cover
Contact Name
ikhsan gunawan
Contact Email
sungkaifapertaupp@gmail.com
Phone
+628127678123
Journal Mail Official
sungkaijurnal@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Pasir Pengaraian Jl. Tuanku Tambusai Desa Rambah Kecamatan Rambah Hilir Kabupaten Rokan Hulu
Location
Kab. rokan hulu,
Riau
INDONESIA
Sungkai
ISSN : 23020784     EISSN : 23378948     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Sungkai diterbitkan setiap bulan Februari dan Agustus oleh Fakultas Pertanian Universitas Pasir Pengaraian, menerima artikel ilmiah dari hasil penelitian, laporan/studi kasus, kajian/tinjauan pustaka, maupun penyegar ilmu pertanian, yang berorientasi pada kemutakhiran ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian, agar dapat menjadi sumber informasi ilmiah yang mampu memberikan kontribusi dalam mengatasi permasalahan pertanian yang semakin kompleks.
Articles 84 Documents
Detection Of Formaldehyde In White Tofu At A Tofu Factory Ujung Batu Sub-District, Rokan Hulu Regency Wahyudi, Tino; Al Muzafri; Yuliana Susanti
SUNGKAI Vol. 13 No. 1 (2025): Jurnal Sungkai (e-Journal)
Publisher : Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/sungkai.v13i1.2665

Abstract

Synthetic preservatives are dangerous preservatives that are prohibited for food and are declared hazardous ingredients according to the regulation of the Minister of Health (Menkes) Number. 1168/Menkes/Per/X/1999. One of the dangerous compounds that is often used is formalin. The use of formalin is rife among white tofu sellers, because formalin is considered the most effective for preserving white tofu. The purpose of this study was to determine the presence or absence of formalin content in white tofu produced by the Ujung Batu District Factory, Rokan Hulu Regency. Based on the examination of formalin tests on 7 white tofu samples that were sampled and analyzed, it showed that 3 white tofu samples at the Ujung Batu District Factory were identified as containing formalin, namely A, E and F. The samples tested showed purple final results which indicated positive if the sample turned purple. While 4 samples of white tofu, do not contain formalin, namely B, C, D and G. The tested sample showed the final result did not change color, which indicates negative. The organoleptic test assessment of both texture, aroma and color has conformity with the results of the formalin kits test conducted in the laboratory. White tofu that positively contains formalin has a very chewy texture, pungent aroma and slightly white color.
Analisis Risiko Produksi Dan Pendapatan Kelapa Sawit (Elaeis Guineesis Jacq.) di Desa Bangun Jaya Kecamatan Tambusai Utara Kabupaten Rokan Hulu Cici Afriati; Laily Fitriana; Sischa Febriani Yamesa Away
SUNGKAI Vol. 13 No. 1 (2025): Jurnal Sungkai (e-Journal)
Publisher : Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/sungkai.v13i1.2719

Abstract

Sektor pertanian terdiri dari beberapa subsektor, yaitu subsektor pangan, hortikultura, dan perkebunan. Salah satu subsektor yang cukup penting adalah subsektor perkebunan. Perkebunan mencakup seluruh kegiatan yang melibatkan budidaya tanaman tertentu (baik musiman maupun tahunan) di lahan atau media tanam lainnya dalam ekosistem yang sesuai. Petani sawit rakyat di Desa Bangun Jaya Kecamatan Tambusai Utara terdapat beberapa risiko yang mempengaruhi produksi dan pendapatan. Risiko terjadi karena adanya fluktuasi perubahan jumlah produksi yang mempengaruhi harga-harga, umur dan pasar dunia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar produksi dan pendapatan petani kelapa sawit di Kecamatan Tambusai Utara, Kabupaten Rokan Hulu, serta mengetahui seberapa besar tingkat risiko produksi dan pendapatan petani kelapa sawit di Kecamatan Tambusai Utara, Kabupaten Rokan Hulu. Penentuan pemilihan lokasi dilakukan secara Purposive di Desa Bangun Jaya. Metode yang digunakan adalah Simple Random Sampling dengan sampel sebanyak 86 orang. Data dikumpulkan melalui wawancara observasi dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian iniadalah analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata produksi setiap petani dalam 24 kali panen sebanyak 20.702 Kg. Rata-rata pendapatan yang diterima oleh petani kelapa sawit dalam 24 kali produksi sebesar Rp. 48.475.461. berdasarkan analisis tingkat risiko produksi kelapa sawit koefisien variasi sebesar 0,002 dan tingkat risiko pendapatan petani kelapa sawit yaitu sebesar 0,003. Artinya bahwa usahatani kelapa sawit yang berada di Desa Bangun Jaya Kecamatan Tambusai Utara Kabupaten Rokan Hulu memiliki tingkat risiko yang sangat rendah.
Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Konsumsi Tempe Rumah Tangga Di Desa Sialang Rindang Kecamatan Tambusai Kabupaten Rokan Hulu Nova Zahrotul Ulla; Laily Fitriana; Kusmiati
SUNGKAI Vol. 13 No. 1 (2025): Jurnal Sungkai (e-Journal)
Publisher : Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/sungkai.v13i1.2741

Abstract

Tempe merupakan sumber pangan tinggi protein yang terbuat dari kacang kedelai. Tempe menjadi makanan khas Indonesia sebagai lauk yang dikonsumsi sehari-hari. Masyarakat desa Sialang Rindang beraneka ragam mulai usia, pendapatan, tingkat Pendidikan dapat diasumsikan memiliki pola konsumsi pangan yang berbeda. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi konsumsi tempe rumah tangga. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sialang Rindang Kecamatan Tambusai Kabupaten Rokan Hulu. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Menggunakan uji asumsi klasik, uji regresi linear berganda, dan uji hipotesis. Pada uji regresi menunjukkan bahwa variabel memiliki pengaruh secara negative terhadap variabel independent. Hasil penelitian ini diketahui bahwa jumlah konsumsi tempe sebesar 2,71 kg dengan rata-rata frekuensi pembelian sebesar 3-4/ bulan; jenis tempe yang paling banyak di konsumsi adalah tempe yang memiliki berat 9 x 14/3 bungkus dengan harga 5000/3 bungkus; jumlah pendapatan keluarga, harga konsumsi tempe, jumlah keluarga dan harga barang berpengaruh secara parsial. Sedangkan pasokan tidak berpengaruh secara parsial, seluruh variabel berpengaruh secara simultan; semakin tinggi pendapatan keluarga akan mengurangi tingkat konsumsi tempe rumah tangga, begitu juga dengan harga konsumsi tempe. Faktor lain yang mempengaruhi adalah jumlah anggota keluarga, semakin banyak anggota keluarga akan mempengaruhi tingkat konsumsi rumah tangga. Harga barang mempengaruhi tingkat konsumsi tempe rumah tangga, jika harga barang atau pengeluaran tinggi maka akan menaikkan tingkat konsumsi tempe rumah tangga.
Respon Pertumbuhan Dan Produksi Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Dengan Pemberian Kompos Kulit Pisang Nangka (Musa paradisiaca) Elwi; Bahar, Edward; Susanti, Yuliana
SUNGKAI Vol. 13 No. 1 (2025): Jurnal Sungkai (e-Journal)
Publisher : Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/sungkai.v13i1.2832

Abstract

Bawang merah merupakan tanaman yang memiliki nilai ekonomi tinggi yang banyak digunakan sebagai tambahan bumbu pelengkap masakan. Budidaya bawang merah membutuhkan faktor penunjang yaitu pupuk. Pupuk yang digunakan para petani kebanyakan dari pupuk kimia sehingga kesubur semakin berkurang dan mengakibatkan pencemaran akibat bahan kimia yang berlebihan. Kulit pisang merupakan limbah yang dapat diolah menjadi pupuk kompos yang menyediakan zat hara bagi tanaman dan dapat memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian kompos kulit pisang terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman bawang merah (Allium ascalonicum L.) Penelitian ini dilaksanakan di Lahan Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Pasir Pengaraian dari bulan Maret sampai dengan bulan Juli 2024. Metode penelitian menggunakan rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan, 3 ulangan dan 3 parameter. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian berbagai dosis kompos kulit pisang memberikan pengaruh nyata terhadap semua parameter pengamatan. Pemberian kompos kulit pisang dengan dosis 65 gram/polybag memberikan hasil lebih tinggi terhadap tinggi tanaman, bobot basah, berat kering tanaman dan jumlah umbi.
Respon Genotipe Padi Ketan Merah (Oriza Sativa Glutinous) Dengan Pemberian Arang Sekam Padi Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Alfatih, Muhammad
SUNGKAI Vol. 13 No. 1 (2025): Jurnal Sungkai (e-Journal)
Publisher : Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/sungkai.v13i1.3020

Abstract

Kegiatan penelitian ini dilakukan pada awal tahun 2024 di lahan percobaan kampus universitas Pasir Pengaraian Kecamatan Rambah hilir Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dosis terbaik pemberian arang sekam terhadap padi ketan putih dengan metode SRI. Metodologi penelitian adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Hasil data penelitian akan di uji lanjut dengan merode DMRT dengan taraf 5%. Terdapat pengaruh antara penambahan arang sekam padi dan varietas yang digunakan terhadap tinggi tanaman, jumlah anakan total, jumlah anakan produktif dan panjang malai, bobot gabah kering permalai tanaman padi. Penambahan arang sekam padi pada varietas padi ketan putih mampu meningkatkan jumlah anakan total dan jumlah anakan produktif tanaman padi dan penambahan arang sekam padi pada varietas padi ketan mampu memperpanjang malai padi. Dosis arang sekam yang terbaik pada penelitian ini sebanyak 0.25 kg/ember.
Analisis Tingkat Kepuasan Pelanggan Terhadap Kualitas Pelayanan BUMDes Karya Agung Mandiri Di Desa Pasir Agung Kecamatan Bangun Purba Kabupaten Rokan Hulu Anisa Ayu Khairani; Sischa Febriani Yamesa Away; Rina Febrinova
SUNGKAI Vol. 13 No. 1 (2025): Jurnal Sungkai (e-Journal)
Publisher : Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/sungkai.v13i1.3062

Abstract

Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) merupakan lembaga usaha desa yang dikelola oleh masyarakat dan pemerintahan desa dalam upaya memperkuat perekonomian desa dan dibentuk berdasarkan kebutuhan dan potensi desa. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat kepuasan pelanggan terhadap kualitas pelayanan Bumdes Karya Agung Mandiri di Desa Pasir Agung Kecamatan Bangun Purba Kabupaten Rokan Hulu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Importance Performance Analysis (IPA) dan Costumers Statisfaction Index (CSI). Adapun responden dalam penelitian ini adalah pelanggan BUMDes Karya Agung Mandiri Kecamatan Bangun Purba Kabupaten Rokan Hulu yang berjumlah 252 orang. Sampel diambil secara sengaja dengan melihat nasabah yang masih aktif selama 5 tahun dan diperoleh sampel sebanyak 75 orang. Hasil penelitian menujukkan bahwa dari metode Importance Performance Analysis  (IPA) terdapat 3 atribut yang termasuk kedalam Kuadran I, 9 atribut pada Kaudran II, 10 atribut pada Kuadran III, dan 3 atribut pada Kuadran IV. Sedangkan hasil dari metode Costumers Statisfaction Index (CSI) menunjukkan bahwa tingkat kepuasan untuk atribut kualitas pelayanan pelanggan adalah 77,04% berada pada rentan 66% - 80% dengan kateogri “puas”. Artinya secara keseluruhan pelanggan BUMDes Karya Agung Mandiri sudah puas atas pelayanan yang diberikan oleh BUMDes.
Analisis Pendapatan Dan Strategi Pengembangan Usaha Produksi Tahu Di Desa Mahato Kecamatan Tambusai Utara Kabupaten Rokan Hulu Muhammad Aldi Hasibuan; Defidelwina; Laily Fitriana
SUNGKAI Vol. 13 No. 1 (2025): Jurnal Sungkai (e-Journal)
Publisher : Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/sungkai.v13i1.3065

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis besarnya biaya, penerimaan, pendapatan dan keuntungan usaha tahu, menganalisis lingkungan internal dan eksternal yang terdapat pada pengembangan usaha tahu dan merumuskan strategi pengembangan usaha tahu di Desa Mahato. Metode sensus digunakan untuk pengambilan sampel diperoleh sampel sebanyak 3 sampel yaitu usaha produksi tahu milik Pak Adi Saputra, usaha produksi tahu milik Pak Misdi, dan usaha produksi tahu milik Pak Asrul Adam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha produksi tahu memiliki rata-rata biaya total dalam waktu sebulan adalah sebesar Rp. 17.793.972/bulan dengan biaya implsit Rp. 384.972/bulan dan biaya eksplisit Rp. 17.409.000/bulan. Rata-rata penerimaan berjumlah Rp. 21.280.000/bulan. Rata-rata pendapatan usaha berjumlah Rp. 3.871.000/bulan. Sedangkan rata-rata keuntungan berjumlah Rp. 3.486.028/bulan. Kekuatan yang terdapat pada pengembangan usaha tahu adalah produk tidak menggunakan bahan pengawet, karyawan sudah berpengalaman, proses produksi menggunakan teknologi uap dan memiliki ketersediaan bahan baku. Kelemahan adalah perencanaan pengembangan usaha kurang maksimal, kemampuan dalam memperluas pangsa pasar sangat rendah, kurangnya promosi (sosial media), belum ada standar ukuran produk tahu, tidak memiliki label usaha.  Peluang yang terdapat pada pengembangan usaha tahu adalah banyaknya produk olahan dengan bahan dasar tahu, bertambahnya jumlah penduduk, kesadaran akan gaya hidup sehat dan perkembangan teknologi yang maju. Ancaman adalah banyaknya pengusaha menjual produk yang sejenis, munculnya varian produk tahu dari pesaing, semakin menipisnya pasokan kayu sebagai bahan bakar, meningkatnya harga kacang kedelai dan turunnya harga barang subtitusi tahu. Hasil Analisis matrik SWOT adalah meningkatkan kualitas dan kuantitas produk, menggunakan sosial media sebagai media promosi untuk menambah jumlah konsumen, memperluas pangsa pasar dengan melakukan promosi di sosial media, konsisten dengan ukuran produk dengan memanfaatkan teknologi dan pemotongan produk, meningkatkan efektivitas penggunaan sumber daya, menciptakan varian produk tahu tanpa bahan pengawet dan membuat ukuran produk serta dengan varian yang beranekaragam.
DETEKSI FORMALIN PADA IKAN ASIN KEMBUNG DI PASAR KECAMATAN TAMBUSAI UTARA KABUPATEN ROKAN HULU Romaito, Siti; Al Muzafri; Alfiah, Lufita Nur
SUNGKAI Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Sungkai (e-Journal)
Publisher : Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/sungkai.v13i2.3097

Abstract

Keamanan pangan merupakan syarat penting yang harus ada pada pangan yang akan dikomsumsi oleh setiap manusia. Undang-undang nomor 86 tahun 2019 menyatakan bahwa kualitas pangan yang dikomsumsi harus memenuhi beberapa syarat, diantaranya adalah aman, bergizi, dan bermutu. Salah satu pengawet sintetis yang berbahaya dan banyak digunakan pada ikan asin kembung adalah formalin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya kandungan formalin pada ikan asin kembung di Pasar Kecamatan Tambusai Utara Kabupaten Rokan Hulu. Bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampel ikan asin kembung, test kits FMR (Formalin Main Reagent), dan aquades. Penelitian dilakukan secara survei  dengan mengamati warna, tekstur dan aroma Penelitian ini menggunakan teknik Total Sampling dalam pengambilan sampelnya Sampel ikan asin kembung diambil dari 6 pasar penjual ikan asin  yang ada di Kecamatan Tambusai Utara. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 12 sampel ikan asin kembung dimana setiap pasar kecamatan tambusai utara diambil 2 sampel ikan asin. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Terpadu Prodi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Pasir Pengaraian Jl. Tuanku Tambusai, Rambah Hilir, Kabupaten Rokan Hulu, Riau. Waktu pelaksanaan pada bulan Juni – Juli 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 10 sampel ikan asin kembung positif mengandung formalin dan 2 sampel ikan asin kembung mendapatkan hasil akhir negatif. ini perlu dilakukan analisis secara kuantitatif jumlah formalin yang terkandung pada ikan asin kembung. diharapkan untuk penelitian selanjutnya meneliti ikan asin kembung yang ada di kecamatan lain.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENAWARAN CABAI MERAH BESAR (Capsicum Annuum L) DI KABUPATEN ROKAN HULU Ari Akbar; Defidelwina; Sischa Febriani Yamesa Away
SUNGKAI Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Sungkai (e-Journal)
Publisher : Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/sungkai.v13i2.3134

Abstract

Large red chili is one type of vegetable with high economic value that is often used as a cooking spice in everyday life. This study aims to analyze the factors that influence supply and measure the elasticity of supply of large red chili in Rokan Hulu Regency. The method used is multiple linear regression. The data used is monthly secondary data from the Food Security Service and the Central Statistics Agency processed using the Eviews 7 application. The data was processed from 2021-2023. The results of the study show that the price of large red chili has a positive effect on supply with a coefficient of 0.0845, and is significant at alpha 10%. The price of cayenne pepper has a positive effect on supply with a coefficient of 0.0198, population and onion prices have a significant effect at alpha 5% with 0.000 each. The results of the elasticity analysis show that the price of large red chili is inelastic with an elasticity value of 0.2442, meaning that a 10% price increase only increases supply by 2.44%. The price of cayenne pepper is inelastic with an elasticity value of -0.4373, meaning that a 10% price increase only increases supply by 4.37%. The population is inelastic with an elasticity value of -24.4365, meaning that a 10% price increase only increases supply by 24.4% and the price of onions is inelastic with an elasticity value of -0.7741, meaning that a 10% price increase only increases supply by 7.7%.
PERSEPSI PETANI PADI KETAN TERHADAP KINERJA PENYULUH PERTANIAN DI KECAMATAN ROKAN IV KOTO Rivaldi, Ridho; Febrinova, Rina; gunawan, ikhsan
SUNGKAI Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Sungkai (e-Journal)
Publisher : Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/sungkai.v13i2.3158

Abstract

The performance of the Agricultural Extension Agency is expected to educate and motivate farmers to increase glutinous rice farming production in Rokan IV Koto District. However, field conditions indicate a decline in production compared to the previous year. Therefore, the objectives of this study are (1) to describe the characteristics of agricultural extension officers in Rokan IV Koto District and (2) to analyze and describe farmers' perceptions of the performance of agricultural extension officers in the district. The sample size in this study consists of 30 glutinous rice farmers. The research method used is descriptive-quantitative with an interval scale analysis technique. The results show that as a facilitator, the performance of extension officers is perceived as very good, with an average score of 3.52 (83%). As a supervisor, their performance is perceived as unsatisfactory, with an average score of 1.72 (43%). As a dynamizer, their performance also falls into the "Poor" category, with an average score of 1.48 (37%). As a mentor, farmers perceive their performance as "Poor," with an average score of 1.60 (40%). As an educator, the performance of extension officers is perceived as very good, with an average score of 3.33 (83%). As a motivator, their performance falls into the "Good" category, with an average score of 2.10 (53%). Finally, as a legislator, the performance of extension officers is perceived as poor, with an average score of 1.62 (40%).