cover
Contact Name
Elan Jaelan
Contact Email
redaksi.penerbitwidina@gmail.com
Phone
+628157000699
Journal Mail Official
redaksi.penerbitwidina@gmail.com
Editorial Address
CV. Widina Media Utama Komp. Puri Melia Asri Blok C3 No. 17 Kec. Solokan Jeruk Kab. Bandung.
Location
Kab. bandung,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL PENDIDIKAN INDONESIA: Teori, Penelitian, dan Inovasi
Published by Widina Media Utama
ISSN : -     EISSN : 28073878     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi adalah jurnal peer-review yang memiliki ISSN (2807-3878) yang diterbitkan oleh Penerbit Widina di bawah Badan Hukum CV. Widina Media Utama sejak tahun 2021. JPI merupakan media terintegrasi untuk komunikasi berkelanjutan terkait dengan temuan penelitian baru yang signifikan terkait dengan pendidikan, termasuk: bidang penelitian pendidikan dalam pengajaran, pembelajaran dan pengajaran, pengembangan kurikulum, lingkungan belajar, pendidikan guru, teknologi pendidikan, dan pengembangan pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 489 Documents
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Rendahnya Disiplin Diri Siswa di UPTD SMP Negeri 11 Kota Kupang Longge, Agustina Irawati; Erlinda, Maria
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 6 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i6.2250

Abstract

Low self-discipline among junior high school students remains a significant challenge that affects the quality of learning. This study aims to identify the factors contributing to the low level of self-discipline among seventh-grade students at UPTD SMP Negeri 11 Kota Kupang by examining daily habits, family supervision, peer influence, school regulations, and technology use. This descriptive qualitative research employed semi-structured interviews with five purposively selected students considered representative of low-discipline cases. The results reveal that irregular study habits, limited parental supervision, peer dynamics, inconsistent enforcement of school rules, and excessive use of digital devices interact and collectively reduce students’ self-discipline. The study offers new insights within the Kupang context by highlighting how the combination of weak external control and high exposure to digital technology intensifies students’ disciplinary issues.ABSTRAKTingkat disiplin diri siswa yang masih rendah menjadi persoalan yang berdampak pada efektivitas proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan mengungkap faktor-faktor yang memengaruhi rendahnya disiplin diri siswa kelas VII K di UPTD SMP Negeri 11 Kota Kupang, dengan memberi perhatian khusus pada aspek kebiasaan harian, peran keluarga, pengaruh teman sebaya, penerapan aturan sekolah, serta pemanfaatan teknologi. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan melalui wawancara terhadap lima siswa yang dipilih secara purposive sebagai contoh kasus khas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidakteraturan kebiasaan belajar, lemahnya pengawasan keluarga, pengaruh kelompok teman, penerapan tata tertib yang belum optimal di sekolah, serta penggunaan gawai yang berlebihan saling berkaitan dan memperkuat perilaku tidak disiplin. Temuan ini memberikan kontribusi baru dalam konteks Kota Kupang dengan menegaskan bahwa perpaduan antara teknologi dan lemahnya pengawasan lingkungan turut memperbesar tantangan kedisiplinan siswa.
STRATEGI GURU PAI DALAM MENERAPKAN PENDEKATAN TARBIYAH BIL-‘ADAH UNTUK MEMBENTUK KARAKTER RELIGIUS SISWA DI SMP IP AL BANJARI Istianah, Nadia Durotul; Azis, Achmad Abdul; Rizal, Ahmad Saiful
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 6 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i6.2156

Abstract

The development of digital technology and the rapid flow of information pose challenges for Islamic Religious Education (PAI) teachers in shaping students' religious character. This study aims to examine the strategies of PAI teachers in implementing the tarbiyah bil-'adah approach to foster religious character at SMP IP Al-Banjari. The study used a descriptive qualitative approach with data collection through semi-structured interviews, participatory observation, and documentation. The research subjects included PAI teachers, students, parents, and the principal selected using purposive and snowball sampling techniques. Data analysis was carried out through reduction, presentation, and verification of conclusions, complemented by triangulation of sources and methods. The results of the study show that PAI teachers consistently apply tarbiyah bil-'adah through five main strategies: role modelling, habituation, motivation, value integration, and social control. The Islamic boarding school environment supports the internalization of values through routine worship practices, Quranic recitation, collective prayer, and social supervision, while parental involvement strengthens the application of Islamic values. This tarbiyah bil-'adah strategy has proven effective in fostering disciplined worship, politeness, a love of the Quran, and tolerance in students. The research findings provide practical and theoretical contributions to the development of Islamic education-based character education and Islamic boarding school culture, and can serve as a model for other Islamic schools in developing a religious, adaptive, and tolerant generation.ABSTRAKPerkembangan teknologi digital dan derasnya arus informasi memberikan hambatan yang dihadapi pendidik PAI dalam menanamkan sifat keberagamaan pada peserta didik. Penelitian ini bertujuan menelaah strategi guru PAI dalam menerapkan pendekatan tarbiyah bil-‘adah untuk menumbuhkan karakter religius di SMP IP Al-Banjari. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara semi-terstruktur, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Subjek penelitian mencakup guru PAI, siswa, orang tua, dan kepala sekolah yang dipilih dengan teknik purposive dan snowball sampling. Analisis data dilakukan melalui pengurangan, penyajian, dan verifikasi kesimpulan, dilengkapi triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan guru PAI secara konsisten menerapkan tarbiyah bil-‘adah melalui lima strategi utama keteladanan, pembiasaan, motivasi, integrasi nilai, dan kontrol sosial. Lingkungan pesantren mendukung internalisasi nilai melalui praktik ibadah rutin, tadarus Al-Qur’an, doa bersama, serta pengawasan sosial, sementara keterlibatan orang tua memperkuat penerapan nilai Islami. Strategi tarbiyah bil-‘adah ini terbukti efektif menumbuhkan kedisiplinan beribadah, kesantunan, kecintaan terhadap Al-Qur’an, dan sikap toleran pada siswa. Hasil studi menyumbangkan peran praktis dan teoritis terhadap kemajuan ranah pendidikan karakter berbasis PAI dan kultur pesantren, serta berpotensi menjadi model bagi satuan pendidikan Islam lain dalam membentuk generasi yang religius, adaptif, dan toleran.
HATI PIKIRAN PROAKTIF DAN ANALOGI SEBAGAI FILSAFAT BAHASA DALAM LKTD PADA MAHASIWA PAPUA BINAAN YAYASAN BINTERBUSIH Meku, Andir; Baehaqie, Imam
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 6 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i6.2237

Abstract

This study aims to analyze the integration of the concepts of proactive mind and heart and analogy as the philosophy of language within the Basic Leadership Training (LKTD) program for Papuan students under the guidance of the Binterbusih Foundation. Employing a qualitative approach, data were collected through in-depth interviews and participatory observation of both trainees and instructors. Thematic analysis was used to identify the symbolic and reflective meanings embedded in the application of these concepts during the training process. The findings reveal that the proactive mind and heart serve as a foundation for developing self-awareness, responsibility, and autonomous action among students. Meanwhile, the use of analogy as a linguistic-philosophical tool effectively bridges abstract leadership concepts with the participants’ concrete experiences. The synergy between these two approaches fosters reflective leadership characterized by spiritual awareness, social empathy, and intrinsic motivation. Moreover, the study highlights that Papuan culture, rich in symbolism and metaphor, provides a fertile ground for character and leadership education rooted in local wisdom. Thus, integrating proactive thinking and analogical reasoning not only enhances the cognitive and affective dimensions of leadership learning but also enriches the ethnolinguistic and spiritual aspects of higher education in Papua. This model is recommended as a foundation for developing culturally responsive leadership curricula within Indonesia’s multicultural context.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi konsep hati pikiran proaktif dan analogi sebagai filsafat bahasa dalam materi Latihan Kepemimpinan Tingkat Dasar (LKTD) bagi mahasiswa Papua binaan Yayasan Binterbusih. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif terhadap peserta dan instruktur pelatihan. Analisis data dilakukan dengan metode tematik untuk mengidentifikasi makna simbolik dan reflektif dari penerapan kedua konsep tersebut dalam proses pembelajaran kepemimpinan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hati pikiran proaktif menjadi landasan kesadaran diri mahasiswa untuk bertindak secara reflektif, bertanggung jawab, dan mandiri. Sementara itu, penggunaan analogi sebagai filsafat bahasa terbukti efektif dalam menjembatani pemahaman konsep abstrak dengan pengalaman konkret peserta. Kedua pendekatan ini berinteraksi secara sinergis dalam membentuk pola kepemimpinan reflektif yang menumbuhkan kesadaran spiritual, empati sosial, dan motivasi internal. Penelitian ini juga menegaskan bahwa nilai-nilai budaya Papua yang sarat simbol dan perumpamaan memiliki potensi besar dalam mendukung pendidikan karakter dan kepemimpinan berbasis kearifan lokal. Dengan demikian, integrasi hati pikiran proaktif dan analogi tidak hanya memperkuat dimensi kognitif dan afektif peserta, tetapi juga memperkaya ranah etnolinguistik dan spiritual pendidikan tinggi di Papua. Model ini direkomendasikan sebagai dasar pengembangan kurikulum kepemimpinan kontekstual di lingkungan multikultural Indonesia.
Lacak Jambi sebagai Media Pendidikan Karakter: Strategi Pelestarian Budaya Lokal di Kalangan Generasi Muda di Desa Teluk, Jambi Fatonah, Fatonah; Hudaya, Padhil; Defrianti, Denny; Abd. Rahman, Abd. Rahman
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 6 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i6.2310

Abstract

Lacak is a local wisdom of the Malay community in Jambi that functions as a head covering for men in traditional clothing. This cultural heritage has a philosophical meaning that reflects noble values such as responsibility, honor, and determination. However, in Teluk Village, Batang Hari Regency, the interest and understanding of the younger generation towards Lacak has declined due to the influence of globalization and low local cultural literacy. This study aims to (1) identify the character values contained in the shape, folds, and function of Lacak according to the local wisdom of the Teluk Village community, and (2) formulate strategies for preserving Lacak as a medium for character education for the younger generation. The method used is descriptive qualitative with data collection techniques through participatory observation, interviews with traditional leaders and educators, and review of traditional documents. The analysis was conducted using a symbolic-philosophical approach to interpret the meaning of character values in Lacak. The results of the study show that Lacak Melayu Jambi contains three main values, namely craftsmanship (neatness), authority (honor), and determination (responsibility). Effective preservation strategies include integrating Lacak values into school extracurricular activities, establishing youth clubs, and fostering collaboration between schools and local Malay Customary Institutions. In this way, Lacak can serve as a medium for character education that fosters pride in cultural identity and strengthens the character of the younger generation in Jambi;ABSTRAKLacak merupakan kearifan lokal masyarakat Melayu Jambi yang berfungsi sebagai penutup kepala pria dalam pakaian adat. Warisan budaya ini memiliki makna filosofis yang mencerminkan nilai-nilai luhur seperti tanggung jawab, kehormatan, dan keteguhan. Namun, di Desa Teluk, Kabupaten Batang Hari, minat dan pemahaman generasi muda terhadap Lacak menurun akibat pengaruh globalisasi dan rendahnya literasi budaya lokal. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi nilai-nilai karakter yang terkandung dalam bentuk, lipatan, dan fungsi Lacak menurut kearifan lokal masyarakat Desa Teluk, serta (2) merumuskan strategi pelestarian Lacak sebagai media pendidikan karakter bagi generasi muda. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara dengan tokoh adat dan pendidik, serta telaah dokumen adat. Analisis dilakukan dengan pendekatan simbolik-filosofis untuk menafsirkan makna nilai karakter dalam Lacak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Lacak Melayu Jambi mengandung tiga nilai utama, yaitu kerajinan (kerapian), kewibawaan (kehormatan), dan keteguhan (tanggung jawab). Strategi pelestarian yang efektif meliputi integrasi nilai Lacak dalam kegiatan ekstrakurikuler sekolah, pembentukan sanggar oleh pemuda, dan kolaborasi antara sekolah dengan Lembaga Adat Melayu setempat. Dengan demikian, Lacak dapat berperan sebagai media pendidikan karakter yang mampu menumbuhkan kebanggaan identitas budaya dan memperkuat karakter generasi muda di Jambi.
Peran Pendidikan Pancasila dalam Membangun Sikap Toleransi di Lingkungan Sekolah Azzahra, Isnaini Septa; Zahira, Inayah Junika; Kurnia, Heri
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 6 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i6.2288

Abstract

Due to Indonesia's diversity, the values of Pancasila foster a harmonious and respectful environment. Therefore, Pancasila education plays a crucial role in fostering tolerance and harmony among students in schools. This article uses a library research method to collect data. The data sources used include books, articles, literature, and documents related to Pancasila education and efforts to improve tolerance and harmony among students in schools. The results of this study indicate that teachers play a crucial role in instilling values of tolerance in the school environment for students. The values contained in Pancasila education are also highly relevant. However, due to Indonesia's diversity, teachers face challenges in fostering an attitude of tolerance in the school environment.ABSTRAKKarena keragaman Indonesia, nilai-nilai Pancasila membangun lingkungan yang harmonis dan saling menghargai. Sehingga pendidikan Pancasila mempunyai peran krusial dalam membangun toleransi serta kerukunan peserta didik di sekolah. artikel ini menggunakan metode studi pustaka untuk mengumpulkan data. Sumber data yang digunakan termasuk buku, artikel, literatur, dan dokumen yang berkaitan dengan pendidikan pancasila dan upaya untuk meningkatkan toleransi dan kerukunan antar peserta didik di sekolah. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa peran guru sangat penting dalam menanamkan nilai-nilai toleransi di lingkungan sekolah bagi peserta didik. Nilai-nilai yang terkandung dalam pendidikan pancasila juga sangat relevan. Namun karena keberagaman yang ada di Indonesia, guru menghadapi tantangan untuk membangun sikap toleransi di lingkungan sekolah.
PENGEMBANGAN MODUL INTEGRATIF PADA MATERI PUASA DI MTS NEGERI 11 TANAH DATAR Daswati, Daswati; Trisoni, Ridwal; Roza, Yanti Mulia; Fadriati, Fadriati; Gustina, Gustina; Munir, Sirajul
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 6 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i6.2276

Abstract

Students at MTs Negeri 11 Tanah Datar had difficulty understanding the fasting material because the textbook used had complex language, long sentences, and uninteresting presentation, consisting only of text with few pictures. This caused students to be less enthusiastic about learning, and their learning outcomes only reached 50% of the mastery level, indicating a problem in the effectiveness of learning. This study used the research and development (RD) method with the 4-D model (Define, Design, Develop, Disseminate) to develop an integrative module on fasting material at MTs Negeri 11 Tanah Datar. The aim was to produce an effective, interesting learning module that suited the students' needs, particularly in improving their understanding of fasting material. The results of this study indicate that this research has produced an integrative module on fasting material for eighth-grade students at MTs Negeri 11 Tanah Datar. The module was developed using the 4-D model (Define, Design, Develop, Disseminate) with a focus on an integrative approach that combines aspects of fiqh, health, social, and environmental issues. Expert validation results show that the module is highly valid (85%) with aspects of presentation, language, and content that meet standards. Practicality tests by students also show that the module is highly practical (88%) with an appearance, content, language, and usage that are easy to understand. This module is expected to improve student understanding and become an interesting and effective learning solution. The module is disseminated digitally through platforms such as Google Drive and WhatsApp to ensure wide and easy access.ABSTRAKSiswa di MTs Negeri 11 Tanah Datar mengalami kesulitan dalam memahami materi puasa karena buku paket yang digunakan memiliki bahasa yang kompleks, kalimat yang panjang, dan penyajian yang tidak menarik, hanya berupa tulisan dengan sedikit gambar. Hal ini menyebabkan siswa kurang antusias dalam belajar, dan hasil belajar mereka hanya mencapai 50% tingkat ketuntasan, menandakan adanya masalah dalam efektivitas pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode research and development (RD) dengan model 4-D (Define, Design, Develop, Disseminate) untuk mengembangkan modul integratif pada materi puasa di MTs Negeri 11 Tanah Datar. Tujuannya adalah menghasilkan modul pembelajaran yang efektif, menarik, dan sesuai dengan kebutuhan siswa, khususnya dalam meningkatkan pemahaman materi puasa. Hasil penelitian menjukkan, bahwa penelitian ini menghasilkan modul integratif pada materi puasa untuk siswa kelas VIII MTs Negeri 11 Tanah Datar. Modul dikembangkan menggunakan model 4-D (Define, Design, Develop, Disseminate) dengan fokus pada pendekatan integratif yang menggabungkan aspek fikih, kesehatan, sosial, dan lingkungan. Hasil validasi ahli menunjukkan modul sangat valid (85%) dengan aspek penyajian, bahasa, dan isi yang memenuhi standar. Uji praktikalitas oleh siswa juga menunjukkan modul sangat praktis (88%) dengan tampilan, isi, bahasa, dan penggunaan yang mudah dipahami. Modul ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman siswa dan menjadi solusi pembelajaran yang menarik serta efektif. Penyebaran modul dilakukan secara digital melalui platform seperti Google Drive dan WhatsApp untuk memastikan akses yang luas dan mudah.
Keterampilan Kolaborasi Mahasiswa PGSD dalam Mata Kuliah Pengembangan Kurikulum: Analisis Deskriptif Kuantitatif Menggunakan Weighted Mean Score Rifmasari, Yessi
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 6 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i6.2330

Abstract

Collaborative skills are an important 21st-century competency that elementary school teacher education (PGSD) students must possess, especially in curriculum development courses that require group analysis and curriculum design skills. This study aims to analyze the level of collaborative skills of PGSD students using a quantitative descriptive approach with the Weighted Mean Score (WMS) technique. The research subjects consisted of 55 students, while the instruments were developed based on five dimensions of collaboration according to Johnson and Johnson, namely effective communication, collaborative responsibility, promotive interaction, decision making, and collaborative presentation. The results showed that collaboration skills were in the good category (WMS = 3.54), but did not reach the ideal standard of 75%. The dimension of promotive interaction had the highest achievement (74%), while collaborative presentation was the lowest aspect (64%). These findings indicate the need to strengthen individual accountability and integrate group work results, especially at the final presentation stage. This study confirms that social interdependence-based cooperative learning has great potential to improve the collaboration skills of PGSD students.ABSTRAKKeterampilan kolaborasi merupakan kompetensi penting abad ke-21 yang harus dimiliki mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), terutama dalam mata kuliah Pengembangan Kurikulum yang menuntut kemampuan analisis dan perancangan kurikulum secara kelompok. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat keterampilan kolaborasi mahasiswa PGSD menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan teknik Weighted Mean Score (WMS). Subjek penelitian terdiri dari 55 mahasiswa, sedangkan instrumen dikembangkan berdasarkan lima dimensi kolaborasi menurut Johnson dan Johnson, yaitu komunikasi efektif, tanggung jawab kolaboratif, interaksi promotif, pengambilan keputusan, dan presentasi kolaboratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan kolaborasi berada pada kategori baik (WMS = 3,54), namun belum mencapai standar ideal 75%. Dimensi interaksi promotif memiliki capaian tertinggi (74%), sedangkan presentasi kolaboratif merupakan aspek terendah (64%). Temuan ini mengindikasikan perlunya penguatan akuntabilitas individual serta integrasi hasil kerja kelompok, khususnya pada tahap penyajian akhir. Penelitian ini menegaskan bahwa pembelajaran kooperatif berbasis interdependensi sosial memiliki potensi besar untuk meningkatkan keterampilan kolaborasi mahasiswa PGSD.
Persepsi Mahasiswa Pendidikan Informatika Terhadap Pembelajaran Daring Kewarganegaraan Universitas Muhammadiyah Riau Indah, Erika Anggraini; Mulyana, Wide; Yusuf, Ammara Diani; Ardian, Ibnu
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2592

Abstract

This study aims to examine students’ perceptions of online learning in the Citizenship Education course, identify the challenges they face, and explore their understanding of civic values during the learning process. The method used is descriptive qualitative, with data collected through open-ended interviews with students of the Informatics Education Study Program at the Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Muhammadiyah Riau. The findings indicate that students are generally able to participate in lectures; however, limited interaction with lecturers becomes an obstacle that affects their understanding of the material. Other challenges include unstable internet connectivity and decreased learning motivation. Nevertheless, students are still able to internalize civic values through creative assignments that are relevant to daily life. Thus, online learning continues to make a positive contribution to shaping students’ character and awareness as active and responsible citizens in the digital era.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mengkaji persepsi mahasiswa terhadap pembelajaran daring pada mata kuliah Kewarganegaraan, mengidentifikasi tantangan yang dihadapi, serta pemaknaan mereka terhadap nilai-nilai kewarganegaraan selama proses tersebut. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara terbuka kepada mahasiswa Program Studi Pendidikan Informatika di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Riau. Temuan menunjukkan bahwa mahasiswa umumnya mampu mengikuti perkuliahan, tetapi terbatasnya interaksi dengan dosen menjadi kendala yang mempengaruhi pemahaman materi. Tantangan lainnya meliputi kualitas jaringan internet yang tidak stabil dan motivasi belajar yang menurun. Meski demikian, mereka tetap dapat menginternalisasi nilai kewarganegaraan melalui tugas yang kreatif dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, perkuliahan secara daring tetap memberikan kontribusi positif dalam membentuk karakter dan kesadaran mahasiswa sebagai warga negara yang aktif dan bertanggung jawab di era digital.
Peran Dukungan Sosial sebagai Faktor Protektif terhadap Kecemasan Ujian Siswa Sekolah Menengah: Studi Literatur Sistematis Ola Hada, Thomas Herculanus; Bone, Matilda Pia
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 6 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i6.2437

Abstract

Test anxiety can have a negative impact on concentration, self-confidence, academic performance, and students' psychological well-being. Various studies show that social support acts as a protective factor that can reduce academic anxiety, but these findings are still scattered and have not been systematically integrated. This study provides a conceptual contribution by synthesizing the psychosocial mechanisms of social support within the framework of student academic anxiety. This research aims to analyze the role of social support on student anxiety in facing exams through a literature review approach. The method used is qualitative research with a literature study design, through searching for scientific articles, reference books, and peer-reviewed research publications published between 2017 and 2024. Data were collected from several academic databases and analyzed using content analysis techniques to identify themes, patterns, and research gaps. The results of the study show that students' anxiety about facing exams is in the moderate to high category and is consistently negatively correlated with the level of social support received. Social support from family, peers, and teachers has been proven to help students regulate their emotions, increase their sense of security, and strengthen adaptive coping strategies. It can be concluded that social support plays a strategic role as a psychological protective factor in reducing students' anxiety about exams and needs to be systematically integrated into educational practices and counseling services in schools.ABSTRAKKecemasan ujian dapat berdampak negatif terhadap konsentrasi, kepercayaan diri, performa akademik, serta kesejahteraan psikologis siswa. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa dukungan sosial berperan sebagai faktor protektif yang mampu mereduksi kecemasan akademik, namun temuan-temuan tersebut masih tersebar dan belum terintegrasi secara sistematis. Studi ini memberikan kontribusi konseptual dengan menyintesis mekanisme psikososial dukungan sosial dalam kerangka kecemasan akademik siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dukungan sosial terhadap kecemasan siswa dalam menghadapi ujian melalui pendekatan studi literatur. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan desain studi literatur, melalui penelusuran artikel ilmiah, buku referensi, dan publikasi penelitian peer-reviewed yang diterbitkan pada rentang tahun 2017–2024. Data dikumpulkan dari beberapa basis data akademik dan dianalisis menggunakan teknik content analysis untuk mengidentifikasi tema, pola, serta kesenjangan penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa kecemasan menghadapi ujian pada siswa berada pada kategori sedang hingga tinggi dan berkorelasi negatif secara konsisten dengan tingkat dukungan sosial yang diterima. Dukungan sosial dari keluarga, teman sebaya, dan guru terbukti membantu siswa dalam regulasi emosi, meningkatkan rasa aman, serta memperkuat strategi coping adaptif. Dapat disimpulkan bahwa dukungan sosial memiliki peran strategis sebagai faktor protektif psikologis dalam menurunkan kecemasan siswa menghadapi ujian dan perlu diintegrasikan secara sistematis dalam praktik pendidikan dan layanan bimbingan konseling di sekolah. 
Pengaruh Peran Guru Terhadap Peningkatan Akhlakul Karimah Siswa Di Kelas Vlllc Mts Hidayatul Mubtadiin Sidoharjo Jati Agung Lampung Selatan Al Adawia, Dina; Aslamiyah, Nurul; Latifah, Ami
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2554

Abstract

The first objective of this study was to determine the influence of the teacher's role on improving the morality of class VIIIC students at MTs Hidayatul Mubtadiin Sidoharjo, Jati Agung, South Lampung. The second objective was to determine the impact of the teacher's role on improving the morality of class VIIIC students at MTs Hidayatul Mubtadiin Sidoharjo, Jati Agung, South Lampung. This study used a quantitative approach with an associative correlational type to analyze the influence of the teacher's role on the morality of class VIIIC students at MTs Hidayatul Mubtadiin Sidoharjo, South Lampung. The entire student population (n=24) was sampled through total sampling. Data were collected using a Likert scale questionnaire, observation, and documentation, and tested for validity and reliability with SPSS 23. Before testing the hypothesis, normality and linearity tests were conducted. Analysis was conducted using simple linear regression and t-test to determine the extent of the influence of the teacher's role on students' morality. The results of this study indicate that the role of teachers has a significant influence on the moral character of class VIII C students at MTs Hidayatul Mubtadiin Sidoharjo. A simple linear regression analysis showed that every one-unit increase in the teacher's role was followed by a 1.032-unit increase in moral character (Sig. 0.003 0.05), with an R-square value of 42.3%, indicating the teacher's contribution in shaping students' moral behavior. This finding supports Bandura's theory of social learning and the Islamic educational perspective on teacher guidance as a model of morality. The success of character formation is also influenced by the school environment, family, and social interactions, emphasizing the importance of a holistic approach in character education to produce intelligent and noble students.ABSTRAKTujuan Penelitian ini yang pertama yaitu untuk mengetahui pengaruh peran guru terhadap peningkatan Akhlakul karimah siswa kelas VIIIc MTs Hidayatul Mubtadiin Sidoharjo, Jati Agung, Lampung Selatan Dan yang kedua yaitu Untuk mengetahui adanya dampak dari pengaruh peran guru terhadap peningkatan Akhlakul karimah siswa VIIIc MTs Hidayatul Mubtadiin Sidoharjo, Jati Agung, Lampung Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis asosiatif korelasional untuk menganalisis pengaruh peran guru terhadap akhlakul karimah siswa kelas VIII C MTs Hidayatul Mubtadiin Sidoharjo, Lampung Selatan. Populasi seluruh siswa (n=24) dijadikan sampel melalui total sampling. Data dikumpulkan menggunakan angket skala Likert, observasi, dan dokumentasi, serta diuji validitas dan reliabilitas dengan SPSS 23. Sebelum pengujian hipotesis, dilakukan uji normalitas dan linearitas. Analisis dilakukan menggunakan regresi linier sederhana dan uji t untuk mengetahui besarnya pengaruh peran guru terhadap akhlakul karimah siswa. hasil penelitian Ini menunjukkan bahwa peran guru terbukti memiliki pengaruh signifikan terhadap akhlakul karimah siswa kelas VIII C MTs Hidayatul Mubtadiin Sidoharjo. Analisis regresi linier sederhana menunjukkan setiap peningkatan satu satuan pada peran guru diikuti peningkatan akhlakul karimah sebesar 1,032 satuan (Sig. 0,003 0,05), dengan nilai R Square 42,3%, menunjukkan kontribusi guru dalam membentuk perilaku moral siswa. Temuan ini mendukung teori Bandura tentang social learning dan pandangan pendidikan Islam mengenai bimbingan guru sebagai model akhlak. Keberhasilan pembentukan karakter juga dipengaruhi lingkungan sekolah, keluarga, dan interaksi sosial, menegaskan pentingnya pendekatan holistik dalam pendidikan karakter untuk menghasilkan siswa cerdas dan berakhlak mulia.

Filter by Year

2021 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 6, No 2 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 6 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 5 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 4 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 3 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 2 (2025): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 1 (2025): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 4, No 6 (2024): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 4, No 5 (2024): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 4, No 3 (2024): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 4, No 1 (2024): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 6 (2023): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 5 (2023): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 4 (2023): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 3 (2023): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 2 (2023): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 1 (2023): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 6 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 5 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 4 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 3 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 2 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 1 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 1, No 3 (2021): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 1, No 2 (2021): Jurnal Pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian dan Inovasi Vol 1, No 1 (2021): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi More Issue