cover
Contact Name
Elan Jaelan
Contact Email
redaksi.penerbitwidina@gmail.com
Phone
+628157000699
Journal Mail Official
redaksi.penerbitwidina@gmail.com
Editorial Address
CV. Widina Media Utama Komp. Puri Melia Asri Blok C3 No. 17 Kec. Solokan Jeruk Kab. Bandung.
Location
Kab. bandung,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL PENDIDIKAN INDONESIA: Teori, Penelitian, dan Inovasi
Published by Widina Media Utama
ISSN : -     EISSN : 28073878     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi adalah jurnal peer-review yang memiliki ISSN (2807-3878) yang diterbitkan oleh Penerbit Widina di bawah Badan Hukum CV. Widina Media Utama sejak tahun 2021. JPI merupakan media terintegrasi untuk komunikasi berkelanjutan terkait dengan temuan penelitian baru yang signifikan terkait dengan pendidikan, termasuk: bidang penelitian pendidikan dalam pengajaran, pembelajaran dan pengajaran, pengembangan kurikulum, lingkungan belajar, pendidikan guru, teknologi pendidikan, dan pengembangan pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 376 Documents
Menakar Relevansi Metode Pembelajaran Konvensional Pada Pendidikan Islam di Era Digital Saadah, Neng Siti Nur; Anggraeni, Reni; fitriani, Dwi awaliyah
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 4 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i4.1667

Abstract

This study aims to examine the role of technological innovation in the transformation of Islamic education in the digital age. This study uses a literature review approach, relying on secondary data collected from written sources such as books, academic journals, articles, and other relevant documents. The findings of this study indicate that technological innovation plays a crucial role in this transformation by facilitating the wider and more effective dissemination of Islamic knowledge, improving the quality and accessibility of learning, and overcoming various challenges. However, issues such as the digital divide and human resource readiness must be addressed to ensure the successful adoption of technology in Islamic education. The transformation of Islamic education in the digital age is a complex and multifaceted process, involving changes in teaching methods, curriculum, learning materials, as well as pedagogical and ethical frameworks. Although this transformation presents challenges, it also offers significant opportunities to improve the quality of education and the dissemination of Islamic teachings.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran inovasi teknologi dalam transformasi pendidikan Islam di era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan tinjauan literatur, dengan mengandalkan data sekunder yang dikumpulkan dari sumber tertulis seperti buku, jurnal akademik, artikel, dan dokumen relevan lainnya. Temuan penelitian menunjukkan bahwa inovasi teknologi memainkan peran krusial dalam transformasi ini dengan memfasilitasi penyebaran pengetahuan Islam yang lebih luas dan efektif, meningkatkan kualitas dan aksesibilitas pembelajaran, serta mengatasi berbagai tantangan. Namun, masalah seperti kesenjangan digital dan kesiapan sumber daya manusia harus diatasi untuk memastikan adopsi teknologi yang sukses dalam pendidikan Islam. Transformasi pendidikan Islam di era digital merupakan proses yang kompleks dan multifaset, melibatkan perubahan dalam metode pengajaran, kurikulum, bahan pembelajaran, serta kerangka pedagogis dan etis. Meskipun transformasi ini menghadirkan tantangan, ia juga menawarkan peluang signifikan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan penyebaran ajaran Islam.
Digitalisasi Media Pembelajaran sebagai Strategi Penguatan Komunikasi Budaya dan Keterampilan Komunikasi Peserta Didik Suparyadi, Suparyadi; Rafi'i, Rafi'i; Ningsih, Titiek Surya; Irawan, Novida; Sumirat, Pepen
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 4 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i4.1789

Abstract

The digitalization of learning media has become a key strategy to enhance students’ communication skills and cultural awareness in 21st-century education. This study aims to examine the use of digital media as a tool to strengthen cultural communication and student communication competence in multicultural classroom settings. Using a descriptive qualitative approach, data were collected through observation, interviews, and documentation at SMA Waskito, South Tangerang. Ting-Toomey and Dorjee’s (2018) intercultural communication theory was applied to analyze how students effectively convey messages across cultural differences. The results show that digital media such as videos, infographics, and online platforms encouraged students to participate actively and express their cultural identities more confidently. Teachers acted as collaborative facilitators who created space for intercultural dialogue. Although challenges such as limited access and unequal digital literacy were present, adaptive teaching strategies helped ensure inclusive and meaningful learning. Therefore, digital media serves not only as a learning aid but also as a strategic tool to foster students’ intercultural communication competence.ABSTRAKDigitalisasi media pembelajaran menjadi strategi kunci dalam meningkatkan keterampilan komunikasi dan kesadaran budaya peserta didik di era pendidikan abad ke-21. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan media digital sebagai sarana penguatan komunikasi budaya dan kemampuan komunikasi siswa dalam konteks multikultural. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi di SMA Waskito, Tangerang Selatan. Teori komunikasi lintas budaya Ting-Toomey dan Dorjee (2018) digunakan sebagai kerangka analisis untuk memahami cara siswa menyampaikan pesan secara efektif dalam keberagaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media digital seperti video, infografik, dan platform daring mendorong partisipasi aktif siswa serta memperkuat ekspresi identitas budaya lokal. Guru berperan sebagai fasilitator kolaboratif dalam menciptakan ruang dialog antarbudaya. Meskipun terdapat tantangan teknis dan literasi digital yang belum merata, strategi adaptif guru mampu menjaga proses pembelajaran tetap inklusif dan bermakna. Dengan demikian, digitalisasi media tidak hanya mendukung pembelajaran, tetapi juga membentuk keterampilan komunikasi lintas budaya siswa.
Studi Tentang Pendidikan dan Sikap Kader Posyandu Terhadap Pelaksanaan Program Posyandu di Desa Wonorejo Rokhamah, Rokhamah; Setyowati, Susana; Sayuti, Sayuti; Qotimah, Qotimah
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 4 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i4.1839

Abstract

Education constitutes the transmission of knowledge, competencies, and habits within a community through learning activities, training, or research. Posyandu cadres possess strategic functions as healthcare providers positioned within the reach of posyandu targets with higher interaction intensity compared to other health personnel. Educational levels of posyandu cadres in Wonorejo encompass elementary, junior high, and senior high school levels, with none achieving higher education. Based on interviews with six cadres, four stated that services are provided only when community members come, but no proactive efforts exist when no one comes. This research aims to identify correlations between educational levels and attitudes of posyandu cadres toward posyandu program implementation in Wonorejo Village. Research methodology employed analytical surveys with cross-sectional approaches. Analysis results demonstrate correlations between education and attitudes toward posyandu program implementation, evidenced by Fcount values exceeding Ftable at 20.186 3.320 in simultaneous testing. Partial testing shows educational levels toward posyandu program implementation with Tcount 4.198 Ttable 2.042, while attitude variables toward posyandu program implementation yield Tcount 3.552 Ttable 2.042. Conclusions indicate the existence of significant relationships between educational factors and attitudes toward posyandu program implementation in Wonorejo Village, Poncokusumo District, Malang.ABSTRAKProses pendidikan merupakan transfer pengetahuan, kompetensi, dan kebiasaan suatu kelompok masyarakat melalui aktivitas pembelajaran, pelatihan, atau riset. Kader Posyandu memiliki fungsi strategis sebagai penyedia layanan kesehatan yang berada dalam jangkauan sasaran posyandu dengan intensitas interaksi yang lebih tinggi dibandingkan tenaga kesehatan lainnya. Tingkat pendidikan kader posyandu di Wonorejo mencakup jenjang SD, SMP, dan SMA, tanpa ada yang mencapai perguruan tinggi. Berdasarkan wawancara dengan enam kader, empat di antaranya menyatakan bahwa pelayanan diberikan hanya ketika masyarakat datang, namun tidak ada upaya proaktif jika tidak ada yang datang. Tujuan riset ini adalah mengidentifikasi korelasi antara tingkat pendidikan dan sikap kader posyandu terhadap implementasi program posyandu di Desa Wonorejo. Metodologi penelitian menggunakan survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Hasil analisis menunjukkan adanya korelasi antara pendidikan dan sikap terhadap pelaksanaan program posyandu, yang dibuktikan melalui nilai Fhitung yang melampaui Ftabel yaitu 20.186 3.320 pada pengujian simultan. Pengujian parsial menunjukkan tingkat pendidikan terhadap pelaksanaan program posyandu dengan nilai Thitung 4.198 Ttabel 2.042, sedangkan variabel sikap terhadap pelaksanaan program posyandu menghasilkan Thitung 3.552 Ttabel 2.042. Kesimpulan menunjukkan eksistensi hubungan signifikan antara faktor pendidikan dan sikap terhadap implementasi program posyandu di Desa Wonorejo, Kecamatan Poncokusumo, Malang.
Peluang dan Tantangan Model Pembelajaran Small Group Discussion dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) Aryani, Wiwik Dyah; Badruzaman, Tjetjep Ismail; Maulana, Muhammad Rizal; Assyyah, Getta Sitti; Fauzi, Wildi Ahmad; Solihah, Rika; Fitriani, Dwi Awaliyah
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 4 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i4.1764

Abstract

This study aims to critically examine the application of the Small Group Discussion (SGD) model in Islamic Religious Education (PAI) and to evaluate the opportunities and challenges associated with its implementation. The central issue addressed is the extent to which SGD contributes to improving the quality of PAI learning, encompassing the cognitive, affective, and psychomotor domains of students. This research employs a qualitative approach through a literature study method, analyzing and synthesizing findings from various previous empirical studies related to the use of SGD in educational settings. The review reveals that SGD significantly enhances student engagement, content comprehension, critical thinking skills, and the development of social attitudes such as tolerance and interpersonal communication. However, several challenges are identified, including the dominance of certain group members, limited discussion time, and variations in student capabilities, which may hinder the effectiveness of the method. The study concludes that SGD is a pedagogically effective and contextually relevant approach for Islamic education, provided that teachers play an active role as facilitators and the implementation is carefully designed.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam penerapan model pembelajaran Small Group Discussion (SGD) dalam Pendidikan Agama Islam (PAI), serta mengevaluasi peluang dan tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Permasalahan utama yang diangkat adalah sejauh mana model SGD mampu meningkatkan kualitas pembelajaran PAI, yang mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka, yaitu menganalisis dan menelaah temuan dari sejumlah hasil penelitian sebelumnya yang relevan dengan implementasi SGD dalam konteks pembelajaran PAI. Hasil kajian menunjukkan bahwa model SGD memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan partisipasi aktif siswa, pemahaman materi ajar, keterampilan berpikir kritis, serta penguatan sikap toleransi dan kemampuan komunikasi antarpeserta didik. Namun demikian, ditemukan pula sejumlah tantangan seperti dominasi diskusi oleh anggota tertentu, keterbatasan waktu, serta variasi kemampuan siswa yang dapat menghambat efektivitas diskusi. Kesimpulannya, SGD merupakan strategi pembelajaran yang efektif dan kontekstual dalam pendidikan agama, asalkan didukung oleh peran aktif guru sebagai fasilitator dan desain pelaksanaan yang matang
Manajemen Sekolah dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa melalui Pembelajaran Reflektif (Studi Deskriptif SMP Negeri 1 Naringgul) Raharja, Asep Riana Hadi; Mulyati, Lia Sri; Wahab, Ahmad Abdul; Efendi, Iyan; Abbas, Ikka Kartika
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 4 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i4.1850

Abstract

Facing the challenges of 21st-century education requires learning approaches that go beyond content mastery to foster students’ metacognitive awareness. Reflective learning has emerged as a promising strategy, requiring systematic support from school management. This study aims to analyze the role of school management in improving student learning outcomes through the implementation of reflective learning at SMP Negeri 1 Naringgul. Guided by Juran’s Trilogy framework, the research explores aspects of planning, control, and quality improvement. A descriptive qualitative method was employed, using data collection techniques such as observation, interviews, and document analysis. The informants included the principal, five teachers, and ten students selected through purposive sampling. Data were analyzed using the Miles and Huberman model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The results indicate that school management plays a strategic role in providing policies, teacher training, and resources that support reflective learning. Major challenges include time limitations, low teacher comprehension, and student motivation. Solutions included ongoing professional development, policy revisions, and the cultivation of a reflective school culture. The study concludes that adaptive and systematic school management can effectively optimize reflective learning and significantly enhance student outcomes.ABSTRAKDalam menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21, diperlukan pendekatan pembelajaran yang tidak hanya berpusat pada konten, tetapi juga mendorong kesadaran metakognitif siswa. Salah satu pendekatan yang menjanjikan adalah pembelajaran reflektif, yang membutuhkan dukungan sistemik dari manajemen sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran manajemen sekolah dalam meningkatkan hasil belajar siswa melalui penerapan pembelajaran reflektif di SMP Negeri 1 Naringgul. Mengacu pada kerangka Trilogi Juran, studi ini mengkaji aspek perencanaan, pengendalian, dan peningkatan kualitas. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan terdiri dari kepala sekolah, lima guru, dan sepuluh siswa yang dipilih secara purposif. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dengan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen sekolah berperan strategis dalam menyediakan kebijakan, pelatihan guru, serta sumber daya yang mendukung pembelajaran reflektif. Kendala utama meliputi keterbatasan waktu, rendahnya pemahaman guru, dan motivasi siswa. Solusi yang diterapkan mencakup pelatihan berkelanjutan, penyesuaian kebijakan, dan penguatan budaya reflektif. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa manajemen sekolah yang adaptif dan sistematis mampu mengoptimalkan pembelajaran reflektif dan meningkatkan hasil belajar siswa secara signifikan.
Penerapan Model Pembelajaran Collaborative Learning Dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) Aryani, Wiwik Dyah; Purwanti, Eka; Siroj, Sri Azizah; Taufiq, Ridwan; Wayudi, Adji Wahab
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 4 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i4.1741

Abstract

This study aims to examine the implementation of the Collaborative Learning model in Islamic Religious Education (PAI) and its effectiveness in enhancing students' comprehension of religious content, active participation, and character development. Collaborative Learning emphasizes small-group cooperation among students to achieve common learning goals, with the teacher acting as a facilitator. A descriptive qualitative approach was adopted through a case study in class 4B at SDN Kamal Muara 01. Data were collected through participant observation, in-depth interviews, and documentation, and analyzed using content analysis and data triangulation. The findings indicate that this model fosters a conducive learning environment, enhances positive peer interaction, and strengthens students' understanding of Islamic teachings. Despite challenges such as unequal group participation, these can be mitigated through proper role distribution and teacher facilitation strategies. Therefore, Collaborative Learning is a relevant and applicable model for creating a transformative, interactive, and character-oriented Islamic education process.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan model pembelajaran Collaborative Learning dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) serta efektivitasnya dalam meningkatkan pemahaman materi keagamaan, partisipasi aktif siswa, dan pembentukan karakter Islami. Pendekatan Collaborative Learning menitikberatkan pada kerja sama antar peserta didik dalam kelompok kecil untuk mencapai tujuan pembelajaran bersama, dengan peran guru sebagai fasilitator. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui studi kasus di kelas 4B SDN Kamal Muara 01. Teknik pengumpulan data meliputi observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, yang dianalisis dengan pendekatan analisis isi dan triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model ini mampu menciptakan suasana belajar yang kondusif, meningkatkan interaksi sosial yang positif antar siswa, serta memperkuat penguasaan konsep ajaran Islam. Meskipun ditemukan kendala berupa ketimpangan partisipasi dalam kelompok, hal tersebut dapat diatasi melalui strategi fasilitasi dan pembagian peran yang tepat oleh guru. Dengan demikian, Collaborative Learning menjadi pendekatan yang relevan untuk diterapkan dalam pembelajaran PAI yang transformatif, interaktif, dan berorientasi karakter.
Tren Penelitian Kurikulum Bahasa Arab di Indonesia 2020–2024: Tinjauan Sistematis terhadap Artikel Jurnal Amin, Muhammad
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 4 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i4.1758

Abstract

The research about the trend of Arabic language curriculum research systematically has not been widely conducted, the research that had been conducted are still divided into curriculum derivatives or general Arabic language research trends. This study aims to 1) identify trends in Arabic language curriculum research in journals in Indonesia in terms of research type, research subjects, data collection techniques, and data analysis techniques, 2) provide recommendations for further research related to Arabic language curriculum research, especially in Indonesia. The research method used is Systematic Literature Review (SLR). The results of the study show that quantitative and Research and Development research type must be conducted more often to give real solution based on needs and measurable data. Elementary school subject and also university scholars should get more intention so Arabic curriculum update could be done across levels of education. Data collection technique variation and tecnology integration to Arabic curriculum need to be primary focus in the next research. Using bibliometric application to solve this research limitation. ABSTRAKPenelitian mengenai tren penelitian kurikulum bahasa Arab secara sistematis belum banyak dilakukan, mayoritas masih terpecah pada turunan kurikulum atau tren penelitian Bahasa Arab secara umum sehingga penelitian ini bertujuan untuk 1) mengidentifikasi tren penelitian kurikulum bahasa Arab pada jurnal di Indonesia dilihat dari sisi tipe riset, subjek penelitian, teknik pengumpulan data, dan teknik analisis data, 2) memberikan rekomendasi penelitian berikutnya terkait penelitian kurikulum bahasa Arab, terutama di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah Tinjuan Pustaka Sistematis (SLR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tipe riset kuantitatif dan RnD perlu digalakkan guna memberi solusi nyata berbasis kebutuhan dan data yang terukur. Subjek SD/MI dan perguruan tinggi perlu mendapat perhatian agar pembaruan kurikulum bahasa Arab menyentuh semua jenjang pendidikan. Variasi penggunaan teknik pengumpulan data dan integrasi teknologi dalam kurikulum bahasa Arab perlu jadi fokus utama penelitian berikutnya. Penggunaan berbagai aplikasi bibliometrik dapat digunakan untuk menjawab keterbatasan penelitian ini.
Peran Teknologi, ICT, dan Media Sosial Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Nurhadi, M Wiran Jaya; Wijaya, Andri; Baiturrahman, Ridwan; Solihah, Rika
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 4 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i4.1727

Abstract

This article aims to analyze the role of information and communication technology (ICT) and social media in enhancing the effectiveness of PAI learning in the digital era. Employing a descriptive qualitative approach through literature review, the study finds that digital technology and social media integration can improve interactivity, learning motivation, and flexible access to Islamic content. Platforms such as YouTube, WhatsApp, and Instagram contribute to creating engaging learning environments aligned with the characteristics of digital-native students. However, challenges such as low ICT competence among teachers and the spread of unverified content remain critical issues. Thus, effective PAI learning strategies should combine digital tools with reinforcement of Islamic values and ethical digital literacy. The study recommends ongoing teacher training and the development of educational policies that support ethical and transformative technology integration in PAI learning.ABSTRAKArtikel ini bertujuan untuk menganalisis peran teknologi informasi dan komunikasi (ICT) serta media sosial dalam mendukung efektivitas pembelajaran PAI di era digital. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berbasis studi pustaka, kajian ini menemukan bahwa integrasi teknologi digital dan media sosial dapat meningkatkan interaktivitas, motivasi belajar, serta akses terhadap materi keislaman secara fleksibel dan kontekstual. Platform seperti YouTube, WhatsApp, dan Instagram berkontribusi dalam menciptakan pembelajaran yang lebih menarik dan sesuai dengan karakteristik generasi digital. Namun, pemanfaatan teknologi juga menghadirkan tantangan, seperti rendahnya kompetensi TIK guru dan potensi penyebaran konten yang tidak valid. Oleh karena itu, strategi pembelajaran PAI yang efektif perlu memadukan teknologi digital dengan penguatan nilai-nilai Islami dan literasi etika digital. Hasil kajian ini merekomendasikan pelatihan berkelanjutan bagi guru serta pengembangan kebijakan pendidikan yang mendukung integrasi teknologi secara beretika dan transformatif dalam pembelajaran PAI.
Students’ Proficiency Of Cultural Values In Literature-Based Reading Materials: An Experimental Study Primasari, Yusniarsi; Sari, Hesty Puspita
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 4 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i4.1889

Abstract

This study explores the impact of literature-based reading instruction on students’ ability to identify cultural values in texts. Conducted with 17 second-semester students at Balitar Islamic University, it employed a one-group pre-test post-test design. Participants engaged in three learning sessions using varied literary genres (novels, comics, and storybooks). Statistical tests (Shapiro-Wilk, Levene’s, and paired-sample t-test) indicated significant improvement in post-test scores (p 0.05). The instruction enhanced cultural literacy and reading skills, notably in vocabulary acquisition, identifying main ideas, and recognizing supporting details. However, students showed limited progress in inferring moral lessons or implied meanings. These findings highlight the pedagogical value of integrating literature into English as a Foreign Language (EFL) programs to promote intercultural awareness and responsive reading in higher education.ABSTRAKPenelitian ini mengeksplorasi dampak pembelajaran membaca berbasis sastra terhadap kemampuan mahasiswa dalam mengenali nilai budaya dalam teks. Melibatkan 17 mahasiswa semester dua di Universitas Islam Balitar, studi ini menggunakan desain pre-test post-test satu kelompok. Mahasiswa mengikuti tiga sesi pembelajaran dengan berbagai genre sastra seperti novel, komik, dan cerita anak. Analisis data menggunakan uji statistic termasuk uji normalitas Shapiro-Wilk, uji homogenitas Levene, dan uji-t sampel berpasangan menunjukkan adanya peningkatan signifikan kemampuan membaca (p 0,05). Pembelajaran berbasis sastra terbukti meningkatkan penguasaan kosakata, identifikasi gagasan utama, dan detail pendukung. Namun, peningkatan dalam menyimpulkan nilai moral atau makna tersirat masih terbatas. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi sastra dalam pembelajaran Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing (EFL) untuk meningkatkan literasi budaya dan membaca responsif di pendidikan tinggi.
Pengaruh Model Pembelajaran Game Based Learning (GBL) Berbantuan Baamboozle Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Dasar-Dasar Kejuruan di SMK Negeri 1 Medan T.A 2024/2025 Purba, Tiwi Claudia; Simanullang, Rotua SP
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 4 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i4.1756

Abstract

This study aims to determine the effect of the Game Based Learning (GBL) model assisted by Baamboozle on the learning outcomes of class X MPLB students in the basic vocational subjects of Communication elements. This study is an experimental study conducted at SMK Negeri 1 Medan which consists of 2 classes, namely X MPLB-1 and X MPLB-2, as many as 71 students who are samples from the total population of 135. The sampling technique used is purposive sampling. The data collection technique in this study was a multiple choice learning outcome test of 20 questions that were first tested for validity, reliability, test difficulty level and test discriminatory power. The data analysis techniques used were normality test, homogeneity test and hypothesis testing. The results of the data analysis found that the average pre-test and post-test scores with the Game Based Learning (GBL) learning model were 62.71 and 82.57 and the average scores in the control class which implemented a conventional learning model assisted by Powerpoint media were 64.03 and 74.31. Based on the results of the hypothesis test, student learning outcomes using the Game Based Learning (GBL) learning model increased by 55.51%. In the t-test, the t-count value was 3.024% with decision making lower than 0.05 on df 35, so the t-table was 1.68, so the t-count t-table (3.024 1.68). It can be concluded that the Game Based Learning (GBL) learning model assisted by Baamboozle has a positive and significant effect on student learning outcomes in the Basic Vocational subjects of Information Systems and Digital Communication Elements at SMK Negeri 1 Medan in the 2024/2025 academic year.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Game Based Learning (GBL) berbantuan Baamboozle terhadap hasil belajar siswa kelas X MPLB pada mata pelajaran dasar-dasar kejuruan elemen Komunikasi . Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang dilaksanakan di SMK Negeri 1 Medan yang terdiri dari 2 kelas yaitu X MPLB-1 dan X MPLB-2 sebanyak 71 siswa yang menjadi sampel dari total keseluruhan jumlah populasi yaitu 135. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah tes hasil belajar dalam bentuk pilihan berganda sebanyak 20 soal yang terlebih dahulu diuji validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran tes dan uji daya pembeda tes. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji normalitas, uji homogenitas dan pengujian hipotesis. Hasil analisis data ditemukan nilai rata-rata pre-test dan post-test dengan model pembelajaran Game Based Learning (Gbl) adalah  62.71 dan 82.57 dan nilai rata-rata pada kelas kontrol yang dimana menerapkan model pembelajaran konvensional berbantuan media Powerpoint adalah 64.03 dan 74.31. Berdasarkan hasil uji hipotesis hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran Game Based Learning (GBL) mengalami peningkatan sebesar 55,51 %.  Pada pengujian uji t diperoleh hasil nilai thitung sebesar 3,024% dengan pengambilan keputusan lebih rendah dari 0,05 pada df 35 maka diperoleh ttabel 1,68 maka thitung ttabel (3,0241,68). Maka dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Game Based Learning (GBL) Berbantuan Baamboozle berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Dasar-Dasar Kejuruan Elemen Sistem informasi dan Komunikasi Digital di SMK Negeri 1 Medan T.A 2024/2025.

Filter by Year

2021 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 5, No 6 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 5 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 4 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 3 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 2 (2025): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 1 (2025): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 4, No 6 (2024): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 4, No 5 (2024): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 4, No 3 (2024): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 4, No 1 (2024): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 6 (2023): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 5 (2023): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 4 (2023): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 3 (2023): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 2 (2023): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 1 (2023): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 6 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 5 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 4 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 3 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 2 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 1 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 1, No 3 (2021): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 1, No 2 (2021): Jurnal Pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian dan Inovasi Vol 1, No 1 (2021): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi More Issue