran tergolong sangat layak digunakan, dengan persentase 78,12% dari ahli media dan 98,95% dari ahli materi. Rata-rata hasil belajar siswa mencapai 93,35, yang melebihi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sekolah yaitu 75, sehingga seluruh siswa dinyatakan tuntas. Respon siswa terhadap media video pembelajaran juga sangat positif dengan rata-rata persentase sebesar 95,65%. Temuan ini membuktikan bahwa video pembelajaran efektif dalam meningkatkan pemahaman dan hasil belajar siswa. 
Fenomena “Orang Dalam” dalam Perspektif Pendidikan Agama Kristen: Analisis Kritis Dimensi Sosial dan Kemanusiaan Mesakh, Jacob
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 4 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i4.1965

Abstract

The phenomenon of Orang Dalam (hereafter “Ordal”), referring to privilege and exclusive access in social contexts, often results in injustice. However, scholarly discussions linking the biblical representation of Ordal to social and humanitarian dimensions, particularly in Christian Religious Education (CRE), remain limited. This study critically examines the concept of Ordal in the Bible and explores its implications for character formation through CRE. A qualitative approach employing hermeneutical methods was used to interpret relevant biblical texts, supported by contextual analysis of narratives portraying Ordal figures within their historical and social settings. The findings indicate that biblical depictions of Ordal often represent marginalized groups experiencing powerlessness, oppression, or social injustice, as seen in prophetic advocacy for the oppressed and in Jesus’ rebukes of partiality and unfair privilege. Such narratives not only reflect the social realities of their time but also articulate theological imperatives concerning the moral responsibility of faith to defend the vulnerable. The study underscores the need to integrate critical biblical engagement with Ordal narratives into CRE learning to cultivate social sensitivity, critical awareness, and a commitment to humanitarian and justice values, equipping students to become agents of social transformation grounded in Christian faith.ABSTRAKFenomena Orang Dalam (selanjutnya disebut “Ordal”), yang dalam konteks sosial merepresentasikan privilese dan akses istimewa, kerap berimplikasi pada ketidakadilan. Meskipun demikian, kajian teologis yang mengaitkan representasi Ordal dalam Alkitab dengan dimensi sosial dan kemanusiaan, khususnya dalam konteks Pendidikan Agama Kristen (PAK), masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara kritis konsep Ordal sebagaimana terepresentasi dalam teks Alkitab, serta mengeksplorasi implikasinya terhadap pembentukan karakter melalui PAK. Pendekatan penelitian bersifat kualitatif dengan metode hermeneutika untuk menginterpretasikan teks-teks Alkitab yang relevan, dilengkapi analisis kontekstual terhadap narasi yang menampilkan figur Ordal beserta latar historis dan sosialnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa figur Ordal dalam Alkitab kerap merepresentasikan kelompok yang mengalami ketidakberdayaan, penindasan, atau ketidakadilan sosial, sebagaimana tergambar dalam narasi pembelaan para nabi terhadap kaum tertindas dan teguran Yesus terhadap praktik keberpihakan yang tidak adil. Narasi-narasi tersebut tidak hanya merekam realitas sosial pada zamannya, tetapi juga memuat pesan teologis mengenai tanggung jawab iman untuk membela kaum lemah. Temuan ini mengindikasikan urgensi integrasi kajian kritis teks Alkitab tentang Ordal dalam pembelajaran PAK guna menumbuhkan kepekaan sosial, kesadaran kritis, dan komitmen terhadap nilai kemanusiaan serta keadilan, sehingga peserta didik dapat berperan sebagai agen transformasi sosial yang berlandaskan iman Kristen.
SINERGI GURU PAI DAN GURU KEJURUAN DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA MENUJU TERWUJUDNYA VISI “AL MUSTAWA MENGANGKASA” DI SMK AL MUSTAWA RANDUBLATUNG Wahyuni, Siti Kurnia; Mufid, Abdul; Sutarno, Sutarno
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 5 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i5.2104

Abstract

Character formation is an urgent need in vocational schools because graduates are require-d to be not only technically skilled but also morally upright. This study aims to analyze the synergy between Islamic Religious Education (PAI) teachers and vocational subject teachers in shaping students’ character, to identify the character values instilled, and to examine the strategies, supporting factors, and obstacles in its implementation. A qualitative descriptive approach with a case study design was employed. Data were collected through interviews, observations, and documentation, and analyzed using Miles and Huberman’s interactive model. The results show that teacher synergy was realized through praying before practice, pausing activities during the call to prayer, emphasizing honesty in workshop reports, and fostering discipline and responsibility in technical practice. The main character values developed include religiosity, discipline, honesty, responsibility, and diligence. Supporting factors consist of the school’s strong religious culture and its institutional vision, while obstacles include limited coordination time and differences in teaching styles. This study contributes theoretically by enriching the literature on cross-subject collaboration in character education at vocational schools, and practically by offering a model for teachers, schools, and policymakers to strengthen character education in vocational contextsABSTRAKPembentukan karakter merupakan kebutuhan mendesak di sekolah kejuruan karena lulusan dituntut tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga berakhlak mulia. Penelitian ini bertujuan menganalisis sinergi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dan guru kejuruan dalam pembentukan karakter siswa, mengidentifikasi nilai karakter yang ditanamkan, serta menelaah strategi, faktor pendukung, dan hambatan pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sinergi guru terwujud melalui doa sebelum praktik, penghentian aktivitas saat adzan, penekanan kejujuran dalam laporan, serta pembiasaan disiplin dan tanggung jawab dalam praktik bengkel. Nilai karakter yang terbentuk meliputi religiusitas, disiplin, kejujuran, tanggung jawab, dan kerja keras. Faktor pendukungnya adalah budaya religius sekolah dan visi kelembagaan, sedangkan hambatan utamanya berupa keterbatasan koordinasi dan perbedaan gaya mengajar. Temuan ini memberikan kontribusi teoretis dengan memperkaya literatur pendidikan karakter berbasis kolaborasi lintas mata pelajaran di sekolah kejuruan, sekaligus kontribusi praktis sebagai model implementasi pendidikan karakter bagi guru, sekolah, dan pembuat kebijakan.
Efektivitas Bimbingan Kelompok dalam Meningkatkan Self-Disclosure Siswa SMAK Sint Carolus Kupang Tanis, Febrianus Borkonda; P. Lejap, Gracianus Edwin Tue; Lio, Stefanus
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 3 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i3.1588

Abstract

This study aims to test the effectiveness of group guidance services in improving self-disclosure of grade XI students of SMAK Sint Carolus Penfui Kupang. The research design used a one-group pre-test and post-test with 10 respondents. The instrument was a valid and reliable questionnaire (0.932). The results of the paired t-test showed a Sig. (2-tailed) value = 0.000 0.05, indicating a significant increase in student self-disclosure. Thus, group guidance services are proven to be effective as a psychopedagogical intervention.ABSTRACPenelitian ini bertujuan menguji efektivitas layanan bimbingan kelompok dalam meningkatkan self-disclosure siswa kelas XI SMAK Sint Carolus Penfui Kupang. Desain penelitian menggunakan one-group pre-test and post-test dengan 10 responden. Instrumen berupa angket valid dan reliabel (0,932). Hasil uji t berpasangan menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) = 0,000 0,05, menandakan peningkatan signifikan pada self-disclosure siswa. Dengan demikian, layanan bimbingan kelompok terbukti efektif sebagai intervensi psikopedagogik.
Peranan Sekolah Untuk Meningkatkan Civic Education Berdasarkan Nilai Pancasila Pada SMA Di Kecamatan Idi Rayeuk Aiyub, Muhammad; Hasanah, Hasanah; Winarty, Asih; Tamarli, Tamarli; Jamal, Suwardi
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 5 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i5.2039

Abstract

Civic education serves as a strategic means to instill national and state awareness, particularly among the youth who will become the nation's future leaders. The situation at SMA Negeri 1 in Idi Rayeuk sub-district shows that the implementation of Pancasila values in civic education learning is still not optimal, marked by monotonous learning methods, low motivation and student engagement, and a dominance of cognitive aspects in civic education that overlooks the formation of attitudes and character. The aim of this research is to understand the implementation of civic education among students and to know the role of schools in instilling civic education values through civic education learning. This research uses a descriptive method with a qualitative approach. The data collection techniques used are interviews, observations, and documentation. The research results show that: 1) The implementation of civic education at SMA Negeri 1 Idi Rayeuk is still not fully It aims to realize the ideal goals as a means of fostering the character of citizens who are aware, critical, and responsible. Students are still experiencing learning that is memorization-based, less contextual, and minimal in active participation. 2) The role of schools in instilling civic education values through PPKn learning at SMA Negeri 1 Idi Rayeuk still faces various complex challenges, both from the pedagogical approach, school culture, facility support, to policy consistency. Schools have not yet fully become a space that is democratic, participatory, and inclusive, which can serve as a living example for students in fulfilling their roles as citizens.ABSTRAKCivic education menjadi sarana strategis untuk menanamkan kesadaran berbangsa dan bernegara, khususnya di kalangan generasi muda yang akan menjadi penerus kepemimpinan bangsa. Kondisi yang terjadi di SMA Negeri 1 di Kecamatan Idi Rayeuk menunjukkan bahwa implementasi nilai-nilai Pancasila dalam pembelajaran civic education masih belum optimal, ditandai dengan metode pembelajaran yang monoton, rendahnya motivasi serta keaktifan siswa, dan dominasi aspek kognitif dalam pembelajaran PKN yang mengabaikan pembentukan sikap dan karakter. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengethaui Implementasi civic education pada Siswa dan mengetahui Peranan sekolah dalam menanamkan nilai-nilai civic education melalui Pembelajaran PKN. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Implementasi Civic Education di SMA Negeri 1 Idi Rayeuk masih belum sepenuhnya mampu mewujudkan tujuan ideal sebagai sarana pembentukan karakter warga negara yang sadar, kritis, dan bertanggung jawab. Siswa masih mengalami pembelajaran yang bersifat hafalan, kurang kontekstual, dan minim partisipasi aktif. 2) Peranan sekolah dalam menanamkan nilai-nilai civic education melalui pembelajaran PPKn di SMA Negeri 1 Idi Rayeuk masih menghadapi berbagai tantangan yang kompleks, baik dari sisi pendekatan pedagogik, kultur sekolah, dukungan fasilitas, hingga konsistensi kebijakan. Sekolah belum sepenuhnya menjadi ruang yang demokratis, partisipatif, dan inklusif, yang mampu menjadi teladan hidup bagi siswa dalam menjalani peran sebagai warga negara.
ZUHUD DAN GAYA HIDUP BERKELANJUTAN MENURUT TINJAUAN SUFISTIK DAN PSIKOLOGI ISLAM Mulyani, Yani; Rahayu, Solihah Sari; Jamaludin, Jamaludin
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 5 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i5.1956

Abstract

Zuhud is not merely understood as physical detachment from worldly possessions but rather as an inner release from excessive dependence on material pleasures. In the context of modern life, which is dominated by materialism and consumerism, zuhud provides an alternative conscious lifestyle that balances worldly needs with ultimate spiritual goals. This article aims to examine the concept of zuhud within classical Sufi traditions and to explore its relevance to sustainable living in contemporary society. The study employs a library research method with Sufi and Islamic psychological (nafsiyological) approaches. The findings reveal that zuhud encompasses significant spiritual, psychological, and social dimensions. Spiritually, zuhud fosters transcendental awareness; psychologically, it contributes to self-control and mental well-being; and socially, it promotes simplicity, solidarity, and sustainability in resource utilization. Thus, zuhud can be recontextualized as an ethical and spiritual framework to address the value crisis, psychological pressures, and ecological challenges of modern society.ABSTRAKZuhud tidak sekadar dimaknai sebagai sikap menjauhi dunia secara fisik, tetapi lebih pada pelepasan ketergantungan batin terhadap kenikmatan materi yang berlebihan. Dalam konteks kehidupan modern yang sarat dengan materialisme dan konsumerisme, nilai-nilai zuhud menghadirkan alternatif gaya hidup berkesadaran yang mampu menyeimbangkan kebutuhan duniawi dan ukhrawi. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep zuhud dalam tradisi tasawuf klasik serta mengeksplorasi relevansinya terhadap gaya hidup berkelanjutan di era kontemporer. Penelitian menggunakan metode studi pustaka dengan pendekatan sufistik dan psikologi Islam (nafsiyologis). Hasil kajian menunjukkan bahwa zuhud memiliki dimensi spiritual, psikologis, dan sosial yang signifikan. Pada dimensi spiritual, zuhud menumbuhkan kesadaran transendental; pada dimensi psikologis, ia berkontribusi dalam pengendalian nafsu serta kesehatan mental; dan pada dimensi sosial, ia mendorong pola hidup sederhana, solidaritas, serta keberlanjutan dalam pemanfaatan sumber daya. Dengan demikian, zuhud dapat direkontekstualisasikan sebagai kerangka etis dan spiritual untuk menghadapi krisis nilai, tekanan psikologis, dan tantangan ekologis masyarakat modern.
IMPLEMENTASI PEMBINAAN KESEHATAN MENTAL OLEH GURU AKIDAH AKHLAK UNTUK PESERTA DIDIK KELAS X DI MA KARTAYUDA WADO KEDUNGTUBAN BLORA Mustafidah, Nurul; Mufid, Abdul; Sutarno, Sutarno
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 5 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i5.2103

Abstract

This study describes the implementation of mental-health development by Akidah Akhlak teachers, examines its challenges, and evaluates its effectiveness. Using a descriptive qualitative approach through observation, interviews, and documentation with the principal, teachers, and 10 tenth-grade students, four key strategies emerged: integrating spiritual values into lessons, fostering religious routines such as congregational prayer, dhikr, and recitation of Asmaul Husna, modeling exemplary behavior, and providing Islamic counseling. Thematic analysis identified three main obstacles low student awareness, peer and social-media influences, and limited counseling facilities. These practices effectively enhanced students’ inner calm, self-control, discipline, and religiosity despite existing challenges. Recommendations include strengthening religious culture, providing dedicated counseling space, and improving mental-health literacy in the madrasah.ABSTRAKPenelitian ini mendeskripsikan implementasi pembinaan kesehatan mental oleh guru Akidah Akhlak serta menelaah tantangan dan efektivitasnya. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap kepala madrasah, guru, dan 10 siswa kelas X, ditemukan empat strategi utama: integrasi nilai spiritual dalam pembelajaran, pembiasaan religius seperti shalat berjamaah, dzikir, dan pembacaan Asmaul Husna, keteladanan guru, serta konseling Islami. Analisis tematik mengungkap tiga hambatan dominan, yaitu rendahnya kesadaran siswa, pengaruh teman sebaya dan media sosial, serta keterbatasan fasilitas konseling. Praktik tersebut terbukti meningkatkan ketenangan batin, kontrol diri, kedisiplinan, dan religiusitas siswa, menunjukkan efektivitas pembinaan meskipun menghadapi tantangan. Rekomendasi meliputi penguatan budaya religius, penyediaan ruang konseling khusus, dan peningkatan literasi kesehatan mental di madrasah.
Hubungan Antara Kepercayaan Diri Dengan Penyesuaian Diri Siswa Kelas VII UPTD SMP Negeri 11 Kota Kupang Jawan, Kristina Beso; Erlinda, Maria; Lio, Stefanus
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 5 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i5.1999

Abstract

The purpose of this study is to examine the relationship between self-confidence and self-adjustment among seventh-grade students in class VII-G at UPTD SMP Negeri 11 Kota Kupang in the 2024/2025 academic year. This study uses a quantitative approach. The independent variable (X) is self-confidence, while the dependent variable (Y) is self-adjustment. The population and sample consist of 32 seventh-grade students in the 2024/2025 academic year. Data were collected using questionnaires, and analysis was performed using Pearson's product-moment correlation. The analysis produced a correlation coefficient in the range of 0.60–0.799 and a significance value of 0.000 0.05. These findings indicate a significant relationship between self-confidence and self-adjustment among seventh-grade students at UPTD SMP Negeri 11 Kota Kupang in the 2024/2025 academic year.ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji hubungan antara kepercayaan diri dan penyesuaian diri di kalangan siswa kelas VII-G di UPTD SMP Negeri 11 Kota Kupang pada tahun ajaran 2024/2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Variabel independen (X) adalah kepercayaan diri, sedangkan variabel dependen (Y) adalah penyesuaian diri. Populasi dan sampel terdiri dari 32 siswa kelas VII-G pada tahun ajaran 2024/2025. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner, dan analisis dilakukan melalui korelasi momen produk Pearson. Analisis menghasilkan koefisien korelasi dalam rentang 0,60–0,799 dan nilai signifikansi 0,000 0,05. Temuan ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kepercayaan diri dan penyesuaian diri di kalangan siswa kelas VII di UPTD SMP Negeri 11 Kota Kupang pada tahun ajaran 2024/2025.

Filter by Year

2021 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 5, No 6 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 5 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 4 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 3 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 2 (2025): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 1 (2025): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 4, No 6 (2024): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 4, No 5 (2024): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 4, No 3 (2024): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 4, No 1 (2024): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 6 (2023): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 5 (2023): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 4 (2023): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 3 (2023): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 2 (2023): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 1 (2023): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 6 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 5 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 4 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 3 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 2 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 1 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 1, No 3 (2021): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 1, No 2 (2021): Jurnal Pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian dan Inovasi Vol 1, No 1 (2021): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi More Issue