cover
Contact Name
Adolf Situmorang
Contact Email
teknika@usm.ac.id
Phone
+628122003033
Journal Mail Official
teknika@usm.ac.id
Editorial Address
Jl.Soekarno-Hatta, Tlogosari. Semarang, Jawa-Tengah, Indonesia Telp: 024-6702757; fax: 024-6702272
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Teknika
Published by Universitas Semarang
ISSN : 14104202     EISSN : 25808478     DOI : 10.26623/teknika.v17i1.3127
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal Teknika merupakan jurnal untuk menyebarluaskan hasil penelitian atau pemikiran dibidang Teknik Sipil. Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal ini difokuskan pada bidang Teknik Sipil dan Rekayasa. Dosen, mahasiswa, dan peneliti diharapkan dapat memanfaatkan jurnal ini untuk berbagi pengetahuan hasil penelitian atau pemikirannya.
Articles 136 Documents
Menuju Mobilitas Berkelanjutan: Evaluasi Kinerja Pelayanan Feeder BRT 1B da 4B Semarang Kurnianingtyas, Agnesia Putri; Rofi'i, Imam; Adimagistra, Tiasa; Prakasa, Rizqy Ridho
Teknika Vol. 20 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/2p65rj71

Abstract

22 Desember 2008 pemerintah menetapkan secara resmi angkutan massal untuk menanggulangi kemacetan yaitu dengan adanya BRT Trans Semarang yang kemudian beroperasi tahun 2010. Seiring berjalannya waktu, BRT Trans Semarang tidak mampu melayani rute-rute yang berada di perkampungan yang belum terhubung dengan angkutan masal lainnya, maka dari itu pemerintah melakukan pengembangan transportasi yang saling terhubung permukiman yang tidak dapat dijangkau oleh transportasi sehingga terciptanya Angkutan Pengumpan (Feeder) BRT Semarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja pelayanan feeder dengan metode kuantitatif. Data didapatkan dengan cara observasi lapangan dan penyebaran kuesioner. Evaluasi dilakukan dengan melakukan analisis kinerja pelayanan angkutan umum, analisis kepuasan pengguna dengan metode CSI dan analisis prioritas peningkatan pelayanan dengan metode IPA.  Hasil analisis menunjukkan bahwa kinerja pelayanan feeder berada pada kategori sedang. Sedangkan kepuasan pengguna feeder sebesar 86% dan termasuk kategori sangat puas. Terdapat beberapa aspek yang perlu ditingkatan performanya untuk meningkatkan layanan feeder, yaitu kemudahan mendapatkan tempat duduk, inisiatif penyedia jasa, kepercayaan penumpang terhadap penyedia jasa, kenyamanan armada, keramahan pengemudi, dan ketanggapan pengemudi saat ada masalah.
Perbandingan Kinerja Lentur Balok Beton Bertulang Dengan Sambungan Lewatan Dan Sambungan Mekanis Tipe Cold Forged Sleeve With Parallel Threads Jafar, Jafar; Rahmayuda, Bayu Setya
Teknika Vol. 20 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/87cpvk81

Abstract

Steel rebar is generally 12 meters in length, so if more than that is required, it must be joined using methods such as lap splice, welded splice, or mechanical splice. This study compares the flexural strength of reinforced concrete beams without splice, with lap splice, and with Cold Forged sleeve with Parallel Threads (CFSPT) type mechanical splice, to assess the performance of each splice method. The study used beam specimens measuring 200 x 20 x 40 cm with a planned concrete quality f'c 25 MPa. Flexural strength testing resulted in a nominal moment value of 85.209 kNm for the normal beam, 92.952 kNm for the skip beam, and 82.305 kNm for the coupler beam. Based on the nominal moment value of the experiment, the lap splice beam has the highest value and the coupler connection beam has the lowest value. The resulting deflection of the normal beam tends to be higher than that of the lap splice beam and the coupler beam, which is 72.522 mm. While the maximum deflection produced by the lap splice beam and coupler beams is 44.876 mm and 40.191 mm, respectively. The ductility values of the normal beam, lapsplice beam, and coupler beam were 5.949; 3.257; 4.550, respectively.
Analisis Parkir dan Manajemen Rekayasa Lalu Lintas pada Pasar Mranggen Kab. Demak untuk Mengatasi Kemacetan di Ruas Jalan Semarang-Godong Pradhana, Agung; Mudiyono, Rachmat; Soedarsono, Soedarsono
Teknika Vol. 20 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/8ctk2489

Abstract

Kawasan Pasar Mranggen, Kab. Demak merupakan salah satu daerah yang berada pada salah satu ruas jalan provinsi dengan kepadatan arus lalu lintas yang cukup tinggi. Kemacetan yang terjadi pada kawasan tersebut juga diakibatkan karena aktifitas pasar dan kendaraan yang berhenti di sekitar kawasan pasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik lalu lintas yang ada di kawasan Pasar Mranggen, mengetahui sirkulasi simpang, dan mengetahui karakteristik parkir eksisting serta kebutuhan lahan parkir. Penelitian ini menggunakan metode MKJ1 1997 dan Pedoman Teknis Penyelenggaraan Fasilitas Parkir 1996. Dari hasil analisa didapat hasil untuk ruas Jl. Semarang-Godong volume lalu lintas tertinggi pada hari Senin dengan 3013 smp/jam dan Derajat Kejenuhan 1,85 dengan tingkat pelayanan F yang berarti arus yang terhambat,kecepatan rendah,dan sering terjadi kemacetan. Untuk kinerja simpang di kawasan Pasar Mranggen volume tertinggi pada hari Kamis dengan 1228 smp/jam dan Derajat Kejenuhan 1,56 dengan tingkat pelayanan F yang berarti berkecepatan lambat, hambatan besar dan kemacetan arus. Untuk lahan parkir off street untuk mobil (3 SRP < 20 SRP), untuk motor (102 SRP
Analisis Tipe Penggunaan Expansion Joint Pada Jembatan Mahulu Kota Samarinda Musfain, Musfain; Tumingan, Tumingan; Sahrullah, Sahrullah
Teknika Vol. 20 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/zjbk8k46

Abstract

Jembatan Mahulu merupakan Jembatan Sungai di Samarinda yang berperan penting dalam mobilisasi barang dan orang. Jembatan ini mengalami masalah terutama pada Expansion Joint yang retak dan lepasnya sealent diantara joint.  Dalam penelitian ini dilakukan analisa terhadap kemampuan pergerakan Expansion Joint yang akan digunakan sebagai acuan dalam menentukan perbaikan dan penanganan dan juga tipe expansion joint yang sesuai dan dapat digunakan berdasarkan kerusakan yang ada, sehingga Jembatan Mahulu dapat berfungsi dengan baik. Dalam penelitian ini dilakukan pengambilan data primer dan sekunder untuk mendapatkan analisa kondisi Expansion Joint sesuai dengan kondisi actual dilapangan. Dari hasil analisa disimpulkan bahwa kerusakan pada Expansion Joint disebabkan karena usia yang sudah cukup tua dan juga karena beban kendaraan yang melintasi Jembatan Mahulu sangat berat. Dari total 14 Expansion Joint yang diuji terdapat 2 Expansion Joint harus diganti dengan menggunakan Modular Joint karena nilai celah mencapai 160,25 mm dan sisanya hanya penggantian dengan Asphaltic Plug dengan nilai celah antara 9 mm sampai 13 mm
Analisa Penyebab Kerusakan Pondasi Jembatan Dondang Kalimantan Timur Auliarahman, Fauzi; Ridwan, Muhammad; Sahrullah, Sahrullah
Teknika Vol. 20 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/h91snj83

Abstract

Jembatan Dondang merupakan infrastruktur penting di Kalimantan Timur yang mengalami kerusakan akibat tertabrak ponton batu bara. Tabrakan tersebut menyebabkan deformasi pada 2 (dua) tiang pancang di sisi hulu yang berpotensi mengganggu stabilitas struktur jembatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak kerusakan serta mengevaluasi langkah perkuatan yang diperlukan guna memulihkan fungsionalitas dan keamanan jembatan.Pada pembebanan eksisting, kondisi awal struktur dengan 21 (dua puluh satu) tiang pancang menunjukkan bahwa gaya aksial tekan sebesar 626,24 kN, penurunan vertikal 1,70 cm, dan defleksi lateral 2,00 cm masih berada di bawah batas izin, yaitu 1.009,04 kN untuk aksial tekan, 2,50 cm untuk penurunan vertikal, dan 2,50 cm untuk defleksi lateral. Namun, ketika 2 (dua) tiang mengalami kerusakan, gaya aksial tekan meningkat menjadi 950,25 kN, yang masih berada di bawah batas izin aksial tekan, tetapi penurunan vertikal bertambah menjadi 2,60 cm dan defleksi lateral mencapai 4,30 cm, yang keduanya melampaui batas izin. Penambahan 3 (tiga) tiang pancang berhasil menurunkan beban kerja menjadi 702,15 kN, dengan penurunan vertikal 1,90 cm dan defleksi lateral 2,50 cm, yang kembali berada dalam batas aman. Penambahan 6 (enam) tiang pancang lebih lanjut meningkatkan stabilitas struktur, dengan beban kerja berkurang menjadi 661,07 kN, penurunan vertikal 1,80 cm, dan defleksi lateral 2,50 cm, yang semuanya berada dalam batas izin yang diperbolehkan. Dari hasil analisis, disimpulkan bahwa penambahan 3 (tiga) tiang pancang sudah cukup untuk memulihkan stabilitas struktur.
Evaluasi Struktur Bangunan Atas Jembatan Sambaliung Provinsi Kalimantan Timur Purwatmoko, Hariadi; Tumingan, Tumingan; Suryono, Suryono
Teknika Vol. 20 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/g6dpef06

Abstract

Jembatan sambaliung direncanakan pada tahun 1984 dan mulai digunakan sebagai infrastruktur pada tahun 1986, maka dengan memperhatikan umur jembatan (37 tahun s/d tahun 2023), kondisi lalu lintas saat ini (2.000 smp/jam, hasil survey lalu lintas DPUPR & Pera Provinsi Kalimantan Timur tahun 2022), dan peraturan-peraturan yang berlaku saat ini dapat disimpulkan bahwa jembatan sudah mengalami kelebihan kapasitas layak. Hal ini dapat terlihat dari hasil pengamatan visual di lapangan dimana terdapat perubahan pada elemen jembatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi eksisting struktur rangka     Jembatan Sambaliung, melakukan analisis (pemodelan) terhadap struktur rangka jembatan sesuai peraturan pembebanan yang berlaku saat ini, kemudian menentukan metode perkuatan jembatan dengan mempertimbangkan kondisi struktur setelah dianalisis. Hasil dari penelitian diketahui bahwa dengan memasukkan beban berdasarkan peraturan lama tahun 1980, rasio tegangan jembatan ialah 0,98 dengan lendutan sebesar 43,80 mm dan beban 10 ton. Berdasarkan peraturan baru tahun 2016, rasio tegangan didapat adalah 1,50 dengan nilai lendutan maksimum 63,77mm dan beban maksimum 50 ton. Setelah diberi perkuatan dengan metode memperbesar penampang, rasio tegangan menjadi 0,94 dan lendutan menjadi 44,82 mm dengan beban 50 ton.
Pengaruh Pengencangan Baut Grade 8.8 M22 Secara Berulang Terhadap Kekuatan Struktur Jembatan Pamungkas, Pulung Priyo; Tumingan, Tumingan; Wahyudianto, Arif
Teknika Vol. 20 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/teknika.v20i1.10722

Abstract

Kelonggaran baut pada sambungan rangka baja jembatan sering dijumpai pada saat melakukan pemeriksaan jembatan secara rutin. Berkurangnya kekuatan sambungan rangka baja jembatan disebabkan karena baut mengalami kelonggoran, hali ini terjadi karena beban dinamis semasa layan jembatan itu sendiri dan juga bisa karena kesalahan pemasangan pada saat melakukan pengencangan torsi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kapan baut sambungan jembatan apakah masih layak digunakan atau harus dilakukan pergantian baut dengan melihat sisa ulir yang ada di sambungan rangka baja jembatan. Pengencangan baut dengan menggunakan kunci torsi memudahkan untuk melakukan pengecekan secara teliti terhadap nilai masing masing baut . Pengujian torsi secara berulang dan dilanjutkan dengan pengujian kuat tarik baut yang diharapkan dapat mengetahui nilai proofload dan tarik putus pada masing masing baut. Menurut SNI 8458:2017 bahwa  baut Grade 8.8  dengan dimensi M22 mempunyai nilai tegangan proofload 182  kN dan tegangan tarik putus lebih dari 830 Mpa . Sehingga setelah dilakukan pengencangan torsi secara berulang didapatkan nilai tegangan proofload sebesar 160 kN dan tegangan tarik putus diatas 830 MPa
Pengaruh Limbah Bata Merah Cepu Sebagai Bahan Subtitusi Semen Terhadap Sifat Mekanik Mortar Sulistia, Sulistia
Teknika Vol. 20 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/teknika.v20i1.11402

Abstract

Pembangunan konstruksi umumnya menggunakan bahan mortar. Mortar yang digunakan banyak diaplikasikan pada dinding baik sebagai plesteran maupun sebagai bahan perekat dalam suatu pasangan baik itu pasangan bata, pasangan keramik lantai atau dinding, atau sebagai perekat pasangan pondasi. Umumnya mortar terbentuk dari campuran bahan perekat dan bahan pengisi, bahan perekat ini umumnya menggunakan semen sebagai perekat dan pasir sebagai bahan pengisi, namun tak sedikit pula banyak mortar yang menggunakan bahan perekat dengan tambahan kapur. Seperti yang diketahui juga, mortar memiliki banyak kegunaan dalam dunia konstruksi, oleh sebab itu tak jarang para peneliti melakukan penelitian terhadap mortar. Penelitian ini bertujuan mencari seberapa besar nilai karakteristik mortar pada limbah serbuk bata merah sebagai bahan substitusi semen menggunakan pasir bengawan solo terhadap sifat mekanik mortar. Hasil penelitian diketahui bahwa serbuk bata merah memiliki pengaruh kuat tekan menjadi semakin kuat secara maksimal diperoleh nilai sebesar 5,12 kg/cm2 dengan campuran serbuk bata merah sebesar 10 %.  Serbuk bata merah juga memiliki pengaruh dapat meningkatkan dan menurunkan nilai berat jenis mortar serta serbuk bata merah juga memiliki pengaruh terhadap penurunan daya serap air dimana penurunan daya serap air secara maksimal diperoleh dengan campuran serbuk bata merah dengan nilai daya serap air sebesar 10,06 %
Analisis Stabilitas Lereng Pada Lahan Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah Kawasan Inti Pusat Pemerintahan Riyanto, Eko Riyanto; Setiawan, Agung; Nur Hidayat, Amin
Teknika Vol. 20 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/teknika.v20i1.11811

Abstract

Banyaknya lereng pada pembangunan IPAL 1 KIPP IKN menyebabkan adanya potensi longsoran yang membahayakan lingkungan disekitarnya. Faktor yang sering mengakibatkan kelongsoran yaitu pengaruh geometri dan penyusun material tanah lereng tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis stabil atau tidaknya suatu lereng yang ditunjukan dalam bentuk nilai Faktor Keamanan. Penelitian menggunakan dua metode, yaitu metode Bishop Simplified dan metode elemen hingga. Data yang digunakan pada penelitian ini yaitu geometri lereng pada jalan akses lingkar kanan IPAL 1 KIPP IKN dari Sta 0+340 s/d Sta 0+380 dan data penyelidikan tanah dari PT. YODYA selaku konsultan perencananya dengan tinggi lereng 25 m, lebar 20,6 m, nilai kohesi tanah (c) = , berat volume tanah , dan sudut geser tanah . Penelitian ini didapatkan hasil Faktor Keamanan dengan metode Bishop Simplified sebesar 1,7 dan metode elemen hingga sebesar 1,7. Berdasarkan nilai Faktor Keamanan yang disarankan SNI-8460 yaitu 1,5 berarti lereng tersebut aman karena nilai Faktor Keamanan lerengnya lebih besar dari yang disarankan.
Analisis Dampak Pembangunan Jalan Tol Semarang - Demak Terhadap Lalu Lintas Di Kawasan Industri Sayung Muldiyanto, Agus; Handajani, Mudjiastuti; Aji, Naufal Akbar Purnayudha; Affandi, Yoga Dwi
Teknika Vol. 20 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/teknika.v20i2.11842

Abstract

Kawasan Industri Sayung, yang berlokasi di Kota Demak ialah termasuk area dengan potensi terkena dampak signifikan atas arus lalu lintas. Tujuan penelitian berperan agar mengetahui kinerja ruas jalan dalam mengatasi kemacetan beserta dampak yang terjadi setelah dibangunnya tol Semarang-Demak. Data didapatkan melalui metode deskriptif kuantitatif mengadakan pengambilan data secara langsung di lapangan. Penelitian ini mendapatkan hasil data Senin mencapai 3.874,60 smp/jam sebagai arus puncak volume lalu lintas, Sabtu sebesar 2.407,70 smp/jam dan Minggu sebesar 1.815,40 smp/jam. Dengan kecepatan tertinggi pada hari Minggu mencapai 58,51 km/jam dan terendah dihari Sabtu mencapai 29,18 km/jam. Sedangkan kepadatan lalu lintas mencapai angka tertinggi dihari Sabtu sebesar 356,16 kend/jam dan terendah 242,81 kend/jam terjadi dihari Minggu. Jadi, dibangunnya Jalan Tol berpotensi meningkatkan pelayanan jalan sehingga berpengaruh positif serta bisa mengurai kemacetan.  Kata kunci: jalan tol, kawasan industri, perkembangan, volume lalu lintas.